sv_107 sv_107

26 posts   20 followers   92 followings

...  I read. I write. I share.

http://www.sierravienna.wordpress.com/

"Ndak ada yang kebetulan, Mei. Percayalah jalannya memang harus begitu," sahut Pak Hadi.

#Madre

"Setiap aku bangun tidur, tidak pernah tentang dirimu luput dari benakku." (hlmn 54)

Membaca #LukaDalamBara membuat saya bertanya, "Bagaimana bisa kami memiliki luka yang sama?"
Barangkali karena cinta adalah sesuatu yang universal, luka yang dirasakan akibat kehilangannya pun universal.
Seperti yang dikatakan Bara dalam pendahuluan buku ini, #LukaDalamBara adalah kumpulan tulisan-tulisan penyalur berbagai emosi yang muncul dalam diirinya. Tak heran, setiap katanya terasa sangat jujur, sangat nyata, dan sangat dekat... terutama dengan mereka yang tengah merasakan pedihnya patah hati.

#LukaDalamBara
#nourabooks
#IGBookReview

Tiba-tiba cemas akan merindukan tempat ini.

#Bandung #Braga #BragaPunyaCerita

Es Duren Kesepian ini rasanya tak seenak dulu. Entah karena aku mencobanya di tempat yang berbeda atau karena tidak ada kamu di sini.

Durian-duriannya juga tidak berbiji. ***** "Es Durennya enak," kataku. "Tapi sayang, ukurannya besar-besar, ternyata pelog-nya yang besar."
"Biji duren itu pongge," katamu seraya menepuk kepalaku, "pelog itu biji mangga."
"Oh," aku tertawa menyadari kekeliruanku.

Akhirnya kesampaian... πŸ˜€
Sarapan di @warungkopipurnama ! Menikmati roti selai srikaya dan kopi susunya yang jos ditemani novel yang masih bikin terkagum-kagum di setiap halamannya.
Ah, pagiku~~ πŸ˜‹πŸŒž

Sarana katarsisku.

Bertahun-tahun aku menggunakan Twitter dan blog sebagai sarana menumpahkan isi otak dan hati. Tapi setelah patah hati yang kualami 7 bulan lalu, aku justru kehilangan kemampuan itu. Ini adalah patah hati terparah dalam hampir 28 tahun kehidupanku. Semua rasa sedih, kecewa, dan marah bercokol di dadaku. Bergolak, tapi tak mampu keluar. Mungkin karena aku belum pernah seterpuruk ini. Atau karena aku menahannya. Selama ini memang selalu menahan emosiku agar tidak meluap keluar. Karena itu aku tidak pernah menuliskan amarah yang menggebu. Setiap kali mereka hanya keluar menjadi air mata, sementara semua kata tetap dalam dada. Akibatnya, aku terus berkutat dengan semua perasaan itu. Karena... bukankah menulis adalah terapi?

Akhirnya entah bagaimana aku memungut note kecil ini dari laci. Setiap kali perasaan-perasaan itu menyerangku, aku menuliskannya di sana. Apapun yang ada dalam pikiranku. Mengukir setiap huruf dengan goresan sendiri rasanya sangat berbeda dengan hanya mengetuk-ngetuk keyboard atau keypad. Melihat bentuk tulisan berubah menyesuaikan suasana hati saat dia dituliskan memberikan rasa tersendiri. Lambat laun aku bisa mengendalikan diri. Semua emosi itu berubah menjadi pemahaman. Aku akhirnya bisa melihat hal baik dari apa yang terjadi. Aku kembali mampu bersyukur.

Kini note kecil ini selalu kubawa kemanapun. Ketika perasaanku tak menentu, aku tak lagi membuka Twitter atau blog atau memendamnya. Aku menuliskannya dalam sarana katarsis mungilku.

Terima kasih ya, Kak @arleen315 .
Membaca kisah Atamu dan Ruita membuatku kembali merasakan cinta di hati 😊

#Then&;Now

Ramadhan selalu terasa seperti sebuah ANOMALI bagiku. Di mana 2 hal yang selama ini seolah berjauhan menjadi tak BERJARAK; dunia dan akhirat, hidup dan mati, aku dan Tuhan. Kelak saat bulan ini USAI, semoga HATI MASIH boleh merasakan kedamaian yang sama tahun depan.

#ngabubuwrite #thrgagasmedia

"Berapa banyak uang yang kau butuhkan untuk berhenti kerja?"
Satu kalimat yang membuat saya tergelitik kemudian membawa novel ini ke kasir. Hari itu saya baru saja mengajukan surat pengunduran diri saya.
Membaca Paris Letters tidak hanya membawa saya berjalan-jalan ke Paris dan Roma, tapi juga memberi saya banyak pelajaran. Untuk memperhitungkan langkah-langkah dalam kehidupan dengan matang, mengambil keputusan tegas, dan memperjuangkan impian. Tentu saja dengan tetap percaya pada rencana Tuhan.
Kehadiran Christophe dalam kehidupan Janice; bagaimana mereka berjumpa lalu saling jatuh cinta, juga membuat saya percaya kembali akan cinta dalam hidup.
Paris Letters adalah satu pelajaran lengkap tentang kehidupan di usia 30an.

Versi lengkap review mengenai buku ini dapat dibaca di http://wp.me/pYYZp-133

#ParisLetters
#JaniceMacLeod
#BukuGPU
#IGBookReview

Sedih karena kangen sekangen-kangennya sama pacar yang sekarang sudah mantan.
Tapi ngga sampe mogok makan *jejel-jejelin ke mulut*.
Untung ada buku yang selalu setia menemani 😊

Akhir-akhir ini jadi kembali seperti dulu lagi: nggak bisa keluar dari toko buku dengan tangan kosong. Dalam 3 minggu terakhir, 4 kali ke toko buku, 9 buku dibawa pulang. Dan hampir aja jadi 11!
Sekarang waktunya melahap buku-buku yang telah menanti di sisi kasur.

#Booklover
#Bookstagram
#ParisLetters
#DiTanahLada
#TinyActsofLove
#TheLadyinRed
#Quiet
#Then&;Now

Yes!
Ngebuka pintu kamar dan menemukan setumpuk buku yang menanti untuk dibaca itu rasanya sangat... melegakan, menenangkan, membahagiakan!
Beban dan stres karena kerjaan di kantor seharian lenyap seketika.

Pic source: Pinterest

#happiness #books #booklover

Most Popular Instagram Hashtags