[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

#sorotpurworejo

2450 posts

TOP POSTS

#Grabag, (purworejo.sorot.co)--Budaya bertamasya bersama keluarga besar usai melakukan silaturahmi lebaran menjadi berkah besar bagi para pelaku pariwisata. Sejumlah obyek wisata dibanjiri oleh wisatawan. Jumlah wisatawan melonjak tajam lantaran pelancong yang datang tidak hanya didominasi oleh warga lokal maupun wisatawan regional saja, akan tetapi juga dari para pemudik.

Objek wisata Pantai Ketawang di Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag merupakan salah satu dari sekian banyak obyek wisata di Purworejo yang banjir pengunjung. Jumlah pengunjung naik signifikan jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Wahana yang kumplit seperti bukit Taman Cemara, Menara Bintang, Mini Zoo menjadi alasan mengapa pantai ini menjadi salah satu destinasi utama pada musim liburan kali ini.

Saah seorang pengelola obyek wisata Pantai Ketawang, Susanti, jumlah pengunjung yang datang berangsur-angsur menaik pada libur lebaran ini. Pada hari pertama lebaran, pengunjung hanya mencapai 1000 orang. Namun seiring bergantinya hari, jumlah pengunjung terus naik berlipat. Hingga saat ini, H+2 lebaran menjadi puncak kunjungan wisatawan di mana pengunjung yang datang menyentuh angka hingga 7000 ribuan pengunjung. "Sementara masih H+2 menjadi hari yang paling ramai," katanya, Rabu (28/06/2017) siang.

Guna menjamin kenyamanan para pengunjung, pengelola obyek wisata Pantai Ketawang melakukan koordinasi dengan aparat keamanan maupun instansi terkait. Jalur pariwisata menjadi salah satu prioritas utama untuk ditangani. Sejumlah petugas dari polisi maupun hansip di jalanan seputar obyek wisata untuk mencegah terjadinya kemacetan yang membuat para wisatawan tidak nyaman. "Semoga momen lebaran ini bisa menjadi awal dari berkembangnya obyek wisata yang memang belum lama ini dibuka," tutur dia.

Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

#Bagelen, (purworejo.sorot.co)--Di Kecamatan Bagelen, momen Lebaran bisa juga dibilang menjadi bulan penuh berkah bagi penggiat dan pecinta seni budaya tradisional. Hampir di setiap desa, digelar pentas seni Tari Dolalak maupun pentas Tari Jaran Kepang untuk menghibur para pemudik. Membludaknya job ini tentunya menjadi rejeki tersendiri bagi para penggiat kesenian tradisional. Sementara bagi para pecinta seni, mereka mendapatkan hiburan gratis.

Tak hanya pagelaran kesenian tradisional saja, seniman yang bergerak di bidang seni rupa pun juga ikut unjuk gigi. Seperti yang dilakukan oleh seniman kawakan Dimas Nanang Hadi yang menggelar pameran lukisan di rumahnya di Desa Soko, Kecamatan Bagelen.

Setia Andi salah satu seniman lokal Purworejo menuturkan bahwa khasanah seni rupa di Purworejo pada beberapa waktu mendatang akan semakin semarak. Hal ini lantaran, Dimas Nanang Hadi, sang maestro seni pahat dan lukis yang karyanya sudah mendunia kini memutuskan untuk balik kandang ke Purworejo. Dimas memboyong keluarganya dan tinggal di rumah orang tuanya di Desa Soko, Kecamatan Bagelen.

Diakui Setia Andi, kehadiran Dimas seakan menjadi spirit baru bagi perupa lokal Bagelen khususnya dan Purworejo pada umumnya. Kehadiran Dimas yang banyak melakukan diskusi dengan para seniman lokal membuat gairah seni para perupa seakan kembali menyeruak lagi dengan ilmu-ilmu baru yang didapat dari Dimas. "Mas Dimas membuat Geleri Seni yang diberi nama Surau Galery Art," katanya, Selasa (27/06/2017). Menurut Andi, agenda waktu dekat ini Dimas dan beberapa seniman asli Desa Soko akan mengadakan pameran dalam waktu sepekan yang dimulai sejak tanggal 25 Juni 2017 kemarin. Pameran tersebut menampilkan hasil karya perupa Desa Soko seperti handicraft, kerajinan music bambu, lukisan, patung, maupun kesenian tradisional lainnya.

