rosyimunawar rosyimunawar

104 posts   857 followers   743 followings

Rosyidatul Munawaroh  "Selama kamu bergerak, tidak ada yang sulit tuk dilakukan." Penikmat awan ☁, pengagum senja 🌆 📚 KPKers Cianjur 1995

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan“. [Ali-Imran:185]. .

Kematian tidak menunggu kita baik. Tapi dalam keadaan baik atau tidakkah kita, ketika kematian itu datang?
#selfreminder #minggusore

Jika setan selalu punya banyak cara untuk menggoda manusia, maka manusia juga harus punya banyak cara untuk mempertahankan keimanannya. Karena keimanan seorang manusia tidak bisa menetap stabil, sempurna

Untuk selalu bisa berjalan lurus, akan sulit jika dilakukan sendiri. Selain sahabat yang selalu mengingatkan akan kebaikan, maka sumber-sumber lain yang bisa meningkatkan rasa keimanan kita juga mesti kita cari. Selalu. Agar bisa meluruskan ketika kita salah. Dan bisa mengingatkan ketika kita lupa

Itu alasannya, mengapa buku-buku islami begitu penting bagi seorang muslim/muslimah. (Setidaknya begitu pemikiran saya). Sebab harus seimbang antara kebutuhan otak juga kebutuhan hati. Antara ilmu pengetahuan dan keimanan.

#kuisbuku #bukubagus #bukuislami

Alasan lain, mengapa saya rasa membutuhkan buku ini adalah bahwa saya seorang muslimah

Mengintip beberapa review atau informasi buku dari @gentahidayah , Minhajul Muslimah bisa menjadi panduan khusus bagi para muslimah yang ingin lebih mendalami ilmu serta tingkat keimanan dan ketaqwaannya

Dan sebagai bentuk syukur kita karena telah dilahirkan sebagai perempuan, maka perlu jugalah memperbaiki diri untuk menjadi muslimah yang bukan hanya memiliki cantik rupa. Tetapi kecantikan yang muncul juga dari hatinya

Menjadi sebaik-baiknya muslimah yang diharapkan kaum adam. Dan merasa beruntung jika dimilikinya. Juga mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebagai madrasah pertama bagi anak-anak keturunannya kelak.
#kuisbuku #bukuislami #bukubagus

Bismillah.

Hari itu, 17 Agustus 2017. Bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, juga hari di mana saya mendapat info GA ini, dan juga hari di mana saya kehabisan kuota

Dan harus menunggu jam malam untuk bisa mengakses info ini lagi

Tapi sebelumnya, meski terlambat. Saya ingin mengucapkan selamat merayakan HUT RI ke 72. Semoga Allah selalu menyayangi negeri kita. Aamiin

Dan, kembali ke buku.
Minhajul Muslimah. Pertama kali melihat cover buku ini yang terlintas adalah kata 'cute'. Ah, muslimahable banget, ya? Perpaduan warnanya yang saya rasa disukai banyak perempuan. Termasuk saya. Semakin menambah penasaran apa-apa yang akan saya dapatkan ketika membuka lembar demi lembar halaman buku tersebut?
Semoga kita berjodoh, buk. 😊
#buku_islami #bukuislami #gentahidayah #minhajulmuslimah

Kuy-ah. Ikut #Aldebaranga with @nandia_ann 😳

Kuy, ikut merayakan 2,5K followers-nya akun Kak @rizkymirgawati di sini. Di #TerimaKasihKamu Giveaway. Siapa tahu dapat doi. *eh bukunya ding 😂

Klik-klik-klik...

Caption otw

Semestaku, adalah dia yang menjadi segalanya. Tempat terbaik untuk pulang dan menamakan diri menjadi 'kita' tanpa butuh perjanjian

Lalu jika dia melakukan hal yang melukaiku, maka aku akan berpura-pura menjadi tuli, buta atau seseorang yang idiot. Sebab seorang idiot tak perlu logika untuk mencari-cari bagian hati sebelah mana yang terasa sakit. Sebaliknya dia akan tertawa dengan apa pun dan karena apa pun. Maka aku akan tertawa, menari, berlari, bersama semestaku. Seperti seorang idiot

Karena memaafkan itu mudah. Tapi membuatnya seperti semula butuh kebesaran hati yang lapang. Menerima dan memaafkan secepat ombak menyapu tepi pantai
.
.
#KALAgiveaway

(3/3) #1stHAnniversary #helloauthors
Tapi itu dulu. Kenyataannya, tahun kedua menjadi akhir dari segala tradisi itu. Hubungan ini resmi kami akhiri setelah dia menyerahkan selembar kertas yang perlu kububuhi tanda tangan di atas materai. Yang isinya perkara apa-apa yang tak perlu dilakukan lagi setelah tanggal 26 Juni di tahun kedua. Kecuali jika salah satu pihak masih ingin mengenang satu dari lainnya

