#antartika

4008 posts

TOP POSTS

Antartika dikenal dengan benua terbesar kelima yang hampir seluruhnya ditutupi es. Namun, kini deskiripsi tersebut tinggal mitos.

Para peneliti di Antartika menemukan onggokan lumut yang tumbuh dengan cepat di semenanjung utara Antartika. Hal ini menjadi bukti mencolok adanya perubahan iklim di bagian paling dingin planet ini.

Di tengah pemanasan global selama 50 tahun terakhir, dua spesies lumut yang berbeda tumbuh semakin cepat. Dulu, salah satu lumut tersebut tumbuh dengan kecepatan kurang dari 3 milimeter per tahun, tetapi kini tumbuh lebih dari 3 milimeter per tahun. "Orang-orang berpikir bahwa Antartika adalah tempat yang diselimuti es, tapi temuan kita menunjukkan bahwa bagian itu telah menjadi hijau dan akan semakin hijau," kata Matthew Amesbury, peneliti Universitas Exeter, Inggris dan penulis utama dari studi ini.

Dia melanjutkan, ekosistem yang relatif terpencil ini, yang mungkin dianggap tidak tersentuh oleh manusia, menunjukkan dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Penemuan yang dipublikasikan di Current Biology ini juga menunjukkan bahwa walaupun pada saat ini tumbuhan hanya melingkupi kurang dari satu persen wilayah Antartika, tetapi lumut sudah mulai tumbuh di beberapa bagian benua tersebut yang mencair karena datangnya musim panas.

Ketika musim panas tiba, lumut membuat lapisan tipis yang kemudian membeku selama musim dingin. Lalu, ketika musim panas kembali, lumut membuat lapisan baru di atas lapisan yang lama dan perlahan-lahan, lumut tua turun ke bawah tanah yang beku. Di sini, lumut terpelihara dengan baik dan menjadi catatan perubahan.

Berdasarkan sampel tanah dari area 640 kilometer di bagian utara Antartika, Amesbury dan koleganya menemukan perubahan dramatis pada pola pertumbuhan sejak 150 tahun yang lalu.

Foto yang diambil para peneliti selama menjalani tugasnya juga menunjukkan lanskap hijau yang mencolok. (Lutfy Mairizal Putra/Kompas.com)
.
.
#gembeltraveller #globalwarming #pemanasanglobal #saveearth #bumi #atmosfer #bumisuper #antartika #iklim #purba

Kaptan Robert Falcon Scott ve arkadaşları. 1912 Antarktika. #antarctica #antartika #robertfalconscott #arkadas #1912

@dunia.news - Selama ini kita melihat wilayah Antartika selalu ditutupi es. Wilayah paling selatan di Bumi itu seolah tenggelam dalam musim dingin abadi.

Namun siapa sangka, sebuah penemuan terbaru di Antartika seakan-akan telah membalikkan fakta-fakta tersebut.

Setelah memecahkan gunung es raksasa, yang merupakan ke empat terbesar di Antartika, para ilmuwan menemukan sebuah gunung berapi terbesar di Bumi.

Gunung berapi itu terdapat di kedalaman 2 kilometer di bawah permukaan lapisan es yang menutupi Antartika barat.

Kejutan yang tak terduga itu ditemukan oleh para periset dari Edinburgh University di Edinburgh, Skotlandia, Britania Raya.

Salah satu pakar gletser, Robert Bingham, menyebutkan dalam makalahnya, jika salah satu dari gunung vulkanik itu meletus, maka dapat mengacaukan lapisan es Antartika barat.

Penemuan ini sangat penting karena aktivitas gunung berapi memiliki beberapa efek serius di planet ini.

Jika meletus, es pasti akan mencair dan berakibat pada naiknya permukaan air laut.

Ahli geologi juga memprediksi bahwa Antartika barat akan menjadi tempat paling terdampak oleh gunung berapi tersebut. Masalahnya, pemanasan global telah dimulai di wilayah ini.

Gunung berapi tersebut memiliki ketinggian berkisar 100 meter hingga 3.850 meter.

Untuk mengetahui ketinggian gunung, periset melakukan pengukuran menggunakan radar penembus lapisan es yang dibandingkan dengan catatan dan database satelit.

Penemuan gunung berapi di bawah lapisan es ini diprakarsai oleh Max Van Wyk de Vries, seorang mahasiswa Edinburgh University yang mendorong para peneliti untuk mengetahui lebih jauh tentang gunung berapi di bawah lapisan es.
-
.
" Sebagai ilmuwan muda, saya sangat senang bisa belajar tentang sesuatu yang baru dan yang belum dipahami dengan baik," kata Max Van Wyk de Vries kepada Sky News. -
.
" Setelah memeriksa data yang ada di Antartika barat, saya mulai menemukan jejak-jejak gunung berapi. Tentu saja saya melihatnya lebih jauh, sehingga muncul penemuan ini," tambah dia.

