[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

muslimah.salafy muslimah.salafy

1206 posts   54711 followers   88 followings

Berani Syar'i Tanpa Selfie  ☝Tegakkan sunnah sesuai pemahaman salafusshalih ♻Join group LINE? DM (akhawat only) 🆓 Repost 🚫 Blokir komentar yg menimbulkan syubhat dan debat .

http://Www.facebook.com/muslimah.salafyy

📝 APAKAH JIKA MENGAJARKAN AGAMA HARUS MEMILIKI TITEL?
.
💭 "Apakah seseorang yang ingin mengajarkan perkara-perkara agama kepada manusia cukup baginya dengan titel universitas yang dia sandang, ataukah harus ada tazkiyah (rekomendasi) dari para ulama ?"
.
▶ "Harus memiliki ilmu, tidak semua orang yang menyandang titel menjadi ulama. Harus memiliki ilmu dan kefakihan dalam agama Allah. Semata-mata titel tidaklah menunjukkan ilmu, karena terkadang seseorang memiliki titel padahal dia termasuk manusia yang paling bodoh.
.
🍂 Sebaliknya terkadang seseorang tidak memiliki titel namun dia termasuk manusia yang paling berilmu. Apakah Syaikh Ibnu Baz memiliki titel ? Demikian juga Syaikh Ibnu Ibrahim dan Syaikh Ibnu Humaid ? Apakah mereka semuanya memiliki titel ? (Tidak) Walaupun demikian mereka menjadi para imam di masa ini.
.
▶ Maka yang terpenting adalah membicarakan apakah ilmu dan kefakihan itu ada pada seseorang. Bukan tentang titel atau tazkiyah, ini semua tidak teranggap.
.
▶Dan fakta nanti yang akan menyingkap keadaan seseorang. Jika ada sebuah masalah, atau muncul sebuah bencana, ketika itulah akan nampak siapa yang benar-benar seorang ulama dan mana orang yang sok berilmu dan jahil."
.
•┈┈┈◎❅❀❦🌸❦❀❅◎┈┈┈•
.
☆Pegang erat sunnah dan gigitlah dengan geraham - Berani syar'i tanpa selfie☆
.
🔊 Disebarkan oleh :
.
📸 instagram : @muslimah.salafy
💻 facebook.com/muslimah.salafyy
📲 Group Line : muslimah.salafy
🌏 sumber : shahihfiqih.com
👤Pemateri : Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah

🔎Bolehkah duduk diantara 2 Tempat Panas dan Dingin?
.
📝Pertanyaan:
.
Saya pernah mendengar bahwa kita dilarang duduk di suatu tempat yang sebagiannya panas dan sebagian yang lain dingin (ada naungannya). Apakah benar ada larangannya? Jika benar, bagaimana penjelasannya dan apa hikmahnya?
.
👉Jawaban:
.
Benar, (penjelasan tersebut) terdapat dalam suatu hadits dari salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata,
.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ نَهَى أَنْ يُجْلَسَ بَيْنَ الضِّحِّ وَ الظِّلِّ وَ قَالَ مَجْلِسُ الشَّيْطَانِ
.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang duduk di antara (tempat yang) panas (yang tidak ada naungannya) dan (tempat yang) dingin (yang ada naungannya), dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘(Itu adalah) tempat duduknya setan.’ ” (HR. Ahmad: 3/413, dan dinilai shahih oleh al-Albani dalam Silsilah Shahihah: 838)
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi alasan larangan di atas karena tempat tersebut adalah tempatnya setan dan kita dilarang menyerupai setan.
.
Jika ditinjau dari segi kesehatan, duduk di tempat seperti ini membahayakan kesehatan, sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad: 4/242. Demikian juga yang dikatakan oleh al-Munawi dalam Faidhul Qadir: 6/351, beliau menambahkan bahwa segi bahayanya karena ada dua sebab (panas dan dingin) yang saling bertolak belakang mempengaruhi satu badan sehingga membahayakan.
.
Dari sini kita mengetahui bahwa jika seseorang duduk di suatu tempat lalu sebagian badannya terkena sinar matahari dan sebagian lain tidak, maka hendaklah berpindah ke tempat yang teduh supaya terhindar dari larangaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan selamat dari bahaya,

