#sorotpurworejo

1717 posts

TOP POSTS

Purworejo, (purworejo.sorot.co)—Peredaram miras di Kabupaten Purworejo saat ini sudah dalam taraf cukup mengkhawatirkan. Hal ini terbukti dalam hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan oleh Polres Purworejo sejak seminggu terakhir ini. Total dalam operasi sejak Jumat (19/05/2017) hingga Jumat (26/05/2017) ini, petugas berhasil menyita 1.608 botol miras dengan berbagai merek.

Barang bukti miras tersebut disita dari sejumlah pegadang/pengedar miras di wilayah kabupaten Purworejo. Ribuan miras itu, kemudian dimusnahkan di halaman Kantor Bupati Purworejo, pada hari ini, dengan disaksikan Bupati dan Forkompinda, ulama dan tokoh masyarakat Purworejo.

Pemusnahan miras diawali dengan penandatangan berita acara yang dilakukan oleh Kapolres, Bupati, Kodim, Kejaksaan, Pengadilan, dan tokoh masyarakat, yang dilanjutkan dengan pemusnahan menggunakan kendaraan berat. "Hari ini kita menggelar pemusnahan hasil operasi penyakit masyarakat, yaitu miras, dengan hasil operasi sebanyak 1.608 botol miras berbagai merek," tutur Kapolres Purworjo, AKBP Satrio Wibowo, usai pemusnahan miras.

Disebutkan secara rinci, dari 1.608 miras yang dimusnahkan, terdiri atas  Mantion House sebanyak 57 botol, anggur merah 155 botol, vodka  122 botol, ciu 836 botol, bir bintang 69 botol, bir hitam 124 botol, dan Anggur Orang Tua sebanyak  130 botol. "Untuk kegiatan ini, kita antisipasinya adalah untuk menghadapi bulan suci ramadhan, di mana kita khawatirkan dalam bulan suci Ramadhan nanti ada tindak pidana yang disebabkan oleh miras, selain itu, operasi ini sekaligus juga dilakukan untuk menekan dan mempersempit peredaran minuman keras, dan selanjutnya kita menghormati bulan suci Ramadhan itu sendiri," urai dia.

Menurutnya, dalam bulan suci itu tidak boleh dinodai oleh kegiatan penyakit masyarakat apapun, pihaknya akan menindak secara tegas jika ada kegiatan penyakit masyarakat, yang ada dan dilakukan dalam bulan suci ramadhan. "Kita bersama seluruh komponen masyarakat akan senantiasa mengamankan situasi selama bulan suci ramadhan ini," ujarnya.

Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo

#Loano, (purworejo.sorot.co)--Leletnya proses perbaikan Jembatan Trirenggo di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano membuat warga turun tangan membangun jembatan darurat secara swadaya. Meski telah rusak akibat bencana alam satu tahun silam hingga kini pembangunan jembatan belum dapat direalisasikan oleh pemerintah.

Ketua Panitia pembangunan jembatan, Fatnani mengungkapkan, pihaknya mendapatkan kabar banwa pembangunan jembatan secara permanen baru akan dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2018. Hal itulah yang kemudian mendasari warga desa memilih untuk bergotong royong membangun jembatan secara swadaya.Jembatan tersebut menurut Fatnani sangat vital bagi aktifitas warga.

Pembangunan secara swadaya jembatan yang membentang sepanjang 25 meter di atas sungai Gading itu dikerjakan oleh tujuh desa di tiga kecamatan yang selama ini menjadi pengguna aktif jembatan Trirenggo. Ketujuh desa tersebut antara lain, Hardimulyo, Rimun, Tepansari, Kalikalong, Karangrejo, Donorati dan Sudimoro.

Mengingat jembatan ini sangatlah vital bagi ribuan warga di tujuh desa akhirnya kami bersama-sama berinisiatif membangun secara swadaya untuk jembatan darurat lah istilahnya, kata Fatnani, Rabu (25/5/2017). Terlebih menyambut bulan Ramadan dan Lebaran mendatang, menurut Fatnani mobilitas masyarakat akan semakin tinggi. Selain itu dengan tidak berfungsinya jembatan tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi warga yang menjadi sangat terhambat dengan tidak dapat dilaluinya jembatan Trirenggo. Warga terpaksa harus memutar hingga 30 kilometer melewati Banyuasin jika hendak pergi ke kota. "Pembangunan sementara ini adalah ide spontanitas dari masyarakat di tujuh desa yang baru dirembug minggu lalu. Masyarakat langsung bergerak cepat menghimpun material agar sebelum Ramadhan jembatan ini sudah dapat dilintasi," katanya.

Dari swadaya masyarakat tersebut berhasil terkumpul 30 batang pohon kelapa serta pasir. Sementara dari semen untuk pondasinya mendapatkan bantuan dari BPBD Purworejo sebanyak 40 sak dan logistik untuk warga yang ikut gotong royong.
Read More....
.
Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

#Grabag,(purworejo.sorot.co)--Suasana duka masih menyelimuti kediaman Ardi Prasetya (20) warga Kedundang III RT 18/ RW 07, Desa Kedundang, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo yang tewas akibat kecelakaan di Jalan Deandels tepatnya di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag Kamis (25/05/2017) malam. Pemuda tersebut tewas setelah mengalami luka berat di kepalanya.

