[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

#ckums

1001 posts

TOP POSTS

Intinya "YA GAUSAH DITANGGEPIN" cukup "😊😊😊 IN AJA "
#repost @injo.id
#ckums - BACA DEH

Pernah gak tiba2 denger dr orang, bahwa ada orang yang jelek2in kita? Entah itu bener atau salah pokoknya kita jadi tau ternyata ada loh orang yg gak suka dengan kita. Pernah gak?

Nah, menurut injo kata "gak suka" ini punya 2 makna loh, yaitu

Yang pertama, "Gak Suka Yang Beralasan"
Gak sukanya dia ke kita itu karna dia menemukan sesuatu yang salah terhadap diri kita. Trus karna dia gak mau nasehatin atau ngasih kritik dan saran, akhirnya dia memilih untuk gak suka aja dengan kita, tanpa mencoba ber-tabayyun terlebih dahulu.

Yang kedua, "Gak Suka Yang Gak Beralasan"
Dia gak suka ya karna gak suka aja dengan kita. Entah iri atau kenapa, ya dia gak suka. Jadi mau bener atau salah yang kita lakuin, bermanfat atau gak, baik atau buruk, ya dia tetep gak suka.

Trus klo ada yg nanya "jadi gimana min nanggepin orang yang gak suka sama kita?" hmm.

Klo kalian memahami dua karakter "gak suka" diatas itu, jawaban pastinya "YA GAUSAH DITANGGEPIN" mau diapain lagi coba? Buang-buang waktu gasih klo kita harus terhalang atau terhambat dengan mereka? Terhambat sama orang yang cuma jadi penghalang kita untuk berkembang.

Tapi min, "Nomer satu itu sebenernya baik loh, pengen nyadarin kamu bahwa ada loh yg salah didiri kamu!" hmmm.

Iya, tapi apakah harus dengan cara membenci? Hmmm. Bukannya dengan cara itu membuat ia tidak jauh lebih baik dari sesuatu yg dia benci? Klo emang nemu sesuatu yg salah ya tegur dengan baik dong ya. Karna "kritik dan ga suka" itu ya Beda loh.

So, beralasan gak beralasan, intinya gak suka sama orang itu ga ada baiknya loh. Deket banget sama penyakit-penyakit hati macam iri, dengki, susah melihat orang senang, susah melihat orang sukses, ngeri loh ancamannya!
.
"Jauhilah olehmu sekalian sifat dengki, karena dengki itu memakan kebaikan seperti api melalap kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)

#injo #injoid #injodotid

#quoteinjo #instajokam
#ckums
Orang kalo punya ILMU hidupnya mudah. Banyak tau banyak wawasan, karena segala sesuatu memang harus ada ilmunya.

Orang kalo mengalir darah SENI di dirinya, hidupnya indah. Menjalankan sesuatu berlandaskan kecintaan, menjadikan seni sumber kebahagiaan.

Tapi tetep aja, kalo punya ILMU punya SENI tapi gak punya IMAN, hidupnya gak bakal nyaman. Dihantui rasa takut serta bersalah.

Punya kolega di mana² karena banyak ilmunya, disenangi siapa saja karena hidup terlihat indah dengan seni yang dipunya. Tapi sayang, hatinya kosong dipenuhi ketakutan karena tak ada iman di dirinya.

//
jangan percaya
satu sudut itu tak lebih dari sudut
sempit
lapangkanlah
berdamailah
hikmah akan tercurah

#makaba #injo #ckums

@Regrann from @injo.id - #CKUMS - Direndahkan tidak mungkin jadi sampah, disanjung tidak mungkin jadi rembulan. Maka jangan risaukan omongan orang, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda.

Teruslah melangkah selama engkau di jalan yang benar, meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai. Tidak usah repot2 menjelaskan tentang dirimu, sebab yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik. Jika didzalimi orang jangan berpikir untuk membalas dendam, tapi berpikirlah cara membalas dengan kebaikan.

