[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

sangkila sangkila

385 posts   1486 followers   1382 followings

womanpreneur Blogger Volunteer  I'm Passionate about Islam, bussiness, books, social & education Lapak @foottrip @madrim.hijab 📮 Sangkilarahma@gmail.com

http://www.sangkilana.wordpress.com/

@Regrann from @pindaaruttauhiid - Pendidikan Integritas Baik dan Kuat (PIN Baku) Daarut Tauhiid Jakarta Angkatan 39.2
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ N O W O P E N
P I N B A K U 3 9 2

Bersaudara.
Fitrah manusia adalah tidak dapat hidup seorang diri, ya kita tidak akan bisa tanpa bantuan orang lain.
Layaknya tubuh apabila ada salah satu anggota nya sakit maka tubuh itu tidak akan sempurna dan merasa sakit yg sama.
Bersama itu lebih baik,
Berjama'ah itu lebih kuat,
Karena keberhasilan itu tidak diraih dengan sendiri.
Pasti selalu ada yg menemani, meskipun hanya seuntai doa dari diri yang lain.

Yuk.. Gabung di Pin Baku Batch 392. Kita sama-sama belajar dan mencari Value Hijrah.
#HijrahTanpaBatas

BURUAN DAFTAR!!
💰 Biaya Investasi IDR 500.000
📌Terbatas untuk 100 orang. 📲Cara Pendaftaran :
=========================
Klik dan isi Link dibawah ini ⬇️ http://bit.ly/DaftarPIN392
=========================
Masih Bingung? KLIK Link Q&A berikut ya ⬇️ http://www.sahabattauhid.com/faq-pendaftaran-pinbaku-39-2
========================
For more Info (WA only) ⬇️ Ikhwan : 0858 8189 5643
Akhwat : 0858 8189 5646
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Jangan lupa ikuti terus socmednya
FB : Pin Baku Daarut Tauhiid
FP : Pendidikan Integritas Baik Kuat Pin Baku
Instagram : @pindaaruttauhiid

Tumbuh :: Kokoh :: Mandiri :: Berdaya Guna

#PinBaku #392 #DaarutTauhiid #Jakarta #DT #DTJakarta #PasarSanta #SemogaDijagaAllah #Hijrah #Sholeh #Sholeha #Tumbuh #Kokoh #Mandiri #BerdayaGuna #Muslim #Tangguh #Indonesia - #regrann

#30haribercerita #30HBC15
Hai, apa kabar Sang? Ini sudah 2 tahun lebih 4 bulan 6 hari sejak petualangan besarmu dimulai. Sudah berapa kilometer jarak yang kamu tempuh? Berapa tempat yang kamu singgahi? Berapa orang baru yang sudah kamu temui? Lalu apa pengaruhnya semua itu terhadap hidupmu? Oh ya, apa saja yang kamu lakukan selama ini? Sudahkah kamu melakukan hal berguna atau sia-sia belaka?
.
Hai, terimakasih sudah bertanya kabarku. Apa kamu rindu padaku? Atau kamu sekedar penasaran dengan hidupku sekarang? Ah, bukankah kalau soal apa yang kulakukan, sesungguhnya kau sudah tahu. Tidakkah kau lihat medsosku? Aku tau sering kau tengok, meski tak kau follow,like apalagi comment. Kau tak pernah berhenti penasaran dengan hidupku sekarang.
.
Ah, jangan kira semua penduduk bumi ini pengguna aktif medsos. Aku tidak punya instagram,Sang. Bahkan tidak ada WA. Kau tau kan, aku cuma buku biru. Buku konvesional pula,bukan digital. Jadi kalau kau tak lagi menulis di halamanku, bagaimana aku tahu kabarmu apalagi suara hatimu. Aku takut tulisanmu di medsos tak sebebas jika kau menulis di halamanku. Apakah kau masih jujur dengan hatimu, Sang?
.
.......................Hening

#30haribercerita #30hbc14 "Harus komitmen! Harus komitmen!", begitu aku ngingetin diri sendiri. Tiap sudah di atas jam sebelas malam, capek seharian beraktivitas tapi belum punya ide untuk menulis. Kadang tergoda untuk merapel saja esok hari, "Ah, besok aja deh, ntar sekalian bikin dua tulisan". Tapi aku segera sadar kalau ini bukan soal hasil tulisannya,tapi proses mendisiplinkan diri dan serius dengan apa yang ingin dicapai.
.
Meski baru setengah perjalanan dari target, tapi sungguh berterimakasih sama @30haribercerita Di awal tahun ini, udah jadi moodbooster buat nulis. Meski buntu nggak ada ide, tapi bikin mikir dan maksa untuk nulis apa aja. Kadang bikin mendadak puitis atau malah ngawur, yang penting nulis deh. Untuk 'precision' harus 'persistence', ya to?
.
Gara-gara program ini juga, jadi rajin baca tulisan dan belajar dari temen-temen di program yang sama. Jadi nambah yg following dan ngelike tiap hari. Meski mungkin itu bukan karena baca tulisanku, sekedar buat dapet follback atau likeback..hehe. Tapi tetep aja nambah silaturahmi dan temen baru yang sama-sama suka nulis.
.
Sampe akhirnya, hari ini bisa gabung sama komunitas menulis online untuk makin serius berkarya. Sekali lagi terimakasih ya untuk 30 hari bercerita. Termasuk malam ini, aku lagi nggak ada ide untuk nulis apa. Lalu muncullah tulisan ini😁. Pokoke nulis wae terus!

