#30HBC18

MOST RECENT

Dear #30HariBercerita,
Januari 2018 lalu, aku dengan sadar memutuskan berkomitmen denganmu.
Alasannya biasa saja.
Karena aku suka corat-coret kata dan bercerita.
Di lipatan kertas, microsoft word, note smartphone, atau merangkainya secara maya di kepala.
Sama seperti Sapardi Djoko Damono yang menuliskan "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada." Tapi 30 hari itu buatku ternyata hampir sembilan bulan.
Molor.
Seperti aku yang selalu terlewat bangun pagi.
Atau seperti skripsi yang disambi mahasiswanya kerja part time shift malam, lalu dilanjut kuliah pagi.
Yah... Seandainya draft tulisanku bisa bicara, dia pasti bilang "Kukira aku satu-satunya, ternyata salah satunya." Singkatnya banyak momen yang mengakibatkan penggalan tulisanku dirangkai tiba-tiba saja di tempat yang tidak terduga.
Di bandara, pesawat, kereta, rumah sakit, pinggir sawah, theme park, ojek, pasar, pemakaman, toilet, instastory, bahkan lapangan upacara.
Lalu aku butuh waktu lagi sampai fragmen-fragmen tadi punya benang merah dan tersusun rapi.
Untuk kemudian tiba di tulisan ke-30 ini.
Dengan tema khusus: TITIK.

Titik yang sebenarnya aku tak ingin berhenti.
Walaupun hutang tulisanku sudah lunas 30 hari.
Sebab menulis berarti terapi.
Menguraikan isi kepala.
Mengarsipkan yang seharusnya.
Juga sebab yang hanya bisa kujelaskan dengan kalimat "Itu candu yang kusuka."
Begitu saja.
• • •
Paragraf kedua kalimat terakhir, hasil ngobrol receh bareng @monikmocil.
• • •
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1830 #30hbc18titik #utangcerita #latepost #begadangproduktif

Penghujung Juli 2018. Keadaanku tidak sedang baik-baik saja. Jadwal seakan enggan bekerjasama dengan ritme sirkadian. Minuman bergula berarti sugesti energi yang menandakan aku sudah kelelahan. Tapi, kabar bahwa tante baru saja meninggal karena kanker membuatku terjaga dua hari penuh. Segera kurencanakan perjalanan ke rumah duka di Bandung pada Sabtu selepas subuh. Jumat sebelumnya sampai dinihari, kuselesaikan semua pekerjaan hingga tak bersisa. Lalu membereskan pesanan hotel di jam tiga. Sebisa mungkin kutahan kantuk yang menggelayut di mata untuk segera berkemas, mandi, dan pergi secepatnya. "Assalamualaikum... Om, ini Hisra", kataku setelah kubuka masker wajah di depan rumah. Beliau yang tadinya diam di teras, tangisnya pecah. Spontan kantukku yang mengendap dua hari itu hilang. Bertukar cerita dengan anak-anak om dan tante, sambil setengah mati kutahan air mata sampai selesai tahlil jam delapan malam.
Mengingat waktu tante bolak-balik masuk rumah sakit di Bandung, aku bahkan tidak sedang di Jakarta yang untuk berkunjung pun jaraknya terhitung selemparan batu saja. Dan di lebaran 2018, aku mendahulukan pulang ke rumah di Jogja. Masih bersisa percakapanku dan tante di aplikasi whatsapp waktu itu. Setelah tidak dibalas, ternyata beliau semakin memburuk dan sudah dipasang ventilator. "Bedebah kau."
Di keheningan, aku bolak-balik mengutuk dalam hati sebagai manusia yang tidak bisa membelah diri untuk mengunjungi tante terakhir kali. Apalagi dalam perjalanan, aku melewati beberapa tempat yang pernah kudatangi bersama beliau. Ternyata berkabung (lagi) untuk kematian rasanya bisa seperih ini.
Sepulangnya dari rumah duka, sesampainya di hotel, aku duduk diam sejenak. Lalu mencoba istirahat dan berdoa. Mungkin saja aku menangis sambil tidur.
Mungkin... I don't know. I feel fucked up.
• • •
Bandung, 28 Juli 2018.
Untuk Tante Ita dan suami. Yang persahabatannya dengan keluargaku rasanya melebihi ikatan sedarah.
Thank you for showing me another shape of unconditional love.
• • •
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1829 #utangcerita #latepost #begadangproduktif

