[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

#38bukuuntuk2017

27 posts

TOP POSTS

#38BukuUntuk2017)
(Selasai Baca : 8/38)
Api Putih di Kampus Hijau, Gerakan Mahasiswa UII Dekade 1980an - Editor : AE Priyono
Mata Bangsa - Indonesia
303 hal. -
-
"Aku siap menjadi lilin yang membakar diriku untuk menerangi kampusku, bangsaku, dan negaraku. " Slamet Suroyo, 1989.
-
Begitu awal permulaan buku inj disajikan, sudah mengundang aroma jiwa kesatria. Menawarkan cerita yang membuat masa tidak ingin mendahului mata dan tangan untuk melewati halaman tiap halaman. Rasanya saya hampir telat untuk membaca sekilas buku Sejarah ini. Terlebih khusus sebagai kader HMI dan mahasiswa UII. Dealitika yang kian menjadi daya picu untuk mengetahui perjuangan mahasiswa pada fase lampau itu menjadi daya tarik tersendiri. Jiwa mahasiswa dulu yang rasaya tidak akan terulang lagi di zaman era sekarang. -
Slamet Suroyo, Effeny Ary adalah dua dari nama yang cukup sering tertuliskan dalam buku ini. Dua nama itulah yang menjadikan buku inj wajib diketahui oleh mahasiswa UII. -
Awal kisah buku ini menceritakan perjuangan mahasiswa dalam melawan kekuasaan rezim Pak Soeharto. Hingga membuat kebijakan NKK/BKK dengan tujuan memberi batas gerakan kepada Mahasiswa. Jauh dari tahun 1980 an gerakan mahasiswa sudah ada sejak tahun sebelumnya. Pada tahun 1974 terdapat peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari). Gerakan itu mengusung tiga pokok persoalan, yaitu pemberantasa korupsi, perubahan kebijakan ekonomi, dan pembubaran lembaga yang tidak konstitusional. -
Gerakan pertamalah yang menjadi impian Slamet Suroyo dkk pada kasus "Kampus Antara" yang berakhir tragis pada 4 November. Hingga sudah hampir 20 tahunan masih hijau bagaimana kasus ini seharusnya. -
HMI MPO tidak lepas dari kisah bersejarah ini, serta lembaga kampus lainnya. Untuk mempertahankan UII yang bersih dari tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme. -
Terimakasih Slamet Suroyo dkk mahasiswa era 1970-1990 yang telah mengajarkan perjuangan pada kami. Perjuangan kalian tetap akan terjaga dalam sejarah dan tetap menjadi ujung tombak mahasiswa seluruh Indonesia. Terlebih UII dan HMI MPO. -
NB : Mahasiswa UII dan kader HMI MPO sepatutnya membaca buku ini.

#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 6/38)
MEKKAH, Kota suci, Kekuasaan, dan Teladan Ibrahim - Zuhairi Misrawi.
Kompas,Jakarta.
373 hal - -

Mekkah, menjadi kota paling bersejarah di muka bumi. Ratusan, bahkan ribuan tahun telah di lewati masa-masa cerita sedih dan indah di kota pembesar bangsa Quraisy. Masa indah ketika saat dimana Nabi Ibrahim as dan anaknya Nabi Ismail as mendapat mandat oleh Allah untuk membuat ka'bah di kota Mekkah, serta pada saat Nabi Muhammad besera pengikutnya berhasil mengembalikan Mekkah sebagai kota Suci, dengan suara adzan menyelimuti di atas Ka'bah. [ 234 more words ]

https://moe1296.wordpress.com/2017/02/22/mekkah-kota-suci-kekuasaan-dan-teladan-ibrahim-zuhairi-misrawi
-
-
-
-
*Semoga kita bersama dapat menemuinya.

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 21/38)
Muhammad - Tasaro GK.
Bentang Pustaka, Yogyakarta.
758 hal. -
-
Pada perjalanan awal menuju Gua Tsur di pinggir Mekkah sementara para pembunuh bayaran mengikuti mereka, Abu Bakar berjalan dengan cara yang tidak dikenal apa maskdurnya. Kadang ia mendahului sang Nabi, kadang berjalan perlahan di belakangnya, berpindah ke sebelah kiri, lalu berpindah lagi ke sebelah kanan. -
“Apa yang engkau lakukan wahai Abu Bakar?” tanya sang Nabi. “Engkau tidak biasanya melakukan perbuatan seperti itu?”
-
Abu Bakar tersenyum malu, meski pada wajahnya tampak ada kekhawatiran yang terlalu. “Aku teringat bahwa musuh akan mengadang, maka aku berjalan di hadapanmu. Aku pun teringat bahwa kadang musuh sedang mengejarmu, aku berjalan di belakangmu. Terkadang, aku berada di sebelah kananmu, terkadang pula aku berada di sebelah kirimu.” Abu Bakar menatap sang Nbi. “Aku merasa engkau tidak aman.”
hal 675.
-
-
Bagaimana cintamu terhadap Muhammad? Masih pantaskah kita menjadi pengikutnya? -
-
https://moe1296.wordpress.com/2017/10/01/muhammad/
-

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai baca : 3/38)
Demokrasi La Roiba Fih - Emha Ainun Nadjib
Kompas, Jakarta
262 hal.

Yang ada di benak pikiranku, Indonesia sampai hari ini masih dan masih berusaha. Menjadi negara apa saja, ya apa saja. Saat mendengar suatu kata Demokrasi. Yang ada hanyalah, "ah Indonesia, dari dulu korupsinya gede-gedan. Dari dulu tuh, pejabatnya bejat-bejat. kagak pernah mikiran rakyat. yang ada kite malah makin melarat." begitu sahut abang ojek di Jakarta. Kok bisa? Ya, apa yang tidak bisa di negara kita. Lalu kalau korupsinya gede-gedean siap yang disalahkan? Sistemkah atau apalah? "alah mas, ya paling sistem kite aja yang kagak bener. Demokrasi contohnya. Orangmah, pake itu tuh, sistem penegakan korupsi yang di China,pemerintah yang korupsi di hukum mati." - keren juga abang ojek pengetahuannya, mungkin tahu karena HP androidnya semenjak bekerja di ojek online. "ada juga mas, kalau gag salah. Pemerintah kita pernah buat kebijakan tentang hukuman masalah Narkotika, Narkoba juga sih, lah itu tuh ye, hukumannya di tembah mati. kayak bocah bule yang di tembak mati di Nusa kambangan. Nah setahu aye nih mas, tuh pemerinah mau ngelakuin sistem kek gitu, soalnye tuh si pejabat pada kagak make narkoba. Makanya tuh hukuman mati berani di lakuin. Nah, kalau korupsi? mana berani!" Aku mendengarnya hingga tak sadar sandalku jatuh. "Bang, bentar sendal saya jatuh". . . "Watak utama dekomrasi adalah mempersilahkan. Tidak punya konsep menolak, menyingkirkan, atau membuang. Semua makhluk penghuni kehiidupan berhak hidup bersama si Perawan, bahkan berhak memperkosanya; yang melarang memperkosa bukan di Perawan itu sendiri, melainkan "Sahabat"-nya yang bernama Moral dan Hukum ... Demokrasi bukan tak punya daya untuk mengantisipasi korupsi dan penyelewengan, tetapi memang itu bukan itu bagiannya".hal 3 . . . " .... orang dipenjara karena korupsi pasti jera, hanya saja letak jeranya tidak pada "Jangan sampai aku korupsi lagi", melainkan "Nanti aku harus sangat hati-hati kalau korupsi". hal 217

More view my WordPress :https://moe1296.wordpress.com/

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 5/38)
Dahlan, Sebuah Novel - Haidar Musyafa.
JAVANICA, Tangerang.
414 hal. -

