#harike23ramadhan

MOST RECENT

Tetap bijak menggunakan uang jangan banyak terbuang😊 #TerasMudaCianjur
.
.
#harike23ramadhan #marhabanyaramadhan #berkahcintaramadan #1439h #islamituindah "

Pejabat Zionis-Israel Tuding Pemerintah Indonesia Munafik Soal Palestina

Eramuslim.com – Anggota Parlemen Zionis-Israel keturunan Yahudi Rusia, Yoel Razvozov, menyebut Indonesia serta Qatar munafik karena terus membela Palestina dan menyalahkan Tel Aviv atas kekerasan di Jalur Gaza.

Berbicara di forum parlemen internasional di Moskow, Razvozov mengatakan sejumlah negara termasuk Indonesia “menutup mata” terhadap kekerasan di Gaza yang menurutnya justru didalangi oleh Hamas, salah satu faksi besar Palestina. “Kalian [Indonesia dan Qatar] orang munafik. Tidak ada namanya teror yang baik. Hamas mencoba membunuh warga [Zionis] Israel dan kalian–bahkan dalam konferensi ini–malah membela mereka. Ada ribuan anak-anak dan penduduk di perbatasan Gaza yang tidak mengetahui realita dengan ketakutan di benak mereka. Militer [Zionis] Israel tidak akan melakukan aksi militer,” kata Razvozov dalam International Forum for Development of Parliamentarism di Moskow, Rusia, Selasa (5/6). Dalam kesempatan itu, Razvozov juga meminta seluruh 80 negara dan sedikitnya 500 anggota yang hadir dalam forum itu mengecam dan mengambil tindakan terhadap Hamas. “[Zionis] Israel memiliki hak untuk membela diri. Kami berhadap komunitas internasional dan Anda, anggota parlemen dari seluruh dunia, mengutuk serta mengecam organisasi teroris Palestina yang dipimpin Hamas,” seloroh Razvozov seperti dikutip situs Arutz Sheva dalam artikel bertajuk “Hamas berusaha membunuh kami, Anda Munafik’, Rabu (5/6). #ujekawedotcom www.ujekw.blogspot.com #harike23ramadhan #marhabanyaramadhan #berkahcintaramadan #1439h #islamituindah "

Saat Rasulullah Mendapati Keindahan Malam Lailatul Qadar

Islampos - DALAM sebuah kisah diceritakan bahwa Rasulullah Saw sedang duduk i’tikaf semalam suntuk pada hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan. Para sahabat pun tidak sedikit yang mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah.

Ketika Rasulullah berdiri shalat, para sahabat juga menunaikan shalat. Ketika beliau menegadahkan tangannya untuk berdoa, para sahabat pun serempak mengamininya.

Saat itu langit mendung tidak berbintang. Angin pun meniup tubuh-tubuh yang memenuhi masjid. Dalam riwayat tersebut malam itu adalah malam ke-27 dari bulan Ramadhan.

Disaat Rasulullah Saw dan para sahabat sujud, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Masjid yang tidak beratap itu menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang ingin membatalkan shalatnya, ia bermaksud ingin berteduh dan lari dari shaf, namun niat itu digagalkan karena dia melihat Rasulullah Saw dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusuk tidak bergerak.

Air hujan pun semakin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang berada di dalam masjid tersebut, akan tetapi Rasulullah Saw dan para sahabat tetap sujud dan tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya.

Beliau basah kuyup dalam sujud. Namun sama sekali tidak bergerak. seolah-olah beliau sedang asyik masuk kedalam suatu alam yang melupakan segala-galanya. Beliau sedang masuk kedalam suatu alam keindahan. Beliau sedang diliputi oleh cahaya Ilahi.

Beliau takut keindahan yang beliau saksikan ini akan hilang jika beliau bergerak dari sujudnya. Beliau takut cahaya itu akan hilang jika beliau mengangkat kepalanya. Beliau terpaku lama sekali di dalam sujudnya. Beberapa sahabat ada yang tidak kuat menggigil kedinginan. Ketika Rasulullah Saw mengangat kepala dan mengakhiri shalatnya, hujan pun berhenti seketika.

