#klhk

MOST RECENT

Kelahiran suri tauladan manusia terbaik.
Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam adalah pribadi yang uswatun hasanah, berwatak mulia, lemah lembut, jujur, santun, amanah, dan selalu menyampaikan kebenaran.

Semoga kita semua dapat meneladani dan mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Mengajarkan kebaikan dan menebarkan kedamaian rahmat kepada seluruh semesta alam.

Memperingati #MaulidNabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.
#KLHK

@kementerianlhk - Sobat hijau, satu ekor anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) kembali lahir secara alami pada hari Sabtu lalu (3/11). Anak gajah tersebut berasal dari indukan betina Ronika dan indukan jantan Jimmy. .

Dengan lahirnya anak gajah sumatera tersebut maka bertambah pula keluarga baru di Resort Konservasi Wilayah XV Pusat Latihan Gajah (PLG) Padang Sugihan Jalur 21 yang merupakan bagian dari SM Padang Sugihan, yang dikelola oleh Balai KSDA Sumatera Selatan.
.

Kelahiran anak gajah tersebut juga menandakan keberhasilan upaya konservasi oleh BKSDA Sumsel dan juga kondisi habitat dan sumber pakan yg terpenuhi sehingga mampu berkembangbiak dengan baik. Saat ini populasi gajah di RKW XV PLG Padang Sugihan Jalur 21 menjadi 31 ekor.
.

Gajah sumatera merupakan satwa dilindungi, dan berstatus kritis (critically endangered) menurut IUCN, serta terdapat dalam lampiran 1 CITES. Hilangnya habitat menjadi ancaman utama menurunnya populasi gajah, selain peruburuan, dan konflik manusia dan satwa liar gajah. Semoga dengan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan gajah sumatera mampu bertahan hidup dan berkembang biak di alam.
. 📷: @bksdasumsel
#ksdae
#klhk
#gajahsumatera
#bksdasumsel
#savebiodiversity
#kerjaberdampak
#kementerianlhk
#elephant
#gajahsumatera
#gajah - #regrann

😭😭😭 @Regran_ed from @kementerianlhk - Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.

Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.
#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk
#kerjaberdampak - #regrann

Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.

Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.
#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk
#kerjaberdampak #Repost @kementerianlhk with @insta.saver.repost • • •

#Repost @kementerianlhk with @get_repost
・・・
Sobat hijau, satu ekor anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) kembali lahir secara alami pada hari Sabtu lalu (3/11). Anak gajah tersebut berasal dari indukan betina Ronika dan indukan jantan Jimmy. .

Dengan lahirnya anak gajah sumatera tersebut maka bertambah pula keluarga baru di Resort Konservasi Wilayah XV Pusat Latihan Gajah (PLG) Padang Sugihan Jalur 21 yang merupakan bagian dari SM Padang Sugihan, yang dikelola oleh Balai KSDA Sumatera Selatan.
.

Kelahiran anak gajah tersebut juga menandakan keberhasilan upaya konservasi oleh BKSDA Sumsel dan juga kondisi habitat dan sumber pakan yg terpenuhi sehingga mampu berkembangbiak dengan baik. Saat ini populasi gajah di RKW XV PLG Padang Sugihan Jalur 21 menjadi 31 ekor.
.

Gajah sumatera merupakan satwa dilindungi, dan berstatus kritis (critically endangered) menurut IUCN, serta terdapat dalam lampiran 1 CITES. Hilangnya habitat menjadi ancaman utama menurunnya populasi gajah, selain peruburuan, dan konflik manusia dan satwa liar gajah. Semoga dengan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan gajah sumatera mampu bertahan hidup dan berkembang biak di alam.
. 📷: @bksdasumsel
#ksdae
#klhk
#gajahsumatera
#bksdasumsel
#savebiodiversity
#kerjaberdampak
#kementerianlhk
#elephant
#gajahsumatera
#gajah

#Repost from @kementerianlhk with @regram.app ... Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.

Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.
#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk
#kerjaberdampak
#igogreen

(19/11) KLHK hadir pada The Second Meeting of the Conference of the Parties to the Minamata Convention on Mercury (COP 2), untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia terkait pengaturan merkuri. Agenda COP2 berlangsung mulai hari ini, yaitu dari tanggal 19–23 November, di Jenewa, Swiss.
.
.
Pertemuan tersebut bertujuan merumuskan strategi tindak lanjut pengelolaan dan penanganan merkuri global. Ini merupakan agenda lanjutan dari konvensi Minamata tahun 2017, sebagai respon masyarakat internasional termasuk Indonesia menghadapi dampak penggunaan, emisi dan lepasan merkuri terhadap kesehatan manusia dan ke lingkungan hidup. .
.
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, @rosavivienratnawati menjelaskan bahwa kehadiran KLHK pada pertemuan COP2 Konvensi Minamata, akan menegaskan pada dunia internasional tentang capaian dan kebijakan nasional dalam pengurangan, serta target penghapusan merkuri.
.
.
.
Organisasi PBB di bidang lingkungan Hidup, UN Environment, menyatakan bahwa setiap tahun setidaknya 9.000 ton merkuri lepas ke atmosfer, air maupun tanah. Sumber emisi dan lepasan merkuri terbesar berasal dari kegiatan Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK), diikuti dengan pembangkit listrik berbahan bakar batubara, produksi non-ferrous metal serta proses produksi semen.
#ditjenpslb3 #klhk #merkuri #bebaskanmerkuridaribumipertiwi #indonesiabebasmerkuri

#Repost @kementerianlhk with @get_repost
・・・
Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.

Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.
#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk
#kerjaberdampak

Plastik Pembunuh 😡

Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.
.
From @kementerianlhk
.
Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.
#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk
#kerjaberdampak

Pelaksanaan Magang (Praktek Kerja Industri), Siswa (i) SMK Kehutanan Negeri Makassar di Kantor Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. 📆 26 Oktober - 19 Nopember 2018.

Ide video :
@naraidham
@nirsyawita_wiwik
@ewipadhil
----------------------------- #bbksdasulsel
#ksdasulsel
#ksdae
#ksdaehebat
#klhk
#menlhk
#bp2sdmlhk
#smkkehutanan
#smkkehutananmakassar

#Repost @ecorangerid (@get_repost)
・・・
Sudah terlalu banyak bukti dari bahaya plastik yang berserakan di sembarang tempat salahsatunya laut, Ayo kita sama sama memulai peduli dengan produksi sampah kita sendiri!
#EcoRangerIndonesia

Sumber informasi dari @kementerianlhk

Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.

Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.
#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk
#kerjaberdampak

@get_repost Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.

Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.
@get_repost
@wwf_id
@jokowi
@kevinlln
@kementrianlhk
#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk
#kerjaberdampak
#plastikataubumi?
#sayapilihbumi

@Regran_ed from @pkn_mapala_seindonesia - @Regran_ed from @mapalaumn - [KURANGI PLASTIK, SELAMATKAN BUMI]

Hai sahabat alam,

Kira-kira kalian masih menggunakan plastik gak ya? Sebelum kalian melanjutkan penggunaan plastik kalian wajib banget baca fakta-fakta sampah plastik di Indonesia berikut ini,

Menurut salah satu pemberitaan CNN, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan bahwa masalah sampah di Indonesia berada di peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik setelah Tiongkok.

Nah, berdasarkan data KLHK yang menyebutkan sampah plastik dari 100 toko Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun, kita bisa menghasilkan 10,95 juta ton sampah plastik lho!

Jumlah tersebut ternyata setara dengan 60 kali lebar lapangan sepak bola loh sahabat alam. Padahal dari KLHK sendiri menargetkan pengurangan sampah plastik sebanyak 1,9 juta ton sampai tahun 2019.

Dirjen Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih menyebut total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada.

Menurut dia, target pengurangan timbunan sampah secara keseluruhan sampai dengan 2019 adalah 25 persen, sedangkan 75 persen penanganan sampahnya dengan cara 'composting' dan daur ulang bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Wah, banyak juga ya, sahabat alam? Mau tau fakta-fakta selanjutnya? Cek terus infonya di sosial media kita ya!

#kendalikansampahplastik
#sampah
OA LINE : @ypo4625l
Twitter : @mapalaumn - #regrann - #regrann
Salam Lestari !!! [Mapala Indonesia]
Bantu Mapala Indonesia mengkampanyekan Pelestarian Lingkungan Hidup. Fokus pada periode 2018-2019 adalah menghentikan pembukaan lahan tambang di Hutan Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan dan Penghentian Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (GEOTHERMAL) yang mengancam Lingkungan serta Masyarakat di Sekitar Pegunungan di Seluruh Indonesia.
#savemeratus #endcoal #stopgeothermal #infomapala #mapalaIndonesia #earthdefenders #penjagabumi #naturalist #conservationist #twkm30 #BLH #KLHK #ESDM #BRG #UnitedNations #HumanRights #Beatpollution #earthlens #G

Pleci Si Burung Langka Berkacamata
.
Ipukan, salah satu lokasi wisata di zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Ciremai. Selain menjadi lokasi wisata, #sobatCiremai tentu telah tahu, Ipukan juga habitat fauna. Nah, diantara sekian banyak fauna, burung Kacamata Biasa (Zosterops palpebrosus) adalah jenis burung yang dapat dijumpai disini.
.
Burung Kacamata Biasa atau lebih dikenal dengan nama “Pleci” dipilah lagi menjadi lima "subspesies" lagi loh sobat. "Subspesies" yang dimaksud yaitu "Zosterops palpebrosus everetti", "Zosterops palpebrosus auriventer", "Zosterops palpebrosus buxtoni", "Zosterops palpebrosus melanurus" dan "Zosterops palpebrosus unicus".
.
Diantara kelima "subspesies", paling umum dijumpai dari "Zosterops palpebrosus melanurus" dengan ciri tali kekang yakni garis penghubung antara mata dan paruh yang tebal.
.
Pleci termasuk burung pengicau yang lincah. Memiliki bulu hijau zaitun dengan hitam di bagian sayap dan ekor. Berukuran kecil, sebesar ibu jari tangan orang dewasa.
.
Tentu menjadi pertanyaan sobat, kenapa bisa dinamai burung Kacamata?. Ya, burung ini memiliki lingkaran putih mengelilingi matanya, mirip memakai kacamata. Ini juga yang menjadi satu diantara ciri pembeda dengan jenis kacamata lain.
.
Pagi hari (17/11), Kacamata Biasa saling sahut mengeluarkan kicauannya. Kemudian bergerombol ataupun berpasangan, seringkali juga bergabung dengan kelompok jenis lain. Lantas melompat dari ranting satu ke ranting lainnya serta menyingkap dedaunan untuk mencari serangga, ulat dan telur semut.
.
#sobatCiremai, tahu gak sih?. November, saatnya satwa ini membangun sarang loh. Kacamata Biasa memilih calon pohon sarang yang rimbun. Sarang itu dibangun menyerupai mangkuk kecil di ujung percabangan ranting yang tertutup daun-daun. "Substrat" atau bahan sarang dikumpulkan bersama pasangannya berupa serat-serat tumbuhan yang dianyam dengan sarang laba-laba. Betina bertugas menganyam sarang, sedangkan jantan mengawasi kondisi di sekitar. Saat bahaya mengancam, jantan akan mengeluarkan suara “call” memanggil betina agar terbang menjauhi bahaya.

Kabar gembira datang dari Padang Sugihan, Sumatera Selatan 🐘👋🏻
#Repost @kementerianlhk with @get_repost
・・・
Sobat hijau, satu ekor anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) kembali lahir secara alami pada hari Sabtu, 3 November 2018. Anak gajah tersebut berasal dari indukan betina Ronika dan indukan jantan Jimmy.

Dengan lahirnya anak gajah sumatera tersebut maka bertambah pula keluarga baru di Resort Konservasi Wilayah XV Pusat Latihan Gajah (PLG) Padang Sugihan Jalur 21 yang merupakan bagian dari SM Padang Sugihan, yang dikelola oleh Balai KSDA Sumatera Selatan.
.

Kelahiran anak gajah tersebut juga menandakan keberhasilan upaya konservasi oleh BKSDA Sumsel dan juga kondisi habitat dan sumber pakan yg terpenuhi sehingga mampu berkembangbiak dengan baik. Saat ini populasi gajah di RKW XV PLG Padang Sugihan Jalur 21 menjadi 31 ekor.
.

Gajah sumatera merupakan satwa dilindungi dan berstatus kritis (critically endangered) menurut IUCN, serta terdapat dalam lampiran 1 CITES. Hilangnya habitat menjadi ancaman utama menurunnya populasi gajah, selain perburuan, dan konflik manusia dan satwa liar gajah. Semoga dengan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan gajah sumatera mampu bertahan hidup dan berkembang biak di alam.
. 📷: @bksdasumsel
#ksdae
#klhk
#gajahsumatera
#bksdasumsel
#savebiodiversity
#kerjaberdampak
#kementerianlhk
#elephant
#gajahsumatera
#gajah
#jagahutan

Sudah terlalu banyak bukti dari bahaya plastik yang berserakan di sembarang tempat salahsatunya laut, Ayo kita sama sama memulai peduli dengan produksi sampah kita sendiri!
#EcoRangerIndonesia

Sumber informasi dari @kementerianlhk

Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.

Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.

#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk

#Repost @kementerianlhk (@get_repost)
・・・
Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.

Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.
#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk
#kerjaberdampak
#komunitaspendakigunung
#kompac_adv
#pendakicitayam

Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.

Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.
#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk
#kerjaberdampak

@Regran_ed from @kementerianlhk - Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.

Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.
#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk
#kerjaberdampak - #regrann

Sedih yah, dan ternyata di dalam perut si Paus ini terdapat banyak sekali sampah plastik. 😭😭
.
#Repost @kementerianlhk
• • •
#Repost @kementerianlhk
• • •
Tim Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan evakuasi terhadap paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, (19/11/2018). Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi @tnwakatobi Heri Santoso menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis Paus yang terdampar merupakan Paus Sperma (Physeter macrocephalus), dengan ukuran panjang ± 950 cm dan lebar ± 437 cm. "Tim kami menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, dan sudah mulai membusuk," kata Heri.

Bangkai paus yang terdampar, menurut Heri, direncanakan akan dikubur hari ini, Selasa (20/11/2018), di sekitar pantai Kolowawa Desa Kapota Utara. "Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat," jelasnya.

Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi.

Sementara itu, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kg. "Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut," pungkas Heri.

Sebelumnya, Taman Nasional Wakatobi SPTN Wilayah I Wangi-Wangi menerima laporan dari Staff WWF SESS tentang adanya bangkai Paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.
#pausterdampar
#paussperma
#tamannasionalwakatobi
#wakatobi
#klhk
#kerjaberdampak #kementerianlhk

Most Popular Instagram Hashtags