[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

#scarystory

47362 posts

TOP POSTS

I got scammed on one of my promotions and now they're trying to take the money back

That's so fucked☠️ Follow me @terrifying.story for more😈

Bet this post will be deleted. ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Follow @professor_scary my back up account! ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
More scary stories coming soon!
IMPORTANT 👇🏽👇🏽 Subscribe to my YouTube (link in bio) for scary videos! Send me a screenshot of you subscribed!
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
#spooks #spooky #creepypasta #creepy #scaryspice #scary #scaryaf #scaryposts #scarypost #scaryshit #scarystory #scarystuff #scarystories #scarys #horror #tagsomone #haunted #evil #horrorstory #ghost #likeforlike #edgy #dank #crazy #woah #insane #scared #like4like #gaintrick #gainpost

Mohon Bantu Saya Baca Cerita Ini
.
Halo Mantis. Maaf saya posting di sini di saat saya sedang membutuhkan bantuan kalian. Tolonglah saya. Kalian hanya perlu baca ini hingga akhir saja. Cukup itu saja. Saya tidak tahu harus cari siapa lagi.

Nama saya Maria. Saya single mother. Saya beritahu ini bukan untuk mendapat pujian atau dukungan atau apa2. Mungkin single mother yang lain yang butuh namun Saya hanya perlu sedikit dari waktu kalian.

Sejujurnya saya merasa menjadi seorang ibu ini adalah sebuah beban. Penting, tapi, tetap saja adalah beban bagiku. Putra saya namanya Rino. Saat ini sudah berumur 11 tahun. Masuk kelas 5 & benci matematika.

Rino sama seperti anak2 kelas 5 SD lainnya, penuh semangat, ceria & penuh tawa. Namun semuanya berubah ketika dia berkenalan dengan Stan.

Stan, adalah siswa yang belakangan pindah ke kelas Rino. Dia anak dari kota sebelah. Gurunya Rino mendudukkan Stan di sampingnya.

Saat saya menjemput Rino dari sekolah di hari Selasa itu, dia cerita kalau Stan adalah teman baik barunya. Tapi 1 hal, dia tidak seperti dirinya. Dia terlihat pucat & berkeringat. Takut dia demam, saya cek suhu badannya. Tapi termometer tidak menunjukkan adanya gejala panas. Saya tanya mengenai apa yang dia lakukan di hari itu saja, dia hanya menjawab kalau Stan adalah teman baik barunya.

Rino: Stan, teman terbaikku.
(begitu jawabnya)

Saya: Saya tahu. Saya tidak sabar bertemu dengannya.

Rino: Ma, Stan itu hebat. Kamu harus bertemu dengannya. Dia teman terbaik. Terbaik sedunia.

Saya rasa, kami sudah melalui percakapan seperti ini hampir ratusan kali. Malamnya saat saya ke kamarnya untuk menyuruhnya tidur, dia dengan mata berkaca2 & meminta saya mendekat. Saya pun membungkuk & bertanya ada apa. Dia dengan tangan menutup mulutnya seolah2 ingin memberi tahu rahasia. Dia membisikkan sesuatu ke telinga saya. Saya merasa menggigil ketakutan. Waktu itu saya belum mengerti mengapa saya ketakutan.

Dia berbisik: Ma, kamu percaya saya kan?

Saya: Percaya apa sayang?

Rino: Stan, Stan adalah sahabat terbaikku.

Saya menganggukkan kepala. & kembali mengambil suhu badannya lagi. & sekali lagi, dia tidak sedang demam. Next

I already need to make more posts lmao

(Sleeping alone, I felt something hot touching my feet at 3 a.m. Second later, I found a note saying "Don't worry, You shall be cold soon" @creepycabin) -
-
Check out my book on Amazon (Link In Bio) Please leave a review if you have it. -
-
#JoeBlackStory#HorrorStories#HorrorStory#CreepyStory#Creepy#Creepystories#Terrifying#Scary#Scarystory#Scarystories#Scaryshit#Horror#Ghosts#Ghoststory#Ghoststories#creepytales#Scarypics#Creepyshit#Follow#Disturbing#dark#darkness

Why did the chicken cross the road ~ Max



#scary #creepy #facts #horror #terror #scaryfact #scaryfacts #scarystory #scarystories

I need drive

MOST RECENT

Hey everyone, just giving people advance notice that Amber Lee and I will host "A Night of Haunted Tales" on the evening of Friday, October 20th in Mississauga. The event will be a small one in the yard of a private residence. Space is limited, but you can get an e-ticket (with the address) by messaging either Amber or myself, so RSVP soon. Kevin Zachary Serrick, Sara Gladden, Warren Nickels, Sam King, Larene Crook, and I will be sharing some spooky writing to fit the season. See you there!

RSVP on the Facebook event page:
https://www.facebook.com/events/1313648195399396/?ti=as

#autumn #mississauga #story #storytelling #storytellers #hauntedtales #halloween #scarystory #scarystories #spokenword #fireside #storiesbythefire

Part terakhir. Sebelum nya, jangan sampe ke lewat part2 sebelumnya.
.
Semakin hari kami merasa ada yang aneh dengan kami,
Awalnya pandangan kami mulai ada seperti lapisan warna merah muda. Hari berganti hari, warna merah itu semakin pekat. Kami hampir gila karena apa yang kami lihat sekarang adalah merah darah.

Batu prasasti tersebut memasang mantra kutukan bagi yang usil mengusiknya. Kami tidak saja mengusik, kami mengambilnya dari dasar laut.

Berdasarkan apa yang kami pelajari mantra ini akan kehilangan kekuatannya apabila semakin banyak orang merapalnya. Oleh karena itu, maafkanlah kami. Sebarkanlah ke lebih banyak orang. Semoga semakin banyak orang merapalnya, semakin memudarlah kutukan ini, dan kita bersama2 bisa terbebas.

Maafkan kami. Maafkan kami. Maafkan kami.
.
.
Selesai membaca saya merasa pandangan mulai memerah. Saya tidak tahu apakah karena saya sudah seharian browsing membuat mata saya kecapekan. Saya rasa ada yang aneh dengan situs itu. Buru2 saya tutup. Sekarang sudah abad 21 masih ada yang percaya begitu? Ujar saya geleng2 kepala.

Tetapi semakin hari pandangan saya juga mulai bermasalah. Semua menjadi merah. Saya mengecek ke dokter mata. Mereka pun bingung, karena dalam dunia medis tidak pernah ada gejala pandangan hanya merah.

Pada dasarnya saya hanya berharap kalian jangan sembarangan buka link website. Jika ada yang bertanya apakah kamu suka merah, jangan jawab “OK”, “Yes” atau sejenisnya. Walaupun sebetulnya saya tidak tahu apa yang akan terjadi kalau memilih opsi tidak.

Penulis: Orang yang Menyesal
Maaf…

Baca part pertama dulu yaa sob
.
Apakah website ini ditranslate ke bahasa Indonesia? Penasaran saya pun mengklik “Ya”

Website loading sebentar. Lalu sesaat kemudian tampil.

Ada sebuah kalimat dengan huruf besar terpampang di bagian atas. Saya hanya membaca dalam hati kalimat asing tersebut. Saya sengaja tidak cantumin kalimat itu di sini, supaya kalian tidak menjadi korban. Seperti yang tadi saya bilang, biarlah saya menjadi korban terakhir, terus baca saja biar mengerti.

Di bawah teks besar itu, ada sebuah artikel pendek. Saya sudah agak lupa detail artikel, tetapi intinya kurang lebih begini:

Hi Teman. Kamu telah membantu kami untuk berbagi beban dengan kami. Terima kasih. Kami akan selalu mengingatnya. Maafkan kami. Maafkan kami. Maafkan kami.

Pada tahun 2007, kami sebenarnya hanyalah 3 pemuda biasa. Kami dosen & ahli sejarah, tetapi kami ber 3 menyukai metafisika. Kami mempelajari tentang astral projection, kami mendalami mitologi peradaban2 kuno, kami mengumpulkan buku2 tentang magic.

Pada akhir tahun 2007, kami menemukan sebuah prasasti di dasar laut, yang belakangan kami baru menyadari bahwa seharusnya tidak boleh kami sentuh. Prasasti yang berdiam di dasar Laut Jawa. Sebagian orang yakin Laut Jawa adalah tempat Kota Kuno Atlantis. Tetapi kami tidak percaya itu. Justru kami melihat ada sesuatu yang jauh berbeda di sana.& itu sebabnya kami ber 3 menyelam untuk mencari bukti. & hasilnya adalah kami menemukan prasasti tersebut. Demi mempelajari lebih lanjut, kami mengangkut batu itu keluar dari laut.

Prasasti dengan huruf Pallawa ini menceritakan kisah di balik lokasi kami menemukannya. Daerah itu bukanlah untuk manusia. Tidak seharusnya manusia melalui tempat ini apabila tidak ingin terkena malapetaka. Batu prasasti ini adalah salah satu “penyangga”. Kami belum yakin makna “penyangga” tersebut. Di akhir prasasti terdapat kata2 yang tidak bermakna, yang telah kau baca tadi.

Kami menyadari ternyata kata2 terakhir itu adalah kutukan bagi siapapun yang telah membacanya. Ketika kami menyadarinya semuanya telah terlambat. Semakin hari kami merasa ada yang aneh dengan kami. Next

Hati-Hati kalau Ketemu Website Ini
.
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Saya harap kamu tidak sedang membacanya sendirian di malam hari. Apa yang saya ceritakan ini adalah sebuah pengalaman & juga supaya menjadi pelajaran.

Itu baru terjadi beberapa hari lalu. Saya sedang browsing Internet. Membaca berbagai cerita seperti cerita sehari2 mereka, cerita hantu, berita pilkada, kedatangan Raja Salman dari Arab Saudi. Mayoritas kalau berita politik saya selalu baca komentar. Biasanya komentarnya jauh lebih menarik daripada beritanya sendiri.

Saya asyik saja scroll baca cemooh, hujatan, hinaan antar satu pihak dengan yang lainnya. Lagi baca-baca-baca, saya menemukan 1 komentar yang agak tidak biasa. Saya tahu terkadang di dalam komentar tersusup iklan obat pelangsing atau judi online. Tetapi komentar yang 1 ini agak tidak biasa.

Orang itu menggunakan username “Naramara” & pos komentar, “Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku… http: //xxxxxxxxxxxx .com/xxxxx“. Sorry saya sensor link-nya biar sayalah yang menjadi korban terakhir ini. Saya menulis cerita ini supaya kelak kalian jangan sembarangan membuka link2 tidak jelas.

Bukan takut terkena virus atau apa2. Tetapi terkena….
Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Tetapi jika kalian terus membaca, kalian pasti akan mengerti. Jadi waktu itu, karena saya penasaran, mengapa orang itu komentar “maafkan aku” & pasang link, saya pun buka URL itu.

Kalian tahu biasanya kalau kita klik link, browser akan loading sebentar. Tetapi yang ini tidak. Sesaat saya klik, dia langsung muncul sebuah popup berisi pertanyaan: Apakah kamu suka warna merah?

Ya. Tidak.

Popup itu membuat saya teringat dengan website Flash berjudul “Kamar Merah” yang pernah populer di Jepang dulu banget. Flash ini menjadi terkenal juga gara2, kasus pembunuhan gadis kecil oleh seorang gadis kecil juga yang baru berusia 11 tahunan di tahun 2000-an. Konon Web flash itu favorit si gadis pelaku.

Saya agak lupa detailnya seperti apa. Tetapi yang pasti diawali dengan sebuah popup. Lalu,

Sama seperti yang ada di hadapan saya sekarang.

Apakah website ini ditranslate ke bahasa Indonesia? Penasaran saya pun mengklik “Ya”. Next

I started the "Proven Conspiracies and Hidden History" Series on my conspiracy page. Go check out the first post 👽 @tales.of.conspiracy

Okay, so. The first title is the name of the series and the second title is what the post is gunna be about. The first part of the series is strictly conspiracy theories that ended up being proven as true 👽 {swipe}

Enter your #scarystory, or your #haunting visual #art, for a chance to #win this amazing moleskine #journal featuring #Frankenstein on one side, and the #brideoffrankenstein on the other😱!! A journal like this will make writing easier and your sketches better 👍👍
And this is just the second place prize😮😮😮 Submit your #shortstory or #visualart to cavallettozine.com by 11:59pm on 9/30/2017, for a chance to win a prize and to be #featured in the new issue of Cavalletto!
We want to give a big thanks to Joe Schubert @stencilkillerart for producing this killer journal!!😁😎✍
#art #lit #travel #inspiration #create #writing #contest #creepy #horror #scary #halloween #stencilkillerart #fun

Busqueda de PLACER EXTREMO: Algunos de nuestros internos perforan y se cuelgan de su piel buscando cortas sensaciones de alivio y placer. NO TE LO PIERDAS!!!! Sabado 21 de Octubre, 21 Hs, Manicomio del Terror en El Emergente Bar (Francisco Acuña de Figueroa 1030,cap) PH: Jorge Matanic

#show #horror #terror #insane #macabre #horrorart #horrormakeup #horrorfx #scarystory #creepy #paranormal #creepystories #spooky #bedtimestory #scared #terrifying #darkness #creepystory #gore #blood #circo #teatro #insanecircus #manicomio #performance #freak #punk #rock

Jangan lupa follow + double tap + Tag temen kamu + turn on notification (nyalakan pemberitahuan)
Ane slalu tampung saran n kritik silahkan dm

Draco dormiens nunquam titilandus
😋
.
.
#scarystory #creepy #creepypasta #creapypasta #kisahnyata #horor #kisahhorror  #ceritahorror #horrorindonesia #Seram #ceritaseram #ceritamisteri #ceritamistis #ceritahantu
#palembang
#surabaya #bekasi #medan #pekanbaru #sidoarjo
#horrornmystery #jakarta #indonesia #tangerang
#hnminfo

Karna ini bagian akhir. Seharusnya kalian uda baca part2 sebelumnya. Wajib!
.
Stan juga tersenyum, & dia pun menjelaskan: Sebetulnya aturannya sangat sederhana. Pertama: jangan melewati cermin di tempat gelap. Ke 2: jangan membiarkan pintu terbuka kalau tidur di malam hari. Aturan ke 3 kamu bisa tanya ke anakmu. Kalau ada suara berderik, artinya kamu mulai tertinggal. Kalau terdengar suara gemerisik berarti kamu hampir kalah. & kalau ada suara dentuman, saya harap kamu tidak pernah mendengar suara itu.

Stan & saudarinya berbalik arah.

Saya menatap heran mereka & geleng2 kepala. Saya tidak akan bermain permainan bodoh itu.

Saya masuk ke rumah, & Rino menangis.

Rino: Saya mendengar suara dentuman.
(jawabnya setengah terisak)

Mulut saya kering: Bagaimana cara mengakhiri permainan ini?

Rino: Tidak akan, Permainan ini tidak akan berakhir.

Jantung saya berdegup kencang: Apa aturan ke 3, Rino?

Dia diam & menarik napas: Aturan ke 3, mengetahui seluruh 3 aturan, membuat kamu menjadi pemain.

Saya: Apa yang terjadi ketika kamu kalah?

Rino: Saat malam, kamu akan mendengar mereka datang. Mereka akan membiarkan kamu sadar bahwa mereka semakin dekat.

Saya: Siapa?

Rino: Stan & Silbi, Mereka akan muncul dari balik cermin atau celah pintu & menarikmu.

Saya: Jadi bagaimana cara menang?

Rino: Kamu akan menang kalau kamu bisa memberitahu lebih banyak orang tentang aturan Permainan Jiwa dibandingkan orang yang memberitahu kamu.

Seperti yang saya bilang Mantis. Maafkan saya.

Terima kasih sudah membantu saya. Sungguh. Saya harap kalian bisa menikmati malam kalian nanti.

Sampaikan salam saya untuk Stan & Silbi. End
.
Jangan lupa follow + double tap + Tag temen kamu + turn on notification (nyalakan pemberitahuan)
Ane slalu tampung saran n kritik silahkan dm

Draco dormiens nunquam titilandus

@justsumslime
Mirrors
I don't look in the mirror anymore. It's not for whatever reason you may think. I don't have a problem with vanity, and I'm not repulsed by my appearance. No, the day I decided to never look in the mirror again had nothing to do with any of those things. Because when I looked in the mirror, I saw myself, as one would expect. But I was smiling. No, smiling is not the right word. I was parting my lips and bearing my teeth in a malicious grin. I don't know how to explain it, but what I do know is that I can't let her out. She knows I'm writing this. I can feel her peering from inside my mind. I have to go beforfes sgr dhsnxiejxbnx
_
fc: 404
While I was writing this story, I scared myself. No sleep for me tonight... and no more mirrors. On another hand, I am falling down a deep dark well called fall out boy. Ugh they are sooo good. -aspen 💚

Mundur!! Baca part 4 dulu!!
.
tidak ada ada emosional.

Di kantor, saya mendapat panggilan telepon untuk meminta saya segera menjemput Rino. Dia muntah di dalam kelas.

Ketika saya menjemputnya, dia terlihat sama. Saya bertanya beberapa hal, dia hanya bergumam saja. Rencana saya adalah begitu pulang ganti pakaian bersih lalu langsung pergi ke dokter.

Dia diam saja selama perjalanan hingga kembali ke rumah.

Rino: Apakah Stan, boleh datang kemari hari ini?
(tanyanya ketika kita sudah tiba di rumah)

Saya: Kamu kurang sehat, sayang. Kamu sungguh mau dia datang?
(tanyaku. Saya sebetulnya ingin bertemu dengan anak misterius itu tetapi sepertinya Rino tidak begitu mau dia datang. Saya ingin mencari akar permasalahannya)

Rino: Ya.

Saya: Okay, Kamu punya nomor telepon orang tuanya?

Rino: Dia sudah cerita ke orangtuanya. Mereka bilang okay.

Saya: Kita harus tunggu dia pulang sekolah. Saya juga ingin berbicara dengan orangtuanya.

Rino: Okay.
(jawab Rino sambil berjalan masuk ke rumah)

Saya: Kamu punya nomor telepon rumahnya?
(tanyaku sambil berjalan masuk & menutup pintu rumah)

Rino: Nggak.

Saya pun bertanya bagaimana saya bisa telepon ke orangtuanya, kalau tidak punya nomornya, namun tiba2 ada yang mengetuk pintu. Padahal saya masih berdiri disamping pintu itu.

Saya membuka pintu, & di hadapanku berdiri seorang anak laki2 pucat, yang ternyata adalah anak yang hampir saya tabrak di hari Rabu kemarin itu & Seorang gadis kecil berdiri di sampingnya. Mirip dengan anak laki2 itu. Pucat.

Saya: Ya?
(tanyaku) ?
Si gadis: Halo, Harti. Rino di rumah?
(sapa anak itu)

Anak kecil itu tidak seharusnya tahu nama panggilan saya sewaktu di kampus. Saya dipanggil “Harti” gara2 dulu waktu diabsen dosen saya gak konsen & langsung menjawab “Hadir” padahal yang dipanggil namanya Harti.

Saya: Gak.

Si gadis: Oh tidak apa2. Nama saya Silbi. & saya rasa kamu sudah tahu nama adikku.

Saya: Stan.

Gadis itu tersenyum.

Stan juga tersenyum, & dia pun menjelaskan; next

Baca part sebelumnya!! Part 3
.
Saat jam 9 saya cek dia di kamar lagi, dia terlihat masih tidur. Jadi saya pun pergi tidur.

Saya terbangun oleh teriakannya di tengah malam. Saya melihat jam menunjukkan 00.18. Saya lari ke arah kamarnya. Tetapi dia tidak ada di kamar. Saya menyalakan lampu & Rino langsung melesat keluar dari lemari seperti sesuatu mengejarnya. Dia memegang erat kakiku & berteriak.

Saya mencoba menenangkannya & tanya apa yang terjadi.

Dia berbicara tidak karuan. Dia hanya berteriak tentang Permainan Jiwa. Saya tanya sebetulnya itu apa? Tetapi dia tetap keukeuh tidak mau beritahu.

Saya mengajaknya kembali tidur di kamarnya, tetapi dia tidak mau. Akhirnya saya mengajaknya tidur bersama saya malam itu. Rino langsung tertidur. Saya rebahan sambil memperhatikannya, mengusap rambutnya. Namun tiba2 matanya terbuka lebar & menatap saya.

Rino: Saya akan beritahu kamu peraturannya besok setelah sekolah, nona.
(atanya. Lalu matanya kembali terpejam lagi)

Apa yang terjadi dengan anakku.

Dalam kegelapan, saya menatap langit2 cukup lama sebelum berbalik ke arah samping & memperhatikan kamar mandi.

Kamu tahu ketika kamu di ujung mimpi, tiba2 kakimu kejang & menendang sehingga membuat kamu terbangun? Atau saat mau tidur, tiba2 ada sensasi jatuh yang membuatmu terbangun?

Ini terjadi terus menerus pada saya semalam. & yang lebih seramnya lagi, setiap kali saya mau tertidur saya selalu melihat ada sesosok bayangan di ujung koridor. Begitu saya buka mata, tentu saja bayangan itu hilang. Namun, setiap kali mata saya terpejam, sosok itu muncul. & selalu selangkah lebih dekat dari saya.

Begitu terus sampai pagi harinya.

Pagi ini, saat pergi ke sekolah, Rino terlihat tidak bersemangat. Saya pun sebetulnya merasakan hal yang sama. Saya malah merasa lebih capek. Saya ingin bertanya ke Rino mengenai apa maksud omongannya semalam sebelum dia tidur. Tetapi saya tidak sanggup. Saya takut ini akan membuatnya histeris. Jadi saya memendamkannya untuk diri saya sendiri saja.

Selama perjalanan di sekolah dia tidak mengatakan apa2. Dia terlihat seperti robot; tidak bersemangat, tidak ada ada emosional. Next

Baca dulu part sebelum nya (part 2)
.
Rino: Stan juga kasih kami brosur.

Rino menyerahkan sebuah kertas yang sudah lecek. Itu adalah kertas manila dengan tulisan spidol 2 kata : Gereja Stan.

Agak aneh. Tetapi saya rasa anak2 sedang bermain permainan imajinasi. Saya tidak tahu betapa salahnya saya.

Kemarin saat saya menjemput Rino dari sekolah, saya bisa melihat dia betul2 dalam masalah. Dia terlihat panik & takut.

Saya: Ada apa?
(tanya saya sambil menyentuh dahinya)

Tidak panas.

Rino: Kami bermain Permainan Jiwa hari ini.
(Rino celingak-celinguk terus menerus. Dia tidak bisa duduk diam. Dia terus melihat sekeliling saat kita menuju rumah)

Saya: Permainan Jiwa?

Rino hanya mengangguk & terus melihat ke sekitar sesekali.

Saya: Apa itu Permainan Jiwa?

Rino menggeleng kepala & tidak berkata apa2.

Saya: Rino, apa itu Permainan Jiwa?
(tanyaku menekankan)

Rino: Saya sudah bilang ke dia kalau saya tidak mau. Tetapi dia bilang tidak akan mau berteman denganku lagi, kalau tidak mau memainkannya.

Saya: Siapa yang tidak mau berteman denganmu? Di mana gurumu ?

Napas Rino terdengar berat. Tetapi dia tetap menjawab.

Rino: Terjadi di gereja,Guru tidak boleh masuk ke gereja.
(jawabnya. Dia berbisik)

Saya: Gereja Stan?

Rino mengangguk & air matanya mulai turun ke pipinya.

Saya: Apa itu Permainan Jiwa, Rino? Saya ibu kamu. Coba cerita biar Mama yang tangani semuanya.

Rino: Saya gak boleh cerita Ma. Saya gak boleh. Aturannya jahat. Mereka semua jahat.

Saya: Bagaimana dengan Stan? Apakah Stan akan cerita kalau saya tanya?” Rino: JANGAN!
(Rino teriak & membuat saya ketakutan setengah mati juga)

Rino: JANGAN TANYA ATURANNYA. JANGAN TANYA MA.

Kami tiba di rumah juga.

Rino: Janji ma. Janjijanjijanjijanjijanji.

Rino mulai meracau. Dia terlihat ketakutan. Saya membawa dia ke buaian saya & menggoyang2 dia. Saya sudah tidak pernah melakukan itu semenjak dia masuk TK. Dia tidur dalam buaian saya. Saya pun menggendong dia langsung ke kamarnya.

Dia hanya perlu tidur. Saya berbicara ke diri sendiri. Iya, dia hanya butuh tidur.

Setelah menempatkannya ke kasur, saya makan malam sendiri. Saat jam 9 saya cek dia di kamar lagi, next

Sudah baca part pertama?
.
sekali lagi, dia tidak sedang demam.

Saya pergi ke kamar tidur, tetapi malam itu saya tidak bisa tidur nyenyak.

Hari Rabu, saya mengantar Rino ke sekolah. Dia telihat agak was2, & dia bilang tidak mau ke sekolah.

Saya: Kamu sakit?

Rino: Tidak.

Dia menggigit bibir bawahnya. Saya tidak pernah melihat dia begitu. Lalu tiba2 dia berkata: Tidak. Saya harus sekolah. & langsung keluar dari mobil.

Tidak ada pamitan. Tidak ada ucapan selamat jalan. Tidak ada apa2.

Dia menuju ke sekolah dengan kepala tertunduk. Saya putar arah menuju ke kantor bekerja.

Namun ada seorang anak laki2 berdiri tepat di depan mobil saya. 2 detik & saya mungkin akan menabrak anak itu. Bocah itu terlihat sangat pucat. Dia mengetuk kap mobil 2 kali & menyapunya sekali, lalu berjalan ke tangga sekolah.

Saat saya menjemput Rino, dia telihat ceria. Dia kelihatan lebih pucat dari biasanya, tapi dia terlihat senang. Dia ceritakan sehari2 dia di sekolah. Dia cerita tentang dinosaurus, musik, & matematika. Lalu dia cerita waktu istirahat.

Rino: Lalu setelah pelajaran matematika, kita jam istirahat. Kamu gak akan percaya apa yang saya lakukan waktu istirahat Ma.

Saya: Ceritain dong.

ujar saya sedikit memelas sambil mengemudi. Saya mengira dia akan cerita main kejar2an, sepak bola, atau petak umpat. Sesuatu yang dilakukan anak laki2 saat istirahat. Sesuatu yang normal.

Rino: Saya bergabung dengan sebuah gereja!

Saya mengernyit: Gereja? Di waktu istirahat?

Rino, mengangguk: Gereja Stan.

Saya kira itu permainana anak2 yang baru. Permainan membuat agama baru.

Saya: Jadi apa itu gereja Stan?

Rino: Itu gerejanya Stan, Ma.
(jawab Rino tertawa seolah2 itu adalah pertanyaan terbodoh)

Saya: Lalu apa yang kalian lakukan? Maksudku, sebagai anggota gereja?

Rino: Banyak. Hari ini kami mendengar Stan berbicara. Dia mengatakan kata2 yang aneh & saya merasa mengantuk & tertidur. Banyak teman2 lain juga begitu.

Saya memarkirkan mobil ke rumah, & kami pun berjalan keluar.

Saya: Apa itu?
(tanya saya. Sungguh terdengar aneh. Tetapi anak2 belum melakukan sesuatu yang salah)

Rino: Stan juga kasih kami brosur. Next

Most Popular Instagram Hashtags