"Sering kali kita merasa bahwa akan hidup selamanya. Sering pula lupa jika masih ada tempat yang menanti kita selain dunia--akhirat. Acap kali kita berpikir masih muda, sehingga enggan memupuk amal baik. Nanti saja kalau sudah tua, katanya. Padahal bukankah banyak pula yang mati saat belia?
.
.
Pernahkah saat bertakziah kita bermusahabah? Bagaimana jika yang dibungkus kafan itu adalah kita? Bagaimana jika yang hendak dikuburkan itu kita? Sudahkah kita siap? Atau justru bekal itu belum sama sekali tersiap?
.
.
Karena, sesungguhnya yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Cepat atau lambat. Kapan pun dimana pun.
Kematian pasti datang.
Tak bisa dimajukan atau dimundurkan
Tak peduli muda atau tuanya seorang insan.
.
.
“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan“ (QS: Al-Jumu'ah:8)
.
.
📝@Valentinaoktas_

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1827 #muhasabah #ntms #pengingat #reminder #menulis #menulisuntukbermanfaat #puisiinstagram #puisi #puisiindonesia #nasehat #ceritahijrah #kematian #mati

.
Kau dan aku sama-sama memiliki warna jingga.
Tapi mengapa orang-orang lebih gemar memilihmu untuk dijadikan pujaan ?
- Fajar kepada Senja.

Waktu kita untuk memamerkan keindahan juga tidak banyak berbeda.
Tapi, mengapa orang-orang lebih menanti kehadiranmu dibandingkan denganku ?
Bukankah Tuhan seperti tidak adil ?
Buat apa repot-repot untuk ciptakan kau dan aku, jika pada akhirnya hanya kau yang lebih diinginkan ?
- Fajar kepada Senja.

Kau tahu ?
Mereka (orang-orang itu) selalu menantikanku muncul hanya untuk memastikan bahwa hari mereka yang panjang dan meletihkan telah berakhir.
Mereka senang karna akhirnya bisa segera kembali ke rumah untuk menanti waktu istirahatnya.

Ah, aku yakin kau tidak pernah tahu yang ini.
Mereka selalu menantikan kehadiranmu dengan sejuta harapan dan mimpi baru.
Selalu berharap untuk matahari yang datang setelahmu akan membawa kehidupan baru bagi mereka.
Bukankah ini terdengar lebih membahagiakan ?
- Senja kepada Fajar

Ah, dan tenang saja.
Tuhan tidak pernah butuh koreksi dari kita untuk tiap takdir yang Ia punya untuk kau, aku, hingga setiap butir debu yang bermukim di semesta-Nya.
Karena takdir-Nya adalah yang paling benar. .

Lagi-lagi, Senja kepada Fajar. .

#30HBC #30HBC18 #30HariBercerita @30haribercerita

Senja, ketika melihatmu...
Alhamdulillah
Aku bersyukur kepada Sang Pencipta, karena menciptakanmu dengan indah dan damai.
Awalnya ku bertanya, apakah hatiku ini bisa lembut dan damai sepertimu, senja?
.
Kemudian sobat karibmu, angin berbisik menggelitik dan seketika ku teringat kata kata indah ini...
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram" (Q.S Ar Ra'd: 28)
.
Jadi, apapun masalahmu, ingatlah Allah dimanapun berada, karena Insya Allah, Dia Maha Mendengar segala isi hati.
.
Aku harap kamu tidak pernah lelah menemani sore hariku dengan ramah ya, senja? .
.
*cerita hanyalah fiktif, ambil saja pesan moral di dalamnya :) *
🎥: Redmi 4x
🎶: Weslife- Soledad
(Ternyata baru tau hpnya bisa edit video juga, ehehe)
#30HBC18
@30haribercerita
#self reminder

"Allahku...
Atas apa-apa yang terjadi dalam hidupku. Senang atau sedih, manis atau pun pahit, aku tak apa. Aku bisa menjamin bahwa hidupku baik-baik saja selama Engkau ada bersamaku. Karena, hanya dengan-Mu aku kuat. Hanya bersama-Mu aku mampu.

