[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

#30haribercerita

33744 posts

TOP POSTS

regram dari @deamaesita - Sepuluh hari libur lebaran tanpa pergi ke mana-mana akhirnya membuahkan sesuatu: kebosanan. Etapi di dunia kreatif, kebosanan itu bagus katanyah. Berangkat dari kebosanan akhirnya kita jadi punya ide buat ngapa-ngapain. Termasuk aku yg jadinya random menyulap Tote Bag gratisan ini menjadi tentengan layak "jalan".
.
Berbekal dari bahan-bahan yg ada di rumah, plus buku yg udah lama dibeli tapi ngga pernah dipraktikin, plus youtube, plus banyak waktu luang, akhirnya voila! aku berhasil nyobain beberapa teknik sulam: Chain Stitch, Feather Stitch, Satin Stitch, dan French Knots di tas berbahan kanvas ini.
.
Buat yg punya tote-bag polos hasil hadiah dari workshop, menang kuis, dll. Saran aku daripada ngga kepake, mending dikreasikan ajah 👌 Lumayan bisa dipake buat tas belanja yg trendy kan kan~
.
Swipe left buat liat before-afternya 💕
.
(Dibalik photoshoot ini ada Dea yg bentol-bentol kena ulet bulu di rerumputan)
.
#Ceritaliburlebaran2017 #30haribercerita #imajidea #DIYdea @30haribercerita - #regrann

Hampir lupa kapan dan gimana ceritanya, gue bisa deket sama kakak beradik ini. Yash!, lengkap sama anak kicil yg paling depan, namanya Taqiya. Bahkan kadang gue dan suami bisa jadi orangtua infal buat Taqiya. Haha.
.
Nah bungsunya jidah @elvinama yg posenya kayak personil cherrybelle tapi versi syariah ini, namanya Haniva (biasanya gue manggilnya oti. Karena buat ngebahasaain ke Taqi). Dulu mah awal kenal masih malu2, inget banget pertama kali chattingan itu tahun lalu, karena kakaknya (@bebenadila) harus tugas liputan keluar negri, selama 40hari. Di masa-masa itu, gue sering chattingan dan berkirim foto atau video Taqiya, bahkan itu sampe sekarang. Dia ini nih, yg suka nyuruh gue kalo pergi jangan pake kaos, lipstiknya harus berani agak cetar, dan harus PD kalo berpenampilan yg baru. Makasih loh, Ti 💋
.
Semua saranmu kan ku ingat Otiku. Sama kayak ku ingat kao hari ini ulangtahun. Selamat ulangtahun Oti -yg suka random-. Semua doa yg baik buat Oti. Yg paling penting, semoga perasaan dan hatimu ngga dinackalin lagi sama boys jaman now ya. Amin!. See you di girls day out yaaaa 🔜🌸
.
#30haribercerita #ceritanyavita #ceritanyahani #day7

3 kata penuh makna
"Break saja ya"
-hf
#30haribercerita #bad

Saat dadamu sesak,
oleh polusi dunia yang begitu pekat.
Al-Qur'an laksana oksigen,
yang jika kau hirup akan selamat.
Yang memberimu manfaat, menunjukkan solusi yang tepat,
meninggikan derajatmu,
dan memberimu syafaat pada hari kiamat. *Sumber dari beberapa artikel google

#30haribercerita
#30hpralquran
@keluarganasjem
#handlettering
#lettering

aku kan mengalah sebagai kata yang tak pernah mendahului titik. biarkan kamu yang menjadi usai bagi kolom-kolom rinduku. tsahhh
#kknmkalisari2017
#KKNMUNPAD2017
#30Haribercerita

Kenapa senja selalu menyenangkan? Karena kadang dia hitam kelam, kadang dia merah merekah. Tapi, langit selalu menerima senja apa adanya.

#30haribercerita

Langkahku tertatih. Napasku tercekat. Kutarik selembar tisu dari dalam tas kemudian kuserahkan kepadanya. Ia meraihnya kemudian mengusapkannya ke muka yang telah basah oleh air mata.
Aku termangu melihatnya. Tapi aku tak mau menitikan air mata. Aku tak mau air mata ini menambah beban dirinya. Namun dalam hati, aku ingin berteriak, "Aaargh, lelaki macam apa dia! Pantaskah ia disebut sebagai suami jika ia tak mampu memimpin istrinya? Pantaskah ia jadi pemimpin rumah tangga jika ia tak mampu memimpin dirinya?" teriakku dalam hati. Namun, aku tak mampu menyuarakan itu di depannya. Aku tak mampu. "Yakinlah bahwa Tuhan sangat menyayangimu sehingga Tuhan tak mengizinkan hamba yang disayanginya bersama lelaki tak baik itu." Kalimat itulah yang akhirnya aku lontarkan kepadanya.
Senja pun mulai menujukkan jati dirinya. Akhirnya, pembicaraan kami pun usai dalam rona kesedihan.
#10hbcgelisahㅤ #10hbcgelisahㅤ01
#30haribercerita
#icemnafeeza