Kisah Selengkapnya :
http://feedproxy.google.com/~r/islampos/yJYK/~3/V21vTbRiO5E/
.
.
#ujekawedotcom www.ujekw.blogspot.com #harike23ramadhan #marhabanyaramadhan #berkahcintaramadan #1439h #islamituindah "

Bagaimana Wanita Haidh Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Islampos - JUWAIBIR pernah mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh Dhohak, “Bagaimana pendapatmu dengan wanita nifas, haidh, musafir dan orang yang tidur (namun hatinya tidak lalai dalam dzikir), apakah mereka bisa  mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Adh Dhohak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Siapa saja yang Allah terima amalannya, dia akan mendapatkan bagian malam tersebut.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 341)

Dari sini menunjukkan bahwa wanita haidh, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Namun karena wanita haidh dan nifas tidak boleh melaksanakan shalat ketika kondisi seperti itu, maka dia boleh melakukan amalan ketaatan lainnya. Yang dapat wanita haidh lakukan ketika itu adalah membaca Al Qur’an tanpa menyentuh mushaf.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali engkau dalam keadaan suci.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Dalam at Tamhid (17: 397), Ibnu Abdil Barr berkata, “Para pakar fiqh dari berbagai kota baik Madinah, Iraq dan Syam tidak berselisih pendapat bahwa mushaf tidaklah boleh disentuh melainkan oleh orang yang suci dalam artian berwudhu. Inilah pendapat Imam Malik, Syafii, Abu Hanifah, Sufyan ats Tsauri, al Auzai, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahuyah, Abu Tsaur dan Abu Ubaid. Merekalah para pakar fiqh dan hadits di masanya.” Selain membaca Al-Quran tanpa menyentuhnya, wanita yang sedang haidh pun bisa memperbanyak dzikir, memperbanyak istighfar dan memperbanyak do’a. (Lihat Fatwa Al Islam Su-al wa Jawab no. 26753).[] Referensi: Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah/Karya: Muhammad Abduh Tuasikal/Tim Pustaka Muslim

#ujekawedotcom www.ujekw.blogspot.com #harike23ramadhan
#marhabanyaramadhan #berkahcintaramadan #1439h #islamituindah "

Lailatul Qadar, Apa Artinya?

Islampos, KITA tahu bahwa di bulan Ramadhan ini, kita akan bertemu dengan suatu malam, di mana malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan. Ya, malam itu kita kenal dengan lailatul qadar. Jika kita mampu menghabiskan malam tersebut dengan beribadah kepada Allah SWT secara sungguh-sungguh, maka beruntunglah kita. Di situlah, hikmah terbaik jika kita mampu meluangkan waktu untuk beritikaf di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

Berbicara mengenai lailatul qadar, kita hanya tahu bahwa malam ini penuh dengan keberkahan. Tetapi, apa makna qadar itu sendiri?

Menurut bahasa, qadar berarti kepastian, peraturan, dan ukuran. Sedangkan menurut istilah, qadar adalah perwujudan ketetapan (qadha) terhadap segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya yang telah ada sejak zaman azali sesuai dengan iradah-Nya. Qadar disebut juga dengan takdir Allah SWT yang berlaku bagi semua makhluk hidup, baik yang telah, sedang, maupun akan terjadi.

Menurut Quraish Shihab, kata Qadar (قﺩﺭ) sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur’an dapat memiliki tiga arti yakni:

1. Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada surat Ad-Dukhan ayat 3-5, “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami.” 2. Kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran. Penggunaan Qadar yang merujuk pada kemuliaan dapat dijumpai pada surat Al-An’am: 91, yang berbicara tentang kaum musyrik, mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat.

Selengkapnya:
http://feedproxy.google.com/~r/islampos/yJYK/~3/CiCsaqbMagY/
.
.
#ujekawedotcom www.ujekw.blogspot.com #harike23ramadhan #marhabanyaramadhan #berkahcintaramadan #1439h #islamituindah "

Pertanyaan Jubir HTI untuk BNPT: Apa itu Radikalisme?

JAKARTA (Panjimas.com) – Pasca pengumuman BNPT terkait data perguruan tinggi negeri (PTN) yang dituding sudah terpapar paham radikalisme menuai polemik. Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ustadz Ismail Yusanto menanggapi dengan sebuah pertanyaan yang mendasar. “Apa itu radikalisme? Selama pengertian radikalisme itu tidak jelas, maka ini seperti menuduh atau menuding seseorang atau pihak lain dengan sesuatu yang tidak jelas juga,” kata Ustadz Ismail Yusanto di kantor Ihza & Ihza Law Firm, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Senin (4/6). Tidak hanya itu, Ustadz Ismail Yusanto juga mempertanyakan maksud dari kata “terpapar”. “Kalau terpapar pornografi dan terpapar narkoba kita tahu, kalo terpapar radikalisme itu apa? Saya nggak tahu,” tutur Ustadz Ismail.

Menurut Ustadz Ismail Yusanto, di kampus-kampus sudah lama berkembang kegairahan semangat civitas akademik.

Semangat yang dimaksud, kata Ustadz Ismail, yaitu semangat mengkaji Islam, mengamalkan, kemudian memperjuangkan. “Ini positif bagi yang bersangkutan, keluarga yang dibentuk oleh yang bersangkutan, maupun positif bagi rakyat dan negara,” tegas Ustadz Ismail.

