#islamnusantra

MOST RECENT

.
.
Haaii assalamu'alaikum kakk namaku Al.. iya panggil saja Al. Doain aku ya kak, semoga nanti aku bisa bahagiain papah mamah aku dengan cara jadi anak yang soleh dan suka hafalin Al-Qur'an😊😊
.
.
.
#islam
#islamorada
#islamujeres
#islamicquote
#islamic
#islami
#islam4_life
#islamq
#islamargarita
#islampost
#islamquotes
#islam❤
#islambh
#islamisbeatiful
#islamituindah
#islamnusantra
#islamrahmatanlilalamin
#islamindah
#islamquote
#islamindonesia
#islamispeac
#islamagamaku

Regrann from @kajiannusantara .
PESAN HABIB LUTHFI UNTUK ALUMNI PESANTREN

Handarbeni (merasa memiliki) adalah satu faktor penting untuk mewujudkan sebuah kemajuan. Handarbeni terhadap bangsa misalnya, akan membuat bangsa itu menjadi maju. Begitupun handarbeni terhadap perusahaan, lembaga, pesantren dll.
Untuk Handarbeni terhadap pesantren, Habib Luthfi memberi pesan khusus yang disampaikan pada pengajian malam bulan romadlon yang layak untuk kita renungi bersama.

Isi pesan itu kurang lebih begini:

Kalian-kalian ini lulusan dari pesantren mana?

Pertanyaannya, sejauh mana kalian merasa memiliki pesantren Lirboyo, yang alumni Lirboyo. Ploso, yang alumni Ploso. Termas, yang alumni termas dst. Apakah kalian menjadikan pesantren itu hanya sekedar tempat mencari ilmu kemudian selesai? Sehingga kemajuan pesantren-pesantren itu kurang tertunjang karena kita sebagai alumninya kurang merasa memiliki handar beni, bahkan Kiyai kita mau nambah satu lokal saja harus begini (nyadong/menengadahkan tangan), malu semestinya kita selaku anak murid. Kamu merasa tersinggung atau tidak terserah. (Bahkan) Mestinya kalian memiliki catatan, Haulnya mbah Idris bulan ini, Mbah Mahrus bulan ini (dst). Dan ini menjadi agenda (sekaligus berharap) Ya Allah, semoga haulnya Kiyai ini bisa beli kambing tidak hanya satu.
Mestinya terukir di hati kalian : Saya malu, jika haul guruku sampai kekurangan.Kamu mau percaya atau tidak, saya bisa seperti ini, itu bukan karena ilmu saya. LA ABADAN. atau karena keluasan pandangan saya, LA ABADAN. INI BAROKAH DARI GURU-GURU SAYA, WALAPUN YANG MENGAJARKAN SAYA HANYA SATU HURUF. Coba kalau kalian keluar dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng (dst) merasa memiliki pesantren-pesantren itu, ya luar biasa. Itu bagian dari khidmah kepada masyayikh, yang namanya khidmah itu bukan hanya saat di pesantren.

Dalem Abah, pekalongan malam 2 Syawal 1439.
اللهم اجعلنا من المريدين يحبون شيخهم

#matan #matansidoarjo #jatman sidoarjo #jatman #pengennyantri
#kajiannusantara #habibluthfibinyahya #kanzussholawatpekalongan #lirboyo #ploso #serambilirboyo #sarang #tebuireng #islamsantun #nuonline #alanu #islamnusantra #pesantren #ayomondok #eidmubarok

PESAN HABIB LUTHFI UNTUK ALUMNI PESANTREN

Handarbeni (merasa memiliki) adalah satu faktor penting untuk mewujudkan sebuah kemajuan. Handarbeni terhadap bangsa misalnya, akan membuat bangsa itu menjadi maju. Begitupun handarbeni terhadap perusahaan, lembaga, pesantren dll.
Untuk Handarbeni terhadap pesantren, Habib Luthfi memberi pesan khusus yang disampaikan pada pengajian malam bulan romadlon yang layak untuk kita renungi bersama.

Isi pesan itu kurang lebih begini:

Kalian-kalian ini lulusan dari pesantren mana?

