[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

usingnesia usingnesia

61 posts   1719 followers   4 followings

USINGNESIA BANYUWANGI  ​‏​ tempat paling cocok mencari informasi seputar Banyuwangi ​‏​

Mestinya kita malu pada seorang pemuda bernama Andri (23 tahun), yang hanya dengan satu kaki, tetap berusaha keras untuk sholat sambil berdiri. Akun facebook Mohamad Gunadi menuliskan peristiwa menarik yang bisa menjadi pengingat bagi kita semua, agar tidak meninggalkan sholat dalam kondisi apapun.

Mereka dipertemukan di mesjid Al Aman Polresta Balikpapan Kalimantan Timur. Pemuda ini bernama Andri berumur 23 tahun, asal Banyuwangi. Gunadi dan Andri bertemu pada Sabtu 22 Juli 2017.

Ternyata, Andri sendiri baru 12 hari di Balikpapan. Gunadi bertemu dia saat shalat Dzuhur, Ashar dan Maghrib pada hari Sabtu itu. Mereka berdua baru memulai percakapan menjelang Isya.
Saat Gunadi datang, Andri sedang duduk di bangku. Sambil melepas sepatu, Gunadi bertanya, "Kerja di sekitar sini mas? Karena saya lihat sejak dzuhur shalat di mesjid ini." Lalu Andri menjawab "Belum Pak. Lagi cari-cari kerja, Saya baru sampai di Balikpapan 12 hari yang lalu. Diajak teman untuk kerja di sini, tapi ternyata ditipu." Mirisnya, barang-barang berharganya termasuk HP diambil temannya. Selesai shalat Isya, merkea melanjutkan percakapan. Andri ini sebelumnya bekerja sebagai supir truk Fuso, yang membawa barang ke Kalimantan. Namun dia mengalami kecelakaan bulan April 2016. Saat itu truk sedang minggir untuk ganti ban, tiba-tiba truk ditabrak oleh truk lain, kakinya terkena pentalan besi. Itulah yang memnyebabkan kakinya diamputasi habis sampai pangkal pahanya.

Jadilah Andri sekarang mencari pekerjaan lagi. Namun dengan keterbatasan fisiknya, pekerjaan masih belum didapatnya. Satu hal yang membuat Gunadi salut adalah dengan kondisi tinggal satu kaki, Andri tetap istiqomah shalat ke mesjid setiap waktu shalat. Di sela-sela waktu, dia berusaha mencari pekerjaan.
Saat ditanya kenapa nggak duduk aja shalatnya? Andri menjawab," Saya masih mampu berdiri Pak. Saya duduk kalau sudah sangat terpaksa, yaitu saat kondisi badan drop karena capek berjalan jauh mencari pekerjaan." Terakhir, ada kabar gembira dari Andri. Menurut Gunadi, Andri kini sudah bekerja jadi penunggu rumah pemilik dealer Honda di Samarinda.

source: fb/ Mohamad Gunadi

#sholat
#banyuwangi
#usingspiritual
#usingnesia

Sebab sebelumnya, Komnas HAM telah melakukan MoU dengan Kapolri, untuk kembali mengusut tuntas kasus pembantaian dukun santet tersebut. "Kami meminta Kapolres memberikan dukungan kepada kami. Penyelidikan pelanggaran HAM berdasarkan UU no 26 tahun 2000. Kami minta data valid terkait kasus ini," ujarnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (27/7/2017).
.
Minimal, kata Nurkhoiron, pihaknya meminta hasil proses hukum yang dilakukan polisi. Selain itu yang paling penting adalah data hasil visum terhadap korban yang diduga dukun santet pada tahun 98/99. "Dan kapolres mengakomodasi dan bersedia membantu. Secara formal Komnas HAM akan mengirim surat ke Polda Jatim yang diteruskan ke polres. Kami juga membutuhkan data keterangan aparat yg saat itu bertugas. Bisa kapolres atau kapolwil dan reskrim yang menindak dan memproses hukum terhadap yang diduga para pelaku," tambahnya.

Dia menyebut, tujuan dari penyelidikan peristiwa dugaan pelanggaran HAM berat tersebut diantaranya, memberikan hak keadilan bagi korban, hak untuk mendapatkan pemulihan kehidupan, hak untuk mendapatkan kebenaran, dan Negara berkewajiban untuk mengungkap pelanggaran HAM. "Akhir September tahun ini kami menargetkan selesai dan bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Agung," pungkasnya.