Kalau yang dimaksud radikal adalah semangat para mahasiswa untuk mengkaji Islam, mengamalkan Islam dan memperjuangkan Islam, maka kata Ustadz Ismail, berarti kita sedang mengkhawatirkan yang positif. “Jangan sampai kita memusuhi sesuatu yang sebenarnya sangat baik. Pada saat yang sama tidak pernah kita dengar pemerintah menggerakan masyarakat untuk perang melawan liberalisme dan kapitalisme,” pungkas Ustadz Ismail Yusanto. [AW/Iyan]

#harike23ramadhan
#marhabanyaramadhan #berkahcintaramadan #1439h #islamituindah #ujekawedotcom www.ujekw.blogspot.com "

Tertarik dengan Puasa, Perempuan Vietnam Ini Masuk Islam

KONSEP puasa telah menarik seorang perempuan asal Vietnam Nur Alisha Nguyen Thi Phuong Lam untuk memeluk Islam.

Perempuan 29 tahun yang bekerja sebagai pegawai sebuah pabrik di Malaysia, mengatakan bahwa puasa yang merupakan salah satu kewajiban umat Islam, membawa kebajikan seperti kesabaran dan toleransi. “Ketika saya melihat orang-orang berpuasa, itu benar-benar membuka hatiku terhadap agama. Saya bisa melihat praktik Islam yang sebenarnya melalui puasa,” kata Nur Alisha.

Nur Alisha, yang masuk Islam sebelum Ramadan tahun lalu, mengatakan dia selalu menghabiskan waktu Ramadhan untuk beribadah untuk memperkuat imannya. “Saya telah berada di Malaysia selama 10 tahun, tetapi baru tahun lalu saya memutuskan untuk memeluk Islam. Saya sangat bersyukur karena keluarga dan teman-teman saya telah menerima keputusan saya,” tambahnya.

Nur Alisha mengatakan dia perlahan belajar tentang Islam setiap hari. “Saya masih belajar membaca Alquran,” tambahnya.

Nur Alisha termasuk di antara 600 tamu yang menghadiri Iftar Perdana yang diselenggarakan sebuah Yayasan di Malaysia, Senin (4/6/2018). Sebelumnya, Nur Alisha, bersama dengan dua pembicara dan seorang moderator, mengadakan forum untuk membahas puasa bagi mereka yang baru berlatih.

Sekitar sepertiga dari mereka yang menghadiri acara tersebut adalah mualaf yang datang dengan anggota keluarga dan teman-teman mereka.

Ketua Pengorganisasian Mohd Yusni Ghazali mengatakan acara tahunan yang telah berjalan ke-sembilan kalinya ini diselenggarakan secara nasional di masing-masing negara bagian di Malaysia. “Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mengumpulkan dana bantuan. Ini juga merupakan kesempatan bagi orang untuk berkumpul dan saling mengenal. Kami juga berterima kasih kepada mereka yang mengumpulkan sumbangan untuk kami di pasar Ramadhan,” katanya dalam pidato pembukaannya. [] SUMBER: THE STAR

#ujekawedotcom www.ujekw.blogspot.com #harike23ramadhan
#marhabanyaramadhan #berkahcintaramadan #1439h #islamituindah "

Buka Puasa Bersama #mikrosquad with family
#harike23ramadhan

Menu buka puasa hari ini.... selamat berbuka puasa... #harike23ramadhan
#hmmmmyummy

Sahur boleh sendirian (Khadijah nginep di rumah mama, suami i'tikaf, Usaid belum bangun 😂) Tapiii, imun boosternya lengkap MasyaAllah.... Ga mau berlama-lama dilanda flu berat apalagi di akhir-akhir Ramadhan, kerahkan apa yang ada di rumah. Biidznillah berangsur membaik.

Harus semangat di detik-detik akhir Ramadhan, karena ga ada yang bisa menjamin apakah kita bisa sampai ke Ramadhan tahun depan atau ga.
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850 *** 🍋2 sendok makan #aqiilah fresh sari lemon dicampur segelas air, biar ga terlalu asem bisa ditambah madu 🍋1 tetes essential oil thieves nya dicampur dengan segelas teh manis hangat, enaaaak semeriwing, dan dioles di telapak kaki, masing2 2-3 tetes

#aqiilahfresh #sarilemonmurni dan #aqiilahmadu by #khaufafood
#essentialoilthieves by @mamami_living #habbatussauda by toko herbal terdekat #ramadhan #ramadhan2017 #harike23ramadhan

I'tikaf yuk! #harike23Ramadhan

Most Popular Instagram Hashtags