#sunnahtube

MOST RECENT

HUKUM MENGOLOK-OLOK AGAMA UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN TERTAWA

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada sebagian orang yang bercanda dengan perkataan yang mengandung olok-olok terhadap Allah atau RasulNya atau agama. Bagaimana hukumnya ?

Jawaban.
Perbuatan ini, yakni mengolok-olok Allah atau RasulNya atau KitabNya atau agamaNya, walaupun dengan bercanda dan sekalipun sekedar untuk membuat orang lain tertawa, sesungguhnya perbuatan ini merupakan kekufuran dan kemunafikan. Perbuatan ini seperti yang pernah terjadi pada masa nabi yaitu mereka yang mengatakan,
.
“Kami belum pernah melihat para pembaca (Al-Qur’an) kami yang lebih buncit perutnya, lebih berdusta lisannya dan pengecut saat berhadapan dengan musuh”. Maksudnya adalah Rasulullah dan para sahabatnya. Lalu turunlah ayat tentang mereka. “Artinya : Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. [At-Taubah : 65]

Karena itu mereka datang kepada Nabi dan mengatakan, “Sesungguhnya kami membicarakan hal itu ketika kami dalam perjalanan, dengan tujuan untuk menghilangkan payahnya perjalanan”. Namun Rasulullah berkata kepada mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah.
.
“Artinya : Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok ?. Tidak usah kami minta maaf karena kamu kafir sesudah beriman”. [At-Taubah : 65-66].
.
Jadi, segi Rububiyah, kerasulan, wahyu dan agama adalah segi yang terhormat, tidak boleh seorangpun bermain-main dengan itu, tidak untuk olok-olok, membuat orang lain tertawa ataupun menghina. Barangsiapa yang melakukannya berarti ia telah kafir, karena perbuatannya itu menunjukkan penghinaan terhadap Allah Ta’ala, para rasulNya, kitab-kitabNya dan syariat-syariatNya. Dari itu, barangsiapa melakukan perbuatan tersebut, hendaknya bertaubat kepada Allah Ta’ala atas apa yang telah diperbuatnya. [Majmu Fatawa wa Rasa’il Ibnu Utsaimin, Juz 2, hal.156] almanhaj.or.id #IslamQ #SunnahTube
-
👤 Penceramah : Abu Ibraheem Hussnayn
.
#tauhid #sunnah #bidah #dakwahtauhid #dakwahsunnah

@Regran_ed from @sunnahtube
.
HUKUM MENGOLOK-OLOK AGAMA UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN TERTAWA

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada sebagian orang yang bercanda dengan perkataan yang mengandung olok-olok terhadap Allah atau RasulNya atau agama. Bagaimana hukumnya ?

Jawaban.
Perbuatan ini, yakni mengolok-olok Allah atau RasulNya atau KitabNya atau agamaNya, walaupun dengan bercanda dan sekalipun sekedar untuk membuat orang lain tertawa, sesungguhnya perbuatan ini merupakan kekufuran dan kemunafikan. Perbuatan ini seperti yang pernah terjadi pada masa nabi yaitu mereka yang mengatakan,
.
“Kami belum pernah melihat para pembaca (Al-Qur’an) kami yang lebih buncit perutnya, lebih berdusta lisannya dan pengecut saat berhadapan dengan musuh”. Maksudnya adalah Rasulullah dan para sahabatnya. Lalu turunlah ayat tentang mereka. “Artinya : Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. [At-Taubah : 65]