Sumber: India Times
@dunia.news #duninews

#pendaki_lestari #antartika #mount #natgeo #geography

Dari atas pentas sampai habis shooting bersungguh2 ladyboss berbincang n mendengar penerangan dr Doktor..adakah ladyboss akan menjadi peserta utk next mission ke antartika bagi mencari kapsul yg tertanam di tgh2 kutub selatan? U go girl 💪🏻 harumkan nama negara as u always do..kami akan sentiasa menyokong..👍🏻 @sharifah_mazlina_the_expeditor
#neelofa
#meletop
#antartika
#sharifahmazlina

Video Penampakan Ningen
.
Ningen - Manusia Antartika adalah kriptid laut yang pertama kali menjadi bahan perbincangan di situs komunitas maya 2channel subforum Okultisme. Makhluk ini dinamai ningen karena berbentuk seperti manusia (bahasa Jepang:ningen). Makhluk yang muncul di Antarktika disebut ningen, sementara makhluk di Arktik disebut hitogata (bentuk manusia)
.
Makhluk ini konon pertama kali dipergoki oleh awak kapal penangkap paus Jepang. Panjang badan puluhan meter dan seluruh badan berwarna putih bersih. Awak kapal sempat memotretnya, namun dalam foto tersebut sepintas hanya terlihat gunung es terapung. Namun setelah foto tersebut diperbesar, terlihat sosok makhluk yang tidak jelas, kulitnya halus mulus, tetapi bukan manusia. .
Jurnal MU terbitan Gakken menyamakan keberadaan ningen antartika dengan flying humanoid atau umibōzu. Jurnal yang sama pada edisi November 2007 menerbitkan artikel yang membahas sosok ningen seperti terlihat dalam foto satelit Google Earth. .
Source Wikipedia
.
#mitosdunia #duniamitos #ningen #antartika

@Regrann from @dunia.news
Selama ini kita melihat wilayah Antartika selalu ditutupi es. Wilayah paling selatan di Bumi itu seolah tenggelam dalam musim dingin abadi.

Namun siapa sangka, sebuah penemuan terbaru di Antartika seakan-akan telah membalikkan fakta-fakta tersebut.

Setelah memecahkan gunung es raksasa, yang merupakan ke empat terbesar di Antartika, para ilmuwan menemukan sebuah gunung berapi terbesar di Bumi.

Gunung berapi itu terdapat di kedalaman 2 kilometer di bawah permukaan lapisan es yang menutupi Antartika barat.

Kejutan yang tak terduga itu ditemukan oleh para periset dari Edinburgh University di Edinburgh, Skotlandia, Britania Raya.

Salah satu pakar gletser, Robert Bingham, menyebutkan dalam makalahnya, jika salah satu dari gunung vulkanik itu meletus, maka dapat mengacaukan lapisan es Antartika barat.

Penemuan ini sangat penting karena aktivitas gunung berapi memiliki beberapa efek serius di planet ini.

Jika meletus, es pasti akan mencair dan berakibat pada naiknya permukaan air laut.

Ahli geologi juga memprediksi bahwa Antartika barat akan menjadi tempat paling terdampak oleh gunung berapi tersebut. Masalahnya, pemanasan global telah dimulai di wilayah ini.

Gunung berapi tersebut memiliki ketinggian berkisar 100 meter hingga 3.850 meter.

Untuk mengetahui ketinggian gunung, periset melakukan pengukuran menggunakan radar penembus lapisan es yang dibandingkan dengan catatan dan database satelit.

Penemuan gunung berapi di bawah lapisan es ini diprakarsai oleh Max Van Wyk de Vries, seorang mahasiswa Edinburgh University yang mendorong para peneliti untuk mengetahui lebih jauh tentang gunung berapi di bawah lapisan es.
-
.
" Sebagai ilmuwan muda, saya sangat senang bisa belajar tentang sesuatu yang baru dan yang belum dipahami dengan baik," kata Max Van Wyk de Vries kepada Sky News. -
.
" Setelah memeriksa data yang ada di Antartika barat, saya mulai menemukan jejak-jejak gunung berapi. Tentu saja saya melihatnya lebih jauh, sehingga muncul penemuan ini," tambah dia.