Pertanyaannya, sejauh mana kalian merasa memiliki pesantren Lirboyo, yang alumni Lirboyo. Ploso, yang alumni Ploso. Termas, yang alumni termas dst. Apakah kalian menjadikan pesantren itu hanya sekedar tempat mencari ilmu kemudian selesai? Sehingga kemajuan pesantren-pesantren itu kurang tertunjang karena kita sebagai alumninya kurang merasa memiliki handar beni, bahkan Kiyai kita mau nambah satu lokal saja harus begini (nyadong/menengadahkan tangan), malu semestinya kita selaku anak murid. Kamu merasa tersinggung atau tidak terserah. (Bahkan) Mestinya kalian memiliki catatan, Haulnya mbah Idris bulan ini, Mbah Mahrus bulan ini (dst). Dan ini menjadi agenda (sekaligus berharap) Ya Allah, semoga haulnya Kiyai ini bisa beli kambing tidak hanya satu.
Mestinya terukir di hati kalian : Saya malu, jika haul guruku sampai kekurangan.Kamu mau percaya atau tidak, saya bisa seperti ini, itu bukan karena ilmu saya. LA ABADAN. atau karena keluasan pandangan saya, LA ABADAN. INI BAROKAH DARI GURU-GURU SAYA, WALAPUN YANG MENGAJARKAN SAYA HANYA SATU HURUF. Coba kalau kalian keluar dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng (dst) merasa memiliki pesantren-pesantren itu, ya luar biasa. Itu bagian dari khidmah kepada masyayikh, yang namanya khidmah itu bukan hanya saat di pesantren.

Dalem Abah, pekalongan malam 2 Syawal 1439.
اللهم اجعلنا من المريدين يحبون شيخهم

#pengennyantri #indonesialebihnyantri
#kajiannusantara #habibluthfibinyahya #kanzussholawatpekalongan #lirboyo #ploso #serambilirboyo #sarang #tebuireng #islamsantun #nuonline #alanu #islamnusantra #pesantren #ayomondok
#aisnusantara #santrihitz
#AIStimewa #eidmubarok

*PESAN HABIB LUTHFI UNTUK ALUMNI PESANTREN*

Handarbeni (merasa memiliki) adalah satu faktor penting untuk mewujudkan sebuah kemajuan. Handarbeni terhadap bangsa misalnya, akan membuat bangsa itu menjadi maju. Begitupun handarbeni terhadap perusahaan, lembaga, pesantren dll.
Untuk Handarbeni terhadap pesantren, Habib Luthfi memberi pesan khusus yang disampaikan pada pengajian malam bulan romadlon yang layak untuk kita renungi bersama.

Isi pesan itu kurang lebih begini:

Kalian-kalian ini lulusan dari pesantren mana?

Pertanyaannya, *sejauh mana kalian merasa memiliki pesantren Lirboyo, yang alumni Lirboyo. Ploso, yang alumni Ploso. Termas, yang alumni termas dst.* Apakah kalian menjadikan pesantren itu hanya sekedar tempat mencari ilmu kemudian selesai? Sehingga kemajuan pesantren-pesantren itu kurang tertunjang karena kita sebagai alumninya kurang merasa memiliki handar beni, *bahkan Kiyai kita mau nambah satu lokal saja harus begini (nyadong/menengadahkan tangan), malu semestinya kita selaku anak murid.* Kamu merasa tersinggung atau tidak terserah. (Bahkan) Mestinya kalian memiliki catatan, Haulnya mbah Idris bulan ini, Mbah Mahrus bulan ini (dst). Dan ini menjadi agenda (sekaligus berharap) Ya Allah, semoga haulnya Kiyai ini bisa beli kambing tidak hanya satu.
Mestinya terukir di hati kalian : *Saya malu, jika haul guruku sampai kekurangan.* Kamu mau percaya atau tidak, saya bisa seperti ini, itu bukan karena ilmu saya. *LA ABADAN.* atau karena keluasan pandangan saya, *LA ABADAN.* *INI BAROKAH DARI GURU-GURU SAYA, WALAPUN YANG MENGAJARKAN SAYA HANYA SATU HURUF.* Coba kalau kalian keluar dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng (dst) merasa memiliki pesantren-pesantren itu, ya luar biasa. Itu bagian dari khidmah kepada masyayikh, yang namanya khidmah itu bukan hanya saat di pesantren.

