poldasumaterautara poldasumaterautara

2,295 posts   39,585 followers   301 followings

Polda Sumut  🇮🇩 Akun Instagram​ Resmi Polda Sumut 🚨 Informasi Kegiatan Polda Sumut 📝 Info/Saran/Keluhan via DM Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw #poldasumut

Bertempat di depan Kantor Gubernur Sumut, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Taptu dalam rangka Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI Provsu Tahun 2018, Rabu (16/08/18) pukul 19.30 Wib

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain PJ Gubernur Sumut Bp. Eko Subowo, Ketua DPRD Prov. Sumut H. Wagirin Arman, S.Sos, Pangdam I/BB Bapak. Mayjen TNI Ibnu Tri Widodo, S.IP, Kasdam Brigjend TNI Teuku Beny Firmansyah, Pangkosek Hanudnas lll/Medan Bapak Marsekal Pertama Penerbang Ir. Tri Bowo Budi Santoso, MM, Wadanlantamal I Kolonel Marinir I Made Wahyu Santoso, Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb. Dirt Poljte Lengkey, Walikota Medan, Drs H. T. Dzulmi Eldin, FKPD Prov. Sumut serta Para Pejabat Utama Polda Sumut.

Peserta yang mengikuti Upacara Taptu sebanyak 700 orang yang berasal dari Polri, TNI, Pegawai Negeri Sipil, Satpol PP, Ormas Pemuda, Pelajar serta Mahasiswa.

Setelah Kapolda Sumut selaku Inspektur Upacara menerima laporan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyalaan obor sebagai tanda pelepasan peserta Upacara Taptu.
Para peserta Upacara Taptu bergerak dari depan Kantor Gubernur Sumut menuju Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan Jalan SM. Raja Medan sambil membawa obor dengan penuh semangat.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw dan Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Utara beserta seluruh personil Polda Sumatera Utara mengucapkan

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 73
Jayalah Negeriku Indonesia
NKRI Harga Mati
Merdeka Merdeka Merdeka🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨
.
.
.
@divisihumaspolri
@multimedia.humaspolri
@titokarnavianfans
@kapolri_titokarnavian
@pauluswaterpauw

Deni (22) warga Medan diamankan Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) di Hotel Sunggal, di Jalan Pantai Barat Cinta Damai No 16, Rabu (15/8/2018) sekitar pukul 16.30 WIB.

Ia diketahui seorang germo yang menawarkan tiga orang pelajar kepada hidung belang.

Pelaksana Harian Kabid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, Deni telah melakukan tindak pidana memperdagangkan orang dengan menjualnya kepada para pria hidung belang. "Benar, Polda Sumut telah melakukan penangkapan terhadap seorang germo yang memperdagangkan orang kepada hidung belang," ujarnya.

MP Nainggolan mengatakan dalam penangkapan tersebut, Polda Sumut juga berhasil mengamankan tiga orang korbannya, Ts (17), Dl (18) Ti (18). Dua di antara korban masih berstatus pelajar. "Dalam penangkapan itu turut diamankan tiga buah ponsel serta uang tunai Rp 500.000," katanya.

MP Nainggolan menyatakan, penangkapan terhadap germo ini bermula ketika Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumut memperoleh informasi adanya pelaku tindak pidana perdagangan orang untuk diperdagangkan kepada hidung belang.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 WIB, salah seorang petugas bernama Bripka Irfansyah Siregar melakukan penyamaran sebagai hidung belang, untuk menangkap Deni.

Saat itu Deni datang menemui Irfan ke Hotel Sunggal seorang diri bermaksud untuk mengantarkan ketiga korban.

Tak lama kemudian, tim yang telah bersiap–siap langsung masuk ke dalam lobby hotel dan mengamankan Deni. "Ketiga korban datang dengan menumpangi taksi online. Ketika uang sebesar Rp 500 ribu diberikan Deni sebagai panjar, tim langsung melakukan penggeledahan dan menangkap Deni serta mengamankan barang bukti," ujarnya.

Selanjutnya, sambung MP Nainggolan, Deni pun dibawa ke Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan. Begitu juga terhadap ketiga korban perdagangan oleh germo tersebut. "Saat ini Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut,"katanya.

Penjara ternyata tak membuat seorang residivis bernama Parlindungan Manalu alias Koven (32) ini bertobat. Sebaliknya, dengan status sebagai mantan napi, warga Jl Komplek Lama Lr. 7, Kel Sei Mati, Kec Medan Labuhan itu semakin beringas menerkam mangsanya untuk merampas apa saja yang ada digenggaman incaranya.

