muslimhope muslimhope

97 posts   1,793 followers   602 followings

Muslim Hope  Jika hanya bermimpi? Keinginan seperti apa yang bisa terwujud?. . Sebuah tulisan dari lisan pemuda pendosa yang ingin surga.(AM - 21th)

Tidak perlu ada yang merasa terluka karena kepergian, keputusan yang telah dibuat tak akan berubah hanya karena aku merasa terluka.
.
Menangislah karena kepergian seseorang tapi jangan berlama-lama, kuatlah demi hati sendiri, bila kepergiannya membuat terluka, lantas apa yang aku sisakan untuk orang lain yang lebih menghargai hatiku?
.
Tidak perlu ada yang merasa terluka karena kepergian. Karena seberapa kuatpun menahannya malah membuat merasa lebih terluka, relakan dan biarkan semua pergi, iringi dengan doa paling baik yang ku bisa. Bukankah aku mengerti bahwa doa adalah sebaik-baik penjagaan?
.
Tak perlu merasa terluka karena kepergian. Karna aku akan mengerti mengapa ini terjadi, kepergian, meninggalkan, mengikhlaskan, perpisahan atau apapun itu. Walaupun tak ada yg pernah menjelaskan alasan tentang kepergian , tapi sungguh aku akan mengerti mengapa ini harus terjadi.
.
Aku rasa sedih adalah hal yg wajar, tapi jangan berhenti berjalan. Akan ada tangan baik yang mau menolong, dan aku yakin bahwa Allah akan menjagaku dan melindungiku, Allah akan kirimkan orang yang pantas untukku sesuai kadar imanku, terlepas itu orang yang sama atau tidak, aku yakin itulah pilihan Allah untukku.
.
Tidak perlu ada yang merasa terluka karena kepergian. Karna jika ia memang sudah ditakdirkan, aku akan kembali di pertemukan. Tapi jika ia memang bukan yang ditakdirkan, Allah akan memberi yg lebih baik untuk digantikan.
.
Tidak perlu ada yang merasa terluka karena kepergian, aku ingatkan sekali lagi, tidak perlu.

Siapkah aku?
Aku tidaklah lebih baik dari mu,bahkan mungkin aku jauh lebih buruk dari mu.
Aku juga tak lebih mulia dari mu,bahkan mungkin aku jauh lebih hina dari mu.
Aku bukan sosok yang sempurna tanpa cela,Aku bukan lah seorang yang luput dari khilaf dan dosa.
.
Tak ada yang menjamin bahwa lisanku ini selalu mengucapkan kata kata indah layak nya mutiara.
.
Tak ada yang menjamin bahwa perilaku dan akhlak ku selalu terjaga dan jauh dari kata tercela.
.
Tak ada yang menjamin bahwa semua yang aku lakukan akan terbebas dari kesalahan.
.
Dan mungkin engkau sudah tak asing dalam melihat buruk nya perkataan ku,tercela nya akhlak ku,dan banyak nya kesalahan ku.
.
Namun dari banyak nya aib dan kesalahan yang ku miliki itu,masih kah engkau berkenan untuk menjaga kehormatanku?.
.
Percayalah, permintaan ku tidak lah sulit, dengar kan aku sebentar. Aku hanya memohon padamu untuk menjaga dan menahan lisan mu untuk tidak terang terangan di hadapan semua orang kala menasehati ku.
.
Karena kau tahu?,saat kalimat nasehat mu itu engkau sampaikan di hadapan orang banyak,itu seperti ada pisau yang menusuk dan mencabik perasaan ku. Karena saat itulah semua aib dan kesalahan ku nampak semakin hina di hadapan seluruh manusia.
.
Aku pun meminta satu hal, saat menasehati ku,gunakan lah kalimat yang tak melukai perasaan bukan kalimat pedas yang terasa mengoyak perasaan. Karena engkau menginginkan padaku sebuah kebaikan bukan?,lantas mengapa lisan mu begitu mudah menyakiti hati seseorang.
.
Sungguh aku paham maksud mu.Engkau hanya ingin mengingatkan kebaikan untuk ku.Atau untuk mengkoreksi kesalahan perilaku ku.
.
Namun apa itu cara yang baik dari mu? coba pikirkan ulang, tapi sebelum kau berfikir, pasang iman mu terlebih dahulu, selanjutnya silahkan untuk berfikir, Bukan kah lebih indah saat engkau menasehati ku secara diam diam,saat tidak diketahui banyak orang? Karena saat itulah kehormatan ku terjaga,dan engkau bisa terhindar dari peluang dosa.
.
Bukan kah lebih baik saat kalimat nasehat mu itu engkau sampaikan dengan dengan kata kata lembut nan menentramkan? Karena akan begitu mudah bagi ku untuk menerima dan membuat ku lebih sadar untuk memperbaiki kesalahan ku.