Dalem Abah, pekalongan malam 2 Syawal 1439.
اللهم اجعلنا من المريدين يحبون شيخهم

#kajiannusantara #habibluthfibinyahya #kanzussholawatpekalongan #lirboyo #ploso #serambilirboyo #sarang #tebuireng #islamsantun #nuonline #alanu #islamnusantra #pesantren #ayomondok #ais #Repost @kajiannusantara

:: Dari Khotbah Ied hingga 'Khotbah'nya Yahya ::
.
Tradisi salat 'Ied di Pondok Pesantren kami di Leteh Rembang, khotbahnya hanya menggunakan bahasa Arab, tanpa diterjemahkan.
Setelah ayahku KH. Bisri Mustofa dan kakakku KH. Cholil Bisri --rahimahumäLlãhu-- wafat, yang selalu bertindak sebagai imam dan khatib: putera KH. Cholil Bisri, anak (keponakan)ku Yahya Cholil Staquf. Tahun ini karena Yahya sedang di Israel, maka yang menggantikan sebagai imam dan khatib: anak(menantu)ku Ulil Abshar Abdalla. (untuk menyimak khotbahnya silakan membuka Youtube). Setelah selama ini --sejak mahasiswa-- dalam membela Palestina, Yahya hanya ikut menembakkan sumpah-serapah dan caci-maki kepada Israel melalui tulisan-tulisan, diskusi-diskusi, dan acara-acara Solidaritas Palestina lainnya, dia ingin langsung nglurug dan mengkhotbahi orang Israel yang selama ini seperti tak mengenal apa yang namanya rahmah, kasih-sayang.
Waktu pamitan, aku mengingatkan kepadanya untuk meletakkan sikap keberpihakan NU sejak berdirinya --kepada perjuangan Bangsa Palestina-- sebagai landasan upaya/'khotbah'-nya di Israel.
Lalu kupesankan: Tata hatimu, tata niatmu, dan tawakkallah kepada Allah. Wakafã biLlãhi wakiilä.

Alhamdulillah, dia benar-benar melaksanakan apa yang dia tekadkan, mengkhotbahi orang Israel di tempatnya dengan landasan sikap keberpihakan kepada Perjuangan Bangsa Palestina. 'Berkhotbah' bahasa Inggris tentang rahmahnya Islam seperti Yahya, pasti banyak yang bisa dan bahkan jauh lebih bagus. Tapi Yahya sudah membuktikan apa yang bisa dia lakukan. "وقل اعملوا فسيرى الله عملكم ورسوله والمؤمنون ، وستردون الى عالم الغيب والشهادة فينبئكم بما كنتم تعملون " (٩ التوبة: ١٠٥)
From @islamsantun
#potretsantri #islamsantun #islamnusantra #islam #rahmatanlilalamin
#gusmus #gusyahya #kiaiku
#IndonesiaLebihNyantri #lebaranalasantri

Regrann from @kajiannusantara .
PESAN HABIB LUTHFI UNTUK ALUMNI PESANTREN

Handarbeni (merasa memiliki) adalah satu faktor penting untuk mewujudkan sebuah kemajuan. Handarbeni terhadap bangsa misalnya, akan membuat bangsa itu menjadi maju. Begitupun handarbeni terhadap perusahaan, lembaga, pesantren dll.
Untuk Handarbeni terhadap pesantren, Habib Luthfi memberi pesan khusus yang disampaikan pada pengajian malam bulan romadlon yang layak untuk kita renungi bersama.

Isi pesan itu kurang lebih begini:

Kalian-kalian ini lulusan dari pesantren mana?

Pertanyaannya, sejauh mana kalian merasa memiliki pesantren Lirboyo, yang alumni Lirboyo. Ploso, yang alumni Ploso. Termas, yang alumni termas dst. Apakah kalian menjadikan pesantren itu hanya sekedar tempat mencari ilmu kemudian selesai? Sehingga kemajuan pesantren-pesantren itu kurang tertunjang karena kita sebagai alumninya kurang merasa memiliki handar beni, bahkan Kiyai kita mau nambah satu lokal saja harus begini (nyadong/menengadahkan tangan), malu semestinya kita selaku anak murid. Kamu merasa tersinggung atau tidak terserah. (Bahkan) Mestinya kalian memiliki catatan, Haulnya mbah Idris bulan ini, Mbah Mahrus bulan ini (dst). Dan ini menjadi agenda (sekaligus berharap) Ya Allah, semoga haulnya Kiyai ini bisa beli kambing tidak hanya satu.
Mestinya terukir di hati kalian : Saya malu, jika haul guruku sampai kekurangan.Kamu mau percaya atau tidak, saya bisa seperti ini, itu bukan karena ilmu saya. LA ABADAN. atau karena keluasan pandangan saya, LA ABADAN. INI BAROKAH DARI GURU-GURU SAYA, WALAPUN YANG MENGAJARKAN SAYA HANYA SATU HURUF. Coba kalau kalian keluar dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng (dst) merasa memiliki pesantren-pesantren itu, ya luar biasa. Itu bagian dari khidmah kepada masyayikh, yang namanya khidmah itu bukan hanya saat di pesantren.