Ibarat pepatah, sepandai pandainya tupat melompat akhirnya jatuh juga. Begitu pula nasib Parlindungan yang akhirnya bernasib sial, saat Timsus Gagak Polsek Medan Labuhan membekuknya selang Selasa, 14 Agustus 2018 dinihari, hanya beberapa pasca beraksi.

Tersangka yang terkenal sadis dalam setiap aksinya itu dibekuk di Jl Keramat Simpang Komplek TKBM, Kel Sei Mati, Kec Medan Labuhan di bawah pimpinan Kanitreskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Bonar Pohan. “Tersangka diamankan oleh Timsus Gagak Polsek Medan Labuhan, berdasarkan laporan Handoyo Vinargo (25) yang tertuang dalam nomor laporan : LP/491/VIII/2018/Pel-Belawan/Sek. Medan Labuhan, tanggal 13 Agustus 2018. Setelah menerima laporan korban, tim melakukan olah TKP dan informasi diperoleh bahwa pelaku merupakan Kelompok Curat Sei Mati,” ungkap Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis kepada onlinesumut.

Dari pengakuan tersangka, saat beraksi, tersangka tak hanya seorang diri. Bersama rekannya S (DPO) dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mx-King warna kuning tanpa plat, mereka beraksi di Pasar II Mabar menjarah seluruh barang-barang milik korban yang berada didalam mobil Toyota Kijang Innova bernopol BK 1415 LU setelah memecahkan kaca kendaraan itu.

Akibatnya, sebuah tas korban berisi uang tunai Rp22 juta, buku bank, surat-surat bon faktur usaha serta satu unit handphone milik korban raib dari dalam mobil yang diparkirkan. “Siang itu, korban bersama istrinya baru pulang mengambil uang di Bank BCA KIM I Mabar untuk keperluan usahanya dan melanjutkan makan siang di Warung Soto Aidil dengan memarkirkan mobil Toyota Kijang Innova BK 1415 LU warna hitam miliknya dibelakang warung,” bebernya.

Sebelum diboyong ke Polsek, kata Ikhwan, petugas melakukan penggeledahan di rumah kos tempat tinggalnya dan menyita seluruh barang-barang milik korban serta uang sisa pembagian dari hasil aksi kejahatannya.

"Saya orang yang sangat mengagumi para pimpinan," kata Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw saat mengisi kata sambutan di acara silaturrahmi para Pemred dan wartawan di The Hill, Sibolangit.

Paulus mengatakan 13 bulan memimpin Polda Sumut membuat dirinya menjadi lebih paham akan keberagaman dan sejarah dari Provinsi Sumut. "Mulai Senin saya akan dilantik di tempat tugas saya yang baru dan malam ini kita buat acara silaturrahmi. Meski dadakan, tapi terima kasih kepada Pemred media dan kawan-kawan wartawan serta para teman SD dan SMP saya yang sudah menyempatkan waktu untuk datang ke sini meski acaranya dadakan," ujarnya.

Ia mengaku, selama menjabat menjadi orang nomor satu di Polda Sumut, lebih suka blusukan untuk mengetahui apa yang terjadi di lini bawah, daripada duduk di kantor sambil menikmati makanan mewah. "Saya memang sangat suka ke mana-mana saat menjadi Kapolda. Tapi ini bukan hanya sekedar jalan-jalan. Ini merupakan kunjungan kerja, yang sering saya anggap sebagai blusukan," katanya.

Satu blusukan yang dilakukan Irjen Paulus Waterpauw adalah saat menemani bekas ajudannya yang dari Papua dan datang ke Kota Medan.Kedatangan mereka, kata Irjen Paulus Waterpauw, hanya ingin melihat Danau Toba. "Saya setir mobil sendiri mulai dari Tomok, Tele, Dairi, Tanah Karo, Brastagi, dan Kota Medan. 8 jam perjalanan saya sopiri sendiri. Saya setir sendiri untuk melihat fenomena," ujarnya.

Fenomena tersebut, kata Paulus, terlihat ketika di Sibolangit macet total sampai mendekati perbatasan Kota Medan.

