[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

#seputarpersebaya

683 posts

TOP POSTS

Evan Dimas Beri Sinyal Kembali ke Persebaya

Evan Dimas Darmono seolah sedang memberikan sinyal kepada Persebaya Surabaya untuk segera merekrutnya paa musim depan. Sebab Evan Dimas ingin bermain di hadapan publik Surabaya dan mendapat dukungan penuh dari Bonek.

Evan Dimas sebenarnya pernah memperkuat Persebaya pada tahun 2012 silam. Saat itu dia berstatus pemain magang. Karena berkas alih statusnya tak kunjung disahkan oleh kepengurusan PSSI dan operator kompetisi saat itu, Evan gagal membuat debut bersama Persebaya.

Lima tahun berselang, Evan Dimas membuka kans untuk kembali ke Surabaya. Sulung dari empat bersaudara tampaknyanya sudah rindu bermain di hadapan puluhan ribu pendukung Persebaya yang tak pernah absen menghijaukan stadion. "Saya juga ingin bermain dengan teman-teman yang dahulu. Kami pernah bermain sama-sama, tapi itu dahulu sekali," sambung Evan.
Sosok kawan dekat Evan tak lain adalah jenderal lapangan tengah Persebaya, Misbakhus Solikin. "Jadi saya berharap suatu saat, kalau bisa secepatnya atau tahun depan, kami bisa bermain bareng lagi," harap pemain asal Desa Ngemplak, Surabaya ini.

Peluang Persebaya untuk menggaet Evan Dimas sangat terbuka lebar. Sebab kontrak Evan bersama Bhayangkara FC akan habis akhir tahun 2017 nanti.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #evandimas #berisinyal #kembali #greenforce #wani

Presiden Klub Persebaya Merinding Dengan Atmosfer Stadion GBT.

Atmosfer Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (17/6) malam WIB, memang luar biasa. Bahkan, Presiden Klub Persebaya Surabaya Azrul Ananda menyebut perayaan HUT ke-90 Persebaya merupakan yang terheboh di Indonesia.

Sebanyak 50 ribu lembar tiket yang disediakan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan ludes terjual. Pesta HUT ke-90 Persebaya sebenarnya dikemas lebih sederhana dibandingkan Homecoming Game. Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat Anniversary Game Persebaya membuat bulu kuduk merinding.

Anniversary Game Persebaya dibuka dengan Legends Game. Di sini para legenda Persebaya kembali ke lapangan hijau dan bermain di hadapan puluhan ribu Bonek. Suguhan dari para legenda Persebaya tahun 1970-an hingga 1990-an berhasil membuat Bonek terhanyut dalam nostalgia.

Sebelum kick-off pertandingan antara Persebaya dan Persik Kediri dilakukan, mantan penyanyi cilik Joshua Suherman didaulat untuk menyanyikan dua chant wajib Persebaya dan Bonek, yakni Song For Pride dan Persebaya Emosi Jiwaku (Persebaya Kau Takkan Sendirian). Mendengar nyanyian lebih dari 50 ribu orang secara serentak plus balutan cahaya dari masing-masing handphone, membuat kedua chant tersebut terasa hingga menusuk kalbu. Bahkan, ada pula di antaranya yang meneteskan air mata bahagia.

Atmosfer ini rupanya juga ditangkap Azrul Ananda. "Terus terang, saya merinding melihat antusiasme dari teman-teman semua. Kami dari manajemen dan seluruh pemain hanya bisa mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya," ucap Azrul dalam sambutannya.

Pertandingan antara Persebaya dengan Persik dimulai tepat pukul 20.30. Dukungan Bonek sangat terasa sepanjang pertandingan. Apalagi mereka seolah tak lelah untuk mendukung Persebaya. Mereka bernyanyi tanpa henti sepanjang pertandingan. Luar biasa. Azrul angkat topi dengan apa yang ditunjukkan Bonek pada Anniversary Game Persebaya. "Ini adalah pertandingan ulang tahun tim paling heboh di Indonesia. Saya yakin tidak ada tim lain di Indonesia yang seperti ini," puji mantan pemain klub internal Persebaya, Indonesia Muda (IM) itu.

Baca Selengkapnya di Koment!!!

Sambut Lebaran, Persebaya Libur Enam Hari.

Para penggawa Persebaya Surabaya mendapat jatah libur lebaran selama enam hari dari manajemen. Para pemain bisa kembali ke rumahnya masing-masing pada Jumat (23/6). Mereka harus kembali berlatih pada Kamis (29/6) sore.

Para pemain Persebaya memang masih berlatih secara rutin hingga Rabu (21/6) malam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Rendi Irwan Saputra dan kawan-kawan akan menjalani latihan terakhir Kamis (22/6) malam. "Setelah itu pemain akan libur mulai 23 Juni hingga 28 Juni. Pada tanggal 29 Juni mereka kembali berlatih sore," kata Manajer Persebaya Chairul Basalamah.

Meski mendapat jatah enam hari untuk berkumpul dengan keluarga selama libur Lebaran, para pemain Persebaya dituntut untuk menjaga kondisi kebugaran mereka. Oleh karena itu, ada sejumlah pekerjaan rumah yang diberikan ke pemain agar kondisi mereka tetap terjaga. "Teman-teman di rumah tetap diberi pekerjaan rumah untuk menjaga kondisi tubuh dan berat badan. Kalau berat badan melebihi dari yang sudah dihitung, akan ada punishment untuk mereka," tegas pria yang akrab disapa Abud ini.
📷: Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #liburenamhari #sambutlebaran #greenforce #wani

Joshua Suherman Ternyata Mengidolakan Uston Nawawi.

