nurimannisa nurimannisa

310 posts   1,162 followers   791 followings

Melinda Nurimannisa  A frame to journal the journey, to tie lesson learned today. Wife.Mom.LifeLearner.Entrepreneur.Writer.Designer. @alkindikids @alkhazini.school

"Family Playtime"

Duluu, Salah satu kenangan paling Manis saat masih sekolah adalah ketika Kami seriiing sekali seruseruan bermain boardgame/kartu di rumah bersama adik, bapak, dan mamah. Hanya di rumah, tdk ke mana mana, tp sungguh membahagiakan dan berkesan. Mulai dari halma, ludo, Scrabble, dll. Tertawa tawa, bergembira bersama. .

Dan karena begitu membahagiakan dan berkesannya memori itu, saya ingin banyak anak anak Indonesia merasakannya juga. Tatkala sedang berjalan jalan dan melihat banyak keluarga sedang berkumpul (atau bahkan sy sendiri) malah sibuk dgn gadget masing2, sediiih rasanyaa.. .

Maka dari itu saya terpikir membuat produk ini. Untuk kembali merekatkan hubungan Antar keluarga. Spreading love. Spreading happiness. Spreading value.
Makaa..
Yang mau mengisi liburan berfaedah bersama ponakan/adik/keluarga, bs bangeettt ceki ceki ke sini yaah.. 🀣

@Regran_ed from @alkindikids - Mau liburan, bingung mau bikin aktivitas apa saja sama anak..? .

Yuuk jadikan liburan tetap seru di rumah dengan memainkan kuartet Islami, Awqat Quartet ini. Selain Fun, juga sekaligus mengedukasi tentang Rukun Islam, Rukun Iman, hewan dalam alquran, dan juga Sahabat Rasulullah SAW. .

Yang lebih menyenangkan lagi, Awqat Quartet tidak hanya membuat anak otomatis hafal nama namanya saja, namun juga sekaligus makna dan hikmah yang terkandung di baliknya.. .

Seruuu kaan..? .

Apalagi, bermain dan bersenda gurau bersama keluarga adalah salah satu kegiatan yang InsyaAllah berpahala.
.

Rasulullah Saw. bersabda, β€œSegala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu bersenda gurau dengan keluarga, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An Nasa’i). .

Maka, yuuuk, kurangi penggunaan gadget dan tingkatkan waktu berkualitas dengan keluarga dengan Awqat Quartet.
Harga normal: 65.000
Harga preorder: 55.000

Masa preorder: 13-20 Desember 2018.

Yuuk segera order karena kuota terbatas.. πŸ˜‰

#islamicparenting #islamicquotes #mainananak #familytime #familyactivity - #regrann

"Learn to Believe" .

Memasuki stage kedua dalam teori Eriksson, Autonomy Vs Shame & Doubt yg biasanya terjadi mulai usia 18-36 bln, sy sebagai orangtua merasa mendapatkan tantangan utk belajar hal yg bagi saya membuat degdegan: Belajar utk percaya kepada anak. .

Dikarenakan bayi kecil mungil yang mulai tumbuh mendewasa ini sudah merasa memiliki banyak kemampuan, maka dorongan untuk melakukan segalanya sendiri menjadi semakin kuat. Daan ia merasa ingiiin melakukan semuanyaaa sendiri. Tanpa dibantu sama sekali. Bahkan jika kita membantu atau tdk sengaja membantu sedikiiit saja, ia bisa kemudian marah marah, atau meminta mengulang semua prosesnya Dari awal 😌😌 .

Namun, menurut Eriksson, keberhasilan melalui fase ini dapat menumbuhkan karakter kemandirian, inisiatif, kepercayaan diri, dan determinasi/strong will yang kuat, dan akan sangat bermanfaat di masa depannya. Sementara jika tdk terpenuhi kebutuhannya, bs Berdampak pada rendahnya self esteem dan ketidakpercayaan diri terhadap kemampuan dirinya. Tujuan utamanya adalah anak mampu membentuk self control tanpa menjatuhkan self esteem. .