Jangan mengeluh, teruslah berdoa dan berharap.
Sibukan diri dalam kebaikan hingga keburukan lelah mengikutimu.

#injo #injodotid #ckums #katasemangat

Dengan berbagai bahasa sifat kelakuan yang berbeda kita semua bisa menyatu seperti ini .. Trus tingkat kan kerukunan kompak dan kerjasama nya ... #ckums #wista #wista #jokam

#ckums - BACA DEH

Pernah gak tiba2 denger dr orang, bahwa ada orang yang jelek2in kita? Entah itu bener atau salah pokoknya kita jadi tau ternyata ada loh orang yg gak suka dengan kita. Pernah gak?

Nah, menurut injo kata "gak suka" ini punya 2 makna loh, yaitu

Yang pertama, "Gak Suka Yang Beralasan"
Gak sukanya dia ke kita itu karna dia menemukan sesuatu yang salah terhadap diri kita. Trus karna dia gak mau nasehatin atau ngasih kritik dan saran, akhirnya dia memilih untuk gak suka aja dengan kita, tanpa mencoba ber-tabayyun terlebih dahulu.

Yang kedua, "Gak Suka Yang Gak Beralasan"
Dia gak suka ya karna gak suka aja dengan kita. Entah iri atau kenapa, ya dia gak suka. Jadi mau bener atau salah yang kita lakuin, bermanfat atau gak, baik atau buruk, ya dia tetep gak suka.

Trus klo ada yg nanya "jadi gimana min nanggepin orang yang gak suka sama kita?" hmm.

Klo kalian memahami dua karakter "gak suka" diatas itu, jawaban pastinya "YA GAUSAH DITANGGEPIN" mau diapain lagi coba? Buang-buang waktu gasih klo kita harus terhalang atau terhambat dengan mereka? Terhambat sama orang yang cuma jadi penghalang kita untuk berkembang.

Tapi min, "Nomer satu itu sebenernya baik loh, pengen nyadarin kamu bahwa ada loh yg salah didiri kamu!" hmmm.

Iya, tapi apakah harus dengan cara membenci? Hmmm. Bukannya dengan cara itu membuat ia tidak jauh lebih baik dari sesuatu yg dia benci? Klo emang nemu sesuatu yg salah ya tegur dengan baik dong ya. Karna "kritik dan ga suka" itu ya Beda loh.

So, beralasan gak beralasan, intinya gak suka sama orang itu ga ada baiknya loh. Deket banget sama penyakit-penyakit hati macam iri, dengki, susah melihat orang senang, susah melihat orang sukses, ngeri loh ancamannya!
.
"Jauhilah olehmu sekalian sifat dengki, karena dengki itu memakan kebaikan seperti api melalap kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)

#injo #injoid #injodotid

Rujak kuy... #m2c #ckums

Dimanapun berada tinggalkan kesan yg baik
.
.
.
.
.
.
#ckums #latepost

"Spesial utk KAMU, para pegawai Allah"
#ckums

Klo kita bertanya "apasih faedah nyata yg kita dapet klo kita nguras otak, ngeluarin tenaga, ngeluangin waktu, ngehabisin biaya untuk mikirin kelancaran kegiatan ibadah?" hmm.

Secara langsung?
Ya minim sekali, hampir ga ada malah.
Yang udah jelas sih otak makin puyeng krn nambah banyak fikiran, waktu jd abis karna nambah agenda baru, uang jd nipis krn ada pengeluaran tambahan, makin capek makin banyak beban krn semuanya ikut terporsir. Iya?

Beda yah saat kita udah taken kontrak dengan sebuah perusahaan, menyatakan siap mengabdi untuk nama besar perusahaan itu, kerja giat walaupun sakit kadang tetep dipaksain, fast respon klo udah bahas soal project, rela mengerahkan segala daya upaya utk sebuah dedikasi.

