[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

titanium_ff titanium_ff

1701 posts   9298 followers   12 followings

  Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku ๐Ÿ T 4 M 4 267 ๐Ÿ˜˜ Silakan dibaca, lalu abaikan kemudian lupakan ๐Ÿšถ

Keren ๐Ÿ‘

Alan Walker - Sing Me To Sleep cover by @alffy_rev

Cr. Alffy rev official (youtube)

Thanks for reading story Another Life.
Cerita iseng yang saya buat karena rasa penasaran saya dengan sebuah kalimat tentang resiko dalam mencintai, dicintai, dan saling mencintai ๐Ÿค”
Kebetulan, ada stok film thailand yang sudah saya beli dari jaman puasa kemarin, dan baru ditonton beberapa minggu yang lalu. Judulnya One Day.
Jadi, klo banyak yang komen 'kayak certia One Day', ya inti ceritanya memang saya ambil dari film itu, hanya saja alurnya berbeda.
Dari film One Day itu akhirnya saya memahami apa itu resiko dari mencintai, dicintai, dan saling mencintai ๐Ÿ˜‚
Klo di One Day ceritanya lumayan nyesek, ngeselin, dan gantung kayak jemuran gk kering2 ๐Ÿ˜‚
Dimana sang cowok yang diam2 mencintai, dan cewek yang sangat dicintai, lalu mereka saling mencintai, tapi tidak dipertemukan dan satukan ๐Ÿ˜๐Ÿšถ
.
Bagi yang penasaran sama pilemnya, silakan ditonton. Yang main @terchantavit dan @mewnittha ๐Ÿ’ƒ

#storykimpie #anotherlife #seeuagain

Another Life (10)

Saat ini Pie sudah kembali ketubuhnya, perlahan dia mulai tersadar dan melihat keluarganya.

Mike juga berhasil membawa Kim kembali ke alam nyata. Saat terbangun, Kim merasakan sesuatu yang berbeda dalam dirinya.
"Senang?" Tanya Mike yang saat ini duduk disampingnya.
Kim mengangguk pelan.
"Saat kalian saling mencintai, apa kau merasa kehilangan?" Tanya Mike terdengar serius.
Kim tersenyum kecil dan mengangguk.
"Semua ada resikonya, kan? Saat kau mencintainya, resikonya kau yang sakit. Saat dia merasa dicintai olehmu, dia menyakitimu karena tidak membalas cintamu. Dan saat kalian saling mencintai, resikonya ya kalian saling kehilangan." Ucap Mike sedikit bijak.
Kim tersenyum tipis menanggapi ucapan Mike.

Satu bulan kemudian, Pie sudah kembali bekerja. Dia benar2 lupa apa yng terjadi dia alam bawah sadarnya. Saat Kim menyapanya, Pie terkesan cuek dan tidak perduli. Tapi tidak dipungkiri, saat Kim berjalan jauh, Pie merasa sudah mengenal Kim lebih lama.

Detik menit berlalu, Kim tidak pernah lagi menyapa Pie. Dia terlihat diam dan kembali seperti biasa mengagumi Pie dari kejauhan sebagai pemuja rahasia.

Malam itu, Pie penasaran dengan hatinya pada Kim. Mereka sama2 lembur, Kim pulang lebih dulu dan menunggu di halte. Saat itu hujan deras. Pie mengikuti Kim sampai ke halte itu dan memanggil Kim.
Mereka berdiri berhadapan saling diam. Lalu Pie menangkup pipi Kim dan menatapnya lekat. Kim memejamkan matanya dan membiarkan Pie menjelajahi wajahnya.
Pie menyatukan kening mereka dan menitikkan airmatanya. Kim membuka matanya dan menatap Pie.
"Kim." Ucap Pie pelan.
"Kau mengingatnya?" Tanya Kim ragu.
Pie mengangguk pelan lalu memeluk Kim.
"Kenapa tidak mengingatkanku?" Tanya Pie.
"Karena aku yakin, hati tidak bisa bohong." Jawab Kim dan memeluk erat Pie yang sangat dirindukannya.

#storykimpie #theend

Another Life (9)

Pie menolak untuk kembali, dia ingin tetap bersama Kim. Kim pun kebingungan membujuk Pie.
"Aku nyaman didekatmu dan aku ingin bersamamu." Ucap Pie.
Kim mengacak2 rambutnya karena bingung. Waktunya tidak banyak dan dia harus berhasil membawa Pie kembali ke tubuhnya.