[Kelompok 57 Tanjong Putoh]

Berenang di irigasi [hari ke 4]
#30haribercerita

Hari ke 4 di desa Tanjong Putoh, paginyaaa kami langsung melakukan hal yang lumrah di lakukan oleh anak anak KKN lainnya yang mungkin menjadi awal kkn di jadikan jokes Koh Koh Naleung, iyaa pagii itu kamii membersihkan meunsah desa tanjong putoh bersama-sama, memang mungkin ada yang ga biasa pegang sampah dan agak sedikit jijik dengan tanah atau sampah yang ada di lokasi tempat kami membersihkan meunasah, kami itu merupakan suatu kewajaran dan mungkin KKN ini bisa menjadi awal dari perubahan sifatnya manja menjadi lebih mandiri.

Saat membersihkan meunasah anak-anak tanjong putoh datang ke tempat kami melakukan kegiatan, mereka ikut membantu kami dalam membersihkan meunasah di hari itu tanpa kami minta tolong, banyak anak anak di desa mulai saya hafalin satu satu, ada abil,ikhwan,awis,muclis,arief,maulana fahmi dan lainnya.

Siang hari seperti biasa kami berbicara dengan orang tua kampung terkait hal hal yang ada di desa dan sedikit tentang politik, baik itu politik landeng,lapangan hiraq,darussalam atau politik di senayan.

Sore harinya anak anak sibuk mengajak kami berenang karena kelompok kami yang memiliki niat membuat lomba berenang, awalnya kami menolak dan mengajak di hari jummat saja tetapi mereka langsung berenang di sore itu, melihat mereka sangat bahagia timbul rasa ingin ikut berenang di kami dan akhirnya kami memutuskan untuk ikut berenang bersama mereka dan memang sangat senang bisa berenang sama mereka di irigasi yang sewaktu waktu mungkin mas batangan dari desa tetangga bisa lewat juga wkwkwkwkwk

But im happy

@kknnunimal2017
@kknkelompok57
#Unimal #KKNPPM #30haribercerita

DAY 30: SALAM!
Meh, hari ketiga puluh. Sudah akhir Januari saja. Artinya, musim mencari kampus akan dimulai kembali bagi calon mahasiswa yang melaksanakan. Yha mungkin ada ribuan calon mahasiswa yang berharap memasuki Sabuga dengan memakai jaket almamater kehijauannya, bersuka cita karena akan menjadi keluarga mahasiswa sebuah insitut ber(lambang)gajah.
Ah, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Rasanya waktu-waktuku kalangkabut malam-malam mengecek kelengkapan berkas untuk pendaftaran ulang tak cukup lama berlalu. Rasanya aku masih berdiri di tengah lapangan besar itu, mengintegrasikan diri bersama ribuan mahasiswa di penjuru Indonesia. Kini, mungkin di Agustus nanti ku kan menemui ribuan jamal baru, dipakai oleh adik-adik tingkatku di tengah lapangan itu.
Ohya, di mana salam yang diumbar di judul ini? Yha, pertama aku menitip salam bagi ribuan calon mahasiswa kampus dekat kebun binatang ini, dan salam keduaku adalah
SALAM GANESHA
BAKTI KAMI
UNTUKMU
TUHAN
BANGSA
DAN ALMAMATER
MERDEKA!
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1730 #30harisalam #itb
NB: YEY SELESAI

MOST RECENT

Sang Ibu menyimak percakapan kedua putrinya dari balik tirai, rupanya Wening tidak menutup pintu dengan rapat. Sayup - sayup isak tangisnya mengundang sang Ibu.
.
.
Antara lara dan bahagia, perasaannya campur aduk. Dalam hati ia mengaminkan ucapan putri bungsunya. Usia 25 tahun adalah usia yang sudah cukup pas untuk anak sulungnya membina rumah tangga. Bahkan kalau mengikuti adat di beberapa daerah itu adalah usia yang sudah agak rawan ekstrimnya bisa dibilang perawan tua. Karena mungkin di daerah tersebut termasuk lazim menikah di usia belasan tahun.
.
.
Untunglah Wening lahir di keluarga yang paham agama dan berpikiran maju. Mereka tahu kalau jodoh itu urusan Tuhan, tidak ambil pusing ucapan orang lain. Dan perkara menikah bukanlah balapan melainkan kesiapan. Menikah adalah ibadah maka harus diniatkan dan disiapkan sebagaimana seharusnya. Di sekitar mereka tidak sedikit yang melaksanakan nikah muda lantas kandas begitu saja, akhirnya banyak anak - anak yang menjadi korban. Anak kecil yang dirawat sang nenek karena ibunya harus bekerja menjadi buruh cuci atau penjaga toko, ayahnya entah ada dimana.
.
.
Kedua orangtua Wening termasuk yang mengutamakan pendidikan anak - anaknya. Mereka ingin anaknya sukses. Maka ketika Wening menamatkan S1 dan S2nya, itu merupakan salah satu kebahagiaan terbesar mereka. Belum lagi adik adik Wening yang juga tidak kalah berprestasi dibidangnya. Urusan menikah, mereka tidak pernah memaksa anaknya hanya sesekali berbincang. Sebelumnya perbincangan hal ini juga tidak benar - benar digubris putrinya. Dan akhirnya si Ibu hanya memberi sedikit wejangan terkait pernikahan. Seperti memilih suami yang baik agamanya, pernikahan yang tidak perlu mewah, dan lain sebagainya.
.
.
Ia ragu, apakah harus menghampiri putrinya atau membiarkannya menenangkan diri. Ia tahu betul tabiat putri sulungnya ini. Putrinya pasti akan malu.
Akhirnya Ibu empat anak itu memutuskan memberi ruang kepada sang putri untuk menenangkan diri, sambil menyusun strategi membuat percakapan yang mengarah kesana. Tentu, suami dan anaknya yang lain akan menjadi tim dalam misi ini.
.
.
-Bersambung-

