[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

#gusmiek

MOST RECENT

#FastRepost from @meme_comic_aswaja by @fastrepost_app
•••
Sindiran dari Mbah Jiwo
Silakan renggut negeri kami asal jangan kau renggut budaya kami yang paling mendasar, yaitu korupsi. Harap kau camkan, dengan korupsi akan kubeli lagi negeri ini dari genggamanmu berapa lipat pun harga baliknya.. Camkan ini!!! Sudjiwo Tedjo
#gurusekumpul
#buyasyafiimaarif
#khabdullahfaqih
#candramalik
#khahmadasrorialishaqi
#imambushiri
#khanwarzahid
#khsaidaqilsirodj
#pramoedyaanantatoer
#habibumarbinhafidz
#gusmiek

.
.
.
.
Ceritanya #GusMiek waktu itu melihat acara dangdut, lantas apa beliau mengutuk penonton?, tidak !!!
.
.
“Ya Allah, ini orang-orang melihat penyanyi aja yg sedemikian hatinya udah bergembira, Ya Allah aku bermohon kepadamu, hati-hati terhadap orang-orang seperti ini, andai mereka melihat wijjahmu-melihat wijjah kekasihmu, alangkah lebih bahagi hatinya melebihi menonton hal-hal seperti ini”.
.
.
@skuadjancuk
#caknun
#arekmaiyah
#maiyah
#sastrajendra

Jangan Kapok Mendoakan Anak

Banyak putra-putri kiai yang pada masa kecilnya sangat nakal dan bandel, namun saat beranjak dewasa menjadi sosok yang alim dan khusyuk. Tatkala mereka ditanya seseorang tentang amalannya apa, sehingga menjadi orang baik dan jauh berbeda pada masa kecilnya, mereka rata-rata menjawab -kurang lebihnya- begini: "Sing telaten ndungakno sing apik gawe anakmu, nyuwun ke Gusti Allah supoyo dadi wong sholeh”. (Yang telaten mendoakan baik untuk anak-anankmu, agar menjadi anak yang baik dan sholeh)." KH. Hamim Djazuli atau yang akrab disapa Gus Miek (Allahu yarham), pernah menyampaikan dhawuh (nasehat-red) tentang cara mendidik anak dalam sebuah kesempatan acara Jantiko Mantab di daerah Ploso-Kediri. “Kita harus terbuka kepada anak-anak. Jangan kita ini berusaha untuk ditakuti atau ditaati. Berusahalah untuk dicintai. Karena apabila kita berusaha untuk ditakuti atau ditaati, kita hanya akan menjadikan anak-anak yang suka menipu”

Gus Miek menceritakan bahwa suatu hari ada orang yang mengadu kepada beliau,
“anak saya nakal Gus. Dikerasi malah bertambah nakal. Bagaimana ini Gus?” Gus Miek pun menjawab, “Nasehat orang tua terhadap anaknya jangan sekali-kali menggunakan bahasa militer. pakailah tiga bahasa: bahasa kata ae fii adaabil kalam, bahasa gaul dan bahasa hati.”. Orang yang ingin dicintai adalah pribadi yang berusaha memulai kebajikan itu dari dirinya, menunjukkan kasih sayang, serta memberikan keteladanan sehingga anak akan mencintainya.

Sebaliknya, orang yang ditakuti biasanya selalu menampilkan kekerasan. Ia tidak berusaha membuka pintu rasa anak agar anaknya itu menyadari bahwa orang tuanya sangat mencintainya sehingga tidak ingin ia salah jalan.

Pendidikan (tarbiyyah) yang didasarkan pada kekerasan tidaklah berakibat melainkan kekerasan itu sendiri, selain juga anak yang berani berdusta sebagai langkah untuk mengamankan diri.

Semua orang pasti tidak ingin dikhianati, seperti halnya orang tua juga tidak ingin anaknya hanya patuh ketika berada di hadapannya, namun menjadi brutal dan khianat saat ia tidak berada di sampingnya. “Berusahalah untuk dicintai”, demikian nasehat Gus Miek.

