tysnasaputra tysnasaputra

1,561 投稿   33,895 フォロワー   863 フォロー

TYSNA SAPUTRA  A Story-Teller . Work: 📱LINE:@tysnasaputra 📩tysna.saputra@hotmail.com YOUTUBE:

Saya pendek, saya gemuk, kulit saya gelap, paha saya besar .... you know what? Listing out semua insecurities kita adalah tahap awal untuk memilih pakaian yang cocok untuk kita sendiri. Setidaknya, itu yang selalu saya lakukan sebelum memilih pakaian yang cocok untuk diri saya sendiri. Satu hal yang selalu saya tanamkan dalam pikiran saya adalah; "Tysna, badan kamu itu jauh dari bentukan model, tidak semua apa yang kamu lihat akan work for your body" . Dari situ, saya aware, untuk menstyling diri saya sendiri, sesuai insecurities saya. Ok, mari mulai step by step (tips ini sesuai pengalaman pribadi, bukan menjadi patokan atau teori):
1) Berdiri di depan cermin, lihat dan pahami insecurities kamu dan kelebihan kamu.
2) Cari referensi pakaian, bagaimana orang lain dengan insecurities yang sama, bisa memaksimalkan penampilan mereka.
3) Pilih pakaian dan jenis stylingan yang sesuai dengan kamu.
4) Berdiri di depan cermin, pastikan kamu benar benar confident dengan look kamu tersebut. Katakan hal-hal positif ke diri kamu. Karena, apa yang kamu pakai akan terlihat menarik jika kamu sendiri meyakininya.
.
Knowing your insecurities is not the sign of being weak. In fact, only strong people are aware of those things with willingness to transform it into power. (My thoughts)

Cinta, Obsesi atau Takut Kehilangan? Saya sama sekali bukan expert masalah percintaan, justru post kali ini adalah open discussion mengenai masalah tersebut. Seperti yang sebagian besar dari kita sadar, pengalaman percintaan kita kebanyakan jauh dari apa yang ada di film, dimana tidak ada awal atau ujung. Pengalaman saya, tidak jauh dari materialistik atau orang ke tiga. Mungkin hal tersebut yang membuat diri saya semakin lama semakin insecure dan trauma untuk memulai sesuatu yang baru lagi. Bahkan sampai saya menanyakan, sebenernya suatu relationship harus didasarkan apa agar bisa mencapai tujuan yang baik untuk keduanya? Sedikit mengenai pengalaman pribadi, Saya selalu mengawali relationship dengan perasaan suka, dan berlanjut pada rasa ingin memiliki. Saat itu cinta sudah berubah menjadi rasa sayang yang dominan. Pengalaman dari saya sebelumnya, membuat rasa sayang lama kelamaan menjadi rasa takut kehilangan, sehingga menimbulkan obsesi dan sikap posesif. Di titik ini yang kemudian menimbulkan clash antara saya dan pasangan. Pertanyaannya, apakah rasa sayang itu wajar saat berubah menjadi rasa takut kehilangan? (Diskusi ini belum menuju ke arah komitmen). Teman baik saya pernah muncul dengan konsep SEGITIGA dalam suatu hubungan. Dia mengambil selembar kertas dan menggambarkan sebuah segitiga sama kaki. Di kedua sudut bawah adalah kita dan pasangan kita yang terpisah sangat jauh. Di titik atas, dia menulis Tuhan. Teman saya mulai menggerakkan jarinya dari dua sudut bawah ke titik atas segitiga tersebut, dan bercerita "bila kamu dan pasangan kamu bergerak atau menjalankan relationship dengan tuhan jadi tujuannya, pasti akan ketemu di satu titik itu bareng bareng" . Saya kemudian bertanya, lalu kenapa banyak sekali pasangan seiman juga yang bercerai atau selesai? , hasil diskusi waktu itu adalah, hubungan harus berdasarkan Tuhan, bukan hanya untuk mempertemukan dua orang di satu titik, tapi juga untuk mempertahankan mereka di titik tersebut. Relationship tidak hanya memerlukan satu orang kuat untuk membawa pasangannya ke suatu titik. Saya selalu yakin, dibutuhkan dua orang kuat untuk mempertahankan sebuah hubungan. Kuat dalam arti iman, komitmen dan rasa sayang.