#30haribercerita
#30harimenulis
#day18
#fiksi
#cerbung
#mbak
#toolatepost

PERBINCANGAN DENGAN ADIK BUNGSU PART3
.
. “Ayu ndak sengaja mbak. Ayu mau ambil buku catatan untuk projek, eh malah buku itu yang Ayu ambil. Ndak sengaja Ayu baca dan ayu ingat kejadian itu. Ayu keingetan mbak.”
.
.
“Kenapa ndak Ayu kembalikan ?"
.
.
“Kalau itu bukan tentang mbak, kalau Ayu ndak tahu kejadian itu pasti sudah Ayu kembalikan mbak. Sudah Ayu bilang, Ayu sayang mbak.”
.
.
“Sayang seperti apa dek ? Lantas maksudmu iku opo toh de ? Kamu harus kembalikan bukunya. Ndak seharusnya Ayu berbuat seperti itu. Itu mencuri” Sejujurnya ada dua kegamagan di hatinya saat ini. .
.
"Iya mba, Ayu sadar betul cara Ayu salah. Ayu akan bilang ke pak Arya. Tapi selain itu, sudah saatnya mbak memikirkan kehidupan mbak. Membentuk keluarga baru. Keluarga mbak, seperti teman – teman seusia mbak. Mas Aji dan mas Sega bahkan Bapak dan Ibu pasti setuju dengan hal itu mbak. Mbak jangan membuat kami menjadi beban mbak, kami ndak mau mbak.” adiknya sudah benar – benar dewasa.
.
.
“Dek..” banjir sudah air matanya entah apa artinya. Entah karna kejadian yang mana. Ia hanya ingin menangis.
.
.
“Mbak, menurut Ayu pak Arya orang yang tepat.”
.
.
Tidak ada jawaban apapun selain isak tangis yang ia dengar dari mbaknya.
.
.
“Mbak. Ayu minta maaf. Sudah lancang ” Ujarnya demi mendengar isakan mbaknya.
.
.
“De’yu" Wening sudah tidak sanggup membalas ucapan sang adik.
.
.
“Mbak” .
.
“De’yu terima kasih sudah memikirkan mbak. De'yu sudah menjadi dewasa sekarang.” Wening mencoba mengatur suaranya. “De’yu dan keluarga ndak pernah jadi beban untuk mbak.” Ujarnya terharu dengan sikap sang adik
.
.
“Mbak, Ayu hanya minta mbak untuk memikirkan hal ini. Ayu nrimo apapun putusan mbak nanti. Ayu minta maaf ya mbak kalau wis lancang karo mbak Wening. Ayu sudahi dulu ya mbak.”
.
.
-Bersambung-
.
.
#30haribercerita
#30harimenulis
#fiksi
#day17
#cerbung
#mbak

