#senirupakontemporer

最新

"Menangkap Momen, Memaknai Esensi: Kumpulan Sketsa Pilihan 1982-2013" (Bahasa Indonesia - Inggris

Yusuf Susilo Hartono (YSH), lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 18 Maret 1958. Setelah lima tahun belakangan memimpin Majalah Seni Rupa Visual Arts, kini mengelola Majalah Galeri. Mantan guru yang menjadi Ketua Departemen wartawan Film, Kebudayaan dan Pariwisata PWI Pusat dan Direktur Sekolah Jurnalisme Kebudayaan-PWI, sewaktu kanak-kanak dilarang ayahnya (warga Muhammadiyah) menggambar mahluk hidup, dengan alasan dilarang agama Islam. Namun ia terus melawan, dan dengan cara otodidak terus menekuni dunia kesenian.

Buku setebal 300 halaman ini, berisi 200 lebih reproduksi sketsanya dengan beragam eksplorasi teknik dan medium (tinta China, pensil, krayon, konte, ballpoint,akrilik, hingga kopi), di atas kertas dan kanvas. Karya-karyanya ini, bisa dibaca sebagai jejak visual dari presisi ke ekspresi; dan jejak mental anak Indonesia dalam proses mencari jati diri lewat seni rupa.

Dalam buku tersebut, Yusuf menuliskan perjalanan proses kreatifnya dalam Soliloqui. Didampingi lima penulis lain dari dalam dan luar negeri, masing-masing Profesor Emeritus Virginia Hooker, dari Australia yang melihat dari sisi religiusitas, sedangkan dari Indonesia yakni kritikus Agus Dermawan T. dan kurator Merwan Yusuf melihat dari sisi seni rupa, jurnalis dan mantan duta besar Djafar Assegaf melihat dari sudut jurnalistik, dan peneliti/kritikus seni pertunjukan dari Institut Kesenian Jakarta Dr. Sal Murgiyanto menyoroti dari sudut pertunjukan.
Penulis: Yusuf Susilo Hartono
Penerbit:
Tahun Terbit: 2014
Tebal: 300 Halaman

Kondisi: Langka, Segel
Harga: Rp. ?

#omahsawahresellerbooks #bukuantik #bukulawas #bukubekas #bukulangka #bukuseni #bukuantropologi #bukusosiologi #bukusejarah #bukufilsafat #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #universitasbrawijaya #bukusenirupa #senirupakontemporer #senilukis #sketsalukisan #Yusufsusilohartono

"Berlayar Di Tengah Badai: Misbach Tamrin Dalam Gemuruh Politik Seni"

Buku ini adalah biografi salah seorang saksi sekaligus korban dalam peristiwa G30SPKI. Ia adalah Misbach Tamrin, pelukis dan aktivis Sanggar Bumi Tarung (SBT), sebuah kelompok perupa muda yang berafiliasi dengan Lekra di Yogya, di paro pertama tahun 1960-an.

Misbach turut ditangkap dan kemudian ditahan tanpa pengadilan selama 13 tahun di kota kelahirannya. Setelah bebas dari penjara, menariknya ia bekerja untuk mendirikan dan membuat monumen, taman kota, tugu, relief, dan lain-lain di kota-kota Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah. Setelah reformasi, ia kembali ke dunia seni rupa dan mengikuti sejumlah pameran, serta menghidupkan lagi SBT.

Buku ini berisi riwayat perjalanan hidupnya sebagai pelukis dan aktivis kebudayaan kiri. Selama ini kisah tragik peristiwa 1965 ini banyak muncul di Jawa dan Bali. Yang menarik dari buku ini adalah karena ia mengangkat sosok di wilayah Kalimantan Selatan, yang selama ini jarang diketahui. Dengan demikian, buku ini melengkapi historiografi sejarah 1965, yang hingga kini pun masalahnya masih silang sengkarut.