Sebenarnya saya sudah berulang kali menonton film "Sang Pencerah" yang secara spesifik menceritakan kisah biografi Muhammad Darwis, atau lebih di kenal K.H Ahmad Dahlan - berganti nama pada saat usia 20 tahunan, di mekkah. Menimba Ilmu oleh Sykeh Ahmad Khatib Al- Minangkabawy bersama Hadratussyekh K.H Hasyim 'Asy'ari dan belajar dengan Ulama-ulama lainnya, sekitar tahun 1890 M. [ 480 more words ]
-

https://moe1296.wordpress.com/2017/02/13/dahlan-sebuah-novel-haidar-musyafa

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 4/38)
Peci Miring, Novel Biografi Gus Dur - Aguk Irawan MN
JAVANICA, Tangerang
404 hal. .
saat dalam kandungan Ny.Hj Solichah hingga bertapak kaki di salah satu tanah timur, tempat dimana banyak karya-karya kitab ulama klasik tercipta, Baghdad. Begitu alur cerita novel ini. Jika kita banyak menemui kisah novel biografi Gus Dur saat masa keemasan politik, NU dan hal yang bersangkutan pada era reformasi hingga menduduki kursi nomor satu. Novel ini menceritakan dimana masa-masa Ad-Dhakil di momong oleh Hadratusy Syaikh K.H Hasyim Asy'ari dan K.H Bisri Syansuri hingga menjadi junalis dengan tulisan-tulisan kritis di PPI Mesir dan KBRI Mesir dan Baghdad.
.
Masa-masa kecil yang sudah sangat brilian untuk ukuran bocah dengan tangisan termehek-meheknya. Abdurrahman Ad-Dhakil Wahid sudah menjalani masa kanak-kanak dengan membaca, membaca, dan membaca. Suatu hal yang sangat unik, aneh tetapi memang nyata. Hingga hal itu menjadi hobi yang rasanya sudah melekat dalam roh bocah "Jail" itu. .
Kehidupan yang penuh dengan liku-liku, dari pesantren Jombang ke Jakarta, lalu ke Krapyak Yogyakarta, lalu Tegal rejo, Mesir, Baghdad hingga Belanda (serta tanag eropa lainnya). Satu hal yang dapat membuat Gus Dur begitu cepat berkembang dari hal biasanya. Kegemaran dan Hausnya akan hal ilmu pengetahuan. Bayangkan saja bila sudah membaca satu buku, langsung mencari buku lainnya. Terutama Filsafat, bahkan tidak sedikit tenang marxisme, tulisan dengan bahasa German, Belanda serta Inggris, Komunis. Hal ini memang tidak jauh dari kebiasaan sang ayahanda K.H Abdul Wahid Hasyim dalam kegemarannya membaca. . " ... Setiap Ad-Dhakill meliha almari yang dipenuhi buku dan kitab, terbayanglah betapa sang ayah adalah orang yang sangat mencintai ilmu. Di kedalaman jiwanya, ia berjanji untuk menjadi seperi ayahnya. Dengan mencintai buku dan kitab, batinnya mendesah, aku bisa menautkan hatiku kepada ayah". hal 108
.
Read more : moe1296.wordpress.com

(#38BukuUntuk2017)
(Selasai Baca : 7/38)
MADINAH, Kota Suci, Piagam Madinah, dan Teladan Muhammad SAW – Zuhairi Misrawi
Kompas, Jakarta
448 hal.
-
- “MADINAH adalah kota suci yang menyimpan keistimewaan makna dan nilai. Madinah adalah kota tempat turunnya wahyu Al-Qur’an dan hadist-hadistnya. Dari kota inilah seluruh sumber primer Islam disebarkan ke seluruh dunia. Di kota ini pula, Al-Qur’an untuk pertama kalinya dikodifisikan ke dalam mushaf yang dibaca oleh seluruh umat Islam, yang kemudian dikenal dengan Mushaf Utsman.” hal 15
-
-
Read more : https://moe1296.wordpress.com/2017/03/14/madinah-kota-suci-piagam-madinah-dan-teladan-muhammad-saw/

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 2/38)
Humanisme Y.B Mangunwijaya - Forum Mangunwijaya IX
Kompas, Jakarta.
144 hal.

Seorang Pastor, Arsitektur, Sastrawan dan lainnya yang berkaitan dengan sosial serta hak-hak kemanusiaan, Yusuf Bilyarta (Y.B.) Mangunwijaya yang lebih akran dipanggil dengan sebutan Romo Mangun lahir di Ambarawa, 6 Mei 1929. Masa sekolahnya di Holland Inlander School (HIS) konon, tempat itu menjadi yang terindah pada masa kecilnya. Karena pelajarannya, tetapi yang membuat Romo Mangun suka yaitu pelajaran Voorlasen, guru membacakan cerita sesudah itu murid-murid diminta mengungkapkan kembali. Mungkin ini asal muasal Romo mulai menyukai cerita dan beranjak pada sastra.

Buku ini bukanlah menceritakan secara eksplisit mengenai latar kehidupan Romo Mangun, melainkan hanya sebatas buah-buah pemikiran yang rasanya masih relevan di masa ini. Yaitu, tentang pemikiran "Humanisme" terlebih pada membela masyarakat yang kecil dan terpinggirkan karena ketidak adilan. " ... Romo Mangun merintis kerja sama masyarakat bawah, pemberdayaan orang-orang miskin, tanpa pandang perbedaan agama." hal 11

Menurut Mangunwijaya, konsep manusia yang ingin dikembangkannya adalah manusia yang humanis. Namun, pemebentukan manusia yang humanis itu terbentur oleh budaya "Feodalisme" yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Indonesia, Untuk itu, ia menwarkan sebuah konsep manusia humanis yang terbebas dari belanggu-belanggu feodalisme, Romo Mangun menyebutnya dengan manusia Pasca-Indonesia atau Pasca-Nasional dan Pasca-Eintsen. "... Melalui teori relativitas itu, Romo Mangun melontarkan konsep Pasca-Einsten, yang mengajak segenap generasi muda untuk bersikap menurut dinamika relativitas, dengan tidak main mutlak-mutlakan, karena segala sesuatu nersifat relatif. Generasi muda harus melakukan horizonnya dengan berpikir kreatif, eksploratif, inklusif, dan pluralistik." hal 35

Walau mengkhususkan pada pemikirannya tenang "Humanisme" atau memanusiakan dengan manusia. Penyampainnya tidak secara menau hanya melewati novel, cerpen, esai, dan sastranya.

(#38BukuUntuk2017).
(Selesai Baca : 13 /38).
Candra Malik - Mawar Hitam, Bentang Pustaka Yogyakarta .
222 hal. -
-
Ini baru pertama kalinya aku membaca Sekumpul cerita pendek. Dan kedua kalinya membaca karya Gus Can @CandraMalik. Pada awal awal cerpen ini, sempat membuat bibir ini tersenyum sendiri, karena di bawa dengan cerita yang begitu penuh dengan romantisme. Bukan sekedar cinta belaka era kekinian. -
"Begitu kau simpan potret itu ke lipatan surat cinta kalian, ku lipat pula suratan cintaku kepadamu dan kusimpan dalam lembaran hatiku. Lalu, kuberi segaris senyum agar kau tak menagih komentarku tantang lelakimu, lelaki yang melukai hatiku. " hal 6
-
Cinta dalam persentase kehidupan kita sering kali hanya sekedar dengan sesama manusia, tidak jarang kita lupa akan rasa mencintai padaNya. Kira kira begitu isi cerpen tentang kasih kita kepada Allah. Rasanya tidak patut kita memgeluh bahkan mencarinya, Allah tidak perlu di cari, Dia bahkan berada paling dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadi. -
-
"Terdakwa juga berkeyakinan bahaa Tuhan meliputi segala sesuatu, pun demikian halnya terhadap setiap manusia. Tidak ada yang bisa keluar dari lingkaran Tuhan yang mahaAgung. Menyatu tapi tidak menjadi satu, menyatu tapi tidak menjadi satu. "Tiap diri adalah kaki tangan Tuhan. Saya siap dipidana mati demi membela keyakinan itu," tegas Terdakwa. " hal 150
-
-
Cerita ini ditutup pada kisah seorang pasang kekasih yang bertengkar, salah satu dari mereka rela berpisah. Entah lama atau tidak, namun ada pesan singkat yang membuat salah satu dari mereka tal rela terpisah olehnya. -
-
"Semoga, ini pertengkaran kita yang terakhir. Semoga membawa kita pada Penyesalan. Bukan pada perpisahan.... Berhenti mencintai toh tidak harus mulai membenci. Lagi pula, aku masih mencintaimu." hal 213.
-