Mike terus melihat jam yg makin berkurang. Dia khawatir Kim gagal dalam misinya untuk membawa Pie kembali.

Kim menghela nafas sejenak lalu berkata kalau dia masih hidup. Pie tentu tak percaya lalu bertanya kenapa Kim datang menemuinya. Kim hanya menjawab klo dia ingin Pie kembali pada tububnya.

Kimpie saat ini sudah berada disamping ranjang Pie.

Mike makin khawatir dan membawa tubuh Kim menuju rumah sakit.

Pie melihat raganya terbaring lemah tak berdaya.
"Kembalilah Pie. Aku mohon." Pinta Kim serius.
"Kim, apa kau akan menungguku terbangun sampai aku melihatmu lagi?" Tanya Pie berharap.
"Apa kau akan ingat denganku?" Kim tersenyum tipis.
"Jika aku lupa, aku mau kau mengingatkanku." Jawab Pie.
"Apa kau lupa saat kau melihatku pertama kali tadi? Kau terkesan risih denganku. Apa kau akan percaya padaku klo kita baru saja bertemu di alam lain?" Tanya Kim.
Pie terlihat sedih. Lalu Kim menarik tangan Pie ke hatinya.
"Klo kita diijinkan bertemu di kehidupan lain, kita pasti akan bertemu lagi." Ucap Kim.
"Kim, aku ingin bersamamu." Ucap Pie dan menangis.
Tiba2 dokter dan perawat masuk kemar itu bersama orang tua Pie.
Mike melihat kamar Pie yang mulai ramai.
Kimpie melihat dan mendengar apa yang dokter katakan pada orangtua Pie.
"Anda yakin tuan?" Tanya dokter memastikan untuk melepas alat bantu yang terpasang pada tubuh Pie. Orangtua Pie pun mengangguk pelan.
"Mereka tidak menyayangiku." Ucap Pie makin menangis.
"Ada aku yang sangat menyayangimu, dan juga mencintaimu." Ucap Kim.
Mike makin panik diluar kamar.
"Cepat Kim." Batin Mike gelisah.
Pie menangkup kedua pipi Kim dan menatapnya lekat.
"Aku mencintaimu juga Kim." Ucap Pie dan mencium bibir Kim sejenak.
"Astaga, masih sempat2nya ciuman ๐Ÿ˜ฐ." Sewot Mike.
Pie melepas ciumannya dan menatap Kim.
"Aku harap kita dipertemukan lagi dikehidupan lain, kehidupan nyata kita." Harap Pie dan dijawab anggukkan Kim.

#storykimpie #tobecontinued

Another Life (8)

Waktu Kim tersisa 5 jam lagi. Pie saat ini masih belum mau kembali ke tubuhnya.
Entah kenapa saat Kim menciumnya, dia ingin Kim menemaninya jalan-jalan lagi.
Ada rasa nyaman saat Kim memperhatikannya begitu penuh kasih sayang. Pie seolah tak pernah merasakan kasih sayang seperti ini. Keluarganya pun tidak pernah memberikan kasih sayang sebesar ini, apalagi kekasihnya. Baru ini Pie mendapatkan perhatian dan kasih sayang sebesar ini.
"Mau kemana lagi Pie? Aku capek." Eluh Kim dan duduk dipinggir trotoar.
"Huh, kau ini. Aneh arwah bisa lelah." Ucap Pie dan duduk disamping Kim.
Kim melepas kacamatanya dan memejamkan matanya sejenak. Dia terlihat kelelahan.
"Kau kenapa, Kim?" Tanya Pie dan menangkup kedua pipi Kim.
"Sedikit pusing." Jawab Kim dengan mata masih terpejam. Pie memperhatikan wajah Kim dengan lekat.
Setiap lekuk wajah Kim diperhatikan satu2.
"Kau tampan juga." Gumam Pie pelan.
Kim membuka matanya dan menatap Pie yang masih memperhatikannya.
Pie menatapa mata Kim lebih dalam. Ada 'senyum' dari mata Kim yang membuat hati Pie merasa bergetar, degup jantungnya seolah berdetak kencang.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Kim.
"Ketulusan." Jawab Pie.
Kim tersenyum lalu menarik dagu Pie dan menciumnya lagi.
"Aku mencintaimu, Pie." Ucap Kim lalu mencium lagi bibir Pie lebih dalam. Melumatnya dan membaringkan tubuh Pie ditrotoar.