Informasi yang berhasil, kecelakaan yang menewaskan Ardi terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Kejadian bermula saat sepeda motor Honda Verza AB 5343 LL yang dikendarai Ardi yang berboncengan dengan Viki Ari Rosyadi (17) warga Sebokarang RT 02/ RW 16, Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo melaju dari arah Kebumen menuju Kulonprogo.

Sesampainya di lokasi kejadian, di depannya juga melaju odong-odong yang dikendarai oleh Sukarjo (49) warga Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag yang mengangkut traktor sawah. Kondisi yang gelap membuat korban tak melihat begian belakang bak yang berisi traktor. Saat sadar atas keberadaan bak tersebut, kondisi sudah terlalu dekat. "Kecelakaan tak terhindarkan, korban menabrak bagian belakang bak pengangkut traktor dalam kecepatan yang tinggi," ungkap Kanit Laka Satlantas Purworejo Iptu Edy Winawan.

Benturan yang sangat keras membuat korban meregang nyawa di lokasi kejadian dengan menderita luka cidera kepala berat serta patah pada tulang tangan kanannya. Sedangkan pemboncengnya mengalami luka patah tulang tangan kanan, dan sobek pelipis kiri dirawat di RSU Palang Biru Kutoarjo. "Kedua kendaraan sudah kita amankan di Kantor Unit Laka Satlantas Purworejo, kita himbau pengguna jalan untuk terus berhati-hati saat di jalan raya," tegas dia.

Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

#Banyuurip,(purworejo.sorot.co)--Kesucian bulan Ramadhan yang menjelang tak membuat Skc (40) warga Kampung Snepo Krajan II, Kelurahan Kutoarjo, Kecamatan Banyuurip mengurungkan aktifitas berjualan togel yang telah dilakukannya sejak beberapa waktu terakhir. Akibatnya, resedivis ini harus kembali berurusan dengan petugas dari Reskrim Polres Purworejo setelah terjaring operasi penyakit masyarakat yang digelar menjelang bulan puasa 2017 ini.

Skc tertangkap basah saat sedang mengedarkan togel di sekitar tempatnya tinggal. Bersama dengan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah uang tunai dan kertas berisi rekapan nomor togel.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Kholid Mawardi memaparkan pelaku ditangkap di rumah kontrakannya, di Jalan Kliwonan I, Kelurahan Kutoarjo, Kecamatan Banyuurip pada Kamis (18/05/2017) lalu sekitar pukul 20.30 WIB. Skc diketahui memasarkan togel dengan cara memanfaatkan handphone. Para pembeli memesan nomor togel dengan mengirimkan sms kepada Skc dan kemudian dituliskan di kertas rekapan.

Dalam penggerebekan kita temukan rekapan togel di hp dan kertas rekapan sehingga pelaku tak lagi bisa berkelit,” papat Kholid, Jumat (26/05/2017). Kholid menambahkan, pelaku diketahui merupakan pemain lama dalam dunia pertogelan di Purworejo. Skc pernah ditangkap pada tahun 2016 silam untuk kasus yang sama.
Adapun dalam penangkapan kali ini, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar 500 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan togel, HP merek Samsung yang digunakan untuk berjualan togel serta 3 lembar kertas rekapan nomor togel Hongkong.

Kita jerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman penjara maksimal 10 penjara,” tutupnya.

Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Upaya pencarian dua remaja asal Purworejo yang terseret arus di pantai Laguna Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen hingga Jumat (25/5/2017) siang belum membuahkan hasil. Korban dilaporkan tenggelam di lautan lepas saat tengah bermain di pinggir pantai bersama kedua temannya.

Personil Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Yudi Busro, menyatakan, tim pencari korban belum menemukan titik terang. Pihaknya belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban bernama Bagas Surya Pamungkas (15) warga RT.02/04 Desa Butuh dan Rafi (13 ) warga RT. 01/ 04 Desa Butuh, Kecamatan Butuh.

Penyisiran sendiri melibatkan puluhan personil gabungan TNI, Polri dan dari sejumlah relawan yang beradal dari Kebumen maupun Purworejo. Yudi menambahkan, proses pencarian dilakukan pada radius 2 kilometer baik baik ke arah barat maupun ke timur dari lokasi kejadian. "Kita akan terus melakukan penyisiran sampai kedua korban tersebut diketemukan," tuturnya.

Seperti diketahui, empat orang remaja asal Kabupaten Purworejo, Kamis, (25/05) sore kemarin terseret ombak besar di Pantai Laguna Lembupurwo, Kecamatan Mirit. Mereka yang tengah asik bermain air dan mandi di pantai setempat tiba-tiba terseret ombak ke tengah. Dua kroban berhasil diselematkan, namun dua orang lainnya tenggelam dan hingga kini belum ditemukan.
.
.
Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

Purworejo, (purworejo.sorot.co)—Satu hari menjelang dimulainya Bulan Ramadhan, para narapidana di Rumah tahanan (Rutan) Kelas II Purworejo mendapatkan hadiah mengesankan. Pada Jumat (26/05/2017) ini, pihak Rutan Klas II Purworejo memberi keleluasaan bagi keluarga narapidana (Napi) untuk melakukan kunjungan.

