#fadlizon

1169 posts

TOP POSTS

Wiranto meyakini betul bahwa HTI bertentangan dengan Pancasila. "Misalnya kemarin saya bubarkan HTI jelas-jelas pidatonya tidak cocok dengan demokrasi, tidak cocok dengan nasional dan NKRI dibubarkan kok masa dibela," kata Wiranto di Jakarta, Rabu kemarin.

Menurut dia, tudingan pembubaran HTI karena melanggar Undang-undang bukan tidak tepat. Justru organisasi itu dibubarkan karena banyak aktivitas HTI bertentangan dengan ideologi Pancasila. Sehingga dia merasa perlu adanya kegiatan Bela Negara guna menjaga ideologi Pancasila.

"Saya hanya heran, kalau begini bagaimana? maka perlu ada kesadaran bela negara," tegasnya.

Salah satu pembela HTI, yakni Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra. Yusril sekaligus mengkritisi hadirnya Perppu pembubaran ormas. Penerbitan Perppu tersebut tidak bisa dikatakan kegentingan memaksa. Sebab, Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan tentang kegentingan yang memaksa.

Dalam putusan tersebut, pemerintah bisa mengeluarkan Perppu ketika dalam keadaan darurat. Sementara untuk pengambilan keputusan tersebut, belum ada payung hukum setingkat undang-undang.

Yusril juga menilai, Perppu baru bisa dikeluarkan apabila proses pembuatan UU oleh DPR dinilai memakan waktu lama. Sehingga pemerintah dapat mengeluarkan Perppu. "Kalau faktor itu ada bisa dikeluarkan Perppu, dalam kasus pembubaran ormas apakah tidak ada undang-undangnya? Ada, UU nomor 13. Apakah tidak memadai? Sangat memadai," terangnya.

Selain itu, Wakil ketua DPR Fadli Zon juga menyesali keputusan pemerintah dalam keputusan untuk membubarkan Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya HTI mempunyai dasar hukum yang kuat sebagai organisasi masyarakat dan tidak bisa dibubarkan begitu saja.

Menurutnya ormas HTI tidak menentang Pancasila, bahkan sangat mendukung ideologi bangsa serta NKRI. "Mereka juga mencantumkan Pancasila waktu saya tanya, jadi antiPancasila-nya di mana? Mereka mendukung kok Pancasila, mereka mendukung NKRI dan mendukung 4 pilar," tegas Fadli Zon.

#MDKnews #merdekadotcom #peristiwa #perppu #ormas #pembubaran #HTI #wiranto #pancasila #yusrilihza #fadlizon

Politikus Partai Gerindra itu menyatakan, sejauh ini Pansus Angket KPK belum menemukan bukti yang signifikan dalam kunjungan ke Sukamiskin dan pemanggilan beberapa pihak. Hal itu lah yang menjadi alasan bagi partainya untuk keluar dari Pansus.
.
"Sehingga Fraksi Gerindra melihat bahwa ini tidak menjadi pansus yang bisa efektif. Saya kira itu salah satu alasannya", kata Zon, seperti dikutip dari Kompas.
.
Zon mengakui, Pansus memang terkesan melemahkan KPK. Namun demikian, ia menghormati keberadaan Pansus untuk terus melanjutkan tugasnya hingga masa waktu kerja berakhir.
.
Selain itu, Zon juga membantah keras bila keluarnya Fraksi Partai Gerindra bertujuan untuk menyudutkan partai pendukung pemerintah, yang saat ini tergabung di Pansus.
.
Sebelumnya, Partai Gerindra menarik diri dari keanggotaan Pansus Hak Angket KPK. Sejak disahkan pembentukannya, tujuh fraksi mengirimkan perwakilannya ke pansus, termasuk Gerindra. Belakangan, Gerindra menilai pembentukan pansus bermasalah.
.
Politik itu dinamis.. Politik itu pragmatis..
.
#infia #infiafact #beritanasional #politik #hakangket #angketkpk #komisipemberantasankorupsi #kpk #dprri #fadlizon

Diskusi bersama bang #fadlizon dan bang #komeng
#dprri #wakilketuadpr #fadlizonlibrary

Otak Kecil Bekerja Untuk Mempertahankan Kekuasaan Dengan Menjual Isu Radikal Dan Anti Pancasila..... |

#fahrihamzah #hizbuttahririndonesia #tolakperppuormas #fadlizon #fpi

Sajak 'Diktator Kecil' Karya Fadli Zon di Hari Puisi Nasional

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon punya cara tersendiri untuk memperingati Hari Puisi Nasional yang jatuh pada hari ini Rabu (26/7/2017) hari ini, Wakil Ketua DPR Fadli Zonmembuat sebuah puisi berjudul 'Sajak Diktator Kecil.

