ratnayulia15 ratnayulia15

237 posts   566 followers   1,093 followings

Ratna Yulia  Writer Penyuka biru Doraemon Holic Keluarga @malka_sastra dan @mediaberkarya Impianku terlalu besar untuk dikalahkan rasa malas KMMDK 09

Memejamlah
biar lelapmu leburkan lelah
Lumatlah luka yang tak mampu kau cegah
Di antara manisnya bunga tidur dan rasa yang sempat rekah

Cukuplah menyeduh sedih
Hingga didih
Sebab kisahmu telah usai
Bahkan sebelum dimulai

Demi kabin luka
Nan tercipta di tengah pusaran renjana
Hingga asa sesaki jemala
Ihwal kita kini sebatas cerita .
.
#kmmdk #kmmdk09#puisi#cinta#sastraindonesia #alumnimediaberkarya #mediaberkarya # gemapena #sarjanasastra

Juli, hari kedua puluh
Demi mimpi yang tak lagi utuh
Semesta kembali
Berbicara padaku; hamba sahaya

Dia Sang Maha Perkasa
Hakim di atas buana
yang kian tua
Hukum semesta begitulah aku menyebutnya

Di pengadilan ini yang jauh lagi asing akan berusaha untuk menghapus sekat
Dan yang dekat sering kali memilih untuk menjauh.
Percaya terbelah
Impian itu musnah
Serupa kayu yang dilahap si jago merah

Menjaga percaya bukan sebatas wacana
Harus ada ikhlas yang hidup di sana
Ruang hangat dimana cinta bersemi nyata
Bukan benci yang tumbuh dengan meraja

#puisi #sastra#alumnimediaberkarya #mediaberkarya #kmmdk09 #kmmdk #sarjanasastra #gemapena

Hai ungu, bagaimana kabarmu?
Masihkah sendu membuat harimu kelabu
Ungu, jarak itu makin menyiksa
Namun bibir ini tak henti
merangkai sapa sembari tertawa

Ungu, kau tahu
Betapa aku rindu
Membelai ayu parasmu
Atau sekadar berkeliling kota hingga lesu

Ungu, pintaku sederhana
Sesingkat lembayung senja di luasnya cakrawala
Kita akan selalu bersama
Hingga akhir masa

Tanah Melayu, 20 Juli 2018

#puisi#rindu #temu#kamu#alumnimediaberkarya #mediaberkarya#gemapena#sarjanasastra#kmmdk#kmmdk09

"Kidung Renjana Sang Hawa"
.
Senada semilir bayu yang membelai mesra
Kutitipkan sebuah asa
Selepas desau angin semilir yang menyibak rasa.
Kupasrahkan segala nestapa.

Bentala dengarlah parau suara
Gadis pengenggam sekelumit rindu
Untuknya; Makhluk Tuhan dengan kemolekkan rupa paripurna.

Pada-Mu Maha Agung Waradhana.
Sudikah Engkau kiranya merenggut segala lara, biarkan memudar sirna.
Perihal bara api yang menjelma air rindu sanubari.
Biarkan mengemudi asal tak menginfeksi.

Aku berserah pada takdir
Semogaku tak henti bergulir.
Agar kurasai deras bahagia di ujung hari.
Agar terjalnya hati berganti manifestasi filantropi.
Aku tak takut dirundung elegi.
Bab do'a tak akan jua undur diri.
Aku tak jera deru bahasa rindu.
Bab atmaku tlah menepis tebal kelu dan rancu.

Sudut Buana, 6 Juni 2018

#30DayProductiveWriting#sarjanasastra#alrizkypratama#prosa #prosais #jatuhcinta #kmmdk#kmmdk09 #alumnimediaberkarya #mediaberkarya#gemapena

Jatuh Cinta
/1/
Jejaka, pemilik mata elok nan sayu, sang penyibak tabir kalbu. Tak bicara walau sekata, diam beribu aksara terdeteksi nada. Aku hanya ingin mendekapmu dengan prisha. /2/
Jejaka, andai kau tahu. Ada degup yang kini bersarang di hati. Akibat pertemuan kita tempo hari. /3/
Binar mata itu, adalah secarik citra rasamu padaku. Jejaka, tak usah berkabut rindu. Aku tahu. /4/
Senyumku tak pernah sirna. Kamu, tawamu, perpaduan yang selalu membuatku terpana. Mulut ini tak berhenti mengucap syukur pada-Nya. /5/
O, Maha Agung Waradhana. Melalui baris seloka renjana. Ini adalah metafora rasa. Melalui malam berpilin do'a, ini adalah gupta berlapis prisha. .
.
.
#prosa #prosais #jatuhcinta #kmmdk #kmmdk09 #alumnimediaberkarya #mediaberkarya #gemapena #sarjanasastra #sgisofficial

