ngopinyastro ngopinyastro

744 posts   2,458 followers   259 followings

KOMUNITAS NGOPINYASTRO  Taman terbuka bagi siapa saja yang ingin berbagi budi lagi bahasa. Yo ngopi, yo nyastro! • Saling sapa: 0822 4220 8886 ngopinyastro@gmail.com

KRETEK...KRETEK...KRETEK
(Satulana)
.
Pekan ini dosaku bertumbuh subur, akarnya menguat pada pohon-pohon hidup yang menjuntai dengan ujung pahalanya bergulung seperti janin: dikandung, didoakan, dilahirkan, dalam bentuk berumbai-rumbai.
.
Dalam hidup, selalu ada nafas-nafas nafsu yang lihai mengintai sembilan lubang kehidupan. Mengantar lupa, sesak dan sesat.
Menjadikanku manusia utuh dengan tipu daya. Bagi darah keturunan adam, saling sikut harta tahta adalah biasa. Dan manusia sebrang kelamin sebagai anak-anak hawa adalah kaum maha pesolek, rupanya. Satulana !
.
Tapi tunggu, sehidup sekali semacam itu butuh bercumbu, merona bibir bertemu tembakau, cerutu atau semacam bibir berjumpa dengan gincu. Candu. Maka kau harus ke ladang, memetik cengkeh, menanam bunga, memanen tembakau, lalu sesekali sesering mungkin menyalakan dupa. Biarkan hantu-hantu asap mengabarkan perihal keadaanya. Lewat jalan puisi, penaka laku menuju Satulana. Satulana!
.
Opening Performance by:
.
Elang dan Melly (Rupa Puisi)
Arum (Teatrikal Puisi)
Ira (Performance Art)
Bagus (Monolog)
Hilmi (Deklamasi Puisi)
Fatin (Dramatic Reading)
Malam Puisi Kudus (Baca Puisi).
.
Music by:
Fakhru, Bustomi, Inaya, Anjas, Zen
.
Hari/tanggal : Sabtu, 24 November 2018
Pukul : 18.00 - kau lupa waktu
Tempat : Balai Budaya Rejosari, Kudus. (Bisa Search di Maps)
.
Ucapan tersebar kami haturkan untuk karya video dan ilustrasi dari: @detejatmiko @nisarizkya @jeesurya .
Terima kasih pula untuk suport dan semua bagian dari satulana; @bukuakik @bukusenirupa @ngopinyastro @balaibudaya_rejosari_kudus @paradigma.institute @explorekudus
.
Rhy Husaini
Riskakahiyang
.
#art #poem
#poetry #teater #kudus

Merajut Perut
.
Bagaimana kabar perutmu sampai hari ini? Apakah telah tuntas kau merajut perutmu sendiri? Lalu sejauh mana yang kau hasilkan dalam perajutan perutmu? Perihal berproses kerjaan, berkarya, dan proses-proses yang menguras isi otak baiknya kerja juga perlu menahan lapar.
.
Atau bisa jadi kita harus diet,
Barangkali kita lelah dengan air kemasan, beras plastik, atau berlebihan menghirup oksigen. Pikiran kadang menyusahkan diri sendiri, sebab mengurangi porsi makan berarti menahan ego untuk memakan sesuap nasi.
.
Bisa jadi kita harus diet,
Barangkali mengurangi karbohidrat, protein, dan kebiasaan yang menimbun lemak tidak layak bagi pekerja. Sebab rasa kantuk seringkali absen dua kali melebihi jatahnya. Aih, biarkan saja kasurku awet seperti hujan di bulan November.
.
Bisa jadi kita harus diet,
Stress yang berlebihan kadang membuat mulut keseringan menggumam, namun sialnya kerjaan tak kunjung tuntas. Makan apa hari ini? Ah, aku ingin belanja! Tinta, kuas, dan kanvas! Ohh.. aku harus makan banyak. Ah ku rajut saja mulut dan pikiranku.
.
Enyah, perut akan meluber, memakan banyak ukuran celana. Aku gendut.. aku gendut. Lalu scoot jump, zumba, menguras keringat. Perut rata...perut rata.
.
Bisa jadi hanya aku harus diet,
Ah! Jangan sampai celanaku nyangkut di lutut.
.
#malamngopinyastro57
#ngopinyastro
#bukuakik
#sukusastra
#bukusenirupa
#eventsenijogja