Maka, penting bagi orangtua untuk mengizinkan anak mengeksplorasi dan menguji batasan dirinya. Dengan menyediakan sebuah lingkungan yang toleran terhadap kesalahan. Mengizinkannya melakukan apa yg ia mau Coba lakukan sendiri. .

Tapii.. namanya praktek, selalu lebih menantang daripada teori 😌😌😌
Duluu ketika Masih 18mo dn Irsyad meminta membuka kulit Pisangnya sendiri, alhamdulillah mudah utk memenuhinya. Namun ketika sudah 26mo, permintaannya seringkali membuat degdegan πŸ˜…πŸ˜…
Seperti hari ini, ketika sdg di suatu penginapan, ia meminta mengambil air sendiri lalu membawanya ke meja kami di paling ujung ruangan, sementara gelasnya adalah gelas beling 😌😌
Atau ketika suatu sore, ia memaksa membawa sendiri kue putu yang Kami beli Dari rumah tetangga yang berjarak sekitar 200meter dari rumah 😌😌 .

Degdegan? Tentu saja. Setelah negosiasi yg alot, akhirnya mencoba untuk percaya sambil ikut mengawasi. Dan ternyata dia bisa :" MasyaAllah Tabarakallah.. :" .

Sepertinya, kepercayaan adalah Salah satu hal berharga yang bs diberikan oleh orangtua .

#bubunparentingsharing #odop96

"The precious of knowledge" .

Duluu, sewaktu masih menjadi mahasiswa, mudah sekali bagi saya untuk mencari ilmu dan inspirasi melalui event - event seperti yang hari ini alhamdulillah bisa saya ikuti. Kerap sekali saya mondar mandir depok-jakarta, mengikuti event yang menarik, dan dengan sangat mudah bisa duduk manis mendengarkan penuturan pembicara yang ada dari awal sampai akhir. .

Namuun, karena begitu mudahnya saya mendapatkan nikmat nikmat seperti itu, sepertinya saya menjadi alpa bahwa apa yang saya dapatkan adalah sebuah hal yang "mewah". Sehingga mungkin juga karena kurang mensyukuri dan menyadari betapa berharganya ilmu yang didapatkan, seringkali hanya berakhir di buku catatan atau notes di handphone. Atau diingat, meresap, kemudian menguap πŸ˜‚ atau kalaupun terimplementasi, rasa rasanya presentase apa telah dipelajari dan apa yang telah diterapkan kok kecil sekali πŸ˜‚ .

Namun alhamdulillah hari ini saya mendapatkan sebuah hikmah dan pembelajaran yang berbeda. Tentang betapa berharganya suatu ilmu. Meski hanya secuil. Hanya beberapa kalimat. Hanya beberapa menit. Yang untuk mendapatkannya harus melalui banyak "perjuangan". Mulai dari sambil naik-turun 8 lantai berkali2, sambil menenangkan Irsyad yang teriak teriak, lari lari, guling guling, menemani main dulu, bikin perjanjian dulu (yang kemudian tersepakati hanya 10 menit πŸ˜‚). Sehingga ketika bisa duduk mendengarkan dengan tenang sesi bang @yorissebastian kurang dari 10 menit saja entah mengapa terasa begitu berharga :" . .

Nikmat, jika begitu mudahnya didapat, seringkali malah seringkali membuat kita lalai untuk mensyukuri dan memanfaatkannya dengan tepat. Termasuk juga bumi dan seisinya yang menjadi tempat Kita berpijak saat ini.. beberapa booth tentang lingkungan juga menjadi menyadarkan kembali akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan yang telah Allah berikan kepada kita.. :" .
.
.
Dan well, meski tidak banyak, semoga dgn menyadari betapa berharganya ilmu yang didapatkan Hari ini bisa berbuah karya dan berdampak πŸ’• .

#odop95 #pelajaranhariini #lessontoday #haixsayapilihbumi #sayapilihbumi @hai_online

"Menspesialkan" .

