#sorotpurworejo

2927 posts

TOP POSTS

#Loano, (purworejo.sorot.co)--Polisi meringkus Gy alias An (34) warga Desa Plipir, Kecamatan Purworejo. Pria berstatus duda tersebut dilaporkan telah membawa kabur gadis di bawah umur berinisial RI (16) Kecamatan Loano selama belasan hari.

Diketahui, korban RI merupakan siswa kelas XII SMA di Purworejo. Korban dibawa kabur selama kurang lebih 14 hari oleh pelaku, sejak akhir bulan Juni hingga Juli 2017.

Kepada awak media pelaku pertama kali mengenal RI melalui media sosial. Pelaku kemudian intens menjalin komunikasi dengan korban melalui media sosial selama beberapa waktu. Hingga akhirnya, keduanya kemudian memutuskan untuk copy darat. Saat pertemuan tersebutlah kemudian pelaku membujuk korban agar ikut mendampingi dirinya menuju Lampung untuk menjenguk orang tua pelaku yang tengah sakit. Bujuk rayu manis An membuat korban lantas bersedia mendampingi pelaku menjenguk orang tuanya. "Kenal di Facebook. Belum lama baru dua bulanan ketemuan terus saya ajak ke Lampung," ungkap Giyanto.

Orangtua korban yang mengetahui anaknya dibawa kabur oleh seorang laki-laki kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Loano. Setelah beberapa hari proses pencarian kemudian pelaku berhasil dibekuk di rumah orangtuanya di daerah Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo menyatakan dari hasil penyelidikan, dugaan sementara pelaku tidak hanya membawa kabur korban namun juga melakukan tindak pencabulan terhadap korban. Hingga saat ini kemungkinan tersebut masih didalami. "Indikasinya demikian, pelaku sudah melakukan pencabulan terhadap korban, untuk berapa kali kita tengah mendalaminya," katanya.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa handphone, maupun pakaian dalam. Atas perbuatannya, An akan dijerat dengan pasal 76 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling sedikit lima tahun dan maksimal lima belas tahun penjara. Sementara untuk korban dikembalikan kepada orang tuanya.

Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Festival Desa Wisata 2017 Jawa Tengah akan digelar pada tanggal 24 hingga 25 Juli 2017 ini. Adalah Kabupaten Magelang yang ditunjuk Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata ( Disporapar) Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah Festival Desa Wisata 2017 ini. Festival desa wisata ini sendiri diikuti oleh 35 desa wisata se Jawa Tengah.

Acara Festival Desa Wisata 2017 ini dengan tema Desaku Harapanku Mandiri Sejahtera ini berlangsung sangat meriah karena pelaksanaannya berbarengan dengan Festival Borobudur Internasional.

Pokdarwis Jayakatwang, Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag menjadi satu-satunya Pokdarwis perwakilan Kabupaten Purworejo di acara Festival Desa Wisata kali ini. "Dalam acara ini kami menampilkan paparan yel-yel, apresiasi seni salah satu yang di unggulkan adalah tarian Ketawang, stand pameran seperti Clorot, Pelas, Geblek, Batik Wedang pasir, dan masih banyak yang lainnya," ungkap Susanti, salah satu pengelola obyek wisata Pantai Ketawang, Senin (24/07/2017) siang kemarin.

Susanti menambahkan, melalui Festival Desa Wisata ini, diharapkan potensi desa wisata di Purworejo dapat dipromosikan kepada asosiasi pariwisata khususnya biro atau agen wisata dan masyarakat umum karena desa wisata merupakan salah satu potensi daya tarik wisata alam dan masyarakat yang benar-benar berdampak langsung terhadap ekonomi kerakyatan. "Saya berharap dengan diadakannya Festival Desa Wisata ini, masyarakat akan bisa secara langsung menikmati hasil dari kunjungan wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara," tandasnya.

Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Menghadapi pembangunan Bandara NYIA yang ditargetkan akan operasional di tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui sektor Pariwisata terus berbenah.

