[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

riskaaa.id riskaaa.id

369 posts   1431 followers   692 followings

Rianita Riska Diana  Allaah Yuftah Alaikum :') 🏡Bandung-Yogyakarta 🏦Accounting’10 🌷Curhatan Pejuang Tiroid --- silakan dibaca :) ⤵

https://senja-januari.blogspot.co.id/2017/07/jakarta-endocrine-meeting-2017.html?m=1

Bagiku, rumah bukan tentang besar atau kecil tempatnya. Bukan juga tentang Bagus atau jeleknya tapi tentang siapa yang menghidupkannya

Siapa yang menjadikannya begitu dirindukan untuk senantiasa pulang. Tentang siapa yang menjadikannya selalu terbuka kapanpun siap untuk menjadi tempat merebahkan segala resah dan gelisah. Aku belajar banyak dari ibu tentang itu.
Dari masakan penuh cinta yang entah kenapa selalu bisa menjadi bumbu-bumbu rindu yang selalu dirindukan bermil-mil pun jarak seorang anak merantau, masakan ibu tak pernah lekang dan tergantikan

Kemarahan-kemarahan atau pertanyaan-pertanyaan penuh cinta yang entah kenapa selalu dirindukan "cepet sholat tepat waktu jangan dinanti-nanti" atau "udah ngaji belum?" "Udah makan belum ca?" "Ke kantor mau bawa buah apa?" "Udah minum obat belum?" Atau Siang-siang di kantor tiba di WhatsApp "nasinya udah dimakan belum?" Atau "Pulang jam berapa?" "Kajiannya sampai jam berapa?" Dan pertanyaan lain yang sederhana tapi suatu hari pasti begitu dirindukan

Dan semoga suatu hari, aku bisa menjadi seperti ibu, menjadi rumahmu yang selalu kau rindukan dan tempat paling nyaman untukmu pulang :) @riskaaa.id

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya DUNIA yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya maka Allah akan menanamkan 4 (empat) penyakit dalam dirinya:

1. Kebingungan yang tiada putusnya
2. Kesibukan yang tidak ada ujungnya
3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi
4. Keinginan yang tidak tercapai”
(HR. Ath Thabrani)

Pagi ini ngegalauin apa? Ngebaperin apa? Udah, jangan mikirin dunia mulu, bikin capek hati, Allaah aja lebih dari cukup :') .
.
Alhamdulillah 'alaa kulli haal
@riskaaa.id

#selamatpagi #pagi

Pagi yang kesiangan. Selamat pagi :) #pagi #selamatpagi

Jika pagi ini hati masih saja mengeluh, diri masih saja mengaduh rasanya sulit sekali mengulas senyum diwajah yang teduh barangkali karena kita masih saja menjaga gelisah yang tak perlu

Gelisah yang membuat hati semakin mengeruh, membuat iman semakin tergerus.
Gelisah tatkala melihat pencapaian orang, gelisah tatkala melihat bahagianya orang-orang, gelisah tatkala melihat keberhasilan orang. Sehingga menumbuhkan bibit-bibit iri, dengki menyuburkan hasad dan mengembangbiakkan penyakit hati lain. Pernah gak kita gak ngapa-ngapain cuma scroll timeline media sosial tapi rasanya capek hati, kesel gak jelas? Bisa jadi hati mengeras karena iri dengki yang kita suburkan sendiri.

Allah hadirkan pagi ini untuk memberi kesempatan bagi hati-hati yang ingin pulih, memberi kesempatan untuk diri yang ingin melepas segala perih, memberi kesempatan untuk kaki-kaki yang ingin beranjak dari masa lalu meski tertatih

Ah kamu, senyum ya jangan gelisah lagi :') .
.
On photo: suatu pagi di tambak udang Kulonprogo

Cukuplah kisah menggetarkan nabi Ibrahim dan nabi Ismail mengajarkan kita tentang apa itu memaknai sebenar-benar cinta. Cinta itu tak cukup hanya dilisankan karena berkata cinta berarti harus dibuktikan. Jika mengaku cinta kepada Allah, apa buktinya? Sami'na Wa Atho'na (Saya dengar maka saya taat) tanpa tapi bukannya saya dengar perintah-Nya namun menjalankannya nanti-nanti Sesuka hati.
Cinta? Ya buktikan