Dalam sajak tersebut Fadli Zon berbicara mengenai kinerja pemerintah.

Sajak yang bernuansa sarkasme dituliskan Fadli Zon sebagai ungkapan melihat sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini. Berikut ini puisi karya Fadli Zon:

SAJAK DIKTATOR KECIL

ada diktator besar
bicara ideologi dasar
pidato propaganda akbar
narasi bersinar massa berkobar
jiwa bergetar rakyat terbakar
semangat menggebu maju tak gentar
membabat total komprador barbar
tapi diktator besar pun akhirnya pudar
ditelan kuasa pasti bertukar

ada diktator kecil
bicara remeh temeh serba mungil
tuna sejarah berpikir kerdil
pencitraan murah dipoles centil
rakyat ditindas ancaman bedil
ormas ditumpas seperti kutil
ekonomi merangkak labil
utang menjulang tak bisa nyicil
hukum ditabrak makin tak adil
wajah demokrasi berbedak dekil
kodok lincah bagai kancil
lawan politik dianggap kerikil
kedunguan mewabah ganjil
tapi roda zaman berputar stabil
kebenaran pasti kalahkan yang batil

Fadli Zon, Jakarta, 26 Juli 2017

Sumber : Tribunnews

#fadlizon
#jokowidodo
#pdiperjuangan #ahokers #jokowi #lfl #jombang #bondowoso #ahok #politik #suaraanda

(2) Video Clip "Sajak Sang Penista" Karya Fadli Zon & Ahmad Dhani. Keren euyy jadinya.

#VideoClip #Lagu #SajakSangPenista #FadliZon #AhmadDhani

Senin (19/9/16). Saya memberikan kuliah umum di FISIP Universitas Sam Ratulangi, Manado.

#unsrat #manado #kuliahumun #fadlizon #dprri

MOST RECENT

Kita nyatakan cinta pada bumi nusantara dengan menolak perpu yang semena-mena.
.
.

#fadlizon #puisi #diktator #rezimrepresif #indonesia #tolakperpuormas #ormasislam #rezimjokowi

ada yang besar
ada yang kurus
ada yang pendek
ada yang tinggi

ada yang berguna
ada yang tanpa guna
ada yang bicara
ada yang bekerja

yang bicara tak bekerja
yang bekerja tak bicara
yang besar tak bekerja
yang kurus yang bekerja

ekonomi merangkak turun
yang besar harusnya dikuruskan
ormas aneh mulai besar
karna yang besar membesarkan

wajah demokrasi semakin kurus
wajah yang besar semakin besar
uang suap makin sukar
wajah yang besar semakin sangar

yang besar yang bicara
yang besar yang tanpa guna

Puisi saya dalam rangka Hari Puisi

#fadlizon #fadlizonk

#Repost from @sulaemankhan212 with @regram.app ... KESAL YA PAK??? 😄😄😄
.
.
.

Wiranto meyakini betul bahwa HTI bertentangan dengan Pancasila. "Misalnya kemarin saya bubarkan HTI jelas-jelas pidatonya tidak cocok dengan demokrasi, tidak cocok dengan nasional dan NKRI dibubarkan kok masa dibela," kata Wiranto di Jakarta, Rabu kemarin.

Menurut dia, tudingan pembubaran HTI karena melanggar Undang-undang bukan tidak tepat. Justru organisasi itu dibubarkan karena banyak aktivitas HTI bertentangan dengan ideologi Pancasila. Sehingga dia merasa perlu adanya kegiatan Bela Negara guna menjaga ideologi Pancasila.

"Saya hanya heran, kalau begini bagaimana? maka perlu ada kesadaran bela negara," tegasnya.

Salah satu pembela HTI, yakni Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra. Yusril sekaligus mengkritisi hadirnya Perppu pembubaran ormas. Penerbitan Perppu tersebut tidak bisa dikatakan kegentingan memaksa. Sebab, Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan tentang kegentingan yang memaksa.

Dalam putusan tersebut, pemerintah bisa mengeluarkan Perppu ketika dalam keadaan darurat. Sementara untuk pengambilan keputusan tersebut, belum ada payung hukum setingkat undang-undang.