Di sini, sambungnya, dirinya melihat ada permasalahan yang terjadi kenapa macet di jalur Brastagi saat hari libur tiba. Masalahnya, kata Kapolda Sumut ke-41 ini, karena ada pertigaan dan penyempitan jalan. "Di situ saya langsung mengumpulkan para Kasatlantas melalui selular kenapa tidak pernah mencoba rekayasa jalan menuju Brastagi," ujarnya.

Ia mengaku pihaknya menerangkan kepada para Kasatlantas dan polisi dari Polsek terdekat kalau di puncak Ciawi itu sudah rutin setiap Sabtu dan Minggu tiba, petugas kepolisian melakukan buka tutup jalur.

Para pelaku pencurian dengan kekerasan Curas atau yang biasa di sebut begal pimpinan Kelompok Cinai dan kawan-kawan dengan modus oprandi spesialis melukai korban dengan senjata tajam (Parang, Sangkur), di sergap Oleh Team Pegasus Unit reskrim Polsek Medan Baru pada hari Minggu (12/08/18) sekitar pukul 06.30 Wib.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing SIK melalui Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Husein Senin (13/08/18) menjelaskan pada hari Rabu tanggal 08 Agustus 2018 sekitar pukul l 00.30 wib korban melintas dari Jalan Cikditiro dan tiba-tiba di hadang oleh 4 pria yang mengendarai 2 sepeda motor, 1 sepeda motor vario dan 1nya lagi sepeda motor honda supra dan memakai helm grab di mana salah satu pelaku yang memakai helm grab langsung mengambil kunci motor korban dan menunjang korban serta mengancam pakai sebilah sangkur, selanjutnya pelaku mengambil motor korban,” ujarnya.

Tak terima mengalami kejadian tersebut selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan baru. Menindak lanjuti hal tersebut, sekitar jam 01:30 wib korban dan piket 70 bersama – sama mobil di seputaran wilayah hukum Polsek Medan Baru, sekitar pkl 04:00 wib, tersangka muncul lagi di Jalan Gajah Mada terjadi aksi kejar-kejaran sampai Jalan Masdulhak, di tempat tersebut pelaku di tabrak oleh adik korban menggunakan mobil Daihatsu Calya BK 1427 UI warna putih dan salah satu sepeda motor pelaku jatuh.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing Sik membentuk Team khusus untuk mengungkap Kasus ini. Kemudian Pada hari Rabu Team yg Dipimpin Kanit reskrim Polsek Medan Baru Iptu Husein sekira pukul 10.00 Wib pelaku bernama Ardiansyah Lubis berhasil diamankan sesaat setelah melakukan pencurian dari pelaku disita Barang bukti honda vario warna merah BK 2886 AHU, Pisau Sangkur, Helm bertuliskan Grab.

Hasil introgasi kepada pelaku bahwasanya selain dirinya yang ikut melakukan pencurian dengan kekerasan kepada korban Asnul Habib adalah 1. Muhamad Juliandi Nasution Als Andre, 2. Jimi Aldian, 3. Darmansyahputra Lubis Als Cinai.

Atas keterangan tersebut Team melakukan Analisa IT dan Penyelidikan Lapangan secara intensif selama 4 hari dan pada hari minggu tgl 12 Agustus 2018

Seorang ibu rumah tangga berinisial NB diringkus personil Satres Narkoba Polrestabes Medan dari Bandara Kualanamu, Deliserdang karena kedapatan membawa 1 kilogram sabu.  Wanita asal Aceh itu diketahui bakal menyelundupkan barang haram itu ke Bandar Lampung. “Penangkapan dilakukan tim dari Unit III Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Sabtu (11/8),” ucap Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandhy Priambodo,  Selasa (14/8/2018). AKBP Raphael mengungkapkan penangkapan terhadap wanita itu berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya seorang perempuan yang akan mengirimkan sabu-sabu dari Medan ke Bandar Lampung. “Informasi itu menyebutkan pengiriman itu melalui jalur udara. Kita pun bergerak melakukan penyelidikan, ” urai AKBP Raphael.

Petugas yang melakukan penyelidikan lanjut Raphael kemudian mencurigai seorang perempuan. Dia pun dibuntuti hingga ke  Bandara Kualanamu. Di sana  petugas mengamankannya berikut  koper yang dia bawa.

