[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

media.rakyat.id media.rakyat.id

1516 posts   31215 followers   243 followings

MEDIA RAKYAT INDONESIA 🔵  Menyajikan berbagai informasi seputar Islam, Politik, Hukum, Ekonomi, Sosial & Budaya || AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR || Akun lainnya 👉 @media.cerdas

https://www.facebook.com/Media-rakyat-Indonesia-171582946738370/

Eramuslim.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI akan kembali membangun Kampung Akuarium di Penjaringan, Jakarta Utara yang digusur di era pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Pembangunan akan melibatkan warga sebagai bentuk kolaborasi. “Kampung Akuarium ini justru salah satu contoh kegiatan yang dilakukan secara kolaboratif. Jadi, warganya terlibat, dari mulai awal. Di situ kita bicarakan dengan warga,” kata dia di Balai Kota, Kamis (18/1) malam.

Anies mengatakan, warga tak boleh dipandang semata-mata sebagai customer, sementara pemprov membuat rencana sendiri tanpa mengajak masyarakat merembukkan bersama-sama. Pelibatan warga menjadi penting sebab warga yang paling tahu masalahnya sekaligus mendengar keinginan warga.

Anies menambahkan, di Kampung Akuarium akan dibangun satu kesatuan wisata budaya bernilai sejarah dengan daerah sekitarnya. Perancangan dan pembangunan di Kampung Akuarium dan beberapa daerah di sana perlu mempertimbangkan hal tersebut. “Jadi kami ingin membangun di situ menjadi salah satu jadi Kampung Akuarium, kemudian ada Sunda Kelapa, lalu ada Luar Batang. Itu satu rangkaian itu adalah nanti di masa depan kita merencanakan untuk daerah kegiatan wisata budaya yang punya sejarah,” ujar dia.

Untuk sementara, Pemprov DKI membangun shelter atau tempat tinggal sementara bagi warga yang bertahan di Kampung Akuarium. Sekitar 180 keluarga akan menempati shelter tersebut hingga ada bangunan permanen.(kl/rol)
___
https://m.eramuslim.com/berita/nasional/anies-segera-bangun-kampung-akuarium-korban-gusuran-ahok.htm

KIBLAT.NET, Jakarta – Maraknya pemurtadan di kalangan masyarakat miskin mendapatkan perhatian dari Ustadz Felix Siauw. Dia menyebutkan bahwa penyebab utama kemurtadan masyarakat miskin adalah dekatnya mereka dengan godaan duniawi. “Sebabnya jelas, karena orang-orang yang miskin itu lebih dekat kepada godaan-godaan yang bersifat duniawi,” jelasnya kepada Kiblat.net di kawasan Jakarta Timur, Selasa (19/12). Dia kemudian mengatakan bahwa turut andilnya negara adalah solusi paling ideal bagi permasalahan tersebut. “Bagaimana solusinya? kalau solusi yang paling ideal ya negara berperan serta, karena kita mengingat bahwa salah satu fungsi adanya pemerintahan ataupun penguasa dalam Islam adalah hifdzul aqidah, yaitu menjaga aqidah mereka,” imbuhnya. “Jangan sampai orang-orang itu mudah untuk ditipu, kemudian mudah untuk dimurtadkan. Itulah tugas Negara,” imbuh ustadz mualaf ini lagi.

Felix juga mengatakan bahwa pemerintah menanggung dosa yang sangat besar dalam pemurtadan. “Dosanya penguasa yang paling besar. Karena penguasanya yang gak beres ini misalnya.” tegas Felix Siauw.

Dia kemudian memberikan contoh solusi untuk meminimalisir pemurtadan yang bisa dilakukan oleh individu maupun organisasi. “Misalnya organisasi-organisasi yang kemudian melakukan kiat-kiat anti pemurtadan atau kemudian yang sudah murtad diajak kembali lagi kepada Islam. Itulah yang bisa dilakukan oleh organisasi dan juga individu,” pungkasnya.

Reporter: Qaid
Editor: Hunef Ibrahim
___
https://m.kiblat.net/2017/12/21/marak-pemurtadan-felix-siauw-penguasa-tanggung-dosa-paling-besar/

Eramuslim.com – Ketua MPR, Zulkifli Hasan, berharap pemerintah bisa menahan impor beras saat masa panen.

