ummu.shafiyah_ ummu.shafiyah_

19 posts   18,061 followers   5 followings

Ummu Shafiyah  🔒Married “Tidaklah tulus kepada Allah, orang yang mencintai ketenaran.” (Hilyatul Aulia, 8/19)

Bismillaah..
.
Bagi orang-orang yang terfitnah oleh dunia, bahagianya haruslah dengan rupiah.
Dunianya tak lepas dari penilaian manusia.
Kelapangannya tercipta dari sesuatu yang amat rapuh.
Mudah hilang.
Tidak bertahan lama.
.
Seringkali mereka harus merogoh kocek yang tidak sedikit demi mendapat kebahagiaan semu itu.
Mengisi kekosongan hati dengan sesuatu yang bukan fitrahnya.
Menonton konser musik.
Pergi ke tempat-tempat hiburan.
Amat melalaikan.
.
Tidak sedikit mereka membagi kebahagian mereka melalui unggahan foto di sosial media.
Demi sebuah pengakuan.
Mengabarkan bahwa mereka telah berbahagia.
.
Padahal Allah Azza wa Jalla berfirman,
"Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang  sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui." [Al-‘Ankabût/29: 64]
.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allâh dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, atau orang yang mempelajari ilmu." [Hasan:HR. at-Tirmidzi, dll]
.
Dinukil oleh imam Ibnul Qayyim dalam kitab “Igaatsatul lahfaan” (1/72).
➡"Bahwa tidak ada sesuatupun yang lebih besar mendatangkan ketentraman dan kebahagiaan bagi hati manusia melebihi berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala."
.
Artinya apa?
Kebahagian yang hakiki itu akan tercipta dengan sendirinya ketika kita senantiasa bertakwa kepada Allah, berdzikir, mendatangi majelis ilmu, mentauhidkan dan mencintai-Nya, serta melakukan ibadah lainnya.
Bukan dengan kesenangan dunia.
.
Mari kita tengok sebentar,
mereka yang istiqomah di atas agama ini, betapa lapang hatinya.
Kebahagiannya amat sederhana.
Sebab Allah telah cukupkan seluruh dunia dan seisinya bagi dirinya.
.
Benarlah, bahagia itu tak berbayar
Maasyaa Allah ❤
--------------------------------------------
Catatan kecil || Ummu Shafiyah.

Bismillaah..
.
Pertanyaan.
Assalâmu’alaikum. Redaksi majalah As-Sunnah. Ana mau menanyakan apa hukum berpakaian bagi seorang Muslimah dengan warna pakaian terang. Apakah ada hadist yang menyatakan berpakaian warna gelap disunnahkan? terkait di Indonesia misalnya, yang sudah menjadi hal umum berpakaian warna terang. Apakah bisa dijadikan dalil pembolehan yang berbeda dengan Muslimah di negara-negara Arab? Mohon penjelasannya. Jazâkumullâhu khair.
.
Jawaban
Seorang wanita Muslimah boleh memakai pakaian berwarna terang, berdasarkan beberapa riwayat dari para wanita salaf.[1] Namun sepantasnya meninggalkan pakaian berwarna terang yang menarik perhatian atau berwarna-warni yang menarik hati laki-laki. Karena tujuan perintah berjilbab adalah untuk menutupi perhiasan. Kalau jilbab/pakaian itu sendiri dihiasi, dengan renda, bros, aksesoris, warna-warni yang menarik pandangan orang, maka ini bertentangan dengan firman Allah Azza wa Jalla:
.
وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
.
Dan janganlah para wanita Mukminat itu menampakkan perhiasan mereka. [an-Nûr/24:31]
.
Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma berkata:
.
لَمَّا نَزَلَتْ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ خَرَجَ نِسَاءُ اْلأَنْصَارِ كَأَنَّ عَلَى رُءُوسِهِنَّ الْغِرْبَانَ مِنْ اْلأَكْسِيَةِ
.
Ketika turun firman Allah “Hendaklah mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” [al-Ahzâb/33:59]
.
wanita-wanita Anshar keluar seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena (warna hitam-red) kain-kain (mereka)[2].
.
Hadits ini menunjukkan bahwa wanita-wanita Anshar tersebut mengenakan jilbab-jilbab berwarna hitam.
.
Oleh karena itulah jika keluar rumah, hendaklah wanita memakai pakaian yang berwarna gelap, tidak menyala dan berwarna-warni agar tidak menarik pandangan orang. Dan tidak harus berwarna hitam, apalagi di sebagian daerah yang masyarakatnya memandang warna hitam itu menyeramkan. Wallâhu a’lam.
.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XIII/1430H/2009. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
___________________________________
LANJUT⤵⤵⤵