Telah lama aku tidak menjadikan suara menjadi tulisan, kini aku memulai bercerita tentang perasaan.
.
Menanti adalah hal yang tersulit untuk dilakukan, ya itu benar, malah bagiku memilih itu mudah, tapi bertahan dan menanti dari sebuah pilihan itu yang susah.
.
Dengan pasti ku sebutkan semua penantian itu harus di lakukan dengan penuh kesabaran dan perjuangan, jadi jangan pernah salahkan keadaan jika kesabaran dan perjuangan yang ku lakukan masih ku perhitungkan, masih aku keluhkan, masih aku permasalahkan, karna kini aku sadar, sabar dan usaha itu tidak ada batasnya, batasnya hanya dua hal, yg pertama ketika semua itu telah aku dapatkan, yang ke dua ketika semua itu telah di haramkan, aku berharap kalian mengerti apa yang ku maksud dengan di "haramkan".
.
Ketika lelah telah sampai kepadaku, aku mencoba menguatkan diri bahwa ini biasa, ini adalah ujian, Allah hanya mengujiku apakah aku memang bersungguh sungguh akan apa yang aku perjuangkan, aku yakin kalian pasti tau apa yang membuat semua lelah itu tidak akan dirasakan, ya kalian benar, keimanan!!
.
Ketika semua dilandasi dengan keimanan dan Ketaatan, semua akan Allah beri kemudahan, semua akan Allah beri kebaikan, jemput sinyal sinyal yg Allah berikan, dan bersyukur apa yang kini aku dapatkan, selama itu belum di haramkan, tidak ada kata berhenti dalam perjuangan meraih harapan.
.
Tak usah merisaukan tentang apa dan siapa Karena Allah yang menentukan, jika aku telah memilih satu harapan, semoga rencanaku sejalan dengan apa yg Allah tetapkan, jika aku belum memilih satu harapan, Allah pasti memberi untukku yang terbaik dari apa yang DIA tetapkan.
.
Aku rasa salah satu tugasku adalah Melawan kemaksiatan, Dengan menjaga perasaan, lisan dan perbuatan
Agar tidak terjadi yang namanya perzinahan, hei jangan pernah campur harapan dengan nafsu yang hanya bikin Allah menjadi ga suka terhadap apa yang aku harapkan.
.
Kita sama, Masih menikmati dengan cara menanti dalam ketaatan,Semoga Allah memberikan ketetapan sesuai dengan apa yang aku harapkan, jika tidak, berarti itu bukan ketetapan terbaik yang di harapkan, Karna sejatinya, hakikatnya seorang Muslim yang beriman Selalu menerima tentang apa yang telah Allah tetapkan

Terkadang banyak orang berdebat hanya untuk mendapatkan martabat, hei dengar dulu, maksudku "terkadang", tidak semuanya menghasilkan hasil yang tidak bermanfaat, tapi tidak semuanya harus dilakukan dengan berdebat. .
Pernah tau imam Syafi'i? Atau seberapa jauh mengenal sosok beliau? Aku harap kita sama, tahu dengan beliau, jika aku salah bercerita tentang beliau, maka ingatkanlah, jika aku benar bercerita tentang beliau, Alhamdulillah dan kita sama sama tau dan mau untuk mengamalkanya, jika tak pernah tau dengan sosok beliau? Berhenti sejenak mendengarkanku dan carilah siapa imam Syafi'i.
.
Ya. Imam Syafi’i adalah ulama yang pastinya sudah di akui luasnya ilmunya dan dialognya. Sampai-Harun bin Sa’id berkata: “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”.
.
Imam Syafi’i berkata : “Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”
.
Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”
.
Imam Syafi’i menasehatkan “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”
.
Iman Syafi’i juga menasehatkan, “Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”
Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”
“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”
“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”
.
Hei, masih bersamaku? Maafkan jika aku tidak terlalu banyak bercerita, tapi cerita, riwayat dan nasehat diatas? sangat disayangkan apabila tidak diamalkan.

