[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

#ultimus

MOST RECENT

Zhou Enlai adalah negarawan terbesar abad ke-20. Lama di bawah bayang-bayang Mao Zedong yang lebih menonjol dan karismatik, kehidupan dan prestasi luar biasa Zhou sedikit dikenali di luar Tiongkok, di mana ia masih dipuja sebagai bapak bangsa modern yang sangat dicintai.

#zhouenlai #buku #biografi #hansuyin #tiongkok #ultimus

Regrann from @jualbukuapasaja - .
.
Pada hamparan semak dan padang ilalang ditempatkan lokasi unit-unit pemukiman yang dilengkapi sebuah asrama untuk peleton pengawal, mess komandan beserta anggota stafnya, dan bangunan untuk gudang alat. Keadaan seperti itu masih bisa disebut lebih "baik" karena rombongan tapol yang dibuang setahun lebih dahulu, yang ditempatkan di Unit I Wanapura, Unit II Wanareja, dan Unit III wanayasa, benar-benar dibuang begitu saja dihamparan ilalang tanpa peneduh selembar atap pun. Mereka mendapat perlakuan yang lebih buruk daripada perlakuan terhadap barang. Harkat dan martabat mereka benar-benar direndahkan. Pada malam hari mereka berteduh di bawah naungan semak atau belukar.

Melalui sistem kerja rodi, tapol diharuskan membuka lahan pertanian. Ketika lahan belum bisa menghasilkan apa pun untuk dimakan, bahan makanan yang tersedia jauh lebih cepat habis. Hanya tiga bulan saja lamanya, jatah nasi sudah tidak bisa ditemukan lagi.

Nama resmi daerah pembuangan tapol ini adalah Tefaat Buru atau tempat Pemanfaatan Pulau Buru. Sebuah nama yang cukup jujur, sesuai dengan ungkapan keinginan si pencinta nama. Keinginan penguasa untuk memanfaatkan manusia tawanannya sebelum mencapai tujuan akhirnya, penghancuran. Pilihan nama tersebut ceroboh dan pongah. Sekaligus membuktikan rendahnya budi dan moral pihak yang menciptakannya. Dia asyik dibuai kepuasaan nafsunya sendiri, sehingga lupa istilah yang diciptakannya merupakan tindakan memanfaatkan manusia, apalagi dilengkapi dengan kerja paksa, jelas mengingkari moral manusia beradab.

Betahan Hidup di Pulau Buru lengkap dengan 75 gambar sketsa dari penulisnya, Mars Noersmono. Inilah wajah kamp konsentrasi pembuangan tapol G30S Pulau Buru

Judul: Bertahan Hidup Di Pulau Buru

Penulis: Mars Noersmono

Penerbit: Ultimus

Harga: Rp. 85.000

Pesan? Komentar, WA atau DM. Silahkan comrades
.
.
#bookshop #bookstore #bookstagram #jualbuku #jualbukuonline #abibliophobia #membacamembangunperadaban #marimembaca #akarjenakabookstore #ultimus #ultimusbandung #jualbukuapasaja #instagram #photooftheday #imagine #nook #jualbukusejarah - #regrann

.
.
Pada hamparan semak dan padang ilalang ditempatkan lokasi unit-unit pemukiman yang dilengkapi sebuah asrama untuk peleton pengawal, mess komandan beserta anggota stafnya, dan bangunan untuk gudang alat. Keadaan seperti itu masih bisa disebut lebih "baik" karena rombongan tapol yang dibuang setahun lebih dahulu, yang ditempatkan di Unit I Wanapura, Unit II Wanareja, dan Unit III wanayasa, benar-benar dibuang begitu saja dihamparan ilalang tanpa peneduh selembar atap pun. Mereka mendapat perlakuan yang lebih buruk daripada perlakuan terhadap barang. Harkat dan martabat mereka benar-benar direndahkan. Pada malam hari mereka berteduh di bawah naungan semak atau belukar.

Melalui sistem kerja rodi, tapol diharuskan membuka lahan pertanian. Ketika lahan belum bisa menghasilkan apa pun untuk dimakan, bahan makanan yang tersedia jauh lebih cepat habis. Hanya tiga bulan saja lamanya, jatah nasi sudah tidak bisa ditemukan lagi.

Nama resmi daerah pembuangan tapol ini adalah Tefaat Buru atau tempat Pemanfaatan Pulau Buru. Sebuah nama yang cukup jujur, sesuai dengan ungkapan keinginan si pencinta nama. Keinginan penguasa untuk memanfaatkan manusia tawanannya sebelum mencapai tujuan akhirnya, penghancuran. Pilihan nama tersebut ceroboh dan pongah. Sekaligus membuktikan rendahnya budi dan moral pihak yang menciptakannya. Dia asyik dibuai kepuasaan nafsunya sendiri, sehingga lupa istilah yang diciptakannya merupakan tindakan memanfaatkan manusia, apalagi dilengkapi dengan kerja paksa, jelas mengingkari moral manusia beradab.

