#Ketek_fanfict

MOST RECENT

Hanbyul mengangkat kepala dari grand piano di depannya saat merasakan kehadiran makhluk lain di ruangan itu.
Menoleh ke samping dan terlonjak saat ia menemukan Myungho sudah duduk di kursi yang juga ia duduki.
Kemudian cepat-cepat berbalik memunggungi Myungho, bermaksud menyembunyikan keadaan wajah dan matanya yg bengkak menyedihkan. "Kau masih marah?" adalah pertanyaan pertama yang Myungho ucapkan setelah diam cukup lama sejak dia datang. Dan tidak ditanggapi oleh lawan bicaranya. "Apa aku menyakitimu sangat banyak?". Hanbyul mengangguk dengan bahu bergetar, membuat Myungho memutar kekasihnya itu dan membuat mereka berhadapan. "Seberapa sakit?". Hanbyul mengangkat kedua tangannya, menyatukan jari kiri dan kanan, menunjukkan angka 9.

Myungho terkesiap, memeluk kekasihnya sambil terus bergumam "Maafkan aku,, aku berjanji itu tidak akan terjadi lagi,, aku minta maaf",, dan banyak lagi rentetan kalimat maaf lainnya.
Merasa sangat bersalah karna seingatnya, itu angka paling tinggi yang Hanbyul tunjukkan semenjak mereka mulai menghitung seberapa besar skala sakit yang Hanbyul rasa. Myungho ingat Hanbyul memberi angka 7 saat orang tuanya bercerai dan angka 4 saat gadis itu putus dengan kekasih pertamanya.
"Terberkatilah kau Seo-kurang ajar-Myungho", rutuknya dalam hati. "Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa selain maaf..! Sungguh, aku benar-benar tidak tahu kenapa Jihyo sudah di depan rumahku pagi-pagi sekali. Dia menangis dan tiba-tiba memelukku, tapi kau tenag saja,aku tidak membalas pelukannya!!" "Kau membalasnya Myungho!" "Aku hanya menepuk punggungnya! Sungguh!" "Kau juga mengusap kepalanya!" "Baiklah, itu salahku! Aku benar-benar minta maaf sayang,tapi aku hanya menenangkannya" "Dia mantan kekasihmu!" "Sekarang kami hanya teman, jadi mari hentikan pertengkaran ini dan maafkan aku". Myungho mengeluarkan jurus terakhirnya, membuat wajah dan suara paling menggemaskan, -aegyo-. Menekan-nekan lengan kekasihnya seolah itu adalah tuts piano, memberi gelitikkan kecil dan viola, Jung Hanbyul tertawa terbahak.
πŸ‘‡πŸ‘‡
Β©pict Infinity8_1107

Masih hadiah seribuan :"))
β€’
β€’
Setelah puas menaiki berbagai wahana, dua pemuda itu mulai mencari tempat penjual makanan saat mereka mulai merasa lapar. Tak lama mereka menemukan cafe unik yang mengizinkan pelanggan memasang gembok dengan surat kecil di pagar pembatasnya. Seperti di Namsan.

Mingyu membeli kartu ucapan,gembok pasangan,pulpen dan kertas surat lalu menyerahkan masing-masing satu pada wonwoo. Meminta kekasihnya itu menuliskan sebait doa. Jika bisa doa untuk hubungan mereka. "Apa yang kau minta hyung" "Yang pasti bukan doa bodoh tentang sebuah hubungan agar bertahan lama!" "Lalu apa yang kau minta?" "Itu rahasia, Kim-Bodoh-Mingyu!". Mingyu memajukan bibirnya sebal. Dasar Jeon-Tsundere!. Mingyu menarik kekasihnya berkeliling lagi saat teringat ada sesuatu yang spesial di area taman bermain. Itu kotak surat. Kotak pos lambat lebih tepatnya. Butuh waktu satu tahun untuk surat yang dikirim sampai ke tangan penerima. Mingyu mengeluarkan kertas surat yang tadi dibelinya, menulis kalimat demi kalimat di sana sambil sesekali mencuri pandang pada kertas di tangan wonwoo. Ingin tau surat seperti apa yang ditulis kekasih dinginnya itu.