Keleluasaan ini rupanya benar-benar dimanfaatkan oleh sejumlah keluarga napi yang langsung menyerbu Rutan. Tak pelak, suasana Rutan Purworejo sepanjang Jumat ini penuh dengan keharuan. Para napi dan keluarganya mendapatkan keistimewaan di mana mereka bebas bercengkerama dengan keluarganya tanpa dibatasi sekat di Rutan tersebut.

Banyak dari pengunjung yang memanfaatkan momen tersebut dengan menggelar makan bersama. Mereka sengaja membawa makanan dan minuman di rumah untuk dimakan bersama di Aula Rutan, tempat yang disediakan oleh pihak Rutan Purworejo.
Tidak seperti hari-hari biasa yang hanya dibatasi 30 menit saat berkunjung, kali ini, Rutan memberi keleluasaan berjam-jam dalam acara silaturahmi menjelang bulan suci Ramadhan. "Ini memang baru kali pertama dilaksanakan. Dan mungkin satu-satunya kegiatan yang ada di Jateng," kata Kepala Rutan Kelas II Purworejo, Nana Herdiana, saat membaur bersama keluarga Napi, Jumat siang.
Pihaknya berharap agar silaturahmi keluarga Napi bisa dilaksanakan rutin setiap tahun. Tidak hanya menjelang Ramadhan saja, tetapi menghadapi hari-hari keagamaan lainnya. Mengingat, silaturahmi itu penting untuk mempererat hubungan antara anggota keluarga dengan warga binaan. "Karena pada dasarnya, kita semua bersaudara. Baik sesama muslim maupun sebagai warga negara Indonesia," terangnya.
Dalam kegiatan itu, meski berstatus sebagai silaturahmi menjelang Ramadhan, akan tetapi juga boleh diikuti oleh napi yang beragama non muslim. Total sebanyak sebanyak 127 warga binaan Rutan Purworejo beserta keluarganya tumpah ruah guna saling melepas rasa rindu.
Heni (45), warga Purworejo yang datang mengunjungi anaknya di Rutan Purworejo mengaku senang dengan adanya kebijakan hari bebas berkunjung itu.
Read More....
.
.
Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

#Kutoarjo,(purworejo.sorot.co)--Rabu (24/05/2017) siang, anggota kepolisian dari Polsek Kutoarjo menggerebek sebuah rumah di Desa Turonggono, Kecamatan Kemiri. Petugas mengamankan 3 orang warga yang kedapatan melakukan judi jenis kartu cina.

Ketiga penjudi tersebut, Pj (46) warga Desa Tunggorono Kecamatan Kutoarjo, Znl (51) warga Desa Tunggorono, Kecamatan Kutoarjo dan Sn (43) warga Desa Gedong Kecamatan Kemiri kemudian diamankan ke Mapolsek Kutoarjo.

Penggerebekan sendiri berawal dari informasi warga setempat yang resah lantaran seringkali mendapati adanya aktifitas mencurigakan di sebuah rumah. Berbekal laporan tersebut, petugas yang sedang melaksanakan patroli cipta kondisi menjelang Ramadhan kemudia melakukan penyanggongan.

Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa di rumah salah satu warga di Desa Tunggorono, Kecamatan Kemiri sedang berlangsung perjudian dengan menggunakan kartu ceki, mendapati laporan itu kami langsung melakukan pengecekan,” tutur Kapolsek Kutoarjo, AKP Suwito, dalam gelar perkara kasus judi, di Mapolsek Kutoarjo pada Jumat (26/5/2017) siang.

Setelah meyakini perihal kebenaran laporan tersebut, petugas lalu menggerebek rumah tersebut. Ketiga pelaku yang sedang asyik berjudi tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah saat petugas membekuk mereka. Bersama dengan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa 2 set kartu cina sebanyak 120 lembar serta sejumlah uang tunai.
Tak ada perlawanan dalam penangkapan itu, dan mereka kami tahan guna mempertanggungjawabkan perbuatanya itu,” lanjutnya.

Ditemui di Mapolsek, salah seorang pelaku, Pj mengaku ia dan teman-tamannya hanya iseng bermain judi. Ia berdalih bahwa aktifitas ini hanya dilakukan untuk mengisi waktu senggang.

Hanya iseng saja kok, hasilnya untuk buat beli rokok,” katanya.

Saat ini ketiga penjudi masih dilakukan penahanan diMapolsek Kutoarjo, dan menjalani pemeriksaan lanjutan. Atas tindakan itu, ketiga warga itu dikenai pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Aparat kepolisian kembali menjadi sasaran aksi teror. Setelah sebelumnya berbagai macam serangan seperti yang terjadi di Polresta Surakarta hingga bom bunuh diri di Jakarta, bom bunuh diri meledak di Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur pada Rabu (24/05/2017) malam tadi. Lagi-lagi anggota kepolisian menjadi korban. Tercatat 3 orang petugas gugur sementara beberapa lainnya menderita luka-luka akibat serentetan ledakan bom tersebut.

Kapolres Purworejo, AKBP Satrio Wibowo saat dihubungi via televon mengatakan ikut berbela sungkawa atas kejadian bom bunuh diri yang merenggut korban aparat kepolisian. Menindak lanjuti hal tersebut, ia sudah memerintahkan kepada seluruh anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan. "Belum sampai status siaga satu, baru sebatas meningkatkan kewaspadaan," ungkapnya, Kamis (25/05/2017) siang.

