yenniputriastuty yenniputriastuty

44 posts   380 followers   307 followings

Yenni Putri Astuty  Man Jadda Wa Jada❤ Wattpad :

Alhamdulillah selesai, terimakasih dan maaf untuk 30 hari yang berkesan ini

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Mungkin banyak kata maaf yang telah kalian dengar
Atau mungkin lebih banyak yang kalian ucapkan?

Sebanyak apapun yang kalian dengar atau ucapkan
Tolong jangan bosan untuk mendengarnya sekali lagi dariku

Tolong maafkan
Dari diri ini yang mungkin pernah membuat luka dihati kalian
Sekecil apapun luka itu
Tolong maafkan
Dari diri ini yang telah melakukan banyak kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak
Tolong maafkan
Dari diri ini yang mungkin lebih sering mengucap terimakasih atau tolong dan jarang mengucapkan maaf pada kalian

Ya Allah Ya Robbi
Segala Puji kami ucapkan Untuk-Mu
Maafkanlah kami
Untuk segala hal yang kami lakukan
Ampuni kami

Semoga RahmatMu selalu menyertai kami
Jangan biarkan kami lalai seperti bulan-bulan yang telah berlalu
Tolong bantu kami agar Ramadhan kali ini membawa perubahan baik untuk kami
Pertemukanlah kami kembali dengan indahnya Bulan Suci Ramadhan

Aamiin

#Day30
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Selayaknya obor yang menyala indah gemerlapnya menerangi penyambutan bulan suci Ramadhan
Dan malam ini adalah malam dimana Ramadhan akan pergi meninggalkan kita semua
Namun cahayanya masih berpendar dengan begitu indahnya

Sedih rasanya saat bulan yang penuh berkah ini akan segera berlalu
Masih banyak yang perlu diperbaiki
Seperti janji untuk menjadi lebih baik
Namun masih banyak melakukan kesalahan
Seperti janji untuk membaca ayat suci Al-Qur'an lebih dari biasanya
Tetapi membaca pesan dalam ponsel lebih banyak dilakukan
Seperti ibadah sunnah yang ingin selalu dilaksanakan
Namun ibadah wajib terkadang masih tidak tepat waktu
Ini untuk diriku
Untukku yang masih perlu banyak belajar
Maafkan diri ini Ya Ilahi Robbi

Air mata menetes saat gema takbir berkumandang diseluruh penjuru
Besok adalah hari kemenangan yang telah ditunggu
Walaupun sebenarnya tidak ingin berpisah dengan indahnya bulan Ramadhan
Aku akan merindukannya
Semoga aku dan kita semua dapat berjumpa dengannya kembali

Seperti halnya obor yang menyala indah sebagai pemberi penerangan
Sama halnya dengan obor yang kita perlukan dalam kehidupan
Obor untuk menyalakan api semangat perjuangan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik

#Day29 #RamadhanBerkisah #PenaJuara

Apa itu cinta?
Apakah suatu perasaan yang menimbulkan kegembiraan? Atau mungkin malah memberikan lara yang tak terperi?
Apa itu cinta?

Bagi orang yang sedang kasmaran, mungkin cinta yang dimilikki sekarang adalah segalanya, namun bagaimana dengan mereka yang sedang patah hati? Cinta adalah musuh yang amat dibenci, hanya memberi duka nan lara.

Apakah seperti itu? Tidak, cinta jauh lebih kompleks dari itu. Cinta lebih rumit, bagiku cinta bukan hanya sekadar ucapan, namun lebih pada pembuktian.
Dan, cinta memiliki banyak wujud dan banyak definisi yang mengatasnamakannya.

Saya sendiri tak begitu memahami makna sebenarnya, tapi cinta adalah milik semua makhluk yang memiliki perasaan, cinta tak hanya kepada pasangan, namun lebih dari itu, cinta kepada orangtua,sahabat,keluarga dan yang lebih utama adalah cinta kita pada Ilahi.

Sejatinya cinta adalah sebuah enigma kehidupan yang tidak kita ketahui namun telah tertulis jelas dalam lauhul mahfudz

Yang perlu kita lakukan adalah senantiasa memperbaiki diri dan istiqomah dalam jalan-Nya
Semoga rasa cinta yang Allah titipkan untuk kita, dalam bentuk apapun itu senantiasa membawa kita pada kebaikan dan mendapat perlindungan dibawah naungan Allah SWT
Semoga Allah meneguhkan hati kita diatas Agama-Nya.
Teruntuk seseorang dibelahan bumi sana, namun berada dibawah langit yang sama, tiada yang lebih indah dari bait doa yang kita lantukan pada Ilahi, semoga cinta yang kita miliki adalah cinta kita karena Allah.