Pria tinggi itu teringat sesuatu. Ia beranjak begitu surat yang ditulisnya selesai dan melemparkannya masuk ke dalam kotak pos. Takut wonwoo akan merebutnya saat kejahilan mulai tumbuh di kepala pria kurus itu.

Mingyu pergi setelah meminta wonwoo menunggunya. Menjadikan toilet sebagai alasan paling kuat agar bisa beranjak sebentar dari tempat itu. Berbalik dan berjalan lurus, kembali ke cafe yang ia datangi tadi. Tujuan pria bertaring panjang itu hanya satu! Ingin memastikan seperti apa perasaan Jeon Wonwoo yang sebenarnya. Mingyu mengingat kembali letak gembok pasangannya. Berjalan ke arah benda warna-warni yang terpasang di sana dan membuka kartu ucapan yang tadi ditulis kekasihnya.Terkesiap, untuk pertama kalinya ia menyesal dalam kurun waktu sepuluh bulan berhubungan dengan Jeon Wonwoo.
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

Karna nggak ada yg mau berbaik hati ngirimin uni moment sweetnya meanie, jadi uni pake poto colongan buat dijadiin cover :"))
Hadiah serebuan :"))
β€’
"Tsundere Love" present by @ketek_minghao
*****
"Hyung,,dari 1 sampai 10, seberapa suka kau pada Cola?" "10!!" "Jika hyung punya 10 cola dan aku memintanya, berapa yang akan hyung berikan padaku?" "Tidak satupun! Aku tidak mau berbagi cola denganmu!" "Jika aku memaksa?" "Tetap tidak!" "Bagaimana jika aku terus memaksa?" "Maka kau akan dapatkan 10 Cola ditambah patahan di tulang hidungmu!". Jawaban Wonwoo sukses membuat kekasih tingginya,-Kim Mingyu- refleks melindungi hidungnya yang mancung. "Cola atau aku?" "Cola!" "Isshhhh,, kau bahkan menjawab tanpa berfikir"

Selalu seperti itu, Wonwoo selalu tegas menjawab setiap kali Mingyu menanyakan seberapa besar kecintaannya pada minuman bergelembung itu. Tak peduli apakah jawaban-jawaban tersebut akan menyakiti hati kekasihnya atau tidak.

Jeon Wonwoo itu kasar, dingin dan tidak berperasaan. Sering mengeluarkan komentar menyakitkan dan lebih sering menyuguhkan wajah datar tanpa ekspresi. Itu yang akan kau fikirkan tentangnya jika tidak terlalu kenal.

Itu pula yang Mingyu rasa saat pertemuan pertama. Namun setiap ekspektasinya tentang pria itu satu per satu hilang, menguap entah kemana saat intensitas pertemuan keduanya jadi semakin sering. Dan letupan letupan menggelikan mulai terasa mengganggu ketenangan fikirannya.

Hingga dipertemuan yang entah keberapa, Kim Mingyu yang penakut menyatakan perasaan yang ia yakini adalah cinta pada pemuda dingin itu. Bak gayung bersambut, Jeon Wonwoo menerima pernyataan cintanya, sekalipun masih dengan wajah yang sama datarnya seperti saat pertemuan pertama.
β€’
Salju musim dingin sudah turun seminggu terakhir. Menyebabkan apa yang ditimpanya menjadi berwarna putih, terlihat seolah seperti permadani bulu domba yang lembut. Mengantarkan hawa dingin yang membuat sebagian manusia malas keluar rumah, dan lebih memilih bergelung di bawah selimutnya.

Namun salju yang dingin dan licin tidak menyurutkan langkah kaki dua sejoli di trotoar sana.
***πŸ‘‡πŸ‘‡**

NDA TAU JUDULNYA APA πŸ˜…
β€’
Minghao terlihat resah. Pria Cina itu mengedarkan pandangan ke sekeliling, sepertinya mencari sesuatu. Atau mungkin mencari seseorang?. Fansigh hari ini hampir berakhir dan objek yang dicarinya belum juga Minghao temukan.