Artis kelahiran Surabaya, Joshua Suherman rupanya sangat mengidolakan mantan pemain Persebaya Uston Nawawi. Mimpi Joshua untuk bertanding satu lapangan dengan Uston akhirnya terwujud ketika ia ambil peran dalam Legends Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (17/6) malam WIB.

Legends Game merupakan salah satu rangkaian perayaan HUT ke-90 Persebaya. Puluhan legenda Persebaya dari tahun 1970-an hingga 1990-an ambil bagian di Legends Game. Salah satunya Uston Nawawi. Rupanya Joshua begitu mengidolakan mantan gelandang serang Timnas Indonesia itu. "Mengapa Mas Uston? Karena menonton Persebaya mulai dari generasi beliau," ucap mantan penyanyi cilik itu.

Joshua tak satu tim dengan Uston di Legends Game. Joshua membela Legends Putih. Sedangkan Uston berada di kubu Legends Hijau. Namun karena menempati posisi sayap kanan, Joshua sering berhadapan dengan idolanya. "Saya merasa dream come true. Secara kebetulan saya head to head dengan Mas Uston. Ternyata menjaga beliau itu sia-sia," ucap Joshua penuh canda.

Sayang niat Joshua untuk bertemu dengan mantan penjaga gawang Persebaya Hendro Kartiko tak terkabul. Meski namanya masuk dalam daftar legenda yang hadir, rupanya Hendro tak datang di Legend Game. "Sebenarnya di daftar ada Mas Hendro, tapi tidak datang. Padahal mau foto bareng," sesal Joshua.

Sementara itu, meski terpaut jarak usia yang sangat jauh dengan para legenda Persebaya, Joshua ternyata hanya bertahan sebelas menit di lapangan. Setelah tiga-empat sentuhan yang gagal, Joshua langsung angkat tangan dan minta diganti pemain lain. "Sebelas? Biasanya delapan menit loh. Saya mengalah. Lawannya mbah-mbah, masak saya pol-polin. Jadi saya minta ganti," tuturnya seraya tertawa.
📷: Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #joshuasuherman #mengidolakan #ustonnawawi #greenforce #wani

Pembalap Indonesia Tegaskan Identitas Sebagai Bonek.

Sosok Gerry Salim sedang menjadi viral di jejaring sosial, khususnya di kawasan Surabaya dan sekitarnya. Bukan hanya karena prestasi, nama pembalap 20 tahun asal tim Astra Honda Racing Team (AHRT) ini melambung karena selalu membawa identitas Bonek di manapun dia membalap.

Gerry memang lahir dan tumbuh besar di Surabaya. Hanya saja Gerry kurang tertarik dengan sepakbola. Meski membawa Bonek sebagai jati diri ketika di lintasan balap, adik kandung pembalap Tommy Salim ini belum pernah sekalipun datang ke stadion untuk menonton Green Force bertanding.

Gerry baru menyansikan dan merasakan secara langsung besarnya atmosfer sepakbola ketika mendatangi Anniversary Game Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (17/6) malam. "Baru pertama kali ini saya lihat Persebaya bermain," aku Gerry kepada JawaPos.com.

Ia mengaku takjub dengan 50 ribu penonton yang hadir untuk merayakan HUT ke-90 Persebaya itu. "Ternyata semua bisa datang (untuk) mendukung Persebaya. Selama di balap motor, saya tidak pernah menjumpai penonton seramai ini," ucapnya takjub.

Pembalap asal tim Astra Honda Racing Team (AHRT) ini salut dengan sambutan hangat yang diberikan Bonek atas kehadirannya di Stadion GBT. Gerry pun sempat mengelilingi stadion dengan mengendarai Honda CBR250RR.

Sosok Gerry menjadi booming berkat prestasinya di dunia balap kelas Asia Production 250cc. Selain itu, Gerry selalu membawa identitas Surabaya di lintasan balap. Baju balap atau helm yang ia gunakan selalu bertuliskan I am Bonex atau Bonek, Rek sejak tahun 2011 silam.

Menurut Gerry, apa yang ia lakukan adalah wujud rasa bangga sebagai Arek Suroboyo. Meski bukan fans Persebaya, namun Gerry menjadikan Bonek sebagai identitasnya. "Saya memang jarang lihat bola. Tapi karena saya dari Kota Surabaya, jadi saya adalah Bonek," ungkap Gerry.

Bagi Gerry, Bonek tidak hanya sekadar menegaskan identitasnya sebagai Arek Suroboyo, tapi Bonek adalah semangat yang selalu ia bawa ketika balapan. "Nekad, itulah yang selalu dibawa waktu balapan," tegas Arek Manyar Sambongan, Surabaya ini.

Baca Selengkapnya di Koment!!!

Ijin Keamanan Tak Turun, Uji Coba Lawan Madura United Gagal.

