uphweekofchampions uphweekofchampions

501 posts   556 followers   385 followings

UPH Week Of Champions  "ATHLETIC PERFECTION" The Official Instagram of the UPH Week of Champions. 🔜 UPH WOC 2018 Line: @gms2364y

Thank you for participated in UPH Week Of Champions. See you next year #uphweekofchampions2017

Thank you for participated in UPH Week Of Champions 2017 #uphweekofchampions2017

UPH Week Of Champions 2017 presented by Universitas Pelita Harapan, UPH Sport Department, UPH Sport IPAD #uphweekofchampions2017

We would like to say thank you to all of our amazing sponsor who help our event. Our event wouldnt be successed without your help. #uphweekofchampions2017

We would like to say thank you to all of our amazing media partner who help us to published our event. Our event wouldnt be successed without your help. #uphweekofchampions2017

Kronologis: Tim Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (UTA) melakukan protes terhadap jumlah foul salah satu pemain UTA. Menurut tim statistik UTA 45, pemain tersebut baru melakukan 3 foul, sedangkan menurut statistik resmi oleh table official, pemain telah melakukan 4 foul. Protes kemudian ditolak karena tidak dapat dibuktikan; dan secara kode etika permainan, statistik yang dipakai adalah statistik yang dicatat oleh table official. Permainan kemudian dilanjutkan.
Di kejadian terpisah, tim UPH melakukan protes terhadap jumlah poin, yang berhasil diraih dari masuknya 2 tembakan bebas, yang dilakukan 1 menit sebelum protes dilakukan. Poin seharusnya 48, tapi hanya tertulis 47 di scoreboard karena kesalahan input dari table official. Masuknya 2 tembakan bebas diakui oleh wasit, official UTA, dan dapat dibuktikan melalui rekaman video. Protes diterima dan poin ditambah menjadi 48

Di saat inilah protes keras dilakukan oleh official tim UTA, yang mempertanyakan mengapa protes dari tim UTA, yang mengandalkan statistik tim sendiri, tidak diterima; sedangkan tim UPH protesnya diterima oleh table official.
Tuntutan dari tim UTA adalah antara poin dari UPH dikurangi menjadi 47 atau foul dari pemain UTA dikurangi menjadi 3. Permintaan ini ditolak oleh koordinator wasit dan seluruh perangkat pertandingan, dengan alasan bahwa sesuai kode etika, statistik yang dipakai adalah statistik resmi dari table official, dan statistik yang dilakukan oleh tim tidak dapat dijadikan acuan. Saat tuntutan tidak dikabulkan, tim UTA memutuskan untuk walk out.
Kami berharap official statement ini dapat memberikan gambaran yang utuh terhadap walk outnya tim UTA 45

Kronologis:
Tim Universitas Padjajaran melakukan protes terhadap status pemain amatir Fahrul Murod (Pemain Universitas Sultan Ageng Tirtayasa). Tim Universitas Padjajaran menyatakan bahwa Fahrul Murod merupakan pemain professional dengan memberikan bukti berupa artikel yang menyatakan bahwa Fahrul Murod bermain di Indonesia Soccer Championship B membela Perserang Serang 2016 dan 2017.
Panitia dari UPH Week Of Champions menerima bukti tersebut dan kemudian melakukan proses verifikasi kepada Direktur Kompetisi PSSI pusat yaitu Bpk. Efraim Ferdinand. Sebagai penjelasan dari PSSI, Indonesia Soccer Championship bukanlah merupakan Liga professional, namun merupakan suatu kompetisi nasional di bawah naungan PSSI. Konfirmasi status pemain professional juga di cek di list pemain professional yang dimiliki oleh PSSI dan tidak diketemukan nama terkait. Hal ini diperkuat dengan pernyataan via telepon dari pemilik Perserang yaitu Hj. Babay. Hasil verifikasi membuktikan bahwa Fahrul Murod bukan merupakan salah satu pemain pro dari tim Perserang. Hasil tersebut telah dikomunikasikan kepada pihak Tim Universitas Padjajaran, yang juga ikut hadir dalam proses verfikasi.
Protes kedua mempertanyakan status pemain daerah dari Fahrul Murod. Tim Universitas Padjajaran menyatakan bahwa saat technical meeting, terucap dari pemimpin technical meeting saat itu, yaitu Bpk Iswadi, koordinator wasit, bahwa pemain yang bermain di PORDA ataupun PORPROV dilarang untuk berpartisipasi. Pernyataan ini dibantah oleh Bpk Iswadi dan tidak tertera di dalam peraturan khusus pertandingan, sehingga panitia memutuskan untuk tidak men-diskulifikasi Fahrul Murod, sebagaimana permintaan dari tim Universitas Padjajaran

Kami segenap panitia berharap official statement ini dapat memberikan gambaran yang utuh terhadap kritik tim Universitas Padjajaran kepada pihak panitia Week of Champions.

Most Popular Instagram Hashtags