Berbicara soal warna hijab bagi muslimah, ada sebagian orang yang sudah ngaji menganggap bahwa pakaian serba hitam adalah sebuah kewajiban.
🌼
Paling nyunnah.
Dan paling mulia.
Selainnya bukan.
🌼
Menepis anggapan itu saya ingin membagi beberapa pelajaran. Contoh kecil saja. Ketika kajian misalnya, beberapa bulan terakhir banyak saya dapati akhawat dengan pakaian serba hitam lagi tertutup bergerombol.
🌼
Bahkan yang nampak dari mereka hanyalah bola mata dan jari jempolnya saja.
Maasyaa Allah, saya amat terkagum dengan ketertutupan mereka.
🌼
Saya pun sempat menaruh cemburu, manakala berpikir sungguh istimewanya mereka atas sebagian yang lainnya. Dimudahkan dalam menutup tubuhnya sedemikian rupa.
🌼
Saya jadi Auto Minder.
Mereka mungkin sudah lama mengaji, lebih banyak ilmunya, dan faqih..
Tidak seperti saya.
🌼
Lanjut,
Mereka datang tanpa menyapa saudari yang sudah lebih dulu duduk di majelis, mungkin sangat pemalu pikir saya.
🌼
Ketika kajian sudah dimulai, saya amati mereka sambil berpenasaran ria. Seperti apakah wajah dan senyum dari mutiara ini.
🌼
Namun lama saya tunggu tidak juga ada terlihat mereka akan membuka penutup wajahnya. Justu mereka sering sekali sibuk dengan niqabnya dan bercermin di layar handphone.
🌼
Saya jadi teringat pesan Ustadz Yazid Jawas hafidzahullah kepada ummahat dan akhawat agar selama duduk di majelis ilmu untuk membuka penutup wajah mereka, memberikan salam juga senyum ramah kepada saudarinya.
🌼
Lanjut,
Di kajian Ustadz Fadlan, saya berkesempatan duduk diantara mereka. Setelah senyum salam sapa.
Satu diantara mereka melontarkan pertanyaan, "baru ngaji mbak?".
Saya jawab, "iya Alhamdulillaah."
"Oh pantesan tidak pernah kelihatan," tandasnya.
🌼
Saya tersenyum.
Kemudian beliau menanyakan sesuatu yang saya pikir kurang elok ditanyakan di pertemuan pertama kami.
"Sudah menikah?"
Saya jawab, "Alhamdulillah sudah, 2 hari yang lalu."
"26 Agustus?" tanyanya.
"Nggih." jawab saya
🌼
Saya amati beliau sempat terdiam, kemudian berseru kepada temannya "woy wes nikah loh iki".
🌼
Subhanallah..
Ditambah saya yang saat itu memakai jilbab selain warna hitam (hijau gelap), merasa dipandang lain oleh mereka.
Apa yang salah pikir saya.
🌼
LANJUT⤵⤵⤵

Apalagi tertaut pada masa lalu...
🌸
Jangaaaaan sampai
Semoga kita semua diberikan jodoh yang terbaik oleh-Nya, aamiin.