#gusMiek

"Ngaji iku udu tradisi. Ngaji iku sing tenanan. Ojo golek ilmu tok. Tapi ugo niat golek slamet dunyo, slamet akhirat. (Ngaji itu bukan tradisi. Ngaji itu yang sungguh-sungguh. Jangan hanya mencari ilmu. Tapi juga niat mencari selamat dunia dan selamat akhirat)." KH.Maimoen Zubair
#gurusekumpul
#buyasyafiimaarif
#khabdullahfaqih
#candramalik
#khahmadasrorialishaqi
#imambushiri
#khanwarzahid
#khsaidaqilsirodj
#pramoedyaanantatoer
#habibumarbinhafidz
#gusmiek
#habibsyech
#habibumarbinhafidz
#gusmus
#kh.marzuqimustamar
#kh.alimustafayaqub
#caknun
#habibluthfibinyahya
#fatwakehidupan
#yolhanwijaya
#gurumuhammadzuhri
#gusmiek
#gusdur
#gusmus
#caknun
#emhaainunnadjib
#kiaikanjeng
#gamelankiaikanjeng
#nahdlatululama
#nkrihargamati
#sujiwotejo
#jancukers
#thoriqoh
#sufi
#aswajagram

Sindiran dari Mbah Jiwo
Silakan renggut negeri kami asal jangan kau renggut budaya kami yang paling mendasar, yaitu korupsi. Harap kau camkan, dengan korupsi akan kubeli lagi negeri ini dari genggamanmu berapa lipat pun harga baliknya.. Camkan ini!!! Sudjiwo Tedjo
#gurusekumpul
#buyasyafiimaarif
#khabdullahfaqih
#candramalik
#khahmadasrorialishaqi
#imambushiri
#khanwarzahid
#khsaidaqilsirodj
#pramoedyaanantatoer
#habibumarbinhafidz
#gusmiek
#habibsyech
#habibumarbinhafidz
#gusmus
#kh.marzuqimustamar
#kh.alimustafayaqub
#caknun
#habibluthfibinyahya
#fatwakehidupan
#yolhanwijaya
#gurumuhammadzuhri
#gusmiek
#gusdur
#gusmus
#caknun
#emhaainunnadjib
#kiaikanjeng
#gamelankiaikanjeng
#nahdlatululama
#nkrihargamati
#sujiwotejo
#jancukers
#thoriqoh
#sufi
#aswajagram

from @santrinasionalis - •
JANGAN CERITAKAN KEJADIAN INI SAMPAI AKU MATI.

Dawuh mbah Yai Hayat Rois Syuriah PCNU Nganjuk tahun 80an. Waktu pulang dari rapat besar NU di Surabaya, ternyata mobil yang beliau kendarai bersama rombongan kehabisan bensin di tengah malam dan jauh dari pemukiman warga. “waduh gimana ini yai?” Keluh salah satu anggota rombongan. Dengan santai beliau berkata, “haa, sana cari air di kali.” “untuk apa?” “pokoknya cari saja.” “injih yai.”
Setelah mendapatkan air, beliau berkata, “noh masukkan ke tempat bensin.” “Mbah yai?” “Masukkan sajalah.”
Setelah air sungai di masukkan, “coba stater mobilnya.” kata beliau. Dan tiba-tiba mobil langsung nyala.

Begitu pula Mbah Yai Chamim Jazuli, atau lebih dikenal dengan Gus Miek.