Maka, ya Allah...
Aturlah hidupku sebagaimana yang Engkau mau. Sebab, aku percaya bahwa segala yang datang dari-Mu adalah karunia terbaik untukku."
.
.
@Valentinaoktas_

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #ntms #Reminder #pengingat #nasehat #selfnote #menulis #menulisuntukbermanfaat #puisiinstagram #puisi #puisiindonesia #hijrah #ukhuwah #AllahMahaBaik

"Teruslah berusaha untuk menebar kebaikkan, sekecil apapun itu. Meski tak sempurna, meski amat sadar bahwa diri sendiri pun banyak cacatnya. Karena, kita tak pernah tahu dampak positif apa yang orang lain dapatkan dari kita. Bukan maksud membanggakan diri. Hanya saja, bukankah menjadi bermanfaat bagi orang lain itu merupakan kebaikkan? 😊

Maka, teruslah bersemangat untuk terus berbuat baik. Karena, besar atau pun kecil, kebaikkan tetaplah kebaikkan yang akan selalu Allah nilai dengan cara-Nya."
.
.
📝@valentinaoktas_
@30haribercerita #30HBC18 #Day7 #ntms #reminder #pengingat #menulis #puisi #aksimenulis #nulisyuk #quote #nasihat #menulisuntukbermanfaat

"Kamu banyak pikiran? Kamu pusing? Harusnya jangan gitu. Karena, harusnya kamu bersyukur sebab itu tandanya kamu masih punya pikiran. Otak kamu masih bekerja. Harusnya kamu bersyukur karena masih dikasih kesempatan sama Allah buat untuk mikirin hal-hal baik di sekitarmu. Dari pada buat mikirin yang enggak-enggak? :)
.
.
Kamu sibuk? Jadi capek? Jadi lelah? Malah harusnya kamu bersyukur sama Allah. Sebab, jadinya waktu kamu ga terbuang sia-sia. Ketika kamu iri sama temen kamu yang ga punya kesibukkan, harusnya dibalik. Harusnya malah kamu yang membuat mereka iri, karena ternyata waktumu jadi lebih produktif dan banyak di isi dengan hal-hal baik, hehe. Harusnya kamu terima kasih sama Allah karena masih dikasih sibuk, karena itu tandanya Allah ngejaga kamu dari hal-hal yang ga baik yang mungkin aja bisa kamu lakuin di waktu luang.
Jadi, bersyukur ya😊

Terkadang, kita memang harus melihat segala hal dari segala sudut pandang. Melihat semuanya tidak hanya dari satu sisi. Karena, dengan begitu kita akan banyak menemukan kebaikan-kebaikan. Bukan prasangka yang justru malah membuat kita jadi kecewa."
.
.
📝@valentinaoktas_
Ps. Postnya malem terus krn siangnya fulllllll doin' something we called "task" hehe

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC18 #reminder #ntms #pengingat #semangat #bermanfaat #menulis #yuknulis #sajakliar #puisi #quote #menulisuntukbermanfaat