Menurutnya untuk memenuhin kebutuhan dan menurunkan harga, pemerintah biasa mengoptimalkan stok beras yang ada pada Perum Bulog. “Kalau mau beli (impor), beli pesan tetapi jangan didatangkan. Taruh di luar negeri dulu, karena kalau masuk dan bersamaan dengan panen raya maka harga bisa hancur,” ujarnya saat berkunjung ke Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/1). Lebih lanjut, kebijakan impor beras bisa menambah beban para petani. Oleh karena itu, ia berharap stok beras yang dimiliki Bulog segera dihabiskan untuk operasi pasar besar-besaran. “Kasihan masyarakat, sekarang ini harga beras naik, harga gas naik, listrik naik,” ujar Zulkifli.(kl/rm)
___
https://m.eramuslim.com/berita/nasional/ketua-mpr-kasihan-rakyat-sekarang-beras-naik-gas-naik-listrik-naik.htm

Redaksi – Minggu, 14 Januari 2018 08:00 WIB

Eramuslim.com – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Daniel Johan, menilai kebijakan impor beras saat ini tidak tepat waktu. Sebab, petani hendak memasuki panen raya. “Dua minggu lagi sudah mulai panen raya, sehingga kebijakan impor ini sama saja hukuman yang tidak adil bagi petani yang sudah banting tulang bekerja keras,” ujar Daniel Johan seperti dikutip Antara, Sabtu (13/1). Jadi, lanjut dia, kebijakan impor yang reaktif sangat tidak perlu karena tidak membantu situasi mahalnya harga beras. Selain itu, setiap impor juga membutuhkan waktu setidaknya sebulan dari proses sampai beras impornya terdistribusi di pasar-pasar. “Yang namanya impor tidak bisa kita butuh saat ini lalu berasnya langsung ada saat ini juga, jadi buat apa impor kalau dua minggu lagi kita sudah mulai panen raya, itu sama saja buat petani miskin dan menangis,” kata anggota Fraksi PKB DPR RI Dapil Kalbar itu.

Dia mengakui, kebijakan impor tidak selalu buruk, tapi tidak bisa kebijakan impor itu reaktif seperti sekarang. “Malah sebaliknya memukul petani yang akan panen raya saat beras impor mulai masuk,” ujar Wakil Sekjen DPP PKB ini.

Kebijakan impor diambil harus dari setahun sebelumnya, berdasarkan data produksi dan konsumsi yang valid per minggu setahun sebelumnya. Sehingga dapat diketahui pada minggu-minggu ke berapa suplai kurang. “Seperti saat ini bila minggu pertama dan kedua bulan Januari suplai kurang, maka kebijakan impornya diambil satu bulan sebelumnya yakni November atau Desember tahun lalu sehingga tepat waktu dan menjawab kekosongan suplai,” kata dia.

Dia menambahkan, sampai kapan pun pemerintah tidak akan bisa membuat perencanaan yang baik bila datanya tidak baik dan valid. “Jadi Bappenas, BPS, Menkeu, Mentan, Mendag harus duduk bareng merumuskan kebijakan dari satu tahun sebelumnya dengan memastikan sumber data yang akurat dan valid,” katanya.

Kalau tidak, ujar dia lagi, kasihan petani yang dari tahun ke tahun selalu digempur impor saat mau panen raya. “Kalau waktunya tidak tepat waktunya sama saja merusak, sama saja melawan nawacita,” demikian Daniel Johan.(kl/mdk)
_____
eramuslim.com
_____
@media.rakyat.id

Redaksi – Minggu, 14 Januari 2018 11:00 WIB

Eramuslim.com – Bupati Pandeglang Irna Narulita menegaskan jika pemerintah seharusnya tidak perlu mengimpor beras. “Mendengar adanya wacana impor beras sangat disayangkan. Tidak perlu ada impor, harusnya kita ekspor beras,” kata Irna kepada wartawan di Pandeglang, Sabtu (13/1). Irna membeberkan adanya beberapa titik kekurangan beras di Jakarta yang mengakibatkan kenaikan harga, sebenarnya bisa dipasok dari daerah-daerah sentra padi termasuk Jawa Barat dan Banten yang dekat dengan Jakarta.