Sementara itu, pihak Polres Banyuwangi enggan memberikan keterangan terkait kunjungan dari Komnas HAM ke Polres Banyuwangi.

source: detik.com

#dukunsantet
#banyuwangi
#usingnews
#usingnesia

"Peluang pasarnya luar biasa, 30-40 persen. Sekarang sudah ekspor ke China, Malaysia, Eropa, dan sebagainya. Ekspor saat ini sudah 100 ton per tahun," ujar Arief Setiawan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, saat mengunjungi pagelaran Makarya Tani di Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Kamis (27/7). Arief menjelaskan, di Banyuwangi tahun ini mulai mengembangkan pertanian padi organik di tujuh kecamatan. Antara lain, di Kecamatan Glenmore, Singojuruh, Rogojampi, Licin, Glagah, Songgon dan Kalibaru dengan luasan per kecamatan antara 40-50 hektare. Sementara tahun lalu, masih dikembangkan di tiga kecamatan dengan luas 120 hektare. Meski pengembangannya dua kali lipat dibanding tahun lalu, petani padi organik harus terus mendapatkan pendampingan, karena syarat menjadi organik tidak mudah.

Meski ekspor padi organik di Banyuwangi sudah mencapai 100 ton per tahunnya, pihaknya masih memerlukan eksportir di Banyuwangi yang sudah mengantongi sertifikasi beras organik. Sebab, kata Arief, untuk ekspor beras organik, Banyuwangi saat ini masih mengandalkan eksportir beras organik pihak ketiga di Kabupaten Bondowoso.

Saat ini, upaya pemerintah daerah untuk mendorong semangat bertani padi organik salah satunya melalui layanan konsultasi Mobil Layanan Pertanian Terpadu (Bilaperdu) dari dinas pertanian. Petani yang butuh layanan konsultasi tinggal menghubungi call center 081931991545, maka petugas akan datang untuk memberikan edukasi terkait semua persoalan pertanian.

source: merdeka.com

#ekspor
#banyuwangi
#usingnews
#usingnesia

Tak hanya berorasi, aksi turun jalan ini juga diwarnai dengan pembagian brosur dan bunga kepada para pengendara yang melewati Simpang Lima Banyuwangi. Dalam orasinya, KMB menuntut pemerintah untuk tidak ragu-ragu membubarkan ormas yang diindikasikan merongrong NKRI.
.
"Sebagai pemuda Indonesia, kami mendukung sepenuhnya pemerintah membubarkan ormas yang dinilai membahayakan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk itu saya mengimbau kepada saudara saudara saya setanah air, jangan sampai ikut paham paham yang bisa merusak pancasila dan NKRI," kata kordinator aksi Fajar Isnaeni.

Fajar menjelaskan, pemerintah Indonesia harus tegas kepada setiap pihak yang mengancam kedaulatan Indonesia. Pemerintah tidak boleh berkompromi dengan pihak yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
.
"NKRI dan Pancasila merupakan perjanjian luhur yang telah diikrarkan oleh para pendiri bangsa," tambah Fajar. NKRI dan Pancasila, tambah Fajar, adalah titik kulminasi dari sejarah panjang perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang bercita-cita ingin hidup merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dalam bingkai NKRI yang Berbhinneka Tunggal Ika.
.
"Sekali lagi, ormas tidak boleh memanfaatkan agama untuk kepentingan yang bertentangan dengan ideologi Pancasila," pungkasnya.

source: detik.com

#pancasila
#banyuwangi
#usingnews
#usingnesia

"Kalau saya ya seperti ini kalau batik. Kalau anak sekarang sudah enggak sabar kalau seperti ini," jelasnya kepada Kompas.com, sambil menggerakkan canting di atas kain warna putih.

Hebatnya, perempuan yang tinggal seorang diri di rumahnya itu melakukan semua proses membatik seorang diri, mulai dari menggambar pola hingga mewarnai. "Biasanya saya kerjakan sekalian. Kalau menggambar sekalian berapa lembar kain, termasuk saat seperti ini. Sebulan kira-kira saya selesaikan sekitar 20 lembar batik," jelasnya.

Awalnya dia membatik di dalam rumah, tetapi karena penglihatannya terganggu, ia memilih mengerjakannya di lorong rumah. Ia biasanya memulai aktivitas membatik dari pukul 07.00 dengan tungku dari batu bata yang menyala serta kayu bakar. "Untuk mencairkan malam, saya masih menggunakan tungku sama kayu biar hasilnya bagus. Kalau pakai kompor hasilnya beda," jelasnya sambil menambahkan kayu bakar ke dalam tungku yang letaknya tepat di sebelahnya.

