syahranisaid syahranisaid

378 posts   1067 followers   915 followings

Syahrani Said  ~Instanusantara people~ .Cita-cita : Tidur jam 10 malam dan Tjurhat tepat waktu.

Menghadapi anak-anak adalah pekerjaan yang rumit bagi saya. Untuk pertama kalinya saya duduk bersama anak-anak kompleks dan mengajak mereka bermain sambil belajar bersama.
Percayalah, menghadapi anak kecil tidak pernah semudah tepuk tangan atau bernyayi saja, butuh suara yang ekstra tinggi hingga suara paling lembut, butuh sabar yang lebih tabah, butuh strategi anti patah hati saat diacuhkan oleh mereka.

Namun, setiap tawa mereka, candaan mereka, semangat mereka akan meluluhkan segala yang kaku dipikiran. Lelah menghadapi mereka akan lebur, jika kalian menatap matanya, di sana akan nampak hal-hal paling membahagiakan yang hanya perasaan mampu menjabarkan.

Demi sebuah langkah baru, kadang kita harus melampaui pikiran yang enggan kita lakukan, melawan setiap kata "tidak ingin" yang berulang kali mengagalkan hal baik untuk diwujudkan. Ini mungkin tidak berarti apa-apa bagi yang telah terbiasa, tapi bagi saya ini sebuah perayaan bagi perjalanan sebuah angan ke ingin hingga tiba ke nyata.

#ceritaanakkompleks

Masih acaranya orang lain.
@nur.aisyahsaid @nurmutia

Salah satu dari seluruh foto yang bisa buat saya senyum sendiri. Anak perempuan kembar, bedaknya yang blepotan, berbanding lurus dengan senyumnya.

Saya harus berterimakasih kepada teman saya @astpratw yang telah memberitahu saya ide melepas tukik ini, meskipun dia sendiri tidak bisa mewujudkannya.

Ini pengalaman pertama saya melepaskan tukik yang dulunya hanya bisa saya lihat di layar TV dan akhirnya saya bisa melakukannya. Saya bersama teman-teman @bumilestari diberi kesempatan oleh kak Yusri dari komunitas sahabat penyu untuk melepaskan tukik yang berusia 3 hari setelah menetas. Katanya satu induk penyu bisa menghasilkan 100 butir telur, waktu yang dibutuhkan telur hingga menetas sekitar 35-40 hari. Setelah menetas tukik segera dilepaskan ke lautan oleh bantuan teman-teman sahabat penyu. Jadi, mereka sama sekali tidak menangkarkan penyu dengan alasan akan menjauhkan penyu dari habitat aslinya.

Saat tukik saya lepaskan menuju habitatnya, di dalam hati saya berdoa semoga tukik-tukik yang lucu itu dapat menjadi penyu dewasa yang hidup hingga usia 100 tahun. Tukik yang sangat kecil itu berenang mengarungi lautan yang sangat luas, bahaya dimana-mana, tapi itu lebih baik daripada hidup terkurung di daratan menjadi tontonan manusia, maka lebih baik terseleksi oleh alam.

Betapa beruntung saya bisa punya kesempatan belajar bersama orang-orang baik, tentang kehidupan penyu yang mengagumkan.

Pantai Mampie, Polewali Mandar.

Pagi tadi saya mengantar nenek ke kebunnya. Jarak kebun nenek dari rumahnya tidak terlalu jauh. Saya senang mengantar nenek ke kebunnya karena pemandangan di kebun nenek begitu indah, disana saya dapat melihat sawah dan pegunungan secara bersamaan.

Di dalam kebun, nenek menanam banyak tanaman seperti pisang, ubi kayu, timun suri, pare, cabai dan buah naga. Tapi saya amati nenek sangat menyukai tanaman buah naga dari seluruh tanaman yang tumbuh di kebun nenek. Pernah suatu hari nenek sangat kecewa hanya karena bunga pertama buah naga itu terjatuh dan saya harus menghibur nenek dengan mengatakan bahwa memang pertumbuhan pertama buah naga, buah pertamanya pasti selalu terjatuh. Saya sarjana pertanian mungkin nenek otomatis percaya.