Yusril juga menilai, Perppu baru bisa dikeluarkan apabila proses pembuatan UU oleh DPR dinilai memakan waktu lama. Sehingga pemerintah dapat mengeluarkan Perppu. "Kalau faktor itu ada bisa dikeluarkan Perppu, dalam kasus pembubaran ormas apakah tidak ada undang-undangnya? Ada, UU nomor 13. Apakah tidak memadai? Sangat memadai," terangnya.

Selain itu, Wakil ketua DPR Fadli Zon juga menyesali keputusan pemerintah dalam keputusan untuk membubarkan Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya HTI mempunyai dasar hukum yang kuat sebagai organisasi masyarakat dan tidak bisa dibubarkan begitu saja.

Menurutnya ormas HTI tidak menentang Pancasila, bahkan sangat mendukung ideologi bangsa serta NKRI. "Mereka juga mencantumkan Pancasila waktu saya tanya, jadi antiPancasila-nya di mana? Mereka mendukung kok Pancasila, mereka mendukung NKRI dan mendukung 4 pilar," tegas Fadli Zon.

#MDKnews #merdekadotcom #peristiwa #perppu #ormas #pembubaran #HTI #wiranto #pancasila #yusrilihza #fadlizon

Wiranto meyakini betul bahwa HTI bertentangan dengan Pancasila. "Misalnya kemarin saya bubarkan HTI jelas-jelas pidatonya tidak cocok dengan demokrasi, tidak cocok dengan nasional dan NKRI dibubarkan kok masa dibela," kata Wiranto di Jakarta, Rabu kemarin.

Menurut dia, tudingan pembubaran HTI karena melanggar Undang-undang bukan tidak tepat. Justru organisasi itu dibubarkan karena banyak aktivitas HTI bertentangan dengan ideologi Pancasila. Sehingga dia merasa perlu adanya kegiatan Bela Negara guna menjaga ideologi Pancasila.

"Saya hanya heran, kalau begini bagaimana? maka perlu ada kesadaran bela negara," tegasnya.

Salah satu pembela HTI, yakni Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra. Yusril sekaligus mengkritisi hadirnya Perppu pembubaran ormas. Penerbitan Perppu tersebut tidak bisa dikatakan kegentingan memaksa. Sebab, Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan tentang kegentingan yang memaksa.

Dalam putusan tersebut, pemerintah bisa mengeluarkan Perppu ketika dalam keadaan darurat. Sementara untuk pengambilan keputusan tersebut, belum ada payung hukum setingkat undang-undang.

Yusril juga menilai, Perppu baru bisa dikeluarkan apabila proses pembuatan UU oleh DPR dinilai memakan waktu lama. Sehingga pemerintah dapat mengeluarkan Perppu. "Kalau faktor itu ada bisa dikeluarkan Perppu, dalam kasus pembubaran ormas apakah tidak ada undang-undangnya? Ada, UU nomor 13. Apakah tidak memadai? Sangat memadai," terangnya.

Selain itu, Wakil ketua DPR Fadli Zon juga menyesali keputusan pemerintah dalam keputusan untuk membubarkan Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya HTI mempunyai dasar hukum yang kuat sebagai organisasi masyarakat dan tidak bisa dibubarkan begitu saja.

Menurutnya ormas HTI tidak menentang Pancasila, bahkan sangat mendukung ideologi bangsa serta NKRI. "Mereka juga mencantumkan Pancasila waktu saya tanya, jadi antiPancasila-nya di mana? Mereka mendukung kok Pancasila, mereka mendukung NKRI dan mendukung 4 pilar," tegas Fadli Zon.

#MDKnews #merdekadotcom #peristiwa #perppu #ormas #pembubaran #HTI #wiranto #pancasila #yusrilihza #fadlizon #Repost @merdekadotcom

KESAL YA PAK??? 😄😄😄
.
.
.

Wiranto meyakini betul bahwa HTI bertentangan dengan Pancasila. "Misalnya kemarin saya bubarkan HTI jelas-jelas pidatonya tidak cocok dengan demokrasi, tidak cocok dengan nasional dan NKRI dibubarkan kok masa dibela," kata Wiranto di Jakarta, Rabu kemarin.

Menurut dia, tudingan pembubaran HTI karena melanggar Undang-undang bukan tidak tepat. Justru organisasi itu dibubarkan karena banyak aktivitas HTI bertentangan dengan ideologi Pancasila. Sehingga dia merasa perlu adanya kegiatan Bela Negara guna menjaga ideologi Pancasila.