Banyak gedung atau bangunan mewah –termasuk tempat ibadah—yang kamar mandi dan toiletnya kotor, bau, dan tak terawat. Itulah ironi sosial yang muncul dalam benak saya sehabis membaca kumpulan puisi ini. Rabu Pagisyahbana telah mengulik kamar mandi sebagai “kamar sejarah” yang menyimpan berbagai memori mengenai absurditas hidup manusia. Dan sebagai seorang pemerhati kamar mandi, saya tergoda untuk menjadikan kamar mandi sebagai cermin untuk melihat adab manusia dan masyarakat dengan segala hipokrisinya. Sajak-sajak Pagisyahbana mengajak kita untuk lebih tekun berimajinasi dan berkontemplasi di kamar mandi, dan kamar mandi itu bisa saja berada di dalam diri kita sendiri. (Joko Pinurbo, Penyair)
.
.
.
#kamarmandi #rabupagisyahbana #warningbooks #jokopinurbo #puisi #sastraindonesia #penyair

Kau boleh saja setuju atau membenci Walmiki. Bisa juga kau sepakat dengan Sujiwotedjo atau Seno. Selebihnya, kau punya hak istimewa sendiri untuk memandang bagaimana cinta segitiga antara Rama, Sinta, dan Dasamuka. .

Sedang besok, kami juga menggunakan hak istimewa kami untuk menghakimi Dasamuka yangbtelah diantarkan dengan teratur oleh Djajus Pete. Mari, mari menikmati Piyungan esok malam dalam nuansa Ngalengka. Semoga kita makin terbuka tentang bagaimana memandang cinta. .

@sps_yogyakarta bersama @ngopinyastro akan menggelar Dasamuka. .

Pemain: @jeesurya @nisarizkya @soetempoer @adikakida @andhikatriwijaya @lindawars @dialog_usang @andrisandi04 @purwitoaji @adjievaleria_ @arialkarwa .

Sutradara : @riskakahiyang .

Oh Dasamuka, dalam benak yakinku kau punya tunggal rupa untuk mencintai Sinta. .

Salam Ramayana .

#rama #sinta #rahwana #art #drama #teater #sastra #literature

Pertemanan itu sederhana, kau punya tanggal spesial; silakan tebar pesona, tebar kata-kata, dan agar supaya sedikit mirip dengan para penggerak literasi maka anda diperkenankan tebar undangan. .

Begitu kawan seberang komunal yang memiliki misi senasib perihal sastra dan seni mengundang kami untuk menjadi saksi padam lilin, potong tumpeng, yang perwujudannya menjadi podium seni. Memadamkan jarak kubu, dan memotong ego seni-senian. Akhirnya, kami akan mencoba menghadirkan mini teater sastra jawa yang diadaptasi dari cerkak karya Djajus Pete. Lokasinya cukup menarik yaitu di rumah baca Onggopratan, Piyungan. .

Dan dengan demikian, demi nuansa jawa yang semakin terasa kami keluarga Ngopinyastro khususnya mengucapkan "SUGENG AMBAL WARSA @sps_yogyakarta ingkang kaping 18th, lan BBS 13th. Semoga semesta senantiasa memberi bekah atas segala niatan baik. .

#traditionaldance #traditionalmusik #sastra #liturgi #literasi #art

UNDANGAN TERBUKA LVI

Gugur Tumbuh

Perihal pergi, ditinggalkan, atau meninggalkan bukanlah sebuah pilihan. Kehidupan, hidup, atau menghidupi bak memilah pertemuan. Konon setiap yang datang akan pergi, atau mungkin sesuatu yang pergi malah menghidupi. Seperti kopi beranjak pergi dari gelasnya tumbuh pada pikiran yang mengakar. Menjalar pada tiap-tiap lambung kehidupan. .

Pertemuan adalah semacam menggugur kewajiban tentang merindu. Namun, segalanya coba kita tawar tuntas dengan puisi. Mari mari bersilaturahmi, menggugur gigih persekongkolan dengan segelas kopi. Mari mari merusuh, tumbuh menabuh detak waktu yang sempat kita bunuh.
.
.
.
#ngopinyastro
#malamngopinyastro56
#bjongngopi
#sukusastra
#bukuakik
#jogja

Eh, orang-orang lagi sibuk ngitung pilih 1 atau 2. Ikutan lah, ngitung 1 2 3 action. .

Selamat.. selamat... untuk pelantun syair andalan @arialkarwa. Semoga abis ini makin mantap mikir yang syeni syeni. Ora gur mikir loro opo siji.

