#seputarpersebaya

993 posts

TOP POSTS

Perjalanan Masih Panjang, Persebaya!

Persebaya Surabaya tak mau terlalu larut dalam euforia setelah memastikan diri lolos ke babak 16 besar kompetisi Liga 2 2017. Menurut Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera, perjalanan Persebaya masih sangat panjang untuk kembali ke Liga 1 2017.

Persebaya lolos ke babak 16 besar menyusul kekalahan yang diderita Persatu Tuban atas Madiun Putra di Stadion Wilis akhir pekan lalu. Persebaya masih memimpin di puncak klasemen dengan perolehan 25 poin. Jumlah poin yang sama juga dikumpulkan Martapura FC yang berada di ranking kedua. "Rasanya senang sudah melewati satu langkah untuk bisa ke Liga 1. Tapi perjalanan masih jauh. Masih ada banyak pertandingan," ungkap Alfredo Vera tentang kesuksesan Persebaya meraih tiket ke babak 16 besar.
Pada pertandingan selanjutnya Persebaya akan away ke Stadion Loka Jaya markas Persatu Tuban. Pertandingan akan dilangsungkan Sabtu (26/8) mendatang. Kabarnya, laga ini akan dilangsungkan pada malam hari.

Meski sudah pasti lolos, Persebaya tak akan bersantai di Tuban. Alfredo juga menampik bahwa dirinya ingin menurunkan para pemain pengganti di Bumi Wali. Menurut Alfredo, Persebaya hanya memainkan pemain yang siap untuk laga itu. "Tidak ada istilah pemain cadangan. Karena siapa saja bisa bermain. Kami bisa melakukan rotasi. Kami akan gunakan pemain yang terbaik," tegas pelatih asal Argentina ini.

Photo: Angger Bondan

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #perjalananmasihpanjang #greenforce #wani

Kunci Sukses Alfredo Vera di Persebaya

Selain belum terkalahkan di kompetisi, salah satu dampak positif dari kehadiran Angel Alfredo Vera di Persebaya adalah para pemain tidak cepat kehabisan napas. Ini tak lepas dari organisasi permainan yang lebih rapat jarak antarpemain juga lebih pendek.

Ketika Alfredo datang, salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan adalah stamina pemain. Saat itu para penggawa Persebaya sering kehabisan tenaga di pertengahan babak kedua. Ini sangat rawan mengingat Persebaya terancam kebobolan di menit akhir. "(Saat itu) pemain salah dalam berlari. Mereka berlari terlalu banyak, terlalu jauh dan terlalu panjang," ulas Alfredo. Alfredo menjelaskan bahwa stamina pemain Persebaya terbuang sia-sia karena para pemainnya tak punya jeda untuk bernapas.

Alfredo mengubahnya secara perlahan. Pertama, ia memberikan penjelasan tentang pentingnya mengatur tempo. Persebaya tidak harus bermain dengan tempo tinggi secara terus menerus. Ada kalanya tempo permainan juga harus diturunkan supaya pemain tidak gampang lelah.

Kedua, pelatih asal Argentina ini membuat organisasi permainan yang lebih rapi. Jarak antar pemain tidak terlalu jauh. Tiga lini, yakni pertahanan, tengah dan serangan juga dilakukan secara bersama-sama. Tak mengherankan bila garis pertahanan Persebaya terkadang mendapat separuh lapangan. "Kalau kami bikin jarak jadi pendek, semua berlari bersama-sama. Pendek-pendek saja, itu tidak akan membuat pemain terlalu capek. Kalau organisasi tim terlalu panjang, pemain harus berlari setengah mati, semua menjadi capek," jabar eks pelatih Persipura Jayapura ini.

Alfredo menambahkan, dirinya tidak memiliki rahasia untuk meningkatkan permainan Persebaya. Ia juga memuji para pemainnya yang mau bekerja keras untuk membawa Persebaya kembali ke kasta tertinggi. Ia juga menghapus sekat antar pemain. Semua disatukan menjadi sebuah tim, yakni Persebaya. "Tidak ada istilah pemain cadangan. Karena siapa saja bisa bermain," tutup Alfredo.

#seputarpersebaya #kuncisukses #alfredovera #dipersebaya #greenforce #wani

Lini Depan dan Belakang Jadi Perhatian Pelatih Persebaya

Persebaya Surabaya kembali menggelar latihan Sabtu (19/8) setelah libur dua hari usai menjamu PSIM Jogjakarta, Kamis (16/8). Skuad Green Force berlatih di Lapangan Polda Jatim Sabtu pagi. Pelatih kepala Persebaya Angel Alfredo Vera tak memperpanjang libur buat para pemainnya.

Pelatih asal Argentina itu memang harus mengintensifkan persiapan jelang pertandingan lawan tim kuat, Persatu Tuban (28/8) mendatang. Apalagi masih ada pekerjaan rumah yang harus ia benahi sebelum pertandingan tersebut, yakni soal penyelesaian akhir yang dinilai masih belum optimal.

Persebaya sebenarnya sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar, karena Persatu pada Sabtu (19/8) kalah 2-1 saat dijamu Madiun Putra. Dengan demikian hasil laga di Tuban sudah tidak mempengaruhi kelolosan Persebaya. Namun skuad Green Force harus tetap mengejar poin penuh untuk menjadi juara grup.

Finishing touch jadi masalah ini berkaca pada pertandingan melawan PSIM Jogjakarta, di mana Persebaya mendapatkan banyak kesempatan emas tapi gagal menghasilkan gol. Alfredo menilai perbaikan wajib dilakukan timnya agar lebih baik dalam menyelesaikan peluang. “Kami harus memperbaiki penyelesaian akhir. Soal menciptakan peluang, saya rasa tidak ada masalah karena hampir di setiap pertandingan kami mampu membuat banyak peluang,” ujar Alfredo.

Persatu memang tidak bisa dipandang sebelah mata karena tim berjulukan Laskar Ronggolawe ini sulit ditaklukkan jika tampil di kandang sendiri. Persatu berpotensi menjadi batu sandungan bagi Persebaya untuk lolos ke babak 16 besar.

Selain lini depan, pada latihan nanti Persebaya juga memberikan perhatian lebih terhadap lini belakang. Sebab, dari beberapa pertandingan terakhir, pertahanan Persebaya kerap ditembus lawan. Bahkan, saat mengalahkan PSIM Jogjakarta dengan skor 2-1, gawang Persebaya beberapa kali nyaris kebobolan.