Diperkirakan 40 hingga 60% penumpang bandara NYIA berasal dari Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung, Wonosobo, dan Purwokerto bahkan sampai Cilacap. Artinya secara geografis kabupaten Purworejo merupakan salah satu tempat strategis sebagai tempat persinggahan, sebab akan dilewati. "Selain jalur utama yaitu masuk kota purworejo dan melalui pantai dengan JJLS-nya, terdapat jalur alternatif dari bandara ke arah utara melalui program bedah menoreh milik pemkab KulonProgo," kata Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Purworejo, Stepanus Aan, Minggu (23/07/2017). Dikatakan Aan, saat itu, Pemkab Purworejo dan KulonProgo sedang merumuskan kerjasama perbatasan salah satunya di bidang pariwisata yang antara lain terkait dengan program bedah menoreh. "Keberadaan goa seplawan nantinya akan nyambung dengan jalan bedah menoreh. Di tahun 2017 ini, Pemkab kulonprogo akan membebaskan tanah untuk jalan tembus ke goa seplawan yang hanya berjarak kurang lebih 250 meter. Dan ketika akses sudah terbuka tentunya akan bermanfaat tidak hanya untuk purworejo melalu seplawannya tetapi juga untuk kerjasama antar daerah di bidang pariwisata," ungkapnya.

Oleh karena itu, secara bertahap pemkab purworejo melakukan beberapa penataan di obyek wisata goa seplawan sehingga nantinya di 2019 ketika bandara sudah operasional dan program bedah menoreh sudah optimal, pariwisata purworejo sudah siap menyambut khususnya wisata goa seplawan dan sekitarnya.

Untuk tahun ini Pemkab melakukan penataan dengan membangun sentra kuliner di seplawan. Beberapa warung-warung kita relokasi ke tempat kuliner yang baru yg lebih rapi, bersih, dan sudah didesain untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan. "Disisi lain juga ada pengantian beberapa besi relink menuju goa yang sudah berkarat karena usia. Saat lebaran kemarin dalam 1 hari sampai mencapai 1500 wisatawan,
Read More...
.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Rencana penertiban terhadap pengamen angklung yang beroperasi di beberapa titik lampu merah di Kabupaten Purworejo mendapatkan penolakan dari kalangan seniman angklung. Mereka merasa tindakan tersebut tidak adil. Dalih dari pemerintah yang menuding para pengamen angklung mengganggu ketertiban lalu lintas dirasa tidak masuk akal.

Ketua Kelompok Angklung Rejo Purworejo, Ralam menyatakan bahwa selama ini ia tidak pernah merasa mengganggu ketertiban baik pengendara jalan raya maupun pejalan kaki di trotoar. "Kami keberatan dibilang gelandangan dan pengemis sama mereka (pemerintah). Kami ini pekerja seni, bukan pengemis atau gelandangan. Kami tidak terima apabila diperlakukan seperti itu,” tandasnya, Sabtu (22/07/2017). Ralam berharap, pemerintah segera mengambil tindakan yang tidak hanya menguntungkan satu pihak. Ia juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo agar tidak memperlakukan pemain angklung sama saja seperti gelandangan dan pengemis. "Kami hanya ingin diperlakukan adil. Apa yang kami tampilkan adalah kesenian musik, bukan meminta-minta tanpa ada usaha,” keluh dia.

Dia meminta kepada pemerintah jangan hanya bisa melarang tanpa adanya solusi, jika ada pelarangan di lampu merah karena menurut mereka mengganggu arus lalu lintas, seharusnya kami dikasih tempat untuk berkreasi dan untuk mencari uang. "Jangan hanya di larang dan dirazia bahkan kami disidang dan kena denda Rp. 150.000 perorang padahal untuk mencarinya kami mengumpulkan recehan demi recehan. Kami hanya mencari rizki lewat jalan bermain musik dengan menghibur warga yang ada di lampu merah karena keahlian kami hanya di musik dan apabila disuruh berdagang kami tidak ada modal," imbuh dia.

Sementara itu Rohman (25) salah satu pengguna jalan menyayangkan pelarangan pengamen angklung di lampu merah karena menurutnya mereka tidak memaksa dalam meminta uang, selain itu keberadaan pengamen angklung menurutnya menghibur dan pakaian mereka juga sopan tidak seperti pengamen yang ada di Alun-alun Purworejo pada saat malam hari.
Read More...
.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Kecelakaan yang melibatkan truk Dump dan sepeda motor terjadi di Jalan Gajah Mada KM 06, tepatnya di sebelah barat Terminal Purworejo Desa Candisari, Kecamatan Banyuurip, Jumat (21/07) sore. Akibatnya, pengendara sepeda motor mengalami luka cukup berat, sedangkan truk dump sampai kempot pada bagian depan sebelah samping kanan.