Betahan Hidup di Pulau Buru lengkap dengan 75 gambar sketsa dari penulisnya, Mars Noersmono. Inilah wajah kamp konsentrasi pembuangan tapol G30S Pulau Buru

Judul: Bertahan Hidup Di Pulau Buru

Penulis: Mars Noersmono

Penerbit: Ultimus

Harga: Rp. 85.000

Pesan? Komentar, WA atau DM. Silahkan comrades
.
.
#bookshop #bookstore #bookstagram #jualbuku #jualbukuonline #abibliophobia #membacamembangunperadaban #marimembaca #akarjenakabookstore #ultimus #ultimusbandung #jualbukuapasaja #instagram #photooftheday #imagine #nook #jualbukusejarah

The owners of Ultimus Tented Camp have opened a true haven for nature seekers in Gyeiktaw near Ngapali, Myanmar. The small complex (three tents and one wooden villa) focuses primarily on offering sustainable overnight options, supporting local communities and pro-actively protecting natural resources. If you're looking for an oasis of privacy with stunning panoramic views, this may just be it. Image by #UltimusGlamping
#AsianTrails #Myanmar #Ngapali #glamping #luxurytents #deluxecamping #ExploreAsia #ilovetravel #southeastasia #traveltheworld #Igtravel #travelphoto #travelgram #travelasia #travelpics #beautifulseasia #instatravel #wanderlust #neverstopexploring #TLAsia #tlpicks #Ultimus #beachside

広尾odeのデザートとペアリングワインの🍷の数々。
お花のエチケットが愛らしいシャンパンから🍾スタートし(写真失念💦)、2杯目もシャンパン🎵
1杯目とは異なる種類のシャンパンで、しかも泡をわざと飛ばして、白として飲むサプライズ!

純米原酒の日本酒を出していただいたり、赤がそろそろ飲みたいな、というタイミングでスッと赤が出てくる。しかもお魚とあう赤!
ソムリエの考え抜かれたセレクトに拍手👏
とても楽しく、たっぷりお酒をいただきました!お料理とのマリアージュが半端ない❗

デザートも
蕗の薹にセロリのソースをかけたほろ苦いアイスクリームが出るなど複雑で秀逸。
ドーム型飴細工の林檎と🍎白ビールのエスプーマも美味しく&美しく、最後まで素敵なサプライズと共に堪能しました🎶
ご馳走さまでした❤

#広尾
#オード
#ode
#ワイン
#日本酒
#純米原酒
#作
#バローロ
#シャンパン
#リースリング
#champagne
#barolo
#riesling
#ultimus
#aubonclimat
#wine
#sake

Don’t ask why the camera is pulsing lol stupid iPhone 🙈 but a bit of snowfoam on a Friday you can’t go wrong! Purchased from @carboncollective & iron out from @autofinesse #honda #integra #dc5 #typer #k20 #k20a #kseries #jap #jdm #import #mugen #rota #slipstreams #phatass #ass #booty #snowfoam #ultimus #carboncollective #cleanfreak #kseriesonly @kseriesonly.tm @nipponshine @_eighty.8_

@Regranned from @ratukerangbook - Bedah buku @sintaridwan sudah mau dimulai nih, sarekat buku dari Gotong Royong Literasi : @ratukerangbook bersama @toco.buruan.co @ultimusbandung @lawangbuku dll.
Mari datang dan ramaikan.

#Gotongroyongliterasi
#SintaRidwan
#Ratukerangbook
#Ultimus
#Toco
#Lawangbuku - #regrann

Bedah buku @sintaridwan sudah mau dimulai nih, sarekat buku dari Gotong Royong Literasi : @ratukerangbook bersama @toco.buruan.co @ultimusbandung @lawangbuku dll.
Mari datang dan ramaikan.

#Gotongroyongliterasi
#SintaRidwan
#Ratukerangbook
#Ultimus
#Toco
#Lawangbuku

Lebih dari 100 tahun yang lalu, bangunan ini menjadi tempat tinggal Tuan Tan Djia Goan dan anaknya bernama Hilda Tan. .
.
Sang Ayah sangat murka saat mengetahui Hilda Tan berpacaran dengan Tan Tjin Hiauw. Sang Ayah memukul Hilda dengan kemoceng agar jera.

Sayangnya, cinta Hilda lebih besar. Dia ingin bertemu dengan Tan Tjin Hiauw. Dia berusaha kabur melalui pintu samping bangunan ini. Usahanya berhasil. Dia akhirnya bisa menikah dengan kekasihnya.

Kisah ini sangat berkesan bagi saya saat mengikuti Tour 100 Tahun Rasia Bandoeng. .
.
Mengenai kisah haru lainnya, kalian dapat ditemukan di buku Rasia Bandoeng terbitan @ultimusbandung yang ditulis ulang oleh @komunitasaleut dan @mooibandoeng . Kalian bisa pesan dari mereka.

@Regranned from @bukubuku_store - Diskusi & Peluncuran Buku

Jumat 16 Feb: "Perempuan Berkepang Kenangan" karya Sinta Ridwan (penerbit Ultimus)

Musik oleh:

Bob Anwar
Paraudara
Mukti Mukti

Sabtu 17 Feb: "FINKS: Bagaimana CIA Mengelabui Para Sastrawan Besar Dunia" karya Joel Whitney (penerbit Jungkir Balik Pustaka)

Musik oleh:

Senartogok
Gitar Kopong

IFI Bandung, Jl. Purnawarman 32 | 15:00 - selesai

Buku-buku akan hadir melapak diacara ini kawan-kawan, mari bersua dan ngopi bareng.

#diskusi #buku #ifi #finks #ultimus - #regrann

Diskusi & Peluncuran Buku

Jumat 16 Feb: "Perempuan Berkepang Kenangan" karya Sinta Ridwan (penerbit Ultimus)

Musik oleh:

Bob Anwar
Paraudara
Mukti Mukti

Sabtu 17 Feb: "FINKS: Bagaimana CIA Mengelabui Para Sastrawan Besar Dunia" karya Joel Whitney (penerbit Jungkir Balik Pustaka)

Musik oleh:

Senartogok
Gitar Kopong

IFI Bandung, Jl. Purnawarman 32 | 15:00 - selesai

Buku-buku akan hadir melapak di acara ini kawan-kawan, mari bersua dan ngopi bareng.

#diskusi #buku #ifi #finks #ultimus

Most Popular Instagram Hashtags