"Saya hanya heran, kalau begini bagaimana? maka perlu ada kesadaran bela negara," tegasnya.

Salah satu pembela HTI, yakni Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra. Yusril sekaligus mengkritisi hadirnya Perppu pembubaran ormas. Penerbitan Perppu tersebut tidak bisa dikatakan kegentingan memaksa. Sebab, Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan tentang kegentingan yang memaksa.

Dalam putusan tersebut, pemerintah bisa mengeluarkan Perppu ketika dalam keadaan darurat. Sementara untuk pengambilan keputusan tersebut, belum ada payung hukum setingkat undang-undang.

Yusril juga menilai, Perppu baru bisa dikeluarkan apabila proses pembuatan UU oleh DPR dinilai memakan waktu lama. Sehingga pemerintah dapat mengeluarkan Perppu. "Kalau faktor itu ada bisa dikeluarkan Perppu, dalam kasus pembubaran ormas apakah tidak ada undang-undangnya? Ada, UU nomor 13. Apakah tidak memadai? Sangat memadai," terangnya.

Selain itu, Wakil ketua DPR Fadli Zon juga menyesali keputusan pemerintah dalam keputusan untuk membubarkan Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya HTI mempunyai dasar hukum yang kuat sebagai organisasi masyarakat dan tidak bisa dibubarkan begitu saja.

Menurutnya ormas HTI tidak menentang Pancasila, bahkan sangat mendukung ideologi bangsa serta NKRI. "Mereka juga mencantumkan Pancasila waktu saya tanya, jadi antiPancasila-nya di mana? Mereka mendukung kok Pancasila, mereka mendukung NKRI dan mendukung 4 pilar," tegas Fadli Zon.

#MDKnews #merdekadotcom #peristiwa #perppu #ormas #pembubaran #HTI #wiranto #pancasila #yusrilihza #fadlizon

Wiranto meyakini betul bahwa HTI bertentangan dengan Pancasila. "Misalnya kemarin saya bubarkan HTI jelas-jelas pidatonya tidak cocok dengan demokrasi, tidak cocok dengan nasional dan NKRI dibubarkan kok masa dibela," kata Wiranto di Jakarta, Rabu kemarin.

Menurut dia, tudingan pembubaran HTI karena melanggar Undang-undang bukan tidak tepat. Justru organisasi itu dibubarkan karena banyak aktivitas HTI bertentangan dengan ideologi Pancasila. Sehingga dia merasa perlu adanya kegiatan Bela Negara guna menjaga ideologi Pancasila.

"Saya hanya heran, kalau begini bagaimana? maka perlu ada kesadaran bela negara," tegasnya.

Salah satu pembela HTI, yakni Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra. Yusril sekaligus mengkritisi hadirnya Perppu pembubaran ormas. Penerbitan Perppu tersebut tidak bisa dikatakan kegentingan memaksa. Sebab, Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan tentang kegentingan yang memaksa.

Dalam putusan tersebut, pemerintah bisa mengeluarkan Perppu ketika dalam keadaan darurat. Sementara untuk pengambilan keputusan tersebut, belum ada payung hukum setingkat undang-undang.

Yusril juga menilai, Perppu baru bisa dikeluarkan apabila proses pembuatan UU oleh DPR dinilai memakan waktu lama. Sehingga pemerintah dapat mengeluarkan Perppu. "Kalau faktor itu ada bisa dikeluarkan Perppu, dalam kasus pembubaran ormas apakah tidak ada undang-undangnya? Ada, UU nomor 13. Apakah tidak memadai? Sangat memadai," terangnya.

Selain itu, Wakil ketua DPR Fadli Zon juga menyesali keputusan pemerintah dalam keputusan untuk membubarkan Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya HTI mempunyai dasar hukum yang kuat sebagai organisasi masyarakat dan tidak bisa dibubarkan begitu saja.

Menurutnya ormas HTI tidak menentang Pancasila, bahkan sangat mendukung ideologi bangsa serta NKRI. "Mereka juga mencantumkan Pancasila waktu saya tanya, jadi antiPancasila-nya di mana? Mereka mendukung kok Pancasila, mereka mendukung NKRI dan mendukung 4 pilar," tegas Fadli Zon.