Satrio menyadari bahwa memang saat ini, anggota polisi memang menjadi sasaran teror. Untuk itulah upaya antisipasi sudah sejak jauh-jauh hari dilakukan untuk mengantisipasi serangan semacam ini. Sejak beberapa waktu terakhir ini, sistem pengamanan Mako Polres Purworejo diperketat, body sistem, serta perihal keamanan pribadi personil itu sendiri. "Kalau upaya antisipasi sudah sejak awal saya masuk sudah saya terapkan beberapa upaya menangkal serangan semacam ini," lanjut dia.

Dilanjutkan Satrio, resiko paling besar sebenarnya ada pada  personil yang bertugas di lapangan. Pihaknya telah membekali para anggota yang bertugas di lapangan dengan senjata lengkap. Di samping itu, jajaran Polres Purworejo juga menugaskan polisi berpakaian preman untuk mengawasi teman-temannya. "Ya semuanya sudah kita antisipasi, semoga tetap aman di Purworejo," tegas dia.

Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Nasib naas dialami empat remaja asal Kabupaten Purworejo saat tengah asik mandi di Pantai Laguna Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen pada Kamis (25/05/2017) sore. Pasalnya, mereka yang sedang asyik bermain air tiba-tiba terseret hingga ke tengah perairan. Bahkan dua diantara mereka sampai saat ini belum juga ditemukan.

Salah satu personil Pusdalops BPBD Kebumen, Yudi Busro saat dikonfirmasi mengungkapkan, kejadian naas itu menimpa empat remaja, yakni Bagas Surya Pamungkas (15) salah satu warga Desa Butuh, Rafi (13 ) warga RT 01/ RW 04 Desa Butuh, Kecamatan Butuh, Himas Diningrat (12) warga RT. 02/ 04 Desa Butuh, Kecamatan Butuh dan Rosid Aldani (13) warga RT. 01/ 04 Desa Butuh, Kecamatan Butuh. Mereka yang berniat berlibur untuk menghilangkan penat, justru mengalami nasib naas ketika ombak besar di Pantai Laguna Lembupurwo menggulung empat bocah belasan tahun itu. "Sekira pukul 15.00 WIB, tanpa disadari datang gelombang ombak besar yang menyeret ke-4 remaja tersebut," papar Yudi, saat dikonfirmasi usai melakukan asessment dilokasi.

Beruntung kedua remaja atas nama Himas Diningrat dan Rosid Aldani berhasil selamat, namun nahas, kedua remaja atas nama Bagas Surya Pamungkas dan Rafi hingga berita ini diturunkan belum dapat ditemukan setelah terseret ombak tersebut. "Hingga kini kedua korban, yakni Bagas dan Rafi masih dalam pencarian. Sementara korban selamat masih sehat," pungkasnya.

Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

MOST RECENT

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Upaya pencarian dua remaja asal Purworejo yang terseret arus di pantai Laguna Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen hingga Jumat (25/5/2017) siang belum membuahkan hasil. Korban dilaporkan tenggelam di lautan lepas saat tengah bermain di pinggir pantai bersama kedua temannya.

Personil Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Yudi Busro, menyatakan, tim pencari korban belum menemukan titik terang. Pihaknya belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban bernama Bagas Surya Pamungkas (15) warga RT.02/04 Desa Butuh dan Rafi (13 ) warga RT. 01/ 04 Desa Butuh, Kecamatan Butuh.

Penyisiran sendiri melibatkan puluhan personil gabungan TNI, Polri dan dari sejumlah relawan yang beradal dari Kebumen maupun Purworejo. Yudi menambahkan, proses pencarian dilakukan pada radius 2 kilometer baik baik ke arah barat maupun ke timur dari lokasi kejadian. "Kita akan terus melakukan penyisiran sampai kedua korban tersebut diketemukan," tuturnya.

Seperti diketahui, empat orang remaja asal Kabupaten Purworejo, Kamis, (25/05) sore kemarin terseret ombak besar di Pantai Laguna Lembupurwo, Kecamatan Mirit. Mereka yang tengah asik bermain air dan mandi di pantai setempat tiba-tiba terseret ombak ke tengah. Dua kroban berhasil diselematkan, namun dua orang lainnya tenggelam dan hingga kini belum ditemukan.
.
.
Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

Gak perlu ribet cari yang lengkap, kalo d sini aja ada 😆😆segala kebutuhan sembako ,Jl.Raya Bayem no.5 Kutoarjo
#ukm#belanja#sorotpurworejo #stierajawali #ramadhan2017 #barokalloh #

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Diberlakukannya Undang-Undang Desa sejak beberapa tahun terakhir bisa dibilang menjadi berkah sekaligus juga pekerjaan bagi jajaran pemerintahan desa. Para Kepala Desa di satu sisi, bisa dengan leluasa menggencarkan pembangunan tanpa ada lagi hambatan dana lantaran sudah adanya gelontoran Dana Desa yang besar dari pemerintah pusat. Namun demikian, hal semacam ini tentunya juga mengundang pekerjaan yang tidak ringan. Dengan aktifitas pembangunan yang begitu banyak, beban pemerintah desa pun juga semakin bertambah.