Alfredo berharap dengan sejumlah perbaikan yang dilakukan, Persebaya akan tampil lebih solid di belakang dan tajam di depan. Dengan begitu, target mencuri poin di kandang Persatu bisa terwujud.

Selengkapnya di Koment!!!

Persebaya Harusnya Bisa Cetak Lebih Dari Dua Gol

Persebaya Surabaya seharusnya bisa mencetak lebih dari dua gol saat menjamu PSIM Jogjakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Rabu (16/8) malam. Penyelesaian yang kurang sempurna membuat tim berjuluk Green Force ini harus puas dengan skor tipis 2-1.

Dua gol kemenangan Persebaya dicetak oleh Oktafianus 'Ofan' Fernando pada menit ke-16, dan penalti Misbakhus Solikin menit ke-44. Sedangkan gol semata wayang PSIM diceploskan Engkus Kuswaha pada masa injury time babak kedua, tepatnya menit 90+2. "Kami manfaatkan kesempatan di babak pertama untuk cetak gol dan kami bisa menang (dengan dua gol itu). Mungkin pada babak kedua kami punya beberapa peluang untuk cetak gol, tapi tidak masuk. Akhirnya mereka (PSIM) cetak satu gol," kata pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera.

Setelah mencetak dua gol pada babak pertama, Persebaya mendapat sejumlah peluang emas di paruh kedua. Persebaya mengancam dari sepakan Ofan di menit ke-65. Namun tidak berbuah gol. Pun demikian dengan kans M. Hidayat dan Rendi Irwan Saputra di menit ke-69. Dua kesempatan ini digagalkan penjaga gawang Ivan Febrianto. "Sebenarnya ada momen di babak kedua yang seharusnya kami bisa tambah gol, tapi tak berhasil kami cetak. Mungkin kalau kami cetak satu gol, kami bisa mencetak lebih banyak gol dari peluang-peluang itu," ulas mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut.

Kapten tim Rendi Irwan Saputra tak menampik sejumlah peluang yang mereka peroleh, utamanya pada babak kedua. Rendi menilai timnya kurang beruntung karena peluang-peluang di paruh kedua gagal dikonversi menjadi gol. "Mungkin kami kurang beruntung sehingga tidak cetak gol. Saya juga lupa berapa tendangan yang on target. Terlepas dari itu kami tetap bersyukur karena hasi ini bisa mendapat tiga poin," ucap pemain asal Sukodono, Sidoarjo itu.

Photo: Angger Bondan

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #harusnyabisacetaklebihdariduagol #greenforce #wani

Angel Alfredo Vera Belum Mau Pikirkan Babak 16 Besar

Selangkah lagi, Persebaya akan mampu memastikan tiket 16 besar apabila Persatu Tuban tak meraih kemenangan atas Madiun Putra pada laga yang berlangsung di Stadion Wilis Madiun, Sabtu (19/8). Apabila Persatu meraih hasil imbang saja, maka Laskar Ronggolawe tersebut tak dapat mengejar raihan poin Persebaya.

Dengan demikian, tentu saja Persebaya berharap Madiun Putra nantinya berhasil membungkam Persatu Tuban. Apalagi memang Madiun Putra bermain di hadapan suporternya sendiri. “Semoga Persatu meraih hasil yang buruk,” ujar Kapten Persebaya, Rendi Irwan ketika ditanya tentang kans lolos. Apabila terjadi demikian, tiket memang sudah dipastikan milik Persebaya. Hanya saja saat ini Persebaya masih belum jelas apakah akan finish di posisi pertama ataupun runner up grup.
Karena memang pertandingan putaran dua masih belum berakhir dan Martapura FC masih punya kans untuk menggeser Persebaya di posisi puncak apabila nantinya Persebaya terpeleset.

Posisi finish tersebut tentunya penting, mengingat nantinya di babak 16 besar pembagian grup bakal ditentukan dari posisi akhir klasemen. Apabila Persebaya berhasil finish di posisi pertama, maka bisa dipastikan Green Force bakal menghuni Grup C. Di Grup C ini, Persebaya bakal berhadapan dengan tiga kontestan yang lain yaitu runner up Grup 6, pemuncak klasemen Grup 7, dan runner up Grup 8.

Sebaliknya, apabila anak asuh Angel Alfredo Vera tersebut finish di posisi ke-2 maka Persebaya akan menghuni Grup D. Grup tersebut nantinya juga akan diisi oleh juara Grup 6, runner up Grup 7, dan juara Grup 8.

Dari grup 6,7 dan 8 ini ada beberapa tim kuat yang menjadi calon lawan Persebaya, seperti Kalteng Putra, Persik Kediri, Madura FC, Persigo Semeru, Persiwa Wamena dan PSBS Biak.
Dengan kemungkinan tersebut, tentunya Persebaya harus melakukan persiapan lebih. Apalagi calon lawan Persebaya tentunya merupakan klub yang tak bisa dianggap remeh. Namun demikian, pelatih Angel Alfredo Vera mengaku tak ambil pusing dengan segala kemungkinan lawan tersebut.

Selengkapnya di Koment!!!

PSIM Sudah Pelajari Gaya Penalti Solikin, Tapi Kiper Masih Salah

PSIM Jogjakarta sebenarnya sudah mempersiapkan pertandingan melawan Persebaya Surabaya dengan sangat detail. Sayang, pada akhirnya tim berjuluk Laskar Mataram ini takluk di tangan Persebaya dengan skor tipis 2-1, Rabu (16/8) malam di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Ananto Nurhani, asisten pelatih PSIM menjelaskan bagaimana persiapan timnya untuk menghadapi Green Force - julukan Persebaya. Strategi sudah tersusun rapi. Bahkan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan bila Persebaya memperoleh peluang lewat set piece.

Menurut Ananto, tim pelatih PSIM sudah mengantongi dua nama eksekutor bola mati yang biasanya di andalkan Persebaya yakni Misbakhus Solikin dan Irfan Jaya. Meski sudah diantisipasi, PSIM masih saja kecolongan oleh gol penalti Solikin pada menit ke-42. "Skenario yang kami buat sejatinya sudah kami sampaikan saat briefing. Termasuk saat penalti. Sudah kami pantau dan pelajari penalti Misbakhus Solikin dalam tiga sampai empat pertandingan sebelumnya. Tendangannya selalu mengarah ke kanan, tapi kiper tetap ambil ke kiri," ucap Ananto.

