[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

straightapparel.id straightapparel.id

7 posts   62 followers   134 followings

Wheels, Wave and Apparel  Journal about wheels & wave and apparel manufacturing for purchase Call or Whatsapp +62 81252583212 Line ID [click the link below]

http://line.me/R/ti/p/%40qoc3078l

C O M I N G S O O N

Budget tipis (LOW BUDGET), tapi kamu pengen punya kuda besi beraroma klasik, ada 3 motor yg bisa menjadi dasar modifikasi yg bisa kamu beli, yang pertama adalah .
.
1. SUZUKI THUNDER 125
Dilansir dalam sebuah forum jual beli di Indonesia saat ini harga bekas dari motor ini berkisar -+5jt, jika kamu pengen mengadopsi gaya Street tracker dalam motor ini kamu tidak memerlukan budget yang lumayan tinggi, kamu cukup mengganti beberapa part yaitu headlamp, lampu sein, knalpot, stoplamp, dan sedikit penambahan di sektor kaki kaki. Dan finishingnya tinggal pemolesan di area tangki dan spakboard
2. HONDA GL100
Motor ini di pasaran Indonesia harga bekasnya berkisar dibawah 6,5jt, bahkan di salah satu forum jual beli ada yg menjual di kisaran harga 4jt !!! dan menurut salah satu modifikator yang memiliki motor GL100 dia sukses menyulap motornya menjadi café racer dalam waktu sebulan dengan kisaran biaya 10jt, motor ini juga cocok bila anda menginginkan custom bike beraliran Japstyle
3. HONDA S90
Motor ini bisa dibilang motor yang paling murah yg cocok digunakan untuk dasar modifikasi motor beraroma klasik, motor ini di Indonesia harga bekasnya di bawah 5jt tergantung kondisinya bahkan ada yang di jual hanya -+3jt, motor ini sangat cocok dijadikan café racer japstyle dll, karena kerangka orisinil motor ini sudah beraroma klasik jadi kalian tidak perlu merombak kerangkanya, kalian hanya perlu mengganti part part yg kalian suka sesuai selera kalian
-------------------------------------------------------------------------------------
Berikut 3 dasar motor modifikasi klasik yang low budget, dan harga serta biaya modifikasi yg disebutkan diaatas jangan dijadikan acuan karena itu semua sesuai minat dan selera kalian, bisa jadi lebih mahal atau bahkan lebih murah, jadikan biaya di atas sebagai parameter atau refrensi saja, kami sekedar menginformasikan biaya rata rata untuk memodif motor klasik kalian supaya kalian mempunyai gambaran.

SURF HISTORY IN INDONESIA ~
Pulau Bali selama ini memang di kenal sebagai tempat tujuan wisata mancanegara. Banyak dari mereka terkagum-kagum akan keindahan yang di tawarkan di pulau ini, baik keindahan daratannya maupun perairannya yang eksotis. Tidak jarang mereka merasa betah dan memutuskan tinggal lebih lama disini.

Karena sering di jadikan tempat liburan untuk waktu yang lama oleh turis asing, maka tidak mengherankan jika lambat laun kegiatan yang biasa di lakukan orang asing selama di negaranya, juga ikut di perkenalkan disini. Mulai olahraga kite surfing, bungee jumping, windsurfing maupun olahraga ekstrim lainnya.

Khusus untuk surfing, olahraga ini mulai masuk di Indonesia sejak di perkenalkan pertama kali oleh Robert Koke pada tahun 1930, seorang warga Amerika yang mengelola sebuah hotel kecil di suatu tempat dekat Rock Hotel di Kuta hard. Pada akhir tahun 1960 peselancar Australia mulai berdatangan untuk berselancar di daerah Kuta sebelum menemukan gelombang kelas dunia di Semenanjung Bukit.

Surfing di Bali saat itu semakin populer mendunia dengan hadirnya film "Morning of The Earth" di tahun 1972, karya Albert "Alby" Falzon, seorang waga Australia. Film ini menggambarkan peselancar hidup harmonis dengan alam spiritual, membuat papan mereka sendiri (dan rumah) saat mereka melakukan perjalanan untuk mencari gelombang yang sempurna di timur laut pantai Australia, Bali dan Hawaii.

Jika ada pertanyaan "mengapa banyak di temukan atlit surfing asal Bali?", karena memang Bali, adalah lokasi pertama olahraga ini di perkenalkan dan konsistensi pelatihan surfing yang sering di adakan di berbagai pantai Bali juga ikut menguatkan olahraga air ini menjadi semacam kebutuhan.

Saat ini, surfing semakin menyebar di Indonesia, di tandai dengan bermunculnya club-club surfing di berbagai daerah. Lokasinya pun tidak hanya mengeksplorasi pantai-pantai wilayah Bali saja. Kurang lebih sekitar ratusan pantai di Indonesia yang ombaknya telah di tunggangi para surfer. Mentawai, Plengkung, Desert Point merupakan nama pantai yang saat ini tidak hanya menjadi tujuan wajib surfer surfer asli Indonesia, tapi surfer dunia karena gelombangnya yang ganas.

Kata “Café Racer” dulunya diidentikkan sebagai sosok Biker Antusias yang seneng balap… dan mencari lawan di setiap cafe-cafe ( kalau di Indonesia mungkin kita kenal sebagai warkop hehehe ). . . Kedua, Kata “Café Racer” diambil dari Bikers yang demen memodifikasi tunggangannya bagai motor balap era 60-an, kemudian memarkirkan (sambil pamer) motor modifikasinya tersebut didepan Cafe yang disinggahinya… Atau bahasa yang gampangnya, Motor Racer yang diparkir di depan Cafe… That’s Cafe Racer

Dulunya ada sebuah cerita yang berkembang, bahwa Motor yang masuk kategori Racer (baca : Motor Balap), adalah motor yang mampu menembus kecepatan 100 Mph atau yang sering disebut TON (1 Ton = 100 Mph = 160 Km/h). . .

Sayangnya, Saat itu motor buatan Inggris (Tahun 1960-an, Motor buatan Jepang masih belum jadi apa-apa di Inggris) seperti Triumph, Vincent, BSA, Norton, AJS, dll, adalah jajaran motor yang tak begitu kencang… bahkan bisa dibilang sangat sulit menembus 160 Km/h dalam kondisi standar. . . Oleh karena itu, Dimulailah era modifikasi besar-besaran di kalangan Biker Inggris untuk mencapai persyaratan tersebut. . .

Motor Cafe Racer terbaik di Era 1960-an atau diawal ketenaran jenis motor ini, Adalah penggabungan dari 2 brand motor yang ada. . . , Dulu bikers disana memanfaatkan Mesin powerfull milik Triumph Bonneville & Frame rigid milik Norton Featherbed yang kemudian dikombinasikan menjadi satu… Perpaduan tersebut, akhirnya menghasilkan motor yang dikenal dengan nama “Triton” atau Triumph-Norton. . .

Atau dengan perpaduan yang lebih murah, Yakni antara Mesin Triumph & Frame BSA, yang menghasilkan “Tribsa”… Maupun perpaduan yang paling terjangkau, Yakni antara Mesin Vincent & Frame milik Norton, yang menghasilkan “Norvin”. . .

Most Popular Instagram Hashtags