Waduh, gak berasa OOTD Competition dari @tokopedia tinggal seminggu lagi. For reminder, Grand Prize nya adalah kamera mirrorless Fujifilm XT 100 untuk 3 orang pemenang, dan Fujifilm instax SQ6 untuk 2 orang pemenang. Anyway, kalau kalian lihat belakangan ini, saya suka banget memakai elemen berwarna di outfit saya, karena bisa menjadi statement walau terkesan simple. Contohnya pada OOTD yang saya post ini, elemen hijau nya memberikan statement dan kesan fresh serta casual pada outfit saya. #StyleAlaToppers .
.
Nah buat kamu yang mau ikutan kompetisi ini, ikuti langkah simple berikut ya:
1. Follow @Tokopedia
2. Share outfit bernuansa hijau kamu di Instagram
3. Tag akun @tokopedia di foto kamu
4. Deskripsikan kenapa kamu memilih outfit tersebut dan kapan menurutmu pakaian ini cocok untuk digunakan. Contohnya, tema bajuku pada dasarnya monochrome, kemudian ditambahkan elemen jacket berwarna hijau untuk memberikan statement dan kesan fresh, cocok banget untuk kegiatan casual.
5. Lalu sertakan Hashtag #KurasiToppers & #StyleAlaToppers
6. Mention 5 orang teman yang kamu rekomendasikan untuk ikut challenge ini!
Bakalan ada 2 jenis hadiah untuk kalian loh! Yaitu hadiah mingguan dan grand prize:
1. Hadiah Mingguan (Diumumkan pada 18 & 25 September) -> Di Setiap Minggunya akan dipilih 2 Toppers dengan likes dan comments terbanyak untuk dapatkan masing-masing 1 unit Fujifilm Instax SQ6 seharga IDR
2,500,000
2. Grand Prizes (Diumumkan 28 September 2018) -> 3 Pemenang dengan gaya terbaik menurut juri berhak untuk
dapatkan masing-masing Fujifilm XT100 Mirrorless seharga IDR 11,000,000

Untuk jadwal & mekanisme lengkapnya cek Instagram Story Highlight #StyleAlaToppers di Instagram Tokopedia

#KurasiToppers #StyleAlaToppers #MulaiAjaDulu #TokopediaCurator

Bagaimana Sosial Media membentuk kamu? Beberapa hari lalu, saya berdiskusi dengan beberapa teman. Tiba-tiba saja timbul pertanyaan "Bagaimana Social Media membentuk kita?". Awalnya, celotehan positif muncul; menjadi lebih creative, sarana explorasi diri, masuk dalam komunitas, dan sebagainya. Di sisi lain, kami tiba tiba keluar dengan pernyataan challenging; "Ngerasa gak, social media bikin kita jadi Selfish? Egois? Berani membenci dan menghujat? Terlalu perduli atas kehidupan orang lain? Pamer? Konsumtif? Dan sebagainya" . Saya justru lebih tertarik menggali hal hal tersebut, karena hal positif nya sudah banyak dibicarakan. Muncul beberapa point:
1) Selfish. Seseorang menjadi terlalu fokus kepada dirinya sendiri dimana angka menjadi tolak ukur. Saya tiba-tiba bercermin pada diri sendiri, sebegitu besar social media mengangkat sifat selfish saya keluar dan mendominasi.
2) Berani membenci dan menghujat. Saya teringat, sebegitu mudah untuk saya mencomplaints suatu service atau lembaga di social media. Semua begitu transparant. Yang saya lupa adalah saya sedang membahayakan karir salah satu pihak. Ini yang saya dan kita semua sering lupa, dan malah sudah menjadi nature atau sesuatu yang "normal". Padahal papa saya selalu bilang: "Tysna, cari kerja itu susah, sebisa mungkin apa yang kamu lakukan tidak boleh mengganggu karir orang lain".
3) Konsumtif. Tidak diragukan lagi, apa yang saya lihat, terkadang itu yang men-drive saya untuk memiliki. Tanpa sadar, beberapa tahun belakangan, pola spending saya sangat dipengaruhi 80% dari social media. Dari segi travel, fashion, culinary, dan sebagainya.
.
Sebenarnya masih banyak hal dalam diskusi kami kemarin, tetapi itu beberapa hal yang saya lebih rasakan langsung berdampak pada diri saya. Ini seperti saya sedang berdiri di pinggir pantai. Saat air ombak yang hangat mulai menyentuh kaki saya. Lembut. Nyaman. Tanpa terasa saya sudah terseret hampir ke bagian dalam. Dibutuhkan kaki yang kuat dan tegap, agar saya tetap bisa berdiri, merasakan lembut dan hangatnya air laut, tanpa harus terseret ke dalamnya.