Selain set piece, PSIM juga kaget oleh gol cepat Persebaya yang dicetak Oktafianus Fernando pada menit ke-16. "Kami kecolongan oleh gol cepat di babak pertama. Kami banyak peluang di babak kedua yang tidak bisa dimaksimalkan. Akhirnya kami bisa cetak gol di menit-menit akhir," sambungnya. "Persebaya luar biasa. Main dengan strategi dan organisasi permainan yang luar biasa. Intinya kami kurang beruntung di pertandingan malam ini. Secara psikologi kami juga dalam kondisi tertinggal. Sehingga pemain ingin cepat mengembalikan keadaan," tutup Ananto.

Photo: M. Syafaruddin

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #psimyogyakarta #greenforce #wani

Persepam MU Ingin Bikin Persebaya Frustasi.

Persepam Madura Utama tak gentar dengan nama besar Persebaya Surabaya. Tim asuhan Rudy William Keltjes ini justru ingin membuat Green Force -julukan Persebaya- frustrasi ketika bentrok di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Kamis (11/5) malam.

Persepam MU memiliki waktu istirahat yang minim sebelum berhadapan dengan Green Force. Sebab mereka baru saja menjamu Madiun Putra Minggu (7/5) lalu di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan. Sebaliknya, jangka waktu istirahat Persebaya lebih panjang karena mereka batal bertemu PSBI Blitar. "Kami manfaatkan waktu istirahat selama dua hari dengan maksimal. Masa istirahat kami memang tak banyak. Secara kebugaran kami memang kalah, tapi itu bukan alasan untuk tidak tampil maksimal di pertandingan besok," tegas Rudy Keltjes di Surabaya, Rabu (10/5) siang.

Mantan pelatih PSM Makassar ini sadar bahwa Persepam MU akan menghadapi tim besar. Sebagai mantan pemain dan pelatih Persebaya, Rudy Keltjes tahu jika Green Force adalah tim legendaris yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia. "Kami sadar Persebaya tim besar. Indonesia tanpa Persebaya ibarat makan tanpa sayur dan lauk. Tentu Persebaya akan berjuang maksimal, dan kami juga berjuang maksimal di Surabaya," imbuh pelatih kelahiran Situbondo tersebut.

Rudy menambahkan, sebagai warga Surabaya dirinya selalu mendoakan yang terbaik untuk Persebaya. "Tapi Persepam juga ingin bawa tiga poin. Saya sudah tekankan ke tim saya bahwa tidak mudah mengalahkan Persebaya. Kami akan tampilkan permainan bagus, kalau bisa harus bikin Persebaya frustrasi," tegas Rudy.

Sama seperti Rudy Keltjes, asisten manajer Persepam MU, Nadi Mulyadi, mengaku galau karena harus bertemu dengan klub idolanya sejak kecil. Namun Nadi sadar bahwa bendera Persepam MU-lah yang harus dia junjung saat ini. "Kami sadari Persebaya tim besar dan tradisional yang sarat sejarah. Kami siap menjadi yang terbaik di pertandingan besok. Kami ingin mencatatkan sejarah bahwa kami pernah melawan Persebaya dan kami tidak mau pulang dengan kepala tertunduk," tutur Nadi.

Regrann @seputarpersebaya

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #persebayaday #persepammu #greenfor

Lawan PSIM Tetap Tanggal 16 Agustus, Ticket Box Sudah Dibuka

EJ – Manajemen sudah mulai menjual tiket pertandingan Persebaya melawan PSIM. Jadwal pertandingan tidak mengalami perubahan yakni Rabu, 16 Agustus. Sementara kick off dimulai pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya ada kekhawatiran jika jadwal diundur mengingat beberapa pertandingan di Liga 1 mengalami perubahan karena dilangsungkan saat perayaan hari kemerdekaan.

Saat dikonfirmasi ke Media Officer Persebaya, Rocky Maghbal, ia membenarkan jika pertandingan tetap digelar 16 Agustus.

Ada penambahan dua ticket box baru yang menjual tiket pertandingan. Yang menarik, ada ticket box di daerah Gresik yakni di CR.1 Original Cofee di Randuagung. (iwe)

Photo: Angger Bondan

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #greenforce #wani

Buang Banyak Peluang, Persebaya Perbaiki Penyelesaian Akhir

Usai bermain imbang melawan Persepam Madura Utama, Kamis (10/8), Persebaya langsung melakukan latihan sehari setelah bertanding, Jumat (11/8). Tak hanya untuk perbaikan tim, latihan tersebut juga bertujuan untuk menjaga kondisi para pemain. Pasalnya latihan tersebut ditujukan khusus bagi pemain yang tidak bertanding ataupun pemain yang menit bermainnya kurang dari 45 menit.

Selain untuk menjaga kondisi para pemain, Persebaya yang saat ini mengemas 22 poin juga harus habis-habisan di tiga laga terakhir. Apalagi dalam laga selanjutnya Persebaya harus berhadapan dengan PSIM Jogjakarta pada 16 Agustus mendatang.

Untuk itu Persebaya saat ini melakukan perbaikan. Apalagi dalam laga sebelumnya, Persebaya yang diakui oleh Angel Alfredo Vera memiliki banyak peluang hanya bisa membukukan dua gol. "Kemarin kami punya banyak peluang untuk cetak gol. Di sepak bola kalo tidak manfaatkan semua peluang lawan bisa bangkit dan kita bisa kalah. Jadi kami akan selalu perbaiki," ujar mantan pelatih Persipura tersebut.

Sementara itu, nantinya untuk persiapan melawan PSIM. Persebaya bakal melakukan persiapan seperti biasa. Hal tersebut dilakukan mengingat Persebaya akan mewaspadai permainan lawan secara tim dan tidak mengawal pemain khusus. "Persiapan biasa, tidak ada persiapan khusus. Kami memang harus waspada tetapi kami akan lebih fokus ke tim sendiri," jelas Alfredo.

Melawan PSIM, Persebaya belum memastikan apakah Rendi Irwan bisa diturunkan mengingat saat ini cedera lutut kiri sang kapten masih dalam proses penyembuhan dengan melakukan terapi.