#30haribercerita #30HBC13 Mati lampu dan sholawat - Semalam sempat mati lampu sekitar 5 menit di KC. Di tengah Syekh Nur Samad berbicara, 'Deppp!' Matilah seluruh listrik di acara KC. Sayapun mbatin, "Waduh, acara masih panjang. Gimana nih, kalau 'peteng' dan soundnya nggak nyala." Ribuan jamaah lainpun juga sama was-wasnya. Tapi beberapa detik kemudian, Cak Nun langsung memberi aba-aba agar semua yang hadir bersholawat.
.
Yang tidur dan ngantuk, jadi melek. Yang ngobrol jadi fokus. Kamipun hanyut dalam sholawat. Lama-lama kami begitu menikmati kegelapan itu, hadirlah ketenangan dan kerinduan pada Allah dan sosok Rasulullah.
.
Saya lantas berpikir, dalam gelap ternyata hadir cahaya. Gelap saat manusia nggak bisa ngapa-ngapain justru momentum memusatkan dan menumpahkan rindu pada Sang Maha Cahaya dan Rasul.
.
Lima menit kemudian lampu menyala kembali. Sholawat berhenti, acara berlanjut. Berselang beberapa menit dan jam kemudian, terlihat mulai ada yang mengantuk dan tertidur lagi. Ada juga yang asyik ngobrol dgn teman-temannya. Ah,sudahlah..yang penting cahaya telah sempat menyapa.
.
Jika sudah begitu, mengapa masih resah dan takut dengan gelap. Jika gelap justru menghadirkan cahaya sejati.

Syukuran sweet seventeen @1001buku sambil ngobrol santai diskusi literasi. Ada aktivis pendidikan dan pegiat literasi dari beberapa komunitas. Ada yg datang dari Pulau Gangga, Sulawesi Utara. Hehe..baru tau ada nama pulau gangga di Indonesia. Ada yang dari komunitas di Papua juga. Pahlawan-pahlawan Indonesia jaman Now, luar biasa!
.
Kedatangan sutradara Film Bunda @cintaduakodi juga. Nggak lagi promosi pilm, Kak Ali emang relawan 1001buku sebelumnya..hehe
.
Alhamdulillah, dapet pelajaran banyak tentang konsisten mengabdi utk pendidikan & literasi anak negeri. Belajar juga kolaborasi antar komunitas. Duduk bareng, berbagi pengalaman dan bersinergi.

Kenapa setiap kali liat Kiai Kanjeng dengan gamelan dan lagu-lagu dolanan jawa selalu rindu jogja..rindu rumah dan kampung halaman..
.
Jogja tempat kelahiran yang hanya jadi secuplik kenangan masa kecil, yang hanya kukecup sedikit waktu dalam setahun..tapi justru menguras rindu.
.
Hari ini, tidak banyak kata untuk bercerita. Karena rasa sedang tumpah, tak terbendung kata. Hanya rindu.
.
#30haribercerita #30HBC12