Mike yang baru saja mengganti cairan infus Kim sedikit terkejut dengan gerakan tubuh Kim. Apalagi bibir Kim kembali terlihat manyun2. Kim menyebut mesra nama Pie dengan sedikit desahan.
"Sial. Apa yang sedang mereka lakukan ๐Ÿ˜?" Ucap Mike sedikit menjauh dari tubuh Kim.
"Aahh, Pie... hmm.." lagi2 suara Kim terdengar mendesah.
"Astaga astaga ๐Ÿ˜ฑ. Mereka..." Mike menggeleng2kan kepalanya dan sudah berpikir yang tidak2 pada Kimpie.
"Untung cuma alam bawah sadar. Palingan setelah sadar Pie akan lupa semuanya." Ucap Mike yakin.
"Tidak bisa dibiarkan. Waktu Kim tinggal sedikit lagi." Ucap Mike lalu memberikan sugesti pada Kim.

Seolah mendapat pesan dari Mike, Kim menghentikan keliarannya saat mencumbui tubuh Pie yang sudah setengah terbuka.
"Astaga, Pie ๐Ÿ˜. Kau harus cepat2 kembali ke tubuhmu." Ucap Kim.

#storykimpie #tobecontinued

Another Life (7)

Saat ini Kim dibaringkan disebuah kamar. Dengan cepat Mike memasangkan infus pada Kim.
"Semoga kau baik2 saja disana." Ucap Mike cemas dengan kondisi Kim yang terlihat pucat.

Di bawah alam sadar, Kim merasa tububnya kembali kuat.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Pie.
Kim mengangguk cepat.
"Sebenarnya kau ini sudah mati atau belum sih?" Tanya Pie curiga.
Kim hanya menggeleng lalu berdiri.
"Ayok jalan lagi." Ajak Kim dan mengulurkan tangannya.
Pie meraih tangan Kim dan berdiri.

Kim membawa Pie kerumah sakit dimana Pie dirawat.
Disana ada ayah ibunya yang menjaganya setiap harinya.
Pie menatap heran pada kedua orangtuanya.
"Tumben mereka ada waktu untukku." Ucap Pie sinis.
"Setiap hari mereka menjagamu. Dan mereka selalu berharap kau bangun." Ucap Kim pelan.
"Kok tau mereka setiap hari disini?" Tanya Pie.
"Setiap hari juga aku disini, menatapmu dari kejauhan." Jawab Kim dan tersenyum kecil.
Pie menatap Kim dari samping. Terlihat airmata Kim mengalir dipipinya.
"Kau menangis?" Tanya Pie dan mengusap pipi Kim.
"Setiap hari aku menangisimu. Aku merindukanmu dan selalu berdoa agar kau cepat sadar dan berkumpul lagi dengan keluargamu dan kami dikantor." Jawab Kim dan menoleh pada Pie.
"Kau tau, melihat senyum dan tawamu saja sudah membuatku bahagia." Ucap Kim dan tersenyum.
Pie seakan mendapat dentuman keras didadanya.
"Sebesar itukah kau mencintaiku?" Tanya Pie.
"Cepatlah kembali, mereka menunggumu. Mereka menyayangimu. Jangan karena satu orang menyakitimu, kau jadi menyakiti orang2 yang menyayangimu juga." Ucap Kim tanpa menjawab pertanyaan Pie.
Pie melepas kacamata Kim dan menghapus airmata Kim yang terus mengalir.
Seperti ada dorongan untuk menenangkan Kim, Pie mencium pipi Kim.
Kim terkejut.
"Boleh aku disini bersamamu saja?" Pinta pie.
Kim menggeleng.
"Kau harus pulang." Jawab Kim.
Entah kenapa, Kim memberanikan diri mencium bibir Pie. Pie pun membalas ciuman Kim.

Di alam nyata, Mike melihat bibir Kim manyun2.
"Ni anak kenapa manyun2 ๐Ÿ˜? Hah ๐Ÿ˜ฑ, jangan2 mereka... cium2 ๐Ÿ˜ฐ." Ucap Mike sambil geleng2 kepala.

