#marjinkiri

741 posts

TOP POSTS

Sepak bola bukan sekadar olahraga. Sepak bola bisa menjadi alat untuk memahami seluk-beluk dunia kontemporer yang dilanda segala dampak arus globalisasi.

Apa kaitan sepak bola dengan pembantaian Muslim Bosnia? Dengan budaya korupsi di Dunia Ketiga? Dengan bangkitnya sentimen-sentimen rasial dan konflik keagamaan? Dengan Zionisme maupun anti-Semitisme? Ikutilah perjalanan jurnalis politik Franklin Foer menyusuri jagat internasional sepak bola, bertemu dengan orang pertama yang melahirkan aksi-aksi hooligan, berkumpul dengan intelektual bawah tanah Italia pendukung Inter Milan, mengamati bagaimana falsafah El Barca penting untuk memulihkan konsep nasionalisme inklusif maupun citra sepak bola itu sendiri, serta segudang penelusuran memukau lainnya yang wajib dibaca oleh setiap penggemar bola maupun pengamat isu-isu sosial-politik.

Memahami Dunia Lewat Sepak Bola | Franklin Foer | Marjin Kiri | Rp60.000

#memahamidunialewatsepakbola
#marjinkiri
#franklinfoer

On days like today, we are reminded of three things:

1) It is a responsibility for independent bookshops to offer alternative discourse;
2) Why we always have books from #MarjinKiri in our collection;
and 3) "Apa gunanya banyak baca buku kalau mulut kau bungkam melulu!" - Wiji Thukul.

inilah yang terjadi ketika membaca Dawuk: separo otakmu akan tenggelam dalam pesona plot dongengnya yang apik, karakter yang jenaka, kisah cinta yang tragis, guyonan saru yang menggelakkan, panasnya urusan ranjang, sedikit muatan moral tentang kejahatan kolektif, buruknya sifat serakah, mistisnya realisme magis, dan kesahajaan kehidupan kampung; sementara separonya menarik-narik dengan kewaspadaan untuk tak terbujuk bualan penulisnya.
adegan paling edan adalah guyonan saru ketela mentah vs kacang panjang kisut si Inayatun yang bengal di pasar, daaaaan... yak, adegan menegangkan pengeroyokan Mat Dawuk yang disusupi: LAGU INDIA. FAK.

tapi sungguh, ini buku bagus. aku bocahmu mas mahfud ikhwan! sajan mera hindiaaaaa~

#booksread2017 #dawuk #mahfudikhwan #marjinkiri

Salah satu postingan #marjinkirigiveaway pilihan tim Marjin Kiri
.
.
.
#Repost @gnwnwibisono (@get_repost)
・・・
"...kekerasan dipicu oleh pemaksaan identitas tunggal yang penuh permusuhan kepada orang-orang awam, yang digelorakan oleh para penebar teror," (hal 4)

Yang paling saya suka dari buku-buku terbitan @marjinkiri ini gaya terjemahannya. Renyah, mudah dipahami. Tema seberat apapun tetap terasa enteng dan enak dibaca. Ndak kaku dan njlimet gitu. Buku karya ekonom asal India, Amartya Sen ini salah satu favorit saya.

Seperti yang pernah saya review di portal basabasi.co, buku ini membawa kita pada angan-angan tentang identitas dan hubungannya dengan kekerasan--fisik maupun simbolik. Karena hubungan sebab-akibat antara identitas dan kekerasan kerap hadir dalam keseharian kita: saat kita berkunjung ke mall, ke kampus, ke pusat hiburan, bahkan ke tempat ibadah sekalipun kita selalu memikul beban identitas yang kita punya. Tentu saja.

#marjinkiri #marjinkirigiveaway

Rumah Kertas
(La casa de papel, penerbit Marjin Kiri, September 2016)