MOST RECENT

#Repost @haidarmusyafa (@get_repost)
・・・
#Repost @najibmurobbi with @repostapp
・・・
(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 23/38)
Hamka – Haidar Musyafa.
Imania, Depok.
464 hal.
-
Apa yang kamu tau jika mendengar nama Buya Hamka? Jika kamu warga Muhammadiyah, maka akan langsung tersentak, "Buya Hamka adalah pimpinan Muhammadiyah yang menjadi Ketua MUI pertama di Indonesia. Jika kamu seniman, maka akan tersentak, "Buya Hamka adalah sastrawan ternama dengan romantikanya. Jika kamu warga NU, maka akan tersentak, "Buya Hamka pernah sholat pake Qunut saat sholat subuh bersama K.H Idham Chalil saat menjadi Imam. Dan jika kamu orang ayaran, maka akan tersentak, "Buya Hamka itu orang besar dari Sumatera" (paling tidak ini jawabannya). Dan masih banyak lagi tentang Buya Hamka. -
Jika dilihat pada novel biografi Buya Hamka punya mas Haidar Musyafa. Lebih condong pada masa kecil hingga masa muda. Buya Hamka bisa dibilang termasuk anak yang nyeleneh jika dikandake. Tapi, hebatnya ia selalu belajar dengan giat dan tekun. Bayangkan saja pada sekitar umur 16 +- Buya Hamka sudah berguru dengan orang orang besar. Seperti HOS. Tjokroaminoto, Raden Mas Soerjopranato, Ki Bagoes Hadikoesoemo dan para Pembesar Muhammadiyah di Yogyakarta, (Buya nekat ke Yogyakarta pada umur remaja, dan tak lama bergabung pada Serikat Islam, dan Pengurus Muhammadiyah).
-
Ada beberapa nasihat yang menjadi semangat Buya Hamka saat belajar pada HOS Tjokroaminoto. "Nak, kemauan. Hanya dengan kemauan, semangat seorang tumbuh. Cita-citanya melejit. Harapan-harapannya melangit tinggi. Hanya dengan kemauan, seseorang akan melakukan semua daya dan upaya untuk mewujudkan keinginan dan harapannya." hal 231.
-
Masa muda yang Buya Hamka lakukan terbilang pesat dengan tantangan yang terus berlipat. Namun semangat juang, terus terikat pada dirinya. Semoga kita semua bisa menjadi pemuda yang bermutu dan bermanfaat seperti Haji Abdul Malik Karim Amrullah. -
#muhammadiyah #islamnusantara #islamberkemajuan #buyahamka

#Repost @najibmurobbi with @repostapp
・・・
(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 23/38)
Hamka – Haidar Musyafa.
Imania, Depok.
464 hal.
-
Apa yang kamu tau jika mendengar nama Buya Hamka? Jika kamu warga Muhammadiyah, maka akan langsung tersentak, "Buya Hamka adalah pimpinan Muhammadiyah yang menjadi Ketua MUI pertama di Indonesia. Jika kamu seniman, maka akan tersentak, "Buya Hamka adalah sastrawan ternama dengan romantikanya. Jika kamu warga NU, maka akan tersentak, "Buya Hamka pernah sholat pake Qunut saat sholat subuh bersama K.H Idham Chalil saat menjadi Imam. Dan jika kamu orang ayaran, maka akan tersentak, "Buya Hamka itu orang besar dari Sumatera" (paling tidak ini jawabannya). Dan masih banyak lagi tentang Buya Hamka. -
Jika dilihat pada novel biografi Buya Hamka punya mas Haidar Musyafa. Lebih condong pada masa kecil hingga masa muda. Buya Hamka bisa dibilang termasuk anak yang nyeleneh jika dikandake. Tapi, hebatnya ia selalu belajar dengan giat dan tekun. Bayangkan saja pada sekitar umur 16 +- Buya Hamka sudah berguru dengan orang orang besar. Seperti HOS. Tjokroaminoto, Raden Mas Soerjopranato, Ki Bagoes Hadikoesoemo dan para Pembesar Muhammadiyah di Yogyakarta, (Buya nekat ke Yogyakarta pada umur remaja, dan tak lama bergabung pada Serikat Islam, dan Pengurus Muhammadiyah).
-
Ada beberapa nasihat yang menjadi semangat Buya Hamka saat belajar pada HOS Tjokroaminoto. "Nak, kemauan. Hanya dengan kemauan, semangat seorang tumbuh. Cita-citanya melejit. Harapan-harapannya melangit tinggi. Hanya dengan kemauan, seseorang akan melakukan semua daya dan upaya untuk mewujudkan keinginan dan harapannya." hal 231.
-
Masa muda yang Buya Hamka lakukan terbilang pesat dengan tantangan yang terus berlipat. Namun semangat juang, terus terikat pada dirinya. Semoga kita semua bisa menjadi pemuda yang bermutu dan bermanfaat seperti Haji Abdul Malik Karim Amrullah. -
#muhammadiyah #islamnusantara #islamberkemajuan #buyahamka

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 23/38)
Hamka – Haidar Musyafa.
Imania, Depok.
464 hal.
-
Apa yang kamu tau jika mendengar nama Buya Hamka? Jika kamu warga Muhammadiyah, maka akan langsung tersentak, "Buya Hamka adalah pimpinan Muhammadiyah yang menjadi Ketua MUI pertama di Indonesia. Jika kamu seniman, maka akan tersentak, "Buya Hamka adalah sastrawan ternama dengan romantikanya. Jika kamu warga NU, maka akan tersentak, "Buya Hamka pernah sholat pake Qunut saat sholat subuh bersama K.H Idham Chalil saat menjadi Imam. Dan jika kamu orang ayaran, maka akan tersentak, "Buya Hamka itu orang besar dari Sumatera" (paling tidak ini jawabannya). Dan masih banyak lagi tentang Buya Hamka. -
Jika dilihat pada novel biografi Buya Hamka punya mas Haidar Musyafa. Lebih condong pada masa kecil hingga masa muda. Buya Hamka bisa dibilang termasuk anak yang nyeleneh jika dikandake. Tapi, hebatnya ia selalu belajar dengan giat dan tekun. Bayangkan saja pada sekitar umur 16 +- Buya Hamka sudah berguru dengan orang orang besar. Seperti HOS. Tjokroaminoto, Raden Mas Soerjopranato, Ki Bagoes Hadikoesoemo dan para Pembesar Muhammadiyah di Yogyakarta, (Buya nekat ke Yogyakarta pada umur remaja, dan tak lama bergabung pada Serikat Islam, dan Pengurus Muhammadiyah).
-
Ada beberapa nasihat yang menjadi semangat Buya Hamka saat belajar pada HOS Tjokroaminoto. "Nak, kemauan. Hanya dengan kemauan, semangat seorang tumbuh. Cita-citanya melejit. Harapan-harapannya melangit tinggi. Hanya dengan kemauan, seseorang akan melakukan semua daya dan upaya untuk mewujudkan keinginan dan harapannya." hal 231.
-
Masa muda yang Buya Hamka lakukan terbilang pesat dengan tantangan yang terus berlipat. Namun semangat juang, terus terikat pada dirinya. Semoga kita semua bisa menjadi pemuda yang bermutu dan bermanfaat seperti Haji Abdul Malik Karim Amrullah. -
#muhammadiyah #islamnusantara #islamberkemajuan #buyahamka

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 22/38)
Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya – Rusdi Mathari
Mojok, Yogyakarta.
226 hal.

Batu pun Enggan Jadi Manusia —————————————————————————————————————————————–
-
Cak Dhalom pergi, lalu diikuti oleh Mas Piti. Mereka bertemu di sana. Dekat bongkahan batu besar dengan hitam pekatnya. Cak Dhalom berbicara dengan si batu itu. Semua hanya mendengarkan dan tidak segan Warkono dan Busairi bertanya padanya.
-
“Batu itu menjawab, enak jadi manusia. Bisa jalan-jalan. Sementara dia hanya terus terpentak, menjaga sungai.”
-
“Sampean lalu jawab apa, Cak? Warkono rekan Busairi di masjid mendengar Busairi bertanya, ikut-ikutan bertanya. -
“Ya aku jawab, ‘Ya jadilah kamu manusia batu, ‘ tapi ia yak mau. Kata batu, ‘Maafkan aku manusia, aku tak mampu jadi manusia. Aku tak sanggup. Aku memang batu, tapi aku tidak kalah keras dibanding hatimu.”
……………………………………………………………
“Kenapa hati manusia bisa jadi keras, Cak?
-
“Karena sering berdusta dan tidak amanah. Pendendam dan jarang meminta maaf. Dengki dan kikir.” hal 204
-
Batu tak sanggup jadi manusia karena merasa kalah keras dibandinh hati manusia.