#storykimpie #tobecontinued

Another Life (6)

Pie sangat terkejut dengan apa yang Kim katakan.
"Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Pie dan menatap sinis Kim.
Kim menggeleng dan mengulangi perkataannya klo pie adalah cintanya.
"Are u kidding me?" Tanya Pie dan terlihat mengejek.
"Aku serius, nona. Bahkan aku sangat tau tentangmu." Sahut Kim.
Pie mengerutkan keningnya atas ucapan Kim.
"Memang kau tau apa tentangku ๐Ÿ˜’?" Tanya Pie sinis.
"Semuanya. Hobimu, kesukaanmu, dan aku tau kau alergi bunga mawar." Jawab Kim.
"Aku yang menaruh bunga mawar dimejamu dulu." Ucap Kim dan tersenyum.
"Hmm ๐Ÿค”. Lalu apa lagi yang kau tau?" Tanya Pie penasaran sampai mana Kim memperhatikannya.
Kim mengatakan apa yang dia tau tentang Pie. Kekonyolan Pie yang dia lakukan 3 bulan sebelum kecelakaan pun Kim mengingatnya. Pertengkaran Pie dengan kekasihnya pun Kim tau.
"Dan ada tanda lahir dibagian pahamu." Ucap Kim dan membuat Pie merapatkan pahanya.
"Isshh, kau mengintip ya ๐Ÿ˜ฃ." Ucap Pie kesal.
"Tidak sengaja." Jawab kim santai sambil senyum2 melihat kekesalan Pie.
Pie menatap ketus pada Kim.
"Klo kau tidak mau pulang, ayok kita jalan2 dulu." Ajak Kim dan menarik tangan Pie untuk mengajaknya keliling Hua hin.
"Huh, aku tidak mau." Ucap Pie menolak.
"Ayolah, aku hanya punya waktu sebentar." Ucap Kim tak perduli dengan rengekan Pie.
"Memangnya kau mau kemana?" Tanya Pie ketus.
"Pulang." Jawab Kim dan tetap menggenggam tangan Pie.
"Ijinkan aku memberikan perhatian padamu dalam beberapa jam ini saja." Pinta Kim sambil tersenyum pada Pie.
"Oke. Terserah kau mau membawaku kemana." Ucap Pie pasrah.
Kim makin tersenyum dan membawa Pie mengitari alam bawah sadarnya. Yang tadinya di Hua Hin, sekarang mereka ke Jepang, lalu ke London, dan kemana pun mereka mau.
Dan saat ini mereka kembali ke Bangkok.
"Aku lapar." Ucap Kim dan memegang perutnya.
"Masa? Arwah bisa lapar juga? Aku saja dari lama disini tidak pernah lapar." Tanya Pie heran.
"Kau kan masih dapat asupan dari infus." Ucap Kim terdengar lemas.
"Sini, duduk dulu." Ajak Pie.

Dialam nyata, Mike yang menjaga Kim dari kemarin sadar akan satu hal.
"Astaga, sudah 24 jam aku lupa memasangkan infus. Pasti dia lapar dan haus ๐Ÿ˜ซ." Ucap Mike lupa.

#storykimpie #tobecontinued

Another Life (5)