Bertahun yang lalu, salah seorang kawan memberikan "pembelajaran" bagi saya sebuah hal yang menurut saya priceless. Tentang menspesialkan. Tentang menunjukkan pada orang orang yang kita sayangi betapa kita mencintai dan menyayangi mereka. Tentang membuat mereka merasa istimewa. Tentang mmengekspresikan rasa cinta secara nyata dengan berbagai cara yang kita bisa. Bukan disimpan di dalam hati saja. .

Saya yang pada mulanya (dan pada dasarnya) cuek menjadi perlahan lahan lebih memikirkan hal ini. Tentang menspesialkan. Dan dipikir pikir, mungkin benar juga. Karena Salah satu sunnah Rasulullah adalah saling memberikan hadiah. Sebagai sebentuk ungkapan rasa sayang kepada sesama muslim. Yang ternyata memang bisa merekatkan hati dan jiwa ❀️ .

Maka, hari ini saya hendak menyimpan kenangan akan sebuah Hari istimewa Dari seorang yang istimewa πŸ’•
.

Seseorang yang bersedia menerima semua sisi dari diri saya. Mulai dari yang paling serius sampai paling konyol. Dari yang paling lembut sampai paling sangar. Dari yang paling menyenangkan sampai menyebalkan. Dari yang paling kritis sampai yang ketelmiannya bikin miris πŸ˜‚πŸ˜‚ .

Barakallah fii umrik my life partner! Semoga semakin bertaqwa, dan senantiasa berbahagia bersama sama, sehidup sesurga πŸ’— . πŸ“ΈIn frame; syukuran dadakan sama yang terkangen CerdasMulia squad, 4.12.18 malam .

#odop94

"Positive Communication" .

Selama perjalanan 2th++ mjd orangtua, sy menyadari bahwa salah satu seni yang penting dikuasai adalah ttg berkomunikasi dn memilih diksi. Apa kata yg kita lontarkan, itulah yg akan kita dapatkan. Seperti halnya bermain hoki meja ini. Reaksi adalah buah dari aksi. .

Saat usia Irsyad sekitar 18mo, ia seriiing sekali menjawab "nggak!" utk setiap permintaan dn pertanyaan. Setelah dievaluasi dan diselidiki, ternyata sayalah yang secara tidak sadar mengajarinya demikian dgn melontarkan pertanyaan yg "Salah". .

Seperti, "syad, mau makan nggak?" "Mau mandi nggak?" "Mau minum nggak?"
"Mau kue nggak?"
Dan berbagai kalimat berakhir "nggak" yang lainnya.
Entah mengapa seringkali ini terjadi sungguh tanpa disadari.
Alhasil jawaban "nggak" yg paling belakang menjadi lebih sering keluar. πŸ˜… .

Setelah menyadarinya, saya pun mengganti kalimatnya. Awal2 jg Masih sering kagok karena sepertinya sdh masuk alam bawah sadar. Tp lama2 setiap kali sadar sudah salah diksi, saya pun melakukan revisi.
"Syad, makan yuk."
"Kita makan kue, oke?"
"Mau makan atau mandi dulu?" "Kita Mandi dulu terus makan, ya?" .

Meskiii.. seringkali jika diberi 2 pilihan dia akan memberikan pilihan alternatif ketiga yang tdk ditawarkan πŸ˜‚
Atau tetap juga sering menolak dengan beragam cara. 😌
Tapi alhamdulillah sebagian besar bs berakhir dengan "ya" dan "oke".
Bahkan ketika dia tercyduk sedang bermain peran dgn boneka kesayangannya dia berkata,
"Pus, Kita makan dulu ya, oke?" Hahahaha .

Pun dengan karakter. Saya berhatihatiii sekali untuk tidak menggunakan kata "takut" dalam berbagai kesempatan. Karena sungguh saya tdk ingin ia tumbuh menjadi anak yang penakut. Dan yes, kata yang sering ia dengar adalah yang akan tertanam dalam dirinya. Jika saya yang merasa takut haruskah saya menjadikan ia ikut penakut? .