Karena itu mereka datang kepada Nabi dan mengatakan, “Sesungguhnya kami membicarakan hal itu ketika kami dalam perjalanan, dengan tujuan untuk menghilangkan payahnya perjalanan”. Namun Rasulullah berkata kepada mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah.
.
“Artinya : Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok ?. Tidak usah kami minta maaf karena kamu kafir sesudah beriman”. [At-Taubah : 65-66].
.
Jadi, segi Rububiyah, kerasulan, wahyu dan agama adalah segi yang terhormat, tidak boleh seorangpun bermain-main dengan itu, tidak untuk olok-olok, membuat orang lain tertawa ataupun menghina. Barangsiapa yang melakukannya berarti ia telah kafir, karena perbuatannya itu menunjukkan penghinaan terhadap Allah Ta’ala, para rasulNya, kitab-kitabNya dan syariat-syariatNya. Dari itu, barangsiapa melakukan perbuatan tersebut, hendaknya bertaubat kepada Allah Ta’ala atas apa yang telah diperbuatnya.
[Majmu Fatawa wa Rasa’il Ibnu Utsaimin, Juz 2, hal.156] almanhaj.or.id
#IslamQ #SunnahTube
-
👤 Penceramah : Abu Ibraheem Hussnayn
.
@tretanmuslim
@cokipardedereza
@majelislucuindonesia
#penistaagama #munafik

daeng_indonesia 🔎Tag KELUARGA & SAHABATMU.
Meninggalkan Perkara Syubhat.
-
Yang dimaksud syubhat adalah perkara yang masih samar hukumnya, apakah halal atau haram.
-
Jika kita menemukan perkara semacam ini, maka lebih utama untuk ditinggalkan. Semacam seseorang mendapati perselisihan ulama, apakah mengambil foto diri itu dibolehkan atau tidak dalam keadaan non-darurat.
-
Jika dalam masalah ini, kita tidak bisa menguatkan salah satu pendapat karena kuatnya dalil yang dibawakan dari pihak yang melarang dan pihak yang membolehkan, maka sikap wara’ dan hati-hati adalah tidak mengambil foto diri kecuali dalam keadaan darurat.
-
Namun bagi yang sudah jelas baginya hukum setelah menimbang dalil, maka tidak masalah ia mengambil pendapat yang ia yakini. Pembahasan kali ini masih ada sangkut pautnya dengan pembahasan kita kemarin mengenai sikap wara’.
⚠PENJELASAN LANJUT DI KOMENTAR :
.
👤 Penceramah : Ustadz DR. Khalid Basalamah, MA
🎬 Sumber : ikhwan.bogorz
⚠ Bantu Dakwah👇,
❤ Silahkan FOLLOW, Like & Share
👉 @daeng_indonesia👈 dan liat video lainnya!
-
#bidah #uas #syubhat #taqlid #selfreminder #safdahtv #yufidtv #ustadzkhalid #salafy #ustadzsyafiqrizabasalamah #pemudahijrah #ustadzkhalidbasalamah #hijrah #sunnahtube #aswaja #predatorquran #manhajsalaf #tutorialmakeup #sunnahjumat #yukngaji

From @sunnahtube
HUKUM MENGOLOK-OLOK AGAMA UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN TERTAWA

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada sebagian orang yang bercanda dengan perkataan yang mengandung olok-olok terhadap Allah atau RasulNya atau agama. Bagaimana hukumnya ?

Jawaban.
Perbuatan ini, yakni mengolok-olok Allah atau RasulNya atau KitabNya atau agamaNya, walaupun dengan bercanda dan sekalipun sekedar untuk membuat orang lain tertawa, sesungguhnya perbuatan ini merupakan kekufuran dan kemunafikan. Perbuatan ini seperti yang pernah terjadi pada masa nabi yaitu mereka yang mengatakan,
.
“Kami belum pernah melihat para pembaca (Al-Qur’an) kami yang lebih buncit perutnya, lebih berdusta lisannya dan pengecut saat berhadapan dengan musuh”. Maksudnya adalah Rasulullah dan para sahabatnya. Lalu turunlah ayat tentang mereka. “Artinya : Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. [At-Taubah : 65]