Sumber: India Times
@dunia.news #duninews

#pendaki_lestari #antartika #mount #natgeo

“Seumur hidup, baru kali itu saya berada di tempat yang benar-benar hening. Serasa berpijak di no man’s land dengan keseimbangan ekosistem yang masih sangat terjaga. Saya pikir hal itu bisa terjadi karena tidak ada manusia yang menetap di sana. Manusia adalah perusak ekosistem. Makhluk hidup yang ada di sini hanyalah binatang-binatang dan tidak ada yang berjenis predator. Saya berada di #Antartika.” – Jay Subyakto

Ikuti kisah #JaySubyakto menemukan keheningan di lahan tak bertuan di Majalah Dewi edisi Mei 2017. Foto: Dok. Jay Subyakto

MOST RECENT

Happy birthday my brother, I hope you're getting smarter, increasingly becoming a filial child to parent, and hopefully all of what you aspire to achieve, success always.. #past #school #5yearsago #brother #fff #lfl # #lmao #antartika #squad

@dunia.news - Selama ini kita melihat wilayah Antartika selalu ditutupi es. Wilayah paling selatan di Bumi itu seolah tenggelam dalam musim dingin abadi.

Namun siapa sangka, sebuah penemuan terbaru di Antartika seakan-akan telah membalikkan fakta-fakta tersebut.

Setelah memecahkan gunung es raksasa, yang merupakan ke empat terbesar di Antartika, para ilmuwan menemukan sebuah gunung berapi terbesar di Bumi.

Gunung berapi itu terdapat di kedalaman 2 kilometer di bawah permukaan lapisan es yang menutupi Antartika barat.

Kejutan yang tak terduga itu ditemukan oleh para periset dari Edinburgh University di Edinburgh, Skotlandia, Britania Raya.

Salah satu pakar gletser, Robert Bingham, menyebutkan dalam makalahnya, jika salah satu dari gunung vulkanik itu meletus, maka dapat mengacaukan lapisan es Antartika barat.

Penemuan ini sangat penting karena aktivitas gunung berapi memiliki beberapa efek serius di planet ini.

Jika meletus, es pasti akan mencair dan berakibat pada naiknya permukaan air laut.

Ahli geologi juga memprediksi bahwa Antartika barat akan menjadi tempat paling terdampak oleh gunung berapi tersebut. Masalahnya, pemanasan global telah dimulai di wilayah ini.

Gunung berapi tersebut memiliki ketinggian berkisar 100 meter hingga 3.850 meter.

Untuk mengetahui ketinggian gunung, periset melakukan pengukuran menggunakan radar penembus lapisan es yang dibandingkan dengan catatan dan database satelit.

Penemuan gunung berapi di bawah lapisan es ini diprakarsai oleh Max Van Wyk de Vries, seorang mahasiswa Edinburgh University yang mendorong para peneliti untuk mengetahui lebih jauh tentang gunung berapi di bawah lapisan es.
-
.
" Sebagai ilmuwan muda, saya sangat senang bisa belajar tentang sesuatu yang baru dan yang belum dipahami dengan baik," kata Max Van Wyk de Vries kepada Sky News. -
.
" Setelah memeriksa data yang ada di Antartika barat, saya mulai menemukan jejak-jejak gunung berapi. Tentu saja saya melihatnya lebih jauh, sehingga muncul penemuan ini," tambah dia.

Sumber: India Times
@dunia.news #duninews

#pendaki #antartika #mount #natgeo #geography

Selama ini kita melihat wilayah Antartika selalu ditutupi es. Wilayah paling selatan di Bumi itu seolah tenggelam dalam musim dingin abadi.

Namun siapa sangka, sebuah penemuan terbaru di Antartika seakan-akan telah membalikkan fakta-fakta tersebut.

Setelah memecahkan gunung es raksasa, yang merupakan ke empat terbesar di Antartika, para ilmuwan menemukan sebuah gunung berapi terbesar di Bumi.

Gunung berapi itu terdapat di kedalaman 2 kilometer di bawah permukaan lapisan es yang menutupi Antartika barat.

Kejutan yang tak terduga itu ditemukan oleh para periset dari Edinburgh University di Edinburgh, Skotlandia, Britania Raya.

Salah satu pakar gletser, Robert Bingham, menyebutkan dalam makalahnya, jika salah satu dari gunung vulkanik itu meletus, maka dapat mengacaukan lapisan es Antartika barat.

Penemuan ini sangat penting karena aktivitas gunung berapi memiliki beberapa efek serius di planet ini.

Jika meletus, es pasti akan mencair dan berakibat pada naiknya permukaan air laut.

Ahli geologi juga memprediksi bahwa Antartika barat akan menjadi tempat paling terdampak oleh gunung berapi tersebut. Masalahnya, pemanasan global telah dimulai di wilayah ini.