Misalnya, ketika ia Naik Naik galon yang tinggi,
Alih alih berkata,
"Duh nak, bunda takut kamu jatuh"
.
Saya lebih suka mengajak dialog yang membangun kesadaran bahwa itu beresiko jatuh dan merugikan diri sendiri. Atau kalau sudah gemass menggunakan kata "khawatir" .

Semogaaa Allah mampukan bunda untuk jd Ibu yg lebih baik ya nak :"
.
#odop93 #bubunparentingsharing

"Balancing" .

Semenjak Irsyad lulus proses penyapihan sebulanan yang lalu, alhamdulillah sebuah balance bike jadi penghuni baru di rumah kami. Dan setelah berjalan 1 bulan++, alhamdulillah ini adalah salah satu "best purchasing" menurut saya. Karena ternyata Irsyad sukaaa sekali. Setidaknya sehari dua kali ia keluar dgn sepedanya. Entah ke taman bermain, ke warung, masjid, atau sekedar memutar komplek. MasyaAllah Tabarakallah πŸ’• .

Balance bike ini, katanya memiliki banyak kelebihan. Melatih keseimbangan, kemampuan mengendalikan, menguatkan otot kaki, dan membangun self esteem. Karena ringan (+- 2.9kg), dan rendah sekali dudukannya (+-35 cm), sehingga anak usia 20 bulan sudah bs mandiri naik sepeda. Dan setelah sebelumnya menyewa dulu selama 2 bln, alhamdulillah selama satu bln pasca sapih ini Irsyad sdh lancar bersepeda dn bs beberapa kali mengangkat kedua kaki utk mencapai keseimbangan. .

Keseimbangan, tampaknya memang menjadi salah satu peer bagi manusia bahkan hingga dewasa. Mulai Dari Work-life balance, menyeimbangkan peran, hingg tentang menyeimbangkan dunia-akhirat yang menjadi salah satu pertanyaan terbesar saya bahkan sejak 5 tahun yang lalu. .

Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu tdk sengaja menemukan jawaban yang dicari salah satunya di buku Ihya Ulumiddin karya Imam Al Ghazali.
Pada subbab "Berdagang tanpa melupakan akhirat", beliau memberikan 3 tips agar bs cemerlang di dunia tanpa tenggelam dalam fatamorgana; .

1. Luruskan niat
Selalu luruskan niat untuk menghadapi Ridha Allah semata. Untuk mengumpulkan bekal dan amal saat kembali kepadaNya. .

2. Utamakan shalat
Apapun yang sedang dilakukan untuk urusan dunia, segera tinggalkan ketika azan berkumandang. Berattt memang 😭 saya juga masih harus banyak berusaha dalam hal ini :" 3. Menjaga dzikir
Mengingat Allah baik saat duduk, berbaring, berdiri. Mengingat bahwa setiap langkah dan perbuatan sesungguhnya berpotensi amalan. Mulai dr yang paling sederhana seperti menyapu atau memasak untuk keluarga, sampai belajar, berbagi ilmu, dan berkarya. .

Susah? Memang πŸ˜‚
Tp bismillah. Semoga Kita semua bisa bersama sama menjadi versi terbaik dr diri kita yaa πŸ’• . .

#odop92
#bundamelreview
#bookreview

"Selalu Sertakan Allah dalam Setiap Urusan" .

Hari kamis kemarin, alhamdulillah saya mendapatkan rezeki untuk belajar langsung dari seorang muslimah yang sangat menginspirasi. Mbak @dewi.n.aisyah yang alhamdulillah sedang berada di Indonesia dan mengisi acara di @uiibf. .

Senang sekali bisa bertemu sekaligus berterimakasih secara langsung kepada beliau.. :"
Karena, ketika saya sedang berada di fase transisi sehingga kehilangan keyakinan akan visi dan mimpi mimpi,
beliauah salah satu sosok yang membuat saya yakin bahwa seorang muslimah tetap bisa maksimal berkontribusi dan berprestasi, meski telah mendapatkan amanah besar sebagai seorang ibu dan istri. Tentu saja, dengan tetap maksimal dalam pelaksanaan tanggung jawab utama ❀️
.

