nisa_tkn nisa_tkn

3013 posts   5141 followers   831 followings

nisa tkn 

#KelasPolitik #MuslimahNegarawan
Bulan #April 2017
Mengefektifkan Bahasa #Simbol dalam Pencerdasan Politik Umat


Jangan lewatkan di grup #Telegram
Misi #PenggerakOpini #TrilogiMisi #MenjadiMuslimahNegarawan
Kamis 20 April 2017
.
.
.
YUK MARIII MERAPAAT ....:)
#YuksNgaji #yukberlombalombadalamkebaikan

Felix Siauw Official:
Kemenangan Itu Taat Allah

Menjadi seorang Muslim adalah kemenangan kecil, kemenangan besarnya adalah bila mampu taat dalam keIslaman, mampu menyembah Allah semurni-murninya tanpa sekutu apapun

Mempunyai pemimpin Muslim juga baru kemenangan kecil, kemenangan hakikinya saat aturan Allah diterapkan pada ummat agar keberkahan turun melimpah bersama karunia

Alhamdulillah, ini adalah sedikit nikmat yang Allah tunjukkan, bahwa ummat Muslim di Jakarta masih mencintai agamanya dan ulamanya, masih menyayangi Al-Qurannya dan tak rela ia dinista

Gelombang ini barulah awal dari kesadaran yang harus terus dibangun, bahwasanya Islam yang menjadi ruh ummat ini jadi dasar kebangkitan dan kejayaan yang lebih besar di masa depan

Juga menjadi peringatan bagi mereka yang membenci Islam, bahwa tak mudah bagi mereka untuk mencabut Islam dari jiwa kaum Muslim. Walau mereka mampu membayar para munafik

Jangan lengah dalam berjuang, sebab kawalan kita masih panjang, dan tugas kita pun masih banyak. Ketaatan pada Allah harus disempurnakan dalam tiap-tiap sendi kehidupan

Dan kita doakan agar pemimpin yang Allah beri kesempatan memikul amanah di Jakarta, mampu menunaikan dengan adil, yaitu sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya .
.
.
#IslamRahmatanLilAlamin #IndonesiaMoveUp #PanjiRasulullah #PanjiRasul #PanjiIslam #GenerasiPenaklukRoma #IslamBersatuTakBisaDikalahkan #KhilafahJanjiAllah #KhilafahBisyarahRasulullah #KhilafahJalanKebangkitanHakikiUmat #RevolusiSistem #RevolusiSistemIslamTanpaKekerasan #MasaDepanPastiMilikIslam #MasirahPanjiRasulullah #IKF #IndonesiaKhilafahForum #InternationalKhilafahForum

_*ADA APA BANGSA INI, PARA ULAMA DAN KYAI BERKUMPUL DI JEMBER*_ *PERNYATAAN ULAMA DALAM SILATURAHMI ULAMA DAN PENGASUH PONDOK PESANTREN JAWA TIMUR DI PP NURUL ULUM JEMBER* *Tentang HTI, Khilafah dan NKRI*
Setelah kami mengkaji secara seksama pemikiran HTI dan mencermati aktifitas HTI, kami menyatakan bahwa: *HTI adalah jam'iyyah yang seperti kita, bagian dari kita, dan golongan kita. HTI adalah jam’iyyah Ahlusunnah wal Jamaah, yang berkarakter sebagaimana yang digariskan oleh ulama-ulama muktabar ahlus sunnah wal jamaah. HTI bukan wahabi, dan bukan jam'iyyah takfiriyah, yang gampang mengkafirkan atau menyesatkan umat Islam.* *Tentang khilafah dan NKRI*
Kami menyatakan bahwa: *Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam, bagian dari syariah Islam. Ulama-ulama kita, ahlus sunah wal jama'ah dari empat madzhab, Hanafi, Maliki, SyafiI dan Hambali menegaskan wajibnya nasbul khalifah.* Al Imam al Hafidz Abu Zakaria an Nawawiy al asyari asy syafiI dalam syarah shahih muslim menegaskan: وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّهُ يَجِب عَلَى الْمُسْلِمِينَ نَصْب خَلِيفَة وَوُجُوبه بِالشَّرْعِ لَا بِالْعَقْلِ
_Dan mereka—kaum muslimin telah ijma’ bahwa mengangkat khalifah itu wajib atas kaum muslimin; kewajiban tersebut berdasarkan syara’, bukan akal_
Imam Ala’uddin al Kassani—faqih min fuqaha’ al Hanafiyyah—menegaskan dalam kitab Badai’ush-shanai’I fii tartibisy- syarai’i:
وَلِأَنَّ نَصْبَ الْإِمَامِ الْأَعْظَمِ فَرْضٌ ، بِلَا خِلَافٍ بَيْنَ أَهْلِ الْحَقِّ
_Dan sesungguhnya mengangkat Imam yang agung (yakni, khalifah) adalah fardhu tanpa adanya perbedaan diantara ahlul haq_
Inilah penegasan ulama-ulama kita, ahlus sunnah wal jamaah, tentang wajibnya mengangkat khilafah. *Ajakan HTI untuk mengembalikan khilafah adalah ajakan untuk melaksanakan kewajiban tersebut, tidak lebih. Ajakan menegakkan khilafah adalah bagian dari dakwah Islam, sebagaimana ajakan untuk melaksanakan shalat, zakat, puasa, haji dll.* Allah SWT mewajibkan kita semua untuk berdakwah, mengajak, menyampaikan dan menjelaskan. Dan itu pula yang dilakukan HTI. Adapun diterima atau tidak sepenuhnya kembali pada umat Islam yang merupakan umat mayoritas di negeri yg kita cintai. [...] bersambung di coment

*Informasi HTI Kota Bandung:* Terkait publikasi Diskusi Publik yang diadakan PMII Kota Bandung, dengan tema "NKRI vs Khilafah", pada Rabu 19 April 2017, kami putuskan untuk tidak hadir di forum tersebut karena:

1. Kesediaan yang disampaikan sebelumnya karena komposisi pembicara tidak seperti yang dipublikasikan terakhir. Dua pembicara yang dihilangkan justru punya latar belakang akademik yang relevan;
2. Diskusi tidak berimbang dalam komposisi pembicara dengan tema yang juga provokatif (NKRI vs Khilafah), sehingga akan jauh dari substansi dalam membangun sinergi;
3. Jika diskusi terbuka, tema dan komposisi pembicara harus sama-sama disepakati sehingga akan produktif dan konstruktif;
4. Kami berharap bisa diskusi yang lebih kekeluargaan dan semangat ukhuwah untuk membangun kesamaan, bukan memperlebar perbedaan;
4. Tema "NKRI vs Khilafah" adalah tema yang tidak relevan. HTI mencintai Indonesia, makanya dakwah di negeri ini untuk menyelamatkan Indonesia dari neo liberalisme dan neo imperialisme.
Demikian kami sampaikan, dan pintu kami selalu terbuka untuk diskusi dengan semangat ukhuwah. *HTI Kota Bandung*

_Ponsen Sindu Prawito_
0812-1477-6969

@Regrann_App from @mujahidah_sinta - @Regrann from @muslimah_timur_jauh - Rektor UIN Jakarta: Umat Harus Paham Sejarah #Islam di #Nusantara (Republika.co.id, 11/4/2017). 1. Jika kita mau jujur, sejarah Islam di Nusantara tidak terlepas dari sejarah Kekhilafahan Islam yang terakhir, yakni Kekhilafahan Turki Utsmani.
2. Sebagian pendakwah Islam di Nusantara, yakni Wali Songo, justru merupakan utusan resmi Kekhilafahan Islam yang berpusat di Turki.
3. Karena itu tentu aneh dan ahistoris jika bangsa ini anti terhadap Khilafah yang memiliki peran yang sangat kuat bagi keberadaan Islam di Nusantara.

Iringi geliat kebangkitan umat dengan Menyebarkan Opini ini
Dari Redaksi #FareasternMuslimah
Menggiatkan opini #MuslimahTimurJauh untuk Kebangkitan Islam dari Timur

Follow 👉👉👉 @muslimah_timur_jauh - #regrann - #regrann

@Regrann_App from @jabar.bersyariah - Rokhmat .S Labib : Menghalangi Tegaknya Khilafah Laksana Menghalangi Terbitnya Matahari

Bdg.News. Bandung. Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Rokhmat .S Labib menegaskan, menghalangi tegaknya khilafah laksana menghalangi terbitnya matahari. Pernyataan tersebut Ia sampaikan saat menjadi pembicara  Tabligh Akbar Masirah Panji Rasulullah di depan Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 1 HTI Jawa Barat, Jl. Jakarta, No 41, Bandung, pada Sabtu, 15 April 2017. ”Siapa yang bisa menghalangi terbitnya matahari?” tanya Rokhmat kepada ribuan umat Islam yang hadir pada saat itu. “Mereka yang menghalangi tegaknya khilafah, nasibnya akan sama dengan Raja Namrud dan Fir’aun. Ingatlah sebaik apapun mereka membuat makar, maka Allah akan membalas makar mereka dengan kehinaan”, tegas ia lalu disambut pekikan takbir para peserta.

