#pertempuran10november

MOST RECENT

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Setiap perjuangan tidak pernah ada kata akhir dan Kobarkan semangat berjuang di setiap jengkal langkah kita.
@rinaldoadi
#historyclass #XTkr1 #X_otomotif1 #smkn7kabtangerang
#SejarahIndonesia #Pertempuran10November

#Repost @albumsejarah (@get_repost)
・・・
Lukisan karya M.Sochieb berjudul : "BERDIRI TEGAP"
.
Lukisan ini menceritakan gambaran seorang pemuda Indonesia yang siap berjuang mempertahankan kemerdekaan. Berdiri tegap, menatap maut. Pejuang sejati tak mengenal takut. Hadapi dan langkahi mayat kami sebelum kau kuasai negeri ini.
.
(Karya: Sochieb, melacak jejak tembok kota SOERABAIA hlm. 126)
.
.
.
#sejarah #sejarahindonesia #history #lukisan #sochieb #lukisanperang #tni #militer #pahlawan #pejuangkemerdekaan #republikindonesia #militer #perangkemerdekaan #surabaya #10november1945 #pertempuran10november #10november #sumatra #jawa #kalimantan #sulawesi #bali #ntb #ntt #maluku #papua #indonesia #albumsejarah

#sutomo / #bungtomo tokoh "pemberontak" termasyhur. Pidatonya yang dibuka & ditutup dengan lagu #tigershark karya #peterhodgkinson asal Inggris selalu meneriakkan "Allahu Akbar". Sosoknya terekam kuat dalam potret diri mengacungkan telunjuk & tatapan mata tajam.
Lewat #radiopemberontakan suara Bung Tomo berapi membakar semangat pejuang Republik Indonesia terhadap tentara Sekutu. Kehadirannya jadi simbol perlawanan #pertempuran10november 1945. Hingga kini, namanya dikaitkan dengan #haripahlawan
Bibit kepemimpinan Bung Tomo disemai dari keaktifannya dalam organisasi #indonesiamuda & Kepanduan Bangsa Indonesia. Pada penjajahan Jepang, dia menjadi wartawan kantor berita #domei Sutomo mengkritik #ordebaru ,terutama soal korupsi & penyalahgunaan kekuasaan. Selepas masa perjuangan, peran politiknya meredup. Namun masih membela kepentingan buruh & pedagang kecil yang terancam haknya di pengadilan. Naik haji dengan menggadaikan lukisan, perjalanan hidup Bung Tomo berakhir di Arafah.

Harga : 30.000
Free sampul + Sticker
#bookstore #tokobuku #bestbook #booksgram #bukubaru #bukubestseller #mahasiswa #bukubagus #sosialbudaya #sosialpolitik #bukusosial #bukupahlawan #bungtomosoerabajaditahun45 #tuturbuku

Hari pahlawan telah tiba !
Ayo tunjukan semangat perjuanganmu dengan berkarya seperti teman-teman #dkviska ini (Swipe utk lihat gambar) atau kamu bisa menunjukan semangat berjuangmu dengan menjawab teka-teki di kolom komentar ! Seberapa tahukah kamu mengenai sejarah hari pahlawan yang ditetapkan setiap tgl 10 November?
Dare yourself !

Soal :
1. Nama kota terjadinya pertempuran 10 Nov 1945 yg dijadikan hari pahlawan.
2. Salah satu sekutu yg memicu pertempuran di surabaya.
3. Merah, putih, ... (bendera Belanda)
4. Nama hotel di Surabaya tempat dikibarkannya bendera Belanda.
5. Merah, ... (Bendera Indonesia)
6. Presiden yg memerintah ketika pertempuran 10 November 1945 terjadi.
7. Brigjen pimpinan pasukan Inggris di Jatim yg tewas dalam pertempuran.
8. Anak dalam bahasa Jawa Timur.
9. Bung ... ( salah satu nama pahlawan di pertempuran 10 Nov 1945)
10. Salah satu senjata yg digunakan pemuda Indonesia utk bertempur.

#haripahlawan
#pertempuran10November
#berjuangdengankarya
#tekateki
#games
#forbetterdkviska
#dkviska
#desainkomunikasivisual
#desaingrafis
#isisurakarta
#himadkviska
#graphicdesigner
#designer
#desainer

HARI PAHLAWAN, RADIO PEMBERONTAKAN & BUNG TOMO
|
Pertempuran dahsyat yang berpuncak pada 10 November 1945 di Surabaya (diperingati sebagai Hari Pahlawan) dengan tokoh sentral Sutomo atau lebih dikenal dengan Bung Tomo, menggunakan radio siaran gelap yang disebut dengan Radio Pemberontakan Republik Indonesia, sebagai sarana untuk menciptakan solidaritas massa dan memperbesar semangat perjuangan pemuda. Melalui radio yang mengudara di Surabaya inilah, Bung Tomo menggelorakan semangat para pejuang dengan pidato pidatonya yang garang, layaknya banteng yang terluka. |
Setelah insiden bendera di Hotel Yamato, meletuslah pertempuran pertama melawan tentara Inggris pada 27 Oktober 1945 yang menelan banyak korban jiwa. Dua hari kemudian disepakati gencatan senjata. Sukarno mengumumkannya melalui Radio Pemberontakan, karena RRI Surabaya mengalami kerusakan akibat terbakar. Namun gencatan senjata tak menurunkan ketegangan. Bentrokan senjata masih sering terjadi, yang memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. Tak terima, Inggris mengultimatum agar pihak Indonesia meletakkan senjata dan menghentikan perlawanan. Karena dianggap sepi, Inggris melakukan serangan besar-besaran. Pertempuran berkobar di seluruh kota.
|
Radio Pemberontakan memainkan peranan penting. Pada 10 November pagi Bung Tomo menganjurkan semua pemuda Surabaya, di mana pun berada, segera kembali ke Surabaya. Kiai Mashoed menggunakan corong radio ini untuk menyerukan para kiai dan rakyat Indonesia menuju Surabaya. “’Di Surabaya terbuka pintu surga’,” tulis Barlan. Begitu pula seruan sejumlah kesatuan dan kelompok terhadap kawan sepejuangan mereka. Perwakilan dari sejumlah negara juga bersuara atas serangan Inggris melalui Radio Pemberontakan. Di luar dugaan Inggris, perlawanan di Surabaya tak bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu hingga tiga minggu sebelum Surabaya akhirnya jatuh ke tangan Inggris.
|
#haripahlawan #pahlawanku #november10surabaya #surabaya #areksuroboyo #suroboyo #sutomo #bungtomo #pertempuran10november #radiopemberontak #radiogelap #radiobungtomo #pemancarSW #bentangwaktu #iamradioman #broadcaster #catatanjurnalis #suroboyombois

Mojokerto Pasca Meletusnya Pertempuran 10 November 1945
Tempat Bung Tomo Merancang Strategi Merebut Surabaya
Pertempuran 10 November 1945 merupakan peristiwa perang pertama kali antara pasukan Indonesia dangan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan. Bahkan peristiwa tersebut merupakan pertempuran terbesar selama masa revolusi di Indonesia. Seperti apa heroiknya di Mojokerto?
SEDIKITNYA, 6 ribu-16 ribu pejuang Indonesia gugur dalam pertempuran yang berlangsung sekitar tiga pekan itu. Sementara, ratusan ribu warga sipil juga memilih keluar dari Kota Surabaya untuk mengungsi. Sebagai daerah tetangga, Mojokerto tidak bisa lepas dari peristiwa yang hingga saat ini dijadikan sebagai peringatan Hari Pahlawan itu.
Sejarawan asal Mojokerto, Ayuhanafiq menceritakan, dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, pasukan Indonesia kalah dan terpukul mundur. Situasi pun berubah ketika Kota Surabaya jatuh, dan semua komponen perjuangan pindah ke daerah luar Surabaya. ”Salah satu pilihan tempat pemindahan adalah Mojokerto,” ungkap Yuhan.
Salah satu pejuang yang cukup berpengaruh dalam peristiwa tersebut adalah Sutomo atau Bung Tomo. Yuhan menceritakan, setelah Indonesia merdeka, Bung Tomo ikut dalam barisan besar pemuda Surabaya yang membentuk organisasi bernama Pemuda Republik Indonesia (PRI). Namun, tidak lama setelah itu, Bung Tomo kemudian ikut PRI yang dikendalikan oleh golongan sosialis yang mungkin tidak cocok dengannya.
Bung Tomo kemudian membentuk organisasi sendiri yang diberi nama Barisan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI). Sebuah organisasi perjuangan yang pada awalnya merekrut para pekerja pinggiran, seperti tukang becak. ”Kemudian berkembang ke daerah lainnya, termasuk Mojokerto,” terang Ketua KPU Kabupaten Mojokerto ini
BPRI Mojokerto juga melebarkan sayapnya ke wilayah kecamatan-kecamatan. Meski begitu, kala itu, secara kuantitas anggota BPRI masih kalah dengan Hizbullah maupun PRI.
@rizal_amrulloh
#pertempuran10november
#bungtomo
#haripahlawan
#alunalun
#alunalunkotamojokerto
#alunalunmojokerto
#bersejarah
#proklamasikemerdekaan
#mojokerto
#jawapos
#radarmojokerto

Setelah Proklamasi, dikeluarkan maklumat yang menetapkan bahwa mulai 1 September bendera nasional Merah Putih dikibarkan di seluruh wilayah Indonesi. Gerakan tersebut makin meluas ke pelosok Surabaya. Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman pada malam hari tanggal 19 September 1945, mengibarkan bendera Belanda, tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya. Tindakan itu memicu kemarahan warga Surabaya dan meluas hingga membuat massa berkumpul di depan hotel. -- Sudirman selaku Residen Surabaya pada waktu itu datang untuk menengahi. Namun perundingan yang terjadi antara Sudirman dan Ploegman gagal. Pengibaran bendera Belanda bukanlah satu-satunya provokasi pada hari itu. Sekelompok anak-anak Belanda dan Eropa melakukan pawai dan mengibarkan bendera Belanda yang bergerak tepat di seberang Hotel Yamato. Tapi, todongan pistol pada Sudirmanlah yang membuat rentetan peristiwa hari itu mencapai puncak. Dua orang pemuda, Sidik dan Haryono, yang menemani Sudirman bereaksi hingga terjadilah insiden di hotel tersebut. --
Pada saat yang bersamaan, beberapa pemuda memanjat dinding bangunan. Mereka berusaha mencapai lokasi bendera Belanda yang dikibarkan. Hariyono yang sebelumnya mengevakuasi Sudirman turut bergabung. Seorang pemuda bernama Kusno Wibowo lebih dulu tiba di atas. Hariyono menyusul belakangan. Kusno lantas menurunkan bendera Belanda. Kusno dan Hariyono berinsiatif merobek bagian bendera Belanda yang berwarna biru dan hanya menyisakan warna merah-putih. Orang Belanda yang berada di dalam hotel tidak terima, mereka melepaskan tembakan ke arah atas hingga mengenai kepala Haryono. --
Setelah insiden tersebut, pada 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara AFNEI. Akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Soekarno untuk meredakan situasi dan mengadakan gencatan senjata namun gagal dan berakhir dengan matinya Brigadir Jenderal Mallaby. Peristiwa tersebut berakibat pada dikeluarkannya ultimatum 10 November oleh pihak Inggris yang mengawali terjadinya Pertempuran 10 November.
#10november #surabaya #haripahlawan #pertempuran10november #epizone #millenialsvoice

Selamat hari pahlawan, pada tanggal 10 November 1945 pertempuran arek-arek surabaya gae numpas penjajah. Merdeka!!!!
Photo by:
@official.adamdj
#kotasurabaya #pertempuran10november #indonesia #eventsurabaya #surabayapunyacerita #welovesurabaya #pertempuransurabaya1945

We serve our country with different way.... BKR & Tentara L 📷: @ericireng
Onframe : @yeskill_ozrac
#paradejuang2017 #pejuang #bkr #surabaya #pertempuran10november

Jejak Bung Tomo

Bermarkas di Rumah Sioe Toe Kong

Hal itu disampaikan oleh Ayuhanafiq, sejarawan asal Mojokerto. Dari sedikit bangunan kuno yang tersisa di kawasan Pecinan Mojokerto menjadi saksi bisu jejak perjalanan Bung Tomo. Adalah sebuah rumah peninggalan Sioe Toe Kong yang hingga kini masih berdiri di Jalan Mojopahit. ’’Rumah itu pernah digunakan sebagai markas Barisan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI) pimpinan Bung Tomo,’’ jelasnya.
Pria yang akrab disapa Yuhan ini, menjelaskan, oleh pemiliknya, gudang besar di belakangnya difungsikan untuk mengolah karet mentah. Masyarakat mengenalnya sebagai pabrik karet. Pada saat itu, ada perkebunan karet yang dinamakan Ruber Onderneming Dilem yang berada di Desa Dilem, Kecamatan Gondang. ’’Kemungkinan karet dari Dilem itu yang diolah oleh Sioe Toe Kong. Pabrik itu bertahan hingga Jepang masuk ke Mojokerto,’’ jelasnya.
Menurutnya, saat terjadi revolusi, banyak bangunan pabrik yang digunakan untuk kegiatan militer. Demikian pula dengan pabrik karet yang sempat digunakan oleh Bung Tomo sebagai markasnya. Setelah Indonesia merdeka, Bung Tomo ikut dalam barisan besar pemuda Surabaya yang membentuk organisasi bernama Pemuda Republik Indonesia (PRI). ’’Tetapi tidak lama setelah dia (Bung Tomo, Red) ikut, PRI yang dikendalikan oleh golongan sosialis yang mungkin tidak cocok dengannya,’’ ulasnya.
Bung Tomo kemudian membentuk organisasi sendiri yang diberi nama Barisan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI). Sebuah organisasi perjuangan yang pada awalnya merekrut para pekerja pinggiran, seperti tukang becak. ’’Kemudian berkembang ke daerah lainnya, termasuk Mojokerto,’’ ucapnya.
Sama seperti organisasi lainnya, BPRI Mojokerto juga melebarkan sayapnya ke wilayah kecamatan-kecamatan. Meski begitu, kala itu, secara kuantitas, anggota BPRI masih kalah dengan Hizbullah maupun PRI. ’’Karena itu BPRI tidak banyak mewarnai dinamika politik lokal Mojokerto di awal kemerdekaan,’’ ulasnya.

#bungtomo
#jejakbungtomodimojokerto
#pahlawannasional
#pertempuran10november
#orasi
#mojokerto
#jawapos
#radarmojokerto

reporter: @rizal_amrulloh
@joehannafiq

Jejak Bung Tomo di Mojokerto
Jadi Ibu Kota Jawa Timur

Sosok Sutomo atau yang lebih akrab dikenal dengan Bung Tomo adalah salah satu pahlawan nasional yang berperan dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Namun, pasca peristiwa bersejarah itu, Bung Tomo sempat meninggalkan jejak perjuangannya di Mojokerto. Meski tidak berlangsung lama, momentum tersebut terabadikan dalam sebuah bingkai foto pidatonya yang ikonik. Diperkirakan, foto itu diambil saat Bung Tomo orasi di Mojokerto.
#bungtomo
#jejakbungtomodimojokerto
#pahlawannasional
#pertempuran10november
#orasi
#mojokerto
#jawapos
#radarmojokerto

reporter: @rizal_amrulloh
@joehannafiq

Pertempuran 10 november merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.
#p2kfmipauad2017
#pertempuran10november
#fmipajuara
#salamsaintismudaindonesia

Most Popular Instagram Hashtags