EJ – Rencana uji tanding sebelum lebaran dipastikan batal. Hal ini disampaikan manajer tim Chairul Basalamah Selasa malam (20/6) di Gelora Delta Sidoarjo (GDS). Sudah dua kali ini Persebaya melakukan latihan di GDS akibat ada perbaikan lapangan di Gelora Bung Tomo. “Seharusnya hari ini (Selasa) kami melakukan uji tanding melawan Madura United di Bangkalan. Ijin keamanan tidak turun karena mendekati lebaran. Kami memahami hal itu,” kata pria yang akrab dipanggil Abud seperti dikutip dari Jawa Pos.

Dengan batalnya uji tanding ini dipastikan Persebaya akan langsung bertanding pada laga resmi pada 6 Juli 2017 dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Grup 5 menjamu Persatu Tuban. (bim)

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #batal #ujicoba #lawan #maduraunited #karena #ijinkeamanan #greenforce #wani

Repostt @vanesssae_
Ku korban semua untuk kau sang pahlawan, kan kubela dengan penuh rasa bangga di dada
HBD Persebayaku 🐊

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #bonita #greenforce #wani

Alfredo Janji Benahi Penyelesaian Akhir Persebaya.

Pelatih Persebaya Surabaya, Angel Alfredo Vera, mengakui bahwa penyelesaian akhir timnya masih lemah. Namun Alfredo tak terlampau khawatir karena dia masih memiliki cukup waktu untuk membereskan masalah di timnya.

Persebaya mencetak banyak peluang saat menghadapi Persik Kediri dalam Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (17/6) malam. Sayang, hanya ada satu gol yang tercipta dari sekian banyak kans cetak gol yang dikreasi.

Selain faktor penyelesaian akhir yang lemah dan mudah dibaca, Persebaya juga kesulitan untuk menaklukkan Ahmad Fahmi, kiper Persik. "Minggu ini kami latih terus penyelesaian akhir," ucap Alfredo Vera seusai pertandingan.
Menurut Alfredo, yang lebih penting adalah bagaimana upaya pemain Persebaya dalam menciptakan peluang di pertandingan ini. "Soal cetak gol itu bisa dikoreksi. Yang penting kami sudah bisa cetak peluang," imbuh mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Alfredo juga tak mempermasalahkan penampilan striker Rishadi Fauzi di pertandingan ini. Meski gagal mencetak gol, Fauzi turut berperan atas lahirnya gol Persebaya yang dicetak Rendi Irwan. "Dia bisa buka ruang untuk pemain lain. Dia sudah bekerja bagus untuk tim walaupun tidak cetak gol," tutup Alfredo. 📷: Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #alfredovera #janji #benahi #penyelesaianakhir #greenforce #wani

Hanya Satu Kata "MERINDING"
Ini lagi bukan di Santiago Bernabeu Madrid, tapi ini ada di Indonesia Kota Pahlawan Surabaya Jawa Timur

Selamat Ulang Tahun Bajol Ijo Persebaya Surabaya 🐊 90 To Liga 1 🏆
📹: @balbalanindonesia

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #bonek #stadiongelorabungtomo #surabaya #jawatimur #greenforce #wani

MOST RECENT

Evan Dimas Beri Sinyal Kembali ke Persebaya

Evan Dimas Darmono seolah sedang memberikan sinyal kepada Persebaya Surabaya untuk segera merekrutnya paa musim depan. Sebab Evan Dimas ingin bermain di hadapan publik Surabaya dan mendapat dukungan penuh dari Bonek.

Evan Dimas sebenarnya pernah memperkuat Persebaya pada tahun 2012 silam. Saat itu dia berstatus pemain magang. Karena berkas alih statusnya tak kunjung disahkan oleh kepengurusan PSSI dan operator kompetisi saat itu, Evan gagal membuat debut bersama Persebaya.

Lima tahun berselang, Evan Dimas membuka kans untuk kembali ke Surabaya. Sulung dari empat bersaudara tampaknyanya sudah rindu bermain di hadapan puluhan ribu pendukung Persebaya yang tak pernah absen menghijaukan stadion. "Saya juga ingin bermain dengan teman-teman yang dahulu. Kami pernah bermain sama-sama, tapi itu dahulu sekali," sambung Evan.
Sosok kawan dekat Evan tak lain adalah jenderal lapangan tengah Persebaya, Misbakhus Solikin. "Jadi saya berharap suatu saat, kalau bisa secepatnya atau tahun depan, kami bisa bermain bareng lagi," harap pemain asal Desa Ngemplak, Surabaya ini.

Peluang Persebaya untuk menggaet Evan Dimas sangat terbuka lebar. Sebab kontrak Evan bersama Bhayangkara FC akan habis akhir tahun 2017 nanti.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #evandimas #berisinyal #kembali #greenforce #wani

Sambut Lebaran, Persebaya Libur Enam Hari.

Para penggawa Persebaya Surabaya mendapat jatah libur lebaran selama enam hari dari manajemen. Para pemain bisa kembali ke rumahnya masing-masing pada Jumat (23/6). Mereka harus kembali berlatih pada Kamis (29/6) sore.

Para pemain Persebaya memang masih berlatih secara rutin hingga Rabu (21/6) malam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Rendi Irwan Saputra dan kawan-kawan akan menjalani latihan terakhir Kamis (22/6) malam. "Setelah itu pemain akan libur mulai 23 Juni hingga 28 Juni. Pada tanggal 29 Juni mereka kembali berlatih sore," kata Manajer Persebaya Chairul Basalamah.