Karna apa?
Ya.. bulanannya keliatan.
Ada hasil yg bisa dirasakan secara real yg bisa didapat tiap awal bulannya. Kompor bisa ngebul lagi, anak bisa beli susu, beli popok, bisa sekolah, dll.

Keresahan ini udah sangat lama aku rasain, dimulai dr betapa "krik krik"-nya saat melempar pembahasan dan sharing yg serius ke group, namun jadi sangat rame saat membahas hal2 yg gak terlalu penting (becandaan).
.
Dilanjut kurangnya kesemangatan dalam kehadiran musyawarah, seolah berfikir "yah ga masalah kok aku ga hadir, aku hadir juga ga ngaruh2 amat, udah ada ketua wakil dll, aku mah apah" hmm.

Belum lagi kondusifitas saat musyawarahnya, banyak yg hadir namun banyak pula yg fikirannya ga hadir, asik dengan gadget tanpa mengikuti alur dr pembahasan musyawarah. Tak ada tanggapan dan masukan yg berarti malah heboh saur manuk, becandaan diluar konteks dr musyawarah.

Entahlah.
Harus dr mana aku luapkan semua keresahan ini, untuk sedikitnya menyamakan persepsi bahsawannya level kita sebagai pegawai kantor dan urusan2 dunia lainnya itu AMAT SANGAT TIDAK sebanding dengan lavel kita saat dijadikan "pegawainya Allah" (pengurus) yg diamanahi untuk mengurusi kelancaran kegiatan ibadah.

Kok ya "semeremehkan" itu kah kita dengan Amanah ini? Come on guys.

Apakah kita lupa bahwa "Sepagi-pagian dan sesore-sorean kita dalam urusan Sabilillah itu JAUH LEBIH BAIK dari Dunia dan Seisinya"? Mugo* Allah paring lancar dan barokah. امين 😇

MOST RECENT

#ckums - Disini, masih ada yang percaya sama "proses" menuju Pernikahan?

Bukan, bukan proses yang sah yang dianjurkan oleh Allah, rosul, dan ijtihad para Ulama, tapi.. ini "proses-prosesan" yg cuma jadi kedok buat seolah menghalalkan sesuatu yg sebenernya belum saatnya terjadi.

Proses yang tiap hari isinya cuma gitu-gitu aja, proses palsu yang cuma jadi alasan biar bisa punya siapa-siapa dan bisa dipamerin kemana-mana.

Emang gak capek apa punya rasa cemburu krn dia deket atau jalan sama temen lawan jenisnya? Lah cuma temen, kenapa dicemburuin? Katanya bukan siapa2, tapi dia maen sama orang lain, kamunya marah! Aneh.

Gak capek apa punya rasa kepo sama siapa yg jadi lawan chattingnya? Klo dia chat sama orang lain km marah, chat km ga dibales marah, chatnya ga dibuka padahal online marah, apaansilu!

Gak capek apa punya rasa benci sama mantannya yg padahal sebenernya km aja ga kenal sama dia? Biar apa coba benci sama orang yang dia aja ga kenal sama km? BIAR APA!

Gak capek apa punya rasa "sok kehilangan" saat seharian dia ga ada kabar. Pura2 khawatir, bilang "kamu kemana aja sih? Aku nyariin tau" padahal sebenernya km tau jadwal dia hari itu ngapain. Aelah!

Gak capek apa harus punya kewajiban ngabarin klo mau kemana2? Trus harus dimarah2 saat km lupa ngabarin? Dikatain berubah waktu km telat ngabarin cuma beberapa menit doang. AH ELAH, KZLBATGUA

Beneran gak kesel sama hubungan yang cuma jadi dosa tapi ga bener-bener ter-realisasi halalnya? Sayang-sayangan belum waktunya, dimarah-marahin bukan pada saatnya.

Yah klo masih seneng sama hal begitu, terserah kamu aja lah. Toh, itu pilihan hidup kamu. Mau sebanyak apapun orang yg nasehatin kamu, kamu punya hak sendiri kok mau ngikutin apa gak. Lawong surga kita masing-masing kan?

