telatbangun telatbangun

96 posts   1,008 followers   518 followings

Arif Gunawan  *F r e e l a n c e *A s t r o n o t L o k a l

Fina // Towi

Rumah temanku

Sri Rahayu merupakan wastra seri ke dua dari tema "Cakra Manggilingan" atau circle of life yang dalam mitologi Jawa menjelaskan tentang tahapan kehidupan mulai dari tahap maskumambang atau alam di dalam rahim hingga tahap pocung atau alam selepas kematian, 
Sri Rahayu adalah satu dari dua seri motif mijil yakni Sri Rahayu dan Raden Selamet yang merupakan citrah dari tahap ke dua pada Cakra Manggilingan yakni pada tahap mijil atau kelahiran.
Proyeksi motif pada Sri Rahayu terdiri dari dua bagian, yaitu tumpal dan inti motif. Pada inti motif sendiri terdiri dari 3 proyeksi simbol yaitu pohon yang berbentuk gunungan, bintang empat sudut dan bunga.
+Tumpal, merupakan gambaran kasar ttg kehidupan yang masih semrawut tanpa tersentuh nilai
+Motif inti, gambaran tentang kehidupan dengan nilai dan norma hidup yang menyertainya sehingga tumbuh pengharapan tentang kesejahteraan hidup dengan sebuah harmonisasi kehidupan yang indah.
-Pohon berbentuk gunungan adalah simbolisasi dari kehidupan atau cosmos yang dalam mitologi jawa disebut kekayon atau dg bahasa lain disebut pula sebagai Pohon Hayati.
-Bintang dengan empat sudut dan satu pusat pertemuan, merupakan sebuah cerminan dari mitologi jawa mengenai "sedulur papat limo pancer" yaitu empat sifat dasar nafsu yang harus senantiasa dikendalikan agar senantiasa tercurah ketulusan menjalani hidup ini sebagai sebuah sembah peribadahan terhadap Sang Hyang Tunggal Tuhan yang Maha Esa.
-Bunga, sebagai simbolitas keanggunan seorang perempuan sebagai subyek kehidupan dengan jiwa layaknya seorang Ratu yang senantiasa memegang prinsip dan nilai-nilai kehidupan yang adi luhur.

kain tenun dari @omah_petrok

#babygirl

Sri Rahayu merupakan wastra seri ke dua dari tema "Cakra Manggilingan" atau circle of life yang dalam mitologi Jawa menjelaskan tentang tahapan kehidupan mulai dari tahap maskumambang atau alam di dalam rahim hingga tahap pocung atau alam selepas kematian, 
Sri Rahayu adalah satu dari dua seri motif mijil yakni Sri Rahayu dan Raden Selamet yang merupakan citrah dari tahap ke dua pada Cakra Manggilingan yakni pada tahap mijil atau kelahiran.
Proyeksi motif pada Sri Rahayu terdiri dari dua bagian, yaitu tumpal dan inti motif. Pada inti motif sendiri terdiri dari 3 proyeksi simbol yaitu pohon yang berbentuk gunungan, bintang empat sudut dan bunga.
+Tumpal, merupakan gambaran kasar ttg kehidupan yang masih semrawut tanpa tersentuh nilai
+Motif inti, gambaran tentang kehidupan dengan nilai dan norma hidup yang menyertainya sehingga tumbuh pengharapan tentang kesejahteraan hidup dengan sebuah harmonisasi kehidupan yang indah.
-Pohon berbentuk gunungan adalah simbolisasi dari kehidupan atau cosmos yang dalam mitologi jawa disebut kekayon atau dg bahasa lain disebut pula sebagai Pohon Hayati.
-Bintang dengan empat sudut dan satu pusat pertemuan, merupakan sebuah cerminan dari mitologi jawa mengenai "sedulur papat limo pancer" yaitu empat sifat dasar nafsu yang harus senantiasa dikendalikan agar senantiasa tercurah ketulusan menjalani hidup ini sebagai sebuah sembah peribadahan terhadap Sang Hyang Tunggal Tuhan yang Maha Esa.
-Bunga, sebagai simbolitas keanggunan seorang perempuan sebagai subyek kehidupan dengan jiwa layaknya seorang Ratu yang senantiasa memegang prinsip dan nilai-nilai kehidupan yang adi luhur.

kain tenun dari @omah_petrok

#babygirl

Sri Rahayu merupakan wastra seri ke dua dari tema "Cakra Manggilingan" atau circle of life yang dalam mitologi Jawa menjelaskan tentang tahapan kehidupan mulai dari tahap maskumambang atau alam di dalam rahim hingga tahap pocung atau alam selepas kematian, 
Sri Rahayu adalah satu dari dua seri motif mijil yakni Sri Rahayu dan Raden Selamet yang merupakan citrah dari tahap ke dua pada Cakra Manggilingan yakni pada tahap mijil atau kelahiran.
Proyeksi motif pada Sri Rahayu terdiri dari dua bagian, yaitu tumpal dan inti motif. Pada inti motif sendiri terdiri dari 3 proyeksi simbol yaitu pohon yang berbentuk gunungan, bintang empat sudut dan bunga.
+Tumpal, merupakan gambaran kasar ttg kehidupan yang masih semrawut tanpa tersentuh nilai
+Motif inti, gambaran tentang kehidupan dengan nilai dan norma hidup yang menyertainya sehingga tumbuh pengharapan tentang kesejahteraan hidup dengan sebuah harmonisasi kehidupan yang indah.
-Pohon berbentuk gunungan adalah simbolisasi dari kehidupan atau cosmos yang dalam mitologi jawa disebut kekayon atau dg bahasa lain disebut pula sebagai Pohon Hayati.
-Bintang dengan empat sudut dan satu pusat pertemuan, merupakan sebuah cerminan dari mitologi jawa mengenai "sedulur papat limo pancer" yaitu empat sifat dasar nafsu yang harus senantiasa dikendalikan agar senantiasa tercurah ketulusan menjalani hidup ini sebagai sebuah sembah peribadahan terhadap Sang Hyang Tunggal Tuhan yang Maha Esa.
-Bunga, sebagai simbolitas keanggunan seorang perempuan sebagai subyek kehidupan dengan jiwa layaknya seorang Ratu yang senantiasa memegang prinsip dan nilai-nilai kehidupan yang adi luhur.

kain tenun dari @omah_petrok

#babygirl

Most Popular Instagram Hashtags