UANG RECEHAN
.
.
Adakah anak kost disini? Denger kata uang recehan gimana rasanya? Pasti senyum-senyum malu gimana gitu kan? Ngakuuuuu ayo. Karena, kadang aku pun begitu😂
.
.
Apalagi kalau sudah akhir minggu atau bulan, saat isi dompet kian menipis, tapi orang tua tak kunjung ngirim lagi. Bolak-balik ngecek atm, isinya sama aja--kosong. Jadilah akhirnya berkelana mencari kantong tas atau gamis. Berharap yang diharapkan ada disana. Apa lagi namanya kalau bukan si kecil? Alias si uang recehan.
.
.
Pernah ga si kepikiran? Pas ada uang banyak, si kecil dilupakan, sementara si kertas di sanjung-sanjung, tapi giliran si kertas perlahan menghilang, kita kembali lagi ke si kecil yang pernah kita nilai tak bermakna tersebut? Bayangin, gimana rasanya jadi dia? Pas lagi seneng ditinggal, eh pas susah di cari lagi, gitu aja terus. Kalau dia manusia, mungkin tingkat kebaperannya udah maksimal yang bisa menyebabkan rasa ingin makan *eh *skip
.
.
Tadi analoginya si uang receh kalau jadi manusia pasti baper. Nah, gimana kalau yang digituin manusia beneran?
Kita sering kali merasa paling tinggi hingga sering pula meremehkan mereka yang menurut kita jauh di bawah. Kita sering kali merasa paling gagah dibandingkan mereka yang kita pandang sebelah mata. Padahal, bukankah kita tak pernah tahu seperti apa kedudukannya di mata Allah?
Bisa jadi di mata kita hina, tapi dihadapan-Nya ternyata jauh lebih mulia karena tak pernah menyakiti sesamanya.
.
.
Kebanyakan dari kita terlalu sombong;tinggi hati hingga lupa bahwa segala yang dimiliki tak akan dibawa mati. Kebanyakan dari kita lupa bahwa Allah tak melihat rupa pun harta. Dia melihat ketaqwaan yang ada dalam diri kita. Maka, jangan pernah merasa melangit. Sebab, kau bisa jatuh karena disana ada gravitasi.
.
.
Jangan pernah meremehkan yang kecil. Sebab, jika tak ada mereka, mungkin kau pun tak akan pernah disebut si besar."
.
📝@valentinaoktas_
Ps. Liat uang receh langsung kepikiran ini. Bukan krn butuh transferan kok, bukan.
@30haribercerita #30haribercerita #30HBC18 #uangreceh #jangansombong #langit #sky #reminder #NtMS #Reminder #pengingat #nasehat

"Pernahkah kita berpikir, seandainya sahabat kita merasakan manisnya iman seperti yang kita rasa? Merasakan nikmatnya hidayah dalam berjuang meraih cinta-Nya? Pasti akan sangat indah. Karena, itu artinya kita lebih banyak memiliki saudara untuk sama-sama berjuang dalam taat.
.
.
Tapi, ada kalanya keinginan tak sesuai dengan kenyataan. Meski telah berkali melakukan pendekatan, berusaha terus mengingatkan dengan berbagai cara, selembut mungkin, sehalus mungkin. Berusaha untuk tak menyinggung perasaannya. Tapi, sama saja. Kemauan untuk menjemput hidayah itu belum juga tiba.
.
.
Terlepas dari semua usaha, mungkin masih ada yang terlewatkan. Mungkin ada masa dimana kita lupa membisikan namanya didalam doa kita. Atau, mungkin kita yang terlalu egois;terlalu sibuk meminta kebaikan untuk diri sendiri sementara untuk saudara kita, sering kali kita lupa.
.
.
"Tapi, aku sudah mendoakannya. Mengapa hatinya tak kunjung lembut?", katamu.
Jika kita masih bertanya seperti itu, mungkin disini kita yang lupa. Bahwa, hidayah itu hak prerogatif Allah.
Bahkan, Imam Syafi'i pun berkata “Andai hidayah itu seperti buah yang bisa ku beli, maka akan ku beli berkeranjang-keranjang untuk aku bagi-bagikan kepada orang-orang yang aku cintai.”
.
.
Ini dapat dimaknai bahwa hati manusia itu Allah yang genggam. Mengenai kapan hati itu Allah lembutkan, biarkanlah menjadi urusan-Nya. Karena, tugas kita hanyalah terus berusaha mengingatkan dan tak henti mendoakan. "
.
.
📝@Valentinaoktas_

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #reminder #ntms #pengingat #muhasabah #menulis #menulisuntukbermanfaat #hidayah #sahabat #sahabarsurga #puisi #puisiinstagram #puisiindonesia #sajak #quoteoftheday #ukhuwahislamiyah