Setelah lama ragu-ragu meneruskan baca, saya memaksakan diri membaca Rumah Kertas ini.
Saya tidak sanggup membacanya sekali duduk. Padahal jumlah halamannya hanya 76, ukuran bukunya pun mungil, lihat saja perbandingannya dengan tiket commuter line. Sedikit menyiksa sebenarnya, karena pinjaman jadi saya harus tetap menjaga fisik buku ini tetap mulus, meski di dalamnya telah tertera garis-garis coretan pemiliknya. Saya sama sekali tidak berani melipat seujung halaman pun. Betapa tersiksanya!
Halaman awal pun sudah menorehkan sayatan yang sakitnya sulit dilupakan. Begitu terus hingga setengah buku, lalu saya menyerah. Buku ini saya diamkan sekian lama. Saat hendak dikembalikan, saya baru membaca hingga tuntas. Dan sayatan itu tetap ada. Seperti tercebur dalam peristiwa muram yang dialami Carlos Brauer.
Ini bukan jenis novel yang bisa saya nikmati sambil makan keripik atau kerupuk. Mencobanya membuat saya terganggu bunyi kunyah renyahnya. Membaca sambil tiduran pun lekas membosankan. Saya harus mencari cara yang nyaman untuk menjumpai endingnya. Berhasil saya lakukan sambil duduk di meja makan menghadapi kopi arabica gayo yang diseduh susu kental manis.
Sekilas Carlos Maria Dominguez (penulisan nama yang benar silakan lihat foto biodata penulis) hanya menempelkan berbagai nama pengarang, judul buku dan literatur kuno. Tapi ternyata deretan nama dan karya itu dibutuhkan untuk menonjolkan karakter Brauer dan Bluma Lennon sebagai penggemar buku tingkat akut.
Bagaimana buku-buku dapat mempengaruhi hidup Brauer yang karena tidak percaya kepada pihak lain untuk melindungi koleksi literaturnya, hingga akhirnya menjadikan buku koleksinya sebagai bata pembangun rumah di tepi pantai. Ya, ia membayar kuli untuk merekatkan buku-buku itu dengan semen. Tanpa dilapis plastik atau pelindung.
Novel ini memang suram. Meninggalkan banyak pertanyaan di benak saya. Lalu membuat saya harus istighfar, seharusnyalah, seharusnya, dan sudah menjadi kewajiban saya untuk lebih banyak mengulik Quran dan Sunnah.
#reminder #ntms #rumahkertas #marjinkiri

.
"...ketika Revolusi menempatkanmu pada sebuah jabatan, satu - satunya yang bisa diperbuat adalah menerimanya, belajar, dan bekerja sebagaimana seharusnya" (Ekonomi Revolusi Che Guevara - 48)
.
.
Buku terbitan @marjinkiri ini menggambarkan bagaimana kepiawaian seorang Guevara dalam menjalankan perekonomian Kuba, mengangkat sisi lain Che sebagai seorang "ekonom" dalam perjalanan Revolusi Kuba.
.
Kutipan diatas adalah sebuah ketegasan Che untuk meyakinkan rekannya di BNC, Che yang tidak punya latar belakang ekonomi malah menjadi Presiden BNC kala itu, dan revolusi membawa keharusan bagi yang mendapatinya untuk menjalankan apapun yang ia dapati dengan sungguh-sungguh.
.
Bagaimana kalian memaknai sebuah revolusi bung @naldohelmys
@fallhunt_ @silverraylif @heklnst @adjhi_surya .
#marjinkirigiveaway
#marjinkiri #marjinkiribooks

Sehat dan bergizi tak selamanya berbicara tentang apa yang kau telan..
Makasih om @bokboksob_book
#rumahkertas #book #marjinkiri

Anna Mariana ~ Perbudakan Seksual

Harga: Rp 47.000 || Narahubung: 0878-39137-459 (SMS/Wasap)
Kekerasan massal terhadap perempuan berulang terjadi pada tiap-tiap masa krisis dan transisi dalam sejarah politik Indonesia, yakni pada periode singkat kekuasaan Jepang, pada periode konsolidasi Orde Baru pasca 1965, dan pada 1998.

#warungarsip
#annamariana
#marjinkiri

Sejak 1998 hingga 2007, kabupaten Poso di Sulawesi Tengah menjadi tempat berlangsungnya konflik kekerasan antar agama paling berkepanjangan di Indonesia pasca era otoriter. Meski sebelumnya tak mempunyai sejarah kekerasan, Poso akhirnya juga menjadi salah satu wilayah operasi terpenting jaringan jihadis internasional Jamaah Islamiyah. Berdasarkan riset selama 10 tahun yang dijalankan bahkan pada saat konflik kekerasan di Poso. Dengan mewawancarai langsung para penyintas dan pelaku, memeriksa serta membandingkan berita-berita acara pemeriksaan kepolisian dan pengakuan-pengakuan di pengadilan, Dave McRae mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar: bagaimanakah eskalasi kekerasan konflik ini bisa menyamai intensitas perang sipil, padahal hanya terjadi di satu kabupaten saja di Indonesia? Bagaimana konflik dapat terus berlanjut di tengah situasi nasional yang semakin stabil dan demokratis? .

POSO | Dave McRae | alih bahasa oleh Muhammad Haripin
Rp. 85,000

Info order > line: endasendus | bbm: D081114D

#bokboksob #poso #marjinkiri #davemacrae #tokobukuonlinea

MOST RECENT

Siapa lagi kalau baca ditemani minuman kesukaan?
.
#bukuindonesia #buku #kumcer #damhurimuhammad #bukumarjinkiri #IDwriters #books #bookstagram #bookaddict #booklover #marjinkiribooks #marjinkiri #indiepublisher #indonesia
.
.
#Repost @dedaydedi (@get_repost)
・・・
Kumcer favorit! Dari roman sampe horror ada semua, yang jadi benang merah memang "kekampungan" ceritanya ~ ditulis dengan singkat dan efektif jadi ya menarik dan ga ada yang ngebosenin ~

Buku baru 100% Original
Judul: dari Adat ke Politik (Tranformasi Gerakan Sosial di Amerika Latin)
Penulis : Nur Iman Subono
Penerbit: Marjin Kiri
ISBN 9789791260-671
Tebal: xvi + 266 hlm.
Harga normal 69.000 >> diskon 15% = 58.650

Deskripsi:
Menjelang berakhirnya abad ke-20, berlangsung suatu fenomena yang mengejutkan banyak pengamat dan merombak peta perpolitikan Amerika Latin, yakni: bangkitnya “masyarakat adat” —yang selama ini dianggap lemah dan terbelakang—sebagai suatu kekuatan politik tersendiri yang bergerak mandiri terpisah dari kelompok-kelompok kiri-progresif konvensional.

