#aborsi

MOST RECENT

#aborsi
Silahkan menghubungi kami
Cara Menggugurkan Kandungan Usia 1 2 3 4 5 6 7 BULAN.
kontak kami ke no :
pin: 54083264
WA: 081221716268
line:nindiraaborsi

facebook:Nindira Kurnia Wati(Dokter aborsi)

#aborsi
Silahkan menghubungi kami
Cara Menggugurkan Kandungan Usia 1 2 3 4 5 6 7 BULAN.
kontak kami ke no :
pin: 54083264
WA: 081221716268
line:nindiraaborsi

facebook:Nindira Kurnia Wati(Dokter aborsi)

DUKUN BAYI DITANGKAP POLISI Polres Magelang menangkap seorang dukun bayi yang juga dikenal sebagai dukun pijat di Magelang. Pelaku bernama, Yamini (70) diduga melakukan praktik aborsi ilegal di rumahnya.
#ONEMINUTETVONE #aborsi

Mereka terkejut setelah polisi menangkap Yamini sebagai tersangka kasus praktik aborsi ilegal dan menemukan 20 kantong tulang bayi di belakang rumahnya. Setiap hari wanita yang akrab dipanggil Mbah Yam itu melayani puluhan pasien mulai dari bayi, anak-anak, pria/wanita dewasa, ibu hamil, bahkan wanita yang lama tidak memiliki keturunan
.
Sejauh ini polisi telah mengamankan dan memeriksa 10 kantong plastik berisi tulang-tulang diduga bayi hasil aborsi dari pasien-pasiennya. Puluhan kantong tulang belulang itu dikubur Yamini di pekarangan rumahnya, bahkan ada satu janin yang ditemukan polisi masih disimpan di ember kamar mandinya.
--
#kompascom #faktaberita #magelang #aborsi #kriminal #kriminalitas #beritaregional #beritaindonesia

Persitiwa tersebut diuangkap oleh aparat kepolisian setempat.  Polisi menemukan sedikitnya 20 kantong plastik berisi tulang belulang yang dikubur di belakang rumah Yamini (70) di Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.

Kantong-kantong yang berisi tulang bayi tersebut diduga merupakan bayi hasil aborsi yang dilakukan oleh Yamini selama ini dengan modus mengaku berprofesi sebagai dukun pijat bayi tradisional.

Kapolres Magelang mengatakan bahwa wanita lanjut usia tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka praktik aborsi ilegal. "Dari hasil penggalian kuburan yang dilakukan di halaman belakang rumah tersangka, didapatkan sekitar 20 kantong berisi tulang belulang diduga tulang bayi," jelas Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, di sela pembongkaran, Selasa (19/6/2018). Kapolres Magelang juga mengungkapkan bahwa pelaku masih hanya mengakui bahwa 8 bayi yang diaborsinya. Pengakuan tersangka tersebut berbeda dengan hasil penemuan yang diduga lebih 8 bayi yang diaborsinya. "Yang jelas, diduga jumlah bayi yang diaborsi lebih dari delapan karena setiap satu kantong ada yang berisi lebih dari 2 bayi, " ungkap Hari.

#kriminal #peristiwa #bayi #tulang #pijat #publik #aborsi #polisi #dukun #tradisional #tersangka #ilegal

Mereka terkejut setelah polisi menangkap Yamini sebagai tersangka kasus praktik aborsi ilegal dan menemukan 20 kantong tulang bayi di belakang rumahnya. Setiap hari wanita yang akrab dipanggil Mbah Yam itu melayani puluhan pasien mulai dari bayi, anak-anak, pria/wanita dewasa, ibu hamil, bahkan wanita yang lama tidak memiliki keturunan
.
Sejauh ini polisi telah mengamankan dan memeriksa 10 kantong plastik berisi tulang-tulang diduga bayi hasil aborsi dari pasien-pasiennya. Puluhan kantong tulang belulang itu dikubur Yamini di pekarangan rumahnya, bahkan ada satu janin yang ditemukan polisi masih disimpan di ember kamar mandinya.
--
#kompascom #faktaberita #magelang #aborsi #kriminal #kriminalitas #beritaregional #beritaindonesia

Fakta menarik dari dukun aborsi di Magelang, Jawa Tengah.
Sumber : detik.com

#aborsi #magelang #aborsikandungan #jateng

Polisi Temukan 20 Kantong Berisi Tulang Bayi

#aborsi #praktikaborsi #tulangbayi #tribunjateng
Baca Harian Pagi Tribun Jateng
Edisi Kamis 21 Juni 2018.