"The Dusk Man"

Aku menyebutnya the dusk man. Karena ia selalu kutemui pada senja di sebuah café, sebelah barat stasiun tugu Yogyakarta, Delighted café. Begitu malam menjemput, aku selalu kehilangan jejaknya walau sudah beberapa kali ku runut. “Saat senja, fajar memerah dan perlahan tenggelam sebagai pelabuhan yang mengantarkan siang pada malam”. ***** Delighted Café, 17:35
Sebuah café yang menawarkan aneka macam kopi, terletak di sudut jantung Yogyakarta, bergaya tradisional dengan dominasi ornamen dari ukiran kayu. Di kala senja dari jendela café ini, pengunjung dapat menikmati silhoutte senja nan indah.
Hampir tiga kali dalam seminggu, aku selalu berkunjung ke Café ini. Karena kopi, ruang, dan senjanya.. ***** Senja di pertengahan Agustus, ketika Sastrowijayan mendung, Seorang pria dengan kisaran usia 40 tahun mengenakan setelan wool coat abu-abu panjang dan trousers hitam, berjalan santai, menyebrang jalan, menuju café ini. Ia memasuki Café dan mengambil tempat duduk tepat di sampingku. Ia memiliki tubuh ideal dengan tinggi sekitar 175 cm dan berat 65 kg, berambut hitam lurus dan memiliki sinar mata tajam. “Pesan apa Mba?”, ujar pelayan wanita berseragam batik sambil menyodorkan buku menu. “Macho-Java Coffee satu”, campuran yang sama dari varietas arabican coffee.
Lima menit kemudian pelayan wanita tadi datang membawa minuman favoritku di café ini. Pria tadi rupanya mempunyai selera yang sama, dua menit kemudian pelayan wanita lainnya mengantarkan mocha-java ke mejanya.
Sambil menikmati kopi, ia mengeluarkan laptop dari ransel hitamnya, membuka tautan, google, search… **** sudah 9 kali berturut-turut pada senja di pertengahan Agustus aku selalu bertemu dengannya, pada café itu, dengan pakaiannya yang sama, wool coat abu-abu, trouser hitam dan tak ketinggalan ransel hitamnya.
Hingga pada suatu senja ku putuskan untuk mengikutinya, keluar café pada 17:50, berjalan santai agar ia tak menaruh curiga.
Ia berjalan menyusuri malioboro, melewati penjual gudeg dan berhenti pada kios kerajinan tangan. 20 menit kemudian keluar bersama seorang pria yang sepantaran usianya, mereka pun saling omong-omong -Keukeu-
#rikekeukeu #theduskman #30haribercerita #30hbc18

(PARCTICE) FAST Doodling my lil Big Budd LIO . Tulisan asli di thn Feb 2009
Bagaimana saya melihat Lio
(visual hanya ada dlm otak yecha seorang)
.
Ini sosok Lio sblm dia masuk kedalam kelamnya dunia kucing jalanan di Dipatiukur, Bandung. Sosok lio yang masih polos tapi penuh dengan kata2 kasar yang kluar dr mulut imutnya.
.
Gambaran ini mrupakan visual lio dibenak saya ketika umurnya blm beranjak 1 thn. Masih imut, bersih, kerjaannya makan, tidur gelindingan, berpasir. Suka tidur d perut, cman ska wet food dan menolak keras dry food.
.
Pernah denger kucing nangis karena kesepian trus dia nyariin org g nemu2?? (pdhal ada saya cman saya nyumput) ... Saya pernah ... Dan itu kasian :"))) bkin hati para pcinta kcing pasti terTOUCH
.
.
Si Kucing takut gelap, tkut sndiri, takut ktinggian, takut suara head dryer, takut suara kmbang api, segala bnyak takut tapi kalau jam 2 mlm jangan kaget kalau dia lg d pojok ruangan smbil meong2 trus tba2 ngegelindingan kaya ada yg elus == trus tba2 lari2 kaya ngejar sesuatu trus loncat seakan nangkep apaan gtu.. pdhal g ada apa2😂😂😂😂
.
Lio punya hobi ngedumel atau ngomen hal2 yg mnusianya (saya dan keluarga) lakukan... Trus jika smpe kita ngelakuin hal bodoh atu teledor gtu biasanya lio tba2 meong2 kaya yg marahin skligus ngatain.. Saya g bisa bhas kcing... Tapi..ekspresi dan intonasi omongan itu walaupun tnpa kamus pun lu bakal paham kok... Yang saya terka apa yg lio ucap ketika saya merusak barang.. Adalah ******************* ( maaf untuk mnjaga anak2 d bwh batas usia jd d sensor .. Soalnya KASAR )
. -berlanjut soon-
.
#30haribercerita
#30hbc18
#30hbc18titik
#30hbc1830
.
#illustration #cat #doodle #draw #daily_art #dailylife #doodling #art #artwork #paint #paiting #kitten #cerita #story #illustory #instart #artist #drawing #characterday
#dailylife #procreate