Hadirnya pameran semacam ini membuat Lebaran di Desa Soko menjadi sedikit berbeda dengan daerah lain. Tak hanya melulu kesenian tradisional saja, akan tetapi juga diramaikan dengan pameran seni rupa yang semakin menambah khasanah.
Read More...
.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purworejo memberikan reaksi positif atas kepatuhan para perusahaan maupun pengemudi bus dalam menaati peraturan harus masuk terminal yang diberlakukan selama musim Lebaran 2017 ini. Dinas mengklaim, seluruh bus angkutan lebaran menaati peraturan tersebut dan masuk ke terminal Tipe A Purworejo.

Kepala terminal tipe A Purworejo, Slamet Jiwantoro menyampaikan, upaya Dinas Perhubungan yang di lakukan selama arus mudik ini untuk menertibkan angkutan arus mudik berhasil. Selama arus mudik terpantau semua angkutan lebaran masuk terminal. Berdasarkan catatan pihaknya, sekitar 700 bus masuk ke terminal dan melakukan aktifitas bongkar muat di sana. Jumlah ini hampir sesuai dengan jumlah angkutan bus lebaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Selama arus mudik kami menempatkan petugas dishub untuk berjaga di depan pintu masuk terminal. Kami mengerahkan 30 Petugas Untuk berjaga secara bergantian selama 24 jam. Petugas kami yang berjaga akan menegur setiap bus yang menurunkan maupun menaikan penumpang di luar terminal, kata Slamet, Rabu (28/06/2017) siang.

Slamet menambahkan, pihaknya tak main-main dalam menegakkan peraturan tersebut. Bagi bus yang kedapatan melanggar peraturan, akan diberi sanksi berat berupa pencabutan izin penyelenggara angkutan antar kota antarprovinsi.

Kami perbaiki semua fasilitas di terminal tipe A Purworejo dan seluruh fasilitas, kami gratiskan sejak Januari 2017 supaya semua orang yang mudik mau masuk terminal. Kalau busnya dilarang tapi penumpang masih ada yang naik di luar kan sama saja, makanya kami perbaiki fasilitas agar penumpang tidak menunggu bus di luar terminal yang akan mengganggu arus mudik lebaran,” tandasnya.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Kutoarjo, (purworejo.sorot.co)--Bagi para pemudik yang menggunakan moda transportasi umum, momen Lebaran seakan penuh dengan perjuangan. Hari-hari mereka diwarnai dengan perburuan tiket angkutan mereka untuk kembali ke daerah asal maupun ke perantauan.

Seakan tak mau kehilangan kesempatan, para pemudik sudah rela antri untuk mencari tiket pulang mereka ke perantauan. Keramaian di loket Stasiiun Besar Kutoarjo sendiri sudah terjadi sejak H-1 Lebaran 2017.

Petugas stasiun besar Kutoarjo, Arif mengatakan, kepadatan di loket stasiun sudah terjadi sejak H-1 Lebaran. Diungkapkannya, mayoritas tiket yang diburu adalah untuk keberangkatan tanggal 28 - 30 Juni dan tanggal 1-3 Juli 2017. Para pemudik menurutnya rela mengantri sejak pagi agar tidak kehabisan tiket kereta. Ada pula yang dengan sabar menunggu kabar adanya pembatalan tiket kereta sehingga bisa mereka gantikan.

Akibat membludaknya pemesan, tiket kereta api jurusan Jakarta untuk keberangkatan 28 -30 Juni dan tanggal 1-2 Juli sudah habis terjual,” kata Arif, Selasa (27/06/2017). Seorang calon penumpang Rahman (38) terlihat duduk di lantai depan loket pembelian tiket. Ia hendak memesan tiket kereta dengan tujuan Jakarta dengan keberangkatan pada tanggal 2 Juli 2017. Meski sudah datang sejak pagi, rupanya sudah ada banyak calon penumpang lainnya yang lebih pagi. "Saya antri sudah sejak pagi. Saya sudah dapat nomor antrian 165. Tiket rencananya untuk kedua orang tua saya, kalau saya balik pakai motor," ucapnya.

Sementara itu, calon penumpang lainnya, Santi (20), mengaku kedatangannya adalah untuk melakukan pembatalan. Ssebenarnya, sudah sejak lama memesan tiket untuk arus balik untuk tanggal 1 Juli 2017 mendatanng. Akan tetapi, hal tersebut terpaksa diurungkan karena adanya perubahan masuk kerja. "Ini baru di kabari pihak tempat kerja saya, kalau saya harus masuk kerja mulai tanggal 30 Juni 2017. Pinginnya sebenarnya bisa lama di rumah, tapi mau bagaimana lagi harus bekerja kembali jadi ini saya mau rubah jadi tanggal 28 Juni 2017, semoga saja bisa," tuturnya.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)—Insiden berdarah serangan teroris di Mapolda Sumatera Utara yang menewaskan 1 orang anggota kepolisian pada perayaan hari raya Lebaran 2017 cukup mengagetkan. Hal ini semakin membuktikan bahwa aparat kepolisian saat ini menjadi sasaran target para teroris.