Setelah menghadiri semaan Mantab di daerah Nganjuk pada tahun 80an juga. Beliau diantar oleh salah satu jamaahnya yang bernama yai Faqih dengan menggunakan sepeda motor. Tapi di tengah jalan bensinnya habis. “kamu itu sebenarnya ikhlas nggak sih nganterin aku?” seloroh gus Miek. Dan di jawab dengan nyengir khas santri galau. “Yaa udah, ayo marung saja. Itu di depan ada warung. Lha malam-malam gini cari bensin kemana?”. Setelah duduk di warung, “pesen teh hangat tiga pak.” Pinta beliau. “kok tiga Gus? Lha satunya untuk siapa?” “sudaaahhh minum saja tehmu.” “Alhamdulillah, sudah habis gus.”. “Satu yang utuh itu, bungkus saja. Ayo kita teruskan perjalanan.” Sambil bawa bungkusan plastik teh hangat, yai Musyafa' clingak-clinguk di depan motornya. Lha gimana tidak? Motor gak bisa jalan buat apa?. “cepat masukkan teh hangatmu itu ke tanki motor,” “waduhhh, bisa protol nanti mesin motorku,” batin yai Faqih. “Heiii, kenapa diam? Cepat masukkan,” “njih Gus,” “sekarang stater,” Dan, tiba-tiba motor itu menyala dan keduanya lalu meneruskan perjalanan sampai ke ndalem Gus Miek. Alih-alih mensilahkan masuk untuk istirahat sebentar. Beliau malah dawuh, “Jangan di matikan mesinnya, langsung pulang sana. Keburu habis bensin-bensinannya,” Kisah dari Mbah Yai Baghowi (Suriah NU Nganjuk) dan Kangmas Nabhan Ibnul Qayyim.
.
#santrinasionalis
#GusMiek
#santriuntuknegeri
#santrinusantara
#buayablokc
#dzikrulghofilin
#ahlusunnahwaljamaaha

Sejak sekarang, yang kecil harus berpikir: kelak kalau besar, aku besar seperti apa, yang besar harus berpikir, kalau tua kelak, aku tua seperti apa, yang tua juga harus berpikir, kelak kalau mati, aku mati dalam keadaan seperti apa.
.
.
.
.
. Karimun Jawa
.💂@igocentris
.
.
#gusmiek #dawuh #jowo #ojo #ilang #jowo #ne #view #indonesia #wonderfulindonesia #karimun #islands #natur #no #filter #photo

اذا ضاقت عليكم الامور فعليكم بأهل القبور
______________________________________________ “Apabila kalian mengalami kesulitan dalam perkara kehidupan, maka hendaklah kalian menziarahi kubur orang shalih” (ulama Aulia). #alasantrimmq #elfath #gusmiek #ploso #kediri #jombang #gusdur #tebuireng

- •
JANGAN CERITAKAN KEJADIAN INI SAMPAI AKU MATI.

Dawuh mbah Yai Hayat Rois Syuriah PCNU Nganjuk tahun 80an. Waktu pulang dari rapat besar NU di Surabaya, ternyata mobil yang beliau kendarai bersama rombongan kehabisan bensin di tengah malam dan jauh dari pemukiman warga. “waduh gimana ini yai?” Keluh salah satu anggota rombongan. Dengan santai beliau berkata, “haa, sana cari air di kali.” “untuk apa?” “pokoknya cari saja.” “injih yai.”
Setelah mendapatkan air, beliau berkata, “noh masukkan ke tempat bensin.” “Mbah yai?” “Masukkan sajalah.”
Setelah air sungai di masukkan, “coba stater mobilnya.” kata beliau. Dan tiba-tiba mobil langsung nyala.

Begitu pula Mbah Yai Chamim Jazuli, atau lebih dikenal dengan Gus Miek.

Setelah menghadiri semaan Mantab di daerah Nganjuk pada tahun 80an juga. Beliau diantar oleh salah satu jamaahnya yang bernama yai Faqih dengan menggunakan sepeda motor. Tapi di tengah jalan bensinnya habis. “kamu itu sebenarnya ikhlas nggak sih nganterin aku?” seloroh gus Miek. Dan di jawab dengan nyengir khas santri galau. “Yaa udah, ayo marung saja. Itu di depan ada warung. Lha malam-malam gini cari bensin kemana?”. Setelah duduk di warung, “pesen teh hangat tiga pak.” Pinta beliau. “kok tiga Gus? Lha satunya untuk siapa?” “sudaaahhh minum saja tehmu.” “Alhamdulillah, sudah habis gus.”. “Satu yang utuh itu, bungkus saja. Ayo kita teruskan perjalanan.” Sambil bawa bungkusan plastik teh hangat, yai Musyafa' clingak-clinguk di depan motornya. Lha gimana tidak? Motor gak bisa jalan buat apa?. “cepat masukkan teh hangatmu itu ke tanki motor,” “waduhhh, bisa protol nanti mesin motorku,” batin yai Faqih. “Heiii, kenapa diam? Cepat masukkan,” “njih Gus,” “sekarang stater,” Dan, tiba-tiba motor itu menyala dan keduanya lalu meneruskan perjalanan sampai ke ndalem Gus Miek. Alih-alih mensilahkan masuk untuk istirahat sebentar. Beliau malah dawuh, “Jangan di matikan mesinnya, langsung pulang sana. Keburu habis bensin-bensinannya,” Kisah dari Mbah Yai Baghowi (Suriah NU Nganjuk) dan Kangmas Nabhan Ibnul Qayyim.
.
#santrinasionalis
#GusMiek
#santriuntuknegeri
#santrinusantara
#buayablokc
#dzikrulghofilin
#ahlusunnahwaljamaahan
from @santrinasionalis