Pelaku YM Yamini mengaku telah membuka praktik aborsi ilegal tersebut sejak 25 tahun silam. Dia melakukannya dengan cara pijat tradisional. Seluruh bayi hasil aborsi itu dikuburnya di halaman belakang rumah.
-
Tak hanya itu, untuk setiap praktik aborsi YM memasang tarif Rp2 juta. Pemijatan itu dia lakukan selama beberapa kali hingga janin dalam kandungan keluar secara paksa.
#aborsi #magelang #dukunaborsi #pembunuhan #bayi #janin #dukun #praktekaborsi #aborsikandungan @seputarinewsrcti

Polres Magelang, Jawa Tengah, membongkar praktik aborsi oleh seorang tukang pijat sekaligus dukun bayi. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan 8 jasad bayi yang tinggal tulang belulang, terkubur di belakang rumah pelaku.
.
.
#aborsi #magelang #seputarinewsrcti

Seorang dukun pijat di Magelang diamankan polisi karena diduga mengaborsi puluhan janin. Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini. "Total ada tiga orang tersangka yang kita amankan, yakni dukun bayi dan pasangan suami istri siri," ujar Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, di rumah Yamini, Selasa (19/6/2018). Tersangka pertama adalah dukun pijat yang bernama Yamini (70), warga Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Sedangkan pasangan suami istri tersebut diamankan polisi karena akan mengaborsi kandungannya.

Polisi juga menemukan 20 kantong janin yang dikubur di belakang rumah. Diduga, korban aborsi yang dilakukan Yamini jumlahnya mencapai puluhan janin. "Kemungkinan memang mencapai puluhan (korban)," ujar Hari. "Atas perbuatannya tersangka aborsi akan dijerat pasal 80 ayat 3 UU 35/2014 tentang perubahan atas nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta. Sedangkan ibu korban aborsi dijerat pasal 80 ayat 4 UU 35/2014 tentang perubahan atas UU nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya penjara maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp3 miliar," tandas Hari.
#nasional #aborsi #dukun #bayi #kriminal

Ditemukannya tulang-belulang tersebut diduga merupakan bayi hasil aborsi yang dilakukan oleh Yamini selama ini. Modusnya mengaku berprofesi sebagai dukun pijat bayi tradisional.
.
"Dari hasil penggalian kuburan yang dilakukan di halaman belakang rumah tersangka, didapatkan sekitar 20 kantong berisi tulang belulang diduga tulang bayi," jelas Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, di sela pembongkaran, Selasa (19/6/2018). Hari mengungkapkan, pelaku mengaku hanya melakukan delapan kali aborsi sejak 25 tahun silam.

Selengkapnya di Instastory @Wartakotalive.

#baby #aborsi #abortion #crime #beritakriminal #kriminal #magelang #magelangupdate #seputarmagelang #infomagelang

Polisi berhasil mengungkap kasus aborsi yang dilakukan oleh dukun bayi YM (57) warga Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Magelang, Selasa (19/6/2018). Kasus ini diketahui setelah jajaran Satreskrim Polres Magelang menemukan sedikitnya 20 kantong plastik berisi tulang belulang yang dikubur dibelakang rumah pelaku.

Melansir dari Tribratanews Magelang, penggalian yang berujung dengan penemuan tulang belulang tersebut berawal dari informasi korban aborsi yang dirawat di RSUD Muntilan (18/6/2018). Polisi kemudian menyelidiki hal tersebut dan menemukan beberapa bukti kuat yang mengarah pada adanya praktek aborsi yang dilakukan YM.

Modus yang digunakan oleh seorang nenek tersebut adalah profesinya sebagai dukun pijat.

Kantong-kantong plastik yang ditemukan berisikan tulang-tulang bayi dan kain pembungkus.

Dilansir Tribun Video dari Kompas.com, Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, mengungkapkan pelaku mengaku hanya melakukan delapan kali aborsi sejak 25 tahun silam.

Namun pengakuannya berbeda dengan hasil pemeriksaan kantong-kantong tersebut.

Yang jelas, diduga jumlah bayi yang diaborsi lebih dari delapan karena setiap satu kantong ada yang berisi lebih dari 2 bayi, " ungkap Hari.

Menurut pengakuan pelaku, para pasiennya datang dari berbagai daerah di Magelang dan sekitarnya.

Metodenya dengan melakukan teknik pijat tradisional secara berkala tergantung kondisi pasien dan usia kandungan.

YM juga mematok tarif jasanya rata-rata sebesar Rp 2 juta setiap tindakan.

Kondisi tulang belulang yang ditemukan ada yang sudah hancur dan rapuh.