Selamat berkurban ya teman-teman :)
@riskaaa.id

Sebelum jauh-jauh menerjemahkan alasan kebahagiaan terbesar itu adalah bersatunya dua manusia bersaksikan Tuhan atas konspirasi manis dari semesta, ada baiknya dimulai dari saat masih sendiri kita pandai-pandai memaknai alasan bahagia

Belajar memaknai kebahagiaan dimulai dengan menyederhanakannya yakni menyadari, alasan kebahagiaan TIDAK diukur dari apa-apa yang bisa dibeli dengan harta

Sakinah, mawaddah, warrahmah akan lebih terasa mahal harganya dibandingkan harta yang sewaktu-waktu menggonjang-ganjing bahtera rumah tangga apalagi jika sudah paham bahwasanya apa-apa yang kita miliki saat ini hanyalah titipan semata. Titipan yang justru akan dimintai pertanggungjawaban nya dari mana dan kemana ia. Apakah sekiranya meringankan langkah kita menuju syurga atau malah memberatkan langkah kita?

Akhirnya kita pun akan menyimpulkan bahwa sebaik-baik warisan memang bukan harta, tapi mendalamnya pemahaman atas kelurusan aqidah, kesesuaian ibadah, kekokohan akhlak, pengetahuan yang luas dan jiwa yang kaya
.
.
Ya gitu lah Jomblo mah PR-nya banyak, jadi kalau sibuk mempersiapkan gak bakalan kepikiran galau-galau sambil memandangi rembulan yang sama dibawah langit yang sama dengan riasan gemintang kerlap kerlip yang sama. Sibuklah dengan persiapan dan perbaikan diri yang sama aja. Biar sama-sama dipantaskan sama-sama segera dipertemukan ya kamu, aku juga :')
.
.
04.37 | semangat shubuh wahai para pejuang shubuh
@riskaaa.id

Pada dasarnya manusia ini makhluk sosial. Nabi Adam aja butuh Hawa untuk menemani perjuangannya.
Semoga segera dipertemukan teman ke syurganya ya. Sungguh Allah maha adil dan Maha mengetahui segala isi hati. Fokus aja mengharap ridha-Nya agar Allah perkenankan kita berkumpul di syurga. Kalaulah tak di pertemukan di dunia InsyaAllah Allah pertemukan dengan bidadari bermata jeli di syurga-Nya nanti 📝@riskaaa.id

#jodohduniaakhirat #jodoh

Pernah kah di salah satu tengadah atau barangkali di salah satu sujud muncul pertanyaan "Apakah aku pantas meminta syurga?" .
.
.
Sedang diri kita tak luput mengulang-ulang kemaksiatan yang sama, sedang diri kita menunda-nunda kebaikan yang mendekatkan kita pada-Nya, sedang kita mengaku patuh pada Allah tapi senangnya mengikuti rayuan-rayuan syaitan yang jelas-jelas tujuan mereka ngajak ke neraka
.
.
.
"Apakah aku pantas meminta syurga?" Sedang syurga itu benar-benar hak prerogatif Allah. Kita diizinkan masuk kesana pun jelas-jelas gak cukup kalau cuma dengan amalan yang gak seberapa, yang malah kadang bocor sana sini dibagiin ke orang sana sini karena lalainya kita menjaga diri. Kita butuh Ridha Allah
.
.
.
"Apakah aku pantas meminta syurga?" Sedang diri masih asyik memenangkan syahwat daripada memenangkan taat

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, “Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga “ (H.R Bukhari)

Semoga setiap proses yang kita jalani sekarang merupakan proses yang mendekatkan diri pada Allah, yang memenangkan taat-Nya. Sebaik-baik proses yang tiap ayunan langkahnya melibatkan Allaah di dalamnya dan dalam setiap pilihannya melibatkan Allaah di dalamnya

@riskaaa.id

Tapi mereka lebih memilih menyembunyikan "apa-apa" yang kadang dipikir-pikir gak akan seberapa dari pada masalah yang ada

Atau lebih memilih menyimpan sendiri "apa-apa" yang sekiranya malah memperkeruh suasana

Atau lebih memilih melenyapkan "apa-apa" nya sendiri agar pihak lain tak ikut berlelah-lelah memikirkan apa-apanya yang terpikir kok terlalu muluk-muluk kalau diutarakannya

Serapi itu menjaga prasangka, Serapi itu berpura-pura. Ah iya bukan pura-pura tapi semudah itu "menerima" :) @riskaaa.id

Di suatu siang perjalanan menuju kantor, saya tenggelam dalam percakapan dengan seorang bapak pengemudi yang sudah sangat banyak makan asam garam kehidupan.