Bukan cuma itu. Gerakan sosial masyarakat adat ini pada akhirnya terjun ke politik formal dengan membentuk partai sendiri tanpa meninggalkan basis gerakan sosialnya. Dengan menguraikan transformasi gerakan petani koka (cocaleros) di Bolivia menjadi Partai Movimiento al Socialismo (MAS) dan transformasi Konfederasi Masyarakat Adat Ekuador (CONAEI) menjadi Partai Movimiento de Unidad Plurinacional Pachakutik (MUPP), buku ini berusaha menjelaskan mengapa dan bagaimana fenomena ini terjadi, faktor-faktor sosial-politik apa sajakah yang memungkinkannya berlangsung?

Untuk bisa memahami transformasi tersebut, buku ini berfokus pada tiga faktor utama: struktur kesempatan politik, struktur mobilisasi, dan proses pembingkaian. Buku ini juga berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mendesak seperti apakah kebangkitan adat ini bersifat rasis dan tak sejalan dengan demokrasi, atau justru sebaliknya? Bagaimana caranya partai yang berbasiskan masyarakat adat bisa merengkuh sektor-sektor lain dalam masyarakat yang kian modern? Apakah keberadaan partai masyarakat adat adalah bagian dari keberagaman atau bertentangan dengannya? Pertanyaan-pertanyaan yang sangat relevan untuk direfleksikan dengan kondisi Indonesia sendiri saat ini

Hotline WA/SMS: 085228274795
IG/FB/tokopedia: @tokobalaibuku

#tokobaalaibuku #adat #politik #dariadatkepolitik #transformasi #gerakansosial #amerikalatin #buku #sosial #sosialisme #bukubaru #bukudiskon #bukumurah #marjinkiri

@Regrann from @marjinkiri - Tentang menulis Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional
.
Di Indonesia, kulit terang sudah menjadi warna idaman sejauh dokumen paling awal yang bisa ditemukan. Dalam beberapa kepustakaan tertua Indonesia yang masih ada, seperti puisi epos Ramayana, yang diadaptasi pada akhir abad ke-9 dari sumber aslinya di India, perempuan berkulit terang adalah norma kecantikan dominan masa itu.
.
Saya bermaksud melacak peredaran citra-citra kecantikan dari berbagai negara ke Indonesia sejak masa prakolonial hingga pascakolonial, dan menjelaskan bagaimana sirkulasi transnasional dari ideal-ideal kecantikan tersebut turut membentuk konstruksi atas ras, gender, dan warna kulit di Indonesia.
.
Pada hakikatnya, buku ini adalah eksplorasi teoretis tentang bagaimanakah cara-cara emosi manusia dibuat 'terlihat' dan diedarkan melalui representasi citra-citra kecantikan yang berkelana lintas lokasi geografis yang berbeda, serta bagaimanakah wacana dan hierarki atas ras, gender, dan warna kulit turut dibentuk olehnya secara transnasional.
.
L. Ayu Saraswati dalam Pendahuluan
.
Putih
Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional
Penulis: L. Ayu Saraswati
Penerjemah: Ninus D. Andarnuswari
Harga web: Rp 66.000
Pemesanan: marjinkiri.com/shop
.
.
#bukubaru #buku #kajianperempuan #perempuan #penulisperempuan #layusaraswati #marjinkiri #penerbitindonesia #indiebooks #indiepublisher #indonesia #book #bookaddict #bookstagram #women #womenstudies #indonesia

#readingwithaview #books #bookstagram #bookaddict #booklover #buku #benedictanderson #bukumarjinkiri #marjinkiri #marjinkiribooks #indiepublisher #indonesia
.
.
#Repost @kasmiati_s (@get_repost)
・・・
"... Tak ada yang lebih baik bagi seorang peneliti ketimbang diberkati dengan keakraban-keakraban yang mendalam dan awet begitu, yang kerap jauh lebih berharga ketimbang riset sepi di perpustakaan". Penutup bab 3 yang berada pada hal 105 dari biografi Benedict Anderson dengan judul "Hidup di Luar Tempurung" terbitan @marjinkiri adalah satu dari pengingat terbaik saya dalam menjalani hari-hari sebagai orang yang belajar mengajar di sebuah universitas sekaligus sebagai orang yang kerap kali melakukan penelitian untuk tidak pernah berdiam diri dalam menara gading, untuk selalu mengingat bahwa meneliti bukanlah menambang ilmu, bahwa yang diteliti dan peneliti adalah setara, tak ada objek atau subjek di sana keduanya adalah guru bagi hal-hal yang diketahuinya. Pengalaman yang di bagi Ben Anderson dalam biografinya ini mestinya dibaca oleh setiap mereka yang berkecimpung dalam dunia akademia, riset untuk menjaga diri terus rendah hati dan menghidupkan keyakinan bahwa kerja penelitian adalah jalan untuk menemukan kemanusiaan,. upaya hidup sebagaimana manusia biasa yang disertai perasaan kasih, empati, jauh dari rasa egois dan tinggi hati. Karenanya hai kalian @yshendriani, @ummulmasir dan @indriantisarihandayani sudahkah membaca biografi keren terbitan @marjinkiri ini., jikalau belum bersegeralah., 😂😄 #marjinkiri #giveaway #marjinkirigiveaway #books #life #BendictAnderson #research

Dengan demikian ada unsur kebenaran dalam gurauan soal doa ideal seorang gadis Kristen kepada Bunda Maria, "O engkau yang mengandung tanpa dosa, biarkanlah aku berdosa tanpa mengandung!" -- dalam pembengkokan cara kerja Kristianitas ini, agama pada dasarnya dipakai sebagai pengaman yang memungkinkan kita menikmati hidup tanpa rasa bersalah. (Mati Ketawa Cara Slavoj Zizek - hal 78)

Emhhh..ini salah satu halaman yg sy highlight, dan mikir sambil diskusi apa maksud kutipan itu. Sampe sy bisa ambil kesimpulan bahwa kutipan itu sebenernya jadi keseharian kita (gak cuma umat kristiani yg dijadiin perumpamaan di banyolan zizek). Jadi, kadang kita menjalani hidup tanpa beban akan dosa yg telah kita perbuat asal kita minta ampunan. Besoknya kita melakukan kesalahan lagi, kemudian minta ampunan lagi. Seperti itulah, mungkin. #matiketawacaraslavojzizek #marjinkiri #bookstagram #malesbaca

Buku baru 100% Original
Judul: Ekonomi Insani (Kritik Karl Polanyi terhadap Sistem Pasar Bebas)
Penulis: Justinus Prastowo
Pengantar: B. Herry-Priyono
Tebal: 183 + xx hlm
ISBN 9789791260367
Penerbit: Marjin Kiri
Harga normal 47.000 >> diskon 15%= Rp.39.950

Deskripsi:

Tema ketercerabutan ekonomi dari masyarakat menjadi kian menarik hari ini. Krisis demi krisis dengan berbagai variasi persoalan dan pemicunya secara meyakinkan menunjukkan dinamika ekonomi tak lagi koheren dengan dinamika masyarakat. Buku ini berhasil menunjukkan dinamika ekonomi dan sosial tersebut, sekaligus menunjukkan urgensi menanam kembali aktivitas ekonomi dalam dinamika sosial. Sudah pasti kita belum akan berakhir menghadapi gejolak ekonomi, sehingga buku ini masih akan terus relevan. Dr. A. Prasetyantoko, PhD Ilmu Ekonomi dari Ecole Normale Superieure de Lyon, Perancis dan Dosen di Unika Atma Jaya, Jakarta.
Tak ada pemikir yang begitu cermat memprediksi dampak merusak perekonomian pasar dan krisis sosial-ekonomi akibat Depresi Besar 1930an selain Karl Polanyi melalui karya besarnya The Great Transformation. Dan kini, di tengah krisis kapitalisme silih berganti dengan laju yang semakin cepat, analisa Polanyi menjadi kian relevan dan penting untuk ditengok kembali. Buku Justinus Prastowo ini menawarkan jalan masuk cemerlang ke arah itu. Bagi siapapun yang ingin mencari solusi alternatif atas bahaya yang ditimbulkan oleh kapital dan pasar tak terbendung terhadap demokrasi dan kehidupan masyarakat, buku ini wajib baca.
Hotline WA/SMS : 085228274795
IG/FB/tokopedia: @tokobalaibuku

#tokobaalaibuku #ekonomi #insani #ekonomiinsani #kapital #kapitalisme #buku #sosial #politik #marjinkiri #pasarbebas #membacaadalahmelawan #krisis #bukumurah #bukudiskon #pecandubuku #demokrasi

Buku baru | 100% Original
Judul : The Will To Improve (Perencanaan, Kekuasaan, dan Pembangunan di Indonesia)
Penulis: Tania Murray Li
Penerjemah: Hery Santoso dan Pujo Semedi
Penerbit : Marjin Kiri
ISBN 978-979-1260-15-2
Tebal: xii + 536 hlm
Harga normal 110.000 >> diskon 10% = 99.000

Sinopsis:
Buku ini adalah paparan menakjubkan tentang bagaimana proses pembagunan dikonsep dan dilaksanakan. menggunakan fakta etnografis dan historis mengenai upaya perbaikan kehidupan rakyat di Indonesia sejak masa kolonial hingga reformasi, yang dijalankan oleh pemerintah kolonial, pemerintah nasional, lembaga konservasi lingkungan, lembaga swadaya masyarakat dan Bank Dunia, Tania Murray Li menunjukkan bahwa bisa ada jarak yang sangat lebar antara apa yang diniatkan dengan apa yang kemudian benar terjadi.

Niat baik serta rencana hebat untuk memakmurkan kehidupan orang banyak sama sekali bukan jaminan bahwa kemakmuran tersebut akan benar terwujud. Pada banyak peristiwa, alih-alih mendatangkan kemakmuran "kehendak untuk memperbaiki" kehidupan justru membawa sengsara berkepanjangan, karena program pemakmuran itu sendiri tidak bebas nilai - kaum yang hendak dibangun bukan ruang kosong yang bisa diisi siapa saja, sementara kelompok yang hendak membangun entah itu pemrintah, organisasi keagamaan atau LSM jua tidak bebas dari kepentingan kelompok. "The Will to Improve tak pelak lagi adalah salah satu upaya terbaik dan paling canggih untuk ... menghadirkan paparan etnografi berbasis praktik mengenai lembaga-lembaga dan proyek-proyek pembangunan." -- American Anthropologist

Hotline WA/SMS : 085228274795
IG/FB/tokopedia : @tokobalaibuku

#tokobalaibuku #thewilltoimprove #perencanaan #kekuasaan #pembangunan #indonesia #marjinkiri #membaca #pecandubuku #buku #sosial #politik #bukumurah #bukudiskon

Penghancuran Buku [Fernando Baez] | 2
.
Para Pembela Buku (hlm.115)
"Wiborada-seorang perempuan penjaga perpustakaan di biara Saint Gall, Swiss-merasa mendapat penampakan mengenai penghancuran buku-buku di biara tersebut. Sehari sebelum serangan terjadi, dia mengubur buku-buku koleksi perpustakaan. Ketika serangan terjadi, seluruh bangunan biara hancur dilahap api. Wiborada terluka parah dan tergeletak diatas gundukan tanah tempat ia mengubur buku-buku tersebut."
.
"Bagdad merupakan kota dengan kekayaan bibliografis yang tak terperikan. Namun Hulagu Khan merencanakan penghancuran kota ini. Naskah-naskah perpustakaan dibawa ke muara Sungai Tigris dan dilempar ke sungai agar tintanya bercampur dengan darah. Inilah aksi penghancuran yang direncanakan matang, dengan maksud menghancurkan kebanggaan intelektual rakyat Bagdad." (hlm. 120-122)
.
Membaca buku ini perlu kesabaran, karena menurut saya buku ini tidak bisa untuk buru-buru dihabiskan. Perlu pemahaman yang jeli untuk membaca setiap bab-babnya. Saya sarankan ketika membaca buku ini harus dihentikan apabila sudah mulai merasa bosan. Karena ketika bosan, sajian-sajian dalam buku ini akan susah dicerna oleh otak.Tidak perlu terburu-buru untuk menyelesaikannya. Namun lebih baik dibaca sedikit demi sedikit dan memahami setiap babnya.
.

#bookstagram #bookreview #resensibuku #reading #bookphotography #bacabuku #bookaddict #obrolinbuku #bibliophile #bibliophilia #bookworm #bookish
#bookstagramindonesia #booknerd #historybook #penghancuranbuku #fernandobaez #marjinkiri

inilah yang terjadi ketika membaca Dawuk: separo otakmu akan tenggelam dalam pesona plot dongengnya yang apik, karakter yang jenaka, kisah cinta yang tragis, guyonan saru yang menggelakkan, panasnya urusan ranjang, sedikit muatan moral tentang kejahatan kolektif, buruknya sifat serakah, mistisnya realisme magis, dan kesahajaan kehidupan kampung; sementara separonya menarik-narik dengan kewaspadaan untuk tak terbujuk bualan penulisnya.
adegan paling edan adalah guyonan saru ketela mentah vs kacang panjang kisut si Inayatun yang bengal di pasar, daaaaan... yak, adegan menegangkan pengeroyokan Mat Dawuk yang disusupi: LAGU INDIA. FAK.

tapi sungguh, ini buku bagus. aku bocahmu mas mahfud ikhwan! sajan mera hindiaaaaa~

#booksread2017 #dawuk #mahfudikhwan #marjinkiri

Tentang menulis Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional
.
Di Indonesia, kulit terang sudah menjadi warna idaman sejauh dokumen paling awal yang bisa ditemukan. Dalam beberapa kepustakaan tertua Indonesia yang masih ada, seperti puisi epos Ramayana, yang diadaptasi pada akhir abad ke-9 dari sumber aslinya di India, perempuan berkulit terang adalah norma kecantikan dominan masa itu.
.
Saya bermaksud melacak peredaran citra-citra kecantikan dari berbagai negara ke Indonesia sejak masa prakolonial hingga pascakolonial, dan menjelaskan bagaimana sirkulasi transnasional dari ideal-ideal kecantikan tersebut turut membentuk konstruksi atas ras, gender, dan warna kulit di Indonesia.
.
Pada hakikatnya, buku ini adalah eksplorasi teoretis tentang bagaimanakah cara-cara emosi manusia dibuat 'terlihat' dan diedarkan melalui representasi citra-citra kecantikan yang berkelana lintas lokasi geografis yang berbeda, serta bagaimanakah wacana dan hierarki atas ras, gender, dan warna kulit turut dibentuk olehnya secara transnasional.
.
L. Ayu Saraswati dalam Pendahuluan
.
Putih
Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional
Penulis: L. Ayu Saraswati
Penerjemah: Ninus D. Andarnuswari
Harga web: Rp 66.000
Pemesanan: marjinkiri.com/shop
.
.
#bukubaru #buku #kajianperempuan #perempuan #penulisperempuan #layusaraswati #marjinkiri #penerbitindonesia #indiebooks #indiepublisher #indonesia #book #bookaddict #bookstagram #women #womenstudies #indonesia

Buku baru 100% Original
Judul: Dawuk "Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu"
Pengarang : Mahfud Ikhwan
Penerbit : Marjin Kiri
ISBN : 9789791260695
Bahasa : Indonesia
Harga normal 58.000 >> diskon 20%= Rp 46.400

Sinopsis:
"Ini kisah yang sebenarnya belum lama terjadi. Sebuah kisah kelabu penuh darah. Hanya seumuran dua kali coblosan lurah; tidak berselang lama dari saat, untuk pertama kalinya di daerah sini, Golkar menang dari petiga dengan mudah." Demikianlah Warto Kemplung mengawali kisahnya kepada siapa saja yang sudi mendengarnya di warung kopi; kisah asmara antara Mat Dawuk dan Inayatun, dua sejoli yang dipandang miring oleh masyarakat, berlatar kehidupan sosial sebuah desa jawa yang berubah oleh tanaman komoditas dan kerja menjadi buruh migran, dibalut dengan humor, laga dan dendang film India,

Masalahnya, sejauh mana cerita Warto itu sungguh-sungguh terjadi; atau hanya bualan untuk menutupi masa lalunya sendiri?

Hotline WA/SMS : 085228274795
IG/FB/tokopedia : @tokobalaibuku

#tokobalaibuku #dawuk #buku #novel #sastra #bukumurah #bukudiskon #sejarah #buruh #sosial #marjinkiri #pecandubuku #matdawuk #rumbukrandu #kisahkelabudarirumbukrandu

Selamat kepada @ihwalpaisal dan @jamal_kutubi yang berhak atas buku Monster Kepala Seribu karya Laura Santullo
.
.
Sila DM alamat dan nomor yang bisa dihubungi
.
Terima kasih untuk yang sudah ikut #marjinkirigiveaway jangan khawatir masih ada giveaway berikutnya yang bisa kalian ikuti
.
#marjinkiri #buku #giveaway #bookstagram #bookaddict #booklovers #indiepublisher #penerbit #penerbitindonesia

Buku baru 100% Original
Judul : Njoto , Biografi Pemikiran 1951-1965
Penulis: Fadrik Aziz Firdaus
Penerbit: Marjin Kiri
Tebal: viii+283 hlm
Harga normal 79.000 >> diskon 15% = Rp 67.150

Sinopsis:
"inilah tragedi kita kini, Larto: genialitas dan brilyansi itu kini (hanya) ada di kalangan PKI. Sekiranyalah Aiidit dan Njoto bukan di PKI, sejarah tanah air kita akan sangat berbeda [] Aiidit dan Lukman tidak begitu berbahaya bagi masa depan Indonesia, tapi Njoto, bisa memperdaya intelegensi kita."
Iwan Simatupang, dalam surat-suratnya kepada B. Soelarto (1965)

Buku ini menyoroti pemikiran seorang prosais dan propagandis yang disebut-sebut termasuk paling genial dalam sejarah gerakan kiri di Indonesia: Njoto. Njoto bukan hanya duduk sebagai salah satu pucuk pimpinan partai, tetapi juga anggota Politbiro dan kepala Departemen Agitasi dan Propaganda partai. Bersama D.N. Aiidit dan M.H. Lukman, ia menerbitkan kembali majalah teoretis Bintang Merah. Njoto juga memimpin koran resmi partai, Harian Rakjat, dan berhasil menjadikannya salah satu koran dengan oplah terbesar pada zamannya.

Sebagai politisi, Njoto pernah masuk ke Konstituante, lalu diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) yang sebagian tugasnya adalah menggencarkan indoktrinasi Manipol ke daerah-daerah sekaligus meninjau pelaksanaan undang-undang yang diprakarsai DPA (termasuk landreform). Dia akhirnya diangkat sebagai Menteri Negara dan dikenal sebagai penulis pidato-pidato Sukarno. Njoto juga menekuni sastra dan memiliki minat besar di bidang kebudayaan. Ia termasuk salah satu pendiri Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Buku ini berusaha memberi pintu masuk ke dunia ide Njoto dengan membahas ketiga bidang yang digelutinya: politik, publisistik, dan kebudayaan. Dilengkapi dengan tulisan-tulisan dan pidato-pidato asli dari tokoh yang dimatikan secara fisik dan gagasan ini oleh kediktatoran Orde Baru.

Hotline WA/SMS : 085228274795
IG/FB/tokopedia : @tokobalaibuku

#tokobalaibuku #njoto #nyoto #tokoh #buku #sejarah #ordebaru #komunisme #komunis #marjinkiri #karlmarx #marxis #marxisme #soekarno #soeharto #diktator #lekra #bukumurah #bukudiskon

Dan ini postingan #marjinkirigiveaway pilihan tim Marjin Kiri terakhir. Semoga beruntung!
.
.
.
#Repost @alfa.agustina (@get_repost)
・・・
"Karena itu aku harus berkata, dan bukan tanpa bantahan pada diriku sendiri, pada akhirnya, bahwa jika kamu ingin dianggap sebagai pengusung demokrasi, kamu harus tetap begitu ketika menjadi minoritas, dan benar-benar yakin bahwa baik secara mental dan terutama pemikiran, bahwa mayoritas, demi demokrasi, mengalahkan hal-hal yang kau perjuangkan, dan yang berarti buatmu, yang memberimu daya hidup dan daya tahan, yang memberimu semacam makna hidup, bisa dibilang, sesuatu yang melebihi acaknya nasibmu. Saat pemenang demokrasi bersorak dan merayakan kemenangan dengan cara yang vulgar, hari demi hari, hingga orang menderita sebagai akibatnya, seperti yang aku alami, kita harus menerimanya...." hal.108
.
Aib dan Martabat karya Dag Solstad, sebenarnya bukanlah sebuah buku yang tebal, namun ketika membacanya jujur saya harus banyak berkonsentrasi mengikuti kisah Elias Rukla ini, buku ini nyaris tanpa bab dan paragraf dengan kalimatnya yang panjang-panjang dan beberapa perulangan (tapi secara keseluruhan saya menikmatinya 😊). Apa yang saya lihat dalam diri Elias adalah apa yang sering terjadi pada banyak orang, apa yang pada awalnya kita agungkan dan pandang berharga ternyata dapat berubah seakan-akan tidak berharga lagi. Setiap orang memendam banyak hal di dalam dirinya termasuk kemarahan dan terkadang hanya butuh satu kejadian untuk membuatnya terlepas (mungkin pemahamanku terlalu dangkal, karnanya ku berencana membaca ulang kapan-kapan hehe 🙌😄)
.
Yuks ikutan @marjinkiri #marjinkirigiveaway , @katezath19
@erikareieru @meteorbeta hehehe 😀😀
.
#aibdanmartabat #dagsolstad #marjinkiri #ayomembaca #bookstagram #bookstagramindonesia

Buku baru 100% Original
Judul : Memahami Dunia Lewat Sepak Bola
Penulis : Franklin Foer
Penerjemah: Alfinto Wahhab
ISBN 978-979-1260-65-7
Hal : xiv + 257 hlm,
Harga normal 67.000 >> diskon 15% = 56.950

Sepak bola bukan sekedar olahraga. Sepak bola bisa menjadi alat untuk memahami seluk-beluk dunia kontemporer yang dilanda segala dampak arus globalisasi.

Apa kaitan sepak bola dengan dengan pembantaian Muslim Bosnia? Dengan budaya korupsi di Dunia Ketiga? Dengan bangkitnya sentimen-sentimen rasial dan konflik keagamaan? Dengan Zionisme maupun anti-Semitisme?

Ikutilah perjalanan jurnalis politik Franklin Foer menyusuri jagat internasional sepak bola, bertemu dengan orang pertama yang melahirkan aksi-aksi hooligan, berkumpul dengan intelektual bawah tanah Italia pendukung Inter Milan, mengamati bagaimana falsafah El Barca penting untuk memulihkan konsep nasionalisme inklusif, serta segudang penelusuran memukau lainnya yang wajib dibaca oleh setiap penggemar bola maupun pengamat isu-isu sosial-politik "Jangan merasa lengkap pemahaman Anda tentang sepak bola modern sebelum tuntas membaca buku karya Franklin Foer ini." - Kompas "Seorang Amerika yang menulis sepak bola mungkin terdengar seperti lelucon yang tak menarik. Tetapi, anggapan itu tak berlaku bagi Franklin Foer. Liputan-liputannya di buku ini kelewat memikat untuk dilewatkan para pecinta si kulit bulat." - Eddward S. Kennedy, penulis Sepakbola Seribu Tafsir
Hotline SMS/WA : 085228274795
IG/FB/tokopedia : @tokobalaibuku