#30haribercerita
#30HBC1811
Siman dan Nasi Bebek - “Man, Ayo makan nasi bebek di resto seberang!”, ajak saya ke Siman suatu hari. “Saya makan di warteg sebelah aja, Mbak gan”, jawab Siman agak sungkan. Nama saya bukan Gani atau Gandhi tapi Siman manggil saya 'Mbak Gan'. Katanya itu kepanjangan dari ‘Mbak Juragan’. Ada-ada saja Siman ini.
.
“Lho, kenapa? Nggak apa-apa, tenang aja, saya yang traktir. Ayo, rame-rame sama anak-anak”, bujuk saya. Saya heran juga, anak lain diajak makan bebek senangnya bukan main, lha Siman kok malah nolak. “Maaf, Mbak Gan”, Siman melanjutkan. “Saya tuh kalau makan enak di sini, ngerasa bersalah sama istri dan anak-anak di kampung. Mereka di sana makan seadanya sama sayur dan jarang-jarang makan lauk enak. Masak saya di sini makan yang enak-anak”, malu-malu Siman menjelaskan. “Oalah, Man..Man, kok masih ada suami model kayak kamu. Ya sudah, kita makan di warteg rame-rame aja, gimana gaes?”, ajak saya ke pegawai yang lain. “Let’s Go boss”, Jawab mereka serentak.
.
Saya anggap itu fenomena langka. Biasanya, suami atau istri diam-diam melakukan sesuatu yang menyenangkan dirinya saat tidak bersama dengan pasangan. Kalau ada kesempatan, menyenangkan diri sendiri kan sah-sah saja asal tidak melanggar batas-batas. Tapi, untuk ukuran Siman, makan nasi bebek saja sudah melanggar prinsip empaty dan sama rasa dalam rumah tangganya.
.
Saya jadi mikir, seandainya saja kepekaan rasa yang dimiliki Siman ini juga dimiliki banyak orang di dunia ini, tentulah banyak rumah tangga terjaga. Seandainya juga para pejabat juga punya empaty seperti Siman. Jangankan untuk korupsi, untuk beli barang mewah aja pasti miki-mikir. “Aduh, nggak enak saya. Masa iya, masih banyak rakyat kita yang miskin, tinggal di kampung kumuh, makan aja ngutang. Eh, kita beli tas aja sampe dua puluh juta. Itu kan bisa buat makan keluarga miskin selama satu tahun”.
.
"Ah, seandainya..seandainya"

Mukadimah Kenduri Cinta edisi Januari 2018: AMENANGI ZAMAN NOW

HAKIKAT DARI ORANG-ORANG berkumpul, bekerjasama, berorganisasi, adalah supaya Rahmat dari Tuhan dapat terdistribusi dan menjadi Berkah bagi semesta alam. Ini semestinya menjadi dasar komitmen bersama dari orang-orang yang terlibat dalam aktivitas peran di dalamnya. Hakikat adanya Negara pun demikian, supaya Rahmat dari Tuhan dapat terdistribusi sehingga dapat menjadi berkah bagi seluruh rakyatnya, bukan malah menjadi alat para pemodal untuk menancapkan cengkeraman bisnis mereka di wilayah Negara.

Globalisasi di zaman ini nyaris tak terbendung lagi. Segala sesuatunya dijadikan komoditi yang dapat diperdagangkan pada kompetisi pasar global. Aset-aset nasional nyaris tak tersisa, dibeli oleh pemodal asing dengan kedok investasi. Perusahaan-perusahaan lokal yang potensial dijual dengan alasan kekurangan modal. Tidak hanya pada bidang ekonomi, pada bidang sosial-politik para investor jabatan tidak segan mengucurkan dana segar hingga triliunan sebagai bahan bakar kampanye politik para bakal calon kepala pemerintahan daerah maupun kepala pemerintahan nasional. Mereka mampu menyiapkan berbagai skenario pencitraan hingga suksesi meraih jabatan. Mereka dari balik layar menjadi bandar yang akan selalu menang dalam perjudian politik lokal maupun nasional.

2018 adalah tahun Politik. Tahun dimana gincu dan topeng bertebaran dimana-mana. Para bakal calon pemimpin daerah akan bersolek dengan make up pencitraan tercanggih dari yang ada sebelumnya. Tidak cukup hanya dengan blusukan, tampilan merakyat, bersandal jepit dan berkaos oblong. Tidak hanya datang ke pondok pesantren kemudian berpeci dan berselempang sorban, lantas tangannya diciumi oleh para santri. Tidak hanya mengumbar jargon-jargon sesat; “saya adalah pemimpin merakyat”, “kepentingan rakyat adalah hal utama yang akan saya perjuangkan”, “jika saya terpilih, maka rakyat akan bahagia”, dan serangkaian kalimat-kalimat buaian yang tertata rapi lainnya.