Gunung berapi tersebut memiliki ketinggian berkisar 100 meter hingga 3.850 meter.

Untuk mengetahui ketinggian gunung, periset melakukan pengukuran menggunakan radar penembus lapisan es yang dibandingkan dengan catatan dan database satelit.

Penemuan gunung berapi di bawah lapisan es ini diprakarsai oleh Max Van Wyk de Vries, seorang mahasiswa Edinburgh University yang mendorong para peneliti untuk mengetahui lebih jauh tentang gunung berapi di bawah lapisan es.
-
.
" Sebagai ilmuwan muda, saya sangat senang bisa belajar tentang sesuatu yang baru dan yang belum dipahami dengan baik," kata Max Van Wyk de Vries kepada Sky News. -
.
" Setelah memeriksa data yang ada di Antartika barat, saya mulai menemukan jejak-jejak gunung berapi. Tentu saja saya melihatnya lebih jauh, sehingga muncul penemuan ini," tambah dia.

Sumber: India Times

#pendaki_lestari #antartika #mount #natgeo #geography

@Regrann from @dunia.news
Selama ini kita melihat wilayah Antartika selalu ditutupi es. Wilayah paling selatan di Bumi itu seolah tenggelam dalam musim dingin abadi.

Namun siapa sangka, sebuah penemuan terbaru di Antartika seakan-akan telah membalikkan fakta-fakta tersebut.

Setelah memecahkan gunung es raksasa, yang merupakan ke empat terbesar di Antartika, para ilmuwan menemukan sebuah gunung berapi terbesar di Bumi.

Gunung berapi itu terdapat di kedalaman 2 kilometer di bawah permukaan lapisan es yang menutupi Antartika barat.

Kejutan yang tak terduga itu ditemukan oleh para periset dari Edinburgh University di Edinburgh, Skotlandia, Britania Raya.

Salah satu pakar gletser, Robert Bingham, menyebutkan dalam makalahnya, jika salah satu dari gunung vulkanik itu meletus, maka dapat mengacaukan lapisan es Antartika barat.

Penemuan ini sangat penting karena aktivitas gunung berapi memiliki beberapa efek serius di planet ini.

Jika meletus, es pasti akan mencair dan berakibat pada naiknya permukaan air laut.

Ahli geologi juga memprediksi bahwa Antartika barat akan menjadi tempat paling terdampak oleh gunung berapi tersebut. Masalahnya, pemanasan global telah dimulai di wilayah ini.

Gunung berapi tersebut memiliki ketinggian berkisar 100 meter hingga 3.850 meter.

Untuk mengetahui ketinggian gunung, periset melakukan pengukuran menggunakan radar penembus lapisan es yang dibandingkan dengan catatan dan database satelit.

Penemuan gunung berapi di bawah lapisan es ini diprakarsai oleh Max Van Wyk de Vries, seorang mahasiswa Edinburgh University yang mendorong para peneliti untuk mengetahui lebih jauh tentang gunung berapi di bawah lapisan es.
-
.
" Sebagai ilmuwan muda, saya sangat senang bisa belajar tentang sesuatu yang baru dan yang belum dipahami dengan baik," kata Max Van Wyk de Vries kepada Sky News. -
.
" Setelah memeriksa data yang ada di Antartika barat, saya mulai menemukan jejak-jejak gunung berapi. Tentu saja saya melihatnya lebih jauh, sehingga muncul penemuan ini," tambah dia.

Sumber: India Times
@dunia.news #duninews

#pendaki_lestari #antartika #mount #natgeo

@dunia.news - Selama ini kita melihat wilayah Antartika selalu ditutupi es. Wilayah paling selatan di Bumi itu seolah tenggelam dalam musim dingin abadi.

Namun siapa sangka, sebuah penemuan terbaru di Antartika seakan-akan telah membalikkan fakta-fakta tersebut.

Setelah memecahkan gunung es raksasa, yang merupakan ke empat terbesar di Antartika, para ilmuwan menemukan sebuah gunung berapi terbesar di Bumi.

Gunung berapi itu terdapat di kedalaman 2 kilometer di bawah permukaan lapisan es yang menutupi Antartika barat.

Kejutan yang tak terduga itu ditemukan oleh para periset dari Edinburgh University di Edinburgh, Skotlandia, Britania Raya.

Salah satu pakar gletser, Robert Bingham, menyebutkan dalam makalahnya, jika salah satu dari gunung vulkanik itu meletus, maka dapat mengacaukan lapisan es Antartika barat.

Penemuan ini sangat penting karena aktivitas gunung berapi memiliki beberapa efek serius di planet ini.