Photo: Joko Kristiono

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #greenforce #wani

MOST RECENT

Kunci Sukses Alfredo Vera di Persebaya

Selain belum terkalahkan di kompetisi, salah satu dampak positif dari kehadiran Angel Alfredo Vera di Persebaya adalah para pemain tidak cepat kehabisan napas. Ini tak lepas dari organisasi permainan yang lebih rapat jarak antarpemain juga lebih pendek.

Ketika Alfredo datang, salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan adalah stamina pemain. Saat itu para penggawa Persebaya sering kehabisan tenaga di pertengahan babak kedua. Ini sangat rawan mengingat Persebaya terancam kebobolan di menit akhir. "(Saat itu) pemain salah dalam berlari. Mereka berlari terlalu banyak, terlalu jauh dan terlalu panjang," ulas Alfredo. Alfredo menjelaskan bahwa stamina pemain Persebaya terbuang sia-sia karena para pemainnya tak punya jeda untuk bernapas.

Alfredo mengubahnya secara perlahan. Pertama, ia memberikan penjelasan tentang pentingnya mengatur tempo. Persebaya tidak harus bermain dengan tempo tinggi secara terus menerus. Ada kalanya tempo permainan juga harus diturunkan supaya pemain tidak gampang lelah.

Kedua, pelatih asal Argentina ini membuat organisasi permainan yang lebih rapi. Jarak antar pemain tidak terlalu jauh. Tiga lini, yakni pertahanan, tengah dan serangan juga dilakukan secara bersama-sama. Tak mengherankan bila garis pertahanan Persebaya terkadang mendapat separuh lapangan. "Kalau kami bikin jarak jadi pendek, semua berlari bersama-sama. Pendek-pendek saja, itu tidak akan membuat pemain terlalu capek. Kalau organisasi tim terlalu panjang, pemain harus berlari setengah mati, semua menjadi capek," jabar eks pelatih Persipura Jayapura ini.

Alfredo menambahkan, dirinya tidak memiliki rahasia untuk meningkatkan permainan Persebaya. Ia juga memuji para pemainnya yang mau bekerja keras untuk membawa Persebaya kembali ke kasta tertinggi. Ia juga menghapus sekat antar pemain. Semua disatukan menjadi sebuah tim, yakni Persebaya. "Tidak ada istilah pemain cadangan. Karena siapa saja bisa bermain," tutup Alfredo.

#seputarpersebaya #kuncisukses #alfredovera #dipersebaya #greenforce #wani

Kunci Sukses Alfredo Vera di Persebaya

Selain belum terkalahkan di kompetisi, salah satu dampak positif dari kehadiran Angel Alfredo Vera di Persebaya adalah para pemain tidak cepat kehabisan napas. Ini tak lepas dari organisasi permainan yang lebih rapat jarak antarpemain juga lebih pendek.

Ketika Alfredo datang, salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan adalah stamina pemain. Saat itu para penggawa Persebaya sering kehabisan tenaga di pertengahan babak kedua. Ini sangat rawan mengingat Persebaya terancam kebobolan di menit akhir. "(Saat itu) pemain salah dalam berlari. Mereka berlari terlalu banyak, terlalu jauh dan terlalu panjang," ulas Alfredo. Alfredo menjelaskan bahwa stamina pemain Persebaya terbuang sia-sia karena para pemainnya tak punya jeda untuk bernapas.

Alfredo mengubahnya secara perlahan. Pertama, ia memberikan penjelasan tentang pentingnya mengatur tempo. Persebaya tidak harus bermain dengan tempo tinggi secara terus menerus. Ada kalanya tempo permainan juga harus diturunkan supaya pemain tidak gampang lelah.

Kedua, pelatih asal Argentina ini membuat organisasi permainan yang lebih rapi. Jarak antar pemain tidak terlalu jauh. Tiga lini, yakni pertahanan, tengah dan serangan juga dilakukan secara bersama-sama. Tak mengherankan bila garis pertahanan Persebaya terkadang mendapat separuh lapangan. "Kalau kami bikin jarak jadi pendek, semua berlari bersama-sama. Pendek-pendek saja, itu tidak akan membuat pemain terlalu capek. Kalau organisasi tim terlalu panjang, pemain harus berlari setengah mati, semua menjadi capek," jabar eks pelatih Persipura Jayapura ini.

Alfredo menambahkan, dirinya tidak memiliki rahasia untuk meningkatkan permainan Persebaya. Ia juga memuji para pemainnya yang mau bekerja keras untuk membawa Persebaya kembali ke kasta tertinggi. Ia juga menghapus sekat antar pemain. Semua disatukan menjadi sebuah tim, yakni Persebaya. "Tidak ada istilah pemain cadangan. Karena siapa saja bisa bermain," tutup Alfredo.

#seputarpersebaya #kuncisukses #alfredovera #dipersebaya #greenforce #wani

Perjalanan Masih Panjang, Persebaya!

Persebaya Surabaya tak mau terlalu larut dalam euforia setelah memastikan diri lolos ke babak 16 besar kompetisi Liga 2 2017. Menurut Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera, perjalanan Persebaya masih sangat panjang untuk kembali ke Liga 1 2017.

Persebaya lolos ke babak 16 besar menyusul kekalahan yang diderita Persatu Tuban atas Madiun Putra di Stadion Wilis akhir pekan lalu. Persebaya masih memimpin di puncak klasemen dengan perolehan 25 poin. Jumlah poin yang sama juga dikumpulkan Martapura FC yang berada di ranking kedua. "Rasanya senang sudah melewati satu langkah untuk bisa ke Liga 1. Tapi perjalanan masih jauh. Masih ada banyak pertandingan," ungkap Alfredo Vera tentang kesuksesan Persebaya meraih tiket ke babak 16 besar.
Pada pertandingan selanjutnya Persebaya akan away ke Stadion Loka Jaya markas Persatu Tuban. Pertandingan akan dilangsungkan Sabtu (26/8) mendatang. Kabarnya, laga ini akan dilangsungkan pada malam hari.