Puasa Mulut, Puasa Bicara —————————————————————————————————————————————– .
Suatu ketika ia dicari oleh banyak orang. Rindu akan teriakannya, nasihat dengan cara jengkelnya. Saat menghilang kampung terasa hampa. Namun saat ia ada, ia dihina dan dijahui. lalu ia ditemukan, ia berkata padanya sendiri dan kita semua. . -
“Mulutku mengajarkan orang tentang kebajikan dan ketidakbajikan, tapi sebetulnya aku hanya mengharap orang-orang memujiku sebagai orang yang bijaksana. Sebagai orang alim. Mulutku menasihati orang, tapi perbuatan dan tingkah lakuku jauh dari yang aku nasihatkan. Mulutku memberitahukan dan megajarkan sesuatu hanya agar aku dianggap berilmu luas …”
- “Sungguh aku takut dengan mulutku. Aku capek. Aku hanya ingin mengistirahatkan mulutku selama beberapa hari sampai lebaran. Untuk memenuhi hak mulutku yang lain: diam. Hak mulut untuk berbicara dan tidak banyak bicara. Hak mulut untuk bisu.” hal 190.
-
#ayomembaca #pesantrenstory #bukuindonesia #budaya #membaca #mojok #madura

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 21/38)
Muhammad - Tasaro GK.
Bentang Pustaka, Yogyakarta.
758 hal. -
-
Pada perjalanan awal menuju Gua Tsur di pinggir Mekkah sementara para pembunuh bayaran mengikuti mereka, Abu Bakar berjalan dengan cara yang tidak dikenal apa maskdurnya. Kadang ia mendahului sang Nabi, kadang berjalan perlahan di belakangnya, berpindah ke sebelah kiri, lalu berpindah lagi ke sebelah kanan. -
“Apa yang engkau lakukan wahai Abu Bakar?” tanya sang Nabi. “Engkau tidak biasanya melakukan perbuatan seperti itu?”
-
Abu Bakar tersenyum malu, meski pada wajahnya tampak ada kekhawatiran yang terlalu. “Aku teringat bahwa musuh akan mengadang, maka aku berjalan di hadapanmu. Aku pun teringat bahwa kadang musuh sedang mengejarmu, aku berjalan di belakangmu. Terkadang, aku berada di sebelah kananmu, terkadang pula aku berada di sebelah kirimu.” Abu Bakar menatap sang Nbi. “Aku merasa engkau tidak aman.”
hal 675.
-
-
Bagaimana cintamu terhadap Muhammad? Masih pantaskah kita menjadi pengikutnya? -
-
https://moe1296.wordpress.com/2017/10/01/muhammad/
-

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 20/38)
Spiritual Journey, Emha Ainun Nadjib– Prayogi R. Saputra
Kompas, Jakarta
213 hal. -
-
Kalimat yang membuta aku dan kita semua merasa malu saat sekilas membuka lembaran tiap lembaran dalam buku ini.
-
"Dan rasa-rasanya doa yang lebih mudah dikabulkan itu bukan doa yang meminta atau menjilat, tapi orang yang berkomitmen untuk secara konsisten menyapanya" -
-
-
Ini buke ketiga tentang Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang aku baca. Dalam buku ini pada tiap bab mempunyai kesinambungan antara bab lainnya. Jadi lebih baik dibaca per bab. Buku ini memang bukan di tulis oleh Cak Nun tapi seluruh isinya berisi tentang Cak Nun, Kiai Kanjeng dan jama’ah Maiyah. Dalam buku ini kita bisa mengenal, paling tidak bagi yang belum tahu. -
-
"Bukan indentitas yang akan memawamu ke surga," kata Emha Ainun Nadjib melanjutkan Cak Fuad. "Namun prilakumu. Biar identitasmu Islam, tapi jika prilakumu tidak memenuhi syarat administrasi untuk masuk surga, tetap tidak bisa. Organisasi A, B, C atau Z sekali pun tidak ada urusan dengan administrasi surga. Saya yakin Rasulullah juga kelak tidak akan tahu apa itu organisasi A, B, C di dunia ini. Maka, tempatkan organisasi itu sebagai aktivitasmu, alat perjuanganmu. Bukan sebagai agamamu." hal 94
-
"Untuk mengendalikan syahwat - menyetir Emha - Allah memberikan perangkat software kepada manusia berupa hati atau kalbu. Kalbu disiapkan oleh Allah dengan tugas mengeram syahwat manusia. Tapi, sebenarnya kalbu juga merasa kesulitan untuk melakukan tugasnya karena dua hal. Pertama kalbu akan tahu kadar dosis atau dosis batas mana yang boleh dilampiaskan dan batas mana yang tidak boleh." hal 194
-
-
Sejatinya syahwat bukan sekedar kita menahan permasalah seks dalam diri kita. Bukankah syahwat sendiri itu bisa dikata sesuatu yang menjerumuskan permusnahan, pelampiasa. Sedikit dari kita yang merasa sering mensyahwatkan diri kita sendiri. Apa guna "Kalbu" sebagai perangkat untuk mengendalikan syahwat. Jika perangkatnya sudah rusak, maka jangan harap isinya akan berada pada jalan yang lurus.
-
-
#CakNun #Maiyah #mocopotsyafaat #padangmbulan #islamberkemajuan #islamindonesia

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca buku: 19/38).
O-Eka Kurniawan.
Gramedia, Jakarta.
470 hal. -
-
- “Dunia monyet dan dunia manusia sudah pasti berbeda. Jauh berbeda. Bahkan burung dengan otak sebesar kacang sepertiku mengerti hal itu. Menyebrang dari dunia monyet ke dunia manusia merupakan sesuatu yang besar. Masuk kesana, dan kau tak mungkin kembali. Tak ada manusia yang kembali menjadi monyet. Yang ada, mereka tetap berpikir seperti monyet.” hal 101. - -
-
Ini pertama, kalinya aku membaca novel mas Eka Kurniawan. Tidak salah memang jika mas Eka ini disebut-sebut sebagai novelis yang sudah mendunia, bahkan bisa jadi mengakhirat. Sebelumnya aku pernah membaca kumpulan cerpennya yang di bukukan, dan bisa di lihat isinya di resensi sebelumnya. Novel ini berkisah tentang seekor monyet yang sedang jatuh cinta, penuh angan-angan. Walaupun angan tersebut “It will never come true” bahkan dengan daya lanar para binatang pun tidak akan pernah ada. Ya, ia bernama Entang Kokasih. Seorang raja dangdut yang selalu menjadi sandaran angan-angan si monyet bernama O. Bagaimana tidak? O sangat mencintai entang kokasih, disaat semua monyet tidak mempercayainya bahkan menghinanya karena angan yang terlampau tinggi. Ia ingin menjadi seorang manusia. Sebab ia pernah mendengar kisah dari baberapa sesepuh monyet bahwa ada yang pernah berubah. Dan itu hanya “Katanya.”
-
-
(read more) klik bio aja sih, https://moe1296.wordpress.com/2017/08/11/o/
-
#ayomembaca #ekakurniawan #novel #o #gramdia #bukuindonesia #novelis #literasi #budayamembaca #budaya #readnow #losangeles #bookstore #monyet #sirkusmonyet #topengmonyet #entangkokasih

(#38BukuUntuk2017).
(Selesai Baca : 18/38).
Eka Kurniawan, Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi - Benteng Pustaka, Yogyakarta.
164 hal. -
-
Sekumpulan cerita pendek, disajikan dengan abstrak. Enaknya kita bisa milih milih sesuka hati kita. Kumpulan cerpen punya mas Eka ini terbilang sederhana, diambil dari kisah kisah sederhana. Tapi, ada juga dengan kisah modernis. Latar belakangnya seperti di Los Angeles, California, dan lainnya. -
-
Sekumpulan cerita pendek ini termaktub dalam buku menjadi 15. Dan aku hanya cocok serta nyaman 4 cerpennya (mungkin jodoh kaliya).
-
-
Satu, Perempuan patah hati yang kembali menemukan cinta melalui mimpi. Dalam kisahnya, seorang perempuan rela merencanakan suatu perjalanan untuk bangkit kembali dari terpuruknya kisah cinta yang terbilang rumit. Dia lakukan perjalanan menuju sebuah pulau terletak di pangandaran untuk mewujudkan mimpinya.
"... Kalian orang orang tolol yang percaya pada mimpi. Ia (Rana) pergi ke Jakarta seminggu yang lalu. " hal 34.
-
-
Dua, Cerita Batu. Batu memang terkesan tak berdaya. Lebih lebih jika hanya kerikil yang banyak di lintasi di jalan-jalan. Tetapi dia bisa menjadi benda yang bermanfaat dan bermadharat. Si Batu ini ternyata dalam posisi terdzolimi, ia menjadi sebuah alat untuk membunuh seorang wanita dan hendak membalaskan dendamnya pada pria yang rela membunuh wanita ini. "... Jika manusia tak bisa menegakan keadilan, "katanya, sedikit menggeram," akulah yang akan melakukannya. "hal 80. Ia walaupun, dia hanya sebuah Batu. Tapi, tak apalah. -
-
Tiga, Kapten Bebek Hijau. Apa ada bebek berwarna hijau? ADA. Al kisah, segerombolan bebek sedang asyik bertamasya bersama induknya. Hingga satu ekor bebek dengan sengaja makan buah yang berubah warnanya menjadi hijau. Malu dan tidak percaya diri, walau saudaranya sudah memberikan semangat padanya dengan memberi julukan "Kapten". -
-
Empat, Pengantar Tidur Panjang. Tidur, jangan sampai aku tertidur hingga tak bisa bangun lagi. Karena amalpun tak punya. Tapi mau bagaimana jika sudah waktunya?
-
-
#ayomembaca #pesantrenstory #bookstore #budaya #membaca #membacabuku #bacanovel #literasi #readbook

