rizkikurniadhi rizkikurniadhi

4 posts   1,020 followers   399 followings

RK 

Human Interest
#Airport #Semarang #Indonesia

Apakah Besok Lebih Baik?
@rizkikurniadhi

Sebagai mukadimah, sekiranya kita sangat sulit menolak fakta saat ini akibat dampak peradaban yang babak belur ditampol-tinju materialistis dalam altar sejarah manusia modern abad 21 bahwa bagi seseorang yang berada dalam kondisi ekonomi yang membuatnya begitu terhimpit-terdesak, maka sesuatu yang pertama kali dijual darinya adalah agama/akidah-nya. Tapi belakangan ini jika diamati kondisi agak lebih baik daripada sebelumnya. Mulai muncul kesadaran di sana-sini. Dari sisi financial literacy, salah satunya nampak dari data peningkatan begitu pesatnya jumlah follower @jouska_id dalam kurun waktu yang singat dari kalangan middle to up pengguna Instagram, bahkah BEI mencatat ada sejarah baru untuk Indonesia. Seenggaknya ada highlights agar hidup ndak lagi minus (soal status halal-haram bisa refer buku @ustadzerwanditarmizi ), meski sebagian yang lain juga masih kelabakan ‘dikeproki’ lifestyle yang akhirnya isi saldo tabungan tetep minus lagi. Sekalinya bisa survive tuh isi saldo, itupun masih terus dihajar angka inflasi & fiat money system. Duh yang sabar ya. Sama-sama perbanyak istghfar.

Lalu, Apakah besok lebih baik? Sebenernya tak perlu waktu lama untuk menjawab. Kalo kamu yakin besok akan lebih baik, maka akan lebih baik. Kalo kamu yakin besok tak lebih baik, maka begitu-lah yang bakal terjadi. Bukankah segala sesuatu diciptakan dua kali: Pertama, dalam imajinasi & benak. Kedua, dalam implementasi. Refer to effort Sheikh Rashid al Maktoum, yang mengubah padang pasir yang tandus menjadi Dubai City yang banyak orang terkagum dengan pembangunan fisik kotanya. Tapi percayalah, bukan hanya fisik yang dibangun, tapi model leisure economy yang begitu spektakuler berlangsung di sans. Semua berawal dari penciptaan pertama : imajinasi & benak. Harusnya, bagi siapapun yang sudah lunas mengkaji materi qada & qadar bisa lebih qanaah ngejalanin hidup, dan juga lebih greget.

Pict: Bibir Pantai di Silk Road Project
03-12-2018

Long life learning.

A new knowledge I got directly on September 29 2015 from my pensyarah/lecturer when I was abroad, Prof Dr Ramlee Mustapha, who achieve the highest position as President of Asian Academic Society for Vocational Education and Training

I want to welcome back me to Yogyakarta. Not only to the school or the city, but also to a place i will soon call home. So welcome back home!

If you think about our educational experience, one word for it is that it was intense. The case methode is not a support for spectators. It is a sport that demands of you active, direct engagement. This is a place which demands you to speak. But speaking is just one part of the equation. Listening is the second and even more important part of the equation. Even when you believe you have the point that is going to change the class, LISTEN TO OTHERS BECAUSE THEY MIGHT ACTUALLY HAVE A POINT OF VIEW THAT WILL CHANGE YOURS. Then you are inevitably a place where the power that you will excercise in your life will increase over time. So think hard about how to steady yourself, your environment, your country, and how to steal them, and how to make sure that your syakhsiyyah compass is secure, so that you do not lose your way. It is the foremost thing.

Knowing is simply mastering a body of knowledge and being able to apply that knowledge with judgment, in any given situation. Because that is what your business is. That is what real life is. When people experience you as a leader, it is because they experience you as having better judgment.

Consider how you can use your voice, and act on your passion right here on school to make a positive impact.
.
.
[In pic: Mochamad Bruri Triyono, @bruritriyono, the Former of Director of Graduate School] a.k.a dosbing :v

#NoBaper
#NoDrama
#NoMasquerade
#SEMANGAT
#SelfTalk

Most Popular Instagram Hashtags