#tetapahok

MOST RECENT

Regrann from @sandhysitorus - We support our friend @basukibtp not only because he is our old friend, but he deserves it! #kamiahok #tetapahok #akuahok #alumniprasmul - #regrann

Ada yang masih ingat..!!! Semoga tangan dingin Pak Djarot dapat diturunkan ke SUMUT HEBAT SUMUT BERSIH DJOSS ✌

Dua penghargaan terbaik I & II Pangripta Nusantara 2017 di dua kategori Provinsi ini dipersembahkan oleh Pak Ahok @basukibtp dan Pak Djarot @djarotsaifulhidayat untuk seluruh warga DKI Jakarta.

#sumutbangkit #tegaspilihdua #makintegaspilihdua #DJOSS #SemuaUrusanMUdahTransparan #sumuthebat #sumutbersih #perubahan #bebaskorupsi #saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #kamiahokdjarot #ahokdjarotfordki1 #ahokdjarot #salam2jari #salamduajari✌ #ahoklovers #pendukungahok #pendukungahokdjarot #basukibtp #basukidjarot #basukidjarotfordki1 #basukidjarotlovers #BADJA #SemuaAhok

Regrann from @rita_sumampouw - Hari ini, setahun yg lalu vonis itu jatuh, memenjarakan tubuh sang pembela kebenaran. Sedih, marah, kecewa, tidak terima dan beragam perasaan campur aduk mendengarnya. Ga percaya, kenapa semua terasa ga adil. Tp ia menerimanya dengan tegar dan justru menghibur pendukungnya.
Tetapi purnama itu ga pernah pudar, ia selalu bersinar walaupun raganya dibalik jeruji. Namanya selalu dibicarakan orang, karakternya dipuji dan dibanggakan. Kebaikannya ga pernah pudar selalu mau menolong orang dengan segala keterbatasannya.
Memang orang baik akan selalu bersinar dimanapun ia ditempatkan. Percaya bahwa kebaikan akan selalu dapat mengalahkan kejahatan. Gusti ora sare..... .
.
Foto ini diambil seminggu setelah ahok masuk mako brimob. Nyesel banget ga bawa Nikita lebih cepat tuk ketemu Ahok. Cuma liat standing picturenya aja udh kaya begini apalagi ketemu orangnya. .
.
sekarang boro2 mo wisata tur balaikota, yg ada malah pintu tertutup rapat, jendela ditutup hordeng tebal... seolah2 hendak menutupi kebusukan2 yg terjadi. Garong2 dan tikus2 mafia itu sekarang berpesta pora karna 'anjing penjaga' sudah berhasil mereka kurung. .
.
Tetaplah bersinar pak @basukibtp , tak sabar kami menunggumu di luar sini..... #tetapahok #kangenahok #basukitjahayapurnama #temanahok - #regrann

yah dikenali juga @masengimaris 😅😄#tetapahok ya✌🏼

Respect Bu @trirismaharini 👍👍
Banggalah warga Surabaya memiliki Bu Risma tidak hanya sebagai walikota namun juga sebagai ibu semua warga 👍👍
Kepada teman-teman semua, selalu waspada ya!
Kalau ada orang mencurigakan, jangan langsung buka pintu pagar, meskipun dia wanita atau anak-anak. Teroris bisa menggunakan siapapun untuk mengelabuhi orang-orang.
Penjaga pagar harus jaga jarak dengan pengunjung yang datang.
Kalau melihat gerak-gerik yang mencurigakan, segera lapor ke pihak yang berwajib!

#stopterorisme #antiterorisme
#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #basukibtp #basukitjahajapurnama

Ada yang bertanya, menurut saya apa akar permasalahan terorisme?
Nih saya jawab ya:

1. Orang bisa jadi teroris karena dia menganut paham radikalisme. Dan radikalisme baik di media sosial atau di dunia nyata selama ini didiamkan begitu saja.
Masih ingat banyak yang teriak-teriak "ayo ayo ayo bunuh Ahok!" ketika demo berjilid-jilid?
Masih ingat anak-anak yang bergerombol lalu berteriak, "bunuh bunuh bunuh si Ahok"?
Masih ingat dari zaman kampanye pilkada Jakarta hingga sekarang ini banyak ujaran kebencian di media sosial yang didiamkan?
Begitu banyak yang berteriak bunuh orang di depan umum tapi dibiarkan, padahal itu ancaman dan ajakan untuk membunuh orang di depan umum!
Nggak heran radikalisme makin berkembang dan anak-anak pun bisa terlibat kasus terorisme.