Meski mendapat jatah enam hari untuk berkumpul dengan keluarga selama libur Lebaran, para pemain Persebaya dituntut untuk menjaga kondisi kebugaran mereka. Oleh karena itu, ada sejumlah pekerjaan rumah yang diberikan ke pemain agar kondisi mereka tetap terjaga. "Teman-teman di rumah tetap diberi pekerjaan rumah untuk menjaga kondisi tubuh dan berat badan. Kalau berat badan melebihi dari yang sudah dihitung, akan ada punishment untuk mereka," tegas pria yang akrab disapa Abud ini.
📷: Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #liburenamhari #sambutlebaran #greenforce #wani

Ijin Keamanan Tak Turun, Uji Coba Lawan Madura United Gagal.

EJ – Rencana uji tanding sebelum lebaran dipastikan batal. Hal ini disampaikan manajer tim Chairul Basalamah Selasa malam (20/6) di Gelora Delta Sidoarjo (GDS). Sudah dua kali ini Persebaya melakukan latihan di GDS akibat ada perbaikan lapangan di Gelora Bung Tomo. “Seharusnya hari ini (Selasa) kami melakukan uji tanding melawan Madura United di Bangkalan. Ijin keamanan tidak turun karena mendekati lebaran. Kami memahami hal itu,” kata pria yang akrab dipanggil Abud seperti dikutip dari Jawa Pos.

Dengan batalnya uji tanding ini dipastikan Persebaya akan langsung bertanding pada laga resmi pada 6 Juli 2017 dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Grup 5 menjamu Persatu Tuban. (bim)

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #batal #ujicoba #lawan #maduraunited #karena #ijinkeamanan #greenforce #wani

Ijin Keamanan Tak Turun, Uji Coba Lawan Madura United Gagal.

EJ – Rencana uji tanding sebelum lebaran dipastikan batal. Hal ini disampaikan manajer tim Chairul Basalamah Selasa malam (20/6) di Gelora Delta Sidoarjo (GDS). Sudah dua kali ini Persebaya melakukan latihan di GDS akibat ada perbaikan lapangan di Gelora Bung Tomo. “Seharusnya hari ini (Selasa) kami melakukan uji tanding melawan Madura United di Bangkalan. Ijin keamanan tidak turun karena mendekati lebaran. Kami memahami hal itu,” kata pria yang akrab dipanggil Abud seperti dikutip dari Jawa Pos.

Dengan batalnya uji tanding ini dipastikan Persebaya akan langsung bertanding pada laga resmi pada 6 Juli 2017 dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Grup 5 menjamu Persatu Tuban. (bim)

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #batal #ujicoba #lawan #maduraunited #karena #ijinkeamanan #greenforce #wani

Joshua Suherman Ternyata Mengidolakan Uston Nawawi.

Artis kelahiran Surabaya, Joshua Suherman rupanya sangat mengidolakan mantan pemain Persebaya Uston Nawawi. Mimpi Joshua untuk bertanding satu lapangan dengan Uston akhirnya terwujud ketika ia ambil peran dalam Legends Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (17/6) malam WIB.

Legends Game merupakan salah satu rangkaian perayaan HUT ke-90 Persebaya. Puluhan legenda Persebaya dari tahun 1970-an hingga 1990-an ambil bagian di Legends Game. Salah satunya Uston Nawawi. Rupanya Joshua begitu mengidolakan mantan gelandang serang Timnas Indonesia itu. "Mengapa Mas Uston? Karena menonton Persebaya mulai dari generasi beliau," ucap mantan penyanyi cilik itu.

Joshua tak satu tim dengan Uston di Legends Game. Joshua membela Legends Putih. Sedangkan Uston berada di kubu Legends Hijau. Namun karena menempati posisi sayap kanan, Joshua sering berhadapan dengan idolanya. "Saya merasa dream come true. Secara kebetulan saya head to head dengan Mas Uston. Ternyata menjaga beliau itu sia-sia," ucap Joshua penuh canda.

Sayang niat Joshua untuk bertemu dengan mantan penjaga gawang Persebaya Hendro Kartiko tak terkabul. Meski namanya masuk dalam daftar legenda yang hadir, rupanya Hendro tak datang di Legend Game. "Sebenarnya di daftar ada Mas Hendro, tapi tidak datang. Padahal mau foto bareng," sesal Joshua.

Sementara itu, meski terpaut jarak usia yang sangat jauh dengan para legenda Persebaya, Joshua ternyata hanya bertahan sebelas menit di lapangan. Setelah tiga-empat sentuhan yang gagal, Joshua langsung angkat tangan dan minta diganti pemain lain. "Sebelas? Biasanya delapan menit loh. Saya mengalah. Lawannya mbah-mbah, masak saya pol-polin. Jadi saya minta ganti," tuturnya seraya tertawa.
📷: Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #joshuasuherman #mengidolakan #ustonnawawi #greenforce #wani

Repostt @vanesssae_
Ku korban semua untuk kau sang pahlawan, kan kubela dengan penuh rasa bangga di dada
HBD Persebayaku 🐊

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #bonita #greenforce #wani

Pembalap Indonesia Tegaskan Identitas Sebagai Bonek.

Sosok Gerry Salim sedang menjadi viral di jejaring sosial, khususnya di kawasan Surabaya dan sekitarnya. Bukan hanya karena prestasi, nama pembalap 20 tahun asal tim Astra Honda Racing Team (AHRT) ini melambung karena selalu membawa identitas Bonek di manapun dia membalap.