Dalem Abah, pekalongan malam 2 Syawal 1439.
اللهم اجعلنا من المريدين يحبون شيخهم

#potretsantri
#kajiannusantara #habibluthfibinyahya #kanzussholawatpekalongan #lirboyo #ploso #serambilirboyo #sarang #tebuireng #islamsantun #nuonline #alanu #islamnusantra #pesantren #ayomondok
#aisnusantara #santrihitz
#AIStimewa #eidmubarok

Regrann from @kajiannusantara - @ngedepdampar
.
*PESAN HABIB LUTHFI UNTUK ALUMNI PESANTREN*

Handarbeni (merasa memiliki) adalah satu faktor penting untuk mewujudkan sebuah kemajuan. Handarbeni terhadap bangsa misalnya, akan membuat bangsa itu menjadi maju. Begitupun handarbeni terhadap perusahaan, lembaga, pesantren dll.
Untuk Handarbeni terhadap pesantren, Habib Luthfi memberi pesan khusus yang disampaikan pada pengajian malam bulan romadlon yang layak untuk kita renungi bersama.

Isi pesan itu kurang lebih begini:

Kalian-kalian ini lulusan dari pesantren mana?

Pertanyaannya, *sejauh mana kalian merasa memiliki pesantren Lirboyo, yang alumni Lirboyo. Ploso, yang alumni Ploso. Termas, yang alumni termas dst.* Apakah kalian menjadikan pesantren itu hanya sekedar tempat mencari ilmu kemudian selesai? Sehingga kemajuan pesantren-pesantren itu kurang tertunjang karena kita sebagai alumninya kurang merasa memiliki handar beni, *bahkan Kiyai kita mau nambah satu lokal saja harus begini (nyadong/menengadahkan tangan), malu semestinya kita selaku anak murid.* Kamu merasa tersinggung atau tidak terserah. (Bahkan) Mestinya kalian memiliki catatan, Haulnya mbah Idris bulan ini, Mbah Mahrus bulan ini (dst). Dan ini menjadi agenda (sekaligus berharap) Ya Allah, semoga haulnya Kiyai ini bisa beli kambing tidak hanya satu.
Mestinya terukir di hati kalian : *Saya malu, jika haul guruku sampai kekurangan.* Kamu mau percaya atau tidak, saya bisa seperti ini, itu bukan karena ilmu saya. *LA ABADAN.* atau karena keluasan pandangan saya, *LA ABADAN.* *INI BAROKAH DARI GURU-GURU SAYA, WALAPUN YANG MENGAJARKAN SAYA HANYA SATU HURUF.* Coba kalau kalian keluar dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng (dst) merasa memiliki pesantren-pesantren itu, ya luar biasa. Itu bagian dari khidmah kepada masyayikh, yang namanya khidmah itu bukan hanya saat di pesantren.

Dalem Abah, pekalongan malam 2 Syawal 1439.
اللهم اجعلنا من المريدين يحبون شيخهم

#potretsantri
#kajiannusantara #habibluthfibinyahya #kanzussholawatpekalongan #lirboyo #ploso #serambilirboyo #sarang #tebuireng #islamsantun #nuonline #alanu #islamnusantra #pesantren #ayomondok
#aisnusantara #santrihitz
#AIStimewa #eidmubarok

#Repost @kajiannusantara with @get_repost
・・・
Regrann from @ngedepdampar
.
*PESAN HABIB LUTHFI UNTUK ALUMNI PESANTREN*

Handarbeni (merasa memiliki) adalah satu faktor penting untuk mewujudkan sebuah kemajuan. Handarbeni terhadap bangsa misalnya, akan membuat bangsa itu menjadi maju. Begitupun handarbeni terhadap perusahaan, lembaga, pesantren dll.
Untuk Handarbeni terhadap pesantren, Habib Luthfi memberi pesan khusus yang disampaikan pada pengajian malam bulan romadlon yang layak untuk kita renungi bersama.

Isi pesan itu kurang lebih begini:

Kalian-kalian ini lulusan dari pesantren mana?