Pie sering bertemu arwah2 yang berwajah menyeramkan. Ada yang kecelakaan, ada juga karena dibunuh.
"Kau mati kenapa? Klo dilihat2 tubuhmu utuh tanpa luka." Ucap Pie dan berpangku tangan menatap Kim.
"Aku mati penasaran." Jawab Kim singkat.
Pie tertawa mendengarnya.
"Penasaran kenapa?" Tanya Pie.
"Penasaran apakah gadis yang aku cintai mencintaiku juga." Jawab Kim lalu tersenyum.
"O iya, siapa namamu? Sepertinya kita pernah bertemu. Dan kau juga tadi menyebut namaku. Apa kita saling kenal?" Tanya Pie sambil menyipitkan matanya "Aku Kimhan. Teman kerjamu." Jawab Kim.
"Benarkah. Memangnya aku pernah punya teman kerja sepertimu ๐Ÿ˜ฎ?" Ucap Pie sambil melihat Kim dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Masa iya teman kerjaku cupu begini." Gumam Pie dan membuat Kim diam. Jujur hatinya sakit saat Pie berkata seperti itu.
"Kau boleh lupa denganku. Dan aku tidak perduli itu. Aku ingin tanya, apa kau lupa dengan keluargamu?" Tanya Kim datar.
"Uhm, aku mengingat semuanya. Sampai detik ini pun aku masih ingat aku seperti ini karena apa." Jawab Pie.
"Apa kau tidak mau pulang menemui keluargamu lagi? Mereka menunggumu." Ucap Kim.
Pie menatap sinis Kim.
"Kau ini sebenanrnya siapa, hah?" Tanya Pie marah.
"Aku Kimhan, teman kerjamu." Jawab Kim mengulaingi jawabannya.
"Apa urusanmu denganku? Sepertinya aku tidak pernah berurusan denganmu ๐Ÿ˜’." Ucap Pie.
"Kita pernah berurusan satu kali. Dulu kau pernah memintaku membantu pekerjaanmu." Jawab Kim.
Pie tertawa sinis.
"Oke. Aku lupa itu. Lalu, apa urusanmu denganku sekarang?" Tanya Pie.
"Aku ingin kau kembali. Keluargamu menunggumu." Jawab Kim.
"Sudahlah. Kau tidak tau apa yang aku rasakan. Keluargaku tidak pernah perduli padaku. Dan aku tidak mau disakiti lagi karena pengkhianatan yang bernama cinta." Ucap Pie ketus.
"Aku juga saat ini sedang 'sakit' dengan yang namanya cinta. Karena aku hanya mencintai seorang diri." Ucap Kim.
"Bertepuk sebelah tangan? Itu bukan urusanku." Ucap Pie ketus dan pergi meninggalkan Kim.
"Masalahnya orang yang aku cintai adalah kau nona." Ucap Kim dan membuat langkah Pie terhenti.

#storykimpie #tobecontinued

Another life (4)

Kim makin bingung dengan apa yang Mike katakan.
"Jujur, kamu siapa hah?" Tanya Kim mulai marah.
"Hm, ayok ikut aku. Akan aku jelaskan." Ucap Mike dan menarik tangan Kim untuk ikut dengannya.
Kim menolak, tapi Mike tetap menarik tangannya.
Mike berkata kalau dia seorang paranormal. Bisa berbincang dan melihat makhluk2 astral.
Sebulan yang lalu, dia tidak sengaja bertemu 'arwah' Pie di kota Hua Hin.
Mike menyadari jika arwah itu sebenarnya masih hidup. Dia pun mengajak Pie untuk kembali ke tubuhnya. Tapi, Pie menolak.
Setelah dari itu, Mike mencari tau berita tentang Pie dan apa yang terjadi sebelumnya dengan Pie.
2 hari mencari tahu tentang Pie akhirnya Mike menemukan keberadaan Pie dirumah sakit itu.
Mike terus mengamati kondisi Pie, dan dia juga mengamati Kim.
"Jadi, bagaimana aku bisa membawanya pulang?" Tanya Kim.
"Oke. Masuklah." Ucap Mike dan mengajak Kim masuk kerumahnya.
Kim terkejut karena tak sadar jika mereka sudah sampai dirumah Mike.
"Aku akan membawamu ke alam bawah sadarmu." Ucap Mike dan meminta Kim untuk duduk.
Kim sebenarnya tidak percaya dengan hal seperti ini. Hal2 seperti ini hanya terjadi di film2 saja.
"Apa kau tidak membohongiku?" Tanya Kim curiga.
"Apa kau mencintai gadis itu?" Mike balik bertanya.
Kim mengangguk cepat.
"Klo begitu, kau harus percaya padaku." Ucap Mike dan menarik meja dihadapan Kim. Dia menaruh 5 lilin di meja itu.
"Saatnya." Ucap Mike dan mematikan lampunya. Ruangan itu menjadi gelap. Mike menyalakan ke-5 lilin itu.
"Tarik nafas, dan hembuskan perlahan." Pinta Mike. Kim melakukan perintah Mike.
"Mencobalah rileks. Lalu pejamkan matamu." Ucap Mike dan menggenggam tangan Kim.
Mike pun membaca 'mantra' untuk membuat 'arwah' Kim keluar dari tubuhnya.
"Waktumu hanya 50 jam untuk membawanya kembali. Jika tidak, kau akan kehilangannya untuk selamanya. Aku akan mebawamu menemui langsung gadis itu. Bujuklah, dan bawalah dia kembali ke tubuhnya." Ucap Mike seolah memberi sugesti.

Kim sampai ditujuan. Dia melihat seorang gadis sedang berdiri menghadap danau.
"Pie." Ucapnya pelan dan berjalan mendekati Pie.
"Nona Pie." Panggil Kim.
Pie menoleh pada Kim.
"Kau siapa? Arwah juga?"
.