Move On. Ini adalah suatu istilah simple yang sering diucapkan sahabat untuk mensupport kita saat mengalami masalah. Mudah diucap, susah diterapkan. Setuju? Tapi apakah move on berarti "melupakan". Otak manusia mungkin bisa saja lupa seiring pertambahan usia. Tapi saya selalu yakin, sesuatu yang kita jalani dan rasakan dengan hati, akan abadi teringat sampai kapanpun. Mungkin rasa bisa berubah, tapi kesan tidak. Beberapa orang, termasuk saya dahulu, mungkin selalu berfikiran, untuk bisa move on berarti harus berusaha "melupakan". Tetapi saya sadar, itu hal yang mustahil. Bagaimana tidak, kalau kita berusaha melupakan seseorang atau sesuatu, kita akan semakin teringat. Mungkin saat ini, yang tepat bagi saya, move on diartikan menjadi "membuat visi baru". Tidak untuk melupakan yang sudah lewat, tapi untuk mencapai cita cita baru, yang pasti lebih baik.

Mungkin saat ini adalah saat saat dimana saya hidup dengan penuh rasa khawatir. Pasangan hidup, financial, karir, orang tua, masa depan dan sebagainya. Mudah saja untuk memotivasi diri sendiri untuk bersyukur terhadap apa yang saya punya. At the end of the day, saya masih manusia yang punya ambisi. Ambisi untuk menyenangkan dan tidak mengecewakan orang orang terdekat saya, dari situ semua kekhawatiran tersebut muncul. Hampir seumur hidup saya, saya selalu mencoba menjauh dan menghindari masalah, yah saya sadar saya bukan risk-taker. Kadang saya menyesali jiwa pengecut di dalam diri saya yang terus mendominasi. Tetapi berlarut menyesali dan mengkhawatirkan segala hal tidak akan mengeluarkan saya dari ruang sempit dan gelap ini. "Masalah itu dihadapi Tysna, bukan kabur", itu motivasi seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya belakangan ini. Selama ini, saya baru sadar arti dari kalimat tersebut. Hidup terus berjalan, mau kita susah ataupun sulit. Pilihan kita adalah bagaimana cara membuat yang sulit menjadi mudah atau malah mempersulit keadaan. Hari ini saya tidak lari, saya bukan yang terhebat, tapi saya harus lebih dewasa untuk menghadapi semua masalah. Si pengecut tidak lagi menjadi si pembuat keputusan, si pengecut membantu saya untuk waspada. Everyday is always a brand new day, Everyday is the time for us to create mistakes or to solve one.

Salah satu persiapan untuk berangkat ke Jepang adalah SEPATU!!! YASSS... kalau kalian lihat story saya kemarin, saya baru beli sepatu dari @necessity_id , dimana si sneakers ini memiliki sol yang warnanya bisa dicustom sendiri, dan yang saya pilih adalah warna olive. Ada great news nih, buat kalian semua, @necessity_id mau kasih kesempatan ke 20 orang untuk untuk mendapatkan kesempatan gratis ke event mereka tanggal 5 Oktober, yaitu sneakers painting workshop. Untuk infonya boleh cek ke @necessity_id . Saya juga akan datang ke sana yayyy, so see you guys there!!!
.
Btw, kalau kalian harus pilih warna sol, kalian akan pilih warna apa?