Meski sudah pasti lolos, Persebaya tak akan bersantai di Tuban. Alfredo juga menampik bahwa dirinya ingin menurunkan para pemain pengganti di Bumi Wali. Menurut Alfredo, Persebaya hanya memainkan pemain yang siap untuk laga itu. "Tidak ada istilah pemain cadangan. Karena siapa saja bisa bermain. Kami bisa melakukan rotasi. Kami akan gunakan pemain yang terbaik," tegas pelatih asal Argentina ini.

Photo: Angger Bondan

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #perjalananmasihpanjang #greenforce #wani

Perjalanan Masih Panjang, Persebaya!

Persebaya Surabaya tak mau terlalu larut dalam euforia setelah memastikan diri lolos ke babak 16 besar kompetisi Liga 2 2017. Menurut Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera, perjalanan Persebaya masih sangat panjang untuk kembali ke Liga 1 2017.

Persebaya lolos ke babak 16 besar menyusul kekalahan yang diderita Persatu Tuban atas Madiun Putra di Stadion Wilis akhir pekan lalu. Persebaya masih memimpin di puncak klasemen dengan perolehan 25 poin. Jumlah poin yang sama juga dikumpulkan Martapura FC yang berada di ranking kedua. "Rasanya senang sudah melewati satu langkah untuk bisa ke Liga 1. Tapi perjalanan masih jauh. Masih ada banyak pertandingan," ungkap Alfredo Vera tentang kesuksesan Persebaya meraih tiket ke babak 16 besar.
Pada pertandingan selanjutnya Persebaya akan away ke Stadion Loka Jaya markas Persatu Tuban. Pertandingan akan dilangsungkan Sabtu (26/8) mendatang. Kabarnya, laga ini akan dilangsungkan pada malam hari.

Meski sudah pasti lolos, Persebaya tak akan bersantai di Tuban. Alfredo juga menampik bahwa dirinya ingin menurunkan para pemain pengganti di Bumi Wali. Menurut Alfredo, Persebaya hanya memainkan pemain yang siap untuk laga itu. "Tidak ada istilah pemain cadangan. Karena siapa saja bisa bermain. Kami bisa melakukan rotasi. Kami akan gunakan pemain yang terbaik," tegas pelatih asal Argentina ini.

Photo: Angger Bondan

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #perjalananmasihpanjang #greenforce #wani

Lini Depan dan Belakang Jadi Perhatian Pelatih Persebaya

Persebaya Surabaya kembali menggelar latihan Sabtu (19/8) setelah libur dua hari usai menjamu PSIM Jogjakarta, Kamis (16/8). Skuad Green Force berlatih di Lapangan Polda Jatim Sabtu pagi. Pelatih kepala Persebaya Angel Alfredo Vera tak memperpanjang libur buat para pemainnya.

Pelatih asal Argentina itu memang harus mengintensifkan persiapan jelang pertandingan lawan tim kuat, Persatu Tuban (28/8) mendatang. Apalagi masih ada pekerjaan rumah yang harus ia benahi sebelum pertandingan tersebut, yakni soal penyelesaian akhir yang dinilai masih belum optimal.

Persebaya sebenarnya sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar, karena Persatu pada Sabtu (19/8) kalah 2-1 saat dijamu Madiun Putra. Dengan demikian hasil laga di Tuban sudah tidak mempengaruhi kelolosan Persebaya. Namun skuad Green Force harus tetap mengejar poin penuh untuk menjadi juara grup.

Finishing touch jadi masalah ini berkaca pada pertandingan melawan PSIM Jogjakarta, di mana Persebaya mendapatkan banyak kesempatan emas tapi gagal menghasilkan gol. Alfredo menilai perbaikan wajib dilakukan timnya agar lebih baik dalam menyelesaikan peluang. “Kami harus memperbaiki penyelesaian akhir. Soal menciptakan peluang, saya rasa tidak ada masalah karena hampir di setiap pertandingan kami mampu membuat banyak peluang,” ujar Alfredo.

Persatu memang tidak bisa dipandang sebelah mata karena tim berjulukan Laskar Ronggolawe ini sulit ditaklukkan jika tampil di kandang sendiri. Persatu berpotensi menjadi batu sandungan bagi Persebaya untuk lolos ke babak 16 besar.

Selain lini depan, pada latihan nanti Persebaya juga memberikan perhatian lebih terhadap lini belakang. Sebab, dari beberapa pertandingan terakhir, pertahanan Persebaya kerap ditembus lawan. Bahkan, saat mengalahkan PSIM Jogjakarta dengan skor 2-1, gawang Persebaya beberapa kali nyaris kebobolan.

Alfredo berharap dengan sejumlah perbaikan yang dilakukan, Persebaya akan tampil lebih solid di belakang dan tajam di depan. Dengan begitu, target mencuri poin di kandang Persatu bisa terwujud.

Selengkapnya di Koment!!!

Persebaya Dipastikan Lolos ke Babak 16 Besar Liga 2

Persebaya Surabaya dipastikan lolos ke babak 16 besar kompetisi Liga 2 2017. Green Force -julukan Persebaya- menjadi tim pertama dari Grup 5 yang menembus babak 16 besar setelah Persatu Tuban kalah dari Madiun Putra di Stadion Wilis, Sabtu (19/8) sore.

Persebaya menduduki puncak klasemen Grup 5 dengan perolehan 25 poin. Kekalahan di Madiun membuat Persatu tertahan di peringkat keempat dengan perolehan 17 poin. Kedua tim sama-sama menyisakan dua pertandingan. Namun secara matematis Persebaya sudah pasti lolos ke fase 16 besar.

Sebab poin maksimal Persatu (dengan asumsi memenangkan dua pertandingan tersisa) adalah 23 poin. Sedangkan angka maksimal yang bisa dikumpulkan oleh Misbakhus Solikin dan kawan-kawan adalah 31 poin.

Pada pertandingan berikutnya, Persebaya akan bertemu Persatu di Stadion Loka Jaya, Tuban, Sabtu (26/8) mendatang. Setelah melawan Persatu, Persebaya akan menjamu Persinga Ngawi di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), 14 September nanti.

Meski sudah memastikan tiket ke babak 16 besar, tim asuhan Angel Alfredo Vera masih punya satu ambisi lain, yakni menjuarai Grup 5. Persebaya juga harus mewaspadai Martapura FC yang mengoleksi 22 poin, namun memiliki satu pertandingan lebih banyak.