Bismillah..
.
Pada zaman yang telah kehilangan keteladanan ini, tatkala manusia sudah menyimpang dari jalan-jalan petunjuk dan banyak orang yang mengingkari para pemilik keutamaan, ada baiknya jika sejenak kita bergabung bersama generasi terbaik yang pernah dilahirkan di dunia ini--setelah para Nabi 'alaihissalaam.
.
Maka dari itu kita perlu mengenal generasi terbaik ini untuk mengetahui apa saja yang patut diteladani dari mereka dan menerapkannya dalam realitas kehidupan sekarang.
.
❤Sepuluh Shahabat yang Dijamin Masuk Surga❤
.
Nama-nama sepuluh Shahabat yang dijamin masuk surga terkumpul dalam satu sabda Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam:
.
"Abu Bakar masuk surga, Umar masuk surga, Utsman masuk surga, Ali masuk surga, Thalhah masuk surga, az-Zubair masuk surga, Abdurrahman bin Auf masuk surga, Sa'ad bin Abu Waqqash masuk surga, Sa'id bin Zaid masuk surga, dan Abu Ubaidillah bin al-Jarrah juga masuk surga."
.
[Hadits Shahih. diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2946) dan Ahmad (no.1675). Syaikh Ahmad Syakir dan Syaikh al-Albani menshahihkannya]
.
Dari Sa'id bin Zaid, ia bercerita; Bahwasannya ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda:
.
"Nabi (Muhammad) masuk surga, Abu Bakar masuk surga, Umar masuk surga, Utsman masuk surga, Ali masuk surga, Thalhah masuk surga, az-Zubair masuk surga, Abdurrahman bin Auf masuk surga, Sa'ad masuk surga." Sa'id pun berkata: "Andaikata aku mau, akan kusebutkan orang yang kesepuluh." Kemudian Sa'id memberitahukan bahwa orang yang kesepuluh adalah dia sendiri.
.
(Hadits Shahih. diriwayatkan oleh Ahmad (1631). Syaikh Ahmad Syakir menshahihkannya.
.
Sebagian ulama mengumpulkan nama-nama Shahabat yang dijamin masuk surga itu dalam syair berikut:
.
Nabi punya Shahabat-Shahabat terbaik yang dia jamin berada di Surga abadi, dan itu manambah kemuliaan mereka, mereka itulah Thalhah, Ibnh Auf, az-Zubair, Abu Ubaidah, dua Sa'ad, dan para Khalifah.
.
▶Yang dimaksud dua Sa'ad adalah Sa'id bin Abu Waqqash dan Sa'id bin Zaid. Sementara yang dimaksud para Khalifah adalah empat orang Khalifah: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Semoga Allah meridhai mereka semua.
.
#shahabat #salaf #tokohteladan

Lanjut⤵⤵

Bismillah..
.
Biarlah ibadahku hanya Allah yang melihat
Biarlah amalanku hanya Malaikat yang catat
Aku tak membutuhkan orang lain sebagai penilainya
Aku juga tak membutuhkan sanjungan atasnya
.
Sebab itu, tak sampai hati ku unggah foto diriku
Tuk tunjuk segala keindahan dan kenikmatan yang kumiliki
Malu ku jadinya terlihat shalihah dengan kehidupan sempurna di dunia maya
Sedang kenyataan mungkin tak demikian
.
Sebagaimana aku menyembunyikan aib-abku
Tak kuharapkan orang lain mengetahuinya
Atas perbuatan baik yang sudah kulakukan
Tetaplah menjadi rahasia antara aku dengan-Nya
.
Atas segala nikmat yang telah Dia berikan,
Cukuplah bagiku dengan mensyukurinya
Tak perlu dipamerkan pada orang lain
.
Sebab tak semua orang memiliki apa yang aku miliki
Sebab bisa jadi ada hati yang tersakiti
Dengan perbuatan yang mungkin tak kusadari
.
Segala puji bagi Allah...
Yang tak menjadikanku wanita penuh nafsu
Nafsu ingin dilihat, dipuji, dan digandrungi banyak orang
.
Harapku bisa dikenal oleh penduduk langit
Sebagaimana kisah indah Uwais Al Qarni
Namanya memang tak dikenal manusia di dunia
Namun mengaung jadi pembicaraan di seluruh penjuru langit
.
Biarlah begitu..
Sesederhana itu..
Agar lebih ikhlas hati ini kulabuhkan pada-Nya
Agar hatiku terjaga dari penyakit ujub riya', dsb
Agar aku bisa menjaga hatimu dari penyakit hasad dengki, dsb
.
Untukmu saudara saudariku..
Jangan lupa bersyukur..
Tak ada yang lebih baik dari pada menjadikan rasa malu sebagai mahkota dalam diri 💛
Baarakallaahu fiikum