Apalagi, tambah Irna, saat ini petani sedang panen raya di seluruh nusantara, sehingga produksi beras juga melimpah, termasuk di Kabupaten Pandeglang para petani setiap hari sudah mulai panen terutama pada 17 kecamatan sentra produksi padi. “Puncaknya panen itu nanti Februari-Maret. Mulai bulan ini sudah banyak yang panen,” tegas Irna.

Ia mengatakan, panen padi bulan Januari sampai dengan Maret di Pandeglang seluas 31.669 hektare dengan produksi 188.351 ton gabah kering giling (GKG) yang akan menghasilkan beras sebanyak 116.777.62 ton. Kebutuhan beras per jiwa saat ini 100 sampai 120 kilogram per kapita per tahun atau setara 8,3 sampai 10 kilogram per kapita per bulan. “Dengan jumlah penduduk Kabupaten Pandeglang saat ini 1,2 juta orang, berarti untuk ketersediaan beras bulan Januari sampai Maret berlebih yaitu 32,42 kilogram per kapita per bulan,” pungkas Irna.

Bahkan kata Irna, produksi beras selalu surplus di Pandeglang menginggat daerahnya sebagai daerah agraris penghasil beras terbesar di Banten. “Pandeglang sebagai lumbung pangan untuk Banten tingkat kontribusinya mancapai angka kurang lebih 40 persen dan kontribusi untuk nasional kurang lebih satu persen,” demikian Irna.(kl/rmol)
___
https://m.eramuslim.com/berita/nasional/bupati-pandeglang-bulan-ini-banyak-panen-harusnya-pemerintah-ekspor-beras.htm
.
@media.rakyat.id #mediarakyatid

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma mengaku tak percaya Prabowo minta uang mahar untuk Pilkada. Lieus mengajak La Nyalla Mattalitti introspeksi. Selain itu menurut Lieus uang Rp 40 miliar masih kurang untuk Pilkada di Jawa Timur. “Sebagai orang yang mengenal baik pak Prabowo, saya tidak percaya dengan berita tersebut. Ini pasti ada miskomunikasi,” kata Lieus di Jakarta, Jumat (12/1/2018). Menurut Lieus, yang ia tau Partai Gerindra memang memberi mandat kepada La Nyala sebagai salah satu kadernya di Jawa Timur untuk menbangun koalisi dengan partai lain bagi pencalonannya. “Tapi saya tidak percaya kalau Pak Prabowo sampai meminta mahar hingga 40 milyar. Kalaupun seorang calon diminta menyiapkan dana untuk membiayai proses pencalonannya, termasuk untuk kebutuhan logistik, kampanye dan saksi-saksi di TPS nanti, itu bisa saja. Tak ada yang salah soal itu,” katanya.

Lieus menambahkannya, jika benar ada permintaan itu, uang Rp 40 milyar untuk calon gubernur di propinsi seluas Jawa Timur masih terbilang kecil. Sebab Jawa Timur tergolong provinsi yang wilayahnya cukup luas dengan populasi yang juga tergolong banyak. “Jawa Timur adalah salah satu propinsi terluas di Indonesia dengan puluhan kabupaten dan kota. Uang 40 milyar itu tak cukuplah,” katanya.

Lieus justru menangkap ada soal lain dari pernyataan La Nyala tersebut. “Sebagai orang yang mengaku kader partai, tidak seharusnya La Nyala membeberkan soal ini ke publik. Masalah ini seharusnya bisa diklarifikasi di internal partai. Namun, dengan membuka ke publik, justru kita menangkap ada agenda tersembunyi di balik pernyataan La Nyala itu,” ujarnya. “Saya bukan orang Partai Gerindra. Tapi dengan membeberkannya ke publik, kita melihat ada agenda terselubung di balik semua ini. Bisa jadi ini sengaja dilontarkan sebagai upaya pembunuhan karakter terhadap pak Prabowo Subianto,” kata Lieus.
.
(Next kolom komentar)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Koperasi Syariah 212 Mart menambah gerainya yang ke-68 di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, untuk memenuhi kebutuhan pokok warga sehari-hari. "Untuk 2018, kami targetkan berdiri setidaknya 120 gerai 212 Mart, yang tersebar di berbagai wilayah," kata Direktur Eksekutif Koperasi Syariah 212 Ahmad Juwaini di sela acara peresmian pembukaan gerai 212 Mart di Cimanggis, Sabtu (13/1). Ia mengatakan dari 68 gerai yang telah berdiri sebanyak 50 gerai berada di Jabodetabek atau 80 persen dan sisanya 18 gerai atau 20 persen berada di berbagai daerah. Menurut dia, investasi 68 gerai mencapai Rp34 miliar atau satu toko rata-rata Rp500 juta.