Saya juga selalu memimpikan memiliki kebun di belakang rumah atau mungkin sedikit jauh dari rumah. Saya senang memandangi sesuatu yang bertumbuh mengagumkan dan hasilnya bisa di berikan ke tetangga rumah. Saya juga senang mengunjungi kebun yang hening, merawatnya dengan penuh perhatian, maka dengan begitu saya selalu bisa menghalau segala resah dan rumitnya hidup saat bersantap siang disebuah kebun yang memilki aroma khas, bunyi-bunyi hewan dan sesuatu yang menyentuh ranting sebelum terjatuh ke tanah.

Terakhir kali ke Soppeng saya tidak ingat kapan, mungkin tiga tahun yang lalu. Biasanya kami sekeluarga berkunjung ke Soppeng setelah hari lebaran, tapi lebih sering kedua orangtuaku yang ke Soppeng, saya bersama saudara jarang ikut.

Oleh permintaan seorang teman setelah lebaran kemarin, saya akhirnya menginjakkan kaki di Kabupaten Soppeng setelah sekian lama dan juga oleh temanku saya dipaksa menginap semalam. Menjelang sore saya mengunjugi pusara ambo' (kakaek) yang tiada saat usia saya empat tahun. Selama empat tahun itu saya banyak menghabiskan waktu di Kota ini, oleh ambo' saya menjadi cucu kesayangannya barangkali karena saya cucu pertama. Saat kemarin berkunjung lamat-lamat kenangan masa kecil itu banyak berubah kecuali pusara ambo'. Niat saya ingin menemui kenangan masa kecil itu hampir sepenuhnya terpenuhi, seperti menyusuri Jl. Belubu (rumah dulu nenek), melintas di jembatan sungai Lapajung, melihat lapangan kota dan masjid Raya, berkunjung ke pasar, melihat tembok stadion yang sekarang sudah dirobohkan, permandian ompo dan saya juga mencicipi nasu keddi (masakan) yang dibuat oleh temanku. oh ya udara malam Soppeng cukup dingin dan saya baru tahu.

Teruntuk tuan rumah yang ramah, saya berucap terimakasih mau direpotkan oleh saya dan juga kedua kawan saya. Terimakasih semangkuk nasu keddinya, sepotong kasurnya, dan perjalanan panjangnya menuju waduk (betis minta tolong). Bersiaplah untuk kerepotan selanjutnya kak @meylancholia

Bapak saya berasal dari suku mandar, beliau dulunya lahir dan dibesarkan di Lingkungan Tanete, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Selatan.

Kedua orangtua bapak telah tiada. Meskipun begitu bapak masih piawai merawat kenangan masa kecilnya, bapak mendirikan sebuah rumah panggung tepat di atas tanah yang dulunya berdiri rumah kedua orangtuanya yang dipenuhi kenangan.

Pulang ke kampung halaman adalah sebuah hal yang terasa hangat bagiku, melihat wajah-wajah lawas, sumur, jalanan yang lengang, daun-daun kering, rumah panggung, ayam kampung, suara hewan-hewan berisik, ternak peliharaan, hasil-hasil kebun, dapur tradisonal dan beberapa hal yang gagal ku tafsirkan di tulisan ini.

Untuk kampung halaman, saya selalu menyimpan rindu disana, tidak banyak namun, selalu pas saat saya mengunjunginya.

Hal-hal sederhana yang saya kunjungi saat pulang kampung. Dulu sewaktu masih kecil saya sangat senang jika nenek mengijinkan saya ikut ke pasar.