Agar proses pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat, satu hal yang pasti dibutuhkan adalah peningkatan sumber daya manusia dari para Kepala Desa maupun jajarannya. Di sinilah kemudian peran dari Paguyuban Kepala Desa/Kelurahan dan Perangkat Desa atau biasa disebut Paguyuban Polosoro menjadi sangat penting. "Saat ini yang dibutuhkan sebuah aparatur yang baik, sebab harus menyelenggarakan pemerintah desa tepat mutu, profesional dan akuntabel," kata Bupati Purworejo, Agus Bastian saat pengukuhan Dwi Darmawan sebagai Ketua Paguyuban di Pendopo Kabupaten, Kamis (26/05/2017) kemarin.

Lanjut Bupati, Desa menjadi prioritas Pemkab Purworejo di masa kepemimpinannya. Peran desa menjadi sangat krusial dan strategis dalam pengembangan Kabupaten Purworejo. Ia mempunyai misi menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai bidang. Kondisi ini selaras dengan misi pusat tentang pemberdayaan desa. "Pesan saya agar Polosoro harus menjadi garda depan yang bersentuhan dengan masyarakat. Selain itu, Polosoro juga harus bisangemong tanpa memandang partai politik yang dipegang warga," ungkapnya.

Dikatakan, untuk anggota Polosoro harus tetap menjaga netralitas walaupun mereka juga memiliki hak politik yang sama. Ia tidak ingin di kemudian hari, justru anggota Polosoro menjadi ujung tombak partai politik sehingga mengesampingkan warganya. "Saya yakin dengan netralitas yang dimiliki akan membuatbargaining position yang kuat bagi Polosoro dengan parpol manapun," ujarnya.
Read More....
.
.
Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo

Purworejo, (purworejo.sorot.co)—Satu hari menjelang dimulainya Bulan Ramadhan, para narapidana di Rumah tahanan (Rutan) Kelas II Purworejo mendapatkan hadiah mengesankan. Pada Jumat (26/05/2017) ini, pihak Rutan Klas II Purworejo memberi keleluasaan bagi keluarga narapidana (Napi) untuk melakukan kunjungan.

Keleluasaan ini rupanya benar-benar dimanfaatkan oleh sejumlah keluarga napi yang langsung menyerbu Rutan. Tak pelak, suasana Rutan Purworejo sepanjang Jumat ini penuh dengan keharuan. Para napi dan keluarganya mendapatkan keistimewaan di mana mereka bebas bercengkerama dengan keluarganya tanpa dibatasi sekat di Rutan tersebut.

Banyak dari pengunjung yang memanfaatkan momen tersebut dengan menggelar makan bersama. Mereka sengaja membawa makanan dan minuman di rumah untuk dimakan bersama di Aula Rutan, tempat yang disediakan oleh pihak Rutan Purworejo.
Tidak seperti hari-hari biasa yang hanya dibatasi 30 menit saat berkunjung, kali ini, Rutan memberi keleluasaan berjam-jam dalam acara silaturahmi menjelang bulan suci Ramadhan. "Ini memang baru kali pertama dilaksanakan. Dan mungkin satu-satunya kegiatan yang ada di Jateng," kata Kepala Rutan Kelas II Purworejo, Nana Herdiana, saat membaur bersama keluarga Napi, Jumat siang.
Pihaknya berharap agar silaturahmi keluarga Napi bisa dilaksanakan rutin setiap tahun. Tidak hanya menjelang Ramadhan saja, tetapi menghadapi hari-hari keagamaan lainnya. Mengingat, silaturahmi itu penting untuk mempererat hubungan antara anggota keluarga dengan warga binaan. "Karena pada dasarnya, kita semua bersaudara. Baik sesama muslim maupun sebagai warga negara Indonesia," terangnya.
Dalam kegiatan itu, meski berstatus sebagai silaturahmi menjelang Ramadhan, akan tetapi juga boleh diikuti oleh napi yang beragama non muslim. Total sebanyak sebanyak 127 warga binaan Rutan Purworejo beserta keluarganya tumpah ruah guna saling melepas rasa rindu.
Heni (45), warga Purworejo yang datang mengunjungi anaknya di Rutan Purworejo mengaku senang dengan adanya kebijakan hari bebas berkunjung itu.
Read More....
.
.
Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

#Banyuurip,(purworejo.sorot.co)--Kesucian bulan Ramadhan yang menjelang tak membuat Skc (40) warga Kampung Snepo Krajan II, Kelurahan Kutoarjo, Kecamatan Banyuurip mengurungkan aktifitas berjualan togel yang telah dilakukannya sejak beberapa waktu terakhir. Akibatnya, resedivis ini harus kembali berurusan dengan petugas dari Reskrim Polres Purworejo setelah terjaring operasi penyakit masyarakat yang digelar menjelang bulan puasa 2017 ini.

Skc tertangkap basah saat sedang mengedarkan togel di sekitar tempatnya tinggal. Bersama dengan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah uang tunai dan kertas berisi rekapan nomor togel.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Kholid Mawardi memaparkan pelaku ditangkap di rumah kontrakannya, di Jalan Kliwonan I, Kelurahan Kutoarjo, Kecamatan Banyuurip pada Kamis (18/05/2017) lalu sekitar pukul 20.30 WIB. Skc diketahui memasarkan togel dengan cara memanfaatkan handphone. Para pembeli memesan nomor togel dengan mengirimkan sms kepada Skc dan kemudian dituliskan di kertas rekapan.