Member Seventeen menyampaikan beberapa pesan terakhir pada fans secara bergiliran. The8-begitu ia disapa-, terlihat tidak fokus saat gilirannya tiba. Menyapa fans yang hadir sambil terus menyapu ruangan dengan matanya. Berharap sosok itu ada di sini. Tapi saat semua member selesai dengan pesan masing-masing, mata mahoninya masih saja tak menemukan hal yang dia cari.
Minghao menghela nafas berat. Fansigh sudah berakhir dan sosok yang itu masih tak terlihat. "Apa dia tidak datang lagi?" Dia melangkah gontai, bahkan bahu pemuda kurus itu terlihat turun. Tak bersemangat. Hal itu tentu tidak luput dari penglihatan Mingyu yang notabene adalah teman karibnya. "Kau sakit? Kau terlihat tidak semangat hari ini. Apa kau lapar? Aku akan memasakkan makanan saat sampai di rumah!" Tawaran masakan Mingyu yang selalu terdengar menggiurkan hanya dibalas dengan gelengan. Minghao tidak lapar, ia hanya sedang mencari dan menunggu seseorang. Itu saja!

Pria kurus itu mengotak-atik ponselnya, mebuka aplikasi twitter dan berselancar di kolom explore. Mengetik "The8 Fansite" sebagai kata kunci pencarian dan mulai membaca kiriman dengan bahasa yang ia pahami. Pria manis itu menemukan satu akun dengan nama yang ia kenali. Itu akun milik seseorang yang dicarinya. Hatinya mencelos saat melihat kiriman terbaru akun tersebut. Tertulis "close" di sana yang membuatnya terkesiap. Setelah ini, tidak akan ada lagi seseorang yang selalu tersenyum malu saat terjadi kontak mata antara mereka.
Minghao mengusap linangan air matanya saat melihat Jun datang. "Hai.. Sesuatu terjadi? Mingyu mengatakan kau tidak terlihat baik hari ini,, dan sekarang aku melihat linangan air di matamu"

Minghao merangsek ke arah Jun dan merebahkan kepala di pahanya. "Hyung,, sepertinya, aku ditinggalkan, lagi!". Minghao membiarkan air mata yang ditahannya menetes dan merembes ke celana Jun. Menyodorkan ponsel yang ia pegang, bermaksud memberitahu Jun apa yang terjadi.

INI BARU TEASER πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜™πŸ˜™β€’
Myungho ingin menjodohkan sepupu korea-nya-Choi Seung cheol- dengan Yoon Jeonghan. Tapi terlalu sulit mempertemukan mereka berdua. Semesta mereka jauh berbeda. Myungho menuliskan sesuatu di buku note-nya "Misi pertama Choi Seungcheol πŸ’™ Yoon Jeonghan!" *Seokmin dan Jisoo itu saling mencintai, Myungho yakin itu. Hanya saja pemuda blasteran itu tidak terlalu percaya dengan perasaan seokmin padanya. Dan dua orang ini akan menjadi misi ke dua Myungho "Lee Seokmin πŸ’™ Hong Jisoo" *Kwon Soonyoung, ketua klub dance yang myungho ikuti tidak terlalu menyukai Lee Jihoon. Selalu mengatakan jika pemuda kecil itu adalah saingannya. Tapi bagaimana jika Jihoon ternyata sedikit memendam rasa pada pemuda sipit itu? "Misi ke tiga Kwon Soonyoung πŸ’™ Lee Jihoon" *Seungkwan dan Hansol adalah sepasang kekasih. Namun seungkwan memaksa hansol untuk putus karena pemuda itu tidak bisa menahan kecemburuannya. Myungho harus mengembalikan hubungan dua pemuda ini "Misi ke empat Chwe Hansol πŸ’™ Boo Seungkwan"
β€’
β€’
#Saythename #λ””μ—μž‡ #the8 #MingHao #xuminghao_17 #XuKingHao #scoup #jeonghan #joshua #jun #hoshi #wonwoo #woozi #dk #mingyu #the8 #vernon #seungkwan #dino #세븐틴 #seventeen#the8 #Ketek_fanfict