UNDANGAN TERBUKA !! .

MALAM NGOPINYASTRO LV .

Panen di ladang emak bulan ini gagal, tapi belum total, semacam menyisakan akar-akar bibit yang nakal. Kelak ketika manusia lengah bibit-bibit nakal akan mencuat menjadi cikal bakal tumbuh kembang kembali. .

Rupanya, akar bibit kalah siasat, tak pandai menimbang waktu yang tepat. Manusia tak lagi mencintai tanam menanam di ladang emak, manusia lebih senang memperkarakan bobot, bibit, bebet untuk menanam benih di anak mertua. Setelah jadi anak, manusia masih belum ingat menanam, mereka saling sikut perkara "Siapa paling unggul di antara kita?" dan jawabannya hanya milik Bapaknya Malika. .

Begitupun ladang Ngopinyastro kembali menggelar malam menanam Bibit Unggul serupa puisi-puisi, yang disiram kopi dengan sedikit pupuk lelucon masa kini. Datang dan tanam sendiri bibit unggulmu, yang standardnya diukur diri kalian masing-masing. .

Salam Sastradisi Indonesia .

#literature #art #jogja #coffee #oaoe #seni #sastra #literasi #universe #puisi #puisijogja #javanese #knowladge #book #malioboro #bjongngopi #poetry #teater

.
AMABAKDU Kopibasi Rehearsal
Sesudah itu…. “Aku akhirnya sampai di meja judi, di bawah sini ada niat - di hadapanku, hadapanmu, di muka meja ada peruntungan”,- Amabakdu
Amabakdu adalah ancangan, sebuah jawaban untuk menyambut seruan eureka!
Salam, Kami mau curhat.
Di
Rabu, 29 Agustus 2018
19.30 – 23.00 WIB
Lab. Karawitan, FBS, Universitas Negeri Yogyakarta

Didukung oleh:
Komunitas Ngopinyastro
Studio Pertunjukan Sastra
KMSI UNY
#bidadariuny x #bidadariugm #datangchallenge #puisi #kopibasi #musikalisasipuisi #sastra #amabakdu #bakdi #bakdahu #bakdaha #omiintannaomi #jokopinurbo #dorothearosaherliany #hastaindriyana #musik #musikjogja #huhumyk #bahasa #kmsi #sasindo #uny

UNDANGAN TERBUKA
MALAM NGOPINYASTRO KE-54 .

Jika pada dasarnya nasib adalah segala sesuatu yang berlaku di atas diri sendiri mungkinkah nasib bisa ditentukan oleh kita sendiri, dik?

Puisi untuk adik

apakah nasib kita akan terus seperti

sepeda rongsokan karatan itu?

o… tidak, dik!

kita akan terus melawan

waktu yang bijak bestari

kan sudah mengajari kita

bagaimana menghadapi derita

kitalah yang akan memberi senyum

kepada masa depan

jangan menyerahkan diri kepada ketakutan

kita akan terus bergulat

apakah nasib kita akan terus seperti

sepeda rongsokan karatan itu?

o… tidak, dik!

kita harus membaca lagi

agar bisa menuliskan isi kepala

dan memahami dunia
(Wiji Tukul) .
Nasib menantimu di @bjongngopi , 30 Agustus 2018, pukul : 19.00-23.00 .

Salam Sastradisindonesia
artwork by: @jeesurya
.
#ngopinyastro #anjangsana #puisi #sastra #cerpen #art #jogja #coffee #oaoe #seni #event #yogyakarta #literasi

Pada tahun 2006, Paul Auster pernah menulis sebuah esai bertajuk Talking to Stranger yang kemudian disertakan dalam antologi esai yang dikuratori Toni Morrison dengan judul Burn This Book (HarperCollins). .

Dalam esainya, Auster mengemukakan bahwa impuls manusiawi yang paling mendasar adalah kebutuhan untuk membuat, menciptakan, dan menemukan. .