Photo: Angger Bondan

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #dipastikanlolos #babak16besar #liga2 #greenforce #wani

Angel Alfredo Vera Belum Mau Pikirkan Babak 16 Besar

Selangkah lagi, Persebaya akan mampu memastikan tiket 16 besar apabila Persatu Tuban tak meraih kemenangan atas Madiun Putra pada laga yang berlangsung di Stadion Wilis Madiun, Sabtu (19/8). Apabila Persatu meraih hasil imbang saja, maka Laskar Ronggolawe tersebut tak dapat mengejar raihan poin Persebaya.

Dengan demikian, tentu saja Persebaya berharap Madiun Putra nantinya berhasil membungkam Persatu Tuban. Apalagi memang Madiun Putra bermain di hadapan suporternya sendiri. “Semoga Persatu meraih hasil yang buruk,” ujar Kapten Persebaya, Rendi Irwan ketika ditanya tentang kans lolos. Apabila terjadi demikian, tiket memang sudah dipastikan milik Persebaya. Hanya saja saat ini Persebaya masih belum jelas apakah akan finish di posisi pertama ataupun runner up grup.
Karena memang pertandingan putaran dua masih belum berakhir dan Martapura FC masih punya kans untuk menggeser Persebaya di posisi puncak apabila nantinya Persebaya terpeleset.

Posisi finish tersebut tentunya penting, mengingat nantinya di babak 16 besar pembagian grup bakal ditentukan dari posisi akhir klasemen. Apabila Persebaya berhasil finish di posisi pertama, maka bisa dipastikan Green Force bakal menghuni Grup C. Di Grup C ini, Persebaya bakal berhadapan dengan tiga kontestan yang lain yaitu runner up Grup 6, pemuncak klasemen Grup 7, dan runner up Grup 8.

Sebaliknya, apabila anak asuh Angel Alfredo Vera tersebut finish di posisi ke-2 maka Persebaya akan menghuni Grup D. Grup tersebut nantinya juga akan diisi oleh juara Grup 6, runner up Grup 7, dan juara Grup 8.

Dari grup 6,7 dan 8 ini ada beberapa tim kuat yang menjadi calon lawan Persebaya, seperti Kalteng Putra, Persik Kediri, Madura FC, Persigo Semeru, Persiwa Wamena dan PSBS Biak.
Dengan kemungkinan tersebut, tentunya Persebaya harus melakukan persiapan lebih. Apalagi calon lawan Persebaya tentunya merupakan klub yang tak bisa dianggap remeh. Namun demikian, pelatih Angel Alfredo Vera mengaku tak ambil pusing dengan segala kemungkinan lawan tersebut.

Selengkapnya di Koment!!!

Kontribusi Duo Papua Belum Terlihat

Hampir dua pekan bergabung bersama Persebaya, namun kontribusi Nerius Alom dan Ricky Kayame belum begitu terlihat. Meski selalu dimainkan dari bangku cadangan, keduanya masih belum membawa perubahan yang berarti bagi tim berjuluk Green Force.

Ricky Kayame sendiri sudah mulai dimainkan saat Persebaya melawan Persepam Madura Utama, sementara Nerius Alom menjalani debutnya saat melawan PSIM Jogjakarta Rabu (16/8). Dari dua petandingan tersebut, dua pemain asal Tanah Papua tersebut seakan tenggelam dari nama-nama lama yang mengisi skuad asuhan Angel Alfredo Vera.

Meski demikian sang pelatih tetap membela dua rekrutan anyarnya tersebut. Menurutnya tiap pemain punya kecepatan adaptasi yang berbeda-beda. Begitu juga keduanya kalah dibandingkan dengan Fandry Imbiri.

Fandry memang sudah tampil ciamik bahkan kala debutnya bagi Persebaya. Total 11 intersep jadi bukti nyata kuatnya ia di lini belakang Persebaya. Mungkin, hal tersebut lah yang jadi penyebab tingginya ekspektasi publik terhadap dua rekrutan Persebaya lainnya dari tanah Papua. “Masih butuh adaptasi, mereka butuh waktu untuk berbaur bersama tim,” bela Alfredo Vera ketika disinggung mengenai penampilan Ricky dan Nerius.

Hal senada juga diungkapkan oleh manajer Persebaya, Chairul Basalamah. Menurutnya adalah hal yang wajar apabila mereka masih belum begitu setel dengan tim karena keduanya masih baru bergabung bersama Persebaya.

Ricky baru debut saat melawan Persepam, dan Nerius baru dimainkan saat melawan PSIM. Apa yang anda harapkan dari dua pertandingan tersebut,” kata pria yang akrab disapa Abud tersebut. Bila nantinya Nerius dan Ricky terus menjadi pemain pengganti bisa dikatakan pembelian dua pemain ini pantas disebut sebagai pembelian yang gagal.
Sementara itu, Persebaya akan kembali berlatih pada Sabtu (19/8). Praktis Nerius dan Ricky bakal punya kesempatan untuk beradaptasi bersama tim dan memperbaiki penampilan mereka kala melawan Persatu Tuban mendatang.

Photo: Andy Satria

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #kontribusi #duopapua #belumterlihat #rickykayame #neriusalom #greenforce #wani

Selamat Ulang Tahun Coach Angel Alfredo Vera.
Tetap jaga Capolista, tetap bermain konsisten dengan permainan ofensif seperti yang coach inginkan, bawa Persebaya kembali ke tempat yang seharusnya Persebaya berada yaitu Liga 1.

Jangan Kasih Kendor Coach, Wani 🐊

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #selamatulangtahun #coachangelalredovera #greenforce #wani

Persebaya Harusnya Bisa Cetak Lebih Dari Dua Gol

Persebaya Surabaya seharusnya bisa mencetak lebih dari dua gol saat menjamu PSIM Jogjakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Rabu (16/8) malam. Penyelesaian yang kurang sempurna membuat tim berjuluk Green Force ini harus puas dengan skor tipis 2-1.

Dua gol kemenangan Persebaya dicetak oleh Oktafianus 'Ofan' Fernando pada menit ke-16, dan penalti Misbakhus Solikin menit ke-44. Sedangkan gol semata wayang PSIM diceploskan Engkus Kuswaha pada masa injury time babak kedua, tepatnya menit 90+2. "Kami manfaatkan kesempatan di babak pertama untuk cetak gol dan kami bisa menang (dengan dua gol itu). Mungkin pada babak kedua kami punya beberapa peluang untuk cetak gol, tapi tidak masuk. Akhirnya mereka (PSIM) cetak satu gol," kata pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera.