Pertanyaannya, *sejauh mana kalian merasa memiliki pesantren Lirboyo, yang alumni Lirboyo. Ploso, yang alumni Ploso. Termas, yang alumni termas dst.* Apakah kalian menjadikan pesantren itu hanya sekedar tempat mencari ilmu kemudian selesai? Sehingga kemajuan pesantren-pesantren itu kurang tertunjang karena kita sebagai alumninya kurang merasa memiliki handar beni, *bahkan Kiyai kita mau nambah satu lokal saja harus begini (nyadong/menengadahkan tangan), malu semestinya kita selaku anak murid.* Kamu merasa tersinggung atau tidak terserah. (Bahkan) Mestinya kalian memiliki catatan, Haulnya mbah Idris bulan ini, Mbah Mahrus bulan ini (dst). Dan ini menjadi agenda (sekaligus berharap) Ya Allah, semoga haulnya Kiyai ini bisa beli kambing tidak hanya satu.
Mestinya terukir di hati kalian : *Saya malu, jika haul guruku sampai kekurangan.* Kamu mau percaya atau tidak, saya bisa seperti ini, itu bukan karena ilmu saya. *LA ABADAN.* atau karena keluasan pandangan saya, *LA ABADAN.* *INI BAROKAH DARI GURU-GURU SAYA, WALAPUN YANG MENGAJARKAN SAYA HANYA SATU HURUF.* Coba kalau kalian keluar dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng (dst) merasa memiliki pesantren-pesantren itu, ya luar biasa. Itu bagian dari khidmah kepada masyayikh, yang namanya khidmah itu bukan hanya saat di pesantren.

Dalem Abah, pekalongan malam 2 Syawal 1439.
اللهم اجعلنا من المريدين يحبون شيخهم

#kajiannusantara #habibluthfibinyahya #kanzussholawatpekalongan #lirboyo #ploso #serambilirboyo #sarang #tebuireng #islamsantun #nuonline #alanu #islamnusantra #pesantren #ayomondok #ais

Regrann from @ngedepdampar
.
*PESAN HABIB LUTHFI UNTUK ALUMNI PESANTREN*

Handarbeni (merasa memiliki) adalah satu faktor penting untuk mewujudkan sebuah kemajuan. Handarbeni terhadap bangsa misalnya, akan membuat bangsa itu menjadi maju. Begitupun handarbeni terhadap perusahaan, lembaga, pesantren dll.
Untuk Handarbeni terhadap pesantren, Habib Luthfi memberi pesan khusus yang disampaikan pada pengajian malam bulan romadlon yang layak untuk kita renungi bersama.

Isi pesan itu kurang lebih begini:

Kalian-kalian ini lulusan dari pesantren mana?

Pertanyaannya, *sejauh mana kalian merasa memiliki pesantren Lirboyo, yang alumni Lirboyo. Ploso, yang alumni Ploso. Termas, yang alumni termas dst.* Apakah kalian menjadikan pesantren itu hanya sekedar tempat mencari ilmu kemudian selesai? Sehingga kemajuan pesantren-pesantren itu kurang tertunjang karena kita sebagai alumninya kurang merasa memiliki handar beni, *bahkan Kiyai kita mau nambah satu lokal saja harus begini (nyadong/menengadahkan tangan), malu semestinya kita selaku anak murid.* Kamu merasa tersinggung atau tidak terserah. (Bahkan) Mestinya kalian memiliki catatan, Haulnya mbah Idris bulan ini, Mbah Mahrus bulan ini (dst). Dan ini menjadi agenda (sekaligus berharap) Ya Allah, semoga haulnya Kiyai ini bisa beli kambing tidak hanya satu.
Mestinya terukir di hati kalian : *Saya malu, jika haul guruku sampai kekurangan.* Kamu mau percaya atau tidak, saya bisa seperti ini, itu bukan karena ilmu saya. *LA ABADAN.* atau karena keluasan pandangan saya, *LA ABADAN.* *INI BAROKAH DARI GURU-GURU SAYA, WALAPUN YANG MENGAJARKAN SAYA HANYA SATU HURUF.* Coba kalau kalian keluar dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng (dst) merasa memiliki pesantren-pesantren itu, ya luar biasa. Itu bagian dari khidmah kepada masyayikh, yang namanya khidmah itu bukan hanya saat di pesantren.

Dalem Abah, pekalongan malam 2 Syawal 1439.
اللهم اجعلنا من المريدين يحبون شيخهم

#kajiannusantara #habibluthfibinyahya #kanzussholawatpekalongan #lirboyo #ploso #serambilirboyo #sarang #tebuireng #islamsantun #nuonline #alanu #islamnusantra #pesantren #ayomondok #ais

#Repost @ngedepdampar
・・・
*PESAN HABIB LUTHFI UNTUK ALUMNI PESANTREN*

Handarbeni (merasa memiliki) adalah satu faktor penting untuk mewujudkan sebuah kemajuan. Handarbeni terhadap bangsa misalnya, akan membuat bangsa itu menjadi maju. Begitupun handarbeni terhadap perusahaan, lembaga, pesantren dll.
Untuk Handarbeni terhadap pesantren, Habib Luthfi memberi pesan khusus yang disampaikan pada pengajian malam bulan romadlon yang layak untuk kita renungi bersama.

Isi pesan itu kurang lebih begini:

Kalian-kalian ini lulusan dari pesantren mana?

Pertanyaannya, *sejauh mana kalian merasa memiliki pesantren Lirboyo, yang alumni Lirboyo. Ploso, yang alumni Ploso. Termas, yang alumni termas dst.* Apakah kalian menjadikan pesantren itu hanya sekedar tempat mencari ilmu kemudian selesai? Sehingga kemajuan pesantren-pesantren itu kurang tertunjang karena kita sebagai alumninya kurang merasa memiliki handar beni, *bahkan Kiyai kita mau nambah satu lokal saja harus begini (nyadong/menengadahkan tangan), malu semestinya kita selaku anak murid.* Kamu merasa tersinggung atau tidak terserah. (Bahkan) Mestinya kalian memiliki catatan, Haulnya mbah Idris bulan ini, Mbah Mahrus bulan ini (dst). Dan ini menjadi agenda (sekaligus berharap) Ya Allah, semoga haulnya Kiyai ini bisa beli kambing tidak hanya satu.
Mestinya terukir di hati kalian : *Saya malu, jika haul guruku sampai kekurangan.* Kamu mau percaya atau tidak, saya bisa seperti ini, itu bukan karena ilmu saya. *LA ABADAN.* atau karena keluasan pandangan saya, *LA ABADAN.* *INI BAROKAH DARI GURU-GURU SAYA, WALAPUN YANG MENGAJARKAN SAYA HANYA SATU HURUF.* Coba kalau kalian keluar dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng (dst) merasa memiliki pesantren-pesantren itu, ya luar biasa. Itu bagian dari khidmah kepada masyayikh, yang namanya khidmah itu bukan hanya saat di pesantren.

Dalem Abah, pekalongan malam 2 Syawal 1439.

اللهم اجعلنا من المريدين يحبون شيخهم
@ngedepdampar

#habibluthfibinyahya #kanzussholawatpekalongan #lirboyo #ploso #serambilirboyo #sarang #tebuireng #islamsantun #nuonline #alanu #islamnusantra #pesantren #ayomondok #ais

#Repost @kajiannusantara @ngedepdampar
.
*PESAN HABIB LUTHFI UNTUK ALUMNI PESANTREN*

Handarbeni (merasa memiliki) adalah satu faktor penting untuk mewujudkan sebuah kemajuan. Handarbeni terhadap bangsa misalnya, akan membuat bangsa itu menjadi maju. Begitupun handarbeni terhadap perusahaan, lembaga, pesantren dll.
Untuk Handarbeni terhadap pesantren, Habib Luthfi memberi pesan khusus yang disampaikan pada pengajian malam bulan romadlon yang layak untuk kita renungi bersama.

Isi pesan itu kurang lebih begini:

Kalian-kalian ini lulusan dari pesantren mana?

Pertanyaannya, *sejauh mana kalian merasa memiliki pesantren Lirboyo, yang alumni Lirboyo. Ploso, yang alumni Ploso. Termas, yang alumni termas dst.* Apakah kalian menjadikan pesantren itu hanya sekedar tempat mencari ilmu kemudian selesai? Sehingga kemajuan pesantren-pesantren itu kurang tertunjang karena kita sebagai alumninya kurang merasa memiliki handar beni, *bahkan Kiyai kita mau nambah satu lokal saja harus begini (nyadong/menengadahkan tangan), malu semestinya kita selaku anak murid.* Kamu merasa tersinggung atau tidak terserah. (Bahkan) Mestinya kalian memiliki catatan, Haulnya mbah Idris bulan ini, Mbah Mahrus bulan ini (dst). Dan ini menjadi agenda (sekaligus berharap) Ya Allah, semoga haulnya Kiyai ini bisa beli kambing tidak hanya satu.
Mestinya terukir di hati kalian : *Saya malu, jika haul guruku sampai kekurangan.* Kamu mau percaya atau tidak, saya bisa seperti ini, itu bukan karena ilmu saya. *LA ABADAN.* atau karena keluasan pandangan saya, *LA ABADAN.* *INI BAROKAH DARI GURU-GURU SAYA, WALAPUN YANG MENGAJARKAN SAYA HANYA SATU HURUF.* Coba kalau kalian keluar dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng (dst) merasa memiliki pesantren-pesantren itu, ya luar biasa. Itu bagian dari khidmah kepada masyayikh, yang namanya khidmah itu bukan hanya saat di pesantren.