Di pasar saya bebas memilih apapun untuk minta dibelikan, salah satu yang saya ingat adalah saya sering meminta dibelikan mie instant satu kardus. Tapi ada satu yang paling ku senangi saat ke pasar yaitu berbelanja ikan atau cumi atau udang. Dari dulu hingga saat ini satu-satunya bagian pasar yang paling ku senangi adalah penjual ikan, meskipun becek dan sedikit berbau, namun tetap menyenangkan memilih ikan sambil membayangkannya berada di meja makan tersaji dengan lezat. Saya menyukai ikan tuna yang besar lalu dimasak ala mandar menggunakan panci tanah liat (bau piapi) serta ditambah irisan daun bawang khas mandar yang hanya terdapat di mandar, begitu pun cumi yang di masak dengan cara yang sama.

Ada hal unik lain yang terdapat di pasar-pasar di mandar, hampir seluruh penjualnya adalah perempuan, termasuk itu penjual ikannya. Di mandar dikenal dengan sebutan "sibaliq parriq" yaitu saling membantu dalam kehidupan rumah tangga. Misalnya seorang suami pergi mencari ikan di laut, nanti ikan yang di dapatkan akan di jual oleh para istri. Itulah makanyaa penjual ikan di pasar kebanyakan perempuan.

Saya terlahir dari kecil hingga besar di Parepare, kota yang terkenal dengan cakarnya (pakaian bekas layak pakai) harga miring kualitas luar negeri.
Sewaktu kuliah dulu mulai dari sepatu celana hingga kemeja semuanya di sponsori oleh cakar. Disebut cakar mungkin karena memiliki kepanjangan cap karung, sebab packingan dari luar negeri dimasukkan berdesakan di dalam karung.

Hampir seluruh mahasiswa Parepare sudah pasti pakaiannya cakar. Saya saja tiap pulang ke Parepare pasti menyempatkan diri pergi madtjakar. Entah dengan alasan apa saya senang saja pergi mencari cakar. Kadang-kadang barang yang ingin saya beli adalah kemeja, tapi pas sampai di Senggol (pasar malam yang menjual cakar) pasti saya membeli sesuatu yang lain dari tujuan awal.

Banyak hal yang unik saat madtjakar, salah satunya tawar menawar harga, jika anda pandai menawar dan memasang wajah memelas niscaya harga yang anda inginkan pasti anda dapatkan. Dulu para penjual cakar belum mengerti merk atau brand sebuah pakaian, jadi harga jualnya semua rata. Nah, sekarang penjual sudah pandai melihat brand, jadi harganya agak nanjak dari biasanya.

Dulu saat sudah belanja cakar sepuluh kompe-kompe (sepuluh kantong plastik) saya sangat bangga memamerkannya kepada seluruh teman-temanku, apalagi brandnya terkenal dan saya membelinya dengan harga yang sangat miring. Disitu saya merasa menang banyak.

Orang-orang datang dan pergi katanya, ada yang menetap menjadi abadi dalam sebuah ingatan, pada sebuah foto dan pada sebuah tulisan.

Satu teman berarti satu jendela dalam sebuah rumah, kalian bisa melihat pemandangan yang berbeda dari masing-masing jendela itu. Disana kita menjumpai banyak hal, termasuk bentuk kedermawanan tertinggi hanya ada pada sebuah pertemanan, entah dengan saling bertukar kebaikan atau saling menutupi kekurangan.

Teman saya yang ini, saya panggil Kak Mey, bukan karena dia lebih tua hanya saja saya yang lebih muda dan sedikit lebih manis darinya. Satu-satunya orang yang ku rencanakan jadi temanku adalah kak Mey, alasannya cuma satu karena semua hal yang saya angankan terwujud di Kak Mey. Satu lagi keberuntungan yang diberikan Tuhan melalui sebuah perkenalan, silahkan dirawat dengan baik sebab, semuanya masih titipan dan kembali lagi bahwa orang-orang akan datang dan pergi, hari ini ada yang datang esok ada yang pergi.

Teman Jalan = Tukang Foto

Kita butuh jeda dari pura-pura sibuk.

Most Popular Instagram Hashtags