Jakarta Biennale.
.
.
Adalah pameran seni kontemporer yg tahun ini mengambil tema tentang "Jiwa". Sebagai orang yg kurang begitu paham mengenai seni, entah kenapa bagi gue pameran seni ini tetep menarik & keren! Ada bermacam-macam makna dari setiap karya yg dihadirkan di pameran ini. Karya "Bengawan Solo" adalah satu dari sekian banyak karya yg menarik perhatian gue.
.
Karya ini ada di dalam suatu ruangan gelap. Ada satu layar besar sebagai layar utama, dan ada bbrp layar ukuran sedang di setiap sudut ruang yg menampilkan video pemain keroncong lagu Bengawan Solo. Gue duduk cukup lama di ruang itu. Membaca cerita dari Arin Rungjang & Rachel Saraswati di layar utama sambil mendengarkan lagu keroncong Bengawan Solo diputar berulang. Dari cerita mereka, pesan yg gue dapat adalah seni itu jujur & apa adanya. Dengan kejujuran dan apa adanya, seni belum tentu bisa diterima semua orang. Bahkan seni bisa ditolak. Tapi seni tetap jujur dan apa adanya, karena itulah yg membuat ia indah (dalam sudut pandang gue pribadi ya).
.
Kayak kehidupan ya. Kadang memilih jadi individu yg jujur & apa adanya belum tentu membuat kita bisa diterima oleh individu lainnya. Bahkan bisa ditolak. Memilih untuk menjadi individu yg tetap jujur dan apa adanya bukanlah hal yg mudah. Tapi ketika kita mampu melakukan itu, sama hal nya dengan seni, kita sedang berusaha mempertahankan "keindahan" kita.
.
Kedua kalinya, gue merasa bisa menikmati suatu seni dan lagi-lagi rasanya ternyata benar-benar nikmat!
.
.
.
#30haribercerita #30haribercerita2017 #aldistibercerita #aldisti30haribercerita #day28 #jakartabiennale #bengawansolo

PERBINCANGAN DENGAN ADIK BUNGSU PART 2
.
. “Iya, dek.”
.
.
“Mbak, ayu memang adik mbak yang paling kecil. Tapi, Ayu bukan lagi anak kecil mbak. Mari kita berbincang sebagai orang dewasa mbak.” Ujar Ayu. “Saat ini ndak hanya mbak Wening yang ingin membahagiakan saudaranya, Ayu juga mbak. Izinkan Ayu mbak. Izinkan Ayu memebahagiakan mbak. Sudah saatnya mbak Wening juga berpikir untuk kebahagiaan mbak Wening. Adik adik mbak ini sudah dewasa, mbak ndak perlu khawatir dengan kebahagiaan kami.” Ayu terus saja berbicara tanpa memberi jeda kepada mbaknya. Sedang di ujung telepon sana, sepasang mata tidak kuat lagi membendung air matanya. Entah apa artinya, ia hanya tahu adiknya sudah dewasa.
.
.
“Buku catatan itu milik pak Arya, mbak mengenalnya dengan nama pak Abimanyu. Pak guru yang sering Ayu panggil pak A A P ketika di sekolah. Mbak tentu tahu Ayu sering bercerita tentang dosen Ayu itu, tentang pak guru itu. Dosen yang kadang baik, kadang disiplin, kadang nyebelin karena tugasnya sing akeh.” Ayu bercerita dengan penuh semangat. “Mbak, buku itu milik beliau. Mbak sudah membacanya ?” lanjut Ayu.
.
.
“Sedikit.” Ia hanya ingin menyimak adiknya berbicara tentang hal yang ingin ia ketahui.
.
.
“Mbak tahu, siapa tokoh dalam tulisan tulisan itu selain pak Arya ? itu Mbak Wening. Pak Arya itu ndak bisa lupa kejadian di sekolah dulu. Kejadian yang mungkin mbak Wening ndak tahu kalau itu udah jadi rahasia umum di kalangan murid.”
.
.
“Kenapa bukunya bisa sama de’yu ?” jelas ini bukan jawaban yang diinginkan oleh Ayu, tapi ia tahu persis siapa mbaknya ini.
.
.
-bersambung-
.
.
#30haribercerita
#30harimenulis
#fiksi
#day16
#toolatepost
#cerbung
#mbak

PERBINCANGAN DENGAN ADIK BUNSGSU
.
.
Beberapa jam kemudian, sang adik bungsu membalas pesan whatsappnya dengan panggilan telepon.
Belum sempat Wening memberi sapaan apapun, ia langsung diserang dengan ucapan sang adik. “Mbak, Ayu minta maaf. Ayu mau buat pengakuan.” .
.
Wening mengernyitkan dahi seraya berkata “Pengakuan apa de’yu ?”
.
.
“Sejujurnya Ayu sayang banget sama mbak Wening. Ayu ndak mau mbak Wening menderita. Ayu mau mbak Wening bahagia.” Pengakuannya menyentuh hati Wening, tapi justru nada kesedihan atau isakan yang tertinggal yang ia dengar dari sang adik.
.
.
“Iyo, adik kecilku sayang.” Ujarnya.
.
.
“Mbak, Ayu mengirim sebuah paket untuk mbak. Tapi Ayu ngirimnya ke Sekolah. Seharusnya paket itu sudah mbak terima sekarang.” Nada suaranya sedikit berbeda. Terdengar lebih terkontrol.
.
.
“Paket apa de’yu ?
.
.
“Sebuah buku catatan. Itu bukan milik Ayu. Ayu mengambil dari pemiliknya.”
.
.
“Buku catatan” Wening akhirnya mengetahui pengirim dari buku itu, namun tujuannya yang ia perlu tahu sekarang. .
.
“iya mbak. Mbak sudah terima ? atau justru sudah membacanya ?” Jawabnya singkat. Si mbak justru sedang memandangi buku yang ada di hadapannya. Menerka – nerka apa maksud sang adik.
.
.
“mbak..” Panggil Ayu yang tidak mendengar lagi suara mbaknya.
.
.
-Bersambung-
.
.
#30haribercerita
#30harimenulis
#fiksi
#day15
#toolatepost
#cerbung
#mbak