Aku kenal dia.
Dia yang punggungnya kujaga dari jauh selagi berjalan.
Dia yang semua bekalnya berbentuk pertanyaan hidup dan peta yang dicetak dari pengalaman.
Masih demikian bahkan ketika kami sudah bertemu dan beriringan.

Pun dia kenal aku.
Aku yang selalu bepergian dan terlampau sering berpamitan.
Yang dalam setiap perjalanan, aku hanya berhenti pada yang menyamankan.
Aku juga tak pernah kembali, kecuali kepada yang kuanggap rumah.

Namun pada akhirnya kami selalu pulang kepada satu sama lain.
Berbicara tentang hidup yang kadang menyebalkannya tak main-main.
Atau tentang dunia yang mungkin terkutuk. Yang membuat semua orang memakai topeng dalam berbagai bentuk.
Dia ketika di depanku, aku ketika di depannya, kami adalah manusia yang bebas jadi apa saja tanpa berpura-pura.
Takdir memang tidak bisa dipesan begitu saja untuk tersaji di atas meja. Tapi kerjasama untuk bertahan di tengah riuhnya dunia yang tidak baik-baik saja, dan doa yang bergerak mengiringi, itu hal terbaik yang kami punya.
• • •
Narasi yang ada di kepala saat berdiri di belakang tuan dan nyonya Portugis ini, sesaat sebelum menyeberang ke arah Senado Square di Macao.
• • •
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1828 #30hbc18bergerak #BergerakBersama #utangcerita #latepost

120312
.
- Potongan cerita FF Tengah Malam- .
.
호야 POV
"Bersembunyi itu hal yang percuma dan hanya akan melelahkanmu saja.. Aku berdiri disni pun karena kamu... aku berharap sebuah Senyuman dan sambutan hangat darimu bukan alis yang mengerung dan tatap yang menyebalkan. Kamu marah? tapi yang kulihat kau lebih terlihat takut padaku dari pada marah...
Memangnya aku pernah melukaimu? Kita kan hanya bermain “katakan atau kutukan” bukankah itu permainan yang menyenangkan.
Mau main lagi?" .
- berlanjut -.
.
#30haribercerita
#30hbc18
#30hbc18titik
#30hbc1830
.

#illustration #boy #mind #draw #daily_art #dailylife #doodle #art #artwork #paint #paiting #cat #kim #story #illustory #instart #artist #drawing #digitalart #design #characterday
#dailylife #procreate #ohname #tiger

DUAPULUH dari TIGAPULUH
.
(20/30)
.
::: SHALLOW :::
"mbak.. mbak, maaf ada waktu sebentar?" Aku memberanikan diri untuk ngomong pada si empunya rambut panjang yang sedari tadi terus kuikuti dari belakang.
.
Ukuran panjang rambutnya benar-benar pas dengan tipe idealku. Tidak panjang, tidak pendek. Tapi pas!
Dan juga tingginya. Semampai.
Dan juga badannya. Tidak kurus, tapi bukan berarti gemuk.
Dan juga warna kulitnya.
Dan lagi caranya melangkah. Gemulai.
Dan... dia menoleh.
.
Berkumis!
.
"iya bisa saya bantu?"
.
"ehh..ohh..iya mas"
tergagap.
"ada waktu?
kalau ada waktu, mmm...silakan anda manfaatkan dengan baik"
Lalu aku melengos pergi dengan muka bodoh.
.
"makanya jangan gampang terjebak dengan idealisme semu"
.
merutuk pada diri sendiri yang masih saja terpingkal.
.
#30haribercerita #30hbc18 #ceritapia