Baca selengkapnya di http://kenduricinta.com/v5/mukadimah-amenangi-zaman-now

(Bukan) Mahasiswa Istimewa
Lagi-lagi di #30haribercerita ke #30HBC10 ini, aku cerita yang biasa-biasa aja. Udah banyak ulasan tentang orang-orang hebat dan mahasiswa berprestasi di perguruan tinggi ternama bahkan internasional. Aku cukup cerita yang terjadi di sekitarku.
.
Pernah ngerasain nggak, jadi mahasiswa yang dag dig dug pas UTS atau UAS? Bukan karena takut nggak bisa jawab soal, tapi takut nggak boleh ikutan ujian karena belum bayar cicilan BPP dan SPP. .
Sering kan itu terjadi, apalagi di kampus swasta yang sistemnya bisa nyicil. Tapi ternyata buat nyicil juga nggak gampang, klo emang kantong pas-pasan dan nggak bisa minta modal kuliah ma ortu.
.
Adik-adik mahasiswa di foto ini salah satu potret mahasiswa yang bikin aku salut. Ya klo foto sepertinya gak beda kayak anak-anak jaman now. Tapi mereka ini berjuang keras buat bisa kuliah dan membiayai hidup mandiri. Masih muda, udah sibuk mikir kerja, malemnya masih kuliah. Mereka udah 'sungkan' minta duit ke ortu. Jangankan buat jajan, buat bayar kuliah, mereka udah nggak enak kalau minta ke ortu.
.
Negeri ini, khususnya pemerintah harus berterima kasih sama orang-orang seperti mereka. Mahasiswa dan anak-anak muda yang memilih untuk berjibaku dalam kerja dan menuntut ilmu. Mereka nggak membebani negara untuk subsidi pendidikan, apalagi bikin masalah di negeri ini.
.
Andai tak terlalu banyak dana di negeri ini yang dikorupsi, terjaminlah pendidikan masyarakat hingga jenjang tinggi. para pelajar dan mahasiswa di negeri ini bisa belajar dengan tenang. Nggak was-was akan ditolak saat ujian atau nilainya nggak keluar karena masalah biaya.
.
Well, salut buat kalian semua. Meski bukan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dengan prestasi akademik tinggi atau menghasilkan penemuan luar biasa. Tapi perjuangan kalian buat mandiri, berbakti pada orang tua dan meraih pendidikan tinggi, sungguhlah istimewa.

#30haribercerita #30hbc1809
Ini adalah kali kesekian lembaran itu masih kosong
Ingatanku berhamburan tak beraturan
Bahkan hening malam tak juga mampu memulung kata-kata
.
Mungkin karena sudah berhari-hari hujan tak datang
Jadi akupun sudah tak punya rindu
Karena tanpa itu tak lagi bisa kubikin kata puitis
.
Tapi puisi hari ini lebih sering dipolitisasi
Tidak lagi puitis, malah politis
Itulah akibatnya, jika puisi dibuat tanpa rasa rindu
Bukan saat gerimis datang
Tapi saat musim panas persaingan dan ambisi kekuasaan

Kalau di saat-saat terendahmu, ada seseorang yang mendekat dan mau bersamamu menghadapi kesulitan itu, mereka bukan teman. Mereka adalah malaikat tak bersayap yang Tuhan kirimkan untukmu.

Hari ini @30haribercerita kasih tema khusus tentang teman di #30HBC1808 ini. Ah, banyak sekali temanku yang istimewa, tak bisa kuceritakan satu-satu. Aku bagi saja rasaku ya menjalani roller coasternya pertemanan.

Teman datang dan pergi itu biasa. Sahabat terdekat beralih menjadi orang yang paling tidak peduli adalah hal lumrah. Ditinggalkan, dibuang atau dikhianati tak perlu terlalu dibuat pilu. Itu sudah sistem seleksi alam. Orang-orang berhati baik dan tulus, akan terfilter dengan sendirinya tanpa harus kamu yang bikin alat test.

Bahkan pernah juga terjadi, orang yang kamu anggap biasa saja atau bahkan sangat menyebalkan justru mereka yang setia untuk sama-sama melewati kegetiran. Saat kamu tak punya apa-apa justru mereka mendekat dan memegang erat kepercayaan terhadapmu. Tapi juga sebaliknya, orang yang begitu kau percaya, tempatmu bercerita dan tertawa justru mendadak jadi orang asing.

Dulu sekali waktu kecil, aku sering berdo'a, "Ya Allah, berikan aku sahabat yang baik, tulus dan mau menjalani suka dan duka bersama. Cukup satu aja nggak apa-apa asal dia bener-bener baik". Do'a sederhana ala-ala bocah. Tapi nyatanya, Allah nggak cuma kasih aku satu. Ada banyak sahabat baik yang bersama. Meski tak sering kita bertukar kabar apalagi wefie. Jarang curhat-curhatan, malah lebih sering memendam rasa. Tapi mereka selalu bersama dan membantu merajut jembatan mimpi.

Aku sadar, tak selamanya sahabat selalu ada. Toh, hidup ini tak akan ada yang abadi. Pada masanya, kita akan berpisah jarak, kondisi dan juga dunia. Sahabat bukan tempat untuk bergantung. Kita bisa saling melengkapi, tapi kita jadi pemeran utama dalam perjalanan kita masing-masing.
Ada atau tidaknya salah satu diantara kita, hidup terus berjalan. Perjuangan memberi makna dan manfaat harus terus dilakukan, dengan atau tanpa satu di antara kita. Kita tak selalu saling ada, tapi kita tahu ke mana pada akhirnya kita bermuara. #30haribercerita

@Regrann from @zeezeeshahab - 😊❤ - #regrann Selamat Berkarya, wahai wanita!

Most Popular Instagram Hashtags