tribunmedandaily tribunmedandaily

1088 posts   16664 followers   116 followings

Tribun Medan  Instagram resmi Tribun Medan. Yuk berbagi foto/video, Hashtag #Tribunmedan @tribunmedandaily Fan page facebook: tribunmedancom Twitter: tribunmedan

http://medan.tribunnews.com/

Ayo ikuti Kuis Tebak Skor PSMS VS PSPS...!
Caranya gampang :
- Dapatkan iklan ini di Koran Tribun Medan Edisi 22 & 23 Agustus 2017.
- Kirim Guntingannya ke Harian Tribun Medan Jl. KH. Wahid Hasyim No.37 atau Outlet Badjoe Kinantan Merdeka Walk Medan
- Kupon harus asli dan tidak boleh difotocopy
- Kupon paling lambat diterima Rabu, 23 Agustus 2017 Pukul 15.00 WIB
- 5 Pemenang akan mendapatkan masing-masing 1 kaos dari Badjoe Kinantan & 1 Handuk Sport dari Alfamidi.

Mau perumahan Ideal??Tanah Luas, uk.10x24m, interior bisa design sendiri, sesuai kebutuhan, bangunannya berkualitas, dan tidak banjir. Semua ada di Perumahan Taman Citra Mandiri.

Info lebih lanjut Hubungi Budi: 0813 6173 9456/0853 7029 9958

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam KOBAR GERMASU melakukan aksi solidaritas di depan Pengadilan Negeri Medan, Selasa (22/8/2017). Puluhan Mahasiswa tersebut menuntut beberapa hal di antaranya pembebasan tiga aktivis mahasiswa yang menuntut pendidikan gratis dan satu warga sipil.TRIBUN MEDAN/@prasandiayu

Pimpinan Daerah II Forum Komunikasi Putra/i Purnawirawan dan Putra/i TNI-POLRI (FKPPI) Sumatera Utara membakar bendera Malaysia di depan Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia Jl Diponegoro Medan. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan FKPPI terhadap Malaysia yang diduga dengan sengaja memasang foto bendera merah putih secara terbalik di buku Sea Games ke 29. "Ganyang Malaysia. Mereka telah menghina kita. Kita tidak boleh diam, karena ini sudah berulangkali terjadi," teriak massa berseragam loreng, Selasa (22/8/2017). Dalam orasinya, massa meminta Malaysia meminta maaf pada pemerintah Indonesia. Khusus pada Perdana Menteri Malaysia, massa FKPPI meminta hal ini tidak boleh terulang kembali. "Ganyang Malaysia. Mereka itu sudah coba-coba dengan kita. Bila kita terus diam, maka mereka akan semakin berani," teriak massa dengan pengeras suara.

Selepas membakar bendera Malaysia, massa FKPPI kemudian menginjak-injak bendera negeri jiran tersebut. Caci maki keluar dari mulut para pendemo karena merasa dilecehkan.

Di depan Konjen Malaysia, seratusan petugas gabungan membarikade pintu masuk. Mereka mengantisipasi massa mendobrak masuk ke halaman Konjen Malaysia.TRIBUN MEDAN/@arrayanarcho

Seorang remaja berinisial MFB (18) ditangkap polisi atas tuduhan melakukan tindakan ujaran kebencian (hate speech) terhadap Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), melalui media sosial Facebook. Pada akunnya, MFB yang menggunakan nama alias Ringgo Abdillah dan foto orang lain, berkali-kali memunculkan tulisan atau gambar untuk menyerang Presiden Jokowi.
Kepada polisi yang memeriksanya, MFB, mengaku bukan simpatisan tokoh politik maupun partai, namun memang benar-benar membenci Jokowi.
Baca berita selengkapnya di Harian Tribun Medan edisi cetak Selasa, 22 Agustus 2017.
Baca juga preview pertandingan lanjutan cabang sepakbola SEA Games 2017 antara Indonesia kontra Vietnam. Bagaimana strategi pelatih menghadapi Vietnam dalam laga krusial ini tanpa motor tim, Evan Dimas Damono.

Orangtua Minta Maaf Terkait Penghinaan Anaknya Terhadap Presiden dan Kapolri

Abdurrahman Balatif (62) Ayah dari tersangka MFB (18) penyebar ajaran kebencian melalui media sosial, meminta maaf secara pribadi kepada Pemerintah atas kesalahan yang sudah dilakukan anaknya dengan menebarkan konten menghasut yang menimbulkan kebencian dan permusuhan di media sosial facebook.

Permohonan maaf tersebut di utarakan langsung Abdurrahman atau yang biasa disapa Maman sehari-harinya di kediamannya di Jalan Bono nomor 58 F, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur. "Saya Abdurrahman Balatif minta maaf pada Presiden bapak Jokowi dan Kapolri Tito Karnavian, saya berharap supaya anak saya bisa dibebaskan," kata Maman, Senin (21/8/2017). "Anak saya itu termasuk masih lugu, mungkin karena pengaruh dari luara saja," tambahnya.

Maman mengatakan selama ini anaknya memang termasuk orang yang jarang bergaul dilingkungan, bahkan sehari-sehari anaknya hanya selalu berada di rumah. “Saya memang nggak nyangka juga anak saya bisa melakukan hal tersebut. Memang saya akui selama ini pengawasan terhadap Farhan kurang, bahkan komunikasi pun jarang dirumah,“ jelas Maman.