Dijelaskan oleh anggota Unit Laka Satlantas Polres Purworejo, Bripka Hendrik Setiawan, kejadian terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Bermula saat Bazari (52) mengemudikan sebuah truk Dump Nopol AD 1464 MB yang berjalan dari arah timur menuju arah barat. Sesampainya di tempat kejadian, pengemudi yang merupakan warga Desa Tridadi, Kecamatan Loano tersebut hendak berbelok ke kanan.

Namun tiba-tiba dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan tinggi, sebuah motor jenis Yamaha Mio Nopol AA 2424 DV yang dikendarai oleh Dyah Ekayanti (32) warga Kelurahan Doplang, Kecamatan Purworejo. Naas, karena jarak yang terlalu dekat dan kondisi truk sudah berbelok setengah badan, pemotor tidak dapat mengendalikan setir dan menabrak badan truk. "Kecelakaan terjadi diduga karena pengemudi Truk Dump tidak berhati-hati serta tidak memperhatikan arus lalu lintas di depannya pada saat belok ke kanan. Sedangkan pengendara motor memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, akibatnya pengendara motor tidak bisa menguasai laju kendaraannya," jelas Hendrik, Sabtu (22/07/2017) pagi.

Akibat dari kejadian tersebut, Dyah Ekayanti mengalami luka patah pada tulang tangan kanan, indikasi patah pada tulang hidung dan patah pada gigi atas. Korban pun langsung dilarikan ke RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo untuk dilakukan perawatan.

Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Seminggu ini saya sering keluar Pagi saat anak - anak pada berangkat sekolah . Dan banyak banget anak - anak yang belum cukup umur sudah membawa sepeda motor sendiri . Dalih - dalih karena orang tua sayang kepada anak nya . Skitar 1 minggu saya keluar rumah pagi - pagi , hampir Setiap pagi saya temui Mereka Melanggar lalulintas bahkan sebagian hampir celaka dan 1 , 2 menabrak / tertabrak .
.
Saya ahirnya paham kenapa umur - umur mereka belum bisa membuat SIM , mungkin sebagian mereka sudah "mahir" dalam bermotor , Tapi belum mahir dalam mengontrol ego dan emosi . Masih sering "panasan" dan mau menang sendiri"naluri anak2"
.
Pesan saya buat orang tua , Sayangi anak - anak mu . Jika kamu memang benar - benar sayang . (Aku)
.
"BAGIKAN JIKA KAMU PEDULI DENGAN MEREKA"
.
#purworejoberirama #purworejo #sorotpurworejo #kutoarjo #purworejohitz #purworejoku #purworejokeren

Purworejo,(purworejo.sorot.co)β€”Kabar buruk untuk para penggemar sepakbola di Purworejo. Hasrat untuk menyaksikan pertandingan bermutu antara kesebelasan ISP Purworejo U-17 dengan PSS Sleman U-17 yang direncanakan digelar pada Selasa (25/07/2017) esok dipastikan gagal terlaksana. Pihak PSS Sleman telah membatalkan secara sepihak rencana uji coba yang akan digelar di Stadion WR. Soepratman Purworejo tersebut.

Manajer ISP Purworejo, Sabdono Budi mengungkapkan, pihaknya baru mengetahui kabar perihal pembatalan pertandingan uji coba pada Sabtu (22/07/2017) lalu. Managemen PSS Sleman menghubungi dirinya dan mengungkapkan pembatalan pertandingan.

Uji coba pada Selasa esok dipastikan gagal, untuk alasannya tidak terlalu jelas bagaimana,” ujar Budi, Senin (24/07/2017) siang.

Pembatalan ini menurut Budi cukup mengecewakan. Pasalnya, pertandingan dengan klub sebesar PSS meski hanya U-17 tentunya akan bisa menggairahkan kembali sepakbola Purworejo.
Padahal pihaknya telah mematangkan persiapan, tak hanya dari strategi permainan saja akan tetapi juga kordinasi dengan beberapa pihak terkait, termasuk unsur suporter. Sejumlah komunitas suporter besar di Purworejo seperti Rudolf Boy, Tempurmania, hingga Curva North Purworejo telah menyatakan kesanggupannya untuk hadir dan meramaikan pertandingan.