30. Titik

Ada saatnya,
sesuatu yang dimulai, berakhir
Dan ada kalanya,
sesuatu yang begerak, terhenti

Tak perlu memaksa untuk segera memulai atau menggerakkannya kembali,
Pastikan saja tandanya terlebih dahulu. Dan jika memang titik, jangan kau kelabui diri dengan koma.

@30haribercerita #30HBC18 #30hbctitik #verylatepost

Jarak yg kami tempuh tak lebih dari 85 KM menuju ke sini. Barangkali hari ini hari keberuntunganku, karena telah bertemu dengan wanita tercantik setelah ibuku. Ya wanita dalam frame itu. Skeptik pasti dg gambar yg lebih jelas poster Soekarno daripada wanita yg kumaksud. Wanita dalam frame tersebut adalah seorang singgle mother yg membesarkan 3 anaknya seorang diri. Lalu suaminya? Suaminya pergi bersama perempuan lain sejak anak terakhirnya umur 29 hari sampai sekarang dia sudah hampir tamat SMK. Dan si suami tak pernah kembali dan menafkahi. Si wanita baja ini dengan gigih menghidupi diri dan anak2nya dengan menerima pesanan kue maupun nasi kotak. Sampai suatu hari dia mendapati telapak kaki kanannya terluka, tapi karena mengidap diabetes luka itu bukanya mengering, malah makin melebar. Sudah dibawa ke RS, dan ditangani dg baik langsung disuruh kembali ke rumah. Di rumah kondisinya makin memburuk akhirnya dia kembali lagi dan mendapat rujukan ke RS kota. Tak lebih dari seminggu luka yg hanya sebesar biji jagung ditelapak kakinya sudah menjalar ke 1/3 kaki kanannya, jalan satu2nya adalah dg amputasi. Dan dia menerima itu, jika itu yg terbaik. Jadilah sekarang si wanita baja itu kehilangan 1/3 kaki kanannya. Apakah dia bersedih? Inilah yg membuatnya cantik luar biasa. Dari sekian sering kehidupan memperkosanya, dia masih tersenyum ceria dengan sepasang mata yg berbinar penuh cahaya kebahagiaan dan harapan, sama sekali tak ada tangisan. Meski masih diawal 40an, rambutnya sudah memutih dan menipis. Lebih karena faktor kehidupan dari pada usia. Suaranya masih tinggi menggebu-nggebu. Ceritanya tak pernah jauh dari humor. Seakan akan amputasi yg telah ia lalui hanyalah kecelakaan kecil, jatuh dari ayunan. Sorot mata dan bias senyumnya terngiang oleh siapapun yg memandang. Selamat kuat wanita baja! Badai takkan dapat menumbangkanmu. So inspiring 😍😍😍 @30haribercerita #30hbc18 #photooftheday #photooftheday #photograph #humaninterest #singglemom #poem #puisi #prosa #kisah #berbagikisah #life #lifetime #ijentatak