Ada kalanya ketika imanku turun aku merasa futur, Ketika mata sebenarnya menatap di tempat sujud, tapi hati berada di berbagai tempat yang berbeda sudut. Tidak ada merasa takut, ketika ibadah ini terasa kusut.
.
Ketika raga berada di majelis ilmu, namun jiwa dan pikiran fokus kepada hal hal yang ku mau.
.
Apa itu penyakit Futur?
futur adalah rasa malas, enggan, dan lamban dalam melakukan kebaikan, yang mana sebelumnya seseorang rajin dan bersemangat melakukannya. Sehingga menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan suatu aktivitas kebaikan.
.
naiknya iman itu merupakan indikasi adanya ketaatan yang ku lakukan, diterima oleh Allah. Sebaliknya, ketika iman turun, berarti ada maksiat yang di kerjakan, diterima (dihitung sebagai dosa) oleh Allah.
.
Mungkin benar, Sekarang aku sedang futur, Dengan non mahram sering campur, Dengan sodara sendiri gak akur
Dengan sesama muslim gak mau baur.
.
Hidup gak teratur, Di kantor atau di kampus berlama lama atau kusebut dengan lembur, tapi Tiap kali bangun pagi pasti diundur.
.
Malas malasan ingin sekali untuk libur, Karena entah kenapa badan ini ingin dibawa untuk tidur, pikirinku entah kemana mulai ngawur, sikap dan omongan pun sering ngelantur.
.
aku takut aku takabur, bahwa inilah rasanya dan azabnya futur, Bukannya berfikir untuk maju, tapi malah berfikiran untuk mundur.
.
Tausiyah dan kajian yang pernah di dengar tak pernah manjur, apalagi kepikiran yang namanya azab kubur. Iman di dada mulai luntur, Ah, aku pun ngerasa Sedikit dalam bersyukur.
.
Dzikir ku pun semakin kendur
Apabila Disinggung dikit hatipun ngerasa hancur, aku benci futur, yang tak pernah ngerasain lagi nikmat dari_Nya yang ga bisa diukur.
.
Aku tak ingin futur lagi, karna ini memang harus di benahi dan diperbaiki karna aku ga tau seBerapa banyak maksiat yang memasukkanku ke dalam neraka, dan seberapa banyak amal ketaatan yang memasukkanku ke dalam surga.

Hei, dengar! Kenapa dikeluarga, yang sering ku panggil sebutan dengan mama, papa, adek, kakak, abang, ataupun Istri, dan Suami yg tidur tdk dibangunkan untuk Shalat, Dijawab :
.
Kasihan, dia capek.
Kasihan, baru pulang sekolah.
Kasihan, Baru pulang Les.
Kasihan, kurang istirahat..
Kasihan, banyak kegiatan.
Kasihan, habis main.
Kasihan, kerja seharian.
Kasihan, kasihan dan kasihan.
.
Jika pertanyannya kurubah, Kenapa keluarga, anak, Istri, Suami yg tidur tdk dibangunkan ketika rumah sedang kebakaran. Apakah jawabannya masih sama seperti di atas? Apakah masih ada aku dengar kata "Kasihan,kasihan dan kasihan lagi"?.
.
Aku pastikan jawabanya tidak, Itu semua pasti dibangunkan dengan paksa agar selamat dari api dunia.
Tapi kenapa api akhirart tidak di perlakukan dengan hal yang sama? Kenapa? Apa karna api akhirat belum terlihat dengan nyata? Belum terlihat jelas di depan mata? Iya? Jika iya, berarti aku ga yakin pada kuasa Al-Qur'an, jika tidak tapi masih kasihan? berarti pura pura tuli akan ilmunya Al-qur'an.
.
Sering kali menganggap sesuatu yang belum terjadi dengan sepele dan di perlakukan seenaknya saja, sesuatu yang belum terlihat jelas dengan mata, dianggap biasa saja, kalau untuk urusan dunia, mungkin masih bisa di anggap begitu, tapi untuk urusan akhirat dan aturan-Nya? Coba berfikir lagi apakah iya harus beranggapan seperti itu.
.
Pahala dan amal itu memang tidak nampak dan tidak bisa di hitung, tapi bukan berarti tidak mengejar dan mengerjakannya, begitu pun dengan dosa, dosa ga akan nampak dan ga akan bisa di hitung, tapi janji atas hukuman itu sudah ada.