Kalau di tanya kecewa, ya biasa saja kami maklumi, biasalah di organisasi pasti ingin yang terbaik, kata dia.

Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Tidak hanya terkenal sebagai basis produksi Gula Semut, Desa Hargorojo, Kecamatan Bagelen, yang terletak di daerah pegunungan Manoreh menyimpan ragam budaya asli lagi ramah ala Nusantara. Hargorojo, Desa asri yang terletak di sebelah tenggara Purworejo, berbatasan langsung dengan Provinsi DI. Yogyakarta menjadi jantung kisah keragaman agama, toleransi dan semangat gotong royong di Purworejo.

Di Hargorojo kita mampu melihat senyum simpul gadis-gadis dengan keyakinan ideologis yang berbeda membaur riang beriringan dalam hidup bersama. Di sanalah lahir sebuah entitas masyarakat dengan keragaman dibalut dengan kekayaan alam yang nan eksotik. Desa yang populer sejak tahun 1970an itu menyimpan inklusifisme keberagaman dan sejuta keajaiban yang hanya diketahui segelintir orang.

Semua potensi dan keistimewaan Desa Hargorejo itu dapat disaksikan dalam sebuah film dokumenter besutan pemuda Purworejo. Film berjudul Sayap Garuda di Hargorojo akan menjadi jembatan pengetahuan mendalam untuk lebih mengenal kehidupan masyarakat Hargorejo.

Film yang cukup sederhana ini memnggambarkan keragaman yang sudah terjalin sejak lama di Hargorojo. Di mana masyarakat pemeluk agama Buddha sekte Nichiren Syoshu dan Theravada, Islam, serta Katolik bersama-sama menjalani keseharian dengan cara Jawani Guyub rukun tentrem loh jinawi. Melalui film berdurasi 45 menit inilah masyarakat diajak mengaplikasikan simbol-simbol di dada Garuda.

Film ini sebenarnya ide awalnya sudah setahun yang lalu. Sebelum dikreasi menjadi film dokumenter juga sebenarnya ide awal ialah menjadi sebuah buku. Karena dirasa terlalu berat dan lama, maka di delegasikan ke kawan-kawan untuk digarap menjadi visual,” tutur Head Creatif Film Sayap Garuda di Hargorejo, Ilhan Erda kepada sorot.co, Minggu (23/7/2017). Film ini menawarkan kesederhanaan jalinan cerita dalam situasi yang nyata. Di mana diceritakan kehidupan 1 keluarga yang ada memeluk 3 Agama, Islam, Katolik dan Budha. Selain itu menampilan kebersamaan tiga sahabat,
Read More...
.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #kutoarjo

MOST RECENT

Sayangkan Perongsokan Dokumen Pemerintahan, Sekda Tegaskan Akan Lakukan Penyelidikan
--- baca selengkapnya di www.purworejo.sorot.co

#sorotmedianusantara#sorotmedia#sorotjateng#sorotjawatengah#sorotpurworejo#kabaronline#mediaonline#koranonline#pewartaindonesia#1000kata

Siswa Madrasah Diniyah Purworejo Sabet 7 Juara di Aksioma Jawa Tengah
--- baca selengkapnya di www.purworejo.sorot.co

#sorotmedianusantara#sorotmedia#sorotpurworejo#sorotjateng#sorotjawatengah#koranonline#mediaonline#kabaronline#pewartaindonesia#1000kata

Stok Material di Samsat Kosong, TNKB Telat Dapat Toleransi
--- baca selengkapnya di www.purworejo.sorot.co

#sorotmedianusantara#sorotmedia#sorotjateng#sorotjawatengah#sorotpurworejo#kabaronline#mediaonline#koranonline#pewartaindonesia#1000kata

.
πŸ“· Visit survey
Location : Jackman Coffee, Purworejo
.
For more Information :
Call : +6282226847427
Whatsapp : +6285641472847
Email : info@lokafurniture.com
www.lokafurniturejepara.com
.
Gallery & workshop
Jl. Tentara Pelajar no.178, Kledung Kradenan, Banyuurip, Purworejo
.
#lokafurniture #interiorpurworejo #interiordesign #desaininterior #interiorcafe #desaincafe #cafepurworejo #jackmancoffee #purworejo #purworejohitz #purworejoasik #purworejonan #purworejozone #sorotpurworejo #kutoarjo #cafekutoarjo