Maka Hari ini saya hendak menuliskannya untuk mengikat ilmu, dan semoga diberi Allah kekuatan untuk mempraktekkan πŸ™Œ

1. Sertakan Allah dalam Setiap Urusan
.
"Sandarkan setiap Urusan pada Dzat yang Maha Kekal, Yang Maha Kuat, maka InsyaAllah akan Allah beri kekuatan untuk menyelesaikan setiap urusan", demikian kata mbak Dewi ketika ditanya kok bisa kuat dan nggak kenal lelah mengerjakan semuanya.
.

Ini kunci utama dan pertama menurut saya. Dan saya percaya bahwa setiap ibu2 memang Allah berkahi kekuatan ekstra :"
.

2. Fokus
Ketika mengerjakan A (misal pekerjaan disertasi) mbak Dewi betul betul fokus. Tanpa distraksi. Tanpa cek wa, ig, fb. Berdasarkan to do list yg dibuat, dan disiplin terhadapnya. Ketika di rumah, fokus dgn peran sebagai ibu dan istri.

3. Bekerja cepat
Fokus ini juga membuat mbak Dewi bisa bekerja cepat. Dan ini juga Salah satu kunci. Misalnya pekerjaan Yang biasa dikerjakan 6 bln, bs dikerjakan 3 bulan saja oleh beliau.

4. Itqan; professional.
Professionalisme adalah prinsip utama mbak Dewi, Karena beliau percaya bahwa seharusnya karakter seorang Muslim seperti itu. Do the best now. G setengah2. Tidak ada second chance untuk memperbaiki. No excuse at all. Misal Karena "ibu rumah tangga" jd mengurangi performa..
.

5. Kerjasama dgn suami
.
Prinsipnya adalah saling meringankan beban. Komunikasi dan kompromi untuk mencari solusi bersama. Berbagi tugas baik urusan domestik maupun pengasuhan.

MasyaAllah πŸ’•
.

#odop91

"The Big Boss" . .
.

4 tahun terakhir bekerja sebagai freelancer dan juga memiliki usaha sendiri ternyata membuat sy sedikit-banyak lupa akan sensasi adanya "boss" atau "atasan" yang mengontrol pekerjaan saya.
.
.

Atasan terakhir saya adalah paksuamik @arryrahmawan di @tdakampus Dan @cerdasmulia, dan kemudian kedua aktivitas ini berangsur menghilang pasca menikah dan paksuamik memutuskan untuk fokus di dunia riset dan perdosenan setelah melalui serangkaian istikharakh dan pertapaan panjang. .
.
.

Setelahnya, sy memang betul2 jd "Freeman". Membuat targetan sendiri. Melaksanakan sendiri. Evaluasi sendiri. Dan sayangnya, meskipun ini menyenangkan sekaliii.. Cara kerja seperti ini ternyata punya banyaaak kelemahan untuk saya. Deadline targetan jadi tidak rigid dan mulur mulur sesuka hati. Kualitas performa kinerja juga tidak ada yang mengevaluasi. .
.
.

Hingga beberapa saat yang lalu, ada salah seorang ibu di Instagram yang menyampaikan sesuatu yang menyentak saya. Kurang-lebihnya Ia menyampaikan bahwa, . "Bukankah, entah seseorang itu sedang bekerja/tdk bekerja pada suatu institusi, sesungguhnya ia merupakan "karyawan" dari Tuhan Yang Maha Tinggi? Sungguh pada saat apapun sesungguhnya Ia tengah melihat dan mengevaluasi, kinerja hamba-hambaNya ini. Sudahkah ia bekerja dgn sepenuh hati? Untuk memaksimalkan potensi dan memenuhi setiap tanggung jawab peranannya dengan semaksimal daya upaya yang ia miliki? Dan memastikan apa yang ia lakukan sesuai dgn ketentuan yang Ia ridhai?" .
.
.
.
Duhh. Ingin menangis rasanya. Merasa masih banyak belum maksimalnya di berbagai lini. Maka dari itu saya menuliskan ini. Untuk menjadi sebuah pengingat bagi diri. Bahwa dimanapun dan kapanpun, sesungguhnya ada "The Big Boss" yang senantiasa mengawasi dan mengevaluasi.. :" .
.
πŸ“Έ: Project design "berbos" (alias klien) terakhir yang dibuat pas Irsyad baru lahir. Alhamdulillah sudah terbangun.. :" .
.
.
#selfreminder #odop90 #writetoremind #pelajaranhariini