Dariku; Si Puan Kelana dari Kota Belimbing Untukmu seseorang yang paling kucinta; Papa
.
.
.
#kmmdk #kmmdk09 #mediaberkarya #alumnimediaberkarya #puisi #ayah#nosadness#cintatakbersyarat#cintaluarbiasa#sarjanasastra

Pada akhirnya, luka itu kembali melepuh
Laksana baskara membakar daun-daun tumbuh

Semestinya, pertemuan itu tak terulang kembali
Agar tak ada tirta detak yang kembali bergembut
Aku lelah menelan sumpah
Sebab kau hanya singgah
Bukan ingin berbenah

Maafkan sepotong hati yang tak tahu diri
Karena belum fasih melepas ia yang memilih pergi
Tanpa pernah tunaikan janji

#puisi#sastra#rasa#gemapena#sarjanasastra #kmmdk #kmmdk09 #alumnimediaberkarya #mediaberkarya

Teruntuk Aisyah

Dik,
Senada desir angin
Terbang setitik asa ihwal engkau di masa depan

Dik,
Bersama berpilin doa
Terajut tanpa jeda
Pada-Nya, Maha Agung Wardhana
Semoga kita segera bersua

Dik,
Kendati secawan lara
Meneguk sukma
Namun, teruslah percaya
Allah kan mendekapmu mesra

Dik,
Pada segara nan bening
Terpantul raut wajahmu tenang
Merupa gugusan bintang

Dik,
Aku bukan pujangga
Tak mahir memaknai aksara
Semogaku sederhana; semesta memeluk citamu segera

#puisi#ulangtahun#doa#cita #tersayang #mediaberkarya #alumnimediaberkarya #mediaberkarya #gemapena #sarj

Demi bentangan langit yang semu
Tersirat selaksa pilu
Seirama deru peluru
Menembus tiap jengkal jasad hingga kaku

Di jelaga kurekam rentet jejakmu
Menghilang dihapus waktu
Kuntum bunga pudar warna
Merupa aku si pendosa

Gagak senandungkan gita murka
Berteman malam berhias cahaya
tuk bedebah- bedebah durjana yang gila kuasa
Bahagia sebatas utopia

#puisi#prosa#kecewa#kmmdk #kmmdk09 #mediaberkarya #alumnimediaberkarya #gemapena #sarjanasastra

Di sela rumit yang ada
Mari bicara
Saat alir tirta
Menghanyutkan selaksa
Wewangian kenang, aku
kian berlinang

Sering kali waktu
Mencipta ruang
Memaksa kita kembali terbuang
Serupa percakapan singkat
Aku dan rinai hujan semalam

#patahhati #puisi #jatuhcinta #kmmdk #kmmdk09#mediaberkarya #alumnimediaberkarya #gemapena #sarjanasastra

Sekoci diksi seakan mati
Jemala serta hati enggan berkolaborasi
Melahirkan sebait puisi
Rekam jejakku kini

Larik itu hampa
Serupa gemericik alir tirta tak bernyawa
Aku di batas kuasa
Saat jemari enggan menggoreskan klausa

Lorong Waktu, 13 Juli 2018

#puisi #poetry #poems #sastra #alumnimediaberkarya #mediaberkarya #kmmdk #kmmdk09 #gemapena #sarjanasastra

Krisis Bahagia di Tanah Surga /1/

Aku bukanlah saksi bisu dari ranah juangmu. Juga bukan saksi akan lahirnya jiwa ragamu. Namun disinilah aku. Berdiri tegak mengabdi, di bumantara ibu pertiwi. /2/
ujung senja di satu waktu. Ada tangis, kekhawatiran ihwal masih ada kah sesuap nasi untuk kami hari ini? Penguasa serupa malaikat pencabut nyawa yang mengubur seluruh asa tanpa tersisa. /3/
Mata ini sembab, betapa air mata mengalir deras, memanas. Bermacam kecamuk rasa menikam berbicara. Berderet tanya hanya dipandang sebelah mata, aku bisa apa? /4/
Aku dipaksa buta meski kepedihan hidup terpampang nyata di pelupuk mata. Sang Maha Hidup bolehkah aku mengiba berilah sekelumit bahagia untuk mereka; tunas kecil bangsa mendekap erat tawa. /5/
Sungguh, citra kepedihan itu semakin menyayat lubu, perih membakar kelu. Sudikah Engkau kiranya? Tak perlu sesuatu yang istimewa, cukup gelak tawa mereka pelipur lara.
/6/
Semesta, kami tak butuh harta, cukup nasi dan kehidupan layak kami sudah temukan bahagia di sana. Dan semoga secercah tawa sederhana abadi hingga ke surga.

Relung hati, 23 Juni 2018

Most Popular Instagram Hashtags