💤Setelah Sholat Subuh Kembali Tidur
.
▶️Terkhusus tidur pagi setelah shalat subuh ada yang tidak menyukai ini. Urwah bin Zubair menerangkan:
_Dahulu Zubair Ibnu Al Awwam melarang anak-anak nya untuk tidur pagi ._
📌 _Urwah bin Zubair menerangkan: apabila aku mendengar tentang orang yang tidur pagi maka aku tidak tertarik terhadapnya. Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah 5/222 no.25442_📚
.
▶️ *Namun bila memang tidak ada waktu lagi untuk tidur kecuali pagi setelah melaksanakan kewajiban dan supaya siangnya bisa giat bekerja maka itu tidak apa-apa. Ibnu Abi Syaibah juga membawakan riwayat Abu Yazid al-Madini, beliau berkata:
.
_Suatu hari Umar Ibnul Khattab pergi menuju shuhaib yang ternyata kala itu didapatai sedang tidur pagi maka Umar pun duduk hingga Shuhaib bangun tidur. Lantas Shuhaib berkata:" Amirul Mukminin duduk di tempatnya sedangkan Shuhaib tidur pagi"_
_Umar berkata: Aku tidak ingin mengganggu tidur yang bisa bermanfaat untukmu. Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah 5/223 no.25454_📕
.
▶Apabila anda mampu mengusahakan untuk tidak tidur pagi dengan aktifitas positif dengan tetap menjaga stamina maka itu bagus dan diharapkan bisa mendapatkan keberkahan. Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
.
«اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا»
.
_Ya Allah berkahilah ummatku di pagi harinya. HR. Abu Daud no.2606; Tirmidzi no.1212; Ibnu Majah no.2236 dan yang lainnya_📕
.
_Wallahu ta'ala a'lam_
.
•┈┈┈◎❅❀❦🌸❦❀❅◎┈┈┈•
.
☆Pegang erat sunnah dan gigitlah dengan geraham - Berani syar'i tanpa selfie☆
.
🔊 Disebarkan oleh :
.
📸 instagram : @muslimah.salafy
💻 facebook.com/muslimah.salafyy
📲 Group Line : muslimah.salafy
🌏 sumber : www.salamdakwah.com
👤Pemateri : Ustadz Mukhsin Suadi,Lc MA

🍛 MEMAKAN BAWANG PUTIH ATAU BAWANG MERAH SEBELUM SHALAT
.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
.
📝Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Dalam sebuah hadits dsiebutkan, bahwa Rasulullah Shallallahu wa sallam bersabda.
.
“Artinya : Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah, maka janganlah ia mendekati masjid kami dan hendaklah ia shalat di rumahnya, karena sesungguhnya para malaikat itu juga terganggu dengan apa-apa yang mengganggu manusia” [Al-Bukhari, kitab Adzan 854, Muslim, kitab Al-Masajid 564]
.
Apakah ini berarti bahwa orang yang memakan barang-barang tersebut tidak boleh shalat di masjid hingga berlalu waktu makanannya, atau berarti memakan barang-barang tersebut tidak diperbolehkan bagi orang yang berkewajiban melaksanakan shalat secara berjama’ah?
.
👉Jawaban
.
Hadits ini dan hadits-hadits lainnya yang semakna menunjukkan makruhnya seorang muslim mengikuti shalat berjama’ah selama masih ada bau barang-barang tersebut, karena akan mengganggu orang yang di dekatnya, baik itu karena memakan kuras (bawang daun), bawang merah atau bawang putih atau barang lainnya yang menyebabkan bau tidak sedap, seperti mengisap rokok, sampai baunya hilang. Perlu diketahui, bahwa rokok itu, selain baunya yang busuk, hukumnya juga haram, karena bahayanya banyak dan keburukannya sudah jelas. Ini termasuk dalam cakupan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
“Artinya : Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” [Al-A’raf : 157]
.
Dan firman-Nya.
.
“Artinya : Mereka menanyakan kepadamu, “Apakah yang dihalalkan bagi mereka”. Katakanlah bagimu yang baik-baik” [Al-Ma’idah : 4]
.
Sebagaimana diketahui, bahwa rokok termasuk hal-hal yang tidak baik, dengan begitu rokok termasuk yang diharamkan terhadap umat ini. Adapun batasan tiga hari, saya tidak tahu adanya dalil tentang ini.
.
Dan hanya Allah-lah yang berkuasa memberi petunjuk.
.
[Kitab Ad-Da’wah, hal.81-82]
.
HUKUM MEMAKAN KURAS (BAWANG DAUN), BAWANG PUTIH ATAU BAWANG MERAH DAN DATANG KE MASJID
.
⤵⤵⤵