"Kisah Sapih & Sepeda" .

Menyapih dgn Cinta. Menjadi tantangan besar bagi saya πŸ˜… Hingga H-1 usia 2 tahun, frekuensi menyusui masih 2-4x/hari di luar saat tidur mlm yg bs nen setiap terbangun. Bbrp kali mencoba "latihan Sapih" sblm 2 thn ternyata syulittt. Jadilah sy biarkan saja. Sembari trss berdoa. Semoga Allah mudahkan prosesnya. .

Alhamdulillaah, setelah proses yang cukup bertahap sejak 5 oktober, akhirnya Irsyad berhasil menuntaskan tantangan "Tidak Nenen 7 Hari berturut2" di tanggal 23 Oktober. MasyaAllah. 😭
Sehingga ia pun berhak atas hadiah Sepeda yg dijanjikan πŸ˜‚. Membaca berbagai sumber ilmu ttg proses menyapih, sy merangkum prinsip prinsipnya sebagai berikut; .

1. Menyapih adalah dialog keimanan Dan pembelajaran ketaqwaan pertama
.

Menyusui hingga 2 thn adalah perintah Allah, dan berhenti menyusui pd 2 thn jg merupakan perintah Allah dlm Alquran. Maka sy sejak 20an bulan setiap kali membacakan buku selalu dikaitkan dgn topik yg sama. Tentang orang yg bertaqwa. Orang yg taat. Dan betapa Allah mencintai mereka. Bahwa Allah menetapkan perintah dan larangan. Termasuk di dalamnya adalah "jatah habis nenen" sampai 2 thn. Menjelaskan bahwa Allah akan semakin sayang pd hamba2nya yg berusaha taat thdp perintahNya.
.

2. Sounding jauh jauh Hari kepada Anak
.

Sejak 18bln, sy mulai sounding ke Irsyad. Bahwa ketika 2 tahun, ia sdh bukan bayi. Akan jd kakak hebat. Kakak hebat tdk nenen. Kakak hebat minum susu Dan tidur sendiri. Tdk nenen berarti hebat. Hebat krn taat pd perintah Allah. Irsyad hebat sekali jika bs taat.
.
.
3. Jangan membohongi anak .

Menggunakan bau kunyit atau sambal untuk menyapih, adlh praktek yang lazim sjk dulu. Tdiny, saya tdk ingin menggunakan cara ini. Tp krn sy berpikir, bhwa sy memulai proses menyusui dgn cinta, sy ingin mengakhirinya dgn cinta jg. Dn mendengar ia jejeritan berpuluh menit ketika sy berusaha menyapih, tyt sy jd ikt terluka πŸ˜… jadilah akhirnya sy melakukan "aksi oles2" di depannya, sambil menegaskan bahwa ini dioles karena Irsyad sdh habis jatahnya. Tanpa membohongi. Shg dia yg memutuskan tdk mau krn bau, lalu tidur sendiri 😭 .

MasyaAllah. Selamat! Kakak hebat! .

#odop86 #irsyadstory #bubunparentingsharing

"Janji sepasang sandal" .

Semenjak menjadi orangtua dari anak usia toddler yg banyak dan keukeuh sekalii kemauannya, sy menjadi menyadari bahwa ternyata banyaaak sekali janji yg sy ucapkan pada si kecil, demi bernegosiasi agar ia mau mengikuti apa yang saya arahkan. .