Yang cukup mengejutkan, serangan teroris pada hari raya ini memang cukup berani. Bila sebelumnya mereka hanya mengincar markas polisi dengan lingkup yang kecil seperti Polres, saat ini para teroris mulai berani mengincar Mapolda yang tentunya memiliki personel maupun pengamanan yang lebih ketat. Tak berselang lama, petugas juga sempat menangkap seorang pria yang menyusup di Mapolda Jawa Tengah. Meski diketahui memiliki penyakit kejiwaan, namun hal semacam ini harus diantisipasi lebih awal guna mencegah jatuhnya korban dari kalangan aparat.

Sejumlah insiden serangan terhadap aparat kepolisian ditindak lanjuti oleh jajaran Polres Purworejo dengan lebih meningkatkan pengamanan maupun kesiagaan anggota. Walaupun hingga saat ini wilayah Purworejo masih relatif aman dan tidak ada insiden terorisme, akan tetapi para polisi tidak boleh lantas terlena. "Adanya serangkaian teror terhadap anggota polisi membuat anggota saya instruksikan untuk senantiasa waspada di manapun berada," kata Kapolres Purworejo, AKBP Satrio Wibowo, Rabu (28/06/2017) siang.

Anggota diminta lebih mengetatkan pengamanan terutama di markas-markas kepolisian yang saat ini tengah marak menjadi sasaran serangan kelompok teroris. Patroli menyeluruh diharapkan dilakukan guna mencegah anggota polisi Purworejo menjadi korban. "Kewaspadaan anggota juga ditingkatkan serta sistem pengamanan di lapangan maksimal agar semua aman dan nyaman," pungkasnya.

Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Kecelakaan tunggal mobil Toyota Kijang B 1047 KVH terjadi di jalan Deandles atau jalan Kutoarjo-Congot Km. 6, tepatnya di Desa Nampurejo Kecamatan Purwodadi. Kecelakaan yang memakan 4 korban jiwa dan 4 korban luka ini diduga disebabkan lantaran sopir mengantuk.

Anggota Unit Laka Satlantas Polres Purworejo, Bripka Triyono mengatakan kecelakaan terjadi Senin (26/06/2017), sekitar pukul 04.30 WIB. Mulanya, mobil melaju dari arah Barat ke Timur (Kebumen-Yogyakarta) dengan kecepatan 100 Km perjam. Sesampainya di lokasi kejadian kendaraan berjalan di jalur kanan kemudian sopir banting setir ke kiri dan terguling ke pekarangan warga. "Kecelakaan disebabkan sang sopir Wawan (45) dalam keadaan mengantuk saat mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Akibatnya mobil sempat berjalan di jalur kanan sebelum oleng kekiri dan terguling ke pekarangan warga," kata Bripka Triyono, Selasa (27/06/2017.

Dia menambahkan mobil sudah diamankan di Unit Laka Satlantas Polres Purworejo sebagai barang bukti.

Seperti yang diberitakan sebelumya telah terjadi kecelakaan di jalan Deandles yang mengakibatkan 4 orang penumpang meninggal dunia yakni Painah (70) warga Desa Ngrombo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul; Asmunah (60) warga Jatiasih, Bekasi; Avia Nusbela (20) mahasiswi asal Tt. Poris Gaga Baru Rt 03/01 Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang dan Baga Ainul Viki balita 3 tahun meninggal dunia. Sementara pengemudi mobil bersama 3 penumpang lainnya yakni Nursin (48); Sarmiyati (44), Viviana Rahmawati (17) warga Tt. Poris Gaga Baru Rt 03/01 Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang terhindar dari maut meski menderita luka-luka yang cukup serius.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Korban tewas kelima akibat kecelakaan selama arus mudik 2017 jatuh pada Selasa (27/06/2017) siang tadi. Seorang pemotor meregang nyawa di tempat kejadian setelah tersambar bus di Jalan Ir Juanda (Ring road utara), tepatnya di sebelah timur kantor Satpol PP Kabupaten Purworejo. Parijan (50) warga Desa Surojoyo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo tewas akibat luka parah di bagian kepalanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Kejadian bermula saat Bus Kencana Jaya AA 1400 CA yang dikemudikan oleh Darsun Budiyono (62) warga Desa Salam Kanci, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Purworejo melaju dari arah timur ke barat (Purworejo - Kutoarjo)

Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi bus mencoba mendahului sepeda motor Yamaha Vega nopol AA 4366 GP yang dikendarai oleh Parijan. Petaka bagi Parijan terjadi saat bus menyerempet motornya. Benturan tersebut membuat korban terjatuh dan pada akhirnya terlindas bus. Akibat luka berat di bagian kepala, akhirnya Parijan tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan.