#storykimpie #tobecontinued

Another Life (3)

Lima bulan berlalu, Pie masih terbaring koma dirumah sakit. Keluarganya masih berharap kalau Pie masih bisa bangun dan berkumpul bersama mereka lagi.
Kim pun tak kuasa menahan kerinduan dan kesedihannya melihat Pie tak berdaya.
Keluarga Pie tidak mengetahui apa penyebab Pie sampai begini. Kekasihnya merasa tak berdosa. Dia selalu datang menjenguk Pie meskipun tidak setiap hari. Andai saja keluarga Pie tau, pasti kekasihnya itu sudah diusir.
Kim ingin sekali melihat Pie dari dekat. Menggenggam tangannya dan menjaganya setiap hari. Tapi Kim sadar diri. Dia bukan siapa-siapa Pie. Belum tentu juga Pie mengingatnya.

Di taman rumah sakit, Kim terlihat termenung. Kemudian dia didekati oleh pria yg berpenampilan sedikit misterius.
"Kenapa?" Tanyanya.
Kim kaget melihat seseorang yang tiba2 berdiri disampingnnya.
"Kau siapa?" Tanya Kim ketus.
"Aku hanya orang gila yang tampan." Jawabnya dan menatap Kim.
"Namaku Mike." Ucapnya dan mengajak Kim berjabat tangan.
Kim terlihat ragu dan menjabat tangan Mike.
"Kim." Ucap Kim memperkenalkan diri.
"Gadis tampan galau kenapa?" Tanyanya.
Kim mengerutkan keningnya dipanggil gadis tampan.
"Gadis yang sering kau jenguk, jiwanya tidak mau kembali ke tubuhnya." Ucap Mike dan membuat Kim kaget.
"Maksudmu?" Tanya Kim penasaran.
"Ikut aku." Ajak Mike.
Mike mengajak Kim melihat ruangan Pie.
Dia mengatakan kalau Pie tidak mau pulang karena dia menginginkan kematian. Tapi, Tuhan blm ingin memanggilnya. Pie pun berfikir utk menunggu sampai Tuhan memanggilnya.
Kim tidak mengerti maksud ucapan Mike. Tau darimana dia hal seperti ini.
"Kamu ini siapa?" Tanya Kim.
"Sudah dibilang aku orang gila yang tampan." Jawab Mike dan terkekeh.
"Buang2 waktu." Ucap Kim kesal meladeni Mike.
Dia pun berjalan meninggalkan Mike.
"Hei, tunggu." Cegah Mike.
"Apalagi?" Tanya Kim ketus.
"Harus ada yang membujuknya untuk pulang. Saat ini jiwanya masih di Hua Hin." Ucap Mike dan membuat Kim tertawa.
"Dasar orang gila." Umpat Kim.
"Ini serius. Kau harus menjemputnya dan membawanya ke tubuhnya. Aku mendengar, dalam 3 hari dia tidak bangun, keluarga dan dokter sepakat untuk melepas alat2 yang menempel ditubuhnya." Jelas Mike.

#storykimpie #tobecontinued

Another life (2)

Hari-hari Kim cukup bahagia bisa melihat Pie tertawa dan tersenyum.
Itu saja Kim seperti orang gila melihat Pie sambil senyum2 sendiri.
Beberapa temannya melihat Kim dan menganggap Kim stres karena pekerjaan.
"Klo sakit mending istirahat dirumah." Celetuk teman Kim ketus.
Kim hanya menatap sinis pada temannya.

Suatu hari, Kim melihat Pie dijemput oleh seorang pria. Ada yang mengatakan klo itu adalah kekasihnya. Tentunya, Kim patah hati melihat wanita dicintainya jalan dengan pria lain.
"Harusnya aku yang bersamamu." Gumam Kim sedikit kesal.
"Hmm, mana mungkin dia memilihku. Apalagi dia tau aku ini perempuan." Batin Kim gelisah.
Bagi Kim, cukup memandangnya saja sudah membuatnya bahagia.

6 bulan berlalu, Kim masih saja memperhatikan Pie dari kejauhan. Kali ini dia menaruh bunga mawar dimeja kerja Pie.
'Hatcimmm.' Pie langsung membuang bunga itu karena dia alergi.
"Siapa yang sembarangan menaruh bunga disini." Omel Pie kesal karena alerginya kumat.
Kim terkejut mendapat respon Pie seperti itu.
"Dia alergi mawar ๐Ÿ˜ฎ." Batin Kim tak tau yg ini.