Salah satunya adlh ketika sedang berada di musholla rest area. Ia begitu tertarik dgn sepasang sandal jepit kuning yang memang sedang menjadi warna favoritnya. Melihatnya, langsung dipakai meski kebesaran sekali. Dibawa jalan jalan ke mana mana, tak mau dilepaskan. Sepatunya sendiri malah dilupakan πŸ˜… .

Berbagai bujuk-rayu negosiasi pun dilancarkan. Berbagai izin bersyarat disampaikan. Namun kesepakatan Masih sulit didapatkan. πŸ˜… .

Hingga akhirnya, jurus maut pun dilancarkan;
"Syad, Irsyad suka ya sandal kuningnya?"
"Iya."
"Tapi ini bukan punya irsyad. Tidak boleh mengambil barang bukan miliknya. Kembalikan ya.."
"....."
"Kalau irsyad kembalikan, bunda belikan sandal kuning buat irsyad ya.."
"Iya.." .

Alhamdulillah negosiasi berhasil. Dgn sebuah janji akan dibelikan sandal kuning. Setelahnya waktu berselang, dn tentu saja kecil kemungkinan ia ingat janji sandal kuning ini. Mudah bagi saya untuk melupakannya begitu saja. Menjadikannya angin lalu atau jurus negosiasi semata. .

Namun, kemudian saya teringat akan ayat favorit. Al mu'minun 1-11.

1. Sungguh beruntung orang orang orang Yang beriman
2. (Yaitu) orang orang Yang khusyuk dalam shalatnya
3. Dan orang yang menjauhkan diri Dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna
4. Dan orang Yang menunaikan zakat
5. Dan orang Yang memelihara kemaluannya,
8. Dan sungguh beruntung orang Yang memelihara amanat dan janji janjinya
9. Serta orang Yang memelihara sholatnya
10. Mereka itulah orang orang Yang mewarisi
11. Yakni mewarisi surga firdaus. Mereka kekal di dalamnya. .

Dan sy pun berpikir, bukankah sy ingin kelak Irsyad menjadi pempin yg senantiasa menepati janji? Yang menjadi ciri orang yg bertaqwa? Dari mana ia akan meneladaninya kalau bukan Dari orangtuanya? .

Maka, meski sdh dua minggu berselang, alhamdulillah akhirnya dapat juga sandal kuning ini. Dibeli dan diiringi dialog ttg keimanan Dan ketaqwaan :) .

#odop85 #bubunparentingsharing

"Accomplishment" .

Saat mahasiswa dulu, seringkali saya mengukur accomplishment atau pencapaian pribadi dengan seberapa banyak kompetisi yang dimenangkan, seberapa banyak konferensi yang diikuti, atau seberapa banyak organisasi/kepanitiaan yang digeluti. .

Setelah 4 tahun berlalu dari hingarbingar kehidupan mahasiswa dan menapaki "kehidupan nyata", saya menyadari bahwa seringkali ada pencapaian pencapaian yang sesungguhnya jauh lebih sulit untuk diselesaikan, namun sayangnya tidak disadari. Pencapaian untuk mengalahkan ketakutan diri. Pencapaian untuk berkomitmen secara lebih jauh. Pencapaian untuk mau keluar dari zona nyaman yang biasa digeluti. Pencapaian untuk mau mengambil resiko demi kemajuan yang lebih baik lagi. .

Dan pencapaian semacam ini, ternyata meskipun sederhana namun lebih berdampak dalam memberdayakan diri daripada sekedar memenangkan kompetisi. Lebih memberikan energi. Lebih membekas dalam memberikan kenangan di hati. .