Setia(p)
.
.
.
Sejak kecil, kamu terbiasa dicintai dengan syarat. Keluargamu mencintaimu jika kamu menjadi anak yang patuh. Keluargamu mencintaimu jika kamu mendapatkan nilai yang bagus. Kamu memenuhi semua ekspektasi. Kamu tersadar kalau kamu mendambakan satu hal, kebebasan.
.
Akhirnya kamu mendapatkannya, kebebasan. Hal itu kamu peroleh saat dewasa, ketika ekspektasi keluargamu sudah tak bersisa. Kamu berwawasan, rupawan, dan mapan. Wanita mana yang tidak jatuh hati pada sosok sepertimu? Jujur, aku salah satunya.
.
Aku mengenalmu sejak kuliah. Awalnya aku tak sadar kalau aku jatuh hati, aku hanya tahu bahwa aku merasa nyaman denganmu. Entah bagaimana caranya aku masih berhubungan denganmu, mungkin terlalu banyak kesamaan dalam hidup kita?
.
Setiap hari kita berkirim pesan, dari sekadar berkabar sampai bertukar pikiran. Setiap malam kita bertelepon, dari sekadar bertanya pekerjaan sampai tertawa terbahak-bahak. Setiap akhir pekan kita bersama, dari sekadar makan di restoran sampai mencari tempat tinggi untuk melihat terangnya kota di tengah malam. Dengan segala setiap yang kita lakukan bersama, menurutmu aku adalah sahabatmu.
.
“Jadi mulai ada rahasia di antara kita?” tanyamu semakin jahil saat aku tidak mau memberi tahu siapa pria yang aku sukai. “Kamu," jawabku ketus.
"Bercanda, tidak ada kok,” Aku berusaha mencairkan suasana.
“Aku tahu,” Aku lega mendengarmu berkata begitu.
“Terima kasih,” katamu tulus. Kamu tahu aku tidak bercanda?
“Aku juga menyukaimu,” Kamu memelukku erat, lama sekali. Aku terdiam, benar-benar tak percaya.
“Namun aku belum bisa, maaf,” Kamu melepas pelukanmu, lalu tersenyum sendu.
.
Aku tahu, ini sebuah perpisahan. Aku tahu, tidak akan ada setiap-setiap yang biasa kita lakukan. Aku tahu, kamu memilih kebebasan.
.
Semenjak kejadian itu, kita tidak lagi melakukan setiap-setiap yang biasa kita lakukan. Sudah lima tahun berjalan sejak kejadian itu terjadi, ya? Walaupun begitu, aku tidak pernah melakukan setiap-setiap yang biasa kita lakukan pada pria lain kok. Percayalah, sampai hari ini pun, setia(p)ku masih untuk kamu.
.
#30haribercerita #30hbc1713
@nulisgratis #TantanganMenulis #Setia
Source of original image: pinterest.co.uk

KERJA BAHAGIA PART 2
.
.
Sebenarnya saran dari mbak'yunya itu sudah ia lakukan. Dan hasilnya ya sekarang ini, ketidak yakinan. Ia hanya butuh dukungan pendapat dari mbaknya. .
.
Segara sadar betul, mengambil sesuatu yang tidak sesuai dengan nuraninya akan sangat mungkin membuatnya gelisah dan tentu itu berbanding terbalik dengan bahagia.
.
.
Tanpa ragu ia mencari kontak "Reno" dan melayangkan sebuh pesan via whatsapp "Bro, sorry gue blm bisa ambil tawaran kemarin."
.
.
"Kenapa Ga ? Feenya kurang ya ?" balas Reno.
.
.
"Lebih dari cukup Ren. Ada hal prinsipil yang ga bisa gue langgar. You know lah."
.
.
"Masalah sholat ? Kan lo bisa sholat after perform. Dan kalo hal - hal yang gue jual di kafe gue, lo kan perlu nyobain. So, ga ada yang lo langgar kan ?" timpal Reno.
.
.
"Not as simple as like that bro. Nurani gue ga dukung. Sorry banget."
.
.
"Fine, that's your choice."
.
.
"Thanks ya Ren."
.
.
-Bersambung-
.
.
#30haribercerita
#30harimenulis
#fiksi
#day14
#toolatepost
#cerbung
#mbak