⛅JIKA INGIN HATIMU LEMBUT..
.
👤 Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu :
"Bahwasanya ada seseorang pernah mengadukan kepada Rasulullah ﷺ tentang kerasnya hatinya. Maka Beliau bersabda :
“Jika kamu ingin melembutkan hatimu maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim." (HR Ahmad II : 263)
.
Dalam riwayat lain Beliau ﷺ juga bersabda :
.
“Mendekatlah kepada anak yatim, usaplah kepalanya dan berilah ia makan dari makananmu niscaya hatimu akan lembut dan terpenuhi segala kebutuhanmu." (HR. Ibnu Asakir)
.
📌 Bagi seorang muslim yang menanggung dan menjamin kehidupan anak yatim dengan memberi makan, pakaian, pendidikan dan selainnya maka kelak ia berada di dalam surga dan tinggal berdampingan dengan Rasulullah ﷺ di dalamnya.
.
🍁“Aku dan pemelihara anak yatim di surga nanti, kedudukannya seperti (dua jari) ini”. Dan Beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan memisahkan keduanya." (HR. Bukhori 5304)
.
🌻Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah mudahkan memiliki kelembutan hati, baik dalam memberi, maupun mensikapi.
.
"Sesungguhnya Allah Maha lemah lembut yang sangat cinta kelembutan dan memberi kepada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada sifat kasar." (HR. Bukhori dan Muslim)
.
"Bersikaplah lemah lembut, sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan membuatnya indah dan tidaklah kelembutan dicabut dari sesuatu kecuali membuatnya rusak."(HR. Muslim 2594)
.
•┈┈┈◎❅❀❦🌸❦❀❅◎┈┈┈•
.
☆Pegang erat sunnah dan gigitlah dengan geraham - Berani syar'i tanpa selfie☆
.
🔊 Disebarkan oleh :
.
📸 instagram : @muslimah.salafy
💻 facebook.com/muslimah.salafyy
📲 Group Line : muslimah.salafy
🌏 sumber : shahihfiqih.com
👤 pemateri : Abdullah bin Suyitno

📝 Haramnya Angciu
.
Penggunaan arak dalam masakan itu sepertinya sudah melekat, sulit dipisahkan. Banyak kegunaan yang diharapkan dari barang haram tersebut. Kegunaan pertama adalah melunakkan jaringan daging. Para juru masak meyakini bahwa daging yang direndam dalam arak akan menjadi empuk dan enak. Oleh karena itu daging yang akan dipanggang atau dimasak dalam bentuk tepanyaki seringkali direndam dalam arak.
.
Jenis arak yang digunakan dalam berbagai masakan itu bermacam-macam, ada arak putih (pek be ciu), arak merah (ang ciu), arak mie (kue lo ciu), arak gentong, dan lain-lain. Sedangkan untuk masakan Jepang kita mengenal adanya mirin dan sake yang sering ditambahkan dalam menu mereka. Produsennya pun beragam, ada yang diimpor dari Cina, Jepang, Singapura, bahkan banyak pula buatan lokal dengan menggunakan perasan tape ketan yang difermentasi lanjut (anggur tape). Penggunaan arak ini pun beragam, mulai dari restoran besar, restoran kecil bahkan warung-warung tenda yang buka di pinggir jalan.
Keberadaan arak ini masih jarang diketahui oleh masyarakat. Sementara itu ada kesalahan pemahaman di kalangan pengusaha atau juru masak yang tidak menganggap arak sebagai sesuatu yang haram. Apalagi dalam proses pemasakannnya arak tersebut sudah menguap dan hilang. Sehingga anggapan itu menyebabkan mereka tidak merasa bersalah ketika menghidangkan masakan itu kepada konsumen Muslim.
.
Anggapan itu tentu saja perlu diluruskan karena dalam Islam hukum mengenai arak atau khamr ini sudah cukup jelas, yaitu haram. Bukan saja mengkonsumsinya tetapi juga memproduksinya, mengedarkannya, menggunakan manfaatnya, bahkan menolong orang untuk memanfaatkannya
.
Nah, ini tentunya menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam membeli masakan, sekaligus juga menjadi perhatian bagi para pengelola restoran yang menjual produknya kepada masyarakat umum agar tidak menggunakan arak tersebut.
.
[ LP POM MUI ]
.
»Tentang_Haramnya_Ang_Ciu_Rhum?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
.
»Arak dalam Berbagai Masakan
http://www.halalguide.info/2009/03/08/arak-dalam-berbagai-masakan/