.
πŸ“· Visit survey
Location : Jackman Coffee, Purworejo
.
For more Information :
Call : +6282226847427
Whatsapp : +6285641472847
Email : info@lokafurniture.com
www.lokafurniturejepara.com
.
Gallery & workshop
Jl. Tentara Pelajar no.178, Kledung Kradenan, Banyuurip, Purworejo
.
#lokafurniture #interiorpurworejo #interiordesign #desaininterior #interiorcafe #desaincafe #cafepurworejo #jackmancoffee #purworejo #purworejohitz #purworejoasik #purworejonan #purworejozone #sorotpurworejo #kutoarjo #cafekutoarjo

.
πŸ“· Visit survey
Location : Jackman Coffee, Purworejo
.
For more Information :
Call : +6282226847427
Whatsapp : +6285641472847
Email : info@lokafurniture.com
www.lokafurniturejepara.com
.
Gallery & workshop
Jl. Tentara Pelajar no.178, Kledung Kradenan, Banyuurip, Purworejo
.
#lokafurniture #interiorpurworejo #interiordesign #desaininterior #interiorcafe #desaincafe #cafepurworejo #jackmancoffee #purworejo #purworejohitz #purworejoasik #purworejonan #purworejozone #sorotpurworejo #kutoarjo #cafekutoarjo

Puluhan Pengguna Jalan Terjaring Razia, Terobos Lampu Merah Jadi Pelanggaran Paling Dominan --- baca selengkapnya di www.sorot.purworejo.co

#sorotmedianusantara#sorotmedia#sorotpurworejo#sorotjateng#sorotjawatengah#kabaronline#mediaonline#koranonline#pewaetaindonesia#1000kata

Berkah Kambing dan Pohon Albasiah Nenek Niken Naik Haji

#Repost @sorotpurworejo
Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Ibadah haji merupakan Rukun Islam yang harus dilaksanakan bagi setiap muslim yang mampu. Banyak hal, upaya dan usaha yang dilakukan oleh umat Islam agar dapat menunaikan ibadah haji menyambut panggilan Allah SWT. Tak terkecuali Nikem (74) warga Desa Giyombong, Kecamatan Bruno.

Langkah gemulai mulai terasa berat, sorot matanya tidak lagi mampu menyembunyikan raut kegembiraanya saat mengikuti acara Pelepasan Calon Haji (Calhaj) di Pendapa Kabupaten Purworejo. Diantara ratusan Calhaj yang menyambangi pendapa, penampilan nenek satu ini jauh dari kata mewah.

Dengan balutan baju dan kerudung seadanya, nenek Nikem, terlihat lebih semangat meniti tangga Pendapa dengan alas kaki jepit seadanya. Tidak canggung, Nek Nikem membaur bersama para jamaah haji lainya meski penampilannya terkesan seadanya.

Tak pelak penampilan Nikem yang hanya terkesan seadanya ini menarik perhatian sebagian calon jamaah haji maupun pejabat yang ada. Ketika ditelusur, penampilan semacam ini bukan merupakan sesuatu yang dibuat-buat untuk mencari sensasi semata. Justru penampilan ala kadarnya Nikem ini menggambarkan bagaimana perjuangannya agar bisa menunaikan ibadah haji di tengah keterbatasan yang ia alami.

Perjuangan dan kegigihan nek Nikem mewujudkan cita-cita masa tua untuk berkunjung ke Rumah Allah (Baitullah) memang tidak mudah. Di usia yang tidak lagi muda, Nikem harus menabung selama belasan tahun demi terwujudnya cita mulia itu.

Niat naik haji itu pernah disampaikannya ke seorang guru Thariqotnya. Satu pesan yang dipegang, semuanya jika diniati dengan baik, apapun akan berhasil dan tercapai. Keyakinan Nikem terwujud ketika di tahun 2011 ia mampu mendaftarkan dirinya berangkat haji dengan tabungannya.

Alhamdulillah, sekedik-sekedik (sedikit-sedikit) tabungan hasil ngalas membesarkan pohon albasiah dari tahun ke tahun dan tabungan hasil memelihara kambing mampu buat daftar haji mas. Memang seluruh jerih payah ini saya niatkan untuk kesana (Mekkah),” ungkapnya penuh semangat.
Read More...
.
Sumber & Baca lengkap di :
#sorotpurworejo.com
#purworejo #brunoupdate #jateng

Most Popular Instagram Hashtags