#Day28
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Lanjutan Perjalanan menuju halal Adhan dan Aiza.

#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Setiap pencarian pasti ada saat menemukan
Setiap keberhasilan pasti ada perjuangan yang dilakukan
Setiap awal pasti akan ada akhir

Seperti kita, aku tidak tahu semenjak kapan ini berawal
Sejak kapan hati ini telah tertaut
Tetapi aku tidak ingin ada akhir
Aku ingin kita bahagia tanpa akhir

Akhir sebenarnya adalah awal dimana perjuangan dan pengorbanan itu dimulai sesungguhnya

Menghalalkanmu adalah tujuan akhir dimana sebenarnya semua baru dimulai
Langkah awal kita untuk menggapai Jannah-Nya bersama -Adhan- *** Satu bulan sebelum kita mengikat janji suci pernikahan, menuju halal yang semoga menjadi berkah untuk kita.

Seperti sebuah jawaban atas doa-doaku selama ini, Allah begitu baik padaku hingga menjadikanmu sosok nyata bagiku.
Aku tidak pernah menyangka jika hari itu adalah hari yang begitu istimewa, hari dimana kamu mengkhitbahku. "Alhamdulillahirobbal'alamin." Aku sungguh bersyukur karena Allah telah mengirimkan Mas Adhan sebagai imamku kelak.

Kulihat sebuah pesan masuk dilayar ponselku, sebuah pesan dari Mas Adhan. Selama ini, kami jarang sekali bertukar pesan atau menelepon, sedikit sekali interaksi yang kami lakukan, tetapi selalu ada doa yang mengikat kita.

Dek, aku sedang membuat kartu undangan untuk kita, nanti bantu Mas memilihnya ya, nanti Mas kirimkan desainnya.

Aku tersenyum membaca pesan itu, entah mengapa akhir-akhir ini aku suka sekali tersenyum.

Jemariku mengetik diatas papan keyboard dilayar ponselku.

Iya Mas, semangat membuat desainnya.
Jangan lupa makan dahulu.

Namun segera kuhapus kalimat itu, aku malu.

Iya Mas.

Akhirnya hanya kata itu yang tertulis dan segera kukirim pesan itu, sambil menarik napas panjang. Semoga Allah memberikan Rahmat dan Magfirah-Nya kepada kami. Aamiin.

Bersambung.. #Day27 #RamadhanBerkisah #PenaJuara

Semoga niat dan doa baik senantiasa mengalun dalam hidup kita, semoga apa yang disemogakan mewujud nyata.

Bagian 1-Adhan&Aiza-

#Day25
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Dua tahun berlalu dengan banyak hal yang menjadikan pelajaran berharga untukku, melewati jalan berliku tanpa kamu, aku berusaha sepenuh hati untuk melewati tiap detik waktu dengan hal yang bermanfaat untukku. Usiaku sudah beranjak 24 tahun ini, aku sungguh bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan padaku.

Seperti inginku saat itu, aku memintamu tak saling menghubungi selama kamu pergi,aku hanya ingin kamu pulang nanti dengan membawa segala pencapaian dan kesuksesan yang kamu impikan, aku selalu mendukungmu dan ketahuilah jika doaku akan selalu menyertaimu.

Dibawah langit yang sama, diantara gemerlap bintang yang menghiasi langit bumi malam ini, aku berdiri ditempat perpisahan kita dahulu, sampai detik ini aku masih belajar untuk berdoa namun tanpa berharap, aku tidak ingin berharap kepada makhluknya, aku tak bisa membayangkan saat Cinta Allah kepada makhluk-Nya begitu besar dan dibalas oleh sebuah pengkhianatan, cinta kita pada sesama makhluk melebihi cinta kita pada Ilahi. Karena itu aku berusaha menjaga hatiku semampuku.

Aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak berharap, meski perlahan dengan tertatih aku berjalan bersama usia yang terus berkurang, berjalan untuk belajar segala hal yang baik bagi hidupku.

Dalam desir angin malam yang berhembus kencang, segera aku merapatkan jaket yang kukenakan, terdengar sebuah langkah kaki yang mendekat, membuat debaran dalam hati. Siapa? Batinku dengan perasaan takut yang menyelimuti.