Ia mengajak seluruh peserta berjuang untuk menolong Agama Allah. “Ingatlah, bahwa kita berjuang dalam garis yang diridhoi oleh Allah Swt”. ucapnya. Lebih lanjut ia mengatakan, tidak ada kata gagal dalam memperjuangkan Agama Allah. Karena berjuang untuk agama Allah pasti mendapatkan pahala dari Allah Swt. “Saudara-saudara teruslah berjuang, genggam erat al liwa danar roya yang ada di tangan saudara. Percayalah suatu saat al liwa dan ar roya yang anda pegang saat ini akan menjadi saksi di akhirat kelak”, teriaknya membakar semangat para peserta.

Acara yang bertajuk “Khilafah Kewajiban Syar’i, Jalan Menuju Kebangkitan Umat” ini diselenggarakan oleh DPD 1 HTI Jabar sejak pukul 06:00-07:30 WIB. Para peserta berasal dari berbagai daerah Jawa Barat. Sebagaimana pantauan Bdg.News, Aparat kepolisian turut menjaga jalannya acara, hingga acara dapat berlangsung tertib sejak awal hingga akhir acara. [IW] - #regrann
#MasirahPanjiRasulullah #JawaBarat
#IndonesiaMoveUp
#IslamRahmatanLilAlamin

@Regrann_App from @bdg.news - Ketua Forum Pondok Pesantren Kab.Cianjur: Hizbut Tahrir di Hati Saya, Akan Saya Bawa ke Syurga.

Bdg.News – Bertepatan pada tanggal 15 April 2017, DPD 1 Hizbut Tahrir Jawa Barat mengadakan Indonesia Khilafah Forum di RM Wong Solo. Acara ini dihadiri lebih dari 300 Tokoh dan Ulama se Jawa Barat. Acara ini merupakan peringatan dari Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw.

Salah seorang peserya yaitu KH. Abdul Wahid Al-Qudsi,Pimpinan Pondok pesantren Al-Musyarofah, sekaligus, Ketua Forum Pondok Pesantren Kab Cianjur, menyampaikan dukungannya kepada Hizbut Tahrir Indonesia. "Hizbut Tahrir di hati saya, akan saya bawa ke syurga, dan wafat dengan mengucapkan laa ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah” Ujarnya

Beliau juga menuturkan bahwasanya Forum Pondok Pesantren Kab Cianjur terdiri dari 1247 Pesantren se Cianjur. Bliau menambahkan bahwasanya khilafah telah menjadi salah satu kajian di Kalangan santri dan pesantren. “Dan kami kepada para santri menyampaikan hal itu sesuai dengan teks dan pemahaman ulama ulama salafus shaleh tentang kewajiban mendirikan Khilafah Islamiyyah” Pungkasnya.

@m.randy.bd - #regrann

@Regrann_App from @sulaemankhan212 - JawaPos.com - Ormas Islam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapat tamparan keras dari kadernya di daerah. Seluruh elemen dari PBNU atau Pengurus Cabang NU di Aceh Barat Daya (Abdya) membubarkan diri.

Berita Terkait
Said Aqil: Islam Nusantara untuk Menjaga Kebangsaan

PBNU: Semoga Ahok-Djarot Sukses Dunia Akhirat
Mereka sacara tegas menyatakan mundur dari ormas Islam terbesar di Indonesia itu, karena ulah dari Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj yang mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Pernyataan mundur massal itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Cafe Lauser, Minggu (16/4). Ketua Harian Syuriyah PCNU Abdya Tgk Armisli menyatakan, mundurnya seluruh pengurus sebagai protes terkait sikap Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj yang mendukung Ahok-Djarot. "Ini bukti kami membela Islam dan pemimpin Islam. Setidaknya di akhirat Allah SWT tahu PBNU Abdya menolak kafir jadi pemimpin," tegasnya seperti dilansir dari Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Senin (17/4). Adapun elemen NU yang membubarkan diri tersebut yakni, Dewan Mustasyar (Dewan Penasehat), Pengurus Harian Syuriyah, A’wan (Dewan Pakar) dan Pengurus Harian Tanfidziyah.