Maman menambahkan, hingga hari ini belum bisa menjumpai anak sulungnya tersebut. Pihak Polrestabes belum memberikan izin untuk menemui karena masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Farhan. “Waktu diamankan saya ada dirumah, tapi tidak bisa melakukan apa-apa pasrah saja,“ Tutup Maman. TRIBUNMEDAN / @dimazkahfi666

Farhan Curhat Mengapa Ia Sampai Hina Presiden dan Kapolri

Usai release kasus ujaran kebencian di Aula Tribrata Polda Sumut. Tersangka Muhammad Farhan Balatif MFB (18) mengaku dirinya menghina Presiden Joko Widodo dan Kapolri, Jendral Tito Karnavian karena benci dengan kebijakan pemerintahan dan kinerja Polri. "Saya buat status itu karena saya benci dengan kebijakan Jokowi, hutang menumpuk, lapangan pekerjaan gak ada, makanya timbul niat saya seperti itu," katanya saat berada di Mapolda Sumut, Senin (21/8/2017). Selain menghina Presiden Joko Widodo, MFB juga menghina Kapolri. Dimana, dirinya mengatakan bahwa kinerja Polri sangat lambat untuk memberantas pungutan liar. "Semua ini saya lakukan karena kemauan saya sendiri. Karena kecewa lihat kinerja polisi yang lambat terhadap banyak pungli," katanya. "Saya sangat menyesal dengan perbuatan saya," ungkap MFB.

Sementara itu Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tentang penghinaan melalui media elektronik yang dilakukan MFB setelah pihak kepolisian berhasil melakukan pemeriksaan router WiFi yang digunakan oleh MFB. "Petugas berhasil mengamankan MFB dikediamannya di Jalan Bono nomor 58 F, Medan Timur pada Jumat (18/8) kemarin," ucap Paulus.

Dari hasil tangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua unit laptop merek Lenovo Z40-75 dan G475 warna hitam serta casnya, dua unit HP Android dual SIM merek Evercross warna hitam, dua unit HP merek Nokia, satu lembar kertas yang berisikan akun, dua unit router. "Petugas juga mengamankan flash disk 16 GB berisi gambar Presiden Joko Widodo yang telah diedit, 3 unit handphone, 1 unit router Huawei, dan 1 unit router Zyxel," jelas Kapolda.

Untuk pasal yang dilanggar oleh MFB adalah pasal 46 Jo pasal 30 subs pasal 45B Jo pasal 29 lebih subs pasal 45 A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) lebih subs ke pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) UU RI no 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo pasal 335 ayat (1) subs pasal 311 lebih subs pasal 310 Jo pasal 64 KUHPidana. TRIBUNMEDAN / @dimazkahfi666

UJARAN KEBENCIAN - MFB (18), berdiri di belakang Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw (kiri), dalam paparan kasus dugaan ujaran kebencian (hate speech) di Mapolda Sumut, Jl Medan-Tanjungmorawa, Senin (21/8/2017). MFB ditangkap polisi karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden Indonesia, Joko Widodo, melalui media sosial Facebook.
TRIBUN MEDAN/RISKY CAHYADI
@cahyadiriski

GUSUR LAPAK BUKU - Anggota Satpol PP Pemko Medan, mengangkat meja lapak pedagang buku bekas pada operasi penertiban di kawasan Lapangan Merdeka, Senin (21/8/2017). Pedagang buku bekas diminta untuk berjualan di lokasi yang telah disediakan di kawasan yang sama.
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
@danil_obby

Warga sejumlah kawasan di Kota Medan mengalami kesulitan air bersih pada Sabtu (19/8) dan Minggu (20/8). Akibat air mampat selama belasan jam, warga terpaksa membeli air isi ulang untuk mandi dan keperluan rumah tangga lainnya. Pihal PDAM Tirtanadi mengatakan hal ini terjadi karena adanya pengerjaan pemeliharaan pipa.
Baca berita lengkapnya di Harian Tribun Medan edisi cetak Senin, 21 Agustus 2017.
Baca juga ulasan pertandingan sepakbola dari ajang SEA Games Kuala Lumpur 2017. Tim nasional Indonesia menang atas Timor Leste, akan tetapi, kemenangan ini diwarnai keganjilan dan keanehan, yang memuncak pada kepemimpinan buruk wasit asal Malaysia yang sangat merugikan tim nasional Indonesia.

Mau perumahan Ideal…??Tanah Luas, uk.10x24m, interior bisa design sendiri, sesuai kebutuhan, bangunannya berkualitas, dan tidak banjir. Semua ada di Perumahan Taman Citra Mandiri.

Info lebih lanjut Hubungi Budi: 0813 6173 9456/0853 7029 9958

Polisi menembak mati seorang bandar narkoba. Ini merupakan kali ke sekian polisi menembak mati pengedar narkoba di wilayah hukum Polda Sumut, yang menunjukkan keseriusan polisi dalam memerangi para pengedar.
Baca berita lengkapnya Harian Tribun Medan edisi cetak 20 Agustus 2017.
Baca juga berita-berita dari lapangan hijau. Mulai dari kekalahan PSMS atas PS Timah Babel yang menunda langkah klub kebanggaan masyakat Kota Medan ini ke babak 16 besar Liga 2, sampai preview laga babak penyisihan SEA Games 2017 antara Tim Nasional Indonesia kontra Timor Leste.
Kami ketengahkan pula tulisan feature tentang seorang bocah bernama Dirga yang menderita kanker mata. Kanker yang parah telah sepenuhnya menutup kedua matanya.
Selamat membaca. Salam Tribun!

Most Popular Instagram Hashtags