Dalam penggerebekan kita temukan rekapan togel di hp dan kertas rekapan sehingga pelaku tak lagi bisa berkelit,” papat Kholid, Jumat (26/05/2017). Kholid menambahkan, pelaku diketahui merupakan pemain lama dalam dunia pertogelan di Purworejo. Skc pernah ditangkap pada tahun 2016 silam untuk kasus yang sama.
Adapun dalam penangkapan kali ini, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar 500 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan togel, HP merek Samsung yang digunakan untuk berjualan togel serta 3 lembar kertas rekapan nomor togel Hongkong.

Kita jerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman penjara maksimal 10 penjara,” tutupnya.

Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar), Tri Joko Pranoto menghimbau kepada pengusaha rumah makan agar menghormati umat islam yang melaksanakan puasa pada Ramadhan 1438 Hijriah/2017. Hal itu dapat dilakukan dengan cara tidak memasarkan barang daganganya secara terbuka.

Mengingat mayoritas masyarakat di Kabupaten Purworejo beragama Islam, pengusaha tempat hiburan juga tak luput dari himbauan. Kasatpol PP meminta para pengusaha diminta untuk tidak membuka tempat hiburannya secara terbuka. Hal ini perlu untuk menjaga kekhusukkan dan kesucian Bulan Ramadhan di Kabupaten Purworejo. "Sesuai dengan surat edaran Bupati Purworejo nomor 541/4495 tentang Seruan Menyambut Bulan Suci Ramadhan, kami meminta agar para pengusaha saling menghormati mereka yang sedang berpuasa," katanya, Jumat (26/05/2017) siang.

Meski diizinkan tetap beroperasi, para pengusaha hiburan diminta untuk tidak melakukan kegiatan usaha secara terbuka baik siang hari maupun malam hari. Mereka diminta untuk tidak menggelar ajang hiburan yang mengundang dapat mengganggu umat Islam dalam menjalankan puasa. "Harus tetap menghormati mereka yang berpuasa," katanya.

Ditambahkan, selama bulan Ramadhan, Satpol PP Damkar akan melakukan kegiatan operasi pengamanan rutin bekerjasama dengan jajaran Kodim 0708/Purworejo. Pihaknya akan beroperasi di beberapa titik rawan keamanan di wilayah Purworejo. Hal itu perlu dijalankan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan selama menjalankan ibadah puasa. "Selain tugas rutin kita mengawal kegiatan terawih keliling Bupati, kita akan turut gelar kegiatan operasi malam. Jadwal sudah kita tentukan," pungkasnya.

Masyarakat diminta Kasatpol PP untuk proaktif melapor jika terjadi hal yang tidak di inginkan menyangkut keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan.

Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

MIRIS:
Dolalak itu sebenarnya yg dipamerkan apa?
1. Seksinya penari, mulusnya paha, hot goyangan, banyak banyakan saweran, atau
2. Indahnya gerak tarian, garapan tari, garapan musik, dan kompaknya semua penyaji.

Apa gerakan pemerintah #purworejo menanggapi penyajian dolalak yg lebih mementingkan poin pertama?
Apakah dengan berkesenian kita bisa dengan mudah melupakan KESOPANAN?

Bagaimana nasib #dolalak di kota ini maupun di KOTA TETANGGA kedepan?
#pemkabpurworejo #purworejohitz #purworejonan #sorotpurworejo #purworejokeren #dolalakpurworejo #aslipurworejo
#budayapurworejo

#Kutoarjo,(purworejo.sorot.co)--Rabu (24/05/2017) siang, anggota kepolisian dari Polsek Kutoarjo menggerebek sebuah rumah di Desa Turonggono, Kecamatan Kemiri. Petugas mengamankan 3 orang warga yang kedapatan melakukan judi jenis kartu cina.

Ketiga penjudi tersebut, Pj (46) warga Desa Tunggorono Kecamatan Kutoarjo, Znl (51) warga Desa Tunggorono, Kecamatan Kutoarjo dan Sn (43) warga Desa Gedong Kecamatan Kemiri kemudian diamankan ke Mapolsek Kutoarjo.

Penggerebekan sendiri berawal dari informasi warga setempat yang resah lantaran seringkali mendapati adanya aktifitas mencurigakan di sebuah rumah. Berbekal laporan tersebut, petugas yang sedang melaksanakan patroli cipta kondisi menjelang Ramadhan kemudia melakukan penyanggongan.

Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa di rumah salah satu warga di Desa Tunggorono, Kecamatan Kemiri sedang berlangsung perjudian dengan menggunakan kartu ceki, mendapati laporan itu kami langsung melakukan pengecekan,” tutur Kapolsek Kutoarjo, AKP Suwito, dalam gelar perkara kasus judi, di Mapolsek Kutoarjo pada Jumat (26/5/2017) siang.

Setelah meyakini perihal kebenaran laporan tersebut, petugas lalu menggerebek rumah tersebut. Ketiga pelaku yang sedang asyik berjudi tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah saat petugas membekuk mereka. Bersama dengan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa 2 set kartu cina sebanyak 120 lembar serta sejumlah uang tunai.
Tak ada perlawanan dalam penangkapan itu, dan mereka kami tahan guna mempertanggungjawabkan perbuatanya itu,” lanjutnya.

Ditemui di Mapolsek, salah seorang pelaku, Pj mengaku ia dan teman-tamannya hanya iseng bermain judi. Ia berdalih bahwa aktifitas ini hanya dilakukan untuk mengisi waktu senggang.

