[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

#soesilotoer

1028 posts

TOP POSTS

Dalam sejarah, pembentukan bangsa sangat rumit. Namun sejak kemunculan gerakan rasionalisme, nasionalisme menjadi salah satu gerakan yang menjadi sentimen kesadaran yang membahana, merasuk dalam jiwa publik dan kehidupan perorangan. Dia bisa dibilang satu faktor yang menonjol atau bahkan paling menonjol dalam sejarah umat manusia. Melihat pada zamannya bisa dibilang nasionalisme adalah gerakan yang dimasukkan dalam kategori modern, yang mewabah ke seluruh penjuru dunia dan hidup sentosa dalam kehidupan sosial dan organisasi umat manusia. Dalam kebangkitan kesadaran nasionalisme itu, manusia meneropong masa lalu dengan segala kekeliruan sejarahnya.

Nasionalisme bangkit sebagai kekuatan yang sangat dominan di Eropa Barat dan Amerika Utara. Harus diakui, revolusi di Amerika dan Perancis merupakan inti pertama wabah nasionalisme. Kemudian, pada permulaan abad ke-19, wabah dari jantung Eropa itu merambah ke seluruh daratan Eropa. Abad berikutnya dia merambah ke Asia dan Afrika. Dengan kelahiran berbagai negara di Amerika Latin, wabah nasionalisme juga merambah daratan itu. Dunia setuju bahwa abad ke-19 merupakan abad nasionalisme di Eropa dan abad ke-20 di Asia
.
Judul : Pram Dari Dalam
.
Penulis : Soesilo Toer
.
Penerbit Pataba Press
.
Harga : 75.000
.
Pemesanan & Tanya Buku melalui :
• Direct Message Instagram (DM)
• WA/Line/SMS : 081225515618
• BBM : D7E7DA0B
💯% ORIGINAL books
*
*
*
SerbaSastra Bookstore
.
.
.
#serbasastra #sastra #sastraindonesia #jualbuku #esaisastra #esaibudaya #pramdaridalam #soesilotoer

Tjerita dari Blora....
#pataba #bumimanusia #soesilotoer

#Repost @muhammad.sholekan (@get_repost)
・・・
Orang-orang tua melalui dongengan mengajarkan akan adanya dewa perkasa bernama Kala --Batara Kala. Katanya, dialah yang mendorong semua saja bergerak semakin lama semakin jauh dari titik tolak, tak terlawankan, ke arah yang semua saja tidak bakal tahu. Juga aku, manusia yang buta terhadap hari-depan, hanya dapat berharap tahu. Uh, sedang yang sudah dilewati tak semua dapat diketahui! (Halaman 1-2).
Lanjutan dari Bumi Manusia tersebut, merupakan novel kedua dari Tetralogi Pulau Buru. Pram, sebagai penulis menggambarkan sejarah tentang bangsa ini melalui novel-novelnya dengan sangat apik, salah satunya lewat tetralogi pulau buru. Hal itu, pasti tidak diragukan oleh sebagian besar orang yang sudah membaca.
Malam ini, aku buka kembali ingatan tentang Annelies yang dibawa ke negeri Belanda. Tentu, orang yang paling terpukul adalah Minke dan Sang Mama, Ontosoroh.
Pram, di awal bab menulis tentang waktu yang tak bisa dikira-kira kedatangannya, dan pula tak bisa dihentikan oleh manusia. Di dalam dongeng-dongeng orang jawa, cerita tentang Batara Kala menjadi satu paket dengan cerita dongeng lain. Orang tua dahulu bilang, jika anak tidak mau menuruti orang tua, maka dia akan jadi makanan atau dimakan Batara Kala.
Memang benar, batara kala akan memakan siapa saja yang menyia-nyiakan sebuah kesempatan, karena dialah sang pemilik waktu, dialah waktu tersebut. Namun, manusia punya satu cara untuk mengalahkan sang batara, yakni dengan berbuat sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakan waktu.
Begitu pula Minke, setelah kepergian Annelies dia tak terlarut dengan apa yang sedang menimpa Annelies atau dirinya, hatinya. Hari ini adalah hari ini, esok kita tak tahu.

.
Bertemu dengan Pak Soesilo Toer, salah satu adik kandung dari Mbah Pramoedya Ananta Toer di @susano_book. Transit dan mampir di Solo dalam perjalanan dari Jogja menuju ke Blora. Dapat berkesempatan ngobrol meskipun dalam waktu beberapa menit saja. Pak Soesilo Toer banyak menceritakan tentang sosok Mahbub Djunaidi. Ternyata beliau pernah menjadi redaktur bersama Mahbub Djunaidi di Majalah Pemuda Masyarakat. Salah satu ungkapan beliau yang saya dapat bahwasannya beliau lebih lama mengenal Mahbub ketimbang Mbah Pram sendiri.
Salam takzim saya untuk Pak Soesilo Toer 🙏🙏🙏
.
#soesilotoer #mahbubdjunaidi #pramoedyaanantatoer

_______
Pram dalam Belenggu adalah buku seri keempat dari pentalogi buku tentang Pramoedya Ananta Toer untuk melengkapi tiga buku sebelumnya, Pram dari Dalam, Pram dalam Kelambu, dan Pram dalam Bubu, yang selanjutnya akan ditutup dengan Pram dalam Tungku, yang berisi kumpulan penilaian masyarakat tentang sosok Pramoedya Ananta Toer. Dalam buku ini, seperti yang sudah-sudah, jangan harap pembaca akan melulu diceritai sosok penulis terbesar (sampai sekarang) di Indonesia ini. Soesilo Toer mendongengi kita bukan hanya sosok Pramoedya Ananta Toer, melainkan juga keluarganya, masyarakatnya, lingkungannya, bangsa dan negaranya, diselingi cerita-cerita “rahasia” lain yang mungkin saja belum diketahui oleh khalayak ramai atau memang sengaja dihilangkan dari sejarah. Hal tersebut menjadikan judul buku ini, Pram dalam Belenggu, hanyalah menjadikan sosok Pramoedya Ananta Toer sebagai atau seperti layaknya “kelambu” yang dipergunakan untuk menutupi apa yang ada di dalamnya. Karena, memang, pemilihan judul buku seri pentalogi tentang Pramoedya Ananta Toer tidak ada sangkut-paut dengan isi. Dan, itu menjadi hak prerogratif penulis untuk menentukan judul sebuah buku. Untuk lebih jelas mengenai pemilihan judul ini, biarkanlah penulis sebagai pihak yang paling berhak untuk menjelaskan kemudian pada buku kelima: Pram dalam Tungku. Karena, memang, judul sepenuhnya menjadi kuasa penuh bagi penulis, tidak peduli meskipun antara judul dan isi harus bertolak belakang. Maka tidak heran, ketika peluncuran buku seri kedua yang berjudul Pram dalam Kelambu, Gatot Pranoto, dalam pengantar sebagai moderator dalam acara itu bercerita sampai harus membaca dua kali karena penasaran dengan kata “kelambu” yang tidak ditemui ketika kali pertama membaca. Namun setelah selesai membaca kali kedua, dia tetap tidak menemukan. Dan akhirnya, dia mengaku tertipu.
__________
Sumber Redaksi : patabablora.blogspot.co.id
Sumber Gambar : Jawapos.com
__________
#SabdaPerubahan #PramoedyaAnantaToer #SoesiloToer #Pataba #PatabaBlora
@patabablora6

"Membaca adalah hak setiap orang untuk belajar mengerti bahwa manusia secara kodrat dilahirkan secara MERDEKA, dan kenalilah diri anda sendiri" Soesilo Toer (Adik Pramoedya Ananta Toer)
#pramoedyaanantatoer #soesilotoer

Republik Jalan Ketiga
Soesilo Toer
96 halaman
40.000 (ori)
Stock 1 buah

Buku ini merupakan rangkuman terjemahan bebas disertasi yang ditulis pada tahun 1967 ketika penulis mendapatkan gelar doktor di Universitas Plekhanov, Uni Soviet (sekarang Rusia) di bidang politik dan ekonomi.

Disertasi ini berisi kritik tentang marxisme-leninisme sekaligus kapitalisme dengan mengajukan alternatif republik jalan ketiga: kearifan lokal.
#republikjalanketiga #soesilotoer #patabapress #nasutionbooks

Tiga buku tentang #PramoedyaAnantaToer yang ditulis oleh #SoesiloToer, adik kandungnya. Temukan di POST akhir pekan ini.
#IDwriters

MOST RECENT

Dalam sejarah, pembentukan bangsa sangat rumit. Namun sejak kemunculan gerakan rasionalisme, nasionalisme menjadi salah satu gerakan yang menjadi sentimen kesadaran yang membahana, merasuk dalam jiwa publik dan kehidupan perorangan. Dia bisa dibilang satu faktor yang menonjol atau bahkan paling menonjol dalam sejarah umat manusia. Melihat pada zamannya bisa dibilang nasionalisme adalah gerakan yang dimasukkan dalam kategori modern, yang mewabah ke seluruh penjuru dunia dan hidup sentosa dalam kehidupan sosial dan organisasi umat manusia. Dalam kebangkitan kesadaran nasionalisme itu, manusia meneropong masa lalu dengan segala kekeliruan sejarahnya.

Nasionalisme bangkit sebagai kekuatan yang sangat dominan di Eropa Barat dan Amerika Utara. Harus diakui, revolusi di Amerika dan Perancis merupakan inti pertama wabah nasionalisme. Kemudian, pada permulaan abad ke-19, wabah dari jantung Eropa itu merambah ke seluruh daratan Eropa. Abad berikutnya dia merambah ke Asia dan Afrika. Dengan kelahiran berbagai negara di Amerika Latin, wabah nasionalisme juga merambah daratan itu. Dunia setuju bahwa abad ke-19 merupakan abad nasionalisme di Eropa dan abad ke-20 di Asia
.
Judul : Pram Dari Dalam
.
Penulis : Soesilo Toer
.
Penerbit Pataba Press
.
Harga : 75.000
.
Pemesanan & Tanya Buku melalui :
• Direct Message Instagram (DM)
• WA/Line/SMS : 081225515618
• BBM : D7E7DA0B
💯% ORIGINAL books
*
*
*
SerbaSastra Bookstore
.
.
.
#serbasastra #sastra #sastraindonesia #jualbuku #esaisastra #esaibudaya #pramdaridalam #soesilotoer

#Repost @muhammad.sholekan (@get_repost)
・・・
Orang-orang tua melalui dongengan mengajarkan akan adanya dewa perkasa bernama Kala --Batara Kala. Katanya, dialah yang mendorong semua saja bergerak semakin lama semakin jauh dari titik tolak, tak terlawankan, ke arah yang semua saja tidak bakal tahu. Juga aku, manusia yang buta terhadap hari-depan, hanya dapat berharap tahu. Uh, sedang yang sudah dilewati tak semua dapat diketahui! (Halaman 1-2).
Lanjutan dari Bumi Manusia tersebut, merupakan novel kedua dari Tetralogi Pulau Buru. Pram, sebagai penulis menggambarkan sejarah tentang bangsa ini melalui novel-novelnya dengan sangat apik, salah satunya lewat tetralogi pulau buru. Hal itu, pasti tidak diragukan oleh sebagian besar orang yang sudah membaca.
Malam ini, aku buka kembali ingatan tentang Annelies yang dibawa ke negeri Belanda. Tentu, orang yang paling terpukul adalah Minke dan Sang Mama, Ontosoroh.
Pram, di awal bab menulis tentang waktu yang tak bisa dikira-kira kedatangannya, dan pula tak bisa dihentikan oleh manusia. Di dalam dongeng-dongeng orang jawa, cerita tentang Batara Kala menjadi satu paket dengan cerita dongeng lain. Orang tua dahulu bilang, jika anak tidak mau menuruti orang tua, maka dia akan jadi makanan atau dimakan Batara Kala.
Memang benar, batara kala akan memakan siapa saja yang menyia-nyiakan sebuah kesempatan, karena dialah sang pemilik waktu, dialah waktu tersebut. Namun, manusia punya satu cara untuk mengalahkan sang batara, yakni dengan berbuat sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakan waktu.
Begitu pula Minke, setelah kepergian Annelies dia tak terlarut dengan apa yang sedang menimpa Annelies atau dirinya, hatinya. Hari ini adalah hari ini, esok kita tak tahu.

#Repost @berdikaribook (@get_repost)
・・・
Ya, kalau sebelum punya kulkas hampir semua makanan yang ada harus segera dihabiskan, takut basi. Kalau tidak dihabiskan biasanya dibagi pada orang lain, bisa saudara, bisa tetangga. Daripada mubadzir tidak dimakan.
ㅤㅤ
Setiap kali pulang kerja, hal pertama yang aku lakukan ingin membuka kulkas dan mengambil sesuatu di dalamnya. Bisa juga minuman dingin, buah atau makanan. Lalu duduk dan menikmati di meja makan dengan santai dan melepas beban-beban penat yang masih mendekam dalam otak agar tak jadi riak dalam pikiran. Kebiasaan anak-anak hampir juga sama. Sepulang sekolah mereka langsung bergumul dengan kulkas, cari minuman dan makanan untuk bisa dimasukkan dalam perutnya yang mulai butuh makan. Benar-benar kulkas menjadi hal pokok yang keberadaannya mulai sevital beras dan bahan bakar.
ㅤㅤ
Namun terkadang mereka belum menyadarinya. Pernah kulkas mati seharian karena mati lampu, hampir seisi rumah seperti ekonomi dalam suatu negara dirundung kritis, kolaps tak tertahankan. Begitu parahnya kita, seisi rumah ketergantungan dengan yang namanya lemari es itu. Sekan-akan kulkas menjadi roh kami sekeluarga dalam menyimpan makanan dan menjadi gudang mini makanan setiap keluarga.
ㅤㅤ
Kulkas dan Tujuh Pohon Kelapa; Soesilo Toer, Pataba Press, 2017.

DUNIA SAMIN

Siapa yang menyangka kalau novel yang menceritakan tentang Samin sudah ada sejak lima puluh tahun silam. Buku itu sebenarnya berjudul DUNIA SAMIN, namun karena situasi dan kondisi zamannya, maka buku itu berubah menjadi SUKA DUKA SI PANDIR. Buku ini ditulis selama lebih dari 30 tahun pada 3 zaman yang berbeda; sebelum penulis ke Uni Soviet, ketika di Uni Soviet, dan sesudah kembali dari Uni Soviet.
...
Penulis : Soesilo Toer
Penerbit : Pataba Press
Penyunting : Gunawan Budi Susanto
Cet I : 1963
Cet II : April, 2016
Cet III : Maret, 2017
ISBN : 978-602-73893-3-5
xxvi + 286 halaman, 14 x 21cm
Harga normal : Rp. 70.000
Diskon 10% jadi Rp.63.000 (Belum termasuk ongkos kirim)

Info & Pemesanan
LINE -> @eaa7349c
WA -> 08995675895 (Jangan SMS/Telp)

#Repost @baudelairebuku (@get_repost)
・・・
"Peristiwa, seperti juga manusia, adalah sesuatu yang tunggal dan tidak ada duanya." 19 November 2017

Selamat pagi, membaca adalah melawan keterbatasan..☕

"Peristiwa, seperti juga manusia, adalah sesuatu yang tunggal dan tidak ada duanya." 19 November 2017

Selamat sore, membaca adalah melawan keterbatasan..☕ #Peristiwa #penerbitparabel #patabapress #soesilotoer #pramis #rektor #

Rp.145.000 / IDR: 145k

Pena, No.3, Djanuari 1954

Kontributor: Soesilo Toer, Mintorogo, Rijono Pratikto, S. M. Ardan, Mansur Samin, Ktut Puthu, & Made Kirtya

Redaksi: H. Winarta, Koesalah Soebagjo Toer, S. M. Ardan, N. Soetarini Darsosentono, Wibowo, & Made Kirtya

Illustrasi: Tossany
Sekr. Redaksi: Endang Oentari

Penerbit: Pena, Solo

33-52 halaman: 20x28cm

#sastrawanindonesia #sastra #sastera #sastraindonesia #sasteraindonesia #koesalahsoebagyotoer #soesilotoer #koesalahsoebagjotoer #tempodoeloe #indonesiatempodoeloe #penggiatbuku #bookstagram #indonesia #seni #senisastra #pena #kebudayaan

#Repost @nasutionbooks.id (@get_repost)
・・・
Keadaan seluruh dunia berubah. Sekarang apa? Negara-negara komunis pun mengakomodasi kapitalisme. Perang Dingin tidak ada lagi. Saya sendiri tetap seperti dahulu, menentang ketidakadilan dan penindasan. Bukan sekadar menentang, tetapi melawan! Melawan pelecehan kemanusiaan. Saya tidak berubah
Pramoedya Ananta Toer, Nama Saya Tidak Pernah Kotor

#Repost @nasutionbooks.id (@get_repost)
・・・
Saya adalah seorang anak Renaisans. Karenanya, saya percaya kebaikan dan keadilan. Saya adalah manusia yang baik karena saya menginginkannya, bukan karena agama, undang-undang, atau paksaan. Itu adalah pengertian yang humanis. Saya ingin dianggap manusia baik karena keinginan saya, karena nurani saya, bukan karena sesuatu dari luar
Pramoedya Ananta Toer, Aku Ingin Lihat Semua Ini Berakhir

#Repost @nasutionbooks.id (@get_repost)
・・・
Perwakilan rakyat? Perwakilan rakyat hanya panggung sandiwara. Dan aku tidak suka menjadi badut, sekalipun badut besar
Pramoedya Ananta Toer, Bukan Pasar Malam

#Repost @indiebookcorner (@get_repost)
・・・
Menulislah sedari SD. Apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.
.
Pramoedya Ananta Toer .
Seandainya bisa kembali ke bangku SD. 😣😂

#Repost @nasutionbooks.id (@get_repost)
・・・
Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri
Pramoedya Ananta Toer

#Repost @nasutionbooks.id (@get_repost)
・・・
Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari
Pramoedya Ananta Toer

#Repost @berdikaribook (@get_repost)
・・・
“Ha… ha… mampus kau Ratu Sundar Banong, kau tak lagi teman koloni yang menyenangkan. Kau pantas mampus. Dan, Pangeran AR Hirusugi jadi milikku,” teriak Ratu Tria. Tidak lama.
ㅤㅤ “Namun kita telah ditakdirkan punya kesamaan sewaktu bersemadi di Lembah Cinta, jangan-jangan kau meracuniku juga, ah, keparat, ternyata persamaan juga ada kelemahannya. Dan, kita memang tidak semua harus sama.”
ㅤㅤ
Sekejap ia tersungkur juga ke lantai dengan busa mengalir dari mulutnya. Tak tahu apa yang terjadi pada Kerajaan Kali Kening kemudian hari. Rakyat yang telah hidup makmur harus tahu bahwa dalam perbedaan bersikap itu penting. Dan, kejayaan hanya bersifat sementara.
Balingan, 28 Januari 2017.
ㅤㅤ
Rohmat Sholihin- Rindu Itu Berganti Hujan; Pataba Press

“Cinta adalah sesuatu yang agung, dan keagungan cinta setiap orang mengartikannya sendiri-sendiri. Kalau pandangan seseorang terhadapnya lain, itu bukan berarti ia tidak benar.
Cinta adalah sesuatu yang relatif. Namun ia bersemayam di mana pun juga selama manusia masih hidup. Kematian adalah akhir dari manusia, akhir dari cintanya. Karena itu peliharalah ia selama masih hidup." Anak Bungsu

#anakbungsu #cinta #soesilotoer

Kompromi
Soesilo Toer
viii+140 hlm
50.000 Normal 56.000 (ori)
___________________

Di sana, di antara kemiskinan, kenanaran, aku menemukan kehangatan dan keagungan cinta pertama dalam hidup. Itu terjadi hampir lima belas tahun yang lalu. Namun rasanya, waktu tidak bisa menghapus kenang-kenangan indah itu dari ingatanku. Kalau kemudian aku menemukan kegembiraan hidup baru, keindahan hidup baru, kenalan baru, semua itu hanyalah duplikat dari keindahan yang kureguk dari kota gersang.
. . .
“Aku ingin hidup bercinta seperti dalam dongeng, yang dengan diam-diam mengisi hatiku, dan yang sudah kutunggu-tunggu sejak zaman kanak-kanakku. Buatku, cinta bukan sesuatu yang biasa, seperti mimpi, melainkan ia adalah sesuatu yang luar biasa. Kalau cinta itu seperti mimpi, biarlah mimpi itu satu-satunya, mimpi satu-satunya yang luar biasa…”
ㅤㅤ
#kompromi
#soesilotoer #patabapress #nasutionbooks #marimembaca #dutabacaindonesia

Republik Jalan Ketiga
Soesilo Toer
96 halaman
40.000 (ori)
Stock 1 buah
___________________

Buku ini merupakan rangkuman terjemahan bebas disertasi yang ditulis pada tahun 1967 ketika penulis mendapatkan gelar doktor di Universitas Plekhanov, Uni Soviet (sekarang Rusia) di bidang politik dan ekonomi.

Disertasi ini berisi kritik tentang marxisme-leninisme sekaligus kapitalisme dengan mengajukan alternatif republik jalan ketiga: kearifan lokal.
#republikjalanketiga #soesilotoer #patabapress #nasutionbooks

Pram dalam Tungku
Soesilo Toer dkk
xxii + 282 halaman
62.000 Normal 70.000 (ori)
___________________

Buku ini adalah pamungkas dari pentalogi buku tentang Pram menyusul buku-buku sebelumnya: Pram dari dalam, Pram dalam Kelambu, Pram dalam Bubu, dan Pram dalam Belenggu. Bedanya, buku ini berisi kumpulan tulisan mengenai Pram yang diibaratkan berada dalam tungku. Dalam buku ini dapat kita temukan penulis dari berbagai jenis latar belakang pekerjaan yang dapat menjadi tambahan referensi dari sudut pandang lebih luas tentang sosok Pram

#pramdalamtungku #pramoedyaanantatoer #soesilotoer #patabapress #nasutionbooks #marimembaca #dutabacaindonesia #bumimanusia #pentalogipram

Pram dalam Bubu
Soesilo Toer
xliv + 264 halaman
62.000 Normal 70.000 (ori)
___________________

Pram dalam Bubu yang sedang pembaca pegang ini adalah buku ketiga dari pentalogi yang ditulis Soesilo Toer, adik keenam yang merupakan adik kebanggaan dari sang penulis fenomenal Indonesia tersebut. Buku ini terbit setelah menyusul kedua “kakak kandungnya”, Pram dari Dalam dan Pram dalam Kelambu. Setelah buku ini akan segera menyusul lahir kedua “adik kandung” yang lain, yaitu buku keempat berjudul Pram dalam Belenggu dan yang terakhir Pram dalam Tungku.

#soesilotoer #patabapress #pramoedyaanantatoer #pramdalambubu #nasutionbooks #pentalogipram

Most Popular Instagram Hashtags