Belakangan ini setiap pagi saya lihat ke kaca dan bilang ke diri saya: "Tysna, kamu ini 24 tahun!" Hahaa, mencoba menghipnotis diri sendiri untuk membangkitkan semangat kerja saya saat saya berumur 24 tahun dulu. Tysna saat 24 tahun, bangun pukul 5.30 pagi dengan semangat dan selalu perfikiran positif. Tysna 24 tahun, kerja double job pagi dan malam tanpa mengeluh. Tysna 24 tahun, selalu happy dan tidak pernah lupa tertawa. Tysna 24 tahun selalu carefree. Tysna 24 tahun tidak pernah takut tua, tidak pernah takut salah, tidak pernah takut gagal. Tysna 24 tahun, tolong masuk lagi ke diri saya sekarang.

Halloww!!! Finally ada kompetisi OOTD buat kalian yang berhadiah mingguan FujiFilm Instax untuk 4 orang pemenang dan grand prize FujiFilm XT100 Mirrorless untuk 3 orang pemenang. Caranya gampang banget:
1. Follow @Tokopedia
2. Share outfit bernuansa hijau kamu di Instagram
3. Tag akun @tokopedia di foto kamu
4. Deskripsikan kenapa kamu memilih outfit tersebut dan kapan menurutmu pakaian ini cocok untuk digunakan. Contohnya, tema bajuku ini jaket dan celana hijau dipadukan dengan kaos putih dan sepatu coklat cocok banget untuk dipake jalan2 ke mall.
5. Lalu sertakan Hashtag #KurasiToppers & #StyleAlaToppers
6. Mention 5 orang teman yang kamu rekomendasikan untuk ikut challenge ini!
Bakalan ada 2 jenis hadiah untuk kalian loh! Yaitu hadiah mingguan dan grand prize:
1. Hadiah Mingguan (Diumumkan pada 18 & 25 September) -> Di Setiap Minggunya akan dipilih 2 Toppers dengan likes dan comments terbanyak untuk dapatkan masing-masing 1 unit Fujifilm Instax SQ6 seharga IDR
2,500,000
2. Grand Prizes (Diumumkan 28 September 2018) -> 3 Pemenang dengan gaya terbaik menurut juri berhak untuk
dapatkan masing-masing Fujifilm XT100 Mirrorless seharga IDR 11,0000,000

Untuk jadwal & mekanisme lengkapnya cek Instagram Story Highlight #StyleAlaToppers di Instagram Tokopedia

#KurasiToppers #StyleAlaToppers #MulaiAjaDulu #TokopediaCurator

"I will move forward and not looking back, coz what's left is only pain" . Wadawwww pagi-pagi udah bikin quote. Anyway guys, styling tips hari ini buat kalian yang mau tampilan lebih bolt. Cari salah satu items di lemari kalian yang memiliki statement yang kuat, kemudian dipadu padankan dengan basic items yang kalian punya. Di look kali ini, saya mix and match salah satu jacket favorite saya dari @jikaofficial yang memiliki statement yang kuat di bagian belakangnya. Untuk celana, saya memakai @uniqloindonesia pants dengan motif kotak. Dan sebagai finishing, yeap my fave shoes @filausa .

Spending my evening at @richpalacehotel 's Executive Longue. People usually use this hotel facilities for meetings or small gathering. Besides nice city view, this area offers us a cozy environment. I spend my time there having a cup of tea and some cakes. What a life ...

Hoaaa!!!! Siapa yang bisa tahan pedas!!! Jadi saya sedang dapat challange yang namanya "Gara Gara Hot Rods Kfc" untuk nunjukkin bagaimana reaksi saya terhadap pedasnya si menu @KFCindonesia yang satu ini. #HotRodsBikinGue jungkir balik sampai main tik tok buat ngilangin pedesnya. Tapi jangan salah kaprah, pedesnya Hot Rods ini enak banget karena renyah ayam crispy nya masih dahsyat terasa, juga bumbu pedasnya enak banget buat dimakan. Nah, sekarang giliran saya nantang kaliam semua untuk coba challenge Gara-Gara Hot Rods ini. Tunjukkan ekspresi kalian pas makan Hot Rods di video yang kalian banget, upload instagram, serta tag dan mention akun @kfcindonesia . Dan jangan lupa juga buat tantang temen-temen kalian untuk ikutan serunya challenge ini. #KFCIndonesia

人気ハッシュタグ