ini Tentang kisahku yang kelabu, Aku pernah merasakan sebuah naluri yang ku sebut cinta dan rindu, ada secercah harapan Yang membuat aku enggan melepaskan, Aku pun sempat takut kehilangan, Takut ga bisa menjawab dan membayangkan apakah memang kau untukku di masa depan.
.
Kadang aku suka menggambar impianku, ternyata aku keliru, Itu hanya mau ku yang sok tau, aku tidak menyakini rencana-Nya ketimbang rencanaku.
.
Pesanku, Jangan pernah beri kesempatan kepada luka untuk datang,
Bersabarlah dengan penantian, hingga nanti ada senang dengan tangisan,
Jangan menikmati kebersamaan yang belum semestinya dilakukan, Suatu saat jika datang sebuah penyesalan? Jangan pernah salahkan pendahuluan ataupun aturan.
.
Ah, nantikan saja dulu, merayakan cinta setelah ridha-Nya tiba, Menantilah dengan penuh ketakwaan dalam diri yang lebih indah. Buat seluruh doa dan ikhtiar sejalan dengan perintah-Nya.
.
Menjadikan sebagai cermin untuk mengendalikan diri dan emosi,
Hingga tak ada lagi kesempatan bagi rasa sakit untuk menyelinap di hati.
.
Akan ku buat hari hari ku berkah dengan mendekatkan diri kepada Allah
Sebab apa pun yang telah diridhai Allah? Insya Allah akan mudah.

"Waktu yang kusesali adalah jika pagi hingga matahari terbenam, 'Amalku tidak bertambah sedikitpun, padahal aku tahu saat ini umurku berkurang" (Ibnu Mas'ud r.a).
.
Aku bertanya pada diriku, apa yang sudah ku lakukan? Maaf, kalimat nya ku ubah, maksudku apa yang sudah ku siapkan? Ya benar, apa yang telah ku persiapkan untuk nanti(akhirat) dan mati?.
.
Sangat disayangkan bila tak ada yang berubah pada hari-hari yang ku lalui kecuali tanggalnya saja yang berganti.
.
Mengeluh ketika harta benda berkurang, Namun tak pernah menangis bila usia berkurang, apalagi tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk akhirat. Bukankah tak ada yang lebih bernilai selain usia? Ironisnya lagi, kehilangan usia terkadang malah dirayakan, merayakan atas hilangnya sesuatu yang sangat berharga, Padahal waktu(usia) yang hilang itu benar-benar menguap dan tidak kembali lagi.
.
berjuang mengerahkan seluruh tenaga yang ada untuk mendapatkan sesuatu yang belum pasti,sementara untuk hal yang sudah pasti?, ku hadapi dengan usaha kecil sekali. salah satu kepastian bagi manusia itu adalah kematian? Benar? Jika tidak, berhenti mendengarkan apa yang kukatakan.
.
Tertipu dengan usia muda, padahal syarat mati tidak harus tua.
.
terpedaya dengan tubuh yang fit, padahal syarat mati tidak mesti sakit.
.
heran terhadap diriku yang menyambut dunia yang sedang pergi meninggalkanku, tetapi malah berpaling dari akhirat yang sedang menuju pasti kepadaku.
.
Jika dunia ku kejar, dunia akan menjauh, tapi jika akhirat ku kejar? Dunia akan mendekat.
.
Aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain, kerana itu hatiku selalu tenang. Dan Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, kerana itulah aku harus sibuk beramal soleh.
.
Aku pun yakin, kebahagiaan ku nanti di akhirat akan bergantung dengan cara hidupku didunia. Berusaha untuk jadi lebih baik disisa waktu yang ada, kenapa? Karena hidup terlalu mahal untuk dibiarkan mengalir seperti air!.
.
Pekanbaru,12 november 2017