Selain itu, partisipasi anggota koperasi mencapai Rp25 miliar. "Jadi investasi masyarakat sudah hampir Rp60 miliar dan ini akan terus bertambah, sungguh suatu potensi ekonomi yang bagus," jelasnya.

Ia optimistis gerai 212 Mart akan berkembang dengan baik, karena dari gerai yang sudah berjalan tidak ada yang tutup. "Alhamdulillah semua gerai yang telah dibuka berjalan dengan baik dan hasilnya baik," katanya.

Dikatakannya untuk investasi dari masyarakat yang ingin membuka gerai 212 Mart jumlahnya ada yang 100 orang, 200 orang dan 300 orang menandakan semangat dari masyarakat tinggi. Mengenai harga barang di 212 Mart, Ahmad mengatakan kompetisi harga normal saja atau ada harga yang mahal dan juga ada yang murah. "Jadi, harga itu relatif. Kami masih bisa bersaing," katanya.

Namun harus diakui gerai lain mendapat dukungan promosi besar, karena memperoleh diskon barang dari grupnya. "Tetapi barang-barang promosi tersebut masih kecil secara persentase, sehingga kami bisa mengimbanginya," ujarnya.
.
(Next kolom komentar)

Facebook Dinilai Tidak Fair dengan Tutup Akun-akun Dakwah.
____
🎥 YouTube | Channel 'Voa Islam TV'
📲 Edited by @media.rakyat.id
_____
*Dipublikasikan tanggal 12 Jan 2018.
_____
#facebook #demokantorfacebook #facebookhapusakundakwah #fpi #aksi121

MAGELANG (Arrahmah.com) – Di tengah pernyataan sejumlah daerah yang mengaku mengalami surplus produksi beras pada awal tahun ini, pemerintah tiba-tiba mengimpor beras dari Thailand dan Vietnam. Meski berdalih impor beras itu untuk meredam kenaikan harga beras, kontan kebijakan pemerintah itu menimbulkan pertanyaan.

Seperti yang diumumkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kamis (11/1/2017), pemerintah akan mengimpor sebanyak 500 ribu ton beras dari Thailand dan Vietnam. Beras impor itu akan tiba di Tanah Air pada akhir Januari ini. “Saya tidak mau mengambil resiko kekurangan pasokan. Saya mengimpor beras khusus,” kata Mendag saat menjelaskan alasannya, dalam konferensi pers di Auditorium Kementerian Perdagangan.

Pemerintah sendiri telah menunjuk Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai perusahaan yang akan melakukan impor.
Surplus beras

Di saat Mendag mengumumkan kebijakan impor beras, pada hari yang sama, sejumlah daerah justru mengemukakan bahwa mereka mengalami surplus produksi beras. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Wijayanti. “Kami menolak impor kerena setiap tahunnya surplus,” ujar dia, Kamis (11/1). lansir Republika.co.id.

Ia menjelaskan, kabupaten Magelang setiap tahun mengalami surplus rata-rata 80 ribu hingga 100 ribu ton beras. Angka itu bahkan meningkat setelah adanya program Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (Upsus Pajale) yang meningkatkan surplus hingga 147.413 ribu ton pada 2017. “Dibandingkan sebelum Upsus Pajale, ada kenaikan 40 persen,” ungkapnya.

Hal tersebut dibuktikan Wijayanti dengan melakukan panen di lahan seluas 14 hektare di Desa Pagersari, Kecamatan Mungkid dan 12 hektare di Desa Sawangan, Kecamatan Sawangan. Rata-rata produktivitas yang dihasilkan 6,3 ton per hektare.

Hal ini diakuinya menjadi prestasi membanggakan mengingat Magelang merupakan sentra hortikultura. Namun dengan pengelolaan yang tepat, lahan seluas 108 ribu hektare di kabupaten ini mampu menghasilkan komoditas pertanian secara maksimal.
.
⬇(Next kolom komentar)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Harga beras kembali melambung di tahun 2018. Untuk mengatasi tingginya masalah ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhirnya memutuskan membuka keran impor beras sebanyak 500 ribu ton.