Aku merasa hilang. Pun ternyata sadar bahwa selama ini dia sudah banyak membuatku pintar. Sampai sering aku berkeluh dalam sepi. "Mengapa harus ada ameba si makhluk bersel satu itu di dunia ini?!" Bagaimana tidak? Jika saja makhluk satu itu tak muncul dalam pembahasan kita, kiranya aku dan dia masih akan saling menggenggam. Mendebat lalu tertawa. Perkara ameba, tak pernah kupikir akan sampai membuat kita pisah juga

Beruntung. Sepi-sedihku banyak terobati kala mengenal banyak sosok HA. Diri yang tanpa wujud nyata tapi ada. Karena dirinya yang dalam setahun terakhir membuat ponselku berdering tanpa jeda. Mengembalikan 'kita' yang dulu tapi tanpa dirinya

Hingga tiba di suatu sore, untuk pertama kalinya lagi --setelah selembar kertas mengubah segalanya-- aku datang ke taman kota (kembali) tepat di tanggal 26
.
"Kau di sini?" Kalimat pembuka saat fokusku masih pada kertas dan kamera di tangan kanan. Yang pada akhirnya membuat sling bag-ku melorot sampai di lengan, dan hampir menjatuhkan notebook yang kucurat-coreti dengan kreasi doodle di sana
.
"Tak adakah kata yang lebih baik dari sapaan 'Hai' atau 'Hello? Setidaknya buat dirimu tampak seperti manusia!"
.
"Apa ini?" sergahnya cepat tanpa mengacuhkan kalimatku sebelumnya. Dia menarik paksa notebookku sampai dengan leluasa dalam kendalinya. "Happy 1st Anniversarry HA?" katanya, membaca isi dari salah satu halaman yang terbuka
.
"Kenapa?"
.
"Anniversarry pertama?" tanyanya lagi dengan ekspresi yang tak terduga. "Hmmm dasar wanita!" pungkasnya dengan nada jengkel sembari mengembalikan bukuku begitu kasar. Dan berlalu sampai hanya punggungnya saja yang mampu kujangkau
.
"Haaaah??... Seharusnya kau tanya HA itu siapa, Leon. Dasar cowok!" kataku gemas padanya yang berlalu pergi. "Happy annive yang pertama, HA." 😘

(2/3)

Buktinya adalah di perayaan ulang tahun kita yang pertama. Tepat di malam itu aku mendapat sebuah pengakuan. Bahwa hanya aku yang dapat membuat hatinya berdebar meski hanya sebatas memikirkanku saja. Entahlah. Yang kurasakan saat itu hanya ada sebuah kejujuran. Tanpa banyak kompromi, kusepakati arti lebih dari keadaan jantungnya yang begitu. Dan ya, kupikir ini adalah sebuah tanggung jawab 'keberuntungan'. Hingga ketika kita sampai pada obrolan serius, dia malah berkata dengan penuh ketenangan, "Jangan sekarang. Belum saatnya. Tunggu tanggal 26 nanti." Aku tercengang, tak percaya dibuatnya

Setelah mampu menahan gemuruh yang mulai sampai ubun-ubun, kubertanya lagi terkait arti dari tanggal 26 itu sendiri. Dia jelaskan dengan penuh sabar. Katanya 26 adalah terdiri dari dua angka, yaitu 2 dan 6. Di mana 2 itu menyimbolkan aku dan dia. Dan 6 adalah hasil dari perkalian tanggal ulang tahun kita. Ini lebih membingungkan!

Maka kubertanya lagi perkara angka itu. Mengapa harus dikali, tidak ditambah atau dikurangi? Lagi-lagi dengan santai dia menjawab, "Sebab cintaku nanti akan tumbuh berkali-kali lipat. Bukan bertambah-tambah lipat. Apalagi berkurang." Jika saja ada cermin tepat di depan mata, sudah barang pasti pipi bulat ini akan terlihat merona dengan sempurna

Dan benar saja. Sejak saat itu, tanggal 26 resmi menjadi tanggal peringatan anniversarry kita. Di tanggal itu, biasanya kita habiskan satu hari untuk jalan-jalan di taman kota. Tempat yang jadi maskot daerahku yang tiap harinya selalu ramai dipadati pengunjung. Entah yang hanya sekadar jalan-jalan, piknik dadakan, pacaran, kumpul komunitas, atau bahkan menjadi tempatnya abang tukang cilok dalam mengais rezekinya. Di sana kita akan bercerita banyak. Atau lebih tepatnya mendebatkan hal-hal baru. Sambil makan pun, otaknya tak pernah surut dari segala logika yang tak pernah kupikirkan sebelumnya. Tidak. Bahkan sedikit terlintas di kepala pun, tidak. Ah cemana aku bisa terlihat keren di matanya jika otakku terus dikalahkan dengan cara yang begitu nista

#1stHAnniversary #helloauthors #miladHA #fiksi #giveawaybuku

Most Popular Instagram Hashtags