#seputarpersebaya

862 posts

TOP POSTS

Mampukah Persebaya (Kembali) Membalikkan Sejarah?
“Apa yang menjadi misi kita? Apa?
“Membalikkan sejarah,” Jawab semua pemain serentak.

Satu dari sekian suntikan motivasi Agil Haji Ali, sang manajer Persebaya yang mampu membangkitkan fighting spirit punggawa Persebaya. Green Force akhirnya mampu merebut gelar Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI tahun 1987/1988 yang turut menghiasi rapi rak piala di Mess Karanggayam bersama puluhan piala lainnya.
***
Kini Persebaya sedang mengarungi kompetisi Liga 2 2017 yang tengah bergulir. Ketatnya perolehan poin di grup 5 membuat Persebaya harus meracik strategi terbaik untuk mendapatkan poin maksimal disetiap laga yang dijalani.

Track record yang mulai mengalami peningkatan level permainan tentu harus dijaga dan perlahan ditingkatkan. Faktor teknis harus benar-benar diperhatikan sejeli mungkin oleh seluruh jajaran tim agar lawan seminimal mungkin menemukan celah untuk mengalahkan Bajol Ijo Persebaya. Pemain juga harus tahu diri, sadar bahwa mereka yang bermain di tim seraksasa Persebaya yang mengharuskan memiliki mental baja dan spirit juang yang tinggi meskipun dibayangi tekanan beban besar membela tim yang sarat sejarah.

Isu-isu non teknis yang menghinggapi Persebaya harus disikapi secara tepat. Seperti rahasia umum yang ramai diperbincangkan di media sosial tentang adanya praktik skenario busuk dari pihak-pihak tertentu. Skenario yang jauh-jauh hari telah menentukan siapa saja klub-klub yang akan dipromosikan ke Liga 1 musim depan. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada nasib perjalanan Persebaya mengingat hanya ada 3 slot sebagai syarat lolos ke kompetisi tertinggi musim depan.

Dirasa memang semacam mulai terindikasi upaya-upaya untuk menjegal Persebaya agar tidak bisa lolos ke Liga 1 musim depan. Diakui atau tidak, konon memang masih terdapat pihak-pihak yang masih belum bisa menerima kembali dan tidak suka dengan bangkitnya Persebaya di kompetisi Nasional.

Selengkapnya Baca di Koment!!!

Persebaya Resmi Datangkan Bek Kanan Semen Padang

Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Fandry Imbiri dari Semen Padang. Fandry adalah pemain yang berposisi sebagai fullback kanan. Pemain 26 tahun itu juga pernah menjadi bagian dari Persipura Jayapura dan tim PON Papua.

Fandry sudah mulai mengikuti latihan Persebaya di Lapangan Polda Jawa Timur (Jatim), Senin (24/7). Seusai sesi latihan, Fandry tampak berbincang hangat dengan pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera. Dia mengaku sudah mengenal Fandry sejak menangani Persipura.

Alfredo Vera langsung menangkap kesan positif dari penampilan pertama Fandry bersama Persebaya. "Dia punya pengalaman bagus di lini belakang. Jadi, dia bisa ikuti apa yang saya mau," sanjung pelatih asal Argentina itu.

Fandry didatangkan untuk menutup kekosongan bek kanan di tim Persebaya. Sektor bek kanan menjadi sektor yang belum terpenuhi sejak putaran pertama kompetisi Liga 2. Selama ini Persebaya memainkan Abu Rizal Mulana dan Abdul Aziz di posisi bek kanan. Padahal Rizal adalah gelandang bertahan. Sedangkan Aziz merupakan bek kiri.

Keputusan Fandry gabung Persebaya tak lepas dari nama besar klub pujaan Bonek tersebut. Fandry berharap kedatangannya ke Persebaya bisa membawa dampak positif ke tim. "Saya berharap bisa membawa Persebaya naik ke Liga 1," harap Fandry.

Fandry menambahkan keputusannya untuk gabung Persebaya tak lepas dari keberadaan Alfredo Vera sebagai pelatih. "Saya memang dekat dengan dia. Kalau pelatih beri kesempatan, saya siap memberi bukti," tegas Fandry.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #resmidatangkan #fandryimbiri #bekkanan #semenpadang #greenforce #wani

Bukti Bonek Lebih Dewasa

Bonek tidak tertib dan kisruh, itu cerita lama. Sudah tutup buku. Lawatan belasan ribu pendukung Persebaya Surabaya itu untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangannya ketika melawan tuan rumah Madiun Putra Kamis malam (20/7) dalam lanjutan grup 5 Liga 2 menjadi bukti nyata.

Setelah dua laga away sebelumnya selalu digelar tanpa penonton, kemarin menjadi momen bahagia bagi Bonek. Mereka bisa memberikan dukungan langsung kepada Misbakus Solikin dkk dari tribun Stadion Wilis, Madiun. Bahkan, jumlah Bonek lebih banyak ketimbang penonton tuan rumah. ’’Pertandingan ini adalah bukti. Bonek sudah berubah dan berbenah dengan sangat baik. Laga ini harus menjadi contoh bahwa laga tandang Persebaya tidak membahayakan untuk kota tuan rumah,’’ kata Manajer Persebaya Chairul Basalamah.

Pria yang disapa Abud itu juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh dalam menjaga agar pertandingan berjalan tertib. ’’Semuanya berjalan lancar berkat bantuan dari Polresta Madiun dan aparat TNI,’’ lanjutnya.

Sehari sebelum pertandingan, banyak Bonek yang sudah berada di Kota Madiun. Sejak siang hari, Bonek dengan warna kebanggaan hijau memadati area dekat Stadion Wilis. Ketika bus tim datang, mereka memberikan sambutan yang luar biasa dengan menyanyikan beberapa lagu dan mars andalan.

Dan, puncaknya, stadion berkapasitas 25 ribu penonton itu seolah menjadi pertunjukan kreativitas Bonek dalam mendukung Persebaya pada malam hari. Secara merata, tribun selatan, timur, dan utara mereka hijaukan. Spanduk dengan tulisan semangat terpasang di tribun selatan.

Tidak henti-hentinya mereka menyanyikan lagu penyemangat untuk tim yang sedang berjuang meraih kemenangan. Saat peluit panjang berbunyi, seperti biasa mereka menyanyikan lagu Song for Pride. Para penggawa Persebaya mengelilingi stadion sambil bertepuk tangan sebagai ucapan terima kasih atas dukungan Bonek. ’’Kami sangat berterima kasih kepada semua yang datang jauh-jauh dari Surabaya untuk memberikan semangat. Dukungan dari Bonek menjadi doping yang ampuh bagi kami untung berjuang meraih kemenangan," ungkap Misbakhus Solikin.

Photo: Angger Bondan / Jawa Pos

#seputarpersebaya

Persebaya Dituntut Tampil Apik di Dua Laga Kandang

Persebaya Surabaya harus mempertahankan permainan apik di Madiun ketika menjamu Martapura FC, Kamis (27/7) dan PSBI Blitar, Rabu (2/8) di Surabaya. Pelatih Angel Alfredo Vera ingin timnya mempertahankan penampilan terbaik agar tetap berada di papan atas.

Persebaya bermain sangat bagus ketika mengalahkan Madiun Putra dengan skor 2-1 di Stadion Wilis, Kamis (20/7) malam. Meski tertinggal lebih dahulu oleh gol Asmar Abu pada menit ke-44, Persebaya mampu membalas dua gol lewat Yogi Novrian menit ke-48 dan Misbakhus Solikin menit ke-58. "Kami akan selalu bermain seperti itu. Pressing dan kontrol pertandingan dari awal sampai akhir. Itu yang saya mainkan. Jika kami tandang bermain seperti itu, maka di kandang juga harus seperti itu juga," kata pelatih asal Argentina tersebut.

Persebaya bukan hanya memenangkan pertandingan, tapi mereka merebut tiga poin dengan cara indah. Sangat tenang dan tidak tergesa-gesa. Kehilangan tiga pilar utama yakni Rendi Irwan Saputra, Kurniawan Karman, dan M. Sidik Saimima seolah tak berpengaruh ke tim.

Sebab Persebaya punya sederetan pemain pengganti yang bermain sangat cantik di Madiun. Hidayat dan Abu Rizal Maulana bisa menjadi duo jangkar yang sangat lincah. Kehadiran mereka membuat Solikin leluasa bermain di belakang striker. Pun demikian halnya dengan Irfan Jaya dan Yogi Novrian.

Dua pemain yang dipasang sebagai penyerang sayap ini bermain sama bagusnya. Irfan mencetak dua assist untuk Persebaya. Sementara Yogi menyumbangkan satu gol untuk Green Force - julukan Persebaya. Gol Yogi sekaligus memompa semangat Persebaya untuk tampil lebih agresif. "Semua pemain penting untuk tim. Siapa yang lebih siap, dia akan main. Hari ini pemain yang turun bekerja untuk tim agar bermain bagus," tutur mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Alfredo Vera sekaligus mengonfirmasi bahwa Persebaya harus kehilangan kapten tim Rendi Irwan dalam kurun waktu dua minggu. "Sekarang Rendi mengalami cedera. Dia perlu beberapa waktu untuk sembuh. Kemungkinan dia harus absen dua minggu," tutup Alfredo Vera.

Photo: Angger Bondan / Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #greenforce #wani

Fitra Ridwan Akui Pernah Didekati Persebaya

Persija Jakarta bukan satu-satunya klub yang menginginkan jasa Fitra Ridwan. Mandang gelandang serang Gresik United ini mengaku mendapat tawaran dari berbagai klub, salah satunya adalah Persebaya Surabaya.

Pesepak bola asal Banda Aceh tersebut sempat tergiur menerima pinangan Persebaya. Namun, pada akhirnya Fitra menjatuhkan pilihan kepada Persija Jakarta karena faktor keluarga. "Saya juga menerima tawaran Persebaya. Tapi karena faktor keluarga, saya akhirnya pilih Jakarta," aku Fitra kepada JawaPos.com.
Seperti disampaikan kepada JawaPos.com, Sabtu (22/7), Fitra telah mengumumkan perihal pengunduran dirinya dari Gresik United. "Sebenarnya berat untuk meninggalkan GU. Tapi banyak yang harus saya pertimbangkan," aku mantan pemain Bhayangkara FC itu.

Pemain berusia 23 tahun itu menambahkan, dia menerima tawaran untuk meninggalkan Gresik United. Fitra sempat menahan diri dan tak menerima tawaran itu dengan alasan untuk menghargai klub dan suporter setia Gresik United. "Tapi karena ada faktor nonteknis dan saya menerima tawaran yang lebih baik, jadi saya ambil," ungkap Fitra.

Jika benar bergabung bersama Macan Kemayoran - julukan Persija, maka Fitra harus bersaing dengan pemain asing Rohit Chana. Meski cukup ketat, Fitra tak mau ambil pusing dengan hal itu. "Saya fokus untuk meningkatkan kemampuan dahulu. Untuk saat ini saya mau mengambil pengalamannya dulu. Target untuk main pasti ada, tapi saya mau meningkatkan kualitas individu di Persija," tutup Fitra.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #fitraridwan #greenforce #wani

Ada Aroma Dendam Persebaya, Saat Jamu Martapur FC

Usai meraih kemenangan atas Madiun Putra, Persebaya bakal bersua dengan klub asal Kalimantan Selatan yaitu Martapura FC, Kamis (27/7). Laga lawan Martapura FC sendiri tentunya saja bakal berlangsung sengit.
Selain keduanya merupakan raksasa di klasemen sementara Grup 5 Liga 2, kedua klub pastinya berambisi untuk menang. Apalagi bagi Persebaya. Klub asuhan Angel Alfredo Vera tersebut menginginkan balas dendam mengingat sebelumnya Green Force takluk di kandang Martapura FC dengan skor 1-2.

Dengan ambisi balas dendam tersebut, Persebaya tak main-main dalam melakukan persiapan. Sayang, dalam laga big match tersebut kehadiran sang kapten, Rendi Irwan belum bisa dipastikan. "Kami belum bisa pastikan keadaan Rendi, tetapi saat ini sudah dilakukan pemeriksaan. Kami harapkan proses recovery-nya berlangsung cepat," ujar manajer Persebaya, Chairul Basalamah kepada Radar Surabaya, Sabtu (22/7). Selain belum pasti bisa dimainkannya sang kapten, Persebaya juga belum bisa memastikan pemain-pemain lain yang juga cedera seperti Kurniawan Karman, Sidik Saimima, dan Taufan Hidayat. Namun demikian Taufan dan Sidik sudah berlatih pada Sabtu (22/7. "Tetapi untuk Kurniawan Karman sepertinya masih butuh waktu untuk penyembuhan. Kira-kira dua Minggu lagi," tambah ayah dua orang anak tersebut.

Selain kehilangan beberapa pemain karena cedera, derita Persebaya semakin bertambah setelah hengkangnya dua punggawanya yaitu Mardiono dan Rachmat Latief. Meskipun demikian, Chairul tak merasa cemas mengingat saat ini kondisi tim Persebaya semakin membaik dan ada banyak pemain yang siap menggantikan posisi pemain yang cedera dan hengkang tersebut saat melawan Laskar Sultan Adam mendatang. "Kondisi kami semakin hari semakin baik, hasil positif yang kami terima dalam pertandingan away kemarin berdampak besar kepada tim. Tetapi kami tahu Martapura adalah tim besar, tim yang bagus. Kami harus optimistis, karena meskipun pemain kami tidak komplet tapi kami siap," pungkas Chairul.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #martapurafc #adaaromadendam #greenforce #wani

Solikin Semakin On Fire Sejak Punya Pacar

Kapten Persebaya Surabaya Misbakhus Solikin sedang on fire bersama Green Force. Pemain jebolan kompetisi internal Persebaya itu menjadi top skor sementara klub dengan perolehan enam gol. Yang menarik, Solikin semakin rajin cetak gol sejak mengakhiri status jomblonya.

Meski berposisi sebagai gelandang, Solikin merupakan pemain yang rajin mencetak gol. Sahabat pesepak bola Evan Dimas Darmono ini telah mengemas tiga gol sebelum kompetisi Liga 2 memasuki jeda Ramadan dan Lebaran.

Performanya semakin meningkat selepas libur Lebaran. Nama Solikin tak pernah absen dalam daftar pencetak gol Persebaya di tiga pertandingan terakhir melawan PSBI Blitar (12 Juli), Persinga Ngawi (15 Juli), dan Madiun Putra (20 Juli). Tiga gol dalam sembilan hari membuat Solikin menahbiskan diri sebagai top skor sementara Green Force dengan enam gol. Salah satu faktor non teknis yang membuat penampilan Solikin adalah kehadiran Devina Ferling.

Gadis berjilbab yang akrab disapa Ferling ini merupakan kekasih baru Solikin. Mereka baru jadian kurang dari satu bulan. Solikin beruntung karena gadis pujannya ternyata seorang Bonita. Sehingga Ferling selalu menemani Solikin dan Persebaya di manapun mereka bertanding. ''Dia membuat saya semakin termotivasi. Sebab dia selalu menonton Persebaya di tribun,'' tutur Solikin kepada JawaPos.com Kamis (20/7) malam.

Selain Solikin, winger Persebaya Yogi Novrian juga sumringah karena berhasil mencetak gol pertamanya untuk klub pujaan Bonek. Satu gol Yogi terjaring ke gawang Madiun Putra yang dikawal kiper Ricky Fajar Hidayat. ''Berkat kerja keras teman-teman, saya bisa memberi bukti ketika saya mendapat kepercayaan oleh pelatih,'' tutur mantan pemain Persela Lamongan itu.

Photo: @mizz_06 @dferling

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #misbakhussolikin #semakinonfire #sejakpunyapacar #greenforce #wani

Selamat Ulang Tahun Abdul Aziz. Semoga semakin sukses bersama Persebaya, bisa membawa Persebaya promosi ke Liga 1, selalu diberikan kesehatan, rezeki lancar, selalu dalam lindungannya, dan apa yang di inginkan segera tercapai, Amin.

Opo dungomu gawe Abdul Aziz dolor?
#seputarpersebaya #persebayasurabaya #selamatulangtahun #abdulaziz #greenforce #wani

Kepincut Jiwa Gentle Para Bonek

Suasana pertandingan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya yang tak lagi membuat hati waswas membikin Firly Afidha betah. Ditambah berbagai kreativitas Bonek dalam mendukung Green Force, dara 18 tahun tersebut jadi merasa nyaman di tribun.

Itulah yang kemudian meneguhkannya untuk menjadi Bonita. Meski dilarang orang tua, rasa cinta yang besar tidak bisa ditolak. Firly sudah sangat mencintai Persebaya! ’’Ya lama-lama orang tua mengerti. Tapi, tetap saja kalau saya mbonek, selalu dimarahi,’’ ujarnya, lantas tertawa. Untuk meluluhkan hati orang tuanya, dia kerap memperlihatkan aksi-aksi Bonek yang kreatif. Suasana dalam stadion yang sangat nyaman dan menyenangkan lewat berbagai video di media sosial tak lupa ditunjukkannya kepada orang tua.

Firly mengatakan, Bonek sudah berubah. Image buruk yang kerap melekat perlahan mulai hilang. ’’Kami, para perempuan, dijaga baik-baik di stadion,’’ tuturnya.

Menurut dia, Bonek layaknya tipe pria sejati. Melindungi dan mengayomi yang lemah. Mendahulukan para orang tua, anak, dan perempuan untuk masuk ke stadion. ’’Salut saya. Walau wajahnya seram-seram, jiwanya gentle,’’ ungkap mahasiswi lembaga pendidikan penerbangan Angkasa Avia jurusan pramugari itu.

Photo: Zaim Armies / Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #bonita #kepincut #jiwagentle #bonek #greenforce #wani

MOST RECENT

Persebaya Resmi Datangkan Bek Kanan Semen Padang

Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Fandry Imbiri dari Semen Padang. Fandry adalah pemain yang berposisi sebagai fullback kanan. Pemain 26 tahun itu juga pernah menjadi bagian dari Persipura Jayapura dan tim PON Papua.

Fandry sudah mulai mengikuti latihan Persebaya di Lapangan Polda Jawa Timur (Jatim), Senin (24/7). Seusai sesi latihan, Fandry tampak berbincang hangat dengan pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera. Dia mengaku sudah mengenal Fandry sejak menangani Persipura.

Alfredo Vera langsung menangkap kesan positif dari penampilan pertama Fandry bersama Persebaya. "Dia punya pengalaman bagus di lini belakang. Jadi, dia bisa ikuti apa yang saya mau," sanjung pelatih asal Argentina itu.

Fandry didatangkan untuk menutup kekosongan bek kanan di tim Persebaya. Sektor bek kanan menjadi sektor yang belum terpenuhi sejak putaran pertama kompetisi Liga 2. Selama ini Persebaya memainkan Abu Rizal Mulana dan Abdul Aziz di posisi bek kanan. Padahal Rizal adalah gelandang bertahan. Sedangkan Aziz merupakan bek kiri.

Keputusan Fandry gabung Persebaya tak lepas dari nama besar klub pujaan Bonek tersebut. Fandry berharap kedatangannya ke Persebaya bisa membawa dampak positif ke tim. "Saya berharap bisa membawa Persebaya naik ke Liga 1," harap Fandry.

Fandry menambahkan keputusannya untuk gabung Persebaya tak lepas dari keberadaan Alfredo Vera sebagai pelatih. "Saya memang dekat dengan dia. Kalau pelatih beri kesempatan, saya siap memberi bukti," tegas Fandry.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #resmidatangkan #fandryimbiri #bekkanan #semenpadang #greenforce #wani

Persebaya Resmi Datangkan Bek Kanan Semen Padang

Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Fandry Imbiri dari Semen Padang. Fandry adalah pemain yang berposisi sebagai fullback kanan. Pemain 26 tahun itu juga pernah menjadi bagian dari Persipura Jayapura dan tim PON Papua.

Fandry sudah mulai mengikuti latihan Persebaya di Lapangan Polda Jawa Timur (Jatim), Senin (24/7). Seusai sesi latihan, Fandry tampak berbincang hangat dengan pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera. Dia mengaku sudah mengenal Fandry sejak menangani Persipura.

Alfredo Vera langsung menangkap kesan positif dari penampilan pertama Fandry bersama Persebaya. "Dia punya pengalaman bagus di lini belakang. Jadi, dia bisa ikuti apa yang saya mau," sanjung pelatih asal Argentina itu.

Fandry didatangkan untuk menutup kekosongan bek kanan di tim Persebaya. Sektor bek kanan menjadi sektor yang belum terpenuhi sejak putaran pertama kompetisi Liga 2. Selama ini Persebaya memainkan Abu Rizal Mulana dan Abdul Aziz di posisi bek kanan. Padahal Rizal adalah gelandang bertahan. Sedangkan Aziz merupakan bek kiri.

Keputusan Fandry gabung Persebaya tak lepas dari nama besar klub pujaan Bonek tersebut. Fandry berharap kedatangannya ke Persebaya bisa membawa dampak positif ke tim. "Saya berharap bisa membawa Persebaya naik ke Liga 1," harap Fandry.

Fandry menambahkan keputusannya untuk gabung Persebaya tak lepas dari keberadaan Alfredo Vera sebagai pelatih. "Saya memang dekat dengan dia. Kalau pelatih beri kesempatan, saya siap memberi bukti," tegas Fandry.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #resmidatangkan #fandryimbiri #bekkanan #semenpadang #greenforce #wani

Fitra Ridwan Akui Pernah Didekati Persebaya

Persija Jakarta bukan satu-satunya klub yang menginginkan jasa Fitra Ridwan. Mandang gelandang serang Gresik United ini mengaku mendapat tawaran dari berbagai klub, salah satunya adalah Persebaya Surabaya.

Pesepak bola asal Banda Aceh tersebut sempat tergiur menerima pinangan Persebaya. Namun, pada akhirnya Fitra menjatuhkan pilihan kepada Persija Jakarta karena faktor keluarga. "Saya juga menerima tawaran Persebaya. Tapi karena faktor keluarga, saya akhirnya pilih Jakarta," aku Fitra kepada JawaPos.com.
Seperti disampaikan kepada JawaPos.com, Sabtu (22/7), Fitra telah mengumumkan perihal pengunduran dirinya dari Gresik United. "Sebenarnya berat untuk meninggalkan GU. Tapi banyak yang harus saya pertimbangkan," aku mantan pemain Bhayangkara FC itu.

Pemain berusia 23 tahun itu menambahkan, dia menerima tawaran untuk meninggalkan Gresik United. Fitra sempat menahan diri dan tak menerima tawaran itu dengan alasan untuk menghargai klub dan suporter setia Gresik United. "Tapi karena ada faktor nonteknis dan saya menerima tawaran yang lebih baik, jadi saya ambil," ungkap Fitra.

Jika benar bergabung bersama Macan Kemayoran - julukan Persija, maka Fitra harus bersaing dengan pemain asing Rohit Chana. Meski cukup ketat, Fitra tak mau ambil pusing dengan hal itu. "Saya fokus untuk meningkatkan kemampuan dahulu. Untuk saat ini saya mau mengambil pengalamannya dulu. Target untuk main pasti ada, tapi saya mau meningkatkan kualitas individu di Persija," tutup Fitra.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #fitraridwan #greenforce #wani

Mampukah Persebaya (Kembali) Membalikkan Sejarah?
“Apa yang menjadi misi kita? Apa?
“Membalikkan sejarah,” Jawab semua pemain serentak.

Satu dari sekian suntikan motivasi Agil Haji Ali, sang manajer Persebaya yang mampu membangkitkan fighting spirit punggawa Persebaya. Green Force akhirnya mampu merebut gelar Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI tahun 1987/1988 yang turut menghiasi rapi rak piala di Mess Karanggayam bersama puluhan piala lainnya.
***
Kini Persebaya sedang mengarungi kompetisi Liga 2 2017 yang tengah bergulir. Ketatnya perolehan poin di grup 5 membuat Persebaya harus meracik strategi terbaik untuk mendapatkan poin maksimal disetiap laga yang dijalani.

Track record yang mulai mengalami peningkatan level permainan tentu harus dijaga dan perlahan ditingkatkan. Faktor teknis harus benar-benar diperhatikan sejeli mungkin oleh seluruh jajaran tim agar lawan seminimal mungkin menemukan celah untuk mengalahkan Bajol Ijo Persebaya. Pemain juga harus tahu diri, sadar bahwa mereka yang bermain di tim seraksasa Persebaya yang mengharuskan memiliki mental baja dan spirit juang yang tinggi meskipun dibayangi tekanan beban besar membela tim yang sarat sejarah.

Isu-isu non teknis yang menghinggapi Persebaya harus disikapi secara tepat. Seperti rahasia umum yang ramai diperbincangkan di media sosial tentang adanya praktik skenario busuk dari pihak-pihak tertentu. Skenario yang jauh-jauh hari telah menentukan siapa saja klub-klub yang akan dipromosikan ke Liga 1 musim depan. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada nasib perjalanan Persebaya mengingat hanya ada 3 slot sebagai syarat lolos ke kompetisi tertinggi musim depan.

Dirasa memang semacam mulai terindikasi upaya-upaya untuk menjegal Persebaya agar tidak bisa lolos ke Liga 1 musim depan. Diakui atau tidak, konon memang masih terdapat pihak-pihak yang masih belum bisa menerima kembali dan tidak suka dengan bangkitnya Persebaya di kompetisi Nasional.

Selengkapnya Baca di Koment!!!

#Repost @seputarpersebaya (@get_repost)
・・・
Kepincut Jiwa Gentle Para Bonek

Suasana pertandingan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya yang tak lagi membuat hati waswas membikin Firly Afidha betah. Ditambah berbagai kreativitas Bonek dalam mendukung Green Force, dara 18 tahun tersebut jadi merasa nyaman di tribun.

Itulah yang kemudian meneguhkannya untuk menjadi Bonita. Meski dilarang orang tua, rasa cinta yang besar tidak bisa ditolak. Firly sudah sangat mencintai Persebaya! ’’Ya lama-lama orang tua mengerti. Tapi, tetap saja kalau saya mbonek, selalu dimarahi,’’ ujarnya, lantas tertawa. Untuk meluluhkan hati orang tuanya, dia kerap memperlihatkan aksi-aksi Bonek yang kreatif. Suasana dalam stadion yang sangat nyaman dan menyenangkan lewat berbagai video di media sosial tak lupa ditunjukkannya kepada orang tua.

Firly mengatakan, Bonek sudah berubah. Image buruk yang kerap melekat perlahan mulai hilang. ’’Kami, para perempuan, dijaga baik-baik di stadion,’’ tuturnya.

Menurut dia, Bonek layaknya tipe pria sejati. Melindungi dan mengayomi yang lemah. Mendahulukan para orang tua, anak, dan perempuan untuk masuk ke stadion. ’’Salut saya. Walau wajahnya seram-seram, jiwanya gentle,’’ ungkap mahasiswi lembaga pendidikan penerbangan Angkasa Avia jurusan pramugari itu.

Photo: Zaim Armies / Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #bonita #kepincut #jiwagentle #bonek #greenforce #wani

Kepincut Jiwa Gentle Para Bonek

Suasana pertandingan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya yang tak lagi membuat hati waswas membikin Firly Afidha betah. Ditambah berbagai kreativitas Bonek dalam mendukung Green Force, dara 18 tahun tersebut jadi merasa nyaman di tribun.

Itulah yang kemudian meneguhkannya untuk menjadi Bonita. Meski dilarang orang tua, rasa cinta yang besar tidak bisa ditolak. Firly sudah sangat mencintai Persebaya! ’’Ya lama-lama orang tua mengerti. Tapi, tetap saja kalau saya mbonek, selalu dimarahi,’’ ujarnya, lantas tertawa. Untuk meluluhkan hati orang tuanya, dia kerap memperlihatkan aksi-aksi Bonek yang kreatif. Suasana dalam stadion yang sangat nyaman dan menyenangkan lewat berbagai video di media sosial tak lupa ditunjukkannya kepada orang tua.

Firly mengatakan, Bonek sudah berubah. Image buruk yang kerap melekat perlahan mulai hilang. ’’Kami, para perempuan, dijaga baik-baik di stadion,’’ tuturnya.

Menurut dia, Bonek layaknya tipe pria sejati. Melindungi dan mengayomi yang lemah. Mendahulukan para orang tua, anak, dan perempuan untuk masuk ke stadion. ’’Salut saya. Walau wajahnya seram-seram, jiwanya gentle,’’ ungkap mahasiswi lembaga pendidikan penerbangan Angkasa Avia jurusan pramugari itu.

Photo: Zaim Armies / Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #bonita #kepincut #jiwagentle #bonek #greenforce #wani

Ada Aroma Dendam Persebaya, Saat Jamu Martapur FC

Usai meraih kemenangan atas Madiun Putra, Persebaya bakal bersua dengan klub asal Kalimantan Selatan yaitu Martapura FC, Kamis (27/7). Laga lawan Martapura FC sendiri tentunya saja bakal berlangsung sengit.
Selain keduanya merupakan raksasa di klasemen sementara Grup 5 Liga 2, kedua klub pastinya berambisi untuk menang. Apalagi bagi Persebaya. Klub asuhan Angel Alfredo Vera tersebut menginginkan balas dendam mengingat sebelumnya Green Force takluk di kandang Martapura FC dengan skor 1-2.

Dengan ambisi balas dendam tersebut, Persebaya tak main-main dalam melakukan persiapan. Sayang, dalam laga big match tersebut kehadiran sang kapten, Rendi Irwan belum bisa dipastikan. "Kami belum bisa pastikan keadaan Rendi, tetapi saat ini sudah dilakukan pemeriksaan. Kami harapkan proses recovery-nya berlangsung cepat," ujar manajer Persebaya, Chairul Basalamah kepada Radar Surabaya, Sabtu (22/7). Selain belum pasti bisa dimainkannya sang kapten, Persebaya juga belum bisa memastikan pemain-pemain lain yang juga cedera seperti Kurniawan Karman, Sidik Saimima, dan Taufan Hidayat. Namun demikian Taufan dan Sidik sudah berlatih pada Sabtu (22/7. "Tetapi untuk Kurniawan Karman sepertinya masih butuh waktu untuk penyembuhan. Kira-kira dua Minggu lagi," tambah ayah dua orang anak tersebut.

Selain kehilangan beberapa pemain karena cedera, derita Persebaya semakin bertambah setelah hengkangnya dua punggawanya yaitu Mardiono dan Rachmat Latief. Meskipun demikian, Chairul tak merasa cemas mengingat saat ini kondisi tim Persebaya semakin membaik dan ada banyak pemain yang siap menggantikan posisi pemain yang cedera dan hengkang tersebut saat melawan Laskar Sultan Adam mendatang. "Kondisi kami semakin hari semakin baik, hasil positif yang kami terima dalam pertandingan away kemarin berdampak besar kepada tim. Tetapi kami tahu Martapura adalah tim besar, tim yang bagus. Kami harus optimistis, karena meskipun pemain kami tidak komplet tapi kami siap," pungkas Chairul.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #martapurafc #adaaromadendam #greenforce #wani

Persebaya Dituntut Tampil Apik di Dua Laga Kandang

Persebaya Surabaya harus mempertahankan permainan apik di Madiun ketika menjamu Martapura FC, Kamis (27/7) dan PSBI Blitar, Rabu (2/8) di Surabaya. Pelatih Angel Alfredo Vera ingin timnya mempertahankan penampilan terbaik agar tetap berada di papan atas.

Persebaya bermain sangat bagus ketika mengalahkan Madiun Putra dengan skor 2-1 di Stadion Wilis, Kamis (20/7) malam. Meski tertinggal lebih dahulu oleh gol Asmar Abu pada menit ke-44, Persebaya mampu membalas dua gol lewat Yogi Novrian menit ke-48 dan Misbakhus Solikin menit ke-58. "Kami akan selalu bermain seperti itu. Pressing dan kontrol pertandingan dari awal sampai akhir. Itu yang saya mainkan. Jika kami tandang bermain seperti itu, maka di kandang juga harus seperti itu juga," kata pelatih asal Argentina tersebut.

Persebaya bukan hanya memenangkan pertandingan, tapi mereka merebut tiga poin dengan cara indah. Sangat tenang dan tidak tergesa-gesa. Kehilangan tiga pilar utama yakni Rendi Irwan Saputra, Kurniawan Karman, dan M. Sidik Saimima seolah tak berpengaruh ke tim.

Sebab Persebaya punya sederetan pemain pengganti yang bermain sangat cantik di Madiun. Hidayat dan Abu Rizal Maulana bisa menjadi duo jangkar yang sangat lincah. Kehadiran mereka membuat Solikin leluasa bermain di belakang striker. Pun demikian halnya dengan Irfan Jaya dan Yogi Novrian.

Dua pemain yang dipasang sebagai penyerang sayap ini bermain sama bagusnya. Irfan mencetak dua assist untuk Persebaya. Sementara Yogi menyumbangkan satu gol untuk Green Force - julukan Persebaya. Gol Yogi sekaligus memompa semangat Persebaya untuk tampil lebih agresif. "Semua pemain penting untuk tim. Siapa yang lebih siap, dia akan main. Hari ini pemain yang turun bekerja untuk tim agar bermain bagus," tutur mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Alfredo Vera sekaligus mengonfirmasi bahwa Persebaya harus kehilangan kapten tim Rendi Irwan dalam kurun waktu dua minggu. "Sekarang Rendi mengalami cedera. Dia perlu beberapa waktu untuk sembuh. Kemungkinan dia harus absen dua minggu," tutup Alfredo Vera.

Photo: Angger Bondan / Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #greenforce #wani

Persebaya Dituntut Tampil Apik di Dua Laga Kandang

Persebaya Surabaya harus mempertahankan permainan apik di Madiun ketika menjamu Martapura FC, Kamis (27/7) dan PSBI Blitar, Rabu (2/8) di Surabaya. Pelatih Angel Alfredo Vera ingin timnya mempertahankan penampilan terbaik agar tetap berada di papan atas.

Persebaya bermain sangat bagus ketika mengalahkan Madiun Putra dengan skor 2-1 di Stadion Wilis, Kamis (20/7) malam. Meski tertinggal lebih dahulu oleh gol Asmar Abu pada menit ke-44, Persebaya mampu membalas dua gol lewat Yogi Novrian menit ke-48 dan Misbakhus Solikin menit ke-58. "Kami akan selalu bermain seperti itu. Pressing dan kontrol pertandingan dari awal sampai akhir. Itu yang saya mainkan. Jika kami tandang bermain seperti itu, maka di kandang juga harus seperti itu juga," kata pelatih asal Argentina tersebut.

Persebaya bukan hanya memenangkan pertandingan, tapi mereka merebut tiga poin dengan cara indah. Sangat tenang dan tidak tergesa-gesa. Kehilangan tiga pilar utama yakni Rendi Irwan Saputra, Kurniawan Karman, dan M. Sidik Saimima seolah tak berpengaruh ke tim.

Sebab Persebaya punya sederetan pemain pengganti yang bermain sangat cantik di Madiun. Hidayat dan Abu Rizal Maulana bisa menjadi duo jangkar yang sangat lincah. Kehadiran mereka membuat Solikin leluasa bermain di belakang striker. Pun demikian halnya dengan Irfan Jaya dan Yogi Novrian.

Dua pemain yang dipasang sebagai penyerang sayap ini bermain sama bagusnya. Irfan mencetak dua assist untuk Persebaya. Sementara Yogi menyumbangkan satu gol untuk Green Force - julukan Persebaya. Gol Yogi sekaligus memompa semangat Persebaya untuk tampil lebih agresif. "Semua pemain penting untuk tim. Siapa yang lebih siap, dia akan main. Hari ini pemain yang turun bekerja untuk tim agar bermain bagus," tutur mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Alfredo Vera sekaligus mengonfirmasi bahwa Persebaya harus kehilangan kapten tim Rendi Irwan dalam kurun waktu dua minggu. "Sekarang Rendi mengalami cedera. Dia perlu beberapa waktu untuk sembuh. Kemungkinan dia harus absen dua minggu," tutup Alfredo Vera.

Photo: Angger Bondan / Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #greenforce #wani

Antisipasi Aset Diserobot, Pemkot Pasang Plang Mess Persebaya

Pemkot tak main-main dalam menjaga asetnya. Bahkan, pemkot mulai memberikan tanda pada setiap aset yang dimiliki. Tujuannya agar aset tersebut tak dicaplok pihak lain.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, beberapa aset penting sudah diberi tanda. Tanda tersebut berupa plang yang bertuliskan bahwa tanah tersebut merupakan aset pemkot. Beberapa lahan rawan sudah diberi tanda. "Seperti di beberapa taman. Itu sudah kami kasih tanda. Aku nggak mau aset yang saat ini ada nanti diserobot orang lain," bebernya. Selain taman, terbaru pemkot juga sudah menandai mess milik Persebaya di Jalan Karanggayam. Mess tersebut merupakan lahan milik pemkot.

Hal tersebut sekaligus menepis tudingan bahwa pemkot memberi segel terhadap mess pemain Bajul Ijo itu. Bahkan, ada anggapan jika pemkot mengusir pemain Persebaya 1927 dari mess yang disediakan. Menurut Risma, pemkot hanya sebatas memberi tanda pada aset. Bukan untuk mengusir para pemain Persebaya 1927 dari mess yang ada. "Itu bukan segel. Kami cuma pasang plang yang sebagai tanda bahwa tanah tersebut milik pemkot Surabaya. Nanti kalau ggak kami pasang plang, malah direbut orang. Nanti kalau direbut, saya lagi yang disalahkan. Kan serba repot," jelas wanita berkacamata ini.

Risma menegaskan, ada beberapa taman yang di dekatnya menjadi hunian warga. Namun, Risma tidak mengusir warga yang ada di lokasi tersebut. Meski, plang tanda lahan milik pemkot sudah disematkan. "Warga masih tetap diperbolehkan tinggal. Kami cuma mengamankan aset. Kami nggak ada niatan ngusir warga. Diberi tanda bukan berarti kami mengusir," tegas wanita kelahiran Kediri ini.

Risma berharap, dengan pemasangan plang tersebut aset pemkot bisa terjaga. Terlebih, pemkot juga terus diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengamanan aset. "Jangan sampai ada aset yang sudah dikuasai lepas lagi. Kami harus getol sosialisasi juga ke warga bahwa lahan itu milik pemkot," pungkasnya.

Photo: Bagus Putra Pamungkas / Radar Surabaya

#seputarpersebaya #pemkot #pasangplangmess #persebayasurabaya #greenforce #wani

Antisipasi Aset Diserobot, Pemkot Pasang Plang Mess Persebaya

Pemkot tak main-main dalam menjaga asetnya. Bahkan, pemkot mulai memberikan tanda pada setiap aset yang dimiliki. Tujuannya agar aset tersebut tak dicaplok pihak lain.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, beberapa aset penting sudah diberi tanda. Tanda tersebut berupa plang yang bertuliskan bahwa tanah tersebut merupakan aset pemkot. Beberapa lahan rawan sudah diberi tanda. "Seperti di beberapa taman. Itu sudah kami kasih tanda. Aku nggak mau aset yang saat ini ada nanti diserobot orang lain," bebernya. Selain taman, terbaru pemkot juga sudah menandai mess milik Persebaya di Jalan Karanggayam. Mess tersebut merupakan lahan milik pemkot.

Hal tersebut sekaligus menepis tudingan bahwa pemkot memberi segel terhadap mess pemain Bajul Ijo itu. Bahkan, ada anggapan jika pemkot mengusir pemain Persebaya 1927 dari mess yang disediakan. Menurut Risma, pemkot hanya sebatas memberi tanda pada aset. Bukan untuk mengusir para pemain Persebaya 1927 dari mess yang ada. "Itu bukan segel. Kami cuma pasang plang yang sebagai tanda bahwa tanah tersebut milik pemkot Surabaya. Nanti kalau ggak kami pasang plang, malah direbut orang. Nanti kalau direbut, saya lagi yang disalahkan. Kan serba repot," jelas wanita berkacamata ini.

Risma menegaskan, ada beberapa taman yang di dekatnya menjadi hunian warga. Namun, Risma tidak mengusir warga yang ada di lokasi tersebut. Meski, plang tanda lahan milik pemkot sudah disematkan. "Warga masih tetap diperbolehkan tinggal. Kami cuma mengamankan aset. Kami nggak ada niatan ngusir warga. Diberi tanda bukan berarti kami mengusir," tegas wanita kelahiran Kediri ini.

Risma berharap, dengan pemasangan plang tersebut aset pemkot bisa terjaga. Terlebih, pemkot juga terus diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengamanan aset. "Jangan sampai ada aset yang sudah dikuasai lepas lagi. Kami harus getol sosialisasi juga ke warga bahwa lahan itu milik pemkot," pungkasnya.

Photo: Bagus Putra Pamungkas / Radar Surabaya

#seputarpersebaya #pemkot #pasangplangmess #persebayasurabaya #greenforce #wani

Cuplikan Pertandingan Madiun Putra vs Persebaya Surabaya
📹: TVONE
#seputarpersebaya #cuplikanpertandingan #madiunputra #persebayasurabaya #greenforce #wani

Merajut Persaudaraan Lewat Syal

Kreativitas untuk sekadar mendukung tim kesayangan sudah semakin beraneka. Caranya pun kian mengundang decak kagum. Bukan lagi hanya hadir, lalu berteriak lantang dari sisi lapangan atau tribun penonton. Beragam atribut jadi pemanis sekaligus memeriahkan barisan pendukung di stadion.

Nah, selain jersey, salah satu atribut yang seakan menjadi wajib di kalangan suporter sepak bola adalah syal. Atribut itu dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir menjadi tren di kalangan suporter Indonesia. Syal dengan beragam warna, motif, gambar, dan tulisan yang mewakili klub kerap tampil mencolok, baik di televisi maupun langsung di tribun stadion.

Begitu juga Bonek, suporter Persebaya. Syal ibarat senjata wajib yang harus dibawa ke mana pun saat Green Force berlaga. Dengan dominasi warna hijau khas klub kesayangan, syal bahkan menjadi salah satu benda yang dimanfaatkan untuk melakukan aksi kreatif di Stadion Gelora Bung Tomo.

Syal yang awalnya digunakan suporter asal Inggris untuk menghangatkan tubuh saat mendukung klub kesayangan dalam cuaca dingin berubah fungsi tatkala masuk ke negara tropis seperti Indonesia. Cara pemakaiannya pun jadi bermacam-macam. Ada yang dilingkarkan di leher. Ada pula yang diikatkan di pinggang. Syal kadang juga dijadikan alat untuk membuat atraksi koreografi saat mendukung Persebaya oleh Bonek.

Seperti yang dilakukan saat pertandingan Persebaya melawan Persatu Tuban pada 6 Juli. Ketika menyanyikan anthem menjelang pertandingan, seluruh Bonek yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo membentangkan syal. Koreografi indah yang menggetarkan seisi tribun.

Tak cukup? Ketika menyanyikan chant-chant favorit, Bonek juga menggunakan syal untuk menambah semangat. Syal biasanya diputar-putar seiring dengan nada chant yang dinyanyikan. Hasilnya, koreografi di atas tribun kian memeriahkan suasana pertandingan sepak bola.

Selengkapnya di koment!!!

Selamat Ulang Tahun Abdul Aziz. Semoga semakin sukses bersama Persebaya, bisa membawa Persebaya promosi ke Liga 1, selalu diberikan kesehatan, rezeki lancar, selalu dalam lindungannya, dan apa yang di inginkan segera tercapai, Amin.

Opo dungomu gawe Abdul Aziz dolor?
#seputarpersebaya #persebayasurabaya #selamatulangtahun #abdulaziz #greenforce #wani

Pemain PSIM, Rangga Muslim Digoda Persebaya

Penampilan ciamik Rangga Muslim bersama PSIM Jogja membuat banyak tim ngiler untuk merekrutnya. Tidak tanggung-tanggung, iming-iming gaji tinggi ditawarkan agar pemain bernomor punggung 15 itu mau berganti seragam.
Salah satu yang resmi meminang gelandang serang Naga Jawa tersebut adalah Bajul Ijo, Persebaya Surabaya. Namun manajemen PSIM masih berat melepas salah satu kekuatan lini tengah pasukan Erwan Hendarwanto tersebut.

Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru membenarkan jika pihak Persebaya telah menghubunginya dan mengutarakan minatnya memboyong Rangga ke Surabaya. Tetapi dengan banyak pertimbangan, pihaknya belum bisa menerima pinangan Green Force tersebut. “Kami menjalin komunikasi yang baik, manajemen Persebaya sudah menghubungi saya, tapi Rangga tetap kami pertahankan karena dia salah satu pilar di tim ini,” ujarnya kepada wartawan di wisma PSIM, kemarin.

Selain pilar di kesebelasan yang berdiri 1929 itu, tenaga Rangga masih sangat dibutuhkan untuk membantu tim berjuang di grup 5. PSIM dinilai belum aman dari ancaman degradasi karena sementara ini masih menempati posisi empat.
Tak hanya itu, di putaran kedua nanti langkah PSIM tidak ringan mengingat akan melakoni empat partai tandang. Salah satunya ke Surabaya menantang Persebaya. “Kami juga memiliki suporter yang fanatik dan kritis kepada klub. Jika kami melepas pilar kami, tentu suporter akan protes,” imbuhnya.

Apalagi sebelum musim kompetisi bergulir, PSIM telah kehilangan Juni Riyadi yang hengkang ke PSIS Semarang. Serta benteng di jantung pertahanan Sunny Hizbullah yang diboyong juara ISC-B musim 2016, PSCS Cilacap. Sehingga sebisa mungkin tidak ada lagi pilar yang lepas.

Sementara itu terkait pemain yang diincar PSIM, manajemen terus menjalin komunikasi dengan beberapa pemain. Salah satu yang kemungkinan bergabung adalah Riskal Susanto dari 757 Kepri Jaya FC. Pemain yang musim lalu juga memperkuat PSIM itu telah tiba di Jogja pada Rabu sore (19/7). Photo: Guntur Aga Tirtana / Radar Jogja

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #godapemain #psimyogyakarta #ranggamuslim #greenforce #wani

Bukti Bonek Lebih Dewasa

Bonek tidak tertib dan kisruh, itu cerita lama. Sudah tutup buku. Lawatan belasan ribu pendukung Persebaya Surabaya itu untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangannya ketika melawan tuan rumah Madiun Putra Kamis malam (20/7) dalam lanjutan grup 5 Liga 2 menjadi bukti nyata.

Setelah dua laga away sebelumnya selalu digelar tanpa penonton, kemarin menjadi momen bahagia bagi Bonek. Mereka bisa memberikan dukungan langsung kepada Misbakus Solikin dkk dari tribun Stadion Wilis, Madiun. Bahkan, jumlah Bonek lebih banyak ketimbang penonton tuan rumah. ’’Pertandingan ini adalah bukti. Bonek sudah berubah dan berbenah dengan sangat baik. Laga ini harus menjadi contoh bahwa laga tandang Persebaya tidak membahayakan untuk kota tuan rumah,’’ kata Manajer Persebaya Chairul Basalamah.

Pria yang disapa Abud itu juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh dalam menjaga agar pertandingan berjalan tertib. ’’Semuanya berjalan lancar berkat bantuan dari Polresta Madiun dan aparat TNI,’’ lanjutnya.

Sehari sebelum pertandingan, banyak Bonek yang sudah berada di Kota Madiun. Sejak siang hari, Bonek dengan warna kebanggaan hijau memadati area dekat Stadion Wilis. Ketika bus tim datang, mereka memberikan sambutan yang luar biasa dengan menyanyikan beberapa lagu dan mars andalan.

Dan, puncaknya, stadion berkapasitas 25 ribu penonton itu seolah menjadi pertunjukan kreativitas Bonek dalam mendukung Persebaya pada malam hari. Secara merata, tribun selatan, timur, dan utara mereka hijaukan. Spanduk dengan tulisan semangat terpasang di tribun selatan.

Tidak henti-hentinya mereka menyanyikan lagu penyemangat untuk tim yang sedang berjuang meraih kemenangan. Saat peluit panjang berbunyi, seperti biasa mereka menyanyikan lagu Song for Pride. Para penggawa Persebaya mengelilingi stadion sambil bertepuk tangan sebagai ucapan terima kasih atas dukungan Bonek. ’’Kami sangat berterima kasih kepada semua yang datang jauh-jauh dari Surabaya untuk memberikan semangat. Dukungan dari Bonek menjadi doping yang ampuh bagi kami untung berjuang meraih kemenangan," ungkap Misbakhus Solikin.

Photo: Angger Bondan / Jawa Pos

#seputarpersebaya

Kami ingin PERSEBAYA pastikan kita yang menang demi menuju prestasi jadi juara😉😁 (Scream For Pride)🎵 Kawal terus KEBANGGAAN kami. Liga 1 menantimu PERSEBAYA🙌
.
.
#persebaya #bonek #greenforce #emosijiwaku #persebayafans #persatuansepakbolasurabaya #bonekhitz #screamforpride #seputarpersebaya #kabarbonekpersebaya #supportyourlocalteam🇲🇨

Menggila di Babak Kedua, Ini Yang Dikatakan Alfredo Kepada Pemain

EJ – Persebaya sempat tertinggal di babak pertama lewat gol yang dicetak Asmar Abu di penghujung babak. Tertinggal satu gol membuat puluhan ribu Bonek sempat terdiam.

Namun Persebaya berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol. Permainan Persebaya juga berbeda dibanding babak pertama. Menguasai pertandingan, banyak peluang tercipta sehingga merepotkan barisan belakang Madiun Putra. “Kalian harus bermain biasa di babak kedua. Kalian belum kalah. Jika kalian bisa mencetak gol di 10 menit awal babak kedua, Persebaya akan menang,” ujar Alfredo saat di kamar ganti seperti ditirukan manajer tim, Chairul Basalamah kepada EJ.

Omongan Alfredo terbukti manjur. Persebaya mencetak gol di awal babak kedua. Satu gol dicetak Yogi Novrian yang menerima muntahan bola hasil tendangan Irfan Jaya di menit 48. Sementara gol kedua dicetak Misbakhus Solikin dari titik putih pada menit 58.

Unggul dua gol tidak membuat Persebaya mengendorkan permainan. Beberapa peluang tercipta hasil kerjasama rancak antar pemain. Green Force menggila di babak kedua. Persebaya akhirnya memenangkan pertandingan dan membuatnya kembali ke posisi puncak klasemen Grup 5. (iwe)

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #alfredovera #greenforce #wani

Solikin Semakin On Fire Sejak Punya Pacar

Kapten Persebaya Surabaya Misbakhus Solikin sedang on fire bersama Green Force. Pemain jebolan kompetisi internal Persebaya itu menjadi top skor sementara klub dengan perolehan enam gol. Yang menarik, Solikin semakin rajin cetak gol sejak mengakhiri status jomblonya.

Meski berposisi sebagai gelandang, Solikin merupakan pemain yang rajin mencetak gol. Sahabat pesepak bola Evan Dimas Darmono ini telah mengemas tiga gol sebelum kompetisi Liga 2 memasuki jeda Ramadan dan Lebaran.

Performanya semakin meningkat selepas libur Lebaran. Nama Solikin tak pernah absen dalam daftar pencetak gol Persebaya di tiga pertandingan terakhir melawan PSBI Blitar (12 Juli), Persinga Ngawi (15 Juli), dan Madiun Putra (20 Juli). Tiga gol dalam sembilan hari membuat Solikin menahbiskan diri sebagai top skor sementara Green Force dengan enam gol. Salah satu faktor non teknis yang membuat penampilan Solikin adalah kehadiran Devina Ferling.

Gadis berjilbab yang akrab disapa Ferling ini merupakan kekasih baru Solikin. Mereka baru jadian kurang dari satu bulan. Solikin beruntung karena gadis pujannya ternyata seorang Bonita. Sehingga Ferling selalu menemani Solikin dan Persebaya di manapun mereka bertanding. ''Dia membuat saya semakin termotivasi. Sebab dia selalu menonton Persebaya di tribun,'' tutur Solikin kepada JawaPos.com Kamis (20/7) malam.

Selain Solikin, winger Persebaya Yogi Novrian juga sumringah karena berhasil mencetak gol pertamanya untuk klub pujaan Bonek. Satu gol Yogi terjaring ke gawang Madiun Putra yang dikawal kiper Ricky Fajar Hidayat. ''Berkat kerja keras teman-teman, saya bisa memberi bukti ketika saya mendapat kepercayaan oleh pelatih,'' tutur mantan pemain Persela Lamongan itu.

Photo: @mizz_06 @dferling

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #misbakhussolikin #semakinonfire #sejakpunyapacar #greenforce #wani
.
.
Sumber : @seputarpersebaya

Most Popular Instagram Hashtags