Gerry memang lahir dan tumbuh besar di Surabaya. Hanya saja Gerry kurang tertarik dengan sepakbola. Meski membawa Bonek sebagai jati diri ketika di lintasan balap, adik kandung pembalap Tommy Salim ini belum pernah sekalipun datang ke stadion untuk menonton Green Force bertanding.

Gerry baru menyansikan dan merasakan secara langsung besarnya atmosfer sepakbola ketika mendatangi Anniversary Game Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (17/6) malam. "Baru pertama kali ini saya lihat Persebaya bermain," aku Gerry kepada JawaPos.com.

Ia mengaku takjub dengan 50 ribu penonton yang hadir untuk merayakan HUT ke-90 Persebaya itu. "Ternyata semua bisa datang (untuk) mendukung Persebaya. Selama di balap motor, saya tidak pernah menjumpai penonton seramai ini," ucapnya takjub.

Pembalap asal tim Astra Honda Racing Team (AHRT) ini salut dengan sambutan hangat yang diberikan Bonek atas kehadirannya di Stadion GBT. Gerry pun sempat mengelilingi stadion dengan mengendarai Honda CBR250RR.

Sosok Gerry menjadi booming berkat prestasinya di dunia balap kelas Asia Production 250cc. Selain itu, Gerry selalu membawa identitas Surabaya di lintasan balap. Baju balap atau helm yang ia gunakan selalu bertuliskan I am Bonex atau Bonek, Rek sejak tahun 2011 silam.

Menurut Gerry, apa yang ia lakukan adalah wujud rasa bangga sebagai Arek Suroboyo. Meski bukan fans Persebaya, namun Gerry menjadikan Bonek sebagai identitasnya. "Saya memang jarang lihat bola. Tapi karena saya dari Kota Surabaya, jadi saya adalah Bonek," ungkap Gerry.

Bagi Gerry, Bonek tidak hanya sekadar menegaskan identitasnya sebagai Arek Suroboyo, tapi Bonek adalah semangat yang selalu ia bawa ketika balapan. "Nekad, itulah yang selalu dibawa waktu balapan," tegas Arek Manyar Sambongan, Surabaya ini.

Baca Selengkapnya di Koment!!!

GBT Diperbaiki, Persebaya Pindah ke Gelora Delta.

Persebaya Surabaya untuk sementara tidak bisa menggelar latihan di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Sebab, stadion terbesar di Jawa Timur itu sedang diperbaiki. Rendi Irwan dan kawan-kawan pun pindah latihan ke Gelora Delta, Sidoarjo. Sudah dua hari latihan kesebelasan berjuluk Green Force tersebut dilaksanakan di stadion kebanggaan masyarakat Sidoarjo tersebut.

Manajer Tim Persebaya Chairul Basalamah, keputusan memindahkan latihan dari Gelora Bung Tomo, Surabaya, ke Gelora Delta, Sidoarjo, didasari faktor teknis. Yakni, lapangan Gelora Bung Tomo sedang diperbaiki. ’’Kami diberi tahu pengelola Gelora Bung Tomo bahwa lapangan diperbaiki hingga Lebaran. Status kami sebagai penyewa menerima dan harus menaati hal itu,’’ kata Abud –sapaan Chairul Basalamah.

Gelora Delta dipilih karena beberapa faktor. Stadion yang menjadi venue PON 2000 di Jatim itu memiliki lampu dan akses yang memadai. Kualitas rumput juga merupakan faktor penting.

Ada kemungkinan bukan hanya untuk sesi latihan, melainkan Gelora Delta juga menjadi opsi kandang ketika melawan Persatu Tuban (6/7). ’’Selain di sini (Gelora Delta), sebenarnya ada Gelora Joko Samudro, Gresik. Tapi, kans paling besar ada di Sidoarjo,’’ tambah Abud.

Di sisi lain, gelandang Persebaya Misbakus Solikin menyatakan tidak terlalu bermasalah apabila harus bermain kandang di Sidoarjo. Menurut dia, rekan setim juga cukup beradaptasi dengan lapangan Gelora Delta. ’’Mungkin ada sedikit rasa aneh. Biasanya kami bertanding di Gelora Bung Tomo, tapi jadi Gelora Delta. Itu bukan masalah. Yang terpenting adalah demi kemajuan Persebaya,’’ ucap pemain yang telah mengoleksi tiga gol di Liga 2 musim ini tersebut.
📷: Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #pindah #geloradeltasidoarjo #greenforce #wani

Presiden Klub Persebaya Merinding Dengan Atmosfer Stadion GBT.

Atmosfer Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (17/6) malam WIB, memang luar biasa. Bahkan, Presiden Klub Persebaya Surabaya Azrul Ananda menyebut perayaan HUT ke-90 Persebaya merupakan yang terheboh di Indonesia.

Sebanyak 50 ribu lembar tiket yang disediakan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan ludes terjual. Pesta HUT ke-90 Persebaya sebenarnya dikemas lebih sederhana dibandingkan Homecoming Game. Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat Anniversary Game Persebaya membuat bulu kuduk merinding.

Anniversary Game Persebaya dibuka dengan Legends Game. Di sini para legenda Persebaya kembali ke lapangan hijau dan bermain di hadapan puluhan ribu Bonek. Suguhan dari para legenda Persebaya tahun 1970-an hingga 1990-an berhasil membuat Bonek terhanyut dalam nostalgia.