Setelah mencetak dua gol pada babak pertama, Persebaya mendapat sejumlah peluang emas di paruh kedua. Persebaya mengancam dari sepakan Ofan di menit ke-65. Namun tidak berbuah gol. Pun demikian dengan kans M. Hidayat dan Rendi Irwan Saputra di menit ke-69. Dua kesempatan ini digagalkan penjaga gawang Ivan Febrianto. "Sebenarnya ada momen di babak kedua yang seharusnya kami bisa tambah gol, tapi tak berhasil kami cetak. Mungkin kalau kami cetak satu gol, kami bisa mencetak lebih banyak gol dari peluang-peluang itu," ulas mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut.

Kapten tim Rendi Irwan Saputra tak menampik sejumlah peluang yang mereka peroleh, utamanya pada babak kedua. Rendi menilai timnya kurang beruntung karena peluang-peluang di paruh kedua gagal dikonversi menjadi gol. "Mungkin kami kurang beruntung sehingga tidak cetak gol. Saya juga lupa berapa tendangan yang on target. Terlepas dari itu kami tetap bersyukur karena hasi ini bisa mendapat tiga poin," ucap pemain asal Sukodono, Sidoarjo itu.

Photo: Angger Bondan

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #harusnyabisacetaklebihdariduagol #greenforce #wani

Persebaya Harusnya Bisa Cetak Lebih Dari Dua Gol

Persebaya Surabaya seharusnya bisa mencetak lebih dari dua gol saat menjamu PSIM Jogjakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Rabu (16/8) malam. Penyelesaian yang kurang sempurna membuat tim berjuluk Green Force ini harus puas dengan skor tipis 2-1.

Dua gol kemenangan Persebaya dicetak oleh Oktafianus 'Ofan' Fernando pada menit ke-16, dan penalti Misbakhus Solikin menit ke-44. Sedangkan gol semata wayang PSIM diceploskan Engkus Kuswaha pada masa injury time babak kedua, tepatnya menit 90+2. "Kami manfaatkan kesempatan di babak pertama untuk cetak gol dan kami bisa menang (dengan dua gol itu). Mungkin pada babak kedua kami punya beberapa peluang untuk cetak gol, tapi tidak masuk. Akhirnya mereka (PSIM) cetak satu gol," kata pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera.

Setelah mencetak dua gol pada babak pertama, Persebaya mendapat sejumlah peluang emas di paruh kedua. Persebaya mengancam dari sepakan Ofan di menit ke-65. Namun tidak berbuah gol. Pun demikian dengan kans M. Hidayat dan Rendi Irwan Saputra di menit ke-69. Dua kesempatan ini digagalkan penjaga gawang Ivan Febrianto. "Sebenarnya ada momen di babak kedua yang seharusnya kami bisa tambah gol, tapi tak berhasil kami cetak. Mungkin kalau kami cetak satu gol, kami bisa mencetak lebih banyak gol dari peluang-peluang itu," ulas mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut.

Kapten tim Rendi Irwan Saputra tak menampik sejumlah peluang yang mereka peroleh, utamanya pada babak kedua. Rendi menilai timnya kurang beruntung karena peluang-peluang di paruh kedua gagal dikonversi menjadi gol. "Mungkin kami kurang beruntung sehingga tidak cetak gol. Saya juga lupa berapa tendangan yang on target. Terlepas dari itu kami tetap bersyukur karena hasi ini bisa mendapat tiga poin," ucap pemain asal Sukodono, Sidoarjo itu.

Photo: Angger Bondan

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #harusnyabisacetaklebihdariduagol #greenforce #wani

PSIM Sudah Pelajari Gaya Penalti Solikin, Tapi Kiper Masih Salah

PSIM Jogjakarta sebenarnya sudah mempersiapkan pertandingan melawan Persebaya Surabaya dengan sangat detail. Sayang, pada akhirnya tim berjuluk Laskar Mataram ini takluk di tangan Persebaya dengan skor tipis 2-1, Rabu (16/8) malam di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Ananto Nurhani, asisten pelatih PSIM menjelaskan bagaimana persiapan timnya untuk menghadapi Green Force - julukan Persebaya. Strategi sudah tersusun rapi. Bahkan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan bila Persebaya memperoleh peluang lewat set piece.

Menurut Ananto, tim pelatih PSIM sudah mengantongi dua nama eksekutor bola mati yang biasanya di andalkan Persebaya yakni Misbakhus Solikin dan Irfan Jaya. Meski sudah diantisipasi, PSIM masih saja kecolongan oleh gol penalti Solikin pada menit ke-42. "Skenario yang kami buat sejatinya sudah kami sampaikan saat briefing. Termasuk saat penalti. Sudah kami pantau dan pelajari penalti Misbakhus Solikin dalam tiga sampai empat pertandingan sebelumnya. Tendangannya selalu mengarah ke kanan, tapi kiper tetap ambil ke kiri," ucap Ananto.

Selain set piece, PSIM juga kaget oleh gol cepat Persebaya yang dicetak Oktafianus Fernando pada menit ke-16. "Kami kecolongan oleh gol cepat di babak pertama. Kami banyak peluang di babak kedua yang tidak bisa dimaksimalkan. Akhirnya kami bisa cetak gol di menit-menit akhir," sambungnya. "Persebaya luar biasa. Main dengan strategi dan organisasi permainan yang luar biasa. Intinya kami kurang beruntung di pertandingan malam ini. Secara psikologi kami juga dalam kondisi tertinggal. Sehingga pemain ingin cepat mengembalikan keadaan," tutup Ananto.

Photo: M. Syafaruddin

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #psimyogyakarta #greenforce #wani

PSIM Sudah Pelajari Gaya Penalti Solikin, Tapi Kiper Masih Salah

PSIM Jogjakarta sebenarnya sudah mempersiapkan pertandingan melawan Persebaya Surabaya dengan sangat detail. Sayang, pada akhirnya tim berjuluk Laskar Mataram ini takluk di tangan Persebaya dengan skor tipis 2-1, Rabu (16/8) malam di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Ananto Nurhani, asisten pelatih PSIM menjelaskan bagaimana persiapan timnya untuk menghadapi Green Force - julukan Persebaya. Strategi sudah tersusun rapi. Bahkan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan bila Persebaya memperoleh peluang lewat set piece.

