marinaehem marinaehem

118 posts   396 followers   205 followings

marina  Pengajar Muda XIII Aceh Utara

Rindu itu memang berat.

Tema @30haribercerita beberapa hari lalu adalah masa kecil.

Mengenang masa kecil, kenapa saya memakai gambar louhan karena itulah yang menggambarkan saya zaman kecil. Sering dipanggil ikan louhan karena jidat saya super jenong. Awalnya saya marah, tapi bisa mengerti karena katanya jidat jenong itu tanda orang pintar. Amiin..
Alhamdulillah sekarang masih jenong dan tetap mempertahankan kejenongan walaupun nggak segede itu.
#hutangnuliswajibdibayar #30hbc1826

Mirip nggak? Ini bukan topeng. Ini adalah masker. Masker milik satu orang yang akhirnya jadi masker sejuta umat. Treatment yang dilakukan 1-2 x per bulan. Makenya harus barengan karena biar bisa nebeng dimaskerin sama yang punya masker. Lumayan maskernya bisa buat muka sedikit oke didepan stakeholder.

@30haribercerita #hutangnuliswajibdibayar @301827

BERGERAK, tema @30haribercerita
4 hari lalu.

Bergerak secara fisik melibatkan otot-otot dan dan sel-sel yang menggerakkannya. Tapi bergerak juga dipengaruhi banyak hal. Misalnya perasaan diri sendiri, lingkungan sekitar dan orang-orang di lingkaran pertemanan. Seperti orang-orang ini, yang membuat saya terdorong untuk bergerak. Dari kak qade, tergerak untuk belajar desain dan guyon receh. Dari bunbun tergerak untuk belajar menganalisis situasi. Dari lita tergerak untuk belajar menertawakan masalah yang berat. Dari rani tergerak belajar make up dan menjadi calon istri. Dari ica tergerak untuk belajar merapikan barang-barang. Dari iyun tergerak belajar meningkatkan work standard. Dari bima tergerak belajar makan banyak 😊

#30hbc1828 #hutangnuliswajibdibayar

Kardus

Kardus bisa jadi sampah kalau tidak dipergunakan dengan baik dan cuma teronggok di pojokan.
Kardus bisa jadi barang-barang unik dan bernilai seni kalau dimanfaatkan dengan kreatif. Kayak yang biasa dilakukan kreator kerajinan tangan, pengrajin kardus @dian_novalita dan @icannssa.
Kalau dirumahku kardus bisa jadi mainan abinaya. Si keponakan yang super gembul. Abi suka banget masuk dalam kardus lalu didorong-dorong. Berasa mobil-mobilan mungkin πŸ˜‚ dia sedih kalo yang dorong kardusnya berhenti.
@30haribercerita #30hbc1829 #hutangnuliswajibdibayar

30.1.2018

Saya akan bercerita tentang titik, seperti apa yang menjadi tema @30haribercerita kemarin. Dulu saya selalu ingin punya saudara yang bukan orang Jawa. Bukan bermaksud rasis, cuma saya pernah agak bosan dengan saudara saya yang semuanya keturunan orang Jawa. Saya juga ingin punya saudara orang sumatera, kalimantan, sulawesi, papua, nusa tenggara. Saya ingin sekali kemana pun pulau yang saya tuju ada saudara yang bisa saya kunjungi disana.
Alhamdulillah, saat ini saya bisa membuat tanda titik di setiap pulau di gambar peta indonesia. Titik yang menandakan tempat saudara-saudara baru saya. Saudara yang saya rindukan dan akan bisa saya kunjungi suatu hari. Sepulang indonesia mengajar, akhirnya saya bisa punya saudara di titik-titik tempat yang ada di peta pulau sumatera, kepulauan riau, kalimantan, sulawesi, nusa tenggara, dan pap :)
#hutangnuliswajibdibayar #30hbc1830

31.1.2018

Karena hari ini baru datang ke pameran universitas di salah satu hotel di jogja, tiba-tiba jadi ingin posting foto kak ya. Foto ini diambil sehari sebelum meninggalkan aceh utara. Kita berfoto waktu kak ya wisuda s1. Namanya kak maryati tapi lebih sering dipanggil kak ya. Dia adalah kakak angkat di desa. Orangnya super lucu dan jahil. Kak ya baru wisuda walaupun sudah lulus s1 dari tahun 2014. Karena lihat pameran universitas tadi jadi ingat kak ya yang juga ingin sekolah lagi. Ayo kak kita sekolah lagi, ayo kak perdalam ilmu kita terus balik ke daerah supaya bisa makin maju daerahnya. Semangat.

Beauty

Sepakat banget bahwa kecantikan itu nggak melulu harus punya muka yang rupawan. Kecantikan itu lebih holistik yaitu kecantikan pikiran, hati, dan jiwa. Kalo mukanya cantik tapi hatinya kejam, hayo, siapa mau jadi temennya? Temennya setan. Kalo mukanya cantik tapi pikirannya buruk sangka terus, dengki sama orang, dan selalu ingin menyingkirkan orang lain, malesin banget orang yang kayak gini.

Jadi cantik itu memang harus dilatih juga. Melatih diri selalu berpikir positif, memandang satu hal dari berbagai sisi supaya bisa lebih objektif, dan banyak membaca biar wawasannya luas.
Melatih diri juga untuk punya hati yang sabar dan ikhlas (ini pe-er banget sih, ilmu tingkat dewa yang harus selalu dilatih setiap saat), terus juga selalu bersyukur (jangan keseringan membandingkan diri dengan orang lain karena pencapaian dan usaha orang beda-beda).
Melatih diri juga untuk punya jiwa yang bersih, nggak mudah dengki sama orang.
Mari kita berlatih untuk jadi cantik yang sesungguhnya, cantik yang holistik, cantik luar dan dalam.

@30haribercerita #pmsukamenulis #30hbc1823 #hutangnuliswajibdibayar *Gambar lupa ngambil dimana 😌 mohon maap buat yang gambarnya saya ambil πŸ‘΅πŸ™

#30hbc18hoax

Bicara tentang hoaks, saya jadi ingat ekspektasi saya sebelum dan sesudah pergi ke Aceh Utara. Waktu pertama dikasih tahu bahwa saya akan ditugaskan di Aceh Utara, khususnya di kecamatan Nisam Antara, desa Alue Papeun, saya was-was dan takut (ketika saya googling yang keluar adalah berita konflik dan pembunuhan). Pertanyaan orang-orang di sekitar saya juga menambah gentar pada waktu itu. Ada yang bilang, "kamu yakin mau ke aceh utara, orang Aceh kan nggak suka orang Jawa". Ada juga yang bilang,"Aceh nggak aman, ada g**, nanti kamu kenapa-kenapa".
Dan saya tetap berangkat.
Dari cerita warga selama disana saya jadi tahu bahwa dulu konflik dan kontak senjata antara G** dan TNI memang berