#iqstef

MOST RECENT

req by @cerita.iqqipuy
terimakasih sudah merequest cover dan percaya pada kami. have fun! sukses cerbung nya. [by: amatiran]
maaf kalo ngga sesuai selera. Hhe.
#iqstef

Chapter 158

SkIp.
Keluarga kecil Iqbaal sudah berada di bandara.
Steffi : "Liatin kakaknya ya lagi main."
Kyla menoleh kearah bunda dan ayahnya sambil tersenyum.
Iqbaal : "Kita take off jam 9. Masih ada waktu 30 menit lagi."
Steffi : "Terus kita nunggu take off sambil berdiri gini?"
Iqbaal : "Kita cari ruang tunggu yuk." Mendorong stroller putrinya.

Mereka kini sudah berada di ruang tunggu.
Steffi : "Huft. Panas banget." Menyodorkan kipas electric didekat putrinya.
Iqbaal : "Aku beli minum dulu ya di minimarket."
Steffi : (mengangguk) "Yang dingin-dingin."
Iqbaal : "Siap."
Baru saja Iqbaal satu langkah jalan. Kyla mulai merengek dan nangis.
Steffi : "Shht ayah mau beli minum dulu sayang."
Bukannya berhenti, tangisan Kyla malah bertambah. Dan akhirnya Iqbaal berbalik menghampiri putrinya.
Iqbaal : "Yaudah ikut yuk." Menglap air mata putrinya "Kamu juga mau ikut?" Tanyanya pada sang istri.
Steffi : "Nggalah. Aku tunggu disini aja."
Iqbaal : "Yaudah." Berlalu meninggalkan istrinya.
.
---
Pukul 09:30 Iqbaal, Steffi dan Kyla sudah berada di dalam pesawat. Kyla sejak tadi sudah tertidur, disusul oleh bundanya. Sementara Iqbaal, memilih fokus menatap layar tv yang ada dihadapannya.
Iqbaal : "Bun, tidurnya yang bener. Nanti leher kamu sakit."
Steffi : "Eghh." Mengubah posisi tidurnya.
Tak lama kemudian, Iqbaal 'pun ikut tertidur bersama istri dan anaknya.

#iqstef

HtF105
#cerbunghtf
---
Iqbaal melambatkan laju motornya. Ia tiba disekolah lima menit sebelum bel, namun laki-laki itu tampak tidak peduli dengan jam yang sudah menunjukkan pukul 6.55

Ia memarkirkan motornya dan berjalan menuju Randy yang berdiri tak tenang didekat pintu masuk sekolah

Randy:buruan kali! lu kayak gatau aja gimana kejamnya Bu Asri!
Iqbaal:lah dia jam pertama?
Randy:UDAH BURUAN!
Iqbaal:lah tadi katanya mau ngomong sama gue?(nyengir)

Randy berjalan menjauhi Iqbaal dengan wajah kesal. Mungkin lelaki itu berusaha setengah mati untuk menahan binatang-binatang yang ingin diucapkan mulutnya

Iqbaal:yaelah Ran, sensi amat

Iqbaal berlari kecil menyusul Randy, membuat Randy terhuyung dengan rangkulan mendadak yang mendarat dibahu nya

Iqbaal:kenapa sih lo? mau ngomong penting? lo pengen nyatain cinta ke gue?

Iqbaal sekali lagi membeberkan senyum jahilnya

Randy:gue serius. Ini soal Zidny

Mendadak cengiran Iqbaal menghilang

Iqbaal:maksud lo?
Randy:ck..telat lo(melihat jam) GILA UDAH 7.00!

Bertepatan dengan teriakan Randy, suara bel menggema keseluruh penjuru sekolah

Iqbaal:shit.

Randy langsung panik. Ia bergegas melepas rangkulan Iqbaal dan berlari menjauh.Beberapa detik kemudian, ia lari kembali seperti melupakan sesuatu

Randy:ISTIRAHAT GUE KETEMU LO, OKE?!
Iqbaal:oke.
Randy:(kabur)

Iqbaal berdecak. Perlahan ia meletakkan kedua tangan disaku dan berjalan santai sambil menertawakan siswa siswi yang berlarian kedalam kelas
---
santuy banget emang dia.
maaf alurnya berputar-putar, kuusahakan tamat dalam waktu dekat
#iqsteff #iqstef #cerbungiqsteff #cerbung

CORETAN TINTA SMA
.
Perkataan Marcel udah 2 bulan jadi pertanyaan di otak gue. Ngga mungkin 'kan steffi ke Surabaya saat dia sibuk ujian? Dan gue tambah bingung saat di depan ruang serba guna ada foto gue jatuh di lantai, kata Aulia sih, dia yang nemu. Gue coba buat ke ruang serba guna lagi.
Dan lo tau apa? Ah! Gue ngga bisa nih diginiin. Setahun gue ngga pulang ke Jakarta bukan berarti gue harus bayangin steffi di depan gue sekarang 'kan? Ditambah dia senyum dan semakin mendekat.
Steffi: kak?
Dengan suara yang sama.
Saat itu gue bener-bener ngga tau harus apa. Foto gue yang mungkin diambil bulan lalu saat kampus adain acara outbond sama siswa sekolah dasar pun sudah beralih ke tangan steffi.
Dia senyum lagi.
Steffi: akhirnya ketemu! Makasih ya, kak.
Iqbaal: steffi?
Dia ngangguk sambil terus tersenyum. Membuka tas hitamnya dan mengeluarkan kotak biru yang berisi tulisan-tulisan gue sebelumnya. Mulai dari kertas yang dikasih bastian, sampai dengan curhatan gue kemarin.
Iqbaal: kamu dapet dari mana?
Steffi kembali tersenyum dan menjatuhkan satu kecupan di pipi gue.
Tunggu....gue? Dicium?
Steffi: kalo kak Iqbaal aja bisa nyimpen foto steffi, berarti aku juga boleh dong nyimpen foto kak Iqbaal?
Hari itu, kita jalan sambil dia terus bercerita tentang dia yang 2 bulan lalu ke kos gue untuk minta ditemani mencari tempat kos tapi gue ngga ada. Sampai pada akhirnya dia lihat gue bulan lalu.
Gue pun berani melontarkan pertanyaan tentang siapa Genta? Kenapa dia milih kampus yang sama dengan gue? Dan arti kecupan di pipi gue.
Steffi: iseng itu, kak. Gue ngga serius.
Dia ketawa dan gue juga ikut ketawa sebelum pamer ke Bapak gue, Aldi juga Bastian kalo akhirnya gue bisa dapet pacar bak bidadari. Eaaaaaa.
Gue juga mau pamer ke elo semua yang baca ini. Akhirnya, gue bukan orang yang diam-diam menikmati senyum steffi tapi juga alasan dia tersenyum seperti saat ini. Lo boleh inget gue sebagai Iqbaal, Iqbaal Ramadhan, pria menjijikan yang akhirnya dapet bidadari.
Sekian.
Makasih.
Oh dan gue mau bilang, buat para cowok yang ditolak bidadarinya, jangan nyerah lah, pler. Asal dia belum kawin mah kejar teros. Dia udah kawin aja tinggal tunggu jandanya. Hahaha...
#iqstef

Chap 37

Sesampainya di Groupe Monge, ia memilih untuk ke stand lips.
Steffi: dad, maroon or pink?
Jujur saja, ia lebih memilih steffi untuk membeli novel di banding membeli alat makeup.
Iqbaal: pink.
Steffi: tapi cantikan maroon, dad.
Iqbaal: mom, keluar aja yu? Beli novel deh.
Steffi menggeleng. Ia masih kekeh untuk mencoba berbagai warna lips disana.
Steffi: ma'am. I take these two colors.
Ma'am: okay. Wait a minute.
Steffi mengangguk, manatap iqbaal yang memainkan ponselnya sedari tadi.
Steffi: dad, minta duit.
Iqbaal: hm. Buat apa?
Steffi: bayar lipstick.
Iqbaal: berapa?
Steffi: 500 aja.
Ucap steffi sukses membuat mata iqbaal membulat sempurna. Gosh! 2lips 500. Bisa buat beli casing supreme kan!! Iqbaal: kok mahal banget, mom?
Steffi: ih. Aku kan beli dua.
Iqbaal menyerahkan 5lembar uang merah kepada steffi. Senyum nya menggembang gaez.
Ma'am: thank you very much!
Steffi tersenyum, lalu menarik tangan Iqbaal keluar dari toko kosmetik itu.
Iqbaal: udah?
Steffi: udah, sayang. Kenapa sih judes banget?
Iqbaal: malu banget tau. Sepanjang hidup aku, ngga pernah tuh sampe masuk ke toko gituan.
Steffi: berarti first dong?
Iqbaal mengangguk. Menarik steffi menuju kedai eskrim terdekat.
Iqbaal: two victoria ice creams with extra cerry on it.
Waiter: ok. Please, wait a moment.
Keduanya memilih untuk duduk di dekat jendela. View yang pas. Eiffel terlihat jelas jika duduk disini.
Steffi: kamu ngga nelpon bunda, dad?
Iqbaal: ngga. Ngga rindu.
Steffi: durhaka! Telfon sana!
Iqbaal: iya sayang ku.
Sambungan tersambung. (Bunda: apasi le? Malem malem nelfon!!) (Iqbaal: ale rindu bun. Masa bunda ngga rindu?)
(Bunda: kata dilan bunda ngga boleh rindu. Berat) (Iqbaal: dasar demam dilan.)
(Iqbaal: ohya bun, stef mau ngomong.)
Steffi mengambil alih percakapan. (Steffi: bunda sehat?)
(Bunda: sehat. Si kecil gimana?) (Steffi: alhm, baik bun. Disana udah malem ya bun?) (Bunda: iya, stef. Gapapa kok) (Steffi: bunda tidur aja ya. Good night nenek.) (Bunda: too cucu nenek.)
Iqbaal mengecap eskrim victoria nya. Mahal sih. Jika di rupiah-in sih, 12,97juta.
Steffi mengecup bibir iqbaal singkat. Iqbaal tersenyum senang dengan itu.
#iqstef

Ini dia.
Sang panglima tempur, yang bisa membuat Milea jatuh hati. Dia, ngga bisa diungkapkan oleh kata kata. Yang jelas, milea cinta. Milea sayang. Milea segalanya. Sekarang, Iqbaal. Berubah wujud menjadi Dilan 1990 pada film terbarunya. Percaya, kalo yang nonton #dilan1990 itu para pencinta dilan, comate, dan soniq? Bahkan, hampir 5juta penonton pada hari ke 15. Kadang jarak, dan waktu, tak pernah mengerti betapa perihnya kerinduan yang aku rasakan sendiri. Berjuta, bermilyaran orang di luar sana mencintaimu. Iqbaal, Soniq rindu. Apakabar?
Mencintaimu serupa air laut. Pasang surut akan selalu ada. Namun, air laut tak pernah berubah rasa.
Boleh saja,
Dilan punya Milea.
Namun Iqbaal,
Tetap punya Soniq.
Punya Indonesia.
Simpan rindu mu untuk orang yang lebih menghargainya.
Soniq tak pernah tau, sebenarnya hati mu untuk siapa. Yang aku tau, Soniq begitu menyayangimu.
#soniqsayangiqbaal
#iqstef
#iqbaale (Bantu tag iqbaal sebanyak banyak nya!)

Chap 36

Kembalinya ke hotel.
Steffi membuka baju nya. Dan hanya mengenakan bathrobe.
Iqbaal: ingin menggoda ku, huh?
Steffi: ngga. Kamu aja tuh yang mesum.
Iqbaal: gimana ngga mesum kalo kamu kaya gini?
Steffi: udah deh. Masih 7bulan lagi puasa. Habis itu, ngga lagi kan.
Iqbaal: kamu kira 7bulan itu cepet? Lama, yang!
Steffi: huh, kalo kejadian gimana?
Iqbaal: ngga sih. Yaudah sana mandi.
Iqbaal mendorong dorong pelan tubuh steffi ke kamar mandi.
Steffi: hey! Jangan dorong dorong!
Steffi tetap ngedumel walaupun sudah berada di kamar mandi.
Iqbaal memilih untuk duduk di sofa. Beralaskan karpet bulu berwarna putih bersih. Menyesap secangkir kopi dengan tangan yang masih mengganti channel TV.
Steffi: yang!
Iqbaal: apa stef?
Steffi: tolong buka loker. Ambilin tas kecil gambar tsum tsum.
Iqbaal tertawa. Tsum tsum? So cute?
Iqbaal: apa isi nya yang?
Steffi: jangan dibuka! Rahasia. Lelaki gaboleh tau.
Iqbaal mengetuk pintu kamar mandi, dan memberikan tas tsum tsum milik steffi.
Kodratnya cewek, kalo mandi itu lama. Apalagi dandan. Iqbaal memilih untuk tidur. Persetan jika steffi berteriak dan meminta ini itu.
Hampir setengah jam berendam di bath-up berisi kan air hangat, wanita muda itu keluar dengan rambut yang basah. Aroma shampoo stroberi kesukaan Iqbaal sejak MOS di SMA masih melekat di tubuh steffi.
Hp yang terus berdering, tidak membuat sang pemilik terbangun dari tidurnya.
Steffi: halo?
Aldi menelfon. Katanya, ia rindu.
Pria itu terbangun dari tidurnya saat steffi tengah duduk di balkon hotel dengan membaca majalah.
Dominique Sanda. Siapa yang tak mengenal nya? Supermodel asal Perancis ini menarik perhatian steffi.
Steffi: uhh!
Iqbaal memeluknya dari belakang. Meletakkan dagunya di pundak steffi.
Steffi: aldi. Ia merindu.
Iqbaal terkekeh geli. Lalu duduk di samping steffi.
Steffi: dad.
Iqbaal menoleh. Menghentikan aktivitasnya yang sedang memainkan ponselnya.
Iqbaal: ya, mom?
Steffi: mau belanja dad. Boleh?
Iqbaal: aku padamu. Belanja apa?
Steffi menyodorkan majalah yang berisi tentang make-up terbagus di Paris.
Iqbaal: hm? Lipstick mu habis nyonya?
Steffi: berhenti menggodaku, dad!
Iqbaal terkekeh ria.
#iqstef

Chap 34

Memperdalam ciuman. Iqbaal yang memulainya.
Iqbaal: jangan ngambek.
Steffi: gimana ga ngambek kalo dikacangin.
Iqbaal: abisan dia lucu banget si stef.
Steffi: nikahin aja ibunya!
Iqbaal: hm.
Iqbaal menggerutu. Ingin nya romantis, tapi jadi ngerilis.
Iqbaal: kamu tau ngga stef aku suka hari apa?
Ucapnya di sela sela membenarkan rambut.
Steffi: ngga.
Iqbaal: aku suka hari kamis loh, stef.
Steffi mengangkat sebelah alisnya.
Iqbaal: Karna Aku Masih Ingin Setia.
Steffi: ngga nyambung banget dudul.
Iqbaal: layu seketika nih bunga di hati aku.
Steffi: siram lagi. Biar mekar. Bunga juga bisa mati kan. Kaya cinta kita.
Iqbaal: baper deh si bumil.
Steffi: ngga baper.
Iqbaal: halah! Eh, laper. Makan yu?
Steffi mengangguk, lalu menyelipkan tangan nya ke lengan iqbaal dan menautkan jarinya.
Sesampainya di kedai kuliner Jepang, Iqbaal memilih menu makanan sesuai mood nya kali ini.
Pelayan memberikan menu makanan yang tersedia.
Iqbaal: steak frites one. And lemontea with a little sugar one. Kamu stef?
Steffi: salad nicoise one. And lemontea.
Pelayan: ok. Wait a moment lord, madam.
Steffi: besok mau kemana?
Iqbaal: kamu maunya kemana?
Steffi: dih malah nanya balik. Kan kamu yang tau daerah paris.
Iqbaal: yaudah. Besok aku kasih tau tempatnya.
Pramusaji mengantar kan pesanan.
Steffi: first dinner di paris ya, yang?
Iqbaal: ngga. Second first ini mah!
Steffi: sama siapa?
Iqbaal: zee. Zidny Alshana.
Steffi: si cewe cantik nan ayu ngeluluhin hati kamu ya?
Iqbaal berdehem, sebelum memasukkan potongan steak besar kedalam mulutnya. Iqbaal mengajak steffi pulang ke hotel karna ini sudah kelewat malam. Lagipula, steffi sedang mengandung.
Steffi berjalan di atas trotoar, sedangkan Iqbaal berjalan di tepi jalan raya.
Tangan nya saling menaut.
Brukkk.
Dian: oh my god! Im sorry.
Dian membantu merapihkan isi tas steffi.
Steffi: ah nope.
Iqbaal: dian?
Dian: iqbaal? Apakabar? Lo sombong ye kaga ngabarin gue lagi.
Steffi: dian?
Iqbaal: ah ya, ini steffi. Istri gue.
Dian menjabat tangan setelah perkenalan.
Dian: dia ini stef. Pas kuliah. Suka jadiin gue tukang masak. Untung gue baik.
Steffi terkekeh, sedangkan Iqbaal memberenggut kesal.
#iqstef

Chap 33

Melelahkan. Kedua insan itu menghempas kan tubuh keranjang. Persetan jika ranjang itu ambruk.
Steffi: huh, cape.
Iqbaal duduk di bibir ranjang. Meraih kaki istrinya. Memijat, membuat steffi merintih kegelian.
Steffi: ahahaha!! Geli, baal!! Iqbaal: ini aku pijit loh stef.
Steffi: tangan nya lempai banget. Gaenak.
Iqbaal: Istri jaman now gini nih! Pengen deh, punya istri kaya bu kartini. Cantik, pinter pula.
Steffi: nikahin aja sana. Biar tiap hari cuci mata kan!
Iqbaal mendengus. Tak habis pikir, se-bolot itu kah steffi?
-oOo-

Menjelang pagi.
Pukul 04.00 Steffi, Iqbaal, beserta kerabat dan keluarga berada di bandara SOEHA.
Aldi: jangan pergi.
Aldi me melow di depan Iqbaal. Ia hanya menggelidik ngeri. Justru Steffi yang tertawa ngakak.
Steffi: gamau balikan sama salsha di?
Salsha yang mendengar ucapan itu pun, menatap steffi tajam.
Steffi membentuk jarinya menjadi V.
Iqbaal: yaudah. Mau take off. Pamit ya bun, yah, ma.
All: iya. Hati hati.
Steffi dan Iqbaal melambaikan tangan nya di dalam ruangan yang memiliki pintu kaca sialan itu.
Sekitar, 10 jam perjalanan. Iqbaal dan Steffi menijakkan kakinya di Paris. Charles de Gaulle.
Mr. Torh: excuse me. This is Mr. Iqbaal right?
Iqbaal: yash.
Mereka menaiki mobil yang sudah Iqbaal booking untuk beberapa hari kedepan. Plus sopirnya.
Mr. Torh: where are you going sir?
Iqbaal: Hotel Oddie.
Steffi menyikut lengan Iqbaal. Membuat pria itu menoleh.
Steffi: sejak kapan kamu menyiapkan semua ini?
Iqbaal: sejak baby terbentuk.
Steffi: cih. Persetan dengan mu yang selingkuh bersama Calista.
Iqbaal: jangan memulai steffhanie.
Steffi mendengus sebal.
Steffi: Eiffel, Sir.
Persetan jika Iqbaal marah.
Ia turun. Mau tak mau, Iqbaal juga ikut turun. Sopir itu memutar mobilnya beserta barang mereka didalam.
Usainya petang, membuat sinar lampu yang berada di dekat Eiffel menyala.
Kini, malam. Duduk di rerumputan dengan menselonjorkan kakinya. Iqbaal meletakkan kepala iqbaal di pahanya. Iqbaal berbaring.
Steffi: kamu tau apa yang lebih indah dari Cinta?
Iqbaal menggeleng. Ia tengah mengamati anak kecil yang berlari dengan kaki mungilnya.
Steffi: memiliki kamu seutuhnya.
#iqstef

Chap 32. (Sorry bgt ya. Mau di jelasin nih. Ga ada yang meninggal. Gaada yang sakit. Pokonya yang darah itu, cuma bikin kalian greget. Greget.) Setelah melepas pelukan, Steffi memandang Iqbaal yang tertunduk.
Steffi: baal?
Calista yang seakan akan mengerti dengan keadaan, memilih untuk pamit.
Sesudah Calista meninggalkan apart, Steffi duduk di samping Iqbaal. Mengelus punggung pria jakung itu.
Steffi: maaf.
Iqbaal menatap manik mata steffi. Tersirat rasa rindu. Namun, ia tahan.
Iqbaal: maaf, stef. Egois menguasai segalanya.
Steffi: wanita menangis hanya dua penyebab. Bahagia. Dan kecewa.
Iqbaal memejamkan matanya. Bulir air mata jatuh.
Steffi mengusap pipi Iqbaal.
Steffi: dan, pria menangis karna terlalu tulus. Sudah berapa kali kamu nangis?
Iqbaal menarik Steffi ke pelukan nya. Ia sangat rindu dengan wanita ini.
Terkadang bersifat bocah lebih menyenangkan daripada sok dewasa.
Iqbaal: apapun itu, aku ingin kamu kembali
Steffi: ya. -oOo-

Iqbaal berhasil membawa Steffi pulang ke rumah. Dengan bujukan, rayuan, dan akhirnya luluh dengan 2cone eskrim coklat.
Iqbaal: gimana perkembangan si kecil?
Steffi: dia sangat merindumu.
Iqbaal: boleh kah aku menjenguk nya?
Steffi menggeleng. Menutup wajah Iqbaal dengan kedua telapak tangan nya.
Iqbaal: bau terasi.
Dengan bodoh nya, steffi langsung mencium tangan nya.
Steffi: dasar pembohong!
Iqbaal: hahahaha.
Iqbaal kembali memeluk istrinya itu. Steffi rindu. Begitu juga iqbaal.
Iqbaal memberikan dua tiket kepada steffi. Steffi speechless. Ingin menangis. Memeluk pria yang membuat nya bahagia dan kecewa. Dua tiket Paris. Negara yang terkenal oleh tower Eiffel. Negeri penuh cinta dan kasih sayang.
Iqbaal: berlibur lah bersama ku?
Steffi: demi Eiffel si Negri Cinta. Aku mau.
Iqbaal terkekeh geli. Ingin rasanya berteriak, jika Steffi adalah miliknya. Begitu pula sebaliknya.
Iqbaal: go go! Packing!
Iqbaal dan Steffi berlari kecil menuju kamar. Mengemasi baju nya untuk bermalam di Paris.
Paris, Suami, Calon buah hati? Ah, jangan rusak kebahagiaan stef!
Quotes Steffi hari ini. "Temukan pria yg membuatmu sulit bernafas karna tertawa bahagia. Bkn yg membuatmu sulit bernafas krn airmata."
#iqstef

Chap 31

Calista: awshhh pa--
Iqbaal menamparnya dengan cukup keras. Ia sudah tak tahan dengan semua ini.
Iqbaal: jangan kurang ajar! Saya sudah mempunyai anak dan calon anak!
Calista: aku s--ayang kamu
Calista menangis. Ia tetap memegang pipinya yang memar.
Iqbaal: kalo memang kamu sayang saya, biarkan saya bahagia!
Calista menghela nafas kasar. Ia mendongak kan kepalanya.
Calista: saya mau bertemu bu steffi?
Iqbaal: mau apa lagi kamu hah!? Calista: sekali pak. Setelah itu, tidak lagi
Iqbaal menuju parkiran, diikuti calista di belakang nya. -oOo-

Sesampainya, di apartemen steffi, Iqbaal menuju lantai 9 kamar 426.
Pintu terbuka lebar, menunjukkan wanita paruh baya yang biasanya iqbaal panggil dengan sebutan mama.
Iqbaal: assalamualaikum
Mama hanya diam. Ia terfokus oleh calista di belakang Iqbaal dengan menunduk.
Mama: masuk
Ucap mama menusuk dan dingin.
Steffi: siapa ma?
Langkah steffi terhenti kala melihat Calista bersama Iqbaal.
Iqbaal: stef
Pelupuk steffi menahan berbulir airmata.
Steffi: ada urusan apa kalian disini?
Iqbaal: ak--
Steffi: ah ya. Pasti ingin meminta izin untuk menikah? Saya izinkan. Lagian juga, pengadilan sebentar lagi memberitahu kapan sidang perceraian
'Brukk'
Iqbaal sujud di hadapan steffi. Steffi merasakan kaki nya basah, iqbaal menangis.
Iqbaal: sayang, maafin aku. Maaf maaf maaf
Steffi menatap iba suaminya. Lalu membantu iqbaal berdiri.
Steffi: bangun, baal
Di bawah, iqbaal enggan untuk berdiri. Ia terus terusan memeluk kaki istrinya.
Iqbaal: stef, setelah calista menjelaskan semauanya, aku mohon, kembali hiks
Calista memohon maaf dengan mengikuti Iqbaal bersujud di kaki steffi.
Calista: bu maafin saya bu, maaf bu saya karyawan yang tidak tau malu seharusnya saya ti--
Steffi membantu calista berdiri, lalu memeluk calista erat.
Steffi: gapapa cal. Saya tau rasanya jadi kamu. Menyukai seorang direkturnya sendiri
Calista: tapi bu--
Steffi: masa depan kamu masih panjang. Bahkan, wajah kamu yang cantik pasti banyak memikat kaum hawa
Calista; saya mohon, ibu tarik surat cerai
Steffi mengangguk, Calista tersenyum. "Awshhhhh!!"
Pekikan itu terdengar jelas, semburan darah merah memuncrat. Wajah nya memucat.
#iqstef

Chap 30 (5)

Iqbaal mengecup punggung tangan steffi lama.
Iqbaal: kembali ya stef?
Steffi: kembali apa? Ga ah, kamu masih ganjen sama Calista
Iqbaal: janji deh ga deket calista lagi
Steffi: tapi kamu terlambat. Surat nya udah aku kasihin ke pengadilan
Iqbaal murung. Ia tak menyangka peristiwa yang tak akan ia duga, terjadi.
Iqbaal: aku bakal sewa pengacara handal, biar bisa sama kamu terus! Ga mau sama calista. Dia ngga gendut kaya kamu
Steffi: terus kamu pikir aku gendut? Iya?!
Iqbaal: kamu itu bodygoals tau ga si. Badan buntel kamu yang bikin aku tergila gila
Steffi menatap kesal Iqbaal.
Steffi: iqbaal ihh!
Iqbaal tertawa, sedangkan steffi memanyunkan bibirnya.
Iqbaal: eh, kamu mau makan apa lagi nih? Kita kan lagi ngedate
Steffi: terakhir kali ya? (Ucap nya lesu)
Iqbaal menggenggam tangan steffi lagi.
Iqbaal: kapan pun kamu butuh, aku siap. Ya walaupun nanti kamu udah ketemu laki laki lain yang lebih pantes dari aku
Steffi: aku jadi ga tega ngeliat kamu gini baal (batin nya)
Steffi: kamu juga, kalo udah ketemu wanita lain, jangan lupain aku😝
Iqbaal: dih siapa juga yang mau lupain kamu?
Steffi: ya kamu lah! Pasti nanti calon istri baru kamu bakal bilang 'sayang lupain dong si mantan istri kamu yang gendut itu.'
Iqbaal: ih! Aku gamau pisah sama kamu
Steffi: alesan nya?
Iqbaal: em, mau tau?
Steffi mengangguk lucu. Kemudian, iqbaal mendekatkan wajah nya ke telinga steffi.
Iqbaal: ga ada yang buatin sarapan
Steffi: wah, bangsat
Iqbaal tertawa lepas, steffi yang melihat itu pun hanya tersenyum simpul. 'Apa gue pantes ngerusak tawa bahagia nya Iqbaal?' -steffi.
-oOo-

Hari ini, Iqbaal tidak absen untuk kerjaan. Karna sudah banyak meeting yang di batalkan oleh Iqbaal.
Calista: selamat pagi pak
Iqbaal melirik Calista dengan tajam.
Iqbaal: saya tunggu kamu di ruangan saya
Sesampainya di ruangan iqbaal, Calista hanya bisa menunduk.
Iqbaal: kamu tau jika saya sangat sangat mencintai stefhanie?
Ia mengangguk.
Iqbaal: lantas, apa yang membuat kamu melakukan hal yang tak pantas pada saya? Bahkan, di depan keluarga saya
Calista: saya ngga bermaksud pak
Iqbaal: apa mau kamu calista?
Nada iqbaal terdengar dingin dan menusuk.
Calista: saya mau kamu
#iqstef

Chap 29 (4)

Setelah mendatatangani surat perceraian, Iqbaal mengajak Steffi untuk dinner bersama.
Malam ini, polesan makeup natural dan tubuh sintal nya berbalut dengan dress pink mempercantik dirinya.
Steffi: huh, tarik nafas, buang
Sejak 5 menit yang lalu, steffi duduk di depan cermin, dan melakukan kegiatan tarik nafas-buang.
Mama: sayang? Iqbaal nya udah di depan tuh. Cie udah baikkan ya?
Steffi tersenyum simpul, lalu menuju kebawah tanpa menjawab pertanyaan mamanya.
Dari kejauhan, iqbaal mencium bau parfum vanilla milik steffi.
Iqbaal mendongak, ia pun shock saat melihat steffi menggunakan dress yang ia beli pada saat anniv ke 6tahun.
Steffi: berangkat?
Iqbaal mengulurkan tangan nya, steffi menerima uluran tangan Iqbaal, lalu pergi. -oOo-

Di restoran, tidak ada pengunjung sama sekali. Hanya mereka berdua, Iqbaal telah membooking nya.
Setelah memesan makanan, Iqbaal menatap manik mata steffi.
Steffi: apa? Kok ngeliatin nya gitu banget?
Iqbaal: cantik banget sih. Jadi ga tega buat pisah
Steffi: kan ada si call call kamu itu. Ngapain mikirin calon emak anak satu
Iqbaal: ya itu kan anak aku juga!
Steffi terkekeh. Dari awal, Iqbaal meminta steffi untuk bersikap biasa. Cewe bawel nan humble kesukaan iqbaal. Ngga ada marah marahan.
Iqbaal: kamu beneran mau cerai gitu aja?
Steffi berhenti mengetuk meja menggunakan jari nya.
Iqbaal: apa kamu ngga kangen nantinya?
Steffi: ng--
Iqbaal: terus kalo kamu ngambek, yang beliin eskrim nanti siapa kalo bukan aku?
Steffi: mam--
Iqbaal: mama udah tua stef. Ngga mungkin kan kamu nyuruh mama buat beliin eskrim?
Steffi menghela nafasnya. Melepaskan orang yang dicintai emang ngga gampang. Jika ada orang yang melepaskan itu gampang, stef mau dong tipsnya.
Iqbaal menggenggam tangan steffi.
Iqbaal: perlu aku buktiin apa lagi kalo calista itu bukan siapa siapa nya aku?
Steffi: sebenernya, aku ngga kuat baal. Kasian si kecil. Apa aku terlalu egois minta cerai dari kamu?
Iqbaal: ngga stef, kamu ngga egois. Malah aku yang salah dan egois disini
Iqbaal: aku egois, lebih mentingin kerjaan dari pada nemenin kamu check kandungan
Iqbaal mencium punggung tangan Steffi.
Iqbaal: i love you more stef.
#iqstef

Chap 28 (3)

Malam hari nya, Iqbaal hanya duduk di tepi ranjang sambil menikmati teh hangat yang di buat oleh bi Ami.
Ia melihat foto nya dan steffi yang tengah tersenyum di pelaminan megah, beberapa waktu yang lalu.
Iqbaal: aku sayang banget stef sama kamu. Selamat malam sayang
-oOo-

Keesokan hari nya, Iqbaal tak berniat masuk kerja. Ntah kenapa, mood nya hari ini tidak bersahabat dengan nya. (Calista: masuk pak?) (Iqbaal: g)
Iqbaal memijat pelipisnya.
Derap langkah kaki membuat iqbaal menoleh ke arah luar. Steffi, mahkota kehidupan nya datang.
Steffi: nih, surat nya. Tanda tangan, dan semua akan clear
Iqbaal menatap manik mata steffi. Banyak bersirat airmata disana.
Iqbaal: bisa berikan waktu mu sebentar? Aku mau bicara
Steffi mengangguk, lalu mengikuti Iqbaal ke pendopo belakang.
Iqbaal: aku minta maaf stef, aku suami bodoh yang pernah ada di dunia. Calon ayah yang ngga becus menjaga rumah tangga nya sendiri. Tapi untuk masalah kemarin aku g--
Steffi: saya tidak punya banyak waktu. Silahkan tanda tangan, setelah itu saya akan pulang
Iqbaal: kamu cinta pertama aku stef. Kembali lah
Steffi tersenyum miris.
Steffi: tak semudah itu memaafkan kesalahan yang benar benar fatal. Apalagi, disaat aku mengandung buah hati kita, kamu bersama wanita lain
Steffi: bahkan, kamu berani memberikan sapu tangan hadiah dari aku ke dia
Iqbaal: cukup satu dihati, kamu stef
Steffi: jika kamu milih aku, kenapa kemarin kamu hanya diam?
Iqbaal: aku bingung
Steffi: bingung karna harus milih siapa? aku kenal kamu lebih dari dia kenal kamu
Iqbaal: aku sayang sama kamu stef
Steffi menahan isak tangisnya. Ia berjanji kepada dirinya sendiri untuk tak menangis.
Steffi: aku kurang menarik? Aku kurang apa baal! Kurang apa! Hiks
Runtuh sudah, pertahanan steffi. Cairan bening itu keluar lagi.
Iqbaal: pikirin anak kita stef, aku gamau dia hidup tanpa ayah
Steffi: aku bakal ngasih waktu ke kamu buat ketemu dia
Iqbaal: kalo itu mau kamu, baik. Tapi, izinkan aku mengucap kan sesuatu pada bayi kita?
ia mengangguk.
Iqbaal: sayang, maafin daddy. Jaga mommy baik baik. Daddy sayang kalian berdua
Setelah mengecup bayinya, Iqbaal mendatatangani surat itu.
Iqbaal menangis.
#iqstef

Chap 27 (2)

Satu tamparan keras mengenai pipi Calista.
Calista: awshh
Steffi: kurang ajar kamu!
Mama: saya tidak pernah melihat wanita serendah itu!
Iqbaal: steffi! Kamu apaan sih?
Steffi: kamu yang apa apaan?!
Calista: iqba--al ashh
Pipi calista mengeluarkan sedikit darah.
Iqbaal: aku gasuka kamu kasar!
Steffi tertawa sinis. Calista tetap saja memegang pipinya.
Bunda menampar iqbaal dengan derai airmata.
Bunda: sa--ya ngga pernah ngajarin kamu seperti itu terhadap istri
Iqbaal: cal kamu gapapa?
Calista: sak--iit ashh
Steffi: lebih sakit siapa sekarang? Saya atau anda hah!
Iqbaal: stef
Steffi: saya yang mengandung anak iqbaal! Dan kamu hanya jadi benalu di rumah tangga saya!
Iqbaal: stefhanie!
Mama dan bunda menangis sesegukan. Ayah yang masih tetap berdiri di samping steffi, merangkul.
Ayah: stef, inget si kecil
Steffi: kalo kamu sayang sama dia, gugurin anak ini!
Steffi menunjuk perutnya.
Iqbaal: kamu gila apa hah!?
Steffi: sekarang gue tanya, gue gila apa lo yang gila?
Calista: ba--all
Steffi: diem lo! Dasar ngga tau malu!
Calista: gue ga bisa diem kalo orang yang gue sayang di sakitin!
Steffi: oh, fine. Lo sayang dia? Nih ambil ga sudi gue
Steffi mendorong Iqbaal kearah calista.
Calista: kamu gapapa?
Iqbaal menggeleng. Hatinya sakit sekarang, bukan nya beres, malah jadi tambah rumit.
Steffi: gue ga permasalahin lo mau ngasih barang yang lebih mahal ke jalang ini ala ngga. Gue gamau ambil pusing, lo mau sama gue, atau sama dia?
Iqbaal kicep. Sudah pasti ia memilih steffi, tapi hatinya merasa tak enak dengan calista.
Steffi: ah, lo pasti milih dia. Selamat, cal. Lo buat hidup gue lebih dari kata bewarna
Ayah memeluk steffi. Steffi menumpahkan semua amarahnya ke ayah.
Ayah: jangan gegabah stef
Steffi: ga yah, stef cape
Ayah: ayah ga bisa maksa kamu, ini pilihan. Ayah juga tau perasaan kamu gimana
Steffi: makasih yah. Ma, ayo kita tidur di apart aja malem ini?
Mama memeluk steffi sangat erat.
Mama: kamu kuat sayang, don't cry baby hikss
Begitu pula bunda dan teh ody yang ikut memeluk steffi.
Calista hanya terduduk lemas. Antara senang dan haru sedih ia hari ini.
Steffi: surat cerai, besok gue kirim
Iqbaal, diam.
#iqstef

Chap 26 (1)

Keesokan hari nya, iqbaal bingung untuk mengajak calista ke rumah bundanya.
Iqbaal: eum, calista. Bisa ngga nanti ikut saya pulang?
Calista: istri bapak?
Iqbaal: di rumah bunda saya. Bisa?
Calista: sekiranya penting, saya usaha kan pak
Iqbaal: penting, penting banget cal. Sampe sampe gue ngga ada sarapan tadi pagi (batin nya.)
Calista sibuk dengan pekerjaan nya.
Calista menerima telfon dari klien.
Calista: pak, klien meminta rapat di undur besok. Apa bisa?
Iqbaal mengangguk setuju. Lalu mengajak calista pulang ke rumah bundanya.
Iqbaal: demi sarapan! Demi anak juga (batin nya)
Di perjalanan, Calista tampak menahan senyum yang sedari tadi ingin mengembang.
Calista: apa pak iqbaal mau ngomong serius tentang hubungan ini ya? Eh kita kan ngga ada hubungan, tapi siapa tau bisa jadi calon mantu (batin nya menggirang) .

Sesampainya di rumah, terlihat sosok mama, bunda, ayah, dan steffi yang tengah menatap Iqbaal dan Calista.
Calista: assalamualaikum
All: walaikumsalam
Teh ody terus terus an menghibur steffi. Anak teh ody, ia titipkan kepada ibu dari suaminya.
Iqbaal duduk, begitu pula Calista yang duduk di samping Iqbaal. Mereka terlihat sangat dekat.
Steffi: hikss huaa
Teh ody: shutt stef, udah dong. Teteh jadi sedih juga nih
Ingin rasanya iqbaal memeluk steffi saat itu juga, tapi tak mungkin ia lakukan karna ayah yang sedari tadi memberikan tatapan intens.
Bunda: ini dia?
Ayah: berani berani nya kamu dekat sama dia! Istri kamu sedang mengandung baal!
Iqbaal: iqbaal berani sumpah
Steffi: jaa-ngan sum--pahh
Mama: siapa kamu sebenernya?
Calista: saya Calista. Sekretaris pak Iqbaal plus teman SMP dulu dan pernah mengikat hubungan
Iqbaal membelokkan matanya sempurna.
Iqbaal: sejak kapan kita mantanan cal!? Kita cuma rekan kerja!
Calista: ada, kamu aja yang ngga tau
Iqbaal: plis cal. Jangan buat hidup gue tambah rumit
Calista: terus apa arti hubungan kita ini baal?! Iqbaal: kita ngga pernah punya hubungan!
Calista: apa maksud kamu ngasih aku berbagai macam barang?
Iqbaal naik pitam. Ia melemparkan jas nya ke sembarang arah.
Iqbaal: pergi lo dari sini!
Calista mengecup pipi iqbaal.
Calista: aku sayang kamu
#iqstef

Chap 25

Sesampainya di rumah bunda, steffi berlari kedalam.
Iqbaal yang melihat hal itu reflek terpekik kaget.
Iqbaal: steffi! Bayi!
Steffi tidak menghiraukan teriakan iqbaal.
Bunda tepat di depan nya, ia memeluk bunda erat.
Steffi: bunn--daa
Bunda: hey, kenapa hm?
Steffi: iqb--aall bun, hikss
Iqbaal membawa koper steffi sambil ngedumel.
Iqbaal terperanjat kaget saat sang bunda menatap tajam dirinya.
Bunda: iqbaal kenapa sayang?
Steffi: jaa--haatt hikss
Iqbaal: loh loh? Kok jadi aku sih yang jahat?!
Bunda: kamu pulang! Stef di rumah bunda
Iqbaal: gabisa gitu dong bun, stef istri aku
Bunda: mana ada seorang suami yang tega nangisin istri! Pulang!
Iqbaal: gamau
Bunda menggeram melihat kelakuan putra nya ini.
Bunda: pulang apa kamu bunda lempar sendal?
Iqbaal: huh, oke. Ale minta jagain stef bun. Ale pulang, stef aku pulang
Steffi: hikss hikss
Sepulangnya iqbaal, mereka duduk di ruang tengah.
Bunda: ada masalah?
Steffi mengangguk ragu.
Bunda: ceritain
Steffi menghirup nafas panjang.
Steffi: iqbaal ke pergok makan siang sama sekretarisnya
Bunda: cuma itu?
Steffi menggeleng lagi, lalu kembali berbicara;
Steffi: di sapu tangan iqbaal, ada bekas lipstick merah, Iqbaal juga ngebeliin sekretarisnya Apple Watch
Bunda: bener bener tuh anak! Minta di kasih pelajaran
Steffi: stef mohon bunda jangan marah, kasian iqbaal
Bunda: besok, mama pulang. Kita bicarain sama sama, dan Calista juga harus datang! Bunda gamau liat kamu yang lagi ngandung, sakit
-oOo-

Iqbaal mengerang kesal atas kelakuan nya sendiri.
Iqbaal: gue bodoh aishhh! Istri lagi hamil juga ah
Satu notifikasi berdering di ponsel iqbaal. (Call: besok rapat pak, jam 12.00 di Resto Puri) (Iqbaal: ya, persiapkan semua.)
Iqbaal memijit pelipisnya. Tugas belom kelar, nambah istri yang ngambek, bunda marah marah, calista 'eeq' ngingetin rapat.
(Bunda: bunda kecewa.) (Iqbaal: astaga bun, salah paham.)
(Bunda: stef hari ini tidur rumah bunda. Besok, kamu bawa simpenan kamu ke rumah bunda. Kita selesain sama sama.) (Iqbaal: duh bunda ngikut stef nih. Dia bukan simpenan bun.) (Bunda: terus kalo bukan simpenan, apa?) (Iqbaal: istri kedua bun.) (Bunda: minta tabok kamu!) #iqstef

Chap 24

Setelah membaca pesan dari steffi, iqbaal mempercepat meetingnya.
Calista: gimana pak?
Iqbaal: istri saya menunggu di rumah, saya percepat
Calista tersenyum murung.
Calista: baik lah kalo begitu
Iqbaal: gimana kamu pulang?
Calista: saya bisa pesen grab untuk pulang
Iqbaal tersenyum, lalu meninggalkan Calista.
Sesampainya di rumah, steffi bersedekap dada di depan pintu.
Iqbaal terkekh gemas melihat kelakuan istrinya yang seperti anak kecil.
Iqbaal: apa hm?
Steffi: waalaikumsalam, lama banget? Abis nganterin simpanan kamu itu ya?
Iqbaal: simpanan? Siapa?
Steffi: sekretaris tersayang kamu
Iqbaal: udah deh stef, dia bukan simpanan aku
Steffi: terus, ini bukti apa lagi baal?
Steffi menyodorkan kertas sebagai bukti pembelian Apple Watch calista.
Iqbaal menelan saliva nya kasar.
Steffi: aku bener bener kecewa!
Iqbaal: kamu salah paham stef
Steffi: salah paham gimana? Udah jelas jelas ini buktinya!
Iqbaal: ga sayang
Steffi: aku gamau serumah lagi sama kamu! Anter aku kerumah bunda
Iqbaal: ga stef, kita bisa selesain. Jangan sampai bunda tau
Steffi: kamu takut bunda nyuruh buat mutusim selingkuhan kamu?
Iqbaal: stef!
Steffi: oh, kalo kamu gamau nganter juga gapapa. Aku bisa naik grab
Iqbaal: jangan gini stef, ayo selesain baik baik
Steffi: udah banyak bukti baal! Pertama, ada lipstick di saputangan kamu yang dulu aku kasih ke kamu. Kedua, foto kamu makan siang sama dia sedangkan istri kamu nunggu dirumah buat makan siang bareng. Ketiga, Apple Watch yang kamu kasih ke dia sebagai hadiah ultah. Mau apa lagi kamu hah? Masih mau main di belakang aku kan? Anterin aku ke rumah bunda, hiks
Steffi menangis terisak. Baru saja iqbaal ingin memeluknya, steffi menjauh.
Iqbaal: menghela nafas kasar. Steffi berjalan menuju kamar untuk mengemasi barang nya.
Tak lama, steffi keluar dengan satu koper besar dan tas selempang nya.
Steffi: aku permisi. Jaga rumah baik baik. Kalo ngga ada makanan, minta masakin sama simpanan kamu
Iqbaal: aku anter
Steffi mengelap airmata nya menggunakan hoodie couple nya dengan iqbaal.
Keadaan di dalam mobil hening. Steffi yang masih terisak menangis, sedangkan iqbaal yang bingung untuk memulainya dari awal.
#iqstef

Chap 23

Disisi lain, Iqbaal dan Calista akan melakukan meeting bersama tim sukses perusahaan. Iqbaal kini telah resmi berhenti menjadi dokter di salah satu rumah sakit ternama.
Iqbaal: calista, saya minta kamu untuk mempresentasikan hasil kerja kamu kemarin
Calista mengangguk, lalu keluar dari ruangan iqbaal.
Tepat tengah hari, jam makan siang Iqbaal terganggu oleh beberapa rekan kerja nya. (Steffi: kamu pulang ngga?) Iqbaal tersenyum melihat notifikasi dari sang istri. (Iqbaal: engga, oh ya aku lembur.) (Steffi: tadi udah check, katanya sehat.)
(Iqbaal: alhmd, jgn lupa makan siang.)
(Steffi: iya, kamu juga.)
Iqbaal mengendorkan dasinya. Calista datang dengan tangan yang penuh karna berkas.
Calista: ini, hasil diskusi saya dengan tim sukses
Iqbaal mendatatangani berkas itu, lalu memakai jam untuk bersiap siap.
Iqbaal: jam berapa meeting?
Calista: jam 13.00 pak
Iqbaal mengemaskan berkas berkas nya.
Iqbaal: calista, tolong dasi saya
Dengan cepat calista merapikan dasi Iqbaal yang kendor. Iqbaal menatap calista, begitu pula sebaliknya.
Iqbaal: cantik. Eh hmm-
Calista tersenyum, lalu berdiri di samping iqbaal.
Calista: yuk?
Iqbaal tersenyum, lalu berjalan menuju parkiran. Sama seperti biasa, Calista akan duduk di samping jok pengemudi.
Iqbaal: cal, kamu udah pacaran?
Calista tersenyum kikuk, meringis.
Calista: kemarin lusa, putus
Iqbaal: kenapa?
Calista: dia selingkuh
Iqbaal tersenyum tipis.
Iqbaal: sayang banget ya, kamu kan cantik. Masa di putusin sih
Calista: bukan dia yang mutusin, tapi aku
Iqbaal: btw, happy birthday ya
Calista: eh, kamu tau darimana?
Iqbaal: kan waktu kamu nyalonin jadi sekretaris, aku liat datanya
Calista: oh iya, lupa. Makasih ya baal
Iqbaal: aku ada hadiah loh. Kamu ambil sendiri aja deh, tuh di jok belakang
Calista menggapai kotak pipih bewarna merah maroon dan dihiadi pita berwarna putih.
Saat calista membukanya, betapa terkejutnya dengan barang yang di kasih oleh atasan nya itu.
Satu Apple watch berwarna hitam.
Calista: wah, makasih banget pak
Calista tersenyum senang.
Iqbaal: iya sama sama, makin semangat kerja nya
Calista mengangguk lucu, membuat iqbaal terkekeh. (Steffi: cpt plng, gue tunggu di rumah.)
#iqstef

Chap 22

Pagu hari nya, iqbaal bersiap siap untuk pergi ke kantor.
Iqbaal: pagi istriku
Steffi tersenyum manis, lalu mengecup pipi iqbaal.
Iqbaal: masak apa hari ini?
Steffi: nasi goreng sama susu coklat
Iqbaal: dih enak banget, ayo
Iqbaal menarik tangan steffi.
Sesampainya di meja makan, iqbaal menyerahkan piring sarapan nya ke steffi.
Steffi: hm?
Iqbaal: suapin
Dengan suka rela, steffi menyuapkan iqbaal makan.
10menit kemudian, Iqbaal pamit kepada steffi dan buah hati.
Iqbaal: aku pergi dulu. Aku lembur stef, jaga diri baik baik
Steffi: iya jangan lupa makan siang
Iqbaal mengecup pelipis steffi, dan mengelus perut sang istrinya. -oOo-

Steffi kini tengah mengotak atik ponselnya. Ia tengah mencari nama 'Aldi'. (Steffi: di?) (Aldi: apa woe?) (Steffi: temenin gue check kandungan) (Aldi: iqbaal mana?)
(Steffi: ngantor)
Dengan polesan make up yang tipis dan memakai kemeja biru dongker beserta jeans putih menambah kesan cantik pada dirinya. (Aldi: gue depan rumah, cepet)
Steffi meraih tas nya, lalu turun kebawah. Tak lupa ia mengabari Iqbaal jika pergi check kandungan bersama aldi.
Rumah Sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Steffi dan Aldi tak perlu mengantri. Karna steffi telah janjian kepada Dr. Angela.
Steffi: pagi dok
Dr. Angela: pagi juga
Dr. Angela melihat sosok pria di belakang steffi.
Aldi: saya aldi, sahabatnya steffi
Dr. Angela tersenyum, lalu mempersilahkan aldi duduk dan mulai memeriksa steffi.
Dr. Angela: hari ini, tepat memasuki kehamilan ke 4bulan ya stef. Jaga diri baik baik
Steffi: iya dok. Btw, ngga ada vit atau apa gitu?
Dr. Angela: tidak, kamu cukup asupan nutrisi dan banyak minum susu
Aldi: kalo begitu, kita permisi dok
Aldi dan Steffi keluar dari ruangan tersebut.
#iqstef

Most Popular Instagram Hashtags