Dalem Abah, pekalongan malam 2 Syawal 1439.
اللهم اجعلنا من المريدين يحبون شيخهم

#kajiannusantara #habibluthfibinyahya #kanzussholawatpekalongan #lirboyo #ploso #serambilirboyo #sarang #tebuireng #islamsantun #nuonline #alanu #islamnusantra #pesantren #ayomondok #ais

Regrann from @ngedepdampar
.
*PESAN HABIB LUTHFI UNTUK ALUMNI PESANTREN*

Handarbeni (merasa memiliki) adalah satu faktor penting untuk mewujudkan sebuah kemajuan. Handarbeni terhadap bangsa misalnya, akan membuat bangsa itu menjadi maju. Begitupun handarbeni terhadap perusahaan, lembaga, pesantren dll.
Untuk Handarbeni terhadap pesantren, Habib Luthfi memberi pesan khusus yang disampaikan pada pengajian malam bulan romadlon yang layak untuk kita renungi bersama.

Isi pesan itu kurang lebih begini:

Kalian-kalian ini lulusan dari pesantren mana?

Pertanyaannya, *sejauh mana kalian merasa memiliki pesantren Lirboyo, yang alumni Lirboyo. Ploso, yang alumni Ploso. Termas, yang alumni termas dst.* Apakah kalian menjadikan pesantren itu hanya sekedar tempat mencari ilmu kemudian selesai? Sehingga kemajuan pesantren-pesantren itu kurang tertunjang karena kita sebagai alumninya kurang merasa memiliki handar beni, *bahkan Kiyai kita mau nambah satu lokal saja harus begini (nyadong/menengadahkan tangan), malu semestinya kita selaku anak murid.* Kamu merasa tersinggung atau tidak terserah. (Bahkan) Mestinya kalian memiliki catatan, Haulnya mbah Idris bulan ini, Mbah Mahrus bulan ini (dst). Dan ini menjadi agenda (sekaligus berharap) Ya Allah, semoga haulnya Kiyai ini bisa beli kambing tidak hanya satu.
Mestinya terukir di hati kalian : *Saya malu, jika haul guruku sampai kekurangan.* Kamu mau percaya atau tidak, saya bisa seperti ini, itu bukan karena ilmu saya. *LA ABADAN.* atau karena keluasan pandangan saya, *LA ABADAN.* *INI BAROKAH DARI GURU-GURU SAYA, WALAPUN YANG MENGAJARKAN SAYA HANYA SATU HURUF.* Coba kalau kalian keluar dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng (dst) merasa memiliki pesantren-pesantren itu, ya luar biasa. Itu bagian dari khidmah kepada masyayikh, yang namanya khidmah itu bukan hanya saat di pesantren.

Dalem Abah, pekalongan malam 2 Syawal 1439.
اللهم اجعلنا من المريدين يحبون شيخهم

#kajiannusantara #habibluthfibinyahya #kanzussholawatpekalongan #lirboyo #ploso #serambilirboyo #sarang #tebuireng #islamsantun #nuonline #alanu #islamnusantra #pesantren #ayomondok #ais #daarulmuttaqin #santri_khas #cirebon #iksadam

Regrann from @ngedepdampar
.
*PESAN HABIB LUTHFI UNTUK ALUMNI PESANTREN*

Handarbeni (merasa memiliki) adalah satu faktor penting untuk mewujudkan sebuah kemajuan. Handarbeni terhadap bangsa misalnya, akan membuat bangsa itu menjadi maju. Begitupun handarbeni terhadap perusahaan, lembaga, pesantren dll.
Untuk Handarbeni terhadap pesantren, Habib Luthfi memberi pesan khusus yang disampaikan pada pengajian malam bulan romadlon yang layak untuk kita renungi bersama.