Hanya iseng saja kok, hasilnya untuk buat beli rokok,” katanya.

Saat ini ketiga penjudi masih dilakukan penahanan diMapolsek Kutoarjo, dan menjalani pemeriksaan lanjutan. Atas tindakan itu, ketiga warga itu dikenai pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

#Loano, (purworejo.sorot.co)--Leletnya proses perbaikan Jembatan Trirenggo di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano membuat warga turun tangan membangun jembatan darurat secara swadaya. Meski telah rusak akibat bencana alam satu tahun silam hingga kini pembangunan jembatan belum dapat direalisasikan oleh pemerintah.

Ketua Panitia pembangunan jembatan, Fatnani mengungkapkan, pihaknya mendapatkan kabar banwa pembangunan jembatan secara permanen baru akan dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2018. Hal itulah yang kemudian mendasari warga desa memilih untuk bergotong royong membangun jembatan secara swadaya.Jembatan tersebut menurut Fatnani sangat vital bagi aktifitas warga.

Pembangunan secara swadaya jembatan yang membentang sepanjang 25 meter di atas sungai Gading itu dikerjakan oleh tujuh desa di tiga kecamatan yang selama ini menjadi pengguna aktif jembatan Trirenggo. Ketujuh desa tersebut antara lain, Hardimulyo, Rimun, Tepansari, Kalikalong, Karangrejo, Donorati dan Sudimoro.

Mengingat jembatan ini sangatlah vital bagi ribuan warga di tujuh desa akhirnya kami bersama-sama berinisiatif membangun secara swadaya untuk jembatan darurat lah istilahnya, kata Fatnani, Rabu (25/5/2017). Terlebih menyambut bulan Ramadan dan Lebaran mendatang, menurut Fatnani mobilitas masyarakat akan semakin tinggi. Selain itu dengan tidak berfungsinya jembatan tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi warga yang menjadi sangat terhambat dengan tidak dapat dilaluinya jembatan Trirenggo. Warga terpaksa harus memutar hingga 30 kilometer melewati Banyuasin jika hendak pergi ke kota. "Pembangunan sementara ini adalah ide spontanitas dari masyarakat di tujuh desa yang baru dirembug minggu lalu. Masyarakat langsung bergerak cepat menghimpun material agar sebelum Ramadhan jembatan ini sudah dapat dilintasi," katanya.

Dari swadaya masyarakat tersebut berhasil terkumpul 30 batang pohon kelapa serta pasir. Sementara dari semen untuk pondasinya mendapatkan bantuan dari BPBD Purworejo sebanyak 40 sak dan logistik untuk warga yang ikut gotong royong.
Read More....
.
Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

#Grabag,(purworejo.sorot.co)--Suasana duka masih menyelimuti kediaman Ardi Prasetya (20) warga Kedundang III RT 18/ RW 07, Desa Kedundang, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo yang tewas akibat kecelakaan di Jalan Deandels tepatnya di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag Kamis (25/05/2017) malam. Pemuda tersebut tewas setelah mengalami luka berat di kepalanya.

Informasi yang berhasil, kecelakaan yang menewaskan Ardi terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Kejadian bermula saat sepeda motor Honda Verza AB 5343 LL yang dikendarai Ardi yang berboncengan dengan Viki Ari Rosyadi (17) warga Sebokarang RT 02/ RW 16, Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo melaju dari arah Kebumen menuju Kulonprogo.

Sesampainya di lokasi kejadian, di depannya juga melaju odong-odong yang dikendarai oleh Sukarjo (49) warga Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag yang mengangkut traktor sawah. Kondisi yang gelap membuat korban tak melihat begian belakang bak yang berisi traktor. Saat sadar atas keberadaan bak tersebut, kondisi sudah terlalu dekat. "Kecelakaan tak terhindarkan, korban menabrak bagian belakang bak pengangkut traktor dalam kecepatan yang tinggi," ungkap Kanit Laka Satlantas Purworejo Iptu Edy Winawan.

Benturan yang sangat keras membuat korban meregang nyawa di lokasi kejadian dengan menderita luka cidera kepala berat serta patah pada tulang tangan kanannya. Sedangkan pemboncengnya mengalami luka patah tulang tangan kanan, dan sobek pelipis kiri dirawat di RSU Palang Biru Kutoarjo. "Kedua kendaraan sudah kita amankan di Kantor Unit Laka Satlantas Purworejo, kita himbau pengguna jalan untuk terus berhati-hati saat di jalan raya," tegas dia.

Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Purworejo menyatakan dukungan penuh kepada Ferry Firmawan, dalam bursa pemilihan ketua umum Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jawa Tengah. Tidak hanya BPC HIPMI Purworejo, Ferry juga mendapat dukungan penuh dari BPC Wonosobo.

Sementara ini, Ferry yang menduduki jabatan sebagai Ketua Bidang Koperasi, UKM dan Pengembangan Start-up merupakan orang pertama yang mandeklarasikan diri sebagai calon ketua umum BPD HIPMI Jawa Tengah dalam Musyawarah Daerah (Musda) BPD HIPMI ke XIV yang rencanaya bakal digelar 29 Juli 2017 mendatang. "Kami mendukung caketum Ferry untuk maju memimpin HIPMI jateng mendatang. Ferry adalah sosok yang tepat untuk menjadi leader di HIPMI," ungkap ketua BPC HIPMI Purworejo, Gojali Muchtar, Jumat (26/5/2017) siang.