Sebelum kick-off pertandingan antara Persebaya dan Persik Kediri dilakukan, mantan penyanyi cilik Joshua Suherman didaulat untuk menyanyikan dua chant wajib Persebaya dan Bonek, yakni Song For Pride dan Persebaya Emosi Jiwaku (Persebaya Kau Takkan Sendirian). Mendengar nyanyian lebih dari 50 ribu orang secara serentak plus balutan cahaya dari masing-masing handphone, membuat kedua chant tersebut terasa hingga menusuk kalbu. Bahkan, ada pula di antaranya yang meneteskan air mata bahagia.

Atmosfer ini rupanya juga ditangkap Azrul Ananda. "Terus terang, saya merinding melihat antusiasme dari teman-teman semua. Kami dari manajemen dan seluruh pemain hanya bisa mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya," ucap Azrul dalam sambutannya.

Pertandingan antara Persebaya dengan Persik dimulai tepat pukul 20.30. Dukungan Bonek sangat terasa sepanjang pertandingan. Apalagi mereka seolah tak lelah untuk mendukung Persebaya. Mereka bernyanyi tanpa henti sepanjang pertandingan. Luar biasa. Azrul angkat topi dengan apa yang ditunjukkan Bonek pada Anniversary Game Persebaya. "Ini adalah pertandingan ulang tahun tim paling heboh di Indonesia. Saya yakin tidak ada tim lain di Indonesia yang seperti ini," puji mantan pemain klub internal Persebaya, Indonesia Muda (IM) itu.

Baca Selengkapnya di Koment!!!

#Repost @seputarpersebaya (@get_repost)
・・・
Alfredo Janji Benahi Penyelesaian Akhir Persebaya.

Pelatih Persebaya Surabaya, Angel Alfredo Vera, mengakui bahwa penyelesaian akhir timnya masih lemah. Namun Alfredo tak terlampau khawatir karena dia masih memiliki cukup waktu untuk membereskan masalah di timnya.

Persebaya mencetak banyak peluang saat menghadapi Persik Kediri dalam Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (17/6) malam. Sayang, hanya ada satu gol yang tercipta dari sekian banyak kans cetak gol yang dikreasi.

Selain faktor penyelesaian akhir yang lemah dan mudah dibaca, Persebaya juga kesulitan untuk menaklukkan Ahmad Fahmi, kiper Persik. "Minggu ini kami latih terus penyelesaian akhir," ucap Alfredo Vera seusai pertandingan.
Menurut Alfredo, yang lebih penting adalah bagaimana upaya pemain Persebaya dalam menciptakan peluang di pertandingan ini. "Soal cetak gol itu bisa dikoreksi. Yang penting kami sudah bisa cetak peluang," imbuh mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Alfredo juga tak mempermasalahkan penampilan striker Rishadi Fauzi di pertandingan ini. Meski gagal mencetak gol, Fauzi turut berperan atas lahirnya gol Persebaya yang dicetak Rendi Irwan. "Dia bisa buka ruang untuk pemain lain. Dia sudah bekerja bagus untuk tim walaupun tidak cetak gol," tutup Alfredo. 📷: Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #alfredovera #janji #benahi #penyelesaianakhir #greenforce #wani

#Repost @seputarpersebaya (@get_repost)
・・・
Tunjuk Jogja Jadi Tuan Rumah Laga PSBI Lawan Persebaya.

Pertandingan tunda grup 5 Liga 2 antara PSBI Blitar melawan Persebaya Surabaya mulai mendapat kejelasan. PT LIB (Liga Indonesia Baru) selaku operator kompetisi telah mengambil alih penyelenggaraan laga itu dan memutuskan menggelar pertandingan tersebut di Jogjakarta pada 11 Juli nanti.

Chief Operating Officer (COO) PT LIB Tigorshalom Boboy menyatakan, laga itu dilangsungkan di Lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU), Jogjakarta. ”Sudah 90 persen, pertandingan digelar tanpa penonton di sana,” jelas Tigor.

Sejatinya, lanjut Tigor, ada beberapa stadion alternatif yang dibidik. Misalnya, Stadion Manahan, Solo, dan Stadion Maguwoharjo, Sleman. Tapi, setelah melewati sejumlah kajian dan pertimbangan keamanan, pilihan jatuh ke Lapangan AAU lantaran berada di kompleks militer.
Karena penyelenggaraan sudah diambil alih PT LIB, biayanya juga ditangani mereka, bukan klub. ”Semua sudah menjadi risiko kami,” katanya.

Asisten Manajer PSBI Hardiman Wahyunianto mengungkapkan, pihaknya menerima keputusan operator. ”Bagi kami, Jogja adalah lokasi yang netral dan ideal. Tidak jauh-jauh amat juga tidak terlalu dekat dengan Jatim,” ucapnya.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #ptligaindonesiabaru #tunjuk #jogja #tuanrumah #tanpapenonton #greenforce #wani

Alfredo Janji Benahi Penyelesaian Akhir Persebaya.

Pelatih Persebaya Surabaya, Angel Alfredo Vera, mengakui bahwa penyelesaian akhir timnya masih lemah. Namun Alfredo tak terlampau khawatir karena dia masih memiliki cukup waktu untuk membereskan masalah di timnya.