Dua hari dari kejadian itu, Kim tak sengaja melihat Pie sedang bertengkar dgn kekasihnya. Dia hanya mengamati dari jauh dan mendengar pertengkaran itu.
"Oh, kekasihnya selingkuh." Batin Kim merasa kasihan dengan Pie.

Satu minggu berlalu, Kim melihat kekasih Pie menjemputnya dikantor, tapi Pie menolak. Dia masih marah dengan kekasihnya. Hari itu, Pie bawa mobil sendiri. Wajahnya terlihat sedih.
Kim sedikit khawatir melihat Pie mengendarai mobilnya saat kondisinya seperti itu.

2 hari kemudian, Kim mendapat berita klo Pie mengalami kecelakaan di Hua Hin. Kecelakaan itu cukup parah.
Kim bingung kenapa Pie bisa ke Hua Hin.
Ada yang bilang, malamnya Pie mendapat kabar klo kekasihnya ke Hua Hin bersama selingkuhannya.
Benar saja, Pie berhasil memergoki kekasihnya sedang bercinta dengan wanita lain.
Pie menangis dan kalut saat mengendarai mobilnya. Kecelakaan pun tak terelakkan.

Satu bulan sudah Pie dirawat dirumah sakit. Saat ini Pie di RS di Bangkok. Dia koma. Tiap hari Kim datang menjenguk walaupun hanya dari kejauhan.
"Cepat sadar. Aku merindukan senyummu." Batin Kim lirih.

#storykimpie #tobecontinued

Another Life (1)

Sebut saja namanya Kim. Karyawan perusahan besar yang terlihat cupu di mata temannya. Rambut pendek tak terurus dan selalu menggunakan kaca matanya.
Usia 26 tahun dan selama hidupnya selalu kesepian. Dia memang pendiam dan sangat tertutup. Tinggal di apartemen menengah kebawah (rumah susun) sendirian. Teman setianya hanya laptop. Itu pun untuk mengerjakan pekerjaannya yang seorang editor.
Meskipun orangnya begitu, pekerjaannya selalu mendapat apresiasi dari atasannya.
Kim tidak begitu dekat dengan teman kerjanya. Teman-temannya pun tak begitu perduli dengan kehadiran Kim disana.
Padahal tenaga Kim selalu mereka pakai disaat mereka membutuhkan. Tapi, Kim tidak pernah mengeluh.

Kemudian, ada karyawan baru masuk ke divisi Kim.
Seorang wanita yang sangat cantik. Pertama melihatnya, Kim langsung terpesona.
Wajahnya imut dan lucu. Ingin Kim memilikinya.
Pernah suatu hari wanita itu mendatangi Kim untuk meminta pertolongan.
"Kimhan." Panggilnya. Suaranya sungguh lembut dan anggun.
"Eh, hmm iya. Nona, kau mengenali namaku? Padahal kita belum pernah berbincang." Ucap Kim terlihat kikuk.
"Tentu saja aku tau, kan ada di ID Card mu." Jawabnya sambil menunjuk ID Card yang tergantung dileher Kim.
"O iya. Hm, ada apa menemuiku?" Tanya Kim.
"Aku perlu bantuanmu, boleh?" Tanya wanita itu.
Kim menganggu cepat.
"Oiya, namaku Mindara. Biasa dipanggil Pie." Ucapnya dan tersenyum pada Kim.
"Sudah tau." Sahut Kim terlihat malu-malu.

Sejak itu Kim makin tertarik dengan Pie. Dia merasakan 'jatuh cinta' pada Pie.
Meskipun Pie tidak pernah mengajaknya berbincang, tapi Kim mengetahui semua apa yang Pie suka dan tidak suka.
Sebegitunya dia mengagumi Pie. Dan Kim pun menjadi pemuja rahasia Pie. Tidak ada satu pun yang tau jika Kim mencintai Pie.

Kim benci hari sabtu dan minggu. Karena hari itu dia tidak bisa melihat senyum dan tawa Pie.
"Huhm, hari senin masih lama." Gumam Kim dan melihat tanggalan. Padahal hari itu adalah hari minggu.

#storykimpie #tobecontinued

Most Popular Instagram Hashtags