KERJA BAHAGIA
.
.
Aji gelisah, tentu. Utari adalah sahabatnya sejak kuliah, merintis bisnis bersama dan hubungan itu akan rusak karena sikap dan persepsi. .
.
Aaah, Wening pun juga prihatin kepada adiknya itu. Aji memang terlihat dingin, sedikit bicara namun sikap dan kepeduliannya yang membuat banyak orang nyaman padanya. Dan dia tahu betul adiknya itu adalah sosok pemikir yang membuatnya tidak akan bisa tenang sebelum masalahnya selesai. .
.
Pesan masuk berikutnya dari adik keduanya, Segara.
"Mbak, De’ga dapat tawaran untuk nyanyi di kafe besar milik teman de'ga. feenya juga lumayan banget mbak. Tapi ndak tahu kenapa De’ga kok ndak yakin gitu ya mbak untuk nerimanya. Menurut mbak gimana, De'ga ambil atau ndak ya mbak ?"
.
.
“De’ga setiap orang memiliki cita – cita dan taraf kepuasan yang berbeda – beda. Kalau nurutin nafsu, sekaya apapun tidak akan pernah cukup. Mbak rasa de’ga sudah tahu apa itu nilai kepuasan dari sesuatu hal yang menurut orang lain kecil.
.
. Bekerja itu ya harus bahagia dan ikhlas. Kalau ketika bekerja belum bahagia berarti ya belum pas. Orientasi dari pekerjaan itu bukan hanya semata – mata karena uang, de’ga. Bekerja juga diniatkan Ibadah, nah kalau orang beribadah itu kan harus cinta dan ikhlas.
.
.
Coba de'ga pikirin dulu, manfaat dan mudhorotnya. Istikhoroh. Kalau ndak yakin juga, yo wis ndak usah diambil." balasnya.
.
.
"Nggih mbak'yuku sayang. Insya Allah nanti de'ga istikhoroh dulu 😁"
.
.
-Bersambung-
.
.
#30haribercerita
#30harimenulis
#fiksi
#day13
#toolatepost
#cerbung
#mbak

Kehilangan Oksigen
.
.
.
Ia suka menulis, sangat suka. Bukan untuk apa-apa ataupun siapa-siapa, menulis sudah seperti oksigen baginya. Ia menulis untuk hidup. Ia bisa memahami apa yang membuat ia kenapa. Ia bisa lebih jujur dengan dirinya sendiri. Yang terpenting, ia bisa menerima dirinya sendiri.
.
Menerima diri sendiri adalah kemampuan paling mujarab untuk menaklukan kehidupan. Dengan kemampuan tersebut, ia disiplin dalam merealisasikan rencananya. Satu persatu ia wujudkan mimpi-mimpinya, hingga tak bersisa segala ingin yang awalnya tak mungkin. Namun, ia mulai menyadari bahwa dirinya serakah. Hidup memberikan segala dan ia tak pernah merasa cukup.
.
Menurut orang-orang di sekitarnya, ia perlu mendekatkan diri dengan Tuhannya. Ia pun mencoba segala cara, beribadah setiap hari dan membaca kitab suci. Satu yang ia sadari, akhirnya ia merasa cukup dengan hidupnya. Tidak seperti dulu, begitu pikirnya.
.
Hingga ia merindukan menulis. Ia rindu menulis sajak sendu. Ia rindu menyuarakan sisi gelap kehidupan. Hidup tidak melulu tentang kebahagiaan dan keberhasilan, kan? Kesedihan dan kegagalan, mereka menguatkan.
.
Tebak? Ia kembali menulis. Sekalipun itu berarti merenggangkan kembali hubungannya dengan Tuhannya. Ia gila, pikir orang-orang di sekitarnya. Siapa mereka menghakimi pilihannya? Aku pun tak akan bisa hidup jika jadi dia. Jika kehilangan oksigen? Bernapas pun aku tak mampu.
.
Suatu hari ia berbincang dengan sahabatnya.
“Untuk apa itu semua jika tidak mendekatkanmu dengan Tuhanmu?” ia terdiam mendengar kalimat itu terucap oleh sahabatnya. Padahal perbincangan kali ini bukan tentang dirinya.
“Kalimat itu benar-benar menamparku seutuhnya. Hingga aku mulai melibatkan Tuhan dalam setiap jengkal hidupku. Aku mulai berdoa, membaca kitab suci, menceritakan keluh kesahku, bahkan bertanya apa yang sebaiknya aku pilih dalam hidupku," sahabatnya melanjutkan kalimatnya sambil tersenyum.
.
Aku? Oh bukan aku yang ia temui. Aku hanya bisa berdoa semoga ia lekas terbuka hati dan pikirannya. Apa pun pilihannya, semoga ia bisa bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.
.
#30haribercerita #30hbc1712
source of original image: huffingtonpost.com