Tapi saran aja nih, kalo emang udah capek sama hal-hal bodoh diatas, sini sini aku bisikin! "udah, nikah aja sih"
.
#baitijannati4 #nikahajasih
#injodotid #injoid #injoid

@Regrann from @injo.id - #ckums - Baca ya sebentar.
.
1. Jangan nikahi orang yang kamu cintai.
Dibalik kalimat sederhana ini, injo menangkap sebuah pesan bahwasannya rasa suka sebelum menikah itu 'kebanyakan' hanyalah kefanaan belaka.

So, jangan 'terlalu' percaya sama perasaan yg tumbuh sebelum menikah. Hampir 90% yang kamu rasakan itu disebabkan karna ada sesuatu yg menarik di dirinya.

Fisiknya lah, baiknya, perhatiannya, strata sosial keluarganya, masa depannya, tingkat jabatan di pekerjaannya atau malah rajin mengajinya, sregep amal sholehnya, kuat sodaqohnya Dll.
.
"Ya itukan memang lumrah untuk jadi pertimbangan min! Orang nikah itu harus ada rasa Cinta"
Oya, tentu. Tapi jangan 'hanya' jadikan itu alasan tumbuhnya cintamu saat itu. Karna yg kamu lihat dan menjadi alasan km menyukai seseorang sebelum menikah itu mungkin hanya sebagian sisi dari dirinya.

Permasalahannya,
Jika hanya suka atau kagum yang menjadi landasan timbulnya cintamu, tanpa dilandasi niat suci menyempurnakan agamamu, saat kamu tau sisi lain dr dirinya setelah menikah.. yg sama sekali diluar ekspektasimu, cintamu berpotensi besar untuk goyah.

Maka solusinya? kalimat kedua.

2. Cintailah orang yang kamu nikahi.
Ya, tumbuhkan setumbuh2nya cinta dihatimu saat kehalalan telah menjadi milikmu.

Jangan!
Jangan cintai kelebihannya saja!
Tapi mulailah menerima dan menyukai kekurangan yg ada.

Kentutnya yg bau, susah bangun pagi, males dandan, rambutnya yang ga bisa rapih, pemikiran yg aneh, sudut pandang yg membingungkan. Dll.

Mulailah dr situ, lalu syukuri semua bonus yang dia miliki. Ganteng, cantik, faham, rapih, mapan, perhatian dsb.
Anggep saja itu bonus, sebab bukan hanya karna itu kamu memilih untuk mencintai dirinya.

Andai kita semua menyadari hal ini.
Akan semakin sedikit populasi orang galau di Sosmed.

#injodotid #injoid #injo - #regrann

from @injo.id - #ckums - Baca ya sebentar.
.
1. Jangan nikahi orang yang kamu cintai.
Dibalik kalimat sederhana ini, injo menangkap sebuah pesan bahwasannya rasa suka sebelum menikah itu 'kebanyakan' hanyalah kefanaan belaka.

So, jangan 'terlalu' percaya sama perasaan yg tumbuh sebelum menikah. Hampir 90% yang kamu rasakan itu disebabkan karna ada sesuatu yg menarik di dirinya.

Fisiknya lah, baiknya, perhatiannya, strata sosial keluarganya, masa depannya, tingkat jabatan di pekerjaannya atau malah rajin mengajinya, sregep amal sholehnya, kuat sodaqohnya Dll.
.
"Ya itukan memang lumrah untuk jadi pertimbangan min! Orang nikah itu harus ada rasa Cinta"
Oya, tentu. Tapi jangan 'hanya' jadikan itu alasan tumbuhnya cintamu saat itu. Karna yg kamu lihat dan menjadi alasan km menyukai seseorang sebelum menikah itu mungkin hanya sebagian sisi dari dirinya.

Permasalahannya,
Jika hanya suka atau kagum yang menjadi landasan timbulnya cintamu, tanpa dilandasi niat suci menyempurnakan agamamu, saat kamu tau sisi lain dr dirinya setelah menikah.. yg sama sekali diluar ekspektasimu, cintamu berpotensi besar untuk goyah.

