priyo_ajie priyo_ajie

199 posts   863 followers   2035 followings

Sanes Cah Hitz  SMKN 8 SURAKARTA JURUSAN SENI TARI LARE Banyuwangi

Disinilah aku belajar memperdalam i tari...

SMKI BERSHOLAWAT...
Allahumasholialamuhamad.. #maulidnabi

Buto Cakil....

Masih belajar...

Ben koyok Wong sugih...

Hahaha....

Trio gathel.... Trio ubur - ubur... #janjigaknakalmaneh

Masih belajar... #pecicilan

Perang Kembang: Perang Melawan Nafsu
Pada waktu pertunjukan wayang kulit semalam suntuk, salah satu acara yang ditunggu-tunggu para penggemar wayang adalah saat dimulainya adegan “perang kembang”. Saat iniah para penonton disuguhi aksi kepandaian sang dalang dalam memainkan wayang kulitnya atau yang lebih dikenal dengan sebutan “sabetan”. Pada  intinya, adegan “perang kembang”ini menceritakan saat perjalanan seorang  ksatria yang dikawal oleh empat punokawan (Semar, Gareng, Petruk dan Bagong), yang setelah selesai berguru dan bermaksud kembali ke tempat asalnya namun ditengah hutan dicegat oleh sekelompok raksasa yang terdiri dari Buto Pragalba, Buto Terong dan Buto Rambut Geni serta  Buto Cakil sebagai pemimpinya (Buto = raksasa ). Peperangan antara satria (biasanya Arjuna atau Abimanyu) melawan para raksasa (buto) ini pada akhirnya dimenangkan oleh sang satria. Satu persatu dari raksasa itu berhasil ditewaskan, dan hanya Buto Cakil saja yang matinya karena tertusuk oleh kerisnya sendiri. Dari segi  tuntunan, adegan perang kembang ini menyiratkan akan pertempuran dalam diri manusia dalam melawan hawa nafsunya. Keempat buto atau raksasa merupakan lambang dari nafsu-nafsu manusia, yaitu nafsu amarah, nafsu serakah, nafsu syahwat dan nafsu kebajikan. Kematian empat raksasa atau nafsu manusia itu bukan berarti manusia harus membunuh keempat nafsunya, melainkan manusia harus mampu mengendalikan dan mengontrol nafsunya sehingga tercipta keseimbangan dalam dirinya.