#Repost @exploretts (@get_repost)
・・・
Photo by @valensia90
.
.
Puitis juga kaka kita yang satu ini ( @valensia90)
.
15/365 @30haribercerita (Tema : A letter to my self).
.
Teruntuk Yualeny Valensia,
.
Tahun sudah berada di langkah ke 2018-nya. Tahun dimana kau akan bertatap muka dengan usia 28 tahunmu. Maka lepaskan yang tak bisa kau genggam. Tinggalkan yang membuatmu menangis. Enyahkan yang pernah menyajikanmu luka.
.
Waktumu untuk meratapi yang telah terjadi pun telah habis. Biarkan tawa tersungging dari bibirmu. Halau saja tetes air di pelupuk matamu. Tunjukkan bahwa lukamu telah mengering. Walaupun ada bekasnya, setidaknya kau sudah tak lagi merasakan nyeri.
.
Pergilah ke semua tempat yang kau inginkan. Temui sebanyak mungkin manusia di luar zona nyamanmu. Kau sudah berhasil melewati fase terendah dalam hidupmu selama ini, jadi tak ada alasan untukmu menengok masa lalu dengan kubangan tangis penyesalan.
.
Berbahagialah! Kau berhak untuk itu. Tertawalah! Gigi kelincimu sudah rindu dipamerkan. Bukalah lebar sayapmu. Karena sang sukacita sedang menuju ke arahmu. Ia telah siap bermanja dalam rengkuhan peluk hangatmu.
.
.
📍 : Tebing Seribu Saenam, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur
.
.
.
.
.
#30haribercerita #30hbc18 #30hbc1815 #30hbcsurat #exploretimor #exploretts #timortengahselatan #30HBCulen

Hai, kau rindukan aku?
Merindu yang bisa kita jadikan buah tawa, atau bahkan kembali merunduk bersama. Sosok masih mengalami emosional tidak stabil, bahkan ekonomi pun labil. Hanya bermodal wajah ceria, barangkali sekitar turut serta berbahagia.
.
Kamu sudah melaluinya, lulus ataupun tidak bukan perkara. Yang terpenting kamu selalu berusaha.
.
Terimakasih telah bersedia melakukan semua dengan segenap jiwa raga, bahkan dengan hati yang siaga bahwa tiap-tiap medali kemenanganmu bukanlah kebanggaan bagi mereka.
.
Istirahat lah sejenak, Aku amat memahami dirimu yang tengah dirundung duka. Memilih untuk berbuat sesuatu hanya sebagaimana mestinya, berbatas dengan rasa cukup. Yang dimata semua itu masih kurang dan buat mereka jemu.
.
Lihat, kedua mawarmu layu, mati tanpa kau tahu. Ayo melenguh, jangan kau tahan untuk dapat apresiasi kau manusia tanpa keluh
.
Hiduplah kembali, dengan rasa cukup saja. Tidak perlu ikut serta dalam lomba lari yang mereka sertakan. Bukankah sedikit lebih beda, lebih baik dari sedikit lebih baik?
.
Kau ingin tertawa? Aku juga haha. Ucap manis ini serasa membual, terkadang buatku juga mual. Bahkan tidak jarang bilingual. Sudah, haha.
.
Kembali berjalan dan raih tiap-tiap cita yang ingin kau gapai, kembali duduk saat mulai kelelahan. Selamat berjuang.
.
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1815 #30hbc1815surat

24/31.
Hoaks

Ibu sudah kenyang, kamu makan saja. Kadang itu hoaks.
.
Sepatu Ayah masih bagus, kamu dulu saja. Itu juga bisa menjadi hoaks.
.
Ibu ngga capek, kamu istirahat saja. Ini mungkin hoaks.
.
Badan Ayah tahan hujan, kamu pake saja. Jelas sekali hoaks.
.
Ngga papa. Baik-baik saja. Semuanya Cukup. Hoaks.
.
Banyak sekali hoaks-hoaks yang Aku percaya dari mereka.
.
Banyak sekali hoaks-hoaks yang kuabaikan kebenarannya dari mereka.
.
Teman-teman tampak lebih prioritas untuk ditanya kabar dan diajak bicara.
.
Teman-teman tampak lebih utama untuk diberi hadiah dan ucapan doa.
.
Teman-teman tampak lebih, lebih, dan lebih.
.
Saat teman-teman menjadi teman dan teman menjadi hilang, barulah terbesit untuk pulang.
.
Jangan sedih.Masih ada ayah. Selalu ada ibu. Ini bukan hoaks. Aku yakin.

#30hbc18 #temahoaks

Most Popular Instagram Hashtags