Saat dikonfirmasi sorot.co, anggota Unit Laka Satlantas Polres Purworejo, Bripka Triyono membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kecelakaan terjadi karena pengemudi bus kurang perhitungan dan tidak berhati-hati pada saat mendahului sepeda motor. "Pengendara motor mengalami cedera kepala berat dan meninggal di tempat. Jenazah korban sendiri di bawa ke ke Rumah Sakit dr. Tjitrowardojo Purworejo," ucap Triyono.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

#Bagelen,(purworejo.sorot.co)--Rombongan pemudik terlibat kecelakaan di Jalan Purworejo-Yogyakarta km 13, Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen Kamis (22/6/2017) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Rombongan keluarga Sukiman (55) warga Pleret 5, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DIY yang menempuh perjalanan mudik dari Jakarta menggunakan mobil Avanza B 1553 PKP menabrak sepeda motor Honda Beat AA 3804 YV yang dikendarai oleh Budi Sarwoko, warga Dusun Pucungan, Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen. Akibat kejadian tersebut, pemotor mengalami luka cukup serius dan dilarikan ke RS Amalia, Temon, Kulonprogo, DIY.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula saat Sukiman dan keluarga melaju dari arah barat. Sesampai di tempat kejadian, dari arah yang sama, tiba-tiba muncul sepeda motor Honda Beat yang berbelok mendadak. Jarak yang terlalu dekat membuat kecelakaan tak terhindarkan. Sepeda motor sendiri sempat terseret sepanjang beberapa meter sebelum berhenti setelah menabrak pohon di pinggir jalan.

Ceritanya itu tadi saya habis sholat dan isi BBM di SPBU Bagelen, dan baru akan melanjutkan perjalanan, sampai dilokasi di depan saya ada sepeda motor, berjalan namun ada disebelah kiri, lalu saya mau menyalip dengan mengambil posisi sebelah kanan, tiba- tiba sepeda motor itu berbelok ke arah kanan. Saya sempat menghindar namun tidak berhasil,” ungkap sang pengemudi Avanza, Sukiman saat ditemui di lokasi kejadian.

Sementara itu, petugas Unit Laka Satlantas Polres Purworejo, Brigadir Ari Wibowo memaparkan, akibat tabrakan yang cukup keras, korban pesepeda motor, Budi Sarwoko menderita luka yang cukup parah di bagian kepala. Sementara dari pihak pengmudi mobil maupun rombongan pemudik yang diangkutnya, tidak menderita luka sama sekali. Budi sendiri dibawa ke RS Amalia Temon, Kulonprogo guna mendapatkan perawatan intensif.

Kejadian ini masih kami tangani, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kami amankan di kantor Unit Laka Satlantas Polres Purworejo. Sementara untuk rombongan pemudik sudah melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya dengan menggunakan kendaraan lain,” urai Ari.

Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Sejumlah perwakilan Pedagang Kaki Lima Alun-alun Purworejo melakukan audensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Hal tersebut mereka dilakukan dalam acara halal bi halal Gubernur Jawa Tengah bersama warga di kediaman orangtuanya di Kelurahan Semawung, Kecamatan Kutoarjo pada hari kedua Idul Fitri (26/6/2017). Rombongan yang dipimpin Ketua PKL Pendowo Tri Kurniawan Toro dan Indah Kumala Wardani, selaku sekertaris tidak menyiayiakan kesempatan yang ada. Secara langsung rombongan PKL bertemu dengan Ganjar. Para Pengurus PKL Pendowo diterima langsung oleh Ganjar dan istrinya Nyonya Siti Atikoh Suryani Pranowo.

Kami datang ke rumah Pak Ganjar di Kutoarjo, tujuan utama untuk ber Halal bi Halal. Ini kan suasana Idul Fitri. Ini acara Open House, jadi siapapun boleh bertemu langsung kepada beliau,” ungkap Indah, Senin kemarin.

Ketua PKL Pendowo, Tri secara khusus menyerahkan surat kepada Gubernur. Surat berisi tuntutan PKL Pendowo untuk tetap berjualan di Alun-alun Purworejo pasca revitalisasi Alun-alun langsung mendapat respon Gubernur.