Deklarasi dukungan dilaksanakan berbarengan dengan Pelantikan HIPMI Perguruan Tinggi (PT) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan disaksikan sedikitnya 200 mahasiswa UMP, pengurus BPC HIPMI Wonosobo, Purworejo dan sejumlah tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Ferry menguraikan, bahwa alasan dirinya maju menjadi calon ketua umum bukan semata untuk dirinya pribadi. Kini, memasuki era Milenial, pengusaha muda dituntut untuk memperluas perannya. Ketika pengusaha muda sudah dapat memenuhi kebutuhan pribadi, maka peran mereka seyogyanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sosial, yakni kebutuhan interaksi dengan kelompok lain.

Di sinilah peran pengusaha dibutuhkan, selain sebagai motor penggerak perekonomian, mereka juga harus bisa berperan untuk menyelesaikan permasalahan kebutuhan masyarakat, terutama kemiskinan,” tegasnya.

Ferry menuturkan, data yang diimiliki badan pusat statistik menunjukan, jumlah kemiskinan di Jawa Tengah mencapai 4.493.750 orang atau 13,19 persen dari jumlah penduduk. Walaupun secara struktural untuk mengatasi kemiskinan merupakan tugas pemerintah, tetapi pengusaha dapat memberikan sumbangsihnya berupa kontribusi di lapangan ataupun pemikiran untuk mengurangi angka kemiskinan.
Read More....
.
.
Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo #kutoarjo

Purworejo, (purworejo.sorot.co)—Peredaram miras di Kabupaten Purworejo saat ini sudah dalam taraf cukup mengkhawatirkan. Hal ini terbukti dalam hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan oleh Polres Purworejo sejak seminggu terakhir ini. Total dalam operasi sejak Jumat (19/05/2017) hingga Jumat (26/05/2017) ini, petugas berhasil menyita 1.608 botol miras dengan berbagai merek.

Barang bukti miras tersebut disita dari sejumlah pegadang/pengedar miras di wilayah kabupaten Purworejo. Ribuan miras itu, kemudian dimusnahkan di halaman Kantor Bupati Purworejo, pada hari ini, dengan disaksikan Bupati dan Forkompinda, ulama dan tokoh masyarakat Purworejo.

Pemusnahan miras diawali dengan penandatangan berita acara yang dilakukan oleh Kapolres, Bupati, Kodim, Kejaksaan, Pengadilan, dan tokoh masyarakat, yang dilanjutkan dengan pemusnahan menggunakan kendaraan berat. "Hari ini kita menggelar pemusnahan hasil operasi penyakit masyarakat, yaitu miras, dengan hasil operasi sebanyak 1.608 botol miras berbagai merek," tutur Kapolres Purworjo, AKBP Satrio Wibowo, usai pemusnahan miras.

Disebutkan secara rinci, dari 1.608 miras yang dimusnahkan, terdiri atas  Mantion House sebanyak 57 botol, anggur merah 155 botol, vodka  122 botol, ciu 836 botol, bir bintang 69 botol, bir hitam 124 botol, dan Anggur Orang Tua sebanyak  130 botol. "Untuk kegiatan ini, kita antisipasinya adalah untuk menghadapi bulan suci ramadhan, di mana kita khawatirkan dalam bulan suci Ramadhan nanti ada tindak pidana yang disebabkan oleh miras, selain itu, operasi ini sekaligus juga dilakukan untuk menekan dan mempersempit peredaran minuman keras, dan selanjutnya kita menghormati bulan suci Ramadhan itu sendiri," urai dia.

Menurutnya, dalam bulan suci itu tidak boleh dinodai oleh kegiatan penyakit masyarakat apapun, pihaknya akan menindak secara tegas jika ada kegiatan penyakit masyarakat, yang ada dan dilakukan dalam bulan suci ramadhan. "Kita bersama seluruh komponen masyarakat akan senantiasa mengamankan situasi selama bulan suci ramadhan ini," ujarnya.

Sumber & Baca lengkap di :
sorotpurworejo.com
#sorotpurworejo #purworejo

Puji Syukur untuk hari ini terimakasih 16 dus di Satlantas Purworejo, tmksih mbak Tia mborong 10 dus, dan ibuk baik di Sucen 5 dusnya 😘.
Po besuk sdh 10 dus masuk ke kami, dan..
SABTU, 27 MEI 2017 kita sudah mulai buka STAND di Jl. Sarwo Edhi Wibowo 19 , Sindurjan Purworejo.
Ada banyak kejutan lhoh 😘
Harga Promo 20.000 /isi 10
Cp 081327434494
#tahuayamnywien #puworejotahuayam #purworejo #purworejonan #purworejohitz #purworejokeren #kulinermagelang #kulinerpurworejo #kulinerkutoarjo #sorotpurworejo #wisatapurworejo #wisatakulinerpurworejo #oleholehpurworejo #jajananpurworejo

Late post 😁,kita itu seperti angka 8 yang satu sma lain saling ngelengkapi ,tapi tetap gokil dan kocak..
#purworejohitz
#anakpurworejo
#instagood
#kangensekolah
#8
#sorotpurworejo
Pingin like dan followers tambah banyak boleh cek di www. Autolikegram. Net 😄👍

Most Popular Instagram Hashtags