Seperti hari sabtu yang lalu. Menjadi sebuah catatan perjalanan kehidupan bagi saya pribadi. Bahwa saya pada akhirnya memberanikan diri. Untuk keluar dari zona "kubangan wacana". Untuk mengambil aksi nyata. Setelah hampir satu tahun maju-mundur, konsultasi kanan kiri, akhirnya dengan bismillah memberanikan diri buat tes TOEFL. Perkara hasil Mari Kita berdoa semoga diberi hasil terbaik :"" . Namun untuk berada di ruangan tes pada hari itu, menjadi sebuah pencapaian tersendiri bagi saya :" .

Pun dengan Pak suami @arryrahmawan yang untuk pertama kalinya mendampingi Irsyad tanpa bunda dengan durasi paling lama. 4 jam nonstop. Juga untuk sikecil yang MasyaAllah katanya begitu Manis :". Bahkan bs satu jam diajak nongkrong di cafe dengan manisnya. Prestasi luar biasa! MasyaAllah. Tabarakallah. Bunda bangga nak denganmuu.. :"* .

Finally, terimakasih banyaaak sekaaalii.. buat paksuami @arryrahmawan dan Irsyad yang selalu tak kenal lelah mendukung penuh pertumbuhan bunda.
Semoga Kita senantiasa bertumbuh bersama sama di dalam keluarga, demi memberikan kebermanfaatan Yang sebesar besarnya bagi Semesta, hingga kelak berkumpul kembali di surgaNya.. :"* . .

#odop84 #journalofthejourney

Homeschooling Journal#1 .

Mulai hari Senin kemarin, senin pertama setelah usia Irsyad 2 tahun, dengan bismillah saya mencoba menerapkan sesi pembelajaran dengan yang "lebih serius" untuk Irsyad. Berbekal rancangan kurikulum Alkindi yang sempat saya godhog 4 tahun yang lalu, kali ini saya mencoba menerapkannya untuk anak sendiri. Ternyata malah lebih menantang karena tidak adanya pengkondisian bersama teman teman dan guru seperti di sekolah πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚ .

Kemarin di hari Senin Linguistik, masuk ke Tema 1: Aku. Saya mencoba mengenalkan namanya sendiri "Irsyad" menggunakan worksheet dari Alkindi SmartModules Series, dan movable alphabet. . Tujuannya antara lain: - mengenalkan bahwa Irsyad ciptaan Allah
- mengenalkan huruf a, i, dan u menggunakan metode "Three Periods Lesson"; dan
- membuatnya mengenali huruf pembentuk namanya sendiri.
.

Evaluasi dari kegiatan ini adalah.. Irsyad belum tertarik wkwkwk. Mungkin juga waktu pemberiannya yg sore hari jd kurang antusias. Alhamdulillah untuk huruf a, i, u sudah bisa mengingat dan mengulang meski kadang masih salah2. Alhamdulillah sudah bisa memilih angka Yang Sama "6", Meski menempelnya kurang presisi. . .
.
Maka hari ini di kelas Selasa Sains saya tdk jd mengeprint worksheet. Dan menggeser waktu ke siang hari. Gantinya worksheet adalah potongan2 origami.
.

Tujuan pembelajaran antara lain; - mengenalkan Mata, hidung, mulut, telinga ciptaan Allah
- mengenalkan jumlah setiap anggota tubuh
- mengenalkan letak anggota tubuh. .

Hari ini mainnya adalah memintanya menempel anggota tubuh sembari menyanyikan lagu "dua Mata saya" Yang dimodifikasi: .
.
"Dua Mata saya..
Hidung saya satu..
Satu mulut saya tidak berhenti zikir.. Dua tangan saya..
Yang kiri dan kanan..
Dua Kaki saya,
Allah yang Menciptakan.." .

Niatnya mulanya wajahnya memanjang ke bawah. Tapi malah dibuat Irsyad melebar ke samping. wkwkwk. Lucu juga meski hidungnya pindah ke pipi πŸ€£πŸ˜‚ Tapi alhamdulillah sudah bisa meletakkan dengan hampir benar. masyaAllah tabarakallah. Good job nak! :) .
.
.

#odop83 #homeschooling #homeschoolingjournal #irsyadplaytime #diarysekolahbunda

Most Popular Instagram Hashtags