Mbah Kulsum bercerita, kemampuannya membatik ia dapatkan secara turun-temurun dari keluarganya. Ia ingat mulai membatik sejak kelas V SD lalu berhenti sekolah dan membantu ibunya membatik hingga saat ini. Dari 12 bersaudara, hanya dia satu-satunya yang meneruskan tradisi membatik di keluarganya. Saat ini, ia dibantu oleh keponakan dan cucunya.

Batik tulis buatan Mbah Kulsum biasanya dipesan oleh sanggar batik serta pelanggan yang langsung datang kepadanya. Satu bulan ia bisa menyelesaikan maksimal 20 lembar kain batik dengan berbagai macam motif, antara lain Gajah Uling, Paras Gempal, Sekar Jagad, Kangkung Setingkes, Jajang Sebarong, Sembruk Cacing, Dilem Sempleh, dan Mot Pitik. Satu lembar batik tulis buatan Mbah Kulsum dihargai antara 250.000 sampai 300.000.

Terkait pewarna dan bahan untuk membatik, dia memilih membeli dari Bali karena harganya lebih murah dan lebih banyak pilihan warna. Ia mengaku sudah beberapa kali mengajari orang untuk membatik, tetapi tidak ada yang serius untuk melestarikan batik tulis Banyuwangi.

source: kompas.com

#batik
#banyuwangi
#usingculture
#usingnesia

Dikatakan Jonathan, jambore ini digelar sebagai forum untuk membahas bersama beragam persoalan sosial masyarakat untuk dicarikan solusinya. Lewat jambore ini, kata dia, para peserta bisa saling berdialog tentang situasi dan kondisi saat ini agar terciapta pembauran kebangsaan. Jonathan melanjutkan, dipilihnya Banyuwangi sebagai tuan rumah karena pihaknya melihat komitmen Banyuwangi yang tinggi terhadap kerukunan dan harmoni kebangsaan. Kerukunan antar umat dijaga, tradisi lokal juga tidak dihilangkan bahkan diangkat ulang.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa kerukunan antar umat dan masyarakat akan terus dijaga. Selain selalu melakukan pertemuan rutin dengan tokoh-tokoh agama, tersedianya ruang publik yang nyaman menjadi salah satu faktor yang dapat menumbuhkan kerukunan antar umat beragama.

Dalam kesempatan tersebut, Anas juga menegaskan bahwa kerukunan umat beragama harus dibangun dengan fondasi ekonomi rakyat yang kuat. Karena menurutnya, kerukunan yang dibangun dengan ekonomi yang rapuh adalah kerukunan yang kamuflase.

Berkaitan dengan hal tersebut, beber Anas, Banyuwangi juga memiliki kebijakan untuk meningkatkan geliat ekonomi di daerahnya. Diantaranya, penguatan ekonomi warga desa. Produk unggulan desa seperti komoditas pertanian harus diberi nilai tambah dan perluasan jaringan pemasaran.

Di sela-sela jambore ini, juga dilakukan pengukuhan Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko sebagai dewan pembinan FPK Kabupaten Banyuwangi tahun 2017. Pengukuhan tersebut, dilakukan oleh Kepala Bakesbang Jawa Timur, Jonathan Judianto dengan disaksikan seluruh peserta yang hadir.

source: merdeka.com

#jambore
#banyuwangi
#usingnews
#usingnesia

Dari situ, Pemkab Banyuwangi membeli 20 ekor kambing etawa untuk disembelih dan dijadikan sate. Sebanyak 7500 tusuk sate dipanggang di bawah pohon mahoni yang rindang. Setiap tusuk sate ditancapkan di batang pisang untuk dipanggang. Setiap batang pisang berisi tusukan sate rata-rata seberat 1 kilogram. Arief melanjutkan, saat ini di lingkungan suko saja ada 2000 lebih kambing yang diternak oleh hampir semua warga. Sementara jumlah kambing se-Kecamatan Kalipuro terdapat 10 ribu kambing yang diternak.

Tidak hanya diternak, warga di Kalipuro juga sudah mulai memanfaatkan kambing etawa untuk diperas susunya. Saat ini, sudah ada 3000 liter per bulan yang dikirim ke Bali. Sementara untuk konsumsi kebutuhan lokal sudah menyuplai 1000 liter per bulannya. Hariyono, salah satu peternak kambing etawa asal Lingkungan Lerek, saat ini memiliki 60 ekor kambing etawa. Dari jumlah tersebut, 35 ekor sudah produktif diperah. Dia berharap melalui Festival Nyate Sekilo, populasi kambing etawa yang sudah mulai banyak bisa membuat harga kambing tetap stabil.