Intinya kami datang untuk bersilaturahmi dan halal bi halal dengan Gubernur kami. Kedua, kami memang bercerita sedikit tentang tuntutan kami berkait dengan akan direlokasinya kami dari Alun-alun Purworejo,” beber Tri, usai bertemu Ganjar.

Dijelaskan Tri, Pak Ganjar bercerita tentang cara menata Kawasan Alun-alun.

Beliau banyak mengulang-ulang dan bercerita tentang kondisi Alun-alun Purbalingga. Katanya, disana PKL tetap ditempatkan khusus dan ditata sangat rapi di Kawasan Alun-alun,” ungkap Tri.

Menurut Tri, Ganjar sangat memahami tentang apa yang dilakukan oleh PKL, seperti menuntut agar tidak dipindahkan dari Alun-alun Purworejo.

Berulang-ulang Pak Ganjar bilang, Tirulah Alun-alun Purbalingga. Disana PKL nya tetap terakomodasi dengan sangat rapi, kebersihannya terjaga dan menjadi Ikon Kuliner di Purbalingga,” terang Tri menirukan ucapan Ganjar Pranowo

Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

MOST RECENT

Selamat pagiii, mau kemana hari ini? Kalau saya sih mau menjelajah Purworejo di sekitar Kemiri-Pituruh-Bruno. Bismillah, semoga lancar semuanya. Nanti foto dan infonya saya update di social media yes. Mari bangga sama wisata lokal.
.
.
.
#traveldiary
#traveling
#instatravel
#purworejonan
#sorotpurworejo
#explorepurworejo
#dolanjateng
#visitjateng
#jatenggayeng
#like4like
#follow4follow
#daysofhappiness

Purworejo,(purworejo.sorot.co)—Insiden berdarah serangan teroris di Mapolda Sumatera Utara yang menewaskan 1 orang anggota kepolisian pada perayaan hari raya Lebaran 2017 cukup mengagetkan. Hal ini semakin membuktikan bahwa aparat kepolisian saat ini menjadi sasaran target para teroris.

Yang cukup mengejutkan, serangan teroris pada hari raya ini memang cukup berani. Bila sebelumnya mereka hanya mengincar markas polisi dengan lingkup yang kecil seperti Polres, saat ini para teroris mulai berani mengincar Mapolda yang tentunya memiliki personel maupun pengamanan yang lebih ketat. Tak berselang lama, petugas juga sempat menangkap seorang pria yang menyusup di Mapolda Jawa Tengah. Meski diketahui memiliki penyakit kejiwaan, namun hal semacam ini harus diantisipasi lebih awal guna mencegah jatuhnya korban dari kalangan aparat.

Sejumlah insiden serangan terhadap aparat kepolisian ditindak lanjuti oleh jajaran Polres Purworejo dengan lebih meningkatkan pengamanan maupun kesiagaan anggota. Walaupun hingga saat ini wilayah Purworejo masih relatif aman dan tidak ada insiden terorisme, akan tetapi para polisi tidak boleh lantas terlena. "Adanya serangkaian teror terhadap anggota polisi membuat anggota saya instruksikan untuk senantiasa waspada di manapun berada," kata Kapolres Purworejo, AKBP Satrio Wibowo, Rabu (28/06/2017) siang.

Anggota diminta lebih mengetatkan pengamanan terutama di markas-markas kepolisian yang saat ini tengah marak menjadi sasaran serangan kelompok teroris. Patroli menyeluruh diharapkan dilakukan guna mencegah anggota polisi Purworejo menjadi korban. "Kewaspadaan anggota juga ditingkatkan serta sistem pengamanan di lapangan maksimal agar semua aman dan nyaman," pungkasnya.

Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

#Repost @sorotpurworejo (@get_repost)
・・・
Maturnuwun dhulurku 🙋
_____________________________________
#Grabag, (purworejo.sorot.co)--Budaya bertamasya bersama keluarga besar usai melakukan silaturahmi lebaran menjadi berkah besar bagi para pelaku pariwisata. Sejumlah obyek wisata dibanjiri oleh wisatawan. Jumlah wisatawan melonjak tajam lantaran pelancong yang datang tidak hanya didominasi oleh warga lokal maupun wisatawan regional saja, akan tetapi juga dari para pemudik.

Objek wisata Pantai Ketawang di Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag merupakan salah satu dari sekian banyak obyek wisata di Purworejo yang banjir pengunjung. Jumlah pengunjung naik signifikan jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Wahana yang kumplit seperti bukit Taman Cemara, Menara Bintang, Mini Zoo menjadi alasan mengapa pantai ini menjadi salah satu destinasi utama pada musim liburan kali ini.