Selanjutnya Auster membuka pertanyaan yang kemudian dijawabnya sendiri: Apa tujuan karya seni, terutama fiksi, yang bisa dikatakan sebagai kontribusi nyata bagi dunia? Buku tidak pernah memberi makan anak-anak kelaparan; buku tidak pernah bisa menghentikan peluru yang melesat dan merajam tubuh korban yang berdosa, dan buku tidak pernah mencegah bom agar tidak jatuh di tengah peperangan. . . "Beberapa orang mengira bahwa dengan memberikan apresiasi tinggi pada seni, maka kita akan jadi manusia yang baik--lebih adil, lebih tahu diri, lebih sensitif, lebih pengertian. Mungkin itu ada benarnya--dalam kasus-kasus langka yang terisolasi. Jangan lupa bahwa Hitler juga di masa mudanya adalah seorang seniman. Para Raja lalim dan diktator bahkan rajin membaca novel. Bahkan para pembunuh di penjara juga gemar membaca novel. Maka siapa yang bisa mengklaim bahwa orang-orang itu tidak mendapat kepuasan yang sama dari membaca buku seperti kita? . . "Dalam kata lain, seni itu tak ada gunanya; setidaknya bila kau sandingkan dengan, misalnya, pekerjaan seorang tukang ledeng, atau seorang dokter, atau seorang insinyur rel kereta api. Namun apakah ketidak-bergunaan itu hal yang buruk? Apakah karya seni seperti buku dan lukisan dan musik lantas jadi hal-hal yang membuang waktu hanya karena mereka tidak memiliki kegunaan praktis? Banyak yang berkesimpulan begitu. Tapi kemudian, Auster mengajukan argumen bahwa justru fakta bahwa seni tidak memiliki kegunaan praktis adalah alasan kenapa ia mempunyai nilai lebih; bahwa penciptaan seni adalah hal yang membedakan kita dari makhluk-makhluk lain yang hidup di planet ini; bahwa seni, singkatnya, adalah hal yang mendefinisikan kita sebagai manusia.
.
. .... Piye menurutmu? . (Sumber: Fiksi Lotus)
#paulauster #esai #sastra #ngopinyastro #novel

#Repost @rhyhusaini (@get_repost)
・・・
TUMBUKAN ZAMAN DAN WAKTU DI FESTIVAL KESENIAN YOGYAKARTA (FKY)
.
Jiwa-jiwa mereka lalu datang. Kilat bait berkala menyambut roh mahalampau saling silang merasuk semen dan pilar panggung pertunjukan. Demi apapun yang dahulu pernah bersitegang, lembar-lembar buku kemudian terbuka menjelma zaman yang teraduk-aduk. Kata demi kata merupa fotokopian arwah yang melilit pada urat-urat pemain pertunjukkan.
.
Dunia ini tertawa, manusia ini menangis, jantung ini terhenti, sastra ini membeku, puisi ini mengkerut, semua orang terlihat menenteng kegelisahan di haribaan kemurnian hatinya masing-masing. Semua suara-suara penyair lampau itu lalu berpindah ruang dari beranda zamannya masing-masing ke jantung para pemain pertunjukkan, lalu mengerat, menyumpal, menuntun laku demi laku para pemain di atas panggung.
.
Kemudian, begitu segalanya telah bersekutu dengan dupa-dupa dan suara megatruh mantra. Kata-kata "kini" yang berselirak di bangku penonton kemudian kami curi untuk kami benturkan pada bilik-bilik adegan:
.
@indriankoto : Makan
Ahmad syabil : Raphsody
Unknown: Ibu
@alfinrizalisme : Mungkin
Unknown : Bajingan
.
"Makan raphsody ibu mungkin bajingan".
.
Tumbukan dua komposisi zaman itu kemudian muncrat menjadi mahapijar yang membuat para pemain pementasan bersorai dirasuki keriuhan. Dari buku suci yang berlumur bunga-bunga pada pura, jelaga dupa dan mantra, akhirnya tiap gimmick pertunjukkan pecah menjadi makam bagi para pemain untuk dapat khyusuk beranjangsana di zaman lalu juga kini.
.
Doa demi doa lalu datang, amanah demi amanah turun, dan para pemain sepertinya sudah cukup menjadi berlagak ilmuwan waktu untuk mengotak atik puisi di atas preparat zaman dan membentur-benturkannya. Maka, demi apapun yang sudah bersitegang di sana, FKY telah menjinjing kami pada dimensi benturan waktu yang luhur. Terimakasih untuk semua yang mengerat, terimakasih untuk semesta yang mengijinkan, terimakasih untuk seluruh apresiator malam itu.
.
Akhir kata, salam dari kami @ngopinyastro , sampai bertemu di perjumpaan puisi lainnya.
.
Rhy Husaini
.
Pemain:
@riskakahiyang
@jeesurya
@nisarizkya
@adikakida
Musik:
@rhyhusaini
.
Pict by: Dokumentasi FKY

Most Popular Instagram Hashtags