Karena itu mereka datang kepada Nabi dan mengatakan, “Sesungguhnya kami membicarakan hal itu ketika kami dalam perjalanan, dengan tujuan untuk menghilangkan payahnya perjalanan”. Namun Rasulullah berkata kepada mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah.
.
“Artinya : Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok ?. Tidak usah kami minta maaf karena kamu kafir sesudah beriman”. [At-Taubah : 65-66].
.
Jadi, segi Rububiyah, kerasulan, wahyu dan agama adalah segi yang terhormat, tidak boleh seorangpun bermain-main dengan itu, tidak untuk olok-olok, membuat orang lain tertawa ataupun menghina. Barangsiapa yang melakukannya berarti ia telah kafir, karena perbuatannya itu menunjukkan penghinaan terhadap Allah Ta’ala, para rasulNya, kitab-kitabNya dan syariat-syariatNya. Dari itu, barangsiapa melakukan perbuatan tersebut, hendaknya bertaubat kepada Allah Ta’ala atas apa yang telah diperbuatnya. [Majmu Fatawa wa Rasa’il Ibnu Utsaimin, Juz 2, hal.156] almanhaj.or.id #IslamQ #SunnahTube
-
👤 Penceramah : Abu Ibraheem Hussnayn
.
👉 Follow Instagram @sunnahtube

Cara Meraih "KHUSYUK" saat Shalat .
Hijrah Yuk !! .
.
.
.
.
Sampaikanlah kepada yg lain .
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).
-------------------------
.
Jika video ini bermanfaat, follow instagram @info.muslimah
.
"Jangan Bosan Saling Berpesan dalam Kebaikan"
⤵Tag saudara seiman kita di kolom komentar
🔄Free Repost
. ----------------------------------------------------------------------------#tausiyahku#tausiyahcinta #notemuslimah #pecintaquran #duniajilbab #sunnahtube #tauhid #ikhwan #hijrahu #rasulullah #nasehatulama #adihidayat #ustadzsubhanbawazier #nasehatislam #islamdiary #kartunmuslim #ukhti #tausiyah #beraniberhijrah #ustadzevieeffendi #ustsyafiqrizabasalamah #dakwahindonesia #ceramahpendek #ustadkhalidbasalamah #ceramahislam #mediadakwah #ustadhananattaki #ustadabdulsomad #ustadadihidayat #duniaislam99

@Regran_ed from @islamworld99 - Pahala yang paling besar diantara shalat 5 waktu . .
.
.
Hijrah Yuk !! .
.
.
.
Jangan lupa follow @islamworld99
Jangan lupa tag sahabatmu juga 👍 ------------------------------------------------------------------------------- #tausiyahku#tausiyahcinta #bengkulumengaji #kotabengkulu #notemuslimah #pecintaquran #duniajilbab #sunnahtube #tauhid #ikhwan #hijrahu #rasulullah #ustadzsubhanbawazier #nasehatislam #islamdiary #kartunmuslim #ukhti #tausiyah #beraniberhijrah #duniaislam99

AGAR ANAK HAFAL AL QURAN SEBELUM USIA 7 TAHUN. .

1. Ketika anak kita lahir, dari usia 1 hari perdengarkan Al Quran setiap harinya 1 juz dan ulangi sebanyak 5 kali.
Ulangi terus selama satu bulan. Jadi dalam waktu 1 bulan 1 juz di ulang sebanyak 150 kali. Maka waktu yang diperlukan untuk menamatkan memperdengarkan Al Quran sebanyak 30 juz hanya 30 bulan, yaitu 2,5 tahun. Ketika anak kita usianya 2,5 tahun dia sudah mendengarkan Al Quran 30 juz sebanyak 150 kali. .

2. Pilihlah bacaan dari para Masyayikh, para Qori yang terkenal bacaannya fasih, seperti Qori Syekh Mahmud Kholil Al Hushori, Syekh Shiddiq Al Minsyawi, dll. Atau para Qori dari Saudi Arabia, seperti Syekh Ali Al Hudzaifi, Syekh Muhammad Ayyub, dll. .

