titanium_ff titanium_ff

723 posts   9,352 followers   11 followings

  T 4 M 4 267 😘 Silakan dibaca, lalu abaikan kemudian lupakan 🚢 3 Admin πŸ”’

".... Can't Take My Eyes Off Of You." 😳

#dramatwins 😘😘

"....pujaanku."
.

@aom_sushar @tinasuppanad

".... to try and turn back time."

Ter mengingatkan Kim untuk terus waspada dengan orang disekitarnya. Bisa saja saat Kim di ChiangMai, Kim diikuti oleh 'pengintainya'. Keesokan harinya, sebelum mengawali pekerjaan, KimPieTan selalu sarapan pagi bersama. Tan juga sudah sekolah lagi di TK yang ada di dekat Batalyon itu.
"Bojo, bagaimana semalam? Apa sudah ketemu pelaku yg menelponmu?" Tanya Pie sambil mengunyah makanannya.
Kim menggeleng dan bilang klo penelponnya berlokasi di Osaka.
"Waaww.. serius? Gila." Respon Pie mendengar jawaban Kim.
"Bojo, kita harus hati2 ni." Ucap Pie terlihat khawatir.
"Iya. Aku tau. Nanti saat kita ke ChiangMai, Tan kita titip dirumah opa aja ya." Ucap Kim sambil melihat anaknya yang serius dengan makanannya.
"Loh, jauh amat ke opa. Kan bisa ke mama Sara atau mommy Pattie." Ucap Pie seakan protes.
"Sepertinya gerak gerik kita disini diawasi terus oleh orang yang mengintaiku. Aku takut Tan kenapa2." Jelas Kim.
"Klo Tan dirumah kakek Jit, dia akan aman kok. Penjagaan dirumah kakek pasti ketat." Ucap Pie masih protes.
"Ssttt, belicik. Klo makan jangan belicik donk mi, yah." Ucap Tan protes karena ayah maminya berisik.
"Tan tidak mau kemana2, Tan maunya sama mami." Ucap Tan yang daritadi mendengar percakapan Kimpie.
"Tuh, protes dia." Ucap Kim tanpa suara.
"Kamu sih πŸ˜’." Ucap Pie tanpa suara juga.
Pie mengusap kepala Tan dan menciumnya.
"Tan abisin makanannya, nanti ayah yang ngantar Tan sekolah." Ucap Pie.
"Eh, aku tidak bisa. Setelah apel pagi, aku ada rapat di Mabes." Ucap Kim.
"Klo ayah tidak bisa, Tan bisa pelgi sendili." Ucap Tan terdengar sedih.
Pie menatap Kim seolah menyuruh Kim untuk tetap mengantar Tan ke sekolah.
"Deket ini." Ucap Pie pelan.
Kim mengangguk lalu mendekati Tan.
"Maaf ya sayang, ayah yang akan mengantar Tan. Jangan ngambek yaa 😚." Ucap Kim dan mencium rambut Tan.

Setelah mengantar Tan sekolah, Kim dan ajudannya diantar supir menuju Mabes.
Saat rapat berlangsug, tiba2 pemimpin rapat berpangakat jenderal bintang 2 mendapat telpon dari nomor tak dikenal.
"Show time." Ucap sang penelpon kemudian terdengar ledakan yang sangat dahsyat.
'Booommmm'
Suara itu pun terdengar oleh peserta rapat yang hadir. Mereka saling bertanya2 apa yang terjadi.