2. Karena pembicara-pembicara yang pro radikalisme dan pro terorisme dan bom bunuh diri masih dibiarkan bebas berkeliaran berbicara di mana-mana bahkan sampai berbicara di TELEVISI NASIONAL!
BAHKAN SEMAKIN RADIKAL MEREKA, MAKA MEREKA SEMAKIN TERKENAL, DIPUJA-PUJA, DAN DIKASIH PANGGUNG!

3. Karena lembaga-lembaga dan institusi pendidikan sudah dimasuki oleh oknum-oknum yang intoleransi bahkan pro radikalisme.
Masih ingat kasus pemilihan ketua OSIS nggak boleh non muslim?
Bahkan nggak jarang para pengajar di sekolah-sekolah dan kampus-kampus pun terlibat dalam kelompok-kelompok radikal.

4. KARENA PARA WNI YANG BARU PULANG DARI NEGARA-NEGARA KONFLIK DI TIMUR TENGAH TIDAK DIAWASI.
Sebenarnya mereka sudah lama pulang ke Indonesia, tapi tidak diawasi gerak-geriknya oleh pemerintah.
Beda sekali dengan pemerintah Singapura dan Malaysia yang langsung menindak tegas warganya yang baru pulang dari negara-negara konflik di timur tengah.
Setelah kejadian terorisme, barulah pemerintah dan pihak berwenang bertindak menangkap mereka.
Ini yang membuat saya geram, apa harus ada kejadian dulu baru bertindak??
SEMOGA OMONGAN SAYA INI NGGAK DIANGGAP HANYA SEKEDAR ANGIN LALU!

#stopterorisme #antiterorisme
#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #basukibtp #basukitjahajapurnama

Terduga Teroris Riau Akui Donatur Mereka Bekerja di BUMN

Oleh Nefri Inge pada pada 16 Mei 2018, 01:11 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Dua orang terduga teroris asal Pekanbaru, Riau, yang ditangkap Densus 88 Antiteror dan Polda Sumatera Selatan (Sumsel), pada Senin 14 Mei 2018, tidak mengakui adanya Pancasila.

Ketika diinterogasi langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, kedua terduga teroris tersebut sudah menghilangkan makna Pancasila dari kehidupan mereka.

Para terduga teroris yang ditangkap yaitu Heri Hartanto alias Abdul Rahman (39) dan Hengki Satria alias Abu Ansyor (38). "Mereka hapal Pancasila, saya juga tanyakan mereka tentang makna Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Tapi makna dari seluruh silanya mereka hilangkan," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat membuka kegiatan Tatap Muka Forkopinda Sumsel di Aula Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (15/5/2018). Salah satu terduga teroris asal Pekanbaru mengakui donatur mereka merupakan warga Pekanbaru, yang bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mereka juga sudah menyebutkan identitas dan tempat tinggal dosen yang mengajar di universitas di Palembang, yang gagal mereka temui.

Namun Kapolda Sumsel masih belum bisa menjadikan kesaksian kedua terduga teroris tersebut sebagai fakta hukum. Mereka akan mencaritahu bukti pendukung lainnya. Karena saat ditangkap, tidak ada bukti apapun yang menguatkan mereka sebagai pelaku teroris. "Kita akan caritahu apakah ada transfer uang, atau ada saksi yang melihat donatur tersebut memberikan dana ke mereka. Termasuk identitas dosen tersebut, bisa saja nama yang disebutkan palsu dan alamat yang dimaksud adalah perkantoran," katanya.

Informasi tersebut masih akan mereka kembangkan, salah satunya berkoordinasi dengan Densus 88, Polresta, dan Polda Riau. Kedua terduga teroris ini mengaku sebagai anggota Jamaah Anshorul Daarul (JAD). Bahkan mereka mendalami cara berjihad dari ustaz yang mereka panuti melalui internet.

#stopterorisme #antiterorisme
#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #basukibtp #basukitjahajapurnama

Most Popular Instagram Hashtags