💥 Apa Hukum Demonstrasi Dan Bolehkah Wanita Ikut Di Dalamnya?
.
Fatwa Syaikh ‘Utsman Al Khamis
.
📝Demonstrasi itu tidak pernah disyariatkan dalam Islam. Tidak semestinya melakukan hal tersebut, dan ia merupakan mukhalafah (pelanggaran syariat). Bahkan ia juga merupakan bid’ah dan perkara yang diada-adakan dalam agama di masa ini. Demikian juga apa yang ada di dalamnya berupa kerusakan-kerusakan yang serius, seperti bercampur-baurnya wanita dan laki-laki, juga terkadang para demonstran mengeluarkan perkataan-perkataan yang buruk, dan terkadang juga mereka menyerang benda dan barang milik orang lain, seperti mobil atau yang lainnya.
.
Lebih lagi demonstrasi dalam rangka memberontak pada penguasa Muslim, ini juga tidak diperbolehkan. Dimana ketika demonstrasi pula biasanya diikuti oleh orang-orang awam dari kelompok para pendemo maupun orang-orang awam dari pihak yang lain. Dengan demonstrasi yang demikian itu, jika diikuti para wanita, maka keharamannya lebih besar lagi. Wa’iyyadzubillah.
.
Setelah kita ketahui hal ini, maka janganlah berdemonstrasi. Bahkan kepada pemerintah, yang terkadang dimanfaatkan oleh sebagian orang, yaitu para provokator. Yang mereka itu ingin membuat kacau suasana, sehingga polisi didatangkan. Lalu para provokator itu membuat kerusakan dan akhirnya para demonstran pun dipukuli oleh polisi.
.
Dan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam apakah memungkinkan bagi beliau untuk melakukan demonstrasi di masa beliau? Tentu saja mungkin, namun beliau tidak pernah melakukannya. Dan perkara yang mudah saja untuk beliau lakukan namun ternyata beliau tidak melakukannya menunjukkan ini tidak disyariatkan dalam agama. Demonstrasi itu tidak disyariatkan.
.
•┈┈┈◎❅❀❦🌸❦❀❅◎┈┈┈•
.
☆Pegang erat sunnah dan gigitlah dengan geraham - Berani syar'i tanpa selfie☆
.
🔊 Disebarkan oleh :
.
📸 instagram : @muslimah.salafy
💻 facebook.com/muslimah.salafyy
📲 Group Line : muslimah.salafy
🌏 sumber : www.muslimah.or.id
👤 pemateri : Ustadz Yulian Purnama

📣 NASEHAT DAN ADABNYA
.
▶Diantara adab nasehat hendaknya tidak dilakukan di depan publik baik di dunia maya maupun dalam dunia nyata. Karena jika kita memaksa diri menasehati saudara kita di depan umum, disuatu grup, di publik, yang dimana disitu terdiri dari banyak orang, maka itu sama saja dengan kita membongkar aibnya bahkan bisa jadi itu adalah hinaan meskipun dibalut dalam bentuk nasehat.
.
👤 Imam Asy-Syafi’i رَحِمَهُ اللهُ berkata :
.
"Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri.. Jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian.. Sesungguhnya nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk sesuatu Pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya.. Jika engkau menyelisihi dan menolak saranku..Maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti.." (Diwan Imam Syafi'i halaman 56)
.
👤 Ibnu Rajab al Hambali رَحِمَهُ اللهُ berkata: “Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia. Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam, halaman 77)
.
👤 Ibnu Hazm رَحِمَهُ اللهُ berkata :
“Jika kamu hendak memberi nasehat sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan dan dengan sindiran bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasehati, maka berterus teranglah!” (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44)
.
👤 Fudhail bin Iyadh رَحِمَهُ اللهُ berkata :
”Orang mukmin menasihati dengan cara rahasia; dan seorang fajir menasihati dengan cara mencela dan membongkar rahasia.” (Al Farqu Baynan Nashiah Wat Ta’yir)
.
👤 Ibnu Rajab Al-Hambali رَحِمَهُ اللهُ berkata :
“Apa yang diucapkan oleh Fudhail ini merupakan tanda-tanda nasehat. Sesungguhnya nasehat digandeng dengan rahasia. Sedangkan celaan digandeng dengan terang-terangan.” (Al Farqu Baynan Nashiah Wat Ta’yir)
.
⤵⤵⤵

Most Popular Instagram Hashtags