Penulis: Hairus Salim H. S. & Hajriansyah
Penerbit: Gading Pustaka
Tahun Terbit: 2015
Tebal: 188 Halaman

Kondisi: Segel
Harga: Rp. 60.000

#omahsawahresellerbooks #bukuantik #bukulawas #bukubekas #bukulangka #bukuseni #bukuantropologi #bukusosiologi #bukusejarah #bukufilsafat #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #universitasbrawijaya #bukusenirupa #senirupakontemporer #ordebaru #gandingpistaka #misbachtamrin #lekra

MENIMBANG RUANG MENATA RUPA - Mikke Susanto. | 100k
.
Sejauh ini buku paling representatif terbitan indonesia terkait Manajemen Seni
.
Buku penting untuk pengelola seni. Buku Menimbang Ruang Menata Rupa membekali kurator, seniman, pemilik galeri, mahasiswa seni, kolektor, pengelola museum dan pecinta seni lainnya untuk menata dan mengelola ruang pameran.
.
Buku ini memperluas wawasan dalam mendesain ruang wajah dan tata pameran seni rupa. Kajian di dalamnya berisi tentang pengertian dan jenis pameran, ruang pamer, karya seni , kreasi dan kurator, siasat public dan media massa, pembuatan portofolio perupa dan strategi teknis lainnya.
.
#bookofart #bookaboutart #artbook #bukusenirupa #manajemenseni #mikkesusanto #sejarahseni #pasarseni #ekologiseni #senirupaindonesia #artmanagement #artorganizer #senirupakontemporer #globalart

line is an most basic element of life activity and certainly most basic element of visual, therefore made life. Even line is basic element of virtually everything. Without line, none of things ever existed. That’s presented in left-unpainted white canvas in the background, as a proof of how the world like without line really (this answered the question about function of canvas field, in the final project as well)
everything has variants and the same basic, animal, plant, sky, ocean, building, transportation, human, rock, food, drink, compound, substance, bactery, virus, even field study, organization, non-physical thing. line is mean to represent those. The color, the texture, of a line is represent those varying nature. Thats the meaning of INTERPLAY BETWEEN RELATIVE AND ABSOLUTE, ORDER AND CHAOS, BRIGHT AND GLOOMY, SOFT AND HARD of line. And more importantly,those are intended to be presented equal, none one more dominating other, like red the most dominant, blue is, etc... Because the context of those everything is universe-scale, general, empirical, implicit not something specific. Hence the centered position of vanishing point.
SPECIFIC BUT GENERAL
DIFFERENT BUT EQUAL
LOCAL BUT UNIVERSAL
HENCE THE CENTER POSITION OF VANISHING LINE
After all without line, everything never existed... If anyone have some input, having better explanation about this painting, are welcome...
Kalau ada masukan atau bisa lebih menjelaskan atau apapun dipersilahkan... #michaelrodion #senirupa #visualart #senikontemporer #contemporaryart #lukisan #painting #contemporarypainting #senirupaindonesia #lukisanakrilik #acrylicpainting #abstractpainting #lukisanabstrak #senirupakontemporer

"Jeihan: Maestro Ambang Nyata Dan Maya"

EKSISTENSI Jeihan sebagai perupa menanjak sejak 1960-an hingga kini, terutama dengan ikon “mata hitam” dalam lukisan-lukisannya. Dia pula pemicu ledakan harga lukisan di Indonesia pada dekade 1980-1990-an. Namun kemapanan ekonomi tidak membuat Jeihan berubah. Ia tetap sederhana dan terus menggali esensi serta nilai-nilai kehidupan melalui jalan seni.

Buku ini mengisahkan sejarah sosok, jejak harga lukisan, estetika “mata hitam”, serta “kewarasan dan kegilaan” Jeihan sebagai seorang perupa. Konsep-konsepnya terus berkembang di tengah realitas yang dihadapinya: ambang nyata dan maya.

Penulis: Mikke Susanto
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun Terbit: 2017
Tebal: 248 Halaman

Kondisi: Segel
Harga: Rp. 115.000

#omahsawahresellerbooks #instabuku #bukuantik #bukulawas #bukubekas #bukulangka #bukuseni #bukufilsafat #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #universitasbrawijaya #bukusenirupa #mikkesusanto #senirupakontemporer #kepustakaanpopulergramedia #jeihan

"Dari Kandinsky Sampai Wianta: Catatan-Catatan Seni Rupa 1995-1997"

Dekade 80-an seperti masa inkubasi bagi para seniman garda depan Indonesia setelah Gerakan Seni Rupa Baru (GSRB) meletup dan kemudian tutup. Saat-saat kematiannya lebih senyap dibanding kegegeran ketika gerombolan itu lahir dan merucut ke dunia. Tulisan-tulisan Siti Adiyati justru secara tak sengaja mengisi kekosongan atau suasana nglangut pasca ribut-ribut avant-gardisme atau tertib ideologisme pasca pembantaian 1965.

Di masa itu, seniman-seniman mau “meluaskan” praktiknya ke mana pun, –bahkan termasuk yang mengaku pensiun– siapa tahu ada percikan ide untuk balik lagi, kelak sebagai seniman yang lebih baru. Kalau tidak, ya tidak apa-apa. Di mana-mana sepanjang mata memandang, toh “kolam” kehidupan masih itu-itu dan begitu-begitu juga.

Kumpulan catatan Siti Adiyati ini sebenarnya tidak pernah diniatkan jadi buku. Sejumlah tulisannya yang sempat dikumpulkan ini terutama mencatat pameran dan peristiwa seni rupa pada masa 80-an sampai pertengahan 90-an. Sebelum penulisnya sendiri lebih memilih untuk pensiun menulis dan ingin berkarya sebagai seniman.

Penulis: Siti Adiyati
Penerbit: Nyala & Yayasan Jakarta Biennale
Tahun Terbit: 2017
Tebal: 200 Halaman

Kondisi: Segel
Harga: Rp. 68.000

#omahsawahresellerbooks #bukuseni #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #universitasbrawijaya #bukusenirupa #senirupa #senirupadesain #senirupaindonesia #senirupamodern #senirupakontemporer #wianta #kandinsky #senikriya #senimurni #pendidikansenirupa #penerbitnyala #jakartabiennale

"Merupa Buku"

Ada dua ciri utama dari dunia per-kaver-an buku di Yogyakarta era tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an: gaya nglawasi dan masuknya pendekatan seni dalam desainnya. Gaya nglawasi dalam kaver buku penerbit Yogyakarta salah satunya dilihat dari karakter visual karya grafis tempo doeloe, seperti kemasan rokok dan gambar wayang. Salah satu ciri yang tampak adalah menonjolkan gambar dan mereduksi latar. Desainer kaver atau sebutan lainya seniman kaver buku melakukan penonjolan gambar dan mereduksi latar dalam jumlah warna seminimal mungkin.

Adapun ciri pendekatan seni dipengaruhi oleh estetika seni rupa surealisme Yogyakarta dan kontemporer, terutama seni rupa kontemporer yang berangkat dari sikap menilai situasi sosial-politik. Berkesenian tidak sebatas melukis di atas kanvas dengan gaya abstrak. Seni menjelma dalam berbagai bentuk dan membicarakan apa saja, termasuk kenyataan sosial di masyarakat.

Dengan dua ciri utama itu, karakter kaver buku-buku penerbit alternatif Yogyakarta dapat dikatakan merupakan ikon dari munculnya kesadaran kritis yang sebelumnya sempat dicekal. Dengan demikian, persoalan estetik tidak sebatas keindahan visual, tetapi lebih menaruhnya dalam ruang sosial budaya. Dari sudut pandang sastra realis, kaver-kaver buku tersebut berpijak dari realitas sebagai referensi penciptaan dan pemaknaan.

Penulis: Koskow Widyatmoko
Penerbit: LKiS
Tahun Terbit: 2009
Tebal: 268 Halaman

Kondisi: Segel
Harga: Rp. 80.000

#omahsawahresellerbooks #instabuku #bukulangka #bukuseni #bukufilsafat #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #desainkaver #universitasbrawijaya #bukusenirupa #coverbook #kaverbuku #sampulbuku #senirupakontemporer #penerbitlkis

Kamunitas patung. Patungan lagi patungan lagi
Cek webnya gih
www.gudskul.art

#gudskul
#gudskulekosistem
#nongkrongsambilbelajar
#studikolektif
#senirupakontemporer

Pesen gojek buat dorong ke @gudskul
Cek webnya gih
www.gudskul.art

#gudskul
#gudskulekosistem
#nongkrongsambilbelajar
#studikolektif
#senirupakontemporer

Main debus, kuda lumping, sumpah pocong ??? Di @gudskul ?

Cek webnya gih
www.gudskul.art

#gudskul
#gudskulekosistem
#nongkrongsambilbelajar
#studikolektif
#senirupakontemporer

"Kiprah, Karya, Dan Misteri Kehidupan Raden Saleh: Perlawanan Simbolik Seorang Inlander"

Sebagai seorang anak inlander yang belajar melukis di lingkungan Belanda, Raden Saleh sudah kenyang menghadapi hinaan. Suatu kali, teman-temannya datang kepadanya untuk memamerkan hasil lukisan bunga mereka. Sedemikian nyata lukisan itu, sehingga kabarnya beberapa kupu-kupu dan kumbang hinggap di atas lukisan itu. Sembari tertawa mengejek, mereka lalu menantang Raden Saleh untuk membuat lukisan sebagus punya mereka.

Beberapa hari setelah kejadian itu, Raden Saleh menghilang. Ia tak pernah datang ke sekolah. Karena merasa bersalah, teman-temannya lalu mendatangi rumah Raden Saleh dan mendobrak pintu kamarnya. Betapa terkejutnya mereka menemukan mayat Raden Saleh terkapar berlumuran darah di lantai dengan sebilah pisau menancap di dada. Mereka menjadi histeris. Dalam suasana panik, tiba-tiba Raden Saleh muncul dari balik pintu lain. "Lukisan kalian hanya mengelabui kumbang dan kupu-kupu, tetapi lukisan saya bisa menipu manusia," ujarnya tersenyum.

Kisah di atas secara turun-temurun diceritakan ulang di sekolah-sekolah  dan telah menjadi bagian penting untuk menggambarkan talenta seni Raden Saleh yang melegenda. Di luar negeri, nama Raden Saleh sangat dikenal. Bahkan namanya diabadikan sebagai nama sebuah kawah di planet Merkurius bersama 14 seniman terkenal, pemusik, atau penulis dunia. Di negeri kelahirannya, namanya justru terasa asing. Tidak banyak generasi muda yang mengenal apalagi berbangga dengan nama besarnya. Buku ini semoga bisa menjadi jembatan bagi kita untuk mengenal lebih jauh tentang kehidupan serta karya sang Maestro, termasuk perlawanan simboliknya menghadapi kolonial dengan bersenjatakan kuas dan kanvas.

Penulis: Katerina Achmad
Penerbit: Narasi
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 290 Halaman

Kondisi: Segel
Harga: Rp. 90.000

#omahsawahresellerbooks #bukuseni #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #universitasbrawijaya #bukusenirupa #senirupa #senirupaindonesia #senirupamodern #senirupakontemporer #pendidikansenirupa #penerbitnarasi #radensaleh

"Nashar Oleh Nashar"

Catatan-catatan hari ini adalah rekaman pengalaman, sikap, pandangan atau filosofis hidup dari seorang pelukis legendaris kelahiran tahun 1928 yang begitu konsisten, total, "keras kepala", dan penuh daya hidup dalam menjalankan pilihannya.

Dalam hal dedikasi, komitmen, dan kesungguhannya pada seni, Nashar memang dapat disebut bersama dengan Affandi, Chairil Anwar, dan rekan lainnya. Nashar adalah inspirasi bagi seniman dan mereka yang menghargai artinya sebuah pilihan.

Penulis: Nashar
Penerbit: Bentang Budaya
Tahun Terbit: 2002
Tebal: 310 Halaman

Kondisi: Langka, Bekas
Harga: Rp. ?

#omahsawahresellerbooks #instabuku #bukudiskon #bukuantik #bukulawas #bukubekas #bukulangka #bukuseni #bukuantropologi #bukusosiologi #bukusejarah #bukufilsafat #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #universitasbrawijaya #bukusenirupa #senirupakontemporer #bentangbudaya

"Batu Melangkah Waktu: Inskripsi Puisi"
(Bahasa Indonesia - Inggris)

Buku ini merupakan hasil pembacaan yang detil terhadap rangkaian karyo Sunaryo "Batu Melangkah Waktu" (1999). Aspek-aspek tehnis dalam pembuatan karya-karya tersebut, sisi maknawi batu-batu tersebut sebagai sebuah ekspresi simbolik, situasi jiwa Sunaryo yang melatarbelakangi kelahiran karya-karya tersebut juga diungkap secara gamblang.

Rangkaian karya "Batu Melangkah Waktu" diwujudkan sebagai katarsis: Pemurnian situasi psikologis Sunaryo melalui pelepasan atau eksternalisasi emosi. Ia melakukannya dengan cara menatah, mengiris, membelah, memecah tak beraturan, membanting hingga berantakan batu-batu sungai, kemudian mengolahnya menjadi kesaksian mental yang ditatahkan secara puitik.

Penulis: Mikke Susanto
Penerbit: Yayasan Selaras Sunaryo & Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun Terbit: 2007
Tebal: 147 Halaman (Art Paper, Hard Cover)

Kondisi: Langka, Bekas
Harga: Rp. ?

#omahsawahresellerbooks #bukulawas #bukubekas #bukulangka #bukuseni #bukuantropologi #bukusosiologi #bukusejarah #bukufilsafat #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #universitasbrawijaya #bukusenirupa #senirupakontemporer #mikesusanto #yayasanselasarsunaryo #kepustakaanpopulergramedia #gramedia

MENIMBANG RUANG MENATA RUPA - Mikke Susanto. | 100k
.
Sejauh ini buku paling representatif terbitan indonesia terkait Manajemen Seni
.
Buku penting untuk pengelola seni. Buku Menimbang Ruang Menata Rupa membekali kurator, seniman, pemilik galeri, mahasiswa seni, kolektor, pengelola museum dan pecinta seni lainnya untuk menata dan mengelola ruang pameran.
.
Buku ini memperluas wawasan dalam mendesain ruang wajah dan tata pameran seni rupa. Kajian di dalamnya berisi tentang pengertian dan jenis pameran, ruang pamer, karya seni , kreasi dan kurator, siasat public dan media massa, pembuatan portofolio perupa dan strategi teknis lainnya.
.
#bookofart #bookaboutart #artbook #bukusenirupa #manajemenseni #mikkesusanto #sejarahseni #pasarseni #ekologiseni #senirupaindonesia #artmanagement #artorganizer #senirupakontemporer #globalart

Dari Kandinsky Sampai Wianta:
Catatan-catatan Seni Rupa (1975-1997) - Siti Adiyati |
.
Buku ini berisikan tulisan-tulisan Siti Adiyati yang mencakup 6 buah esai dan 32 tulisan dari peristiwa, pameran, dan pasar seni rupa. Siti Adiyati merupakan salah satu seniman dalam perhelatan JIWA: Jakarta Biennale 2017 dengan menampilkan karya “Eceng Gondok Berbunga Emas” (1979). Buku “Dari Kandinsky Sampai Wianta, Catatan-catatan Seni Rupa (1975-1997)” diterbitkan sebagai publikasi dan catatan-catatan sejarah dari pergerakan seni rupa di Indonesia dan juga beberapa peristiwa seni rupa Internasional dalam periode 1975 hingga 1997. Buku ini dilengkapi oleh dokumentasi-dokumentasi karya seni yang dibahas di dalamnya.
.
Atiek, begitu panggilan akrab Siti Adiyati, membagi buku ini menjadi dua bagian. Bagian pertama menghadirkan tulisan tentang Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (dan juga menjadi anggota dari gerakan tersebut), pasar seni rupa di Paris, pameran retrospektif Kandinsky, sensasi piramida kaca museum Louvre, hingga ulasan-ulasan pelukis-pelukis Indonesia seperti Hendra, Affandi, Sudjojono, Srihadi, Mochtar Apin, hingga Dede Eri Supria. Pada bagian kedua, Atiek menghadirkan tulisan-tulisan dengan tema lebih luas, di seputar kritik seni, gerakan seni dan hubungan seni, dan kebudayaan. Kita akan diajak untuk mengetahui bagaimana proses seniman-seniman bekerja, bagaimana mereka mencari, bertahan dan berusaha keluar dari jebakan masing-masing. Ia memperhatikan kelindan antara kehidupan seniman dan karyanya, antara secercah pikiran dan pasang-surut mood mereka. Tulisan Siti Adiyati adalah catatan-catatan yang menarik untuk disimak dalam melihat perkembangan dunia seni rupa, khususnya di Indonesia.
.
#bukusenirupa #senirupaindonesia #gsrb #sejarahsenirupa #senirupakontemporer #bookart #artbook #bookofart #bookaboutart

"Seni Manubilis: Semsar Siahan 1952-2005" (Bahasa Indonesia-Inggris)

Buku ini diantar dengan dua tulisan dari sahabat dekat Semsar yang menjadi saksi sepak-terjangnya sejak tahun-tahun '70-an dan '80-an. Yayak Yatmaka adalah teman seangkatan Semsar di Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB dan Halim HD terlibat dalam berbagai proyek bersama Semsar, antara Iain untuk Cry ofAsia (1987) dan pameran keliling karya Semsar di Yogyakarta, Solo, Salatiga, dan Bandung.

Teks-teks manifesto dan catatan Semsar sendiri mengenai sikap dan pandangan seninya termuat di sini. Ulasan pameran dan catatan mengenai karyanya yang penting, yakni instalasi Penggalian Kembali pada Biennale Jakarta IX (1993) ditampilkan di buku ini untuk mengingat kembali jejak-jejak pembelaan Semsar yang sangat kuat terhadap gerakan prodemokrasi dan perlawanannya terhadap rezim yang menindas. Kata Semsar, "Memori manusia Indonesia bila dibuka ibarat kuburan massal.

Kepada semua penulis yang mengizinkan tulisan mereka dipublikasikan kembali, diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga upaya mengumpulkan serpihan catatan dan tulisan Semsar ini kelak berlanjut. Dibutuhkan semangat yang Iain untuk mendorong penelitian lebih mendalam dan lengkap mengenai jejak-jejak Semsar dalam seni rupa kita.

Penulis: Semsar Siahan
Penerbit: Nyala & Yayasan Jakarta Biennale
Tahun Terbit: 2017
Tebal: 206 Halaman

Kondisi: Segel
Harga: Rp. 75.000

#omahsawahresellerbooks #bukuseni #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #universitasbrawijaya #bukusenirupa #senirupa #senirupadesain #senirupaindonesia #senirupamodern #senirupakontemporer #bukudesain #desain #senikriya #senimurni #pendidikansenirupa #penerbitnyala #jakartabiennale #semsarsiahan

"Perjalanan Tak Bermoral"

Beramai-ramai dengan kawanan pelukis lain kami menyerbu tembok-tembok dinding di tengah kota Medan bersenjatakan kuas dan cat. Tiap dinding, tiap tembok gedung dan rumah yang terluang kami tulisi dengan semboyan-semboyan. Besar-besar kami tulisi semboyan itu, dalam bahasa Indonesia, dalam bahasa Inggris, dan bahasa Belanda.