Persebaya mencetak banyak peluang saat menghadapi Persik Kediri dalam Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (17/6) malam. Sayang, hanya ada satu gol yang tercipta dari sekian banyak kans cetak gol yang dikreasi.

Selain faktor penyelesaian akhir yang lemah dan mudah dibaca, Persebaya juga kesulitan untuk menaklukkan Ahmad Fahmi, kiper Persik. "Minggu ini kami latih terus penyelesaian akhir," ucap Alfredo Vera seusai pertandingan.
Menurut Alfredo, yang lebih penting adalah bagaimana upaya pemain Persebaya dalam menciptakan peluang di pertandingan ini. "Soal cetak gol itu bisa dikoreksi. Yang penting kami sudah bisa cetak peluang," imbuh mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Alfredo juga tak mempermasalahkan penampilan striker Rishadi Fauzi di pertandingan ini. Meski gagal mencetak gol, Fauzi turut berperan atas lahirnya gol Persebaya yang dicetak Rendi Irwan. "Dia bisa buka ruang untuk pemain lain. Dia sudah bekerja bagus untuk tim walaupun tidak cetak gol," tutup Alfredo. 📷: Jawa Pos

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #alfredovera #janji #benahi #penyelesaianakhir #greenforce #wani

Matur Suwon Kangge 10K dolor
Sampean kabeh pancen 👍

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #matursuwon #kangge #10K #dolor #bonek #greenforce #wani

Tunjuk Jogja Jadi Tuan Rumah Laga PSBI Lawan Persebaya.

Pertandingan tunda grup 5 Liga 2 antara PSBI Blitar melawan Persebaya Surabaya mulai mendapat kejelasan. PT LIB (Liga Indonesia Baru) selaku operator kompetisi telah mengambil alih penyelenggaraan laga itu dan memutuskan menggelar pertandingan tersebut di Jogjakarta pada 11 Juli nanti.

Chief Operating Officer (COO) PT LIB Tigorshalom Boboy menyatakan, laga itu dilangsungkan di Lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU), Jogjakarta. ”Sudah 90 persen, pertandingan digelar tanpa penonton di sana,” jelas Tigor.

Sejatinya, lanjut Tigor, ada beberapa stadion alternatif yang dibidik. Misalnya, Stadion Manahan, Solo, dan Stadion Maguwoharjo, Sleman. Tapi, setelah melewati sejumlah kajian dan pertimbangan keamanan, pilihan jatuh ke Lapangan AAU lantaran berada di kompleks militer.
Karena penyelenggaraan sudah diambil alih PT LIB, biayanya juga ditangani mereka, bukan klub. ”Semua sudah menjadi risiko kami,” katanya.

Asisten Manajer PSBI Hardiman Wahyunianto mengungkapkan, pihaknya menerima keputusan operator. ”Bagi kami, Jogja adalah lokasi yang netral dan ideal. Tidak jauh-jauh amat juga tidak terlalu dekat dengan Jatim,” ucapnya.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #ptligaindonesiabaru #tunjuk #jogja #tuanrumah #tanpapenonton #greenforce #wani

Perayaan Ulang Tahun Persebaya di Acara Buka Bersama Dengan Bapak M. Iqbal Polrestabes Surabaya.

Kapten @rendiirwan12 salah fokus, Bapak M. Iqbal dikasih pisau bukan tusuk kue 😂

Kata-kata Bapak M. Iqbal : "Polisi Selalu Mendukung Persebaya, Tetap Menjadi Bonek Yang Tertib" 👏

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #bukabersama #bapakkapolrestabes #surabaya #miqbal #polisiselalumendukungpersebaya #tetapmenjadibonekyangtertib #greenforce #wani

Alfredo Sebut Persebaya Gagal Atur Tempo di Babak Kedua.

Gagal mengatur tempo pada babak kedua disebut sebagai salah satu alasan Persebaya Surabaya gagal meraih poin penuh saat melawan Persik Kediri di Anniversary Game, Sabtu (17/6) malam. Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) berakhir dengan skor imbang 1-1.

Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera menjelaskan bahwa pasukannya sudah bermain bagus pada paruh pertama. Misbakhus Solikin dan kawan-kawan menjalankan segala instruksi yang diberikan dengan sangat bagus.

Persebaya berhasil mencetak gol melalui kaki Rendi Irwan Saputra pada menit ke-14. Sayang Persebaya lengah pada babak kedua. Persik berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Arif Yanggi pada menit ke-52. Skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang. "Saya tidak melihat hasil, saya lihat performa tim saya. Babak pertama semua berjalan bagus. Mungkin karena kami main pressing, dan tidak atur tempo, jadi babak kedua anak-anak sedikit capek, dan Persik akhirnya bisa cetak gol," ulas Alfredo.

Bek kiri Persebaya M. Irvan Febrianto juga menyampaikan keterangan senada. "Kami kehilangan tempo pada babak kedua. Sedangkan pada babak pertama kami sudah bermain sesuai rencana," tutur pemilik nomor punggung 25 ini.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #gagalaturtempo #dibabakkedua #alfredovera #greenforce #wani

Alfredo Sebut Persebaya Gagal Atur Tempo di Babak Kedua.

Gagal mengatur tempo pada babak kedua disebut sebagai salah satu alasan Persebaya Surabaya gagal meraih poin penuh saat melawan Persik Kediri di Anniversary Game, Sabtu (17/6) malam. Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) berakhir dengan skor imbang 1-1.

Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera menjelaskan bahwa pasukannya sudah bermain bagus pada paruh pertama. Misbakhus Solikin dan kawan-kawan menjalankan segala instruksi yang diberikan dengan sangat bagus.

Persebaya berhasil mencetak gol melalui kaki Rendi Irwan Saputra pada menit ke-14. Sayang Persebaya lengah pada babak kedua. Persik berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Arif Yanggi pada menit ke-52. Skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang. "Saya tidak melihat hasil, saya lihat performa tim saya. Babak pertama semua berjalan bagus. Mungkin karena kami main pressing, dan tidak atur tempo, jadi babak kedua anak-anak sedikit capek, dan Persik akhirnya bisa cetak gol," ulas Alfredo.

Bek kiri Persebaya M. Irvan Febrianto juga menyampaikan keterangan senada. "Kami kehilangan tempo pada babak kedua. Sedangkan pada babak pertama kami sudah bermain sesuai rencana," tutur pemilik nomor punggung 25 ini.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #gagalaturtempo #dibabakkedua #alfredovera #greenforce #wani

Karena Bejo Paham Persebaya Luar Dalam.

Sebagai mantan pemain Persebaya, Bejo Sugiantoro tahu betul ciri khas permainan Green Force. Bejo berhasil membawa Persik Kediri menahan imbang Persebaya dengan skor 1-1 pada Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Sabtu (17/6) malam.

Persik sempat tertinggal oleh gol Rendi Irwan Saputra pada menit ke-14. Sedangkan gol balasan Persik diceploskan Arif Yanggi pada menit ke-52. "Hasil ini sesuai rencana kami. Seminggu sebelum ke Surabaya kami sudah setting game plan seperti apa. Game plan itu berjalan mulus hari ini," ucap Bejo selepas pertandingan.

Ayah kandung bek Persebaya Rachmat Irianto ini mengaku paham luar dalam kekuatan Persebaya. Sebagai pemain yang lama membela Green Force, bahkan sempat menjabat kapten tim, Bejo juga tahu karakter pendukung Persebaya, Bonek, dalam memperlakukan lawan yang dihadapi tim pujaannya. "Sebelum melangkah ke stadion, saya tahu atmosfer Surabaya. Saya tekankan ke pemain untuk menikmati permainan. Sebab bonek lebih sportif. Siapapun yang main baik pasti didukung. Entah itu lawan atau Persebaya sendiri," jelas Bejo.

Terlepas dari hasil imbang di pertandingan ini, Bejo menjelaskan bahwa tujuan utama adalah berkompetisi di Liga 2 nanti. "Saya tekankan ke pemain bahwa kami harus menghibur. Sebab tujuan kami bukan di laga ini. Apapun hasilnya tak terpengaruh ke klasemen," imbuhnya.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #bejosugiantoro #paham #luar #dalam #greenforce #wani

Persebaya Sisakan PR Penyelesaian Akhir.

Penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di skuad Persebaya. Hal itu tampak jelas dalam laga Anniversary Game melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Sabtu (17/6) malam. Meski menciptakan banyak peluang, Green Force -julukan Persebaya, harus puas dengan skor imbang 1-1.

Kans pertama Persebaya tercipta pada menit ke-11 kala Kurniawan Karman menyambut umpan lambung Rendi Irwan Saputra. Sayang, sontekannya tak tepat sasaran. Persebaya tancap gas setelah Rendi Irwan mencetak gol pada menit ke-14. Tembakanya dari dalam kotak penalti bersarang di kanan gawang Persik yang dikawal Ahmad Fahmi.

Rendi tak berseleberasi setelah menjebol gawang mantan klubnya tersebut. Dia berlari ke arah suporter Persik lalu mengangkat kedua tangannya tanda meminta maaf. Semenit setelah gol Rendi pertandingan sempat terhenti sekitar dua karena asap flare yang menyelimuti lapangan.

Dua peluang Persebaya kembali lahir dari kaki Kurniawan Karman. Namun mantan penggawa PSM Makassar itu masih gagal mencetak gol. Peluang untuk Persik tercipta pada menit ke-25. Meski tembakan Fery Rahmad gagal ditepis kiper Dimas Galih, namun arah bola justru melenceng di sisi kiri gawang.

Striker utama Persebaya, Rishadi Fauzi, mendatat peluang pertamanya pada menit ke-26. Sayang ,sundulannya menyambut umpan Hidayat berhasil ditepis kiper Ahmad Fahmi. Ahmad Fahmi kembali menjadi penyelamat saat ia berhasil menangkap bola dari tembakan jarah jauh Kurniawan Karman menit ke-31.

Top skorer sementara Persebaya, Misbakhus Solikin, unjuk gigi pada menit ke-36. Solikin melepaskan sebuah tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun arah bola melebar. Tak ada tambahan gol hingga jeda pertandingan.

Babak kedua baru berjalan dua menit ketika Rishadi Fauzi mencatat peluang keduanya di laga ini. Namun, bola berhasil diamankan kiper Ahmad Fahmi. Persik sukses menyamakan kedudukan setelah Arif Yanggi mencetak gol pada menit ke-52. Bola tembakannya yang mengarah ke tengah gawang gagal dibendung kiper Dimas Galih.

Baca Selengkapnya di Koment!!!

Most Popular Instagram Hashtags