Dokter Subid Dokpol Dikkes Polda Jateng AKBP Ratna Relawati mengatakan, usia kandungan bervariasi saat diaborsi, mulai dari tiga bulan, enam bulan, hingga sembilan bulan.

Pihaknya belum bisa memastikan langsung jumlah keseluruhan hasil aborsi yang dilakukan YM.

Polisi saat ini berhasil menahan tiga orang tersangka, yakni YM pelaku, serta NH (40) bersama suaminya M (40) pasien korban aborsi.

#TribunJakarta #Aborsi #dukunberanak

Jajaran Polres Magelang, Polda Jateng, berhasil mengungkap kasus aborsi yang dilakukan oleh Yamini (57) yang berprofesi sebagai dukun bayi, warga Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Magelang, Selasa (19/6). Dari hasil penggalian yang dilakukan di belakang rumah pelaku Polisi berhasil menemukan puluhan kantong plasik berisikan tulang bayi yang diduga korban aborsi.
Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo yang memimpin langsung penggalian mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi korban aborsi yang dirawat di RSUD Muntilan, Senin (18/6).
“Setelah kita melakukan penyelidikan ternyata benar ada kegiatan aborsi yang dilakukan oleh pelaku yamini. Kemudian pelaku langsung kita amankan Senin (18/6) malam. Begitu juga pasien korban aborsi juga sudah kita amankan yakni NH (40) bersama suami sirinya M (40) warga mungkid, Magelang. Jadi total sementara yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka ada tiga orang,” jelasnya.
Dari hasil penggalian di lokasi yang diketahu sebagai tempat penguburan bayi korban aborsi yakni di belakang rumah tersangka Yamini yang berukuran kurang lebi 1 x 5 meter tersebut Polisi berhasil menemukan puluhan kantong plastik berisikan barang bukti berupa tulang–tulang bayi.
“Untuk sementara kita menemukan dua puluh kantong plastik yang berisikan tulang–tulang bayi, namun kita belum bisa memastikan berapa jumlah bayi korban oborsi,” Ungkap Kapolres.
Dia menambahkan dari hasil pengakuan tersangka sudah menjalani profesi sebagai dukun bayi sudah 25 tahun, dan melakukan aborsi sebanyak delapan kali.
“Namun dari barang bukti yang sudah kita dapatkan kemungkinan korban mencapai puluhan. Penggalian masih kita lakukan dan kemungkinan masih kita temukan kantong–kantong lainya,” jelasnya.
Para tersangka terancam UU nomor 35 tahun 2014 pasal 80 ayat 3 dan 4 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan atau denda paling banyak Rp 3 miliar.
#dukunbayi #nasional #dukun #kriminal #aborsi

.
Question:
Apakah aborsi diperbolehkan jika dilakukan oleh korban pemerkosaan?

Answer:
Link ~> http://bit.ly/m_aborsi

#misaelandpartners #hukumpidana #aborsi #pemerkosaan #hukum #pidana #ilmuhukum

Mereka yg berbahagia, yuk raih kebahagiaan... itu, memiliki anak adalah salah satu kebahagiaan yg tak terbantahkan😍🤰🏻😘
Semoga yang like 💜 dan komen segera cepat mendapatkan keturunan, آمــين اَللّهُمَّ آمــين
Salam Promil Holistik + Qolbu
KONSULTASI GRATIS :
BBM : D2C96974
WA : 0812 9899 5488
@hamil_alami_beert
@promil_bunda_mala01
@dedemala01
#tascewe #dompetcewe #pubertas #aborsi #kerudungmanis #abortus #konde #stocking #sarungtangan #jualanherbal #manismanja #minyaktelon #lipstick #lotion #shadow #rambutpalsu #jepitrambut #gelang #manikmanik #taskulit #rahasiawanita #rahasiakeluarga #rahasiapengantin

Mereka yg berbahagia, yuk raih kebahagiaan... itu, memiliki anak adalah salah satu kebahagiaan yg tak terbantahkan😍🤰🏻😘
Semoga yang like 💜 dan komen segera cepat mendapatkan keturunan, آمــين اَللّهُمَّ آمــين
Salam Promil Holistik + Qolbu
KONSULTASI GRATIS :
BBM : D2C96974
WA : 0812 9899 5488
@hamil_alami_beert
@promil_bunda_mala01
@dedemala01
#tascewe #dompetcewe #pubertas #aborsi #kerudungmanis #abortus #konde #stocking #sarungtangan #jualanherbal #manismanja #minyaktelon #lipstick #lotion #shadow #rambutpalsu #jepitrambut #gelang #manikmanik #taskulit #rahasiawanita #rahasiakeluarga #rahasiapengantin

Most Popular Instagram Hashtags