3. Ketika anak kita sudah tamat mendengarkan bacaan Al Quran 30 juz, maka ajarkan hafalan kepadanya. Sehari setengah halaman atau satu halaman, ulangi setiap harinya sampai 5 kali. .

4. Buat cara yang menarik untuk anak kita agar mau menghafal, berikan hadiah ketika bisa mencapai target. .

5. Doa kepada Allah ta'ala agar dimudahkan dalam membimbing anak kita dalam proses menghafal Al Quran 30 juz. .

Dengan metode seperti ini, hanya perlu waktu 1,5 tahun anak kita hafal Al Quran 30 juz. .

Mudahan-mudahan Allah ta'ala berikan karuniaNya kepada kita semua agar keluarga kita menjadi Ahlul Quran dan semoga putra-putri kita hafal Al Quran 30 juz
.
#hafidzquran #menghafalquran #cintaalquran #cintaallah #alquransunnah #videokajian #islamituindah #ceramahislam #shahih #jumatmubarok #ngajibareng #sunnahtube #muamalah #cintadalamdoa #tausyiahku #pemuda_hijrah #yukhijrah #renunganislam #dewopakde #penuhmakna #muhasabahdiri #pemudihijrah #ustadadihidayat #ustadkhalidbasalamah #berdakwah #quotesislami #hadist #akhirat #taubatnasuha #kiamatsudahdekat

@Regrann from @sunnahtube - HUKUM MENGOLOK-OLOK AGAMA UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN TERTAWA

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada sebagian orang yang bercanda dengan perkataan yang mengandung olok-olok terhadap Allah atau RasulNya atau agama. Bagaimana hukumnya ?

Jawaban.
Perbuatan ini, yakni mengolok-olok Allah atau RasulNya atau KitabNya atau agamaNya, walaupun dengan bercanda dan sekalipun sekedar untuk membuat orang lain tertawa, sesungguhnya perbuatan ini merupakan kekufuran dan kemunafikan. Perbuatan ini seperti yang pernah terjadi pada masa nabi yaitu mereka yang mengatakan,
.
“Kami belum pernah melihat para pembaca (Al-Qur’an) kami yang lebih buncit perutnya, lebih berdusta lisannya dan pengecut saat berhadapan dengan musuh”. Maksudnya adalah Rasulullah dan para sahabatnya. Lalu turunlah ayat tentang mereka. “Artinya : Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. [At-Taubah : 65]

Karena itu mereka datang kepada Nabi dan mengatakan, “Sesungguhnya kami membicarakan hal itu ketika kami dalam perjalanan, dengan tujuan untuk menghilangkan payahnya perjalanan”. Namun Rasulullah berkata kepada mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah.
.
“Artinya : Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok ?. Tidak usah kami minta maaf karena kamu kafir sesudah beriman”. [At-Taubah : 65-66].
.
Jadi, segi Rububiyah, kerasulan, wahyu dan agama adalah segi yang terhormat, tidak boleh seorangpun bermain-main dengan itu, tidak untuk olok-olok, membuat orang lain tertawa ataupun menghina. Barangsiapa yang melakukannya berarti ia telah kafir, karena perbuatannya itu menunjukkan penghinaan terhadap Allah Ta’ala, para rasulNya, kitab-kitabNya dan syariat-syariatNya. Dari itu, barangsiapa melakukan perbuatan tersebut, hendaknya bertaubat kepada Allah Ta’ala atas apa yang telah diperbuatnya. [Majmu Fatawa wa Rasa’il Ibnu Utsaimin, Juz 2, hal.156] almanhaj.or.id #IslamQ #SunnahTube
-
👤 Penceramah : Abu Ibraheem Hussnayn
.
👉 Follow Instagram @SunnahTube
🔎 Jangan lupa tag sahabatmu

Most Popular Instagram Hashtags