Jika meletus, es pasti akan mencair dan berakibat pada naiknya permukaan air laut.

Ahli geologi juga memprediksi bahwa Antartika barat akan menjadi tempat paling terdampak oleh gunung berapi tersebut. Masalahnya, pemanasan global telah dimulai di wilayah ini.

Gunung berapi tersebut memiliki ketinggian berkisar 100 meter hingga 3.850 meter.

Untuk mengetahui ketinggian gunung, periset melakukan pengukuran menggunakan radar penembus lapisan es yang dibandingkan dengan catatan dan database satelit.

Penemuan gunung berapi di bawah lapisan es ini diprakarsai oleh Max Van Wyk de Vries, seorang mahasiswa Edinburgh University yang mendorong para peneliti untuk mengetahui lebih jauh tentang gunung berapi di bawah lapisan es.
-
.
" Sebagai ilmuwan muda, saya sangat senang bisa belajar tentang sesuatu yang baru dan yang belum dipahami dengan baik," kata Max Van Wyk de Vries kepada Sky News. -
.
" Setelah memeriksa data yang ada di Antartika barat, saya mulai menemukan jejak-jejak gunung berapi. Tentu saja saya melihatnya lebih jauh, sehingga muncul penemuan ini," tambah dia.

Sumber: India Times
@dunia.news #duninews

#pendaki_lestari #antartika #mount #natgeo #geography

Antartika dikenal dengan benua terbesar kelima yang hampir seluruhnya ditutupi es. Namun, kini deskiripsi tersebut tinggal mitos.

Para peneliti di Antartika menemukan onggokan lumut yang tumbuh dengan cepat di semenanjung utara Antartika. Hal ini menjadi bukti mencolok adanya perubahan iklim di bagian paling dingin planet ini.

Di tengah pemanasan global selama 50 tahun terakhir, dua spesies lumut yang berbeda tumbuh semakin cepat. Dulu, salah satu lumut tersebut tumbuh dengan kecepatan kurang dari 3 milimeter per tahun, tetapi kini tumbuh lebih dari 3 milimeter per tahun. "Orang-orang berpikir bahwa Antartika adalah tempat yang diselimuti es, tapi temuan kita menunjukkan bahwa bagian itu telah menjadi hijau dan akan semakin hijau," kata Matthew Amesbury, peneliti Universitas Exeter, Inggris dan penulis utama dari studi ini.

Dia melanjutkan, ekosistem yang relatif terpencil ini, yang mungkin dianggap tidak tersentuh oleh manusia, menunjukkan dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Penemuan yang dipublikasikan di Current Biology ini juga menunjukkan bahwa walaupun pada saat ini tumbuhan hanya melingkupi kurang dari satu persen wilayah Antartika, tetapi lumut sudah mulai tumbuh di beberapa bagian benua tersebut yang mencair karena datangnya musim panas.

Ketika musim panas tiba, lumut membuat lapisan tipis yang kemudian membeku selama musim dingin. Lalu, ketika musim panas kembali, lumut membuat lapisan baru di atas lapisan yang lama dan perlahan-lahan, lumut tua turun ke bawah tanah yang beku. Di sini, lumut terpelihara dengan baik dan menjadi catatan perubahan.

Berdasarkan sampel tanah dari area 640 kilometer di bagian utara Antartika, Amesbury dan koleganya menemukan perubahan dramatis pada pola pertumbuhan sejak 150 tahun yang lalu.

Foto yang diambil para peneliti selama menjalani tugasnya juga menunjukkan lanskap hijau yang mencolok. (Lutfy Mairizal Putra/Kompas.com)
.
.
#gembeltraveller #globalwarming #pemanasanglobal #saveearth #bumi #atmosfer #bumisuper #antartika #iklim #purba

Misteri antartika yg di sembunyikan elite global.
#flathearth #globeearth #benua #antartika #laut #samudera #misteri

Eğer cevabı direkt görmek istiyorsanız ekranı kaydırın.
.
.
.
#soru #question #herteldensorular #endonezya #kıta #kita #asya #avrupa #afrika #antartika

FLAT EARTH - MENURUT KITAB SUCI BUMI MEMILIKI PENJURU SEDANGKAN PAHAM BUMI BOLA TAK ADA PENJURU BUMI

https://youtu.be/Dl6Ia49NJKs

#flatearth#bumidatar#satelithoax#antartika#misteridunia#indonesianflatearthsociety #buktibumidatar #onthespottrans7 #etaterangkanlah #cewekhitz#abg #konspirasi#indonesia #merdeka#hutri72

Most Popular Instagram Hashtags