WANITA .
.
Wening diam sejenak memahami masalah ini. Kemudian jemarinya mulai mengetik. “De'ji , posisi mereka terkadang sulit dek. Wanita dikenal sebagai makhluk yang peka, bahkan saking pekanya banyak yang merasa kepedean. Hal yang menurut de'ji biasa, bisa jadi sangat istimewa untuknya.
.
.
Dan ketika wanita menjaga hatinya, dia berusaha mengabaikan kepekaannya sehingga dia ndak berhasil menangkap kode – kode yang diberikan untuknya. Seakan tidak acuh. Dia berusaha mengelak bahwa itu untuknya. Atau dia akan menghindarinya. Seperti yang dilakukannya saat ini, menenangkan diri dengan menjauh. Dia ndak mau salah paham lagi. Dia sedang berusaha menjaga hatinya.
.
.
Wanita itu makhluk kepastian. Ketika sudah memiliki niat serius dengannya, lebih baik sampaikanlah. Jangan justru memberikan sinyal yang bisa ditangkap oleh banyak wanita lainnya. Akibatnya, akan banyak wanita yang mulai mengizinkan hatinya dipermainkan, bahkan tanpa sepengetahuan si pemain. Atau bersikaplah sewajar mungkin agar tidak terjadi kesalahpahaman.
.
.
Terkadang, mungkin si lelaki tidak bermaksud untuk mempermainkan hati wanita. Tapi de'ji perlu ingat, banyak wanita yang sensitif dan dengan mudah menggunakan perasaannya. Dan de’ji sebagai lelaki, harus pandai – pandai menjaga hati wanita. Baik dan hormat tentu harus, tapi tetap harus ingat jarak dan kewajaran berinteraksi. Ada batasan terhadap pengetahuan kita tentang hati orang di sekitar kita.
.
. “iya mbak, mungkin memang salah Aji. Aji ndak tahu kalau Utari menaruh banyak harapan pada Aji. Aji menghormatinya sebagai wanita, bersikap lembut seperti bagaimana Aji bersikap pada Ibu, Mbak dan Ayu karena dia sahabat Aji. Keakraban Aji ternyata dinilai beda.
.
. “Iya de, mbak paham maksud de’ji. Tapi jika kita lihat latar belakang keluarga Utari, perlakuan de’ji membuatnya nyaman dan wajar kalau dia berharap sama de'ji.
.
.
Menurut mbak, baiknya de'ji beri waktu untuk dia. Beri ruang untuk menetralisir perasaannya saat ini." balasnya.
.
.
-Bersambung-
.
.
#30haribercerita
#30harimenulis
#fiksi
#day12
#toolatepost
#mbak
#cerbung

Pelupa yang Menulis
.
.
.
“Aku pelupa,” katamu singkat dengan nada datar tentunya.
“Ya?”
“Aku pelupa, itu sebabnya aku menulis,”
.
Dari sekian penulis yang aku tanya alasan menulis, baru kamu yang menjawab seperti itu. Aku pikir jawabannya akan seperti “Aku ingin menggerakkan orang-orang lewat tulisanku,”
Kan biasanya jawaban penulis seperti itu?
.
“Tulisanmu berasal dari pengalaman pribadi?”
“Tidak, aku pikir tidak,” katamu menimbang kejujuran dari jawabanmu sendiri.
“Lantas apa yang kamu takut lupakan?”
“Rasa?” katamu setengah melantur, balik bertanya padaku.
.
Aku mengerutkan dahi, meminta penjelasan lebih lanjut. Kamu terdiam sejenak, semoga sedang memikirkan kata yang tepat. Aku tahu kamu lebih suka memikirkan arti setiap lagu Taylor Swift pada album Reputation atau kenapa Selena Gomez mau menjadi kekasih Justin Bieber (lagi). Kamu temanku, aku tahu kamu suka mengartikan dan diartikan, aku tahu kamu suka memosisikan diri menjadi orang lain.
.
“Aku begitu mudah melupakan banyak hal, ini bentuk pertahanan diri. Aku menolak merasa maka dari itu aku lupa. Namun, aku pikir aku tidak belajar apa pun dari melupakan. Aku memutuskan untuk mengingat dan itu dengan menulis. Dengan menulis aku bisa menjabarkan apa yang aku pikir dan rasa. Saat membaca ceritaku sendiri, aku bisa langsung tahu dan ingat persis aku kenapa dan bagaimana rasanya saat menuliskannya,” kamu sangat serius. Aku hendak tertawa, namun mengurungkan niat.
“Masuk akal, sekalipun ceritamu fiksi dan tidak terjadi di kehidupanmu...”
“Oh ayolah! Penulis mana yang begitu terbuka dengan kehidupan pribadi mereka? Cerita hanya simbolisme dari kehidupan pribadi,” katamu jengkel melihat raut mukaku yang hanya setengah setuju.
.
Kali ini aku setuju sepenuhnya. Kamu benar. Sebagian cerita memang ditulis untuk penulisnya sendiri, sekalipun siapa pun boleh membaca.
.
Terima kasih untuk para penulis yang sudah mengizinkan ku membaca karyanya. Untuk siapa pun tulisan-tulisan tersebut dibuat: melegakan diri sendiri ataupun orang lain, tulisan-tulisan tersebut berhasil memberikan sudut pandang baru yang belum pernah aku miliki sebelumnya.
.
#30haribercerita #30hbc1711
source of original image: Ingrid Sanchez