Saah seorang pengelola obyek wisata Pantai Ketawang, Susanti, jumlah pengunjung yang datang berangsur-angsur menaik pada libur lebaran ini. Pada hari pertama lebaran, pengunjung hanya mencapai 1000 orang. Namun seiring bergantinya hari, jumlah pengunjung terus naik berlipat. Hingga saat ini, H+2 lebaran menjadi puncak kunjungan wisatawan di mana pengunjung yang datang menyentuh angka hingga 7000 ribuan pengunjung. "Sementara masih H+2 menjadi hari yang paling ramai," katanya, Rabu (28/06/2017) siang.

Guna menjamin kenyamanan para pengunjung, pengelola obyek wisata Pantai Ketawang melakukan koordinasi dengan aparat keamanan maupun instansi terkait. Jalur pariwisata menjadi salah satu prioritas utama untuk ditangani. Sejumlah petugas dari polisi maupun hansip di jalanan seputar obyek wisata untuk mencegah terjadinya kemacetan yang membuat para wisatawan tidak nyaman. "Semoga momen lebaran ini bisa menjadi awal dari berkembangnya obyek wisata yang memang belum lama ini dibuka," tutur dia.

Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#ketawang #pesonaketawang
#purworejo

#Grabag, (purworejo.sorot.co)--Budaya bertamasya bersama keluarga besar usai melakukan silaturahmi lebaran menjadi berkah besar bagi para pelaku pariwisata. Sejumlah obyek wisata dibanjiri oleh wisatawan. Jumlah wisatawan melonjak tajam lantaran pelancong yang datang tidak hanya didominasi oleh warga lokal maupun wisatawan regional saja, akan tetapi juga dari para pemudik.

Objek wisata Pantai Ketawang di Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag merupakan salah satu dari sekian banyak obyek wisata di Purworejo yang banjir pengunjung. Jumlah pengunjung naik signifikan jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Wahana yang kumplit seperti bukit Taman Cemara, Menara Bintang, Mini Zoo menjadi alasan mengapa pantai ini menjadi salah satu destinasi utama pada musim liburan kali ini.

Saah seorang pengelola obyek wisata Pantai Ketawang, Susanti, jumlah pengunjung yang datang berangsur-angsur menaik pada libur lebaran ini. Pada hari pertama lebaran, pengunjung hanya mencapai 1000 orang. Namun seiring bergantinya hari, jumlah pengunjung terus naik berlipat. Hingga saat ini, H+2 lebaran menjadi puncak kunjungan wisatawan di mana pengunjung yang datang menyentuh angka hingga 7000 ribuan pengunjung. "Sementara masih H+2 menjadi hari yang paling ramai," katanya, Rabu (28/06/2017) siang.

Guna menjamin kenyamanan para pengunjung, pengelola obyek wisata Pantai Ketawang melakukan koordinasi dengan aparat keamanan maupun instansi terkait. Jalur pariwisata menjadi salah satu prioritas utama untuk ditangani. Sejumlah petugas dari polisi maupun hansip di jalanan seputar obyek wisata untuk mencegah terjadinya kemacetan yang membuat para wisatawan tidak nyaman. "Semoga momen lebaran ini bisa menjadi awal dari berkembangnya obyek wisata yang memang belum lama ini dibuka," tutur dia.

Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Sudah pada jalan-jalan kemana nih? Kalau saya sih masih di Kutoarjo aja. Tinggal dibawa ke tempat yang instagramable atau bagus buat foto-foto aja udah seneng. Salah satunya ya di Jembatan Kali Jali yang sekarang udah dicat warna-warni jadi cucok buat pepotoan. .
.
Buat yang di sekitaran Kutoarjo-Purworejo atau lewat situ, silakan mampir Jembatan Kali Jali buat selfie dulu.
.
.
#PulangKampung2017
#mudik
#traveldiary
#instatravel
#Lebaran
#EidMubarok
#rainbow
#bridge
#explorepurworejo
#purworejonan
#sorotpurworejo
#like4like
#follow4follow
#daysofhappiness

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purworejo memberikan reaksi positif atas kepatuhan para perusahaan maupun pengemudi bus dalam menaati peraturan harus masuk terminal yang diberlakukan selama musim Lebaran 2017 ini. Dinas mengklaim, seluruh bus angkutan lebaran menaati peraturan tersebut dan masuk ke terminal Tipe A Purworejo.