Maka solusinya? kalimat kedua.

2. Cintailah orang yang kamu nikahi.
Ya, tumbuhkan setumbuh2nya cinta dihatimu saat kehalalan telah menjadi milikmu.

Jangan!
Jangan cintai kelebihannya saja!
Tapi mulailah menerima dan menyukai kekurangan yg ada.

Kentutnya yg bau, susah bangun pagi, males dandan, rambutnya yang ga bisa rapih, pemikiran yg aneh, sudut pandang yg membingungkan. Dll.

Mulailah dr situ, lalu syukuri semua bonus yang dia miliki. Ganteng, cantik, faham, rapih, mapan, perhatian dsb.
Anggep saja itu bonus, sebab bukan hanya karna itu kamu memilih untuk mencintai dirinya.

Andai kita semua menyadari hal ini.
Akan semakin sedikit populasi orang galau di Sosmed.

#injodotid #injoid #injo

@Regrann from @injo.id - #ckums - Baca ya sebentar.
.
1. Jangan nikahi orang yang kamu cintai.
Dibalik kalimat sederhana ini, injo menangkap sebuah pesan bahwasannya rasa suka sebelum menikah itu hanyalah kefanaan belaka.

So, jangan terlalu percaya sama perasaan yg tumbuh sebelum menikah. Hampir 90% yang kamu rasakan itu disebabkan karna ada sesuatu yg menarik di dirinya.

Fisiknya lah, baiknya, perhatiannya, strata sosial keluarganya, masa depannya, tingkat jabatan di pekerjaannya atau malah rajin mengajinya, sregep amal sholehnya, kuat sodaqohnya Dll.
.
"Ya itukan memang lumrah untuk jadi pertimbangan min!"
Oya, tentu. Tapi jangan hanya jadikan itu alasan tumbuhnya cintamu saat itu. Karna yg kamu lihat sebelum menikah itu mungkin hanya sebagian sisi dari dirinya.

Permasalahannya,
Jika hanya suka atau kagum yang menjadi landasan timbulnya cintamu, tanpa dilandasi niat suci menyempurnakan agamamu, saat kamu tau sisi lain dr dirinya setelah menikah.. yg sama sekali diluar ekspektasimu, cintamu berpotensi besar untuk goyah.

Maka solusinya? kalimat kedua.

2. Cintailah orang yang kamu nikahi.
Ya, tumbuhkan setumbuh2nya cinta dihatimu saat kehalalan telah menjadi milikmu.

Jangan!
Jangan cintai kelebihannya saja!
Tapi mulailah menerima dan menyukai kekurangan yg ada.

Kentutnya yg bau, susah bangun pagi, males dandan, rambutnya yang ga bisa rapih, pemikiran yg aneh, sudut pandang yg membingungkan. Dll.

Mulailah dr situ, lalu syukuri semua bonus yang dia miliki. Ganteng, cantik, faham, rapih, mapan, perhatian dsb.
Anggep saja itu bonus, sebab bukan hanya karna itu kamu memilih untuk mencintai dirinya.

Andai kita semua menyadari hal ini.
Akan semakin sedikit populasi orang galau di Sosmed.

#injodotid #injoid #injo - #regrann

Teruntuk @arifahputri354....
@Regrann from @injo.id - #ckums - Baca ya sebentar.
.
1. Jangan nikahi orang yang kamu cintai.
Dibalik kalimat sederhana ini, injo menangkap sebuah pesan bahwasannya rasa suka sebelum menikah itu 'kebanyakan' hanyalah kefanaan belaka.

So, jangan 'terlalu' percaya sama perasaan yg tumbuh sebelum menikah. Hampir 90% yang kamu rasakan itu disebabkan karna ada sesuatu yg menarik di dirinya.