#Repost from @ngajicaknun with @regram.app ... #oleh @najibmurobbi
・・・
(#38BukuUntuk2017).
(Selesai Baca : 17/38).
Emha Ainun Nadjib, Jejak Tinju Pak Kiai - Kompas, Jakarta.
218 hal. -
-
Buku kedua yang saya baca, Karya Emha Ainun Nadjib. Berisi tentang berbagai macam tulisan berupa kritik sosial, politik, ekonomi, agama. Semuanya di rangkap dengan secara acak dan setiap esai selesai dalam beberapa halaman. Jadi bisa dibaca terserah mulai dari mana. Kumpulan tulisan Cak Nun terkenal sangat membela hati nurani rakyat (Bukan partai H*nura). Keadilan yang tidak semestinya dan lain sebagainya. Cak Nun juga memaparkan tulisan ini seperti menasihati kita secara langsung dengam tatapan mata dan hati bahwa kita sejatinya adalah "Manusia". -
-
"... Kata Wong Cilik: hidup ibarat roda, kadang di atas, kadang di bawah. Itu bukan sekedar suratan nasib dimana manusia hanya menjadi objek. Sering kali justru terjadi manusia menginisiatifi penindasan, penzaliman, atau pemiskiman. Orang yang secara obyektif menurut pandangan nasib bisa berada di atas, malah terpuruk di bawah karena kekuasaan lain dari politik dan birokrasi atau berbagai jenis kekuasaan lain dari manusia atas manusia". hal 58 -
-
".... Akses manusia biasa seperti kita, termasuk seluruh pelaku sejarah peradaban umat manusia, hanya satu: believe it or not, take it atau leave it. Maka nabi dengan nubuwah, rasul dengan risalah, bahkan mungkin waliyullah dengam walayah, tidak punya tempat untuk hidup di alam sistem peradaban modern, tidak punya alamat di skala berpikir modernisme, tidak terdapat di sebelah mana pun dari peta ilmu dan wacana modernitas". hal 208
-
-
#ayomembaca #pesantrenstory #bookstore #budaya #membaca #membacabuku #bacanovel #literasi #readbook #emhaainunnadjib #budayamembaca #islamnusantara #nahdatululama #CakNun #Maiyah #mocopotsyafaat #padangmbulan #santringopi #ngopi #islamberkemajuan #islamindonesia

#oleh @najibmurobbi
・・・
(#38BukuUntuk2017).
(Selesai Baca : 17/38).
Emha Ainun Nadjib, Jejak Tinju Pak Kiai - Kompas, Jakarta.
218 hal. -
-
Buku kedua yang saya baca, Karya Emha Ainun Nadjib. Berisi tentang berbagai macam tulisan berupa kritik sosial, politik, ekonomi, agama. Semuanya di rangkap dengan secara acak dan setiap esai selesai dalam beberapa halaman. Jadi bisa dibaca terserah mulai dari mana. Kumpulan tulisan Cak Nun terkenal sangat membela hati nurani rakyat (Bukan partai H*nura). Keadilan yang tidak semestinya dan lain sebagainya. Cak Nun juga memaparkan tulisan ini seperti menasihati kita secara langsung dengam tatapan mata dan hati bahwa kita sejatinya adalah "Manusia". -
-
"... Kata Wong Cilik: hidup ibarat roda, kadang di atas, kadang di bawah. Itu bukan sekedar suratan nasib dimana manusia hanya menjadi objek. Sering kali justru terjadi manusia menginisiatifi penindasan, penzaliman, atau pemiskiman. Orang yang secara obyektif menurut pandangan nasib bisa berada di atas, malah terpuruk di bawah karena kekuasaan lain dari politik dan birokrasi atau berbagai jenis kekuasaan lain dari manusia atas manusia". hal 58 -
-
".... Akses manusia biasa seperti kita, termasuk seluruh pelaku sejarah peradaban umat manusia, hanya satu: believe it or not, take it atau leave it. Maka nabi dengan nubuwah, rasul dengan risalah, bahkan mungkin waliyullah dengam walayah, tidak punya tempat untuk hidup di alam sistem peradaban modern, tidak punya alamat di skala berpikir modernisme, tidak terdapat di sebelah mana pun dari peta ilmu dan wacana modernitas". hal 208
-
-
#ayomembaca #pesantrenstory #bookstore #budaya #membaca #membacabuku #bacanovel #literasi #readbook #emhaainunnadjib #budayamembaca #islamnusantara #nahdatululama #CakNun #Maiyah #mocopotsyafaat #padangmbulan #santringopi #ngopi #islamberkemajuan #islamindonesia

(#38BukuUntuk2017).
(Selesai Baca : 17/38).
Emha Ainun Nadjib, Jejak Tinju Pak Kiai - Kompas, Jakarta.
218 hal. -
-
Buku kedua yang saya baca, Karya Emha Ainun Nadjib. Berisi tentang berbagai macam tulisan berupa kritik sosial, politik, ekonomi, agama. Semuanya di rangkap dengan secara acak dan setiap esai selesai dalam beberapa halaman. Jadi bisa dibaca terserah mulai dari mana. Kumpulan tulisan Cak Nun terkenal sangat membela hati nurani rakyat (Bukan partai H*nura). Keadilan yang tidak semestinya dan lain sebagainya. Cak Nun juga memaparkan tulisan ini seperti menasihati kita secara langsung dengam tatapan mata dan hati bahwa kita sejatinya adalah "Manusia". -
-
"... Kata Wong Cilik: hidup ibarat roda, kadang di atas, kadang di bawah. Itu bukan sekedar suratan nasib dimana manusia hanya menjadi objek. Sering kali justru terjadi manusia menginisiatifi penindasan, penzaliman, atau pemiskiman. Orang yang secara obyektif menurut pandangan nasib bisa berada di atas, malah terpuruk di bawah karena kekuasaan lain dari politik dan birokrasi atau berbagai jenis kekuasaan lain dari manusia atas manusia". hal 58 -
-
".... Akses manusia biasa seperti kita, termasuk seluruh pelaku sejarah peradaban umat manusia, hanya satu: believe it or not, take it atau leave it. Maka nabi dengan nubuwah, rasul dengan risalah, bahkan mungkin waliyullah dengam walayah, tidak punya tempat untuk hidup di alam sistem peradaban modern, tidak punya alamat di skala berpikir modernisme, tidak terdapat di sebelah mana pun dari peta ilmu dan wacana modernitas". hal 208
-
-
#ayomembaca #pesantrenstory #bookstore #budaya #membaca #membacabuku #bacanovel #literasi #readbook #emhaainunnadjib #budayamembaca #islamnusantara #nahdatululama #CakNun #Maiyah #mocopotsyafaat #padangmbulan #santringopi #ngopi #islamberkemajuan #islamindonesia

(#38BukuUntuk2017).
(Selesai Baca : 16 /38).
Gus Mus (K.H Ahmad Musthofa Bisri) - Saleh Ritual Saleh Sosial, Diva Press, Yogyakarta.
204 hal. -
-
Pada saat membaca buku ini, rasanya sangat malu pada diri sendiri. Pada saat kita sudah merasa melakukan suatu hal kebaikan. Tetapi sering kali kita keliru dan salah apa benar itu sudah berbuat kebajikan? Jangan-jangan hanya sekedar melaksanakan perintahNya. -
-
Allah saja memerintahkan manusia untuk melakukan "amar ma'ruf nahi munkar". Sungguh ini sangat berat sekali. Sering kali pada saat keramaian orang kita lantangkan kalimat tauhid dengan lantang. Tetapi pada saat waktu sunyi penuh dengan kesendirian, kita tak kalah sikap kita seperti binatang. -
-
"Sungguh merupakan "skandal" apabila mereka yang sudah terlanjur dicitrakan atau mencitrakan diri sebagai pemimpin atau tokoh islam panutan kemudian sengaja - apalagi kalau senantiasa - tampil berlebihan bahkan bertolak belakang dengan ajaran islam itu sendiri. " hal 110
-
-
Lantas pantaskah kita mengaku sebagai "Khilafah" Allah? Mengaku saja malu rasanya, jika kita masih tidak tahu siapa kita dan dari mana kita.
-
-
#ayomembaca #pesantrenstory #bookstore #budaya #membaca #membacabuku #bacanovel #literasi #readbook #islamnusantara #nahdatululama #GusMus #islamberkemajuan #islamindonesia