Isi pesan itu kurang lebih begini:

Kalian-kalian ini lulusan dari pesantren mana?

Pertanyaannya, *sejauh mana kalian merasa memiliki pesantren Lirboyo, yang alumni Lirboyo. Ploso, yang alumni Ploso. Termas, yang alumni termas dst.* Apakah kalian menjadikan pesantren itu hanya sekedar tempat mencari ilmu kemudian selesai? Sehingga kemajuan pesantren-pesantren itu kurang tertunjang karena kita sebagai alumninya kurang merasa memiliki handar beni, *bahkan Kiyai kita mau nambah satu lokal saja harus begini (nyadong/menengadahkan tangan), malu semestinya kita selaku anak murid.* Kamu merasa tersinggung atau tidak terserah. (Bahkan) Mestinya kalian memiliki catatan, Haulnya mbah Idris bulan ini, Mbah Mahrus bulan ini (dst). Dan ini menjadi agenda (sekaligus berharap) Ya Allah, semoga haulnya Kiyai ini bisa beli kambing tidak hanya satu.
Mestinya terukir di hati kalian : *Saya malu, jika haul guruku sampai kekurangan.* Kamu mau percaya atau tidak, saya bisa seperti ini, itu bukan karena ilmu saya. *LA ABADAN.* atau karena keluasan pandangan saya, *LA ABADAN.* *INI BAROKAH DARI GURU-GURU SAYA, WALAPUN YANG MENGAJARKAN SAYA HANYA SATU HURUF.* Coba kalau kalian keluar dari Lirboyo, Ploso, Tebuireng (dst) merasa memiliki pesantren-pesantren itu, ya luar biasa. Itu bagian dari khidmah kepada masyayikh, yang namanya khidmah itu bukan hanya saat di pesantren.

Dalem Abah, pekalongan malam 2 Syawal 1439.
اللهم اجعلنا من المريدين يحبون شيخهم

#kajiannusantara #habibluthfibinyahya #kanzussholawatpekalongan #lirboyo #ploso #serambilirboyo #sarang #tebuireng #islamsantun #nuonline #alanu #islamnusantra #pesantren #ayomondok #ais

Diakhir diskusi kami yang hadir didalam acara tersebut bersama-sama mendeklarasikan berdirinya organisasi “Gerakan Mahasiswa Nahdlotul Ulama (GEMA NU)” yang bertepatan dengan tanggal 23 Mei 2017/ 7 Ramadhan 1439 H.
.
.
Semoga gerakan ini yang lahir dari kesadaran kritis kami sebagai generasi muda NU dapat membangun nalar konstruktif mahasiswa dalam bingkai aswaja serta melestarikan budaya dan tradisi sebagai upaya dari mewujudkan peradaban madani dan moderat.
#UII
#GemaNU
#aswajanusantara
#islamnusantra
#mahasiswanu

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
.
1. Imam yang adil
2. Seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah
3. Seorang yang hatinya bergantung pada masjid
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah
5. Pemuda anti Zina
6. Seseorang yang bersodakoh tanpa diketahui oleh tangan kirinya
7. Seseorang yang selalu berdzikir kepada Allah
.
.
Barokallahu fikum :
@zaidmuzayyan_8 .
.
.
#islam
#islamorada
#islamujeres
#islamicquote
#islamic
#islami
#islam4_life
#islamq
#islamargarita
#islampost
#islamquotes
#islam❤
#islambh
#islamisbeatiful
#islamituindah
#islamnusantra
#islamrahmatanlilalamin
#islamindah
#islamquote
#islamindonesia
#islamispeac
#islamagamaku

.
Jangan pernah putus harapan dan kehilangan kepercayaan pada kekuatan doa. Allah akan memberikan segala sesuatu yang kamu inginkan selama itu baik untukmu

Jangan kamu kehilangan harapan, dan jangan pula kamu bersedih hati. - (Q.S. Ali Imran:  139)
.
.
@lagilagijuple @hafinalfinsa_ .
.
#islam
#islamorada
#islamujeres
#islamicquote
#islamic
#islami
#islam4_life
#islamq
#islamargarita
#islampost
#islamquotes
#islam❤
#islambh
#islamisbeatiful
#islamituindah
#islamnusantra
#islamrahmatanlilalamin
#islamindah
#islamquote
#islamindonesia
#islamispeac
#islamagamaku

Most Popular Instagram Hashtags