Fisiknya lah, baiknya, perhatiannya, strata sosial keluarganya, masa depannya, tingkat jabatan di pekerjaannya atau malah rajin mengajinya, sregep amal sholehnya, kuat sodaqohnya Dll.
.
"Ya itukan memang lumrah untuk jadi pertimbangan min! Orang nikah itu harus ada rasa Cinta"
Oya, tentu. Tapi jangan 'hanya' jadikan itu alasan tumbuhnya cintamu saat itu. Karna yg kamu lihat dan menjadi alasan km menyukai seseorang sebelum menikah itu mungkin hanya sebagian sisi dari dirinya.

Permasalahannya,
Jika hanya suka atau kagum yang menjadi landasan timbulnya cintamu, tanpa dilandasi niat suci menyempurnakan agamamu, saat kamu tau sisi lain dr dirinya setelah menikah.. yg sama sekali diluar ekspektasimu, cintamu berpotensi besar untuk goyah.

Maka solusinya? kalimat kedua.

2. Cintailah orang yang kamu nikahi.
Ya, tumbuhkan setumbuh2nya cinta dihatimu saat kehalalan telah menjadi milikmu.

Jangan!
Jangan cintai kelebihannya saja!
Tapi mulailah menerima dan menyukai kekurangan yg ada.

Kentutnya yg bau, susah bangun pagi, males dandan, rambutnya yang ga bisa rapih, pemikiran yg aneh, sudut pandang yg membingungkan. Dll.

Mulailah dr situ, lalu syukuri semua bonus yang dia miliki. Ganteng, cantik, faham, rapih, mapan, perhatian dsb.
Anggep saja itu bonus, sebab bukan hanya karna itu kamu memilih untuk mencintai dirinya.

Andai kita semua menyadari hal ini.
Akan semakin sedikit populasi orang galau di Sosmed.

#injodotid #injoid #injo - #regrann

#Repost @injo.id with @repostapp
・・・
#ckums - Baca ya sebentar.
.
1. Jangan nikahi orang yang kamu cintai.
Dibalik kalimat sederhana ini, injo menangkap sebuah pesan bahwasannya cinta sebelum menikah itu hanyalah kefanaan belaka.

So, jangan terlalu percaya sama perasaan yg tumbuh sebelum menikah. Hampir 90% yang kamu rasakan itu disebabkan karna ada sesuatu yg menarik di dirinya.

Fisiknya lah, baiknya, perhatiannya, strata sosial keluarganya, masa depannya, tingkat jabatan di pekerjaannya atau malah rajin mengajinya, sergep amal sholehnya, kuat sodaqohnya Dll.
.
"Ya itukan memang lumrah untuk jadi pertimbangan min!"
Oya, tentu. Tapi jangan jadikan itu alasan tumbuhnya cintamu saat itu. Karna yg kamu lihat sebelum menikah itu mungkin hanya sebagian sisi dari dirinya.

Permasalahannya,
Jika suka atau kagum menjadi landasan timbulnya cintamu, saat kamu tau sisi lain dr dirinya setelah menikah.. yg sama sekali diluar ekspektasimu, cintamu berpotensi besar untuk goyah. Percayalah.

Maka solusinya? kalimat kedua.

2. Cintailah orang yang kamu nikahi.
Ya, tumbuhkan setumbuh2nya cinta dihatimu saat kehalalan telah menjadi milikmu.

Jangan!
Jangan cintai kelebihannya.
Tapi mulailah menerima dan menyukai kekurangan yg ada.

Kentutnya yg bau, susah bangun pagi, males dandan, rambutnya yang ga bisa rapih, pemikiran yg aneh, sudut pandang yg membingungkan. Dll.

Mulailah dr situ, lalu syukuri semua bonus yang dia miliki. Ganteng, cantik, faham, rapih, mapan, perhatian dsb.
Anggep saja itu bonus, bukan hanya karna itu kamu memilih untuk mencintai dirinya.

Andai kita semua menyadari hal ini.
Akan semakin sedikit populasi orang galau di Sosmed.