Bismillah..
.
Jazaakunnallahu khairan untuk jawaban yang antunna berikan untuk pertanyaan saya kemarin..
.
Sekilas tentang Cadar/Niqab
⤵⤵⤵
Tujuan dari disyari'atkannya cadar adalah untuk menutupi wajah atau kecantikan agar tidak menarik perhatian lawan jenis.
.
Adapun tujuan utama adalah untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya. Sebagaiaman Allah Ta'ala berfirman (dalam QS. An-Nur: 31). "Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka."
.
Namun jika kita mendapati model niqab dan cadar yang justru menarik perhatian lawan jenis, ketika itulah ia dilarang karena menyelisihi tujuan pensyari'atannya cadar.
.
Apa yang hendak saya sampaikan pada postingan saya sebelumnya adalah untuk menunjukkan bahwa sedikitnya citra cadar telah ternoda oleh para penggunanya yg kurang bijak. Dalam hal ini model cadar yg banyak dipakai di timur tengah.
.
Perihal anggapan teman saya kemarin, saya bisa katakan bahwa cadar berpurdah yang saya kenakan tidaklah untuk bertabarruj, tidak saya miringkan untuk tampak lebih indah, tidak saya pakaikan pernak-pernik, atau untuk berfoto lalu diupload ke sosmed. Sekali lagi tidak.
.
Saya sependapat, bahwa pada dasarnya cadar yang kita bahas kemarin adalah boleh (wallahu 'alam) selama dipakai dengan semestinya. Selain itu cadar jenis tersebut memiliki fungsi bagi penggunanya dalam beberapa hal seperti menutup bagian kepala, memudahkan saat makan di luar, menutup mata saat di keramaian, dsb.
.
Namun sangat tidak adil bukan?
Ketika apa yang kita niatkan disama ratakan dengan mereka yang memang secara sadar menggunakannya dengan maksud lain. Alhasil menjadikan buruk juga dengan apa-apa yang tadinya baik-baik saja.
.
Coba tengok mereka pengguna cadar model ini yg justru menggunakannya agar tampak lebih menarik. Tak jarang kita temui gaya narsis tanpa malu yg tergambar melalui foto dirinya di dunia maya.
.
Saya bukan membenci mereka hanya mengingkari perbuatan yg mereka lakukan. Sebab sadar tidak sadar mereka telah mengemban tugas yg mulia untuk mensyiarkan pakaian takwa itu.
.
NB:
Hal ini juga berlaku untuk akhawat dan ummahat yg sudah berhijab syari dan bercadar lainnya.
.
Lanjut di komentar⤵

Saya punya teman mengaji, beliau tidak bercadar. Tidak juga membenci cadar. Namun setiap kali saya memakai cadar yang berpurdah (layer belakang, seperti cadar saudi) beliau selalu uring-uringan padahal.. eh padahal..
.
Beliau beranggapan karena cadar yang demikian sangatlah berlebihan, beliau menyangkutkan dengan akhawat bercadar di dunia maya yang menutupi agar terlihat semakin cantik, sebab purdah bisa jadi seperti pengganti rambutnya jika dimiringkan ke samping.
.
Akhawaty wa ummahaty fillah..
Bagaimana menurut antunna?
Apa kira-kira yang hendak saya sampaikan?
.
.
Jawab di komentar ya❤
.
#cadar #niqab #purdah

Senja tadi air mataku kembali menetes,
.
ketika seorang jam'ah sholat maghrib yang juga penyandang difabel berjalan dengan tangannya tepat di sebelahku,
.
sembari mencoba meraih tongkatnya.
.
Aku menangis bukan karena kasihan padanya.. bukan.
.
Aku menangisi diriku sendiri yang seringkali lalai dalam ibadah,
.
sedangkan ada orang yang tetap semangat ibadah meskipun melangkah pun susah.
.
Aku menyalahkan diriku sendiri yang masih sering menyalahkan takdir,
.
merasa bahwa masalah hati,
.
masalah pekerjaan adalah masalah yang sangat besar,
.
sedangkan di saat yang sama ia yang lahir tanpa kaki pun tidak mengeluh dan mengutuk takdir,
.
bahkan ia menghampiri tuhannya langsung di Rumah-Nya.
.
Mungkin kelak syurga akan penuh dengan orang-orang seperti mereka,
.
dan kita yang masih seringkali mengeluh masalah jodoh, pekerjaan, perasaan, bahkan tidak jarang lalai dalam ibadah
.
hanya akan ada di pinggiran syurga.. Itupun kalau Allah Ridho
.
Copas: Dzikri A.

Bismillaah..
.
Imam Ahmad mengatakan, “Beruntung sekali orang yang Allah buat ia tidak tenar.” Beliau juga pernah mengatakan, “Aku lebih senang jika aku berada pada tempat yang tidak ada siapa-siapa.” (Lihat Ta’thirul Anfas, hal. 278)
.
Basyr bin Al Harits Al Hafiy mengatakan, “Aku tidak mengetahui ada seseorang yang ingin tenar kecuali berangsur-angsur agamanya pun akan hilang. Silakan jika ketenaran yang dicari. Orang yang ingin mencari ketenaran sungguh ia kurang bertakwa pada Allah.”
.
Suatu saat juga Basyr mengatakan, “Orang yang tidak mendapatkan kelezatan di akhirat adalah orang yang ingin tenar.” (Lihat Ta’thirul Anfas, hal. 284)
.
Namun sangat disayangkan, ketika sebagian muslimah yang sudah ngaji dan istiqomah berhijab lengkap lagi tertutup rapat justru makin bermudah-mudah menampilkan diri di sosial media.
.
Sungguh musibah, ketika pakaian takwa (hijab dan niqab) dijadikan alat untuk meraup popularitas, pujian, dan menciptakan "keshalihan" semu di mata orang lain.
.
Lantas apa yang akan jadi pembeda dirimu dengan dirinya yang masih berpakaian tapi telanjang jika diuji dengan fitnah duniawi ini??
.
Tidakkah ilmu yang sudah engkau miliki mampu untuk menambah rasa takutmu akan keikhlasan ibadah dan mengukuhkan rasa malu dalam dirimu?
.
Perlulah engkau tahu..
Bahwa diantara kebiasaan orang-orang shalih adalah:

Mereka berusaha untuk lari dari pujian manusia dan pengagungan mereka, serta membenci popularitas di kalangan manusia.
.
Hal ini menunjukan keikhlasan mereka kepada Allah, dimana mereka mencukupkan diri dengan pengetahuan Allah sajalah tentang keadaan mereka, dan hanya berharap pahala dari Allah terhadap amalan mereka.

Bismillah - Posting ulang.
.
Wahai saudariku..
Jangan pernah memandang rendah saudarimu yang saat ini masih berhijab ala kadarnya, karena sebelumnya engkau juga seperti mereka.
.
Jangan pernah memperolok saudarimu yang sudah berhijab sesuai syari'at, karena bisa jadi kelak engkau akan mencintai jenis pakaian yang mereka kenakan.
.
Jangan pernah meremehkan saudarimu yang masih berpakaian ketat, karena jika mereka sudah menjemput hidayahnya bisa jadi lebih istiqomah darimu.
.
Jangan pernah menyalahkan saudarimu yang ujung pakaiannya terlihat menyapu jalan, karena mereka lebih tahu hukum serta bagaimana cara membersihkannya.
.
Jangan pernah menggerutu saudarimu yang masih makan minum dengan tangan kiri, karena disinilah tugasmu untuk mengingatkan dengan halus.
.
Jangan pernah melabeli saudarimu yang mencoba taat dengan sebutan buruk juga tuduhan-tuduhan keji, karena bukan tugasmu menjadi hakim untuk orang lain.
.
Pun jangan pernah menyebut saudarimu yang belum pernah ngaji itu bodoh atau semacamnya, karena sudah menjadi tugasmu untuk mengajak dan membagikan ilmu yang sudah engkau peroleh.
.
💢Kita tidak pernah tahu akhir dari perjalanan hidup seseorang. Sebab amalan tergantung akhirnya💢
.
Bisa jadi dia yang dulunya kita kenal memiliki akhlak yang sangat buruk, ketika hidayah datang, mampu melunakkan hatinya yang keras.
.
Sehingga membuatnya menjadii seseorang yang paling bersemangat menyelami manisnya iman buah dari ketaatan yang ia usahakan.
.
Semoga Allah tabarakallahu ta'ala senantiasa menjaga kita dalam kebaikan.

Bismillaah..
.
Berhijab dan bercadar itu termasuk ibadah. Untuk menjaga diri dan kehormatan. Untuk memenuhi perintah Allah azza wa jalla.
.
Sehingga tidak perlu diberitakan pada orang lain.
.
Selayaknya engkau menyembunyikan ibadah-ibadah yang lainnya.
.
Tidak perlu memberitakan pada dunia bahwa "Saya sudah berhijrah. Lihatlah hijab lebar dan cadar yang saya kenakan."
.
Tidak perlu upload foto diri wahai saudariku..
.
Mari jaga izzah dan iffah sebagai seorang muslimah.
.
Bantu para ikhwan untuk menundukkan pandangan.
.
Jangan buat istri-istri dari lelaki ajnabi cemburu sebab tergoda oleh keindahan dirimu.
.
Sungguh itu jauh lebih mulia daripada terus menerus berdalih di balik nama dakwah dengan foto selfiemu itu.
.
Sebagaimana air dan minyak, yang haq dan bathil tidak akan pernah bisa bersatu selamanya (dakwah dan selfie).
.
Gaya narsis dan hijab swing swing mu juga tak cukup memukau hingga membuat lelaki shalih lantas ingin menikahimu. Laa.. Laa..
.
Sebab tidak ada laki-laki yang benar shalih itu memiliki sifat dayyuts.
.
Maka cukupkan ridho Allah ta'ala yang engkau harapkan dari usahamu menjaga diri dengan balutan hijab dan cadar tersebut.
.
Semoga Allah memudahkan..

Most Popular Instagram Hashtags