Di sisi lain, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar yang sempat berkunjung ke lokasi terlihat bangga dengan semangat warga untuk menunjukkan potensi desanya. Terutama, saat Anas melihat sepanjang jalan menuju Lingkungan Suko, masing-masing warga mengikat kambingnya di halaman rumah dan diberi tulisan "peserta apel kambing". source: merdeka.com

#sate
#banyuwangi
#usingculture
#usingnesia

Dia tertarik mengembangkan kembali cabai jamu ini, karena menjanjikan keuntungan yang besar. Per kilo kering cabai jamu ini dihargai Rp 30 ribu oleh pengepul. Cabai jamu ini, kata Murkamto, sudah hampir punah di wilayah tersebut. Sejak ditanam pada zaman Belanda, pengembangan tanaman cabai jamu sempat terhenti. Oleh karena itu dirinya mengajak warga lain di sekitar untuk menanam kembali tanaman tersebut.

Untuk perawatan, tambah Murkamto, tidak begitu sulit. Karena tanaman ini tidak membutuhkan obat-obatan. Hanya dengan pemupukan rutin bisa panen sepanjang tahun. Rata-rata panen dilakukan setiap 10 sampai 15 hari. Sementara penanaman bisa dilakukan halaman dan kebun. Penanaman di kebun, bisa dilakukan secara tumpang sari dengan tanaman buah naga dan jeruk.
Pengembangan tanaman cabai jamu ini mendapatkan dukungan dari PT Bumi Suksesindo (BSI). Operator tambang emas di Gunung Tumpangpitu, Pesanggaran itu, memberikan bantuan 5000 benih cabai jamu kepada kelompok 'Rukun Makmur' melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
.
Tak hanya memberikan benih, PT BSI juga akan melakukan pembinaan terhadap kelompok petani Rukun Makmur. Mulai dari penanaman, pada masa panen hingga penjualan, akan didampingi oleh PT BSI.

source: detik.com

#cabe
#banyuwangi
#usingfood
#usingnesia

"Sehingga, memudahkan air terserap ke dalam tanah. Dengan menggunakan paving berpori membuat resapan air hujan sangat besar, sehingga mengurangi genangan air pada lapis permukaan paving," jelas Kepala Laboratorium Tehnik Sipil, Politeknik Banyuwangi (Poliwangi), Erna Suryani, Selasa (25/7/2017).
.
Selain sebagai solusi banjir, kata Erna, paving berpori juga efektif untuk perkerasan jalan lalu lintas rendah. Baik juga untuk digunakan pada taman, jogging track maupun bycilcle track.

Tak hanya itu, bersama beberapa mahasiswa lainnya, ia juga berhasil menciptakan aspal berrongga (Asphalt Porous). Aspal ini didesain khusus dengan pori-pori yang cukup besar, sehingga mampu ditembus oleh air, meskipun dengan debit air yang cukup kencang.
.
"Karena rata-rata aspal di Indonesia tidak bisa meresap air dan mudah terjadi genangan air bahkan banjir di sepanjang jalan. Dengan komposisi yang sudah kita uji laboratorium sehingga sudah layak diaplikasikan di lapangan,” ujarnya.

Komposisinya, terbuat dari bahan bangunan yang terdiri dari campuran aspal dan agregat kasar. Selanjutnya dibentuk sedemikian rupa hingga membentuk lapisan berongga. Ini akan menghasilkan adanya ruang resapan genangan air pada lapisan permukaan aspal.

Aspal berongga, lanjut Erna, sudah banyak diterapkan di banyak negara terutama Eropa, Amerika dan Rusia. Akan tetapi, jenis aspal ini masih belum pernah diaplikasikan di Indonesia.
.
"Padahal musuh utama aspal itu adalah air, jika menggunakan sistem aspal berongga ini, curah hujan di Indonesia cukup tinggi tidak akan merusak jalan raya," katanya.

Meski demikian, Erna masih menggunakan temuan itu untuk skala lebih kecil. Saat ini masih digunakan pada bangunan rumah tangga, seperti taman kota.

source: beritajatim.com

#paving
#banyuwangi
#usingnews
#usingnesia

Dalam pertandingan tersebut, Persewangi FC sempat memimpin pertandingan sejak menit ke-10 setelah Fred melakukan solo run ke jantung pertahanan Sidoarjo United (SU). Tendangannya tidak mampu di blok kiper SU, Riqi Nugraha, sehingga berbuah gol pertama bagi PFC. Gol itu pun sempat bertahan lama, hingga di menit ke-89 melalui serangan balik yang cukup cepat, SU berhasil menyamakan kedudukan melalui pemain belakangnya Affan Jelani.