(#38BukuUntuk2017).
(Selesai Baca : 15 /38).
Habiburrahman El-Shirazy - Pudarnya Pesona Cleopatra, Republika, Jakarta.
110 hal. -
-
Buku ini sebenarnya sampai pada halaman terakhir pada saat suara takbir bergerumun indah menandakan kemenangan bagi setiap insan. -
-
Buku Kang Abik, selalu saja menampilkan sisi romantisme dan alur cerita yang menarik. Sehingga walaupun sudah tertebak seperti apa tokohnya, namun ending cerita bagus bagus. -
-
Sama seperti buku ini. Terdapat dua cerita berbeda dalam satu buku. Pertama tentang seorang lelaki yang menikah dengan seorang wanita yang tidak dia cintainya. Raihana, seorang wanita yang Hafal Al-Qur'an dan akhlak terpuji dengan didikan pesantrennya. Ia menikah dengan seorang lelaki alumni Al-Azhar, Cairo. Namun lelaki itu, telah mencintai seorang ratu dari kerajaan Mesir kuno. Cleopatra. Ah... Raihana, kau lebih terpuji dari Cleopatra.-
-
Kedua, tentang seorang wanita calon dokter. Ia sepatutnya bahagia kelak akan diwisuda dan menjadi dokter sungguhan. Namun kehidupan selalu saja memberikan rahasia-rahasinya. Ia hendak dinikahkan dengan seorang laki-laki dari keluarga terpandang. Namun, apa dikata, pangkat dan jabatan tidak selamanya menggambarkan prilaku. Akhirnya ia meminta tolong kak Faiq (seorang kakak angkat) untuk mencoba membantu untuk menggagalkan lamaran itu. Ya, usut demi usut, kak Faiq mempunyai rencana yang sangat tidak diduga oleh Niyala. Dan akhirnya mereke menikah. -
-
"kami saling mencintai namun kami tidak pernah melakukan hal-hal yang menodai kesucian diri, hati dan jiwa. Kami telah menitipkan rasa cinta kami kepada Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dan biarlah malam ini menjadi malam yang menentukan apakah cinta suci akan berlanjut ataukah akan terputus di tengah jalan. " hal 91
-
-
Cinta mereka ternyata diam-diam. Hanya Allah Yang Maha mengetahui, dan merela hanya meminta kepada Sang Maha Pemberi. Hingga akhir ikatan cinta suci terjalin dengan indah. -
-
#ayomembaca #pesantrenstory #bookstore #budaya #membaca #membacabuku #bacanovel #literasi #readbook #habiburrahmanelshirazy

(#38BukuUntuk2017).
(Selesai Baca : 14 /38).
M.N.Ibad - Leadership Secrets of Gus Dur - Gus Miek, Pustaka Pesantren Yogyakarta .
217 hal. -
-
-
"Memanusiakan Manusia" begitu slogan yang selalu di biarkan oleh para pecinta Gus Dur dan Gus Miek. -
-
Keduanya mempunyai tujuan yang sama dalam Memanusiakan manusia, namun caranya yang berbeda. -
-
Jika melihat Gus Dur, kerap sangat akrab dengan para santri, kiyai, pejabat pemerintah dan kaum lainnya yang tersingkir kan.
-
-
Jika melihat Gus Miek, kerap sangat akrab dengan para pelaku maksiat, penjudi, pemabuk, bahkan pelacur. Dan tidak jarang Gus Miek, sering kali ikut bermain. -
-
Gus Dur dan Gus Miek, memang mempunyai suatu hal yang unik, bahkan tidak sedikit yang tidak mampu dicerna oleh akal. Namun keduanya memiliki "Karomah" bahkan "Kasyaf" dala tingkatannya. -
-
Sayang bangsa Indonesia ini harus kehilangan permata ini. Gus Dur dengan sakit dan lemahnya fisik. Dan Gus Miek dengan umurnya yang singkat. Mereka semua adalah Wali Wali Allah, dan hanya seorang hamba hamba yang lemah disisinya. -
-
Lahuma Al Fatihah. -
#pesantrenstory #alasantri #nahdatululama #GusDurian #gusdur #gusmiek #jamaahdzikrulGhofilin.

(#38BukuUntuk2017).
(Selesai Baca : 13 /38).
Candra Malik - Mawar Hitam, Bentang Pustaka Yogyakarta .
222 hal. -
-
Ini baru pertama kalinya aku membaca Sekumpul cerita pendek. Dan kedua kalinya membaca karya Gus Can @CandraMalik. Pada awal awal cerpen ini, sempat membuat bibir ini tersenyum sendiri, karena di bawa dengan cerita yang begitu penuh dengan romantisme. Bukan sekedar cinta belaka era kekinian. -
"Begitu kau simpan potret itu ke lipatan surat cinta kalian, ku lipat pula suratan cintaku kepadamu dan kusimpan dalam lembaran hatiku. Lalu, kuberi segaris senyum agar kau tak menagih komentarku tantang lelakimu, lelaki yang melukai hatiku. " hal 6
-
Cinta dalam persentase kehidupan kita sering kali hanya sekedar dengan sesama manusia, tidak jarang kita lupa akan rasa mencintai padaNya. Kira kira begitu isi cerpen tentang kasih kita kepada Allah. Rasanya tidak patut kita memgeluh bahkan mencarinya, Allah tidak perlu di cari, Dia bahkan berada paling dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadi. -
-
"Terdakwa juga berkeyakinan bahaa Tuhan meliputi segala sesuatu, pun demikian halnya terhadap setiap manusia. Tidak ada yang bisa keluar dari lingkaran Tuhan yang mahaAgung. Menyatu tapi tidak menjadi satu, menyatu tapi tidak menjadi satu. "Tiap diri adalah kaki tangan Tuhan. Saya siap dipidana mati demi membela keyakinan itu," tegas Terdakwa. " hal 150
-
-
Cerita ini ditutup pada kisah seorang pasang kekasih yang bertengkar, salah satu dari mereka rela berpisah. Entah lama atau tidak, namun ada pesan singkat yang membuat salah satu dari mereka tal rela terpisah olehnya. -
-
"Semoga, ini pertengkaran kita yang terakhir. Semoga membawa kita pada Penyesalan. Bukan pada perpisahan.... Berhenti mencintai toh tidak harus mulai membenci. Lagi pula, aku masih mencintaimu." hal 213.
-

(#38BukuUntuk2017).
(Selesai Baca : 12/38).
Yang Melintas- Eko Ompong. Elmatera, Yogyakarta .
169 hal. -
-
Buku ini adalah sejumlah tulisan-tulisan singkat dengan alur waktu berbeda. Setiap tulisannya ada saja pelajaran yang dapat di ambil. Dari banyaknya tema, aku memilih 3 tema yang cukup menarik. -
-
~Ingin itu Membunuh~
"... Lucunya, keinginan ini itu tidak berhenti. Segala doa yang terkabul tidak menunggu lama lagi akan terpanjat ulang dengan bentuk keinginan lain. " hal 162
-
-
~Berkunjung ke Tempat yang Dianggap Suci~
"... Do'a-do'a yang berupa keinginan yang telah dipersiapkan lama itu telah penuh sesak di hatinya. Saking penuhnya, hingga tidak ada lagi ruang tersisa di hati bagi Tuhan, yang pada-Nya doa itu dipanjatkan di tempat yang di anggap suci." hal 128
-
-
~Bakat Seni yang Termatikan~
"... Artinya, bakat berseni itu semestinya ada. Kemauan untuk itu semestinya ada pula. Sebab pada masa kanak-kanak, semua orang pasti mengalaminya. Lalu kenapa kemudian ketika dewasa menjadi tidak bisa? " hal 39.