Perempuan yang belakangan diketahui beralamat di Jalan Balee Manyang, Desa Lamjabat, Meuraksa, Banda Aceh ini kemudian dibawa ke Medan. “Di dekat pintu tol Bandar Selamat,  tepatnya di Jalan Letda Sudjono, petugas memeriksa barang bawaan tersangka dan menemukan barang bukti satu plastik berisi 1 Kg sabu-sabu di dalam koper N,” urainya.

Wanita itu kemudian digelandang ke Mapolrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan. “Saat diinterogasi, perempuan itu mengaku sabu-sabu itu miliknya yang akan diantar ke Bandar Lampung,” jelas AKBP  Raphael.

Fakta lain terungkap, ternyata N pernah mengirimkan sekitar 0,5 Kg sabu-sabu ke Palembang. “Modusnya sabu-sabu itu dimasukan ke pakaian kemudian dibungkus dan dimasukkan ke dalam koper,” sambung AKBP  Raphael.

Polisi masih mengembangkan penangkapan N.

Selasa Tgl. 14 Agustus 2018 Pkl 08.00 Wib s/d 11.30 Wib, bertempat di Bioskop Ringroad City Walks XXI, Jln. Gagak Hitam Medan, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw menyampaikan kata sambutan mengawali dengan ucapan puji syukur atas kehadiran tuhan Allah SWT karena telah memberikan kesehatan sehingga kita bisa berkumpul disini.

Sejarah ditemukan gunung cartenz pada tahun 1936. Dibalik sebuah semangat mendaki gunung cartenz juga kita memiliki aset dari gunung ini. Kegiatan menonton bersama film dokumenter ini dibuat berdasarkan peristiwa nyata yang dilakukan oleh Polwan-Polwan terbaik Indonesia yang melakukan pendakian menaklukkan puncak cartenz, di pegunungan Jayawijaya, propinsi Papua pada tanggal 17 agustus 2017 dan sebagai kebanggaan institusi Polri dalam menyambut Hut Polwan serta Hut Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73.

Gunung ini adalah gunung yang salah satu gunung tertinggi di Indonesia
Pada saat mendaki gunung tantangan semakin banyak seperti Semakin tinggi mendaki gunung, cuaca selalu berubah-ubah, mulai dari panas terang benderang lalu timbul badai salju dan hujan es. Semakin tinggi mendaki, kadar oksigen semakin menipis dan tekanan udara semakin besar.

Pergerakan naik ke atas gunung, tentu saja menjadi semakin lambat. oleh karena itu tim ekspedisi harus bisa mengatur nafas dan mempertahankan atau menjaga stamina untuk mencapai puncak cartenz. Kedepan kita semua harus berprestasi, raihlah prestasi sebanyak banyaknya untuk instansi dan untuk kita semua.

Tingkatkan terus kinerja Polwan Polri dalam bertugas melayani masyarakat kapanpun dan dimanapun dan banggalah menjadi Polisi Wanita Kepolisian Republik Indonesia, sebagai salah satu aset bangsa untuk mensukseskan pembangunan nasional.

Setelah kegiatan nobar Kapolda Sumut menyampaikan kepada media massa, Polisi Wanita harus mempunyai kemampuan untuk melakukan seperti ini, kegiatan ini juga membuat motivasi kepada Polwan yang lain untuk bisa mendaki gunung Cartenz, pendakian ini menunjukan kita harus bekerja sama satu dengan yang lain tidak bisa melakukan sendiri harus ada kerja sama team yang baik solidaritas yang tinggi. Saya sebagai Kapolda Sumut mengucapkan apresiasi kepada Polwan

Selasa Tgl. 14 Agustus 2018 Pkl 08.00 Wib s/d 11.30 Wib, bertempat di Bioskop Ringroad City Walks XXI, Jln. Gagak Hitam Medan, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw menghadiri Acara Nonton Bareng Film Dokumenter "Polwan Cartenz"

Turut hadir Irwasda Polda Sumut, Para PJU Polda Sumut, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Sumut, Pengurus Bhayangkari Daerah Sumut, Polwan Polda Sumut, (Polwan & Bhayangkari Polrestabes Medan, Polres Belawan, Polres Deli Serdang, Polres Binjai) & PNS Satker Polda Sumut.