Pelatih PFC, Bagong Iswahyudi mengatakan, timnya mengalami penurunan tempo serangan sejak pertengahan babak pertama. Turunnya kondisi fisik pemain menurutnya menjadi salah satu faktor turunnya tempo permainan. “Kemungkinan anak-anak kelelahan, permainannya di bawah saat pertandingan melawan Persik kemarin,” terangnya.

Ditambah lagi, sejak menit ke-60 PFC harus bermain dengan 10 pemain karena Fred diganjar kartu merah setelah dua kali melakukan handsball. Hal ini pun praktis merubah alur pertandingan dan serangan Persewangi. Sehingga mulai babak kedua dimulai, tim lawan justru balik melakukan serangan.
.
“Adanya suntikan pemain baru sebenarnya cukup bagus, Didik yang baru kita datangkan dari Perssu Sumenep dapat langsung menyesuaikan diri. Tapi dalam sepak bola semua bisa terjadi, hasilnya kita harus puas dengan satu poin,” ungkapnya.

Karena itu, Bagong menargetkan timnya bisa memperoleh poin penuh pada pertandingan home nanti melawan PSBK Blitar di Stadion Diponegoro akhir pekan depan. Dia berharap nanti bisa menambah pemain lagi di lini depan sesuai yang dijanjikan Manajer Tim, Hari Wijaya.
.
“Harapan kita di laga home nanti, kita harus berbenah. Dadang nanti sudah bisa main, Trubus kita harap juga bisa turun. Di samping itu kita masih menanti ada striker tambahan untuk menambah daya gedor Persewangi,” tegasnya.

source: jawapos.com

#persewangi
#banyuwangi
#usingsport
#usingnesia

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih atas kepercayaan MA menggelar pertemuan skala nasional di Banyuwangi. Saat ini, Banyuwangi mengembangkan wisata MICE (Meeting, Incentife, Conference, Exhibition) untuk melengkapi wisata alam dan budaya yang telah dikembangkan.

Anas mengatakan, sektor MICE sudah saatnya dilirik mengingat potensinya yang sangat besar. Sektor MICE memiliki multiplier effect, mulai dari event organizer, katering, transportasi, properti, hotel, UMKM suvenir, florist, pelaku kesenian, hingga biro perjalanan wisata.
.
"Orang sepertinya cuma rapat atau seminar, tapi perputaran ekonominya gede banget. Hampir tiap tiga bulan, BUMN/swasta dan instansi pemerintah bikin rapat yang selama ini tersedot ke Bali, Jakarta, Surabaya saja. Maka Banyuwangi membidiknya. Alhamdulillah, kian banyak BUMN, swasta, kementerian yang bikin acara di sini," kata bupati berusia 43 tahun ini.

Dengan penerbangan langsung dari Jakarta dan Surabaya, dua kota terbesar di Indonesia, Banyuwangi bisa lebih mudah menggaet calon wisatawan MICE. "Tentu harga di Banyuwangi lebih kompetitif ketimbang Bali dan Surabaya. Itu salah satu keunggulan," ujarnya.

source: detik.com

#mice
#banyuwangi
#usingtravel
#usingnesia

Setelah lima tahun digelar, kini pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik Banyuwangi mulai eksis. Kualitas batik yang dihasilkan pun terus meningkat. Saatnya bagi mereka untuk melebarkan sayap bisnisnya ke kancah yang lebih luas. Ada sepuluh desainer nasional yang "turun gunung" mendorong kreasi pembatik Banyuwangi, di antaranya Philip Iswardono, Priscilla saputro, Aldre, Andy Sugix, hingga Yunita Kosasih. Ada pula desainer internasional, Milo Miliavica asal Italia.

Para desainer tersebut mendesain busana menggunakan batik hasil produksi para UMKM Banyuwangi. "Beraninya desainer papan atas menggunakan kain batik kreasi UMKM lokal menunjukkan adanya peningkatan kualitas. Terciptanya interaksi itu akan membuka peluang bagi pembatik lokal ke pasar nasional, bahkan global," ucap bupati berusia 43 tahun ini.

BBF 2017 ini juga menampilkan Putri Indonesia 2017 Bunga Jelita Ibrani sebagai ikon. Ada pula penampilan spesial penyanyi Isyana Sarasvati yang akan bernyanyi mengiringi model di catwalk.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi Ketut Kencana menambahkan, pembatik yang terlibat ada 15 UMKM dari 50 UMKM batik di Banyuwangi setelah melalui proses kurasi terhadap desain motif dan kesiapan produksi untuk menerima order berkelanjutan.

source: liputan6.com

#isyanasarasvati
#banyuwangi
#usingculture
#usingnesia

Most Popular Instagram Hashtags