Tgk Armisli menyebutkan, selaku umat Islam saat berhadapan dengan orang kafir, pihaknya tidak mungkin melakukan membela orang tersebut. "Yang harus dibela itu harus orang Islam. Bukan seperti yang dipertontonkan oleh PBNU yang mendukung kafir," sesalnya.

Sebelumnya, kata Tgk Armisli, dirinya menduga statemen Said Aqil Siroj mendukung Ahok adalah sebagai taktik untuk menumbangkan pada penghina Islam itu dengan cara masuk ke barisan mereka. Ternyata sikap PBNU itu serius membela Ahok. "Kami berpikir itu taktik masuk ke kelompok Ahok sebagai siasat politik untuk mengalahkan, ternyata serius sekali tidak ada tanda-tanda mundur membela kafir," jelasnya.

Sementara itu Ketua MPU Abdya Tgk. Dahlan menambahkan, dirinya sangat tidak setuju pemahaman politik dari Said Aqil Siroj. Sebab pada dasarnya, Surat Albaqarah telah menyatakan bahwa yahudi dan nasrani sama sekali tidak pernah akan senang terhadap Islam. [...]

@Regrann_App from @riskhabudiarti - @Regrann from @indonesiabertauhid - .
Indonesia Bertauhid

Ada yg bertanya photo ini kapan si? Baru yaa? Tapi kok hitam putih dan nuansa lama.

Lihat dari Benderanya Ini acaranya HTI ya? Ini aksi 212 ya? Mungkin ini FPI ya ? Atau ini ISIS ya? Loh kok itu pakaiannya kearab-araban? Ini di Arab?

Oh bukan... Ini adalah Pengajian Maulid Nabi Tahun 1943, Jenderal Muhammad Abdul Muniam Inada , beliau adalah Pimpinan Tentara Jepang yang beragama Islam , Beliaulah yang melantik Alumni Pusat Latihan Pemuda Pribumi Menjadi Anggota PETA, Kelak PETA yg sangat ISLAMI inilah Cikal Bakal Berdirinya TNI.

Panji Tauhid, panjinya Umat Islam, sangat kental & Lekat di Umat & Bangsa Indonesia, Teriakan Takbir dll adalah Penyemangat Mereka. Maka sangat Aneh jika ada (Muslim) yang Alergi dengan Panji Tauhid.

Sejarah kita tak dapat lepas dari penggabungan AGAMA & NEGARA, Negara inipun mengakui Kemerdekaan Negara ini Atas Rahmat Allah Yang Maha Kuasa.
.
Spirit Kemerdekaan adalah Karena AGAMA.
.
Saat ini banyak sekali orang menggiring opini agar "Agama" dipisahkan dengan "Politik". .
Padahal sebenarnya bukan Seluruh Agama yang dimaksudkan agar dipisah dengan Politik.. Karena kalau Agama lain menggunakan untuk Negara & Politik, itu tak masalah "Pilihan Tuhan dll".
.
Tapi Opini ini, Hanya Islamlah yang dimaksud agar dijauhkan dari Negara & Politik.. Islam itu adalah agama Sempurna, mengatur segalan sendi kehidupan, sehingga Islam tak dapat dipisahkan dengan apapun, termasuk Politik & Negara, yang benar memang Islam harus jadi Dasar Berpolitik & Bernegara agar mencapai Perintah-Nya. Seperti Dasar Negara ini yang Bersumber dari Perintah-Nya.
.
Hanya Para Penjajah & Komunis yg senantiasa hendak memisahkan dan Menjauhkan Islam dengan Politik & Negara agar dapat dijajah.. [Baca sejarah Snouck Hurgronje, PM Inggris & PKI].
.
Tujuannya apa ? Ya agar Indonesia dapat dikuasai, dijajah, dibodohi, & Diperbudak.. Sebab Mereka Paham, Umat Islam akan Menegakan Kebenaran & Membenci Kemungkaran.
.
.
.
.
Untung banget, zaman itu belum ada ormas yang ga suka panji tauhid ya.

Source @fauzanazkhann - #regrann - #regrann

follow this page in feedly

Most Popular Instagram Hashtags