Saat ini, aku memilih menjauhimu. Meski karenanya, aku harus menahan diri dengan rindu. Saat ini, aku memilih melepaskanmu. Meski karenanya, aku harus menahan diri kembali dengan sedihku.
.
Aku khawatir, kelak jika aku memiliki seorang anak perempuan ia mudah dibuai sembarang pria. Ia mudah ditatap sembarang mata. Dan ia mudah dipeluk sembarang raga. Karena dulunya dia punya bapak yang suka membuai sembarang wanita sepertiku.
.
Aku takut jika nanti aku memiliki seorang anak laki-laki, ia menjadi seorang yang tidak bertanggung jawab. Ia memacari anak gadis orang demi memuaskan syahwat atas nama yang ia bilang cinta.
.
Aku tidak ingin memiliki anak seperti itu, bagaimana aku bisa mendapatkan anak yang tidak seperti itu nanti, jika aku melakukan hal yang seperti itu sekarang? Ingin mendapatkan keturunan yang mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, namun diri ini sekarang malah mengejarkan larangan-Nya dan menjauhi perintah-Nya. .
Janji Allah itu dan Hukum Allah itu pasti. Jangan pura pura tuli dan pura pura untuk tidak mau mengamalkanya, satu kalimat yang pernah kutuliskan sebelumnya sepertinya juga cocok pada tulisan ini, "penyesalan jangan di kejar", Ya, jangan di kejar.
.
Maka sebelum waktu dan ridho itu di beri, Mari saling menghormati dengan cara menjaga jarak. Ini semua tidak akan lama, bukan? Ini hanya sementara.
.
Mari menjauhi sementara, agar kelak berdekatan selamanya. Mari berpisah sementara, agar nanti bersama selamanya. Mari melepaskan sementara, agar lusa bersatu selamanya.
.
Doa yang hanya bisa menjadi senjata dan penghubung, boleh kan berdoa selama statusnya belum haram? Hanya doa dan hanya itu. Jika memang bukan takdirnya, hanya perlu percaya kalau rencana-Nya lebih baik dari rencanaku dan rencanamu. Aamiin.

Aku bingung, kenapa aku sering kali kalah sama nafsu dan godaan setan ini, padahal jika di pikir kembali, sosok ku lebih hebat ketimbang mereka yang suka menganggu pikirian ini.
.
Disaat aku sholat di depan orang banyak, aku ingin mereka melihatku, memperhatikan ku, dan ritme bacaan ku pun aku perlambat agar mereka mengiraku sholat dengan khusyu dan bacaan ayat quran yang panjang.
.
Disaat kotak infak sedang keliling disaat jumatan atau pengajian, uang yang ku keluarkan lebih besar dari biasanya ketika aku berinfak tanpa di liat orang, 3 barisan disampingku sampai melihat uang yang ku keluarkan, apalagi tangan kiriku, pasti melihat berapa yang uang di tangan kanan yg ku keluarkan.
.
Disaat aku sedang berpuasa sunnah senin kamis ataupun ayyamull bidh, aku ingin sengaja di tanyain orang untuk ajakan makan siang agar aku bisa menjawab "aku puasa", dan disaat itu juga aku di beri sanjungan dan pujian.
.
Disaat aku membaca quran dan di sekeliling ku banyak orang, ada keinginan untuk membesarkan suara dan memberi irama yang panjang agar bacaanku dindengar orang dan lagi lagi mengejar pujian dari mulut orang orang.
.
Sampai kapan aku begini? Hei bukan itu masalahnya. Tapi Apa gunanya aku yg hanya mengejar pujian orang orang tapi semua yang ku kerjakan tidak di pandang dan tidak dianggap oleh penciptanya orang orang yang memberi pujian kepadaku itu, ya benar, Dia Allah.
.
Kenapa aku bisa menyembunyikan dosaku tapi mengumbar amalanku? Bahkan kenapa aku bisa melakukan aktifitas sehari hari tanpa ingin di liat orang untuk mendapat pujian, Tapi tidak pada amalanku? Seberapa banyak mulut yang aku inginkan dari pujian orang orang? Tapi apakah aku tidak berfikir seberapa banyak amalan ku yang di hitung dan diterima oleh Allah jika aku melakukanya seperti itu?.
.
Penyesalan jangan di kejar, "sia-sia" jangan di raih, mungkin orang orang menganggapku baik dengan sanjungan yang ku iginkan, tapi Alah? Bahkan diri ini tidak di anggap oleh-Nya, apalagi amalan yang tidak di lakukan dengan ikhlas. Percuma. Ubahlah niat, agar aku tidak dapat yang namanya "percuma".