#tokobalaibuku #memahamidunialewatsepakbola #sepakbola #dunia #nasionalisme #bola #bukumurah #buku #bukudiskon #marjinkiri #tokoh #sosial #sejarah #membacabuku #pecandubuku

Salah satu postingan #marjinkirigiveaway pilihan tim Marjin Kiri
.
.
.
#Repost @erlanfarjun (@get_repost)
・・・
.
"...ketika Revolusi menempatkanmu pada sebuah jabatan, satu - satunya yang bisa diperbuat adalah menerimanya, belajar, dan bekerja sebagaimana seharusnya" (Ekonomi Revolusi Che Guevara - 48)
.
.
Buku terbitan @marjinkiri ini menggambarkan bagaimana kepiawaian seorang Guevara dalam menjalankan perekonomian Kuba, mengangkat sisi lain Che sebagai seorang "ekonom" dalam perjalanan Revolusi Kuba.
.
Kutipan diatas adalah sebuah ketegasan Che untuk meyakinkan rekannya di BNC, Che yang tidak punya latar belakang ekonomi malah menjadi Presiden BNC kala itu, dan revolusi membawa keharusan bagi yang mendapatinya untuk menjalankan apapun yang ia dapati dengan sungguh-sungguh.
.
Bagaimana kalian memaknai sebuah revolusi bung @naldohelmys
@fallhunt_ @silverraylif @heklnst @adjhi_surya .
#marjinkirigiveaway
#marjinkiri #marjinkiribooks

Salah satu postingan #marjinkirigiveaway pilihan tim Marjin Kiri
.
.
.
#Repost @gnwnwibisono (@get_repost)
・・・
"...kekerasan dipicu oleh pemaksaan identitas tunggal yang penuh permusuhan kepada orang-orang awam, yang digelorakan oleh para penebar teror," (hal 4)

Yang paling saya suka dari buku-buku terbitan @marjinkiri ini gaya terjemahannya. Renyah, mudah dipahami. Tema seberat apapun tetap terasa enteng dan enak dibaca. Ndak kaku dan njlimet gitu. Buku karya ekonom asal India, Amartya Sen ini salah satu favorit saya.

Seperti yang pernah saya review di portal basabasi.co, buku ini membawa kita pada angan-angan tentang identitas dan hubungannya dengan kekerasan--fisik maupun simbolik. Karena hubungan sebab-akibat antara identitas dan kekerasan kerap hadir dalam keseharian kita: saat kita berkunjung ke mall, ke kampus, ke pusat hiburan, bahkan ke tempat ibadah sekalipun kita selalu memikul beban identitas yang kita punya. Tentu saja.

#marjinkiri #marjinkirigiveaway

Salah satu postingan #marjinkirigiveaway pilihan tim Marjin Kiri
.
.
.
#Repost @jamal_kutubi (@get_repost)
・・・
"Ia taruh di mana saja sebisanya, karena tak punya dana buat merawat koleksinya yang menakjubkan itu. Saya kerap berdebat dengannya soal ini. Tapi Brauer itu kutu buku. Berapa pun uang yang ia punya, ia belanjakan buat buku. Bahkan sejak pertama kali saya mengenalnya, bertahun-tahun lalu, di kios-kios buku Tristan Narvaja, saya langsung tahu bahwa dia sudah kasip. Anda bisa tahu itu dari kulitnya yang seperti perkamen, khas para pecandu buku." (Rumah Kertas, hlm 28) .

Terharu dengan kalimat ke-4 :') mirip dengan beberapa teman saya dan saya sendiri. Memandang buku lebih dari makanan dan pakaian ato benda-benda duniawi yang lain sampai tertimbun dua ribuan lebih buku di rumah. Membaca Rumah Kertas membuat saya merasa tidak sendiri karna punya penyakit 'tsundoku' (kegemaran menimbun buku) sekaligus merasa lebih baik ternyata ada yang lebih parah dan saya tidak ada apa2nya dibanding tokoh-tokoh dalam buku Rumah Kertas ini, mengingat saya pernah sangat gundah dengan kebiasaan saya menimbun banyak buku sampai uang habis bahkan hutang menumpuk. Tapi anehnya dahaga akan buku selalu belum terpuaskan. Masih sangat banyak buku yang ingin saya cari, saya dapatkan, saya koleksi, saya erami, saya peluk saat tidur, bawa kemana-mana.. .

Sangat suka dengan buku-buku @marjinkiri yang sangat berkualitas. Yuk ikutan #marjinkirigiveaway juga @fajardawnson @isana_mahardika @nur.azz_ hadiah bukunya keren lowh
.
#marjinkiri #marjinkirigiveaway #giveaway #monsterkepalaseribu #laurasentullo #indiebook #marjinkirikutipan #sastrauruguay #rumahkertas #carlosdominguez

Most Popular Instagram Hashtags