Ada satu nasihat yang beliau ingatkan yakni mengenai ujian kehidupan, jikalau kita sekarang berlelah-lelah menghadapi ujian kesedihan, kesulitan, kekurangan rasa-rasanya begitu mudah ya kita jadi dekat sama Allah jadi mudah ya tahu bahwa ini ujian yang harus diperjuangkan bagaimana sulitnya supaya Allaah Ridha.
Tapi ada satu ujian yang kadang orang shalih pun kadang lalai atau mendadak lupa bagaimana cara melewati ujian yakni ujian kesenangan. Banyak uang, banyak harta disana sini, banyak kemudahan dalam hidup. Padahal itu juga ujian. Ada yang jadi lupa sama keluarga, lupa sama sanak saudara, lupa pada temannya, lupa nikmatnya berbagi, yang paling parah jadi makin jauh sama Allah. Padahal itu nikmat semua dari Allah

Trus jadi keingetan, aduh apa jangan-jangan kemudahan yang jor-joran Allah kasih disaat kita lalai mengingat-Nya itu berupa istidraj?
Iya, jebakan berupa limpahan rezeki karena maksiat demi maksiat yang kita lakukan. Duh Naudzubillah

Ya semoga dengan harta atau nikmat lainnya yang Allah titipkan meski sedikit itu semakin mengingatkan kita bahwa kita gak punya apa-apa, dari sananya gak punya apa-apa, pulang juga gak akan bekel apa-apa kecuali bekal amal yang kita jaga biar gak bocor sana sini sampe hari perhitungan nanti

Di elf putih menuju Jatinangor | @riskaaa.id

On photo: Simbah-simbah konvoy pit onthel di Malioboro Minggu lalu

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.
(QS. Az-Zukhruf: 67)

Yuk bareng-bareng belajar jadi baik, yang berjuang mengerjakan hal-hal baik, yang cenderung hatinya pada kebaikan. Kejar takwa bareng-bareng kejar Ridha Allaah bareng-bareng. Saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Supaya kita gak cuma sampai dunia aja. Tapi saling selamat menyelamatkan di akhirat. Temenan sampai syurga ya InsyaAllah ❤

#Friendshipgoals
@riskaaa.id

Segelap dan selara apapun malammu tadi, tetap saja kamu sangat berhak menikmati pagi ini yang masih bersih dari kekhawatiran hari yang kamu jalani

Coba luangkanlah waktumu sejenak mendengarkan nyanyian pagi yang merdu nan lelap dari bisingnya keangkuhan manusia biarkan suara-suara gemerisik burung-burung di atap atau derakan suara-suara binatang lain menyambutmu, mengajak segala ketakutan beranjak pergi dari hati yang masih berhak atas harinya yang masih bersih dari salah hari kemarin

Maka sama saja dengan sekelam apapun masa lalumu, tetap saja ia tak berhak merenggut sucinya masa depanmu
Masa depan terlalu merugi untuk disia-siakan, terlalu merugi untuk tak diperjuangkan. Termasuk tentang memperjuangkan dengan siapa kelak kamu memperjuangkan masa depan itu. Ah iya ini masih pagi terlalu berat memikirkan ini, tapi bukankah pintu-pintu rezeki dibuka pagi-pagi sekali, sekat-sekat doa dibukakan bahkan lebih pagi lagi?

Bermula dari jernihnya pagi, mulailah banyak-banyak mengambil arti bahwasannya hidup bukan tentang terus menerus menangisi diri tanpa perjuangan membahagiakan diri, masa depan yang indah pun pasti didapat dari pedih dan perihnya perjuangan diri

Selamat pagi :") @riskaaa.id

Most Popular Instagram Hashtags