Ini untuk ku dan kita para lelaki, untukmu wahai akhwat, jika ada yang sama seperti ini, mungkin tulisan ini bisa menjadi arahan.
.
Kalau belum siap untuk nikah, jangan pernah memberikan harapan, Apalagi janji kesetiaan, bagaiman bisa janji itu di pegang jika iman tidak terlibat didalamnya? .
.
Bagiku, kasihan untuk wanita yang jadi kebingungan. Apalagi sampai pernah berjanji melamar 1, 2, atau 3 tahun lagi.
Harapan itu bukan untuk menyiksa hati nya wanita.
.
Bagaimana kalau dalam waktu menanti, ada lamaran dari lelaki yang lebih Shaleh dari diri ini, lebih siap dalam ilmu agama nya untuk berumah tangga, dan bahkan lebih Mapan dari Segalanya, dibandingkan diri ini yg hanya bisa mengumbar janji?.
.
Lalu Dia yang telah ku berikan janji rela menolak lelaki itu karena masih menungguku, namun aku pun tak kunjung datang padanya, masih memberikan janji dan harapan yang hanya bermodalkan mulut tanpa iman?.
.
Ini bukan masalah setia atau rasa cintanya, tapi ini masalah hatinya. Aku menjanjikan hal tanpa berlandaskan iman, mengumbar harapan tanpa pembuktian, modal omongan dan masih dalam status "akan".
.
Aku sedang mempermainkan kehidupan seorang wanita. Aku takut nantinya aku juga akan di permainkan, aku tak bisa memuliakan, takut nantinya akan di hinakan, hanya karna perbuatan buruk diri sendiri ini yang mengumbar harapan.
.

Mungkin, Dia tak tahu apa yang aku lakukan. Tapi Allah maha mengetahui dan melihat apa yang aku kerjakan, kini biarlah aku diam tanpa mengumbar harapan, tetap fokus pada ketaatan, dan biar kusimpan dulu harapan ini dalam kediaman.
.
Tenanglah, seberapa kuatnya aku mengumbar harapan, jika memang Allah tidak menyatakan, aku pun tak bisa mendapatkan, tapi seberapa diamnya aku akan harapan ini, jika memang kau untukku, semua cara dan langkah akan di mudahkan. .
Biarlah aku membangun cinta ini dulu tanpa kau tau aku disini masih berusaha untuk menghalalkan, terlepas kau disana melakukan apa, aku hanya bisa berdoa, usaha dan doamu masih terpanjatkan pada harapan yang sama.

Pada dasarnya, Ada tiga musibah setiap hari, Yang menimpaku sebagai hambaNya.
.
Tapi, terkadang akupun tidak menyadarinya, Bahkan tidak bisa mengambil hikmahnya.

Musibah pertama.
Setiap hari jatah usia akan terus berkurang, Tapi berkurangnya usia ini lepas dari perhatian. Namun, Ketika harta yang berkurang Perhatian sangatlah luar biasa, Padahal sejatinya harta yang hilang bisa diganti, Sementra umur yang hilang tidak akan ada gantinya.

Musibah ke dua.
Setiap hari hidup ini pasti mendapatkan rizki dari Nya Tapi seringnya aku lalai dan lalai, lalai karena setiap rizki yang ada Kelak akan dihisab oleh Nya, apakah rizki itu halal, Kelak akan ditanya
Sudahkah aku mensyukurinya ?.
.
Dan Apabila rizki itu haram.....
Maka Jangan salahkan Allah jika kelak akan mendapat azab.
.
Musibah ke tiga.
Disadari atau tidak, Setiap hari aku melangkah mendekati akhirat, Sebagaimana juga terus melangkah menjauhi dunia. Tapi kenapa perhatian ku terhadap akhirat yang kekal Tidak sebesar perhatian ku terhadap dunia yang fana.
.
Aku tidak tahu Bagaimana akhir perjalanan ku kelak, Apakah akan menjadi penghuni surga
Dengan segala keindahan dan kenikmatannya, Ataukah menjadi penghuni neraka dengan segala adzab dan siksanya.
.
Sebanyak apapun hartaku di dunia terkumpul, Atau sebanyak apapun penghargaan dan jabatan teraih,
Semua tidak seindah kenikmatan yang menjadi impian
Dan dambaan Nabi Yusuf Alaihi Salaam :

توفني مسلماً وألحقني بالصالحين "Yaa Allah aku memohon padaMu....
Agar engkau mewafatkanku dalam keadaan Islam Dan kumpulkanlah aku di surgaMuBersama hamba-hambaMu yang sholeh."
(QS. Yusuf : 101).
.
Jangan jadikan dunia ini impian terbesar,Dan jangan pula dunia ini menyita waktu yang terbuang dan tersasar.
.
Jangan jadikan neraka sebagai akhir dari perjalanan, Dan jadikan surga sebagai rumah terakhir dalam peristirahatan.

Most Popular Instagram Hashtags