Yayasan Heesu.
.
Pernah suatu hari saya punya keinginan bs kerja di yayasan. Dalam waktu bersamaan jg punya keinginan utk kerja di perusahaan. Maklum saat itu masih anget2nya lulus kuliah. Gak bs bohong ada gejolak pengen kerja kantoran. Singkat cerita, saya bekerja di perusahaan & tnyt direktur perusahaan tersebut melibatkan saya utk mengurus yayasan milik perusahaan. Wah saat itu rasanya seneng. Dua hal yg saya inginkan tnyt bs dijalankan bersamaan. Berkarir & ikut terlibat ngurus yayasan.
.
Namanya Yayasan Heesu. Yayasan utk anak dengan disabilitas ganda. Ada banyak kerja keras dari pengasuh, therapist, staff pendukung & tentunya usaha dr adik2 asuh itu sendiri. Dengan keterbatasannya, mereka tetap punya kelebihan masing2. Ada yg bisa main piano, menggambar, bernyanyi, jg berprestasi di sekolah. Kalau ditanya gmn rasanya terlibat ngurus yayasan, beuuhh panjang ceritanya. Jujur gak seindah rasa excited awal ketika diberi tanggungjawab ini. Tapi gak bisa bohong jg, walau dgn lika liku yg dialami, mengurus yayasan jd pengalaman yg bermakna bagi saya pribadi. Ntah gmn, saya jg gak bs jelasin, tapi adik2 asuh bs jd sumber kekuatan yg luar biasa bagi saya & bbrp pengurus (menurut cerita mereka sendiri).
.
Sampai akhirnya ketika saya resign dr perusahaan, saya jg harus ikut resign mengurus yayasan. Sedih, iya. Tapi yg saya tahu, walau resign sbg pengurus, saya & Heesu tetap memiliki ikatan kekeluargaan sampai saat ini. Saya senang pernah jd bagian dari keluarga besar Yayasan Heesu ❤
.
.
.
@yayasanheesu
#30haribercerita #30haribercerita2017 #aldistibercerita #aldisti30haribercerita #day27

----a-i-u----
.

ku temui kamu pada setiap bait puisi yang kubaca, pada setiap aksara. entah kenapa selalu namamu yang tertera
.
ku temui kamu pada setiap mimpi, mimpi yang membuatku berhalusinasi, tentang kamu yang begitu berani membuatku jatuh cinta lagi. sayang itu hanya mimpi
.
akhirnya, ku benar-benar temui kamu pada saat itu, saat kamu menyanyikan lagu, lagu yang kamu ciptakan bukan untukku. hatiku pilu
.
@30haribercerita .
#notme#notyours#us#poetry#aboutus#googlepic#30haribercerita2017#30haribercerita#puisi

Kira-kira dua minggu yang lalu, saya menggantikan guru kelas 2 yang sedang sakit. Di luar dugaan, kelas 2 sangat menantang. Kondisi murid sangat beragam, membuat saya kewalahan. Puncaknya, dua anak bertengkar, berlanjut menangis berjamaah. Sepuluh menit, tangisan belum juga mereda. Orang tua mulai mengintip dari jendela. Saya yang panik, tiba-tiba dipeluk dari samping oleh seorang anak, namanya Kiki.
Dia tersenyum sambil meraih tangan saya untuk mengelus kedua temannya (Kiki belum bisa komunikasi verbal). Bersamaan dengan saya mengelus kepala anak-anak, perlahan kelas kembali tenang.
Kiki menyelamatkan saya di hari itu.
.

Hari Jumat, agenda jalan pagi, ibu Kiki meminta saya mendampingi Kiki berjalan. "Kiki perlu latihan mandiri tanpa saya." Permintaan yang wajar, mengingat Kiki selama sekolah masih ditunggu ibunya dan sering menggigit lengannya saat ketakutan kalau ibunya tidak ada di dekatnya.
Kurang lebih 30 menit Kiki berlatih melawan rasa takutnya. Beberapa kali, dia menarik lengannya untuk digigit, saat itu juga segera dialihkan, dan Kiki bisa.
Saya menganggap Kiki pahlawan karena dia tulus membantu saya dan teman-temannya, berani melawan rasa takutnya sendiri, dan menginspirasi saya secara pribadi. Super bangga sama Kiki 😀

#HARIPAHLAWAN #HIVICAMPAIGN #30haribercerita

Most Popular Instagram Hashtags