Penulis: Nasjah Djamin
Penerbit: Nyala
Tahun Terbit: 2017
Tebal: 146 Halaman

Kondisi: Segel
Harga: Rp. 52.000

#omahsawahresellerbooks #bukuseni #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #universitasbrawijaya #bukusenirupa #senirupa #senirupadesain #senirupaindonesia #senirupamodern #senirupakontemporer #bukudesain #desainkomunikasivisual #desain #desaingrafis #senikriya #senimurni #pendidikansenirupa #penerbitnyala

"Bentang Tubuh Dan Hasrat: Sejumlah Esai Seni Rupa"

Hasrat saya memang kerap terbagi-bagi. Paling mudah terbaca di permukaan mungkin hasrat terhadap sastra karena sejak di fase awal, apa boleh buat, saya sudah terlanjur terpuruk di situ. Akan halnya seni rupa, pun kajian budaya visual secara lebih luas, jejak-jejaknya mungkin hanya terekam di dalam sedikit buku saya tentang semiotika visual-selebihnya hanya teredam di ruang-ruang kelas sehingga luput dari publisitas. Bahkan, andai ditinjau jauh ke belakang, saya tidak lagi ingat sejak kapan persisnya mulai menulis tentang seni rupa.

Penulis: Kris Budiman
Penerbit: Nyala
Tahun Terbit: 2018
Tebal: 127 Halaman

Kondisi: Segel
Harga: Rp. 65.000

#omahsawahresellerbooks #bukuseni #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #universitasbrawijaya #bukusenirupa #senirupa #senirupadesain #senirupaindonesia #senirupamodern #senirupakontemporer #bukudesain #desainkomunikasivisual #desain #desaingrafis #krisbudiman #senimurni #pendidikansenirupa #penerbitnyala

"Apresiasi Seni Rupa"

Apresiasi berasal dari bahasa Latin appretiatus yang berarti mengerti serta menyadari sepenuhnya hingga mampu menilai semestinya, dalam bahasa Inggris berasal dari kata appreciation yang berarti menghargai. Kaitannya dengan seni kata apresiasi diartikan sebagai berikut: mengerti dan menyadari tentang hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya, sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni tersebut.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat dipahami bahwa apresiasi itu adalah kemampuan seseorang menikmati, mengamati, memghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni.

Apresiasi seni merupakan kegiatan seni yang mengembangkan tingkat apresiasi siswa pada kesenian. Secara konseptual kegiatan ini menumbuh-kembangkan potensi siswa dalam kepekaan estetik, wawasan, kreativitas serta mengembangkan potensi pribadi. Khususnya kepercayaan diri, sikap, dan pengambilan keputusan. Perkembangan potensi ini tidak bersifat parsial, tetapi menyeluruh. Seorang anak yang mendapatkan apresiasi seni cukup, ia akan menjadi anak yang dapat mengisi waktunya dengan kegiatan-kegiatan yang kreatif, inovatif, dan bervariatif. Ia gampang diajak berdialog tentang kesenian, dan selalu bergairah untuk diajak berkegiatan, walaupun itu sesuatu yang baru dikenalnya. Ia mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Penulis: Sunarto Suherman
Penerbit: Thafa Media
Tahun Terbit: 2017
Tebal: 236 Halaman

Kondisi: Segel
Harga: Rp. 105.000

#omahsawahresellerbooks #bukuseni #isiyogyakarta #isisurakarta #isipadangpanjang #isbikalimantantimur #isidenpasar #isbibandung #stkw #ikj #unesa #uny #ugm #itb #universitasindonesia #universitasbrawijaya #bukusenirupa #senirupa #senirupadesain #senirupaindonesia #senirupamodern #senirupakontemporer #bukudesain #desain #senikriya #senimurni #pendidikansenirupa #thafamedia

人気ハッシュタグ