#injodotid #injoid #injo

#ckums - Baca ya sebentar.
.
1. Jangan nikahi orang yang kamu cintai.
Dibalik kalimat sederhana ini, injo menangkap si penasehat ingin menyampaikan sebuah pesan bahwasannya rasa suka sebelum menikah itu 'kebanyakan' cenderung karena hawa nafsu.

So, jangan 'terlalu' percaya sama perasaan yg tumbuh sebelum menikah. Hampir 90% yang kamu rasakan itu disebabkan karna ada sesuatu yg menarik di dirinya.

Fisiknya lah, baiknya, perhatiannya, strata sosial keluarganya, masa depannya, tingkat jabatan di pekerjaannya atau malah rajin mengajinya, sregep amal sholehnya, kuat sodaqohnya Dll.
.
"Ya itukan memang lumrah untuk jadi pertimbangan min! Orang nikah itu harus ada rasa Cinta"
Oya, tentu. Tapi jangan 'hanya' jadikan itu alasan tumbuhnya cintamu saat itu. Karna yg kamu lihat dan menjadi alasan km menyukai seseorang sebelum menikah itu mungkin hanya sebagian sisi dari dirinya.

Permasalahannya,
Jika hanya suka atau kagum yang menjadi landasan timbulnya cintamu, tanpa dilandasi niat suci menyempurnakan agamamu, saat kamu tau sisi lain dr dirinya setelah menikah.. yg sama sekali diluar ekspektasimu, cintamu berpotensi besar untuk goyah.

Maka solusinya? kalimat kedua.

2. Cintailah orang yang kamu nikahi.
Ya, tumbuhkan setumbuh2nya cinta dihatimu saat kehalalan telah menjadi milikmu.

Jangan!
Jangan cintai kelebihannya saja!
Tapi mulailah menerima dan menyukai kekurangan yg ada.

Kentutnya yg bau, susah bangun pagi, males dandan, rambutnya yang ga bisa rapih, pemikiran yg aneh, sudut pandang yg membingungkan. Dll.

Mulailah dr situ, lalu syukuri semua bonus yang dia miliki. Ganteng, cantik, faham, rapih, mapan, perhatian dsb.
Anggep saja itu bonus, sebab bukan hanya karna itu kamu memilih untuk mencintai dirinya.

Andai kita semua menyadari hal ini.
Akan semakin sedikit populasi orang galau di Sosmed.

#injodotid #injoid #injo

#Rensta #Repost: @injo.id via @renstapp ···
#KaryaINJO #ckums

Eh tau gak sih, kadang ilang dalam beberapa waktu yang lama dari Sosmed tuh dibutuhkan loh. Meletakkan semua kefanaan ini untuk lebih memperhatikan hal-hal kecil yang ada di sekitar kita.

Masalah itu ada aja kan?
Dari yang kecil ibarat angin lalu sampe yang jadi beban banget di otak kita. Trus gimana dong menyikapinya?

Serius, injo ga punya masalah sama sekali dengan orang yang suka ngebawa permasalahannya ke sosmed, tapi entah kenapa seneng aja gitu sama feed instagram seseorang yang tiap hari tuh adem2 aja, keren2 aja, lucu2 aja. Padahal tiap hari insya Allah kita mesti aja ada masalah kan? Ya gaksih?

Entah kenapa mereka yang ga mengangkat permasalahan pribadinya ke sosmed tuh jadi keliat cakepppp aja gitu. Berasa kedewasaannya naek satu tingkat. Sosmed dijadikan dia bukan tempat menggalau lagi, tapi jadi sarana berbagi dan menebar sugesti positif ke banyak orang.

Gak! injo ga lagi nyindir siapa2 kok.
Dulu ya pernah juga begitu, dikit2 curhat manja di status dengan dalih kode biar ada yg nanyain atau ngasih perhatian, tapi beranjak tua gini saat kita punya masalah trus berhasil nahan tanpa harus ngeluapinnya di sosmed tuh enak banget loh rasanya. Ngerasa lebih kece dan kaya orang dewasa gitu.