(#38BukuUntuk2017).
(Selesai Baca : 11/38).
Bidadari Bermata Bening - Habiburrahman El-Shirazy. Republika, Jakarta.
337 hal.
-
-
"Dengar, demi Allah, jika aku jadi suamimu aku janji akan memuliakan kamu, apapun yang kamu pinta akan aku turuti selama aku mampu. Kau akan menjadi perempuan paling berbahagia karena mendapatkan curahan cinta dan kesetiaan paling besar yang dimiliki seorang lelaki kepada perempuan di atas muka bumi ini. Aku akan berusaha dengan seluruh kemampuanku untuk membahagiakan kamu. Sebab aku sangat mencintaimu. Aku akan menjagamu lebih dari menjaga diriku. Aku akan menghormati seperti para Nabi menghormati istri mereka. " hal 325.
-
-
"Malam-malam jam sembilan, para santri asyik menonton wayang, aku memilih mencuci pakaian. Dan jam tiga pagi ketika para santri masih nyenyak tidur, aku bangun untuk melihat pakaian yang aku cuci itu sudah kering atau belum. Ternyata belum kering. Aku berusaha menyetrikanya hingga kering. Aku melakukan itu dengan hati sangat bahagia penuh cinta. Kenapa? Karena pakaian itu adalah baju koko, sarung, dan serban seorang pemuda yang diam-diam aku cintai. Pemuda itu harus subuhan di Masjid Raya Secang untuk ngisi pengajian, dengan pakaian-pakaian itu. Apakah cinta selalu harus diucapkan dengan kata-kata verbal? -
-
#haribukunasional #novelislami #bookstore #repbulika #ayomondok #ayomembaca #ayonikah #kalausudahwaktunya

(#38BukuUntuk2017).
(Selasai Baca : 10/38). Layla, Seribu Malam Tanpamu - Candra Malik.
Bentang Pustaka, Yogyakarta.
261 hal.
- - “ … Bagaimana jika ternyata aku pun punya belahan tubuh yang hidup entah dimana? Mungkinkah entah dimana? Mungkinkah kami tak saling mengenal? Mungkinkah kami bahkan tidak saling menyadari keberadaan satu sama lain”? Batin lail. hal 67 -
Keresahan Lail, sudah menjelma sejak ia belajar kepada Abah Suradari, Guru Ilmu tasawufnya. [ 447 more words ]
-
-

https://moe1296.wordpress.com/2017/05/05/layla-seribu-malam-tanpamu/
-
#pesantrenstory #alasantri #candramalil #layla #seribumalam, #tanpamu #HPminjem #pulpenhadiahseminar #warnapinklagi

(#38BukuUntuk2017)
(Selasai Baca : 9/38)
The Smiling Death - Erri Subakti & Arimbi Bimoseno
Kompas, Jakarta.
240 hal.
-
- "Aku damai bersama kamu. Aku ingin menuju Tuhan bersamamu." hal 27. -
-
Ungkapan seorang pria berdarah Jerman - Indonesia pada Carla, sosok wanita yang hanya baru dikenalnya. Meraka adalah salah seorang anggota HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda). Ya, memang sudah menjadi kodrat seorang pria menggunakan senjata gombalnya.
- [ 330 more words ]
-
-

https://moe1296.wordpress.com/2017/04/06/the-smiling-death

#38BukuUntuk2017)
(Selasai Baca : 8/38)
Api Putih di Kampus Hijau, Gerakan Mahasiswa UII Dekade 1980an - Editor : AE Priyono
Mata Bangsa - Indonesia
303 hal. -
-
"Aku siap menjadi lilin yang membakar diriku untuk menerangi kampusku, bangsaku, dan negaraku. " Slamet Suroyo, 1989.
-
Begitu awal permulaan buku inj disajikan, sudah mengundang aroma jiwa kesatria. Menawarkan cerita yang membuat masa tidak ingin mendahului mata dan tangan untuk melewati halaman tiap halaman. Rasanya saya hampir telat untuk membaca sekilas buku Sejarah ini. Terlebih khusus sebagai kader HMI dan mahasiswa UII. Dealitika yang kian menjadi daya picu untuk mengetahui perjuangan mahasiswa pada fase lampau itu menjadi daya tarik tersendiri. Jiwa mahasiswa dulu yang rasaya tidak akan terulang lagi di zaman era sekarang. -
Slamet Suroyo, Effeny Ary adalah dua dari nama yang cukup sering tertuliskan dalam buku ini. Dua nama itulah yang menjadikan buku inj wajib diketahui oleh mahasiswa UII. -
Awal kisah buku ini menceritakan perjuangan mahasiswa dalam melawan kekuasaan rezim Pak Soeharto. Hingga membuat kebijakan NKK/BKK dengan tujuan memberi batas gerakan kepada Mahasiswa. Jauh dari tahun 1980 an gerakan mahasiswa sudah ada sejak tahun sebelumnya. Pada tahun 1974 terdapat peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari). Gerakan itu mengusung tiga pokok persoalan, yaitu pemberantasa korupsi, perubahan kebijakan ekonomi, dan pembubaran lembaga yang tidak konstitusional. -
Gerakan pertamalah yang menjadi impian Slamet Suroyo dkk pada kasus "Kampus Antara" yang berakhir tragis pada 4 November. Hingga sudah hampir 20 tahunan masih hijau bagaimana kasus ini seharusnya. -
HMI MPO tidak lepas dari kisah bersejarah ini, serta lembaga kampus lainnya. Untuk mempertahankan UII yang bersih dari tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme. -
Terimakasih Slamet Suroyo dkk mahasiswa era 1970-1990 yang telah mengajarkan perjuangan pada kami. Perjuangan kalian tetap akan terjaga dalam sejarah dan tetap menjadi ujung tombak mahasiswa seluruh Indonesia. Terlebih UII dan HMI MPO. -
NB : Mahasiswa UII dan kader HMI MPO sepatutnya membaca buku ini.

(#38BukuUntuk2017)
(Selasai Baca : 7/38)
MADINAH, Kota Suci, Piagam Madinah, dan Teladan Muhammad SAW – Zuhairi Misrawi
Kompas, Jakarta
448 hal.
-
- “MADINAH adalah kota suci yang menyimpan keistimewaan makna dan nilai. Madinah adalah kota tempat turunnya wahyu Al-Qur’an dan hadist-hadistnya. Dari kota inilah seluruh sumber primer Islam disebarkan ke seluruh dunia. Di kota ini pula, Al-Qur’an untuk pertama kalinya dikodifisikan ke dalam mushaf yang dibaca oleh seluruh umat Islam, yang kemudian dikenal dengan Mushaf Utsman.” hal 15
-
-
Read more : https://moe1296.wordpress.com/2017/03/14/madinah-kota-suci-piagam-madinah-dan-teladan-muhammad-saw/

#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 6/38)
MEKKAH, Kota suci, Kekuasaan, dan Teladan Ibrahim - Zuhairi Misrawi.
Kompas,Jakarta.
373 hal - -

Mekkah, menjadi kota paling bersejarah di muka bumi. Ratusan, bahkan ribuan tahun telah di lewati masa-masa cerita sedih dan indah di kota pembesar bangsa Quraisy. Masa indah ketika saat dimana Nabi Ibrahim as dan anaknya Nabi Ismail as mendapat mandat oleh Allah untuk membuat ka'bah di kota Mekkah, serta pada saat Nabi Muhammad besera pengikutnya berhasil mengembalikan Mekkah sebagai kota Suci, dengan suara adzan menyelimuti di atas Ka'bah. [ 234 more words ]

https://moe1296.wordpress.com/2017/02/22/mekkah-kota-suci-kekuasaan-dan-teladan-ibrahim-zuhairi-misrawi
-
-
-
-
*Semoga kita bersama dapat menemuinya.