Kepala terminal tipe A Purworejo, Slamet Jiwantoro menyampaikan, upaya Dinas Perhubungan yang di lakukan selama arus mudik ini untuk menertibkan angkutan arus mudik berhasil. Selama arus mudik terpantau semua angkutan lebaran masuk terminal. Berdasarkan catatan pihaknya, sekitar 700 bus masuk ke terminal dan melakukan aktifitas bongkar muat di sana. Jumlah ini hampir sesuai dengan jumlah angkutan bus lebaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Selama arus mudik kami menempatkan petugas dishub untuk berjaga di depan pintu masuk terminal. Kami mengerahkan 30 Petugas Untuk berjaga secara bergantian selama 24 jam. Petugas kami yang berjaga akan menegur setiap bus yang menurunkan maupun menaikan penumpang di luar terminal, kata Slamet, Rabu (28/06/2017) siang.

Slamet menambahkan, pihaknya tak main-main dalam menegakkan peraturan tersebut. Bagi bus yang kedapatan melanggar peraturan, akan diberi sanksi berat berupa pencabutan izin penyelenggara angkutan antar kota antarprovinsi.

Kami perbaiki semua fasilitas di terminal tipe A Purworejo dan seluruh fasilitas, kami gratiskan sejak Januari 2017 supaya semua orang yang mudik mau masuk terminal. Kalau busnya dilarang tapi penumpang masih ada yang naik di luar kan sama saja, makanya kami perbaiki fasilitas agar penumpang tidak menunggu bus di luar terminal yang akan mengganggu arus mudik lebaran,” tandasnya.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Kutoarjo, (purworejo.sorot.co)--Bagi para pemudik yang menggunakan moda transportasi umum, momen Lebaran seakan penuh dengan perjuangan. Hari-hari mereka diwarnai dengan perburuan tiket angkutan mereka untuk kembali ke daerah asal maupun ke perantauan.

Seakan tak mau kehilangan kesempatan, para pemudik sudah rela antri untuk mencari tiket pulang mereka ke perantauan. Keramaian di loket Stasiiun Besar Kutoarjo sendiri sudah terjadi sejak H-1 Lebaran 2017.

Petugas stasiun besar Kutoarjo, Arif mengatakan, kepadatan di loket stasiun sudah terjadi sejak H-1 Lebaran. Diungkapkannya, mayoritas tiket yang diburu adalah untuk keberangkatan tanggal 28 - 30 Juni dan tanggal 1-3 Juli 2017. Para pemudik menurutnya rela mengantri sejak pagi agar tidak kehabisan tiket kereta. Ada pula yang dengan sabar menunggu kabar adanya pembatalan tiket kereta sehingga bisa mereka gantikan.

Akibat membludaknya pemesan, tiket kereta api jurusan Jakarta untuk keberangkatan 28 -30 Juni dan tanggal 1-2 Juli sudah habis terjual,” kata Arif, Selasa (27/06/2017). Seorang calon penumpang Rahman (38) terlihat duduk di lantai depan loket pembelian tiket. Ia hendak memesan tiket kereta dengan tujuan Jakarta dengan keberangkatan pada tanggal 2 Juli 2017. Meski sudah datang sejak pagi, rupanya sudah ada banyak calon penumpang lainnya yang lebih pagi. "Saya antri sudah sejak pagi. Saya sudah dapat nomor antrian 165. Tiket rencananya untuk kedua orang tua saya, kalau saya balik pakai motor," ucapnya.

Sementara itu, calon penumpang lainnya, Santi (20), mengaku kedatangannya adalah untuk melakukan pembatalan. Ssebenarnya, sudah sejak lama memesan tiket untuk arus balik untuk tanggal 1 Juli 2017 mendatanng. Akan tetapi, hal tersebut terpaksa diurungkan karena adanya perubahan masuk kerja. "Ini baru di kabari pihak tempat kerja saya, kalau saya harus masuk kerja mulai tanggal 30 Juni 2017. Pinginnya sebenarnya bisa lama di rumah, tapi mau bagaimana lagi harus bekerja kembali jadi ini saya mau rubah jadi tanggal 28 Juni 2017, semoga saja bisa," tuturnya.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

#Bagelen, (purworejo.sorot.co)--Di Kecamatan Bagelen, momen Lebaran bisa juga dibilang menjadi bulan penuh berkah bagi penggiat dan pecinta seni budaya tradisional. Hampir di setiap desa, digelar pentas seni Tari Dolalak maupun pentas Tari Jaran Kepang untuk menghibur para pemudik. Membludaknya job ini tentunya menjadi rejeki tersendiri bagi para penggiat kesenian tradisional. Sementara bagi para pecinta seni, mereka mendapatkan hiburan gratis.