Cobain deh sensasinya!
Waktu dapet masalah, taroh Hp nya, curhat ke Allah, selesain masalahnya, ntar nongol lagi di Sosmed dengan senyum yang baru, semangat yang baru. *benerin kerah.

Yah, cuma ngasih testimoni aja. Kali aja ada yg mau coba. Semangat!

In frame : Anaknya mba @aprilia_islamia

#injo #injoid #injodotid
#bukaninjo #antiinjoinjoclub

Kita kecil di dunia yg penuh misteri ini. Seakan sungkar, gundah, sesat dan terpelatuk. Memberhargai sesuatu melebihi apapun. Ingat, ternyata...
.
Knowledge is more precious than life it's self... .
Tau dong dalih pengetahuan dunia ini hanya sebatas tetesan air dari secelup jari di segoro, dan segoro ne adalah segoro misteri-nipun Gusti. . .Duh elengke kulo marang Gusti. . . .
#explorejogja #ayodolan #ckums
#wonderfullindonesia #wonderfulljogja #gasjiwa

"Spesial utk KAMU, para pegawai Allah"
#ckums

Klo kita bertanya "apasih faedah nyata yg kita dapet klo kita nguras otak, ngeluarin tenaga, ngeluangin waktu, ngehabisin biaya untuk mikirin kelancaran kegiatan ibadah?" hmm.

Secara langsung?
Ya minim sekali, hampir ga ada malah.
Yang udah jelas sih otak makin puyeng krn nambah banyak fikiran, waktu jd abis karna nambah agenda baru, uang jd nipis krn ada pengeluaran tambahan, makin capek makin banyak beban krn semuanya ikut terporsir. Iya?

Beda yah saat kita udah taken kontrak dengan sebuah perusahaan, menyatakan siap mengabdi untuk nama besar perusahaan itu, kerja giat walaupun sakit kadang tetep dipaksain, fast respon klo udah bahas soal project, rela mengerahkan segala daya upaya utk sebuah dedikasi.

Karna apa?
Ya.. bulanannya keliatan.
Ada hasil yg bisa dirasakan secara real yg bisa didapat tiap awal bulannya. Kompor bisa ngebul lagi, anak bisa beli susu, beli popok, bisa sekolah, dll.

Keresahan ini udah sangat lama aku rasain, dimulai dr betapa "krik krik"-nya saat melempar pembahasan dan sharing yg serius ke group, namun jadi sangat rame saat membahas hal2 yg gak terlalu penting (becandaan).
.
Dilanjut kurangnya kesemangatan dalam kehadiran musyawarah, seolah berfikir "yah ga masalah kok aku ga hadir, aku hadir juga ga ngaruh2 amat, udah ada ketua wakil dll, aku mah apah" hmm.

Belum lagi kondusifitas saat musyawarahnya, banyak yg hadir namun banyak pula yg fikirannya ga hadir, asik dengan gadget tanpa mengikuti alur dr pembahasan musyawarah. Tak ada tanggapan dan masukan yg berarti malah heboh saur manuk, becandaan diluar konteks dr musyawarah.

Entahlah.
Harus dr mana aku luapkan semua keresahan ini, untuk sedikitnya menyamakan persepsi bahsawannya level kita sebagai pegawai kantor dan urusan2 dunia lainnya itu AMAT SANGAT TIDAK sebanding dengan lavel kita saat dijadikan "pegawainya Allah" (pengurus) yg diamanahi untuk mengurusi kelancaran kegiatan ibadah.

Kok ya "semeremehkan" itu kah kita dengan Amanah ini? Come on guys.

Apakah kita lupa bahwa "Sepagi-pagian dan sesore-sorean kita dalam urusan Sabilillah itu JAUH LEBIH BAIK dari Dunia dan Seisinya"? Mugo* Allah paring lancar dan barokah. امين 😇

Most Popular Instagram Hashtags