KONTEN DEWASA! ANAK KECIL KALO BACA DOSA DITANGGUNG SENDIRI!!! "
*
Myungho kesal kerena seseorang merusak ketenangannya, orang tersebut masuk ke kamar pria manis itu dan mulai uring-uringan di sana. Siapa lagi jika bukan Kim Mingyu, tetangga sekaligus Myungho. Tak tahan, pria Cina itu mulai memukuli Mingyu dengan bantal, bermaksud mengusirnya. "Keluar! Sekarang! Atau aku akan melemparmu turun ke lantai satu!" "Biarkan aku di sini sebentar. Aku perlu mencari sesuatu!" Mingyu menjawab tegas diiringi lipatan-lipatan kecil di keningnya. "Apa yang terjadi di rumahmu? " "Choi Seungcheol, sepupu korea mu itu berada di rumahku! Dan kau tau apa yang dia lakukan?". Pertanyaan Mingyu hanya dijawab dengan gelengan. "Dia mencium Jeonghan hyung! Dan aku harus mencari tahu apa arti perbuatannya pada hyungku!". "Dimana kau akan mencari itu? " "Dimana lagi? Tentu saja di internet. Memang ada teori buku yang menjelaskan hal itu? Bodoh !" Myungho menyeringai saat ide jahil melintas di otaknya. "Memang kenapa kau harus mencari artinya?" "Tentu saja aku harus mencarinya, aku tidak mau hyungku dipermainkan oleh Choi-brengsek-Seungcheol, sepupumu itu!" Myungho mendekat, menarik kerah baju yang Mingyu pakai dan membuatnya berdiri. *chupp "Saat seseorang mencium keningmu, itu berarti dia ingin kau disisinya dan ia akan melindungi mu" *chuupp chuuppp "Jika dia mencium-mu di pipi, itu artinya dia menyayangimu" *CHUUPPP
Myungho mencium bibir Mingyu dan menekannya lama. Hanya menempel, berharap pria tinggi di depannya paham tentang sesuatu yang dia rasakan. "Ciuman di bibir artinya "Aku mencintaimu dan ingin kau menjadi pacarku!!" Myungho menatap Mingyu lama. Berdehem untuk mencairkan suasana yang mulai terasa canggung. Mingyu? Pria Tan itu hanya mematung dan mengerjabkan matanya, masih berusaha meyakinkan diri sendiri apakah ini nyata atu fatamorgana. "Bagaimana? Kau mau tidak? " "Mau apa? " "Menjadi pacarku! Apa lagi? Ku hitung sampai tiga, kau diam berarti mau!" Myungho menghitung cepat saat melihat Mingyu masih diam, tenggelam dalam fikirannya. "1,2,3! Call,,,kita resmi berpacaran!" πŸ‘‡πŸ‘‡ Disambung di bawah,, cuma sedikit 😳

Hari ke-5 tanpa kehadiran Jeonghan, dan Seungchol masih belum terbiasa. Bahkan mungkin, pria tampan itu tidak akan pernah terbiasa tanpa Jeonghan di dekatnya. Karena bagi seungchol, surga sekalipun tidak akan menjadi tempat yang menyenangkan jika tidak ada Jeonghan di dalamnya.
Seungchol sekarat atas rindu yang tak tersampaikan, hanya menunggu beberapa saat lagi sebelum pria tampan itu terkulai mati (tentu saja bukan secara harfiah). Choi Seungchol tak ubahnya seperti mayat hidup. Dan parahnya, seungchol selalu melihat Jeonghan dimana-mana, kadang jeonghan tampak berkeliaran di dalam rumah, dan siang ini seungchol melihat istri cantiknya itu berkeliaran di tempat kerjanya. Yoon Jeonghan benar-benar ingin suaminya menjadi gila!
Seungchol pulang terlambat hari ini, Mingyu dan kekasih cinanya mengajak pria itu datang ke acara perusahaan. Setidaknya itu bisa mengurangi kesepian yang dia rasakan.