Aku membalikkan badan, dan mendapati sosok seorang Pria yang samar, gelapnya malam menutupi raut wajahnya. Dia terus mendekat, aku terus mencari tahu dan menerka siapakah gerangan sosok dihadapanku?

Cahaya bulan tepat menyinari, saat sosoknya berdiri persis dihadapanku, raut wajahnya terlihat jelas saat cahaya bulan tepat berada dibawahnya, guratan wajah itu masih sama dan kini aku terdiam mematung,kaku dan beku.

Sosok Pria yang namanya selalu kurapal dalam rentetan doaku, kini ada dihadapanku.
"Aku kembali, Aiza."
Ucapmu dengan seutas senyum yang masih sama hangatnya seperti dahulu. Aku tidak tahu harus berbuat apa, hanya tiba-tiba saja cairan bening itu meleleh dipipiku.

#Day24
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Geser------ Aku terlampau takut jika mencintai makhluk melebihi cintaku pada Ilahi, jadi aku membatasi diriku, aku sedang berusaha memantaskan dan memantapkan hatiku.
Aku tidak akan memberi janji atau memintamu untuk menungguku. Karena,aku yang akan datang dan menemukanmu Aiza.

Nanti, saatnya telah tiba aku akan datang dan langsung melamarmu, aku akan menjadikanmu Ibu untuk anak-anakku kelak. Kita akan membangun rumah tangga menuju JannahNya.
Sungguh, aku serius.
Aku tak pernah bercanda untuk hal semacam ini. -Adhan-

#Day22
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
Sumber foto: Google

Suara Adzan berkumandang, menyebarkan perintah kebaikan, menggema menjuru pelosok bumi.
Ditengah hati yang membutuhkan dikuatkan, jiwa yang membutuhkan kasih sayang, raga yang membutuhkan energi lebih. Lewat doa, mendekatkan diri pada Sang Illahi adalah cara terbaik yang bisa kita lakukan. Kewajiban yang sekaligus menjadi kebutuhan.

Dalam setiap bait doa yang kupanjatkan, janganlah bosan jika ada namamu yang masih setia didalamnya.
Sekali lagi, doa dalam diamku adalah caraku untuk mengatakan bahwa aku peduli dan izinkan aku untuk menyayangimu dengan caraku. Dengan segenap, bukan ganjil semata.
Dengan sepenuhnya dan bukan hanya untuk sebagian.

Ingatkah kamu saat pertama kali kita bertemu untuk sekian lama? Aku bahkan tak mengenalimu.
Didalam Masjid ini, ditempat ini aku mendengarmu melantunkan Ayat Suci yang menyebarkan energi positif dan ketenangan hati.
Waktu itu aku yang menemukanmu terlebih dahulu, walau aku tak mengenalimu,ternyata itu kamu.
Kupikir itu sebuah kebetulan yang menakjubkan.
Dan setelah itu, banyak kebetulan-kebetulan yang terjadi. Membuatku bertanya-tanya apakah ini adalah takdir?

Dan sekarang, apa yang terjadi?
Kamu menghilang lagi, setelah datang dengan segala keajaiban yang menghampiriku.
Aku pikir kita akan selamanya, tapi bagaimana bisa?
Tak ada keputusan, tak ada kepastian. Karena tak ada yang dikatakan.

Kita hanya berjalan bersampingan, tanpa pernah bisa mengenggam. Mungkin, tujuan kita berbeda.. diujung jalan itu, dipersimpangan jalan itu, mungkin saja kamu berbelok menuju arah yang lain. Lihatlah kamu memang pergi, meninggalkan seluruhku.

Masjid adalah tempat yang paling menenangkan, banyak energi positif yang didapat, karena didalamnya terdapat kebaikan yang banyak dilakukan.

Kuambil tasbih biru safir pemberianmu, menyebut AsmaNya yang Agung.

Hembusan angin menerpa wajahku, meneteskan bulir air mata yang turun perlahan, melangitkan doa.

Kucoba menciptakan energi positif sebanyak-banyaknya, karena ada luka yang perlu untuk disembuhkan meski tak terlihat, namun aku merasakannya.
Entahlah,sekarang aku hanya membutuhkan energi lebih untuk menjalani hariku tanpa ada kamu didalamnya.

#Day20
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Most Popular Instagram Hashtags