#MDKnews #merdekadotcom #peristiwa #perppu #ormas #pembubaran #HTI #wiranto #pancasila #yusrilihza #fadlizon

😲 emezzing..... Ga sekalian dmakan om belingnya 😅
.
.
#fadlizon temennya #fahrihamzah 😂 #dpr #dprri #joke #joget #kamis

Puisi by @fadlizon keren 😂

#cyberdakwah #fadlizon

"Sajak Diktator Kecil" -Fadli Zon, 26 Jul 2017 (Hari Puisi)

Ada diktator besar, bicara ideologi dasar, pidato propaganda akbar, narasi bersinar massa berkobar, jiwa bergetar rakyat terbakar, semangat menggebu maju tak gentar, membabat total komprador barbar, tp diktator besarpun akhir'a pudar, ditelan kuasa psti brtukar.

Ada diktator kecil, bicara remeh temeh serba mungil, tuna sejarah berpikir kerdil, pencitraan murah dipoles centil, rakyat ditindas ancaman bedil, ormas ditumpas sprti kutil, ekonomi merangkak labil, utang menjulang tak bisa nyicil, hukum ditabrak mkin tak adil, wajah demokrasi berbedak dekil, kodok lincah bagai kancil, lawan politik dianggap kerikil, kedunguan mewabah ganjil, tp roda zaman berputar stabil, kebenaran psti kalahkan yg batil.

NB: bukan setuju isi'a tp cara kritik'a

@fadlizon @ryanariynt #chairilanwar #chairilanwarday #haripuisi #puisi
#poem #fadlizon
#rezimpanik #lawandengankarya #bersatu #indonesia

Sajak 'Diktator Kecil' Karya Fadli Zon di Hari Puisi Nasional

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon punya cara tersendiri untuk memperingati Hari Puisi Nasional yang jatuh pada hari ini Rabu (26/7/2017) hari ini, Wakil Ketua DPR Fadli Zonmembuat sebuah puisi berjudul 'Sajak Diktator Kecil.

Dalam sajak tersebut Fadli Zon berbicara mengenai kinerja pemerintah.

Sajak yang bernuansa sarkasme dituliskan Fadli Zon sebagai ungkapan melihat sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini. Berikut ini puisi karya Fadli Zon:

SAJAK DIKTATOR KECIL

ada diktator besar
bicara ideologi dasar
pidato propaganda akbar
narasi bersinar massa berkobar
jiwa bergetar rakyat terbakar
semangat menggebu maju tak gentar
membabat total komprador barbar
tapi diktator besar pun akhirnya pudar
ditelan kuasa pasti bertukar

ada diktator kecil
bicara remeh temeh serba mungil
tuna sejarah berpikir kerdil
pencitraan murah dipoles centil
rakyat ditindas ancaman bedil
ormas ditumpas seperti kutil
ekonomi merangkak labil
utang menjulang tak bisa nyicil
hukum ditabrak makin tak adil
wajah demokrasi berbedak dekil
kodok lincah bagai kancil
lawan politik dianggap kerikil
kedunguan mewabah ganjil
tapi roda zaman berputar stabil
kebenaran pasti kalahkan yang batil

Fadli Zon, Jakarta, 26 Juli 2017

Sumber : Tribunnews

#fadlizon
#jokowidodo
#pdiperjuangan #ahokers #jokowi #lfl #jombang #bondowoso #ahok #politik #suaraanda

Selingan.,,,
_________
#dpr #fadlizon #joget #video #heboh #lucu

Ambilah kekayaan negeriku sepuasmu.. Tp jangan kau renggut keharmonisan negeriku demi mengenyangkan perutmu... #indonesia #politik #hmindonesia #jokowi #ahok #rizieq #fpi #fadlizon #panggungsandiwara #dpr
#pengacarawarung

Kini, Fadli Zon Anggap Kerja Pansus Angket KPK Tak Efektif

BawahMeja.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan, sejauh ini Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menemukan bukti yang signifikan dalam kunjungan ke Sukamiskin dan pemanggilan beberapa pihak.

#Pansus #nasional #politik #hakangket #DPR #KPK #Gerindra #Fadlizon #Berita Viral #Berita Terkini #Berita Online #Berita Terpercaya #Forum Viral Berita #Berita Terupdate #Viral #Forum #berita #Hoax #Meme #Indonesia

Selengkapnya : http://www.bawahmeja.com/2017/07/kini-fadli-zon-anggap-kerja-pansus.html

Most Popular Instagram Hashtags