Menurut Ananto, tim pelatih PSIM sudah mengantongi dua nama eksekutor bola mati yang biasanya di andalkan Persebaya yakni Misbakhus Solikin dan Irfan Jaya. Meski sudah diantisipasi, PSIM masih saja kecolongan oleh gol penalti Solikin pada menit ke-42. "Skenario yang kami buat sejatinya sudah kami sampaikan saat briefing. Termasuk saat penalti. Sudah kami pantau dan pelajari penalti Misbakhus Solikin dalam tiga sampai empat pertandingan sebelumnya. Tendangannya selalu mengarah ke kanan, tapi kiper tetap ambil ke kiri," ucap Ananto.

Selain set piece, PSIM juga kaget oleh gol cepat Persebaya yang dicetak Oktafianus Fernando pada menit ke-16. "Kami kecolongan oleh gol cepat di babak pertama. Kami banyak peluang di babak kedua yang tidak bisa dimaksimalkan. Akhirnya kami bisa cetak gol di menit-menit akhir," sambungnya. "Persebaya luar biasa. Main dengan strategi dan organisasi permainan yang luar biasa. Intinya kami kurang beruntung di pertandingan malam ini. Secara psikologi kami juga dalam kondisi tertinggal. Sehingga pemain ingin cepat mengembalikan keadaan," tutup Ananto.

Photo: M. Syafaruddin

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #psimyogyakarta #greenforce #wani

Dua Ikon Persebaya Ingin Pemuda Indonesia Produktif dan Inovatif

Dua ikon klub Persebaya Surabaya Rendi Irwan Saputra dan Misbakhus Solikin menyuarakan pesan persatuan pada peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia. Menurut mereka, masyarakat Indonesia harus bersatu untuk menjadi bangsa yang besar di dunia.

Rendi dan Solikin adalah dua ikon sekaligus motor serangan Persebaya saat ini. Peran kedua pemain ini sangat vital. Apalagi Rendi menjabat sebagai kapten tim. Sedangkan Solikin merupakan wakil kapten.

Sebagai pesepak bola, Rendi dan Solikin bukan tipikal yang tutup mata melihat kondisi bangsa saat ini. Menurut Solikin, Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat apabila rakyatnya rukun dan bersatu. "Tetaplah bersatu. Jangan terpecah belah," pinta gelandang asal Surabaya ini.

Sedangkan Rendi menyerukan kepada para pemuda untuk terus produktif dan inovatif dalam berkarya. "Semoga pemuda dan pemudi Indonesia selalu menemukan inspirasi baru untuk memajukan negara," harap Rendi.

Rendi juga berharap para generasi muda Indonesia bisa mengantarkan negeri ini menjadi bangsa yang besar di Indonesia. "Semoga Indonesia menjadi negara yang mau serta terus berkembang di segala bidang," tutup bapak dua anak itu.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #rendiirwan #misbakhussolikin #greenforce #wani

Dua Ikon Persebaya Ingin Pemuda Indonesia Produktif dan Inovatif

Dua ikon klub Persebaya Surabaya Rendi Irwan Saputra dan Misbakhus Solikin menyuarakan pesan persatuan pada peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia. Menurut mereka, masyarakat Indonesia harus bersatu untuk menjadi bangsa yang besar di dunia.

Rendi dan Solikin adalah dua ikon sekaligus motor serangan Persebaya saat ini. Peran kedua pemain ini sangat vital. Apalagi Rendi menjabat sebagai kapten tim. Sedangkan Solikin merupakan wakil kapten.

Sebagai pesepak bola, Rendi dan Solikin bukan tipikal yang tutup mata melihat kondisi bangsa saat ini. Menurut Solikin, Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat apabila rakyatnya rukun dan bersatu. "Tetaplah bersatu. Jangan terpecah belah," pinta gelandang asal Surabaya ini.

Sedangkan Rendi menyerukan kepada para pemuda untuk terus produktif dan inovatif dalam berkarya. "Semoga pemuda dan pemudi Indonesia selalu menemukan inspirasi baru untuk memajukan negara," harap Rendi.

Rendi juga berharap para generasi muda Indonesia bisa mengantarkan negeri ini menjadi bangsa yang besar di Indonesia. "Semoga Indonesia menjadi negara yang mau serta terus berkembang di segala bidang," tutup bapak dua anak itu.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #rendiirwan #misbakhussolikin #greenforce #wani

Totalitas Bonek Bikin Pemain PSIM Grogi

Bonek berperan besar tas kemenangan Persebaya Surabaya, Rabu (16/8) malam. Kali ini giliran pemain PSIM Jogjakarta yang merasa grogi karena bermain di bawah tekanan suporter yang identik dengan warna hijau tersebut.

Sejak kick-off babak pertama, Bonek tak pernah berhenti memberikan dukungan untuk tim berjuluk Green Force tersebut. Mereka bernyanyi dan menyanyi sepanjang 90 menit penuh. Atmosfer inilah yang membuat tim lawan ciut nyali ketika merumput di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Salah satu penggawa PSIM Andi Dwi Kurniawan mengungkapkan, dukungan yang diberikan Bonek kepada Persebaya berdampak besar pada mental tanding para penggawa Laskar Mataram - julukan PSIM. Bahkan Bonek membuat skema permainan PSIM buyar. "Sebenarnya skema permainan sudah berjalan. Tapi begitu di lapangan anak-anak seperti grogi bermain di hadapan ribuan suporter Persebaya. Agak nervous. Jadi apa yang selama ini dilatih untuk menghadapi Persebaya, menjadi hilang," ungkap gelandang PSIM itu.

Selain dukungan Bonek, pemain PSIM juga kaget dengan pressing ketat yang dilakukan pemain Persebaya pada awal babak pertama. Apalagi Persebaya mampu mencetak gol cepat di babak pertama melalui Oktafianus Fernando pada menit ke-16. "Pada babak pertama kami agak kaget dengan pressing ketat dan kerasnya Persebaya. Pemain tidak berani menguasai bola di awal babak pertama. Hal itu mengakibatkan serangan kami buntu," ulasnya.

#seputarpersebaya #persebayasurabaya #bonek #greenforce #wani

Most Popular Instagram Hashtags