Tak hanya pagelaran kesenian tradisional saja, seniman yang bergerak di bidang seni rupa pun juga ikut unjuk gigi. Seperti yang dilakukan oleh seniman kawakan Dimas Nanang Hadi yang menggelar pameran lukisan di rumahnya di Desa Soko, Kecamatan Bagelen.

Setia Andi salah satu seniman lokal Purworejo menuturkan bahwa khasanah seni rupa di Purworejo pada beberapa waktu mendatang akan semakin semarak. Hal ini lantaran, Dimas Nanang Hadi, sang maestro seni pahat dan lukis yang karyanya sudah mendunia kini memutuskan untuk balik kandang ke Purworejo. Dimas memboyong keluarganya dan tinggal di rumah orang tuanya di Desa Soko, Kecamatan Bagelen.

Diakui Setia Andi, kehadiran Dimas seakan menjadi spirit baru bagi perupa lokal Bagelen khususnya dan Purworejo pada umumnya. Kehadiran Dimas yang banyak melakukan diskusi dengan para seniman lokal membuat gairah seni para perupa seakan kembali menyeruak lagi dengan ilmu-ilmu baru yang didapat dari Dimas. "Mas Dimas membuat Geleri Seni yang diberi nama Surau Galery Art," katanya, Selasa (27/06/2017). Menurut Andi, agenda waktu dekat ini Dimas dan beberapa seniman asli Desa Soko akan mengadakan pameran dalam waktu sepekan yang dimulai sejak tanggal 25 Juni 2017 kemarin. Pameran tersebut menampilkan hasil karya perupa Desa Soko seperti handicraft, kerajinan music bambu, lukisan, patung, maupun kesenian tradisional lainnya.

Hadirnya pameran semacam ini membuat Lebaran di Desa Soko menjadi sedikit berbeda dengan daerah lain. Tak hanya melulu kesenian tradisional saja, akan tetapi juga diramaikan dengan pameran seni rupa yang semakin menambah khasanah.
Read More...
.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Ini tradisi kampungku..
keliling wajib halal bihalal di hari pertama setelah selesai sholat Idul Futri.. dari mulai orang tua, disusul remaja, anak2 sampai ibu2..
dan setiap rumah punya satu persatu ciri makanan khas di rumahnya yang wajib ada ketika hari H.. Ada yang menghidangkan kerupuk rambak, rujak, lutisan, asinan, sate kolang kaling (rumahku), hingga gule kambing..
Indahnya Ramadhan dan hari kemenangan.. jaga dan lestarikan ya gaess😂☺☺😘

🙆 Yang penting happy going & pengabdiannya menolong sesama 👐 #korpsukarela #ksrpolsa #ksr #pmi #palangmerahindonesia #palangmerah #sekitarpurworejo #sorotpurworejo #pmi_siap_bantu #ksrpurworejo 😅

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Korban tewas kelima akibat kecelakaan selama arus mudik 2017 jatuh pada Selasa (27/06/2017) siang tadi. Seorang pemotor meregang nyawa di tempat kejadian setelah tersambar bus di Jalan Ir Juanda (Ring road utara), tepatnya di sebelah timur kantor Satpol PP Kabupaten Purworejo. Parijan (50) warga Desa Surojoyo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo tewas akibat luka parah di bagian kepalanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Kejadian bermula saat Bus Kencana Jaya AA 1400 CA yang dikemudikan oleh Darsun Budiyono (62) warga Desa Salam Kanci, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Purworejo melaju dari arah timur ke barat (Purworejo - Kutoarjo)

Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi bus mencoba mendahului sepeda motor Yamaha Vega nopol AA 4366 GP yang dikendarai oleh Parijan. Petaka bagi Parijan terjadi saat bus menyerempet motornya. Benturan tersebut membuat korban terjatuh dan pada akhirnya terlindas bus. Akibat luka berat di bagian kepala, akhirnya Parijan tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan.

Saat dikonfirmasi sorot.co, anggota Unit Laka Satlantas Polres Purworejo, Bripka Triyono membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kecelakaan terjadi karena pengemudi bus kurang perhitungan dan tidak berhati-hati pada saat mendahului sepeda motor. "Pengendara motor mengalami cedera kepala berat dan meninggal di tempat. Jenazah korban sendiri di bawa ke ke Rumah Sakit dr. Tjitrowardojo Purworejo," ucap Triyono.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Most Popular Instagram Hashtags