JANGAN CERITAKAN KEJADIAN INI SAMPAI AKU MATI.

Dawuh mbah Yai Hayat Rois Syuriah PCNU Nganjuk tahun 80an. Waktu pulang dari rapat besar NU di Surabaya, ternyata mobil yang beliau kendarai bersama rombongan kehabisan bensin di tengah malam dan jauh dari pemukiman warga. “waduh gimana ini yai?” Keluh salah satu anggota rombongan. Dengan santai beliau berkata, “haa, sana cari air di kali.” “untuk apa?” “pokoknya cari saja.” “injih yai.”
Setelah mendapatkan air, beliau berkata, “noh masukkan ke tempat bensin.” “Mbah yai?” “Masukkan sajalah.”
Setelah air sungai di masukkan, “coba stater mobilnya.” kata beliau. Dan tiba-tiba mobil langsung nyala.

Begitu pula Mbah Yai Chamim Jazuli, atau lebih dikenal dengan Gus Miek.

Setelah menghadiri semaan Mantab di daerah Nganjuk pada tahun 80an juga. Beliau diantar oleh salah satu jamaahnya yang bernama yai Faqih dengan menggunakan sepeda motor. Tapi di tengah jalan bensinnya habis. “kamu itu sebenarnya ikhlas nggak sih nganterin aku?” seloroh gus Miek. Dan di jawab dengan nyengir khas santri galau. “Yaa udah, ayo marung saja. Itu di depan ada warung. Lha malam-malam gini cari bensin kemana?”. Setelah duduk di warung, “pesen teh hangat tiga pak.” Pinta beliau. “kok tiga Gus? Lha satunya untuk siapa?” “sudaaahhh minum saja tehmu.” “Alhamdulillah, sudah habis gus.”. “Satu yang utuh itu, bungkus saja. Ayo kita teruskan perjalanan.” Sambil bawa bungkusan plastik teh hangat, yai Musyafa' clingak-clinguk di depan motornya. Lha gimana tidak? Motor gak bisa jalan buat apa?. “cepat masukkan teh hangatmu itu ke tanki motor,” “waduhhh, bisa protol nanti mesin motorku,” batin yai Faqih. “Heiii, kenapa diam? Cepat masukkan,” “njih Gus,” “sekarang stater,” Dan, tiba-tiba motor itu menyala dan keduanya lalu meneruskan perjalanan sampai ke ndalem Gus Miek. Alih-alih mensilahkan masuk untuk istirahat sebentar. Beliau malah dawuh, “Jangan di matikan mesinnya, langsung pulang sana. Keburu habis bensin-bensinannya,” Kisah dari Mbah Yai Baghowi (Suriah NU Nganjuk) dan Kangmas Nabhan Ibnul Qayyim.
.

#GusMiek
#santriuntuknegeri
#santrinusantara
#selebritasantri
#dzikrulghofilin

Teringat kisah dirimu yg mmbuat aku kagum pada dirimu
#GusMiek alfatihah


JANGAN CERITAKAN KEJADIAN INI SAMPAI AKU MATI.