Mendag Engiartiasto Lukito mengatakan, jenis beras yang diimpor pada saat ini merupakan jenis beras khusus yang tidak ditanam di Indonesia, dan memiliki landasan hukum berupa Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018. Sehingga hal ini tidak akan mengganggu produksi dalam negeri.

Pakar ekonomi Rizal Ramli mengatakan, masalah yang selalu menghiasi krisis beras adalah soal data. Pengalaman Rizal, Kemendag dan Bulog selalu mau impor. “Sebab, ada komisi 20-30 dolar per ton. Transaksinya di luar negeri, ‘account’ bank juga berada di luar negeri. Tetapi Kementan, selalu bilang produksi lebih dari cukup. Sebab ini terkait dengan prestasi mereka. Faktanya angka yang benar itu di tengah,” kata Rizal kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/1/2018). Yang harusnya menilai, sambung RR, sapaan Rizal Ramli, harusnya Menko Perekonomian Darmin Nasution. “Saya bingung di mana posisi Kemenko Perekonomian sekarang dalam menentukan data ini,” imbuh dia lagi.

Dalam sejarahnya, Rizal melanjutkan, uang paling mudah didapat dari komisi impor komoditi. Jadi duitnya, gampang kalau main di beras, kedelai, gula, daging dan lain-lain.

Ia pun heran, ada rapat kebijakan harus impor beras dalam 2-3 hari ini. Sebab, sebentar lagi kan mau panen. “Stok di gudang Bulog memang 900 ribu ton, tapi itu cukup untuk dua bulan lagi. Panen kan sebentar lagi, Februari Maret, dan Bulog bisa beli,” Rizal menyarankan.

Masalahnya, sekarang Bulog pasif, pada saat panen, tidak beli beras. Padahal seharusnya Bulog tahu berapa yang harus dibeli. “Saya tidak tahu ini sengaja atau tidak. Meski, memang Bulog sekarang beda dengan dulu yang tak ada bunga kredit, turun langsung dari likuiditas Bank Indonesia. Dan itu tidak bener ini, ini kan sektor strategis,” tandasnya. (icl)
____
http://www.teropongsenayan.com/79123-rizal-ramli-ada-komisi-30-dolar-per-ton-di-setiap-impor

Makin lucu aja ya 😂 ⏩
_____
Redaksi – Sabtu, 26 Rabiul Akhir 1439 H / 13 Januari 2018 05:00 WIB

Eramuslim.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai, impor beras sebesar 500 ribu ton adalah bentuk cinta pemerintah pada masyarakat. “Itu (impor) menunjukkan bahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Presiden begitu mencintai rakyat. Tidak ingin di konsumen tinggi, petani tidak boleh rugi,” ujar Amran di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (12/1). Menurut Amran, jumlah impor beras yang rencananya akan dilakukan pada akhir Januari 2018 tidak signifikan jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi beras masyarakat per bulan.”Ada sedikit, berapa sih kalau 500 ribu (ton) itu. Kebutuhan kita kan 2,5 juta (ton) perbulan. Itu setara dengan enam hari,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah akhirnya memutuskan melakukan impor beras khusus dari Thailand dan Vietnam. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, beras yang akan diimpor adalah beras kualitas khusus yang tidak ditanam di Indonesia.

Jenis beras tersebut memiliki spesifikasi bulir patah di bawah lima persen. Meski masuk dalam golongan beras khusus, Enggartiasto memastikan komoditas pangan utama itu akan dijual dengan harga medium.

Pemerintah sendiri telah menunjuk Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai perusahaan yang akan melakukan impor. Keputusan impor diambil karena saat ini tengah terjadi kelangkaan pasokan beras medium yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.

Meski pemerintah menyatakan panen masih terjadi, pasokan beras dianggap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Sementara, panen raya diperkirakan baru akan terjadi pada Februari-Maret mendatang.(kl/rol)
_______
https://m.eramuslim.com/berita/nasional/weleh-mentan-impor-beras-wujud-kecintaan-jokowi-pada-rakyat.htm
_______
http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/01/12/p2g0cb377-petani-kecewa-pemerintah-impor-beras-saat-dekat-panen

Most Popular Instagram Hashtags