Adapun Rangkaian kegiatan Pembukaan oleh MC, Penampilan Yel-yel dari Polwan, Sambutan Wakil Ketua Bhayangkari
Sambutan Kapolda Sumut dan di lanjutkan dengan Nonton bersama film dokumenter pendakian gunung oleh perwakilan Polwan Indonesia

Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw Memimpin Pelaksanaan Apel Pagi di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (13/08/18) pukul 07.30 Wib. Apel pagi ini diikuti oleh Pejabat Utama Polda Sumut serta seluruh personil Polda Sumut

Usai pengucapan Tri Brata, Catur Prasetya dan Panca Prasetya Korpri, Kapolda Sumut memberikan arahan kepada personil. Dalam arahannya Kapolda Sumut menyampaikan agar personil tetap tingkatkan penanganan-penanganan dalam mencegah terjadinya karhutla di Prov. Sumut khususnya di beberapa titik yang rawan bahkan sering terjadinya karhutla. "Agar para penyidik yang melaksanakan penyidikan dapat melaksanakan tugasnya secara objektif dan hindari faktor subjektifitas yang sudah menjadi atensi mayoritas masyarakat yang membutuhkan pelayanan penegakkan hukum", tegas Kapolda Sumut.  Di samping itu, secara bersama merubah  pola-pola lama dan doktrin negatif terkait pelaksanaan tugas kita bersama.
Beliau mengatakan keberadaan jumlah personel Polda Sumut yang begitu signifikan agar dapat dimaknai dengan upaya dan maksimalkan kekuatan personel dalam memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat.

Terkait masih banyaknya titik kemacetan khususnya pada saat hari libur, Kapolda Sumut bersama Karo Ops Polda Sumut dan Pejabat Dit Lantas Polda Sumut dan Polrestabes Medan akan melaksanakan rapat dalam rangka menyatukan presepsi mencari solusi untuk menjawab masalah ini. "Lewat keberhasilan setiap tugas yang kita laksanakan, kita akan bersama-sama juga menikmati kebanggaan dari setiap apa yang kita lakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap Polri", ujarnya

Menjelang HUT RI ke-73, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengunjungi Rumah Pesanggrahan Soekarno Kab. Simalungun, Minggu (12/08/18/) Sebelumnya, beliau juga mengunjungi titik 0 peradaban Islam di Indonesia dan Makam Syeikh Mahligai Kec. Barus Kab. Tapteng. Beliau turut mempelajari sejarah beberapa tempat di Prov. Sumut

Irjen Paulus menjelaskan hal ini dilakukan guna meningkatkan rasa cinta terhadap NKRI dengan mengetahui dan menguasai daerah, sejarah maupun objek-objek bersejarah khususnya yang ada di Prov. Sumut. "Menjelang Peringatan HUT RI ke-73, mari bersama kita tingkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI salah satunya dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah khususnya yang berada di Prov. Sumut", ungkapnya

Selain mengunjungi tempat-tempat bersejarah, Irjen Paulus turut mengunjungi objek wisata Danau Toba yang memiliki panorama sangat indah.
Menurutnya, hal inu menjadi tugas bersama untuk mengekspose keindahan destinasi wisata seperti Danau Toba dan sebagainya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat banyaknya turis dalam dan luar negeri yang datang

Tim gabungan dari Polrestabes Medan menggerebek sebuah lokasi dugem yang berkedok cafe di komplek MMTC jalan Selamat Ketaren pada sabtu (11/8/2018) malam.

Puluhan anak di bawah umur yang sedang asik dugem pun di gelandang ke Mapolrestabes Medan menggunakan truk.

Informasi yang di himpun di TKP, tempat dugem tersebut hanya menyediakan hall untuk anak-anak berjoget, untuk narkoba dan minuman keras sendiri di dapat pengunjung dari luar cafe. Mereka dengan leluasa masuk ke lokasi dugem tersebut hanya dengan membayar uang Rp 15 ribu dan mendapatkan sebotol air mineral.

Kedatangan petugas sempat membuat kaget pemilik cafe dan anak ‘joget’ yang lagi enjoy di lantai 2 dan 3.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto tampak ikut melakukan penggerebekan lokasi dugem tersebut.

Dari puluhan orang yang diamankan semua masih di bawah umur, bahkan ada seorang anak yang diduga masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Tak hanya pengunjung, petugas juga menggelandang pemilik cafe yang dijadikan tempat dugem beserta soundsystem. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata cafe yang bernama Ice Cream Garden tersebut tak memiliki ijin sama sekali.

Hingga kini awak media belum mendapat informasi pasti berapa pengunjung yang diamankan serta siapa nama pemilik tempat ilegal tersebut.

Most Popular Instagram Hashtags