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 5/38)
Dahlan, Sebuah Novel - Haidar Musyafa.
JAVANICA, Tangerang.
414 hal. -

Sebenarnya saya sudah berulang kali menonton film "Sang Pencerah" yang secara spesifik menceritakan kisah biografi Muhammad Darwis, atau lebih di kenal K.H Ahmad Dahlan - berganti nama pada saat usia 20 tahunan, di mekkah. Menimba Ilmu oleh Sykeh Ahmad Khatib Al- Minangkabawy bersama Hadratussyekh K.H Hasyim 'Asy'ari dan belajar dengan Ulama-ulama lainnya, sekitar tahun 1890 M. [ 480 more words ]
-

https://moe1296.wordpress.com/2017/02/13/dahlan-sebuah-novel-haidar-musyafa

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 4/38)
Peci Miring, Novel Biografi Gus Dur - Aguk Irawan MN
JAVANICA, Tangerang
404 hal. .
saat dalam kandungan Ny.Hj Solichah hingga bertapak kaki di salah satu tanah timur, tempat dimana banyak karya-karya kitab ulama klasik tercipta, Baghdad. Begitu alur cerita novel ini. Jika kita banyak menemui kisah novel biografi Gus Dur saat masa keemasan politik, NU dan hal yang bersangkutan pada era reformasi hingga menduduki kursi nomor satu. Novel ini menceritakan dimana masa-masa Ad-Dhakil di momong oleh Hadratusy Syaikh K.H Hasyim Asy'ari dan K.H Bisri Syansuri hingga menjadi junalis dengan tulisan-tulisan kritis di PPI Mesir dan KBRI Mesir dan Baghdad.
.
Masa-masa kecil yang sudah sangat brilian untuk ukuran bocah dengan tangisan termehek-meheknya. Abdurrahman Ad-Dhakil Wahid sudah menjalani masa kanak-kanak dengan membaca, membaca, dan membaca. Suatu hal yang sangat unik, aneh tetapi memang nyata. Hingga hal itu menjadi hobi yang rasanya sudah melekat dalam roh bocah "Jail" itu. .
Kehidupan yang penuh dengan liku-liku, dari pesantren Jombang ke Jakarta, lalu ke Krapyak Yogyakarta, lalu Tegal rejo, Mesir, Baghdad hingga Belanda (serta tanag eropa lainnya). Satu hal yang dapat membuat Gus Dur begitu cepat berkembang dari hal biasanya. Kegemaran dan Hausnya akan hal ilmu pengetahuan. Bayangkan saja bila sudah membaca satu buku, langsung mencari buku lainnya. Terutama Filsafat, bahkan tidak sedikit tenang marxisme, tulisan dengan bahasa German, Belanda serta Inggris, Komunis. Hal ini memang tidak jauh dari kebiasaan sang ayahanda K.H Abdul Wahid Hasyim dalam kegemarannya membaca. . " ... Setiap Ad-Dhakill meliha almari yang dipenuhi buku dan kitab, terbayanglah betapa sang ayah adalah orang yang sangat mencintai ilmu. Di kedalaman jiwanya, ia berjanji untuk menjadi seperi ayahnya. Dengan mencintai buku dan kitab, batinnya mendesah, aku bisa menautkan hatiku kepada ayah". hal 108
.
Read more : moe1296.wordpress.com

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai baca : 3/38)
Demokrasi La Roiba Fih - Emha Ainun Nadjib
Kompas, Jakarta
262 hal.

Yang ada di benak pikiranku, Indonesia sampai hari ini masih dan masih berusaha. Menjadi negara apa saja, ya apa saja. Saat mendengar suatu kata Demokrasi. Yang ada hanyalah, "ah Indonesia, dari dulu korupsinya gede-gedan. Dari dulu tuh, pejabatnya bejat-bejat. kagak pernah mikiran rakyat. yang ada kite malah makin melarat." begitu sahut abang ojek di Jakarta. Kok bisa? Ya, apa yang tidak bisa di negara kita. Lalu kalau korupsinya gede-gedean siap yang disalahkan? Sistemkah atau apalah? "alah mas, ya paling sistem kite aja yang kagak bener. Demokrasi contohnya. Orangmah, pake itu tuh, sistem penegakan korupsi yang di China,pemerintah yang korupsi di hukum mati." - keren juga abang ojek pengetahuannya, mungkin tahu karena HP androidnya semenjak bekerja di ojek online. "ada juga mas, kalau gag salah. Pemerintah kita pernah buat kebijakan tentang hukuman masalah Narkotika, Narkoba juga sih, lah itu tuh ye, hukumannya di tembah mati. kayak bocah bule yang di tembak mati di Nusa kambangan. Nah setahu aye nih mas, tuh pemerinah mau ngelakuin sistem kek gitu, soalnye tuh si pejabat pada kagak make narkoba. Makanya tuh hukuman mati berani di lakuin. Nah, kalau korupsi? mana berani!" Aku mendengarnya hingga tak sadar sandalku jatuh. "Bang, bentar sendal saya jatuh". . . "Watak utama dekomrasi adalah mempersilahkan. Tidak punya konsep menolak, menyingkirkan, atau membuang. Semua makhluk penghuni kehiidupan berhak hidup bersama si Perawan, bahkan berhak memperkosanya; yang melarang memperkosa bukan di Perawan itu sendiri, melainkan "Sahabat"-nya yang bernama Moral dan Hukum ... Demokrasi bukan tak punya daya untuk mengantisipasi korupsi dan penyelewengan, tetapi memang itu bukan itu bagiannya".hal 3 . . . " .... orang dipenjara karena korupsi pasti jera, hanya saja letak jeranya tidak pada "Jangan sampai aku korupsi lagi", melainkan "Nanti aku harus sangat hati-hati kalau korupsi". hal 217

More view my WordPress :https://moe1296.wordpress.com/

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai Baca : 2/38)
Humanisme Y.B Mangunwijaya - Forum Mangunwijaya IX
Kompas, Jakarta.
144 hal.

Seorang Pastor, Arsitektur, Sastrawan dan lainnya yang berkaitan dengan sosial serta hak-hak kemanusiaan, Yusuf Bilyarta (Y.B.) Mangunwijaya yang lebih akran dipanggil dengan sebutan Romo Mangun lahir di Ambarawa, 6 Mei 1929. Masa sekolahnya di Holland Inlander School (HIS) konon, tempat itu menjadi yang terindah pada masa kecilnya. Karena pelajarannya, tetapi yang membuat Romo Mangun suka yaitu pelajaran Voorlasen, guru membacakan cerita sesudah itu murid-murid diminta mengungkapkan kembali. Mungkin ini asal muasal Romo mulai menyukai cerita dan beranjak pada sastra.

Buku ini bukanlah menceritakan secara eksplisit mengenai latar kehidupan Romo Mangun, melainkan hanya sebatas buah-buah pemikiran yang rasanya masih relevan di masa ini. Yaitu, tentang pemikiran "Humanisme" terlebih pada membela masyarakat yang kecil dan terpinggirkan karena ketidak adilan. " ... Romo Mangun merintis kerja sama masyarakat bawah, pemberdayaan orang-orang miskin, tanpa pandang perbedaan agama." hal 11

Menurut Mangunwijaya, konsep manusia yang ingin dikembangkannya adalah manusia yang humanis. Namun, pemebentukan manusia yang humanis itu terbentur oleh budaya "Feodalisme" yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Indonesia, Untuk itu, ia menwarkan sebuah konsep manusia humanis yang terbebas dari belanggu-belanggu feodalisme, Romo Mangun menyebutnya dengan manusia Pasca-Indonesia atau Pasca-Nasional dan Pasca-Eintsen. "... Melalui teori relativitas itu, Romo Mangun melontarkan konsep Pasca-Einsten, yang mengajak segenap generasi muda untuk bersikap menurut dinamika relativitas, dengan tidak main mutlak-mutlakan, karena segala sesuatu nersifat relatif. Generasi muda harus melakukan horizonnya dengan berpikir kreatif, eksploratif, inklusif, dan pluralistik." hal 35

Walau mengkhususkan pada pemikirannya tenang "Humanisme" atau memanusiakan dengan manusia. Penyampainnya tidak secara menau hanya melewati novel, cerpen, esai, dan sastranya.

(#38BukuUntuk2017)
(Selesai baca : 1/38)
Tentang Kamu - Tere Liye
Republika, Jakarta 2016.
524 hal.

Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-Mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.

Dulu, dia sering bertanya, apa pengorbanan yang telah dilakukan Hakan agar dia yakin laki-laki dari Turki itu memang mencintainya. Tapi dia tidak pernah sekali pun dia berpikir, Hakan juga berhak bertanya, lantas apa pengorbanan yang dilakukan Sri untuknya? (hal 411)

Sri Ningsih, kamu hebat. Masih adakah wanita dengan sifat sepertimu? ADA! syaratnya adalah jadilah wanita yang baik-baik InsyaAllah dan yakin Allah akan menyediakan yang baik-baik. Begitu juga sebaliknya. Allah itu maha Adil, apa yang kita lakukan pasti akan berbalik pada kita. Ini hanya soal waktu dan sabar. 😊 (read more : Fb Muhammad Najib Murobbi)

#tereliye #tentangkamu #novelislami #pesantrenstory #murobbi

Most Popular Instagram Hashtags