Seungchol berdelusi, karena pria itu melihat sepatu jeonghan di pintu depan. Dia juga melihat istri cantiknya itu saat mulai memasuki rumah, menyeringai dan duduk di meja makan yang dilewatinya untuk terus masuk ke dalam kamar. Seungcheol akan mandi dan langsung tidur demi mengabaikan bayang-bayang istrinya.
Seungcheol baru selesai mandi saat lagi-lagi melihat jeonghan duduk di tepi ranjang sambil menyilangkan tangan di dada. Menggeleng. Seungchol harus mengembalikan kewarasannya segera. Namun jeonghan di hadapannya terlalu nyata. Pria tampan itu bahkan bisa mendengar deru nafasnya, menyaksikan bahunya yang naik turun saat pria cantik itu menghirup oksigen masuk ke paru-parunya. Sekali lagi, Jeonghannya terlalu nyata! "Kau tidak merindukanku?" Jeonghan berucap sambil merentangkan tangannya. "Ya,, choi seungchol? Kau benar-benar tidak rindu padaku?. Cepat peluk aku bodoh! Tanganku pegal!" Seungchol berjalan cepat dan menabrak jeonghan, membuat istrinya limbung dan jatuh. Jeonghan ingin mengomeli seungchol namun urung saat merasakan getaran tubuh suaminya, juga jangan lupakan rembesan air hangat yang mulia membasahi lengan baju yang ia kenakan. jeonghan mengusap punggung seungchol dengan lembut, mengelus rambut lembab suaminya sambil berbisik menenangkan.
πŸ‘‡

Seungchol menemukan senter kecil dalam laci nakas di samping ranjang, mencari senter lain yang lebih besar dan terang lalu menyalakan keduanya. Seungchol bukan takut gelap, dia hanya tidak suka dan sering merasa sesak jika terlalu gelap.

Bergerak ke arah lemari untuk mengambil tumpukan album foto, lalu membawanya keatas ranjang dan mulai membukanya lembar demi lembar. Jeonghan menyuruh Seungchol melakukan hal itu saat tidak bisa tidur karena gelap. Jeonghan bilang "sesekali cobalah membuka dan mengingat kenangan Indah!" Seungchol memulai dengan album foto saat dia di universitas, membaliknya satu demi satu hingga tanpa sadar senyum kecil terbit di wajahnya. Ada banyak foto, dari foto awal penerimaan mahasiswa baru sampai hari kelulusan,, Seungchol melihatnya satu persatu lalu beralih ke album selanjutnya. Pria dengan kulit putih itu terhenti di satu foto, itu foto seseorang dari masa lalunya, -Jang Doyoon-. Seseorang yang mengisi hidupnya sebelum semua berubah dan ia bertemu Jeonghan, seseorang yang menambah alasan Seungchol mengapa ia harus menghindar dari gelap.

Seungchol mencintai Doyoon begitupun sebaliknya, seungchol merancang masa depannya dengan doyoon, dan doyoon merancang masa depannya juga. Sayangnya, masa depan yang doyoon rancang berbeda dengan milik seungchol. Sekalipun hidup bersama, tanpa disadari mereka merancang masa depan yang berbeda. Hingga suatu malam, seungchol terbangun saat semua penerangan tiba-tiba padam dan dia tidak menemukan doyoon berbaring di sampingnya. Seungchol sendirian meringkuk dalam gelap sampai pagi datang, dan saat menemukan pesan singkat yang doyoon tinggalkan di atas nakas, seungchol sadar bahwa dia ditinggalkan. Doyoon pergi meninggalkannya untuk satu mimpi yang tidak diketahui seungchol, bahkan pria dengan lesung pipi itu tidak tau mimpi seperti apa yang ingin doyoon kejar.
Pria tampan itu menutup album yang dipegangnya kasar dan mengganti dengan album dirinya dan Jeonghan, menatapnya satu per satu. Seungchol sampai di satu foto jeonghan yang menjadi kesukaannya, itu foto saat malaikatnya menangis. πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ Makin aneh ae ceritanya 😭

Most Popular Instagram Hashtags