Dawuh mbah Yai Hayat Rois Syuriah PCNU Nganjuk tahun 80an. Waktu pulang dari rapat besar NU di Surabaya, ternyata mobil yang beliau kendarai bersama rombongan kehabisan bensin di tengah malam dan jauh dari pemukiman warga. “waduh gimana ini yai?” Keluh salah satu anggota rombongan. Dengan santai beliau berkata, “haa, sana cari air di kali.” “untuk apa?” “pokoknya cari saja.” “injih yai.”
Setelah mendapatkan air, beliau berkata, “noh masukkan ke tempat bensin.” “Mbah yai?” “Masukkan sajalah.”
Setelah air sungai di masukkan, “coba stater mobilnya.” kata beliau. Dan tiba-tiba mobil langsung nyala.

Begitu pula Mbah Yai Chamim Jazuli, atau lebih dikenal dengan Gus Miek.

Setelah menghadiri semaan Mantab di daerah Nganjuk pada tahun 80an juga. Beliau diantar oleh salah satu jamaahnya yang bernama yai Faqih dengan menggunakan sepeda motor. Tapi di tengah jalan bensinnya habis. “kamu itu sebenarnya ikhlas nggak sih nganterin aku?” seloroh gus Miek. Dan di jawab dengan nyengir khas santri galau. “Yaa udah, ayo marung saja. Itu di depan ada warung. Lha malam-malam gini cari bensin kemana?”. Setelah duduk di warung, “pesen teh hangat tiga pak.” Pinta beliau. “kok tiga Gus? Lha satunya untuk siapa?” “sudaaahhh minum saja tehmu.” “Alhamdulillah, sudah habis gus.”. “Satu yang utuh itu, bungkus saja. Ayo kita teruskan perjalanan.” Sambil bawa bungkusan plastik teh hangat, yai Musyafa' clingak-clinguk di depan motornya. Lha gimana tidak? Motor gak bisa jalan buat apa?. “cepat masukkan teh hangatmu itu ke tanki motor,” “waduhhh, bisa protol nanti mesin motorku,” batin yai Faqih. “Heiii, kenapa diam? Cepat masukkan,” “njih Gus,” “sekarang stater,” Dan, tiba-tiba motor itu menyala dan keduanya lalu meneruskan perjalanan sampai ke ndalem Gus Miek. Alih-alih mensilahkan masuk untuk istirahat sebentar. Beliau malah dawuh, “Jangan di matikan mesinnya, langsung pulang sana. Keburu habis bensin-bensinannya,” Kisah dari Mbah Yai Baghowi (Suriah NU Nganjuk) dan Kangmas Nabhan Ibnul Qayyim.
.
#santrinasionalis
#GusMiek
#santriuntuknegeri
#santrinusantara
#buayablokc
#dzikrulghofilin
#ahlusunnahwaljamaahannahdliyah
Cr @kikipedia_

Regrann from @meme_comic_aswaja - “Tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik. Maka, cara mengubah tahun politik menjadi tahun damai adalah dengan memperbanyak zikir kepada Allah SWT. Perbedaan adalah hal yang biasa, namun persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bineka Tunggal Ika adalah yang utama. Pakaian boleh beda warna, pilihan boleh beda. Tetapi ingat, bahwa kita adalah Indonesia. Jaga persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara di bawah lambang negara yaitu Pancasila." Maulana Habib Luthfi Bin Yahya
#gurusekumpul
#buyasyafiimaarif
#khabdullahfaqih
#candramalik
#khahmadasrorialishaqi
#imambushiri
#khanwarzahid
#khsaidaqilsirodj
#pramoedyaanantatoer
#habibumarbinhafidz
#gusmiek
#habibsyech
#habibumarbinhafidz
#gusmus
#kh.marzuqimustamar
#kh.alimustafayaqub
#caknun
#habibluthfibinyahya
#fatwakehidupan
#yolhanwijaya
#gurumuhammadzuhri
#gusmiek
#gusdur
#gusmus
#caknun
#emhaainunnadjib
#kiaikanjeng
#gamelankiaikanjeng
#nahdlatululama
#nkrihargamati
#sujiwotejo
#jancukers
#thoriqoh
#sufi
#aswajagram

Most Popular Instagram Hashtags