220218

KimTerBhu masih berdebat jika Kim memiliki kembaran. Meskipun TerBhu hanya mencandai Kim kalau Kim punya kembaran.
"Paling ini ya, kayak di film2 tuh. Ada kloningan kamu Mayor." Ucap Bhu menerka2.
"Hahahah, bisa jadi tuh. Siap2 aja Kim klo itu benar terjadi." Ucap Ter menambahi.
"Jika memang ada kloningan diriku pasti tidak akan sama persis. Yang kembar identik aja masih terlihat perbedaannya." Ucap Kim sambil menatap kedua temannya dengan tatapan sinis.
"Nah, dapat." Ucap Ter tiba2. Daritadi dia banyak bicara tapi konsentrasinya tetap pada layar laptopnya mencari lokasi si penelpon Kim berasal.
"Darimana dia menelponku??" Tanya Kim lalu berdiri disamping Ter dan menatap layar laptop Ter.
"Osaka." Jawab Ter sambil menunjuk lokasi si penelpon.
"Wattt?? Osaka??" Bhu terlihat terkejut mendengarnya.
"Shitt. Bearti aku memang sengaja diincar." Ucap Kim terlihat cemas.
"Iya. Sepertinya mereka tau kalau kamu sedang apa dan dimana meskipun mereka dikejauhan." Ucap Ter serius.
"Wah. Bahaya mengancam ni. Mungkin saat Mayor Kim dikamar mandi pun mereka tau." Ucap Bhu ngasal.
Ter tertawa keras mendengar ucapan Bhu, sedangkan Kim meliriknya dengan kesal.
"Mungkin juga mereka tau ukuran 'brader' Kim berapa πŸ˜‚." Ucap Ter dan makin tertawa keras diikuti oleh tawa Bhu.
"Sepertinya kloningan Mayor Kim benar2 diduplikat dengan detail nantinya πŸ˜‚." Ucap Bhu menimpali.
"Sialan kalian berdua. Sudah, cukup. Ini masalah besar buat kita kalau memang aku jadi target mereka." Ucap Kim ketus.
TerBhu mengecilkan suara tawa mereka kemudian menatap Kim.
"Tenang Mayor, kita selesaikan ini bersama. Meskipun aku jauh di Chiang Mai, tapi aku siap membantumu jika diperlukan." Ucap Bhu. Saat ini Bhu masih ditugaskan sebagai pelatih Wajib Militer di Chiang Mai.
"Bhu, bukannya kamu dipindahkan ke Mabes sekarang?" Tanya Ter.
"Iya, tapi aku harus menyelesaikan tugas terakhirku disana." Sahut Bhu.
"Oiya, minggu depan ada simulasi dari peserta wajib militer tahun lalu. Kamu diundang kan Mayor?" Tanya Bhu pada Kim.
"Iya. Aku akan datang bersama Pie." Jawab Kim.
"Aseekk. Bisa nostalgia donk disana 😏." Goda Bhu.
"Pastinya. Kan dari sana aku dan Pie dipertemukan 😌." Jawab Kim menanggapi godaan Bhu.

220218

Apdet ah biar kekinian apdetin si mbak @aom_sushar lagi bertandang ke Jakarta πŸ˜‚
Ditemani oleh pujaan hati (masih pdkt sh) yang setia menemani.. Aseekkk πŸ’ƒ
Semoga babang richman sm mbak Aom gk pacaran beneran, tapi langsung nikahan.. Aamiin πŸ˜‚πŸ’ƒπŸ˜‚πŸ’ƒ
.

#tinaom #tinasuppanad
#aomsushar

Cr. @nuna_kiss11

Nb: tinaom masih tetap 'hidup' meskipun didunia nyata idolnya dengan pasangan masing2 πŸ’ƒ #teamtintao πŸ˜‚

Kim tidak mengerti maksud dari si penelpon. Apalagi tawa si penelpon seolah meledek dirinya.
"Aku adalah kamu? Apa maksudmu hah?" Tanya Kim. Kali ini nadanya terdengar marah.
"Suatu saat kamu akan tau maksudnya. Sampai bertemu nantinya Mayor Kim. Sekali lagi, selamat ulang tahun." Ucap pria itu kemudian menutup telponnya.
Tawanya terdengar menggema diruang kerjanya.
"Kita akan bertemu Mayor. Tapi tidak sekarang. Alangkah baiknya permainan dimulai dengan pelan2." Ucapnya penuh kemenangan.
"Bos, semuanya sudah bisa dimulai. Dia sudah siap beroperasi." Ucap seorang bawahannya.
"Good. Dia harus patuh dengan perintahku." Ucap sang Bos.

Kimpie masih bingung dengan ucapan si penelpon. Dan mengejutkannya, si penelpon juga tau nomor hp Pie. Selama ini mereka mengirim pesan singkat hanya kepada Kim.
"Sepertinya mereka tidak main2 pada kita." Ucap Pie terlihat gelisah.
"Iya sayang. Tapi, apa maksud dari ucapan dia tadi? 'Aku adalah kamu'? Apa maksudnya aku dan dia sama?" Ucap Kim bertanya2.
"Sama2 dari kemiliteran?" Ucap Pie seraya bertanya.
"Mungkin. Tapi, bisa juga..." Kim terlihat berpikir, begitupun dengan Pie.
"Bojo, aku takut mereka memanfaatkan nama besarmu. Feelingku tidak enak." Ucap Pie lalu menggengam tangan Kim. Terlihat jelas kekhawatiran diwajahnya.
"Tenang sayang. Kita akan cari tau siapa mereka." Ucap Kim menenangkan Pie yang terlihat khawatir.

Setelah sampai di rumdin, Kim meminta Pie untuk istirahat. Sedangkan Kim malam itu juga menemui Ter dan Bhu.
"Bojo, hati2 ya." Ucap Pie mengingatkan.
"Iya sayang. Kalian istirahat ya." Ucap Kim.
Dia pergi sendiri untuk menemui Ter dan Bhu.
Sesampainya di apartement Ter, Kim langsung memberikan hp nya dan meminta Ter segera melacaknya.
"Apa kalian tau maksud dari kalimat 'aku adalah kamu'?" Tanya Kim pada Ter dan Bhu.
"Mungkin kalian satu." Jawab Bhu.
"Iya Kim, atau mungkin kamu sebenarnya punya kembaran. Kan daddy dan auntymu kembar. Mungkin dulunya kamu lahir kembar dan kembaranmu diculik orang." Ucap Ter sembarangan.
"Aku anak tunggal πŸ˜’. Masa iya mommyku tidak sadar klo dia lahiran 2 kali persalinan. Daddy juga pasti taulah." Ucap Kim ketus menanggapi ucapan Ter.
"Yaa, kan mungkin πŸ™„." Ucap Ter.

130218

Kim dan lainnya masih menikmati kebersamaan yang jarang terjadi ini.
Ada pembahasan masalah teror yang sering Kim dapat. Ter menunjukkan klo pesan yang Kim terima dikirim dari luar kota Bangkok.
"Sepertinya mereka sudah merencanakannya dengan matang. Dan mereka sengaja mengincar Kim." Ucap Beam mengira2.
"Betul Jenderal. Kalau dilihat, Kim sebagai target operasi mereka." Ucap Ter mengiyakan ucapan Beam.
"Kenapa harus aku? Apa yang mereka inginkan dariku?" Ucap Kim bertanya2.
"Mungkin karena namamu lebih terkenal di kemiliteran dan juga se-Thailand ini." Timpal Mario.
"Atau mungkin, musuhmu masih ada yang tersisa." Tambah Win.
Kim memejamkan matanya sambil mengingat2 orang yang masih punya dendam dengannya.
"Sepertinya musuhku sudah tidak ada. Tapi aku tidak tau yang masih menyimpan dendam denganku." Ucap Kim.
"Begini saja, kita ikuti permainan mereka. Kita lihat bagaimana kelanjutannya." Ucap Tn. Jit.
Kim dan lainnya pun mengangguk mengiyakan ucapan Tn. Jit.

Kimpie kembali ke rumdin mereka. Yang lainnya pulang secara terpisah dengan mobil masing2.
Pie duduk memangku Tan yang tertidur dan Kim disampingnya.
Tiba2 hp Kim berdering. Panggilan tak dikenal alias privat number.
Kim sedikit ragu untuk mengangkat telpon tersebut.
"Dari siapa?" Tanya Pie yang melihat keraguan Kim untuk mengangkat telpon.
"Privat Number." Jawab Kim dan menunjukkan layar hpnya.
"Tidak usah diangkat." Ucap Pie dan meminta Kim mematikan hpnya.
"Untuk sementara, hp mu mati dulu." Ucap Pie, dijawab anggukan oleh kim.
Tak berapa lama, hp Pie berdering.
Saat melihat layar di hp nya, Pie menunjukkannya pada Kim.
"Privat Number juga." Ucap Pie heran.
"Angkat." Pinta Kim.
Pie menghela nafas kesalnya lalu mengngkat telpon tersebut.
"Halo." Sapa Pie ketus.
"Bisa bicara dengan Mayor Kim yang sedang duduk disampingmu?" Pintanya. Suara laki2.
Pie melirik Kim lalu men-loadspeaker hpnya.
"Dia mencarimu." Ucap Pie tanpa bersuara.
"Aku Kim." Ucap Kim datar, terkesan dingin.
"Selamat malam Mayor Kim. Selamat ulang tahun." Ucap pria itu.
Kimpie saling pandang karena heran knp dia bisa tau klo hari ini Kim berulang tahun.
"Siapa kamu?" Tanya Kim.
"Aku? Hahaha.. Aku adalah kamu." Jawabnya tertawa licik.

130218

Jeep merah itu melajukan mobilnya dengan kencang. Supir Kim pun cukup kewalahan mengejar Jeep tersebut.
Hampir stgh jam Kim mengikuti mobil tersebut, akhirnya Jeep merah itu berhenti disebuah gedung tua kosong.
Supir Kim menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
"Apa kita masuk ke dalam sana juga, Ndan?" Tanya supir.
"Masuk saja." Perintah Kim.
Supir itu pun melajukan lagi mobilnya hingga berhenti disamping jeep merah itu.
Kim turun dari mobilnya diikuti oleh supir.
Sebelum melangkahkan kakinya, Kim mengamati gedung tersebut. Sepi, langit pun mulai gelap.
Kemudian Kim dan supirnya masuk ke gedung tua tersebut.
Sunyi. Entah kemana pria tadi.
Tiba2, Kim dan supirnya mendapat serangan dadakan dari 5 orang tak dikenal. Mereka menyergap dari belakang. 3 orang menarik dan mengunci tubuh Kim dan menutup kepala Kim dengan karung, dan 2 lagi menyergap supir Kim.
Mereka dibawa terpisah. Kim mencoba berontak dan melawan tapi 3 orang itu sangat kuat menahan tubuh Kim.
Tiba disuatu tempat, Kim dipaksa berlutut oleh 3 orang tersebut.
"Kalian siapa hah?? Untuk apa menangkapku?" Bentak Kim marah.
3 orang itu melepas tubuh Kim dan mundur beberapa langkah.
Kim diam sesaat. Suasana disana terasa ramai.
"Ayah." Ucap seorang anak.
Kim pun melepas karung yang menutupi wajahnya.
Tak dipungkiri wajahnya sangat terkejut. Lalu dia bangkit dan melihat orang disekitarnya.
"Kalian." Ucap Kim tak percaya.
Seorang perempuan cantik mendekatinya dan membawa sesuatu untuk Kim.
"Selamat ulang tahun, bojo." Ucapnya. Ya, itu Pie.
Kim mengangguk dan tersenyum.
"Kamu yang merencanakannya?" Tanya Kim.
"Bukan. Tapi ini ide mereka." Ucap Pie dan menunjuk 3 orang dibelakang Kim.
"Oh Shittt.. kalian." Ucap Kim tak percaya.
"Hai ndan, selamat ulang tahun." Ucapnya dan mendekati Kim.
"Kapten Bhu." Ucap Kim kaget sambil mendorong pelan bahu Bhu.
Bhu terkekeh melihat wajah kaget Kim.
"Win, Mario.. astaga kalian." Ucap Kim dan memeluk kedua saudaranya itu.
"Happy Birthday Mayor." Ucap mereka bersamaan.
Terlihat wajah sumringah Kimhan.
"Bojo, tiup lilinnya dulu. Eh, berdoa dulu ya." Ucap Pie yang cukup pegal memegang kue yang dibawanya.
"O iya, oke." Ucap Kim.
Kim memejamkan matanya.

Next πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ 120218

Pesan yang Kim dapat cukup mengkhawatirkan. Itu artinya, Kim benar2 sedang diikuti oleh sekelompok orang tak dikenal. Untuk mengamankan keluarganya, sementara ini Kimpietan menginap dirumah Tn. Jit sampai sertijab dan Kim berhak tinggal di Batalyon itu.

Beberapa hari ini, KimTan sudah terlihat bersahabat kembali. Biasanya Tan selalu menolak jika Kim mengajaknya bermain. Tan juga sudah memanggil Kim dengan sebutan ayah lagi. Setiap harinya, Kim mengantar jemput Tan ke sekolah, tentunya bersama Pie.
Mereka juga menyadari kalau setiap harinya ada yang mengikuti mereka. Untuk kali ini, Kim tidak memperdulikannya.

Seminggu berlalu, akhirnya Kim resmi menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri di salah satu wilayah Bangkok.
Satu hari setelah sertijab, Kim dan keluarganya berpindah ke rumdin yang ada di komplek Batalyon tersebut.
Dihari itu juga, Kim memberi sambutan pada anggotanya yang ada di Batalyon itu.

Malam harinya, Kimpie berbincang sejenak sebelum mereka tidur. Tan tidur diantara mereka.
"Bojo, kenapa aku tidak tenang ya? Kita seperti dibayang-bayangi sesuatu." Ucap Pie sedih.
Kim mengusap rambut Pie dann tersenyum.
"Tidak perlu dikhawatirkan. Disini kita sudah aman." Ucap Kim menenangkan istrinya.
"TK Tan kita pindah disini saja ya. Cukup jauh jika harus ke TK sebelumnya. Aku juga khawatir jika sewaktu2 terjadi sesuatu pada Tan." Ucap Pie khawatir.
"Iya Yank. Udah ya, jangan terlalu khawatir. Aku sekarang didekat kalian. Jadi, setiap saat aku akan melindungi kalian." Ucap Kim kemudian mencium kening istrinya.
"Good nite sayang 😘." Ucap Kim.
"Nite too bojo 😚." Ucap Pie dan memberi satu kecupan dibibir Kim.

Satu bulan berlalu, Kimpie tidak henti2nya mendapat teror dari seseorang berupa pesan singkat.
Seperti hari ini, Kim baru saja pulang dari mabes bersama supir pribadinya. Ditengah jalan, Kim diikuti mobil jeep warna merah. Lalu Kim mendapat pesan, 'Sore Mayor, ikuti aku. Jika tidak, ada bom yang akan meledak di Batalyonmu.' Isi pesannya.
Jeep merah itu pun mendahului Kim.
"Ikuti Jeep itu." Pinta Kim pada supirnya.
Seorang pria di jeep merah itu pun tersenyum senang melihat mobil Kim mengikutinya.
"Kena kau!!" Ucapnya dengan senyum sinisnya.

120218

Kim menatap mobil tersebut dgn curiga.
"Bojo, itu mobil yg membuntuti kita kemarin." Ucap Pie mengingat jenis mobil dan gelagat mobil itu.
"Iya. Aku juga ingat. Apa kertas itu ulahnya?" Ucap Kim bertanya.
"Entahlah bojo." Ucap Pie.
Mobil itu pun melajukan mobilnya seolah 'meledek' mobil Kim.
Emosi Kim terpancing dan bergegas melajukan mobilnya juga.
Baru saja melepas rem parkirnya Pie langsung mencegah.
"Jangan bojo. Sepertinya dia sengaja memancing kita." Ucap Pie.
Apa yang dikatakan Pie benar. Kim pun mengurungkan niatnya.
"Lebih baik kita pulang. Kali ini kita katakan pada papi dan lainnya." Ucap Pie menenangkan emosi Kim.
Kemudian Kim melajukan mobilnya menuju rumah Tn. Jit.

Mobil yang mengintai Kimpie tidak melihat tanda2 mobil Kim mengejarnya. Ternyata Kim mengambil jalan lain untuk menuju rumah Tn. Jit.

Sesampainya dirumah Tn. Jit, Kim langsung menceritakan kejadian tadi. Kim memberikan kertas yang berisi pesan itu pada Beam dan Tn. Jit.
Disana juga ada WinMar. Para ibu2 tidak ikut dalam pembicaraan itu.
"Yang aku heran, sejak kapan surat itu di sakuku." Ucap Kim penasaran.
Beam mencoba menenangkan Kim.
"Kim, sampai hari sertijabmu, tinggalah disini bersama kami." Ucap Beam.
"Iya, setidaknya Pie dan Tan cukup aman jika disini. Kakek akan buat pengamanan lebih ketat dirumah ini." Ucap Tn. Jit.
Kim terlihat berfikir untuk memutuskan semuanya.
"Kalau kamu sudah di Batalyon, papi rasa kalian sudah cukup aman. Mana berani mereka masuk kekomplek Batalyon. Kalau komplek rumdin kalian kan tidak seketat Batalyon." Ucap Beam.
"Iya Kim. Untuk masalah ini, aku dan Mario akan ikut mencari tau." Ucap Win.
"Yoi. Kalau masalah begini, aku siap." Ucap Mario semangat.
Kim tersenyum dengan ucapan WinMar.
"Kalian memang selalu bisa diandalkan kalau soal begini." Ucap Kim.
Merekapun kembali berbincang. Kemudian, Kim mendapat satu pesan dari nomor tak dikenal.
'Malam yang indah dikamar 705'
Itu adalah nomor kamar Kim dihotel semalam.
"Sial." Umpat Kim kaget dengan isi pesan itu.
Kim pun mencoba menghubungi nomor itu tapi tidak aktif.
"Astaga. Siapa dia!" Ucapan Kim membuat orang dihadapannya bertanya2.
"Kenapa, nak?" Tanya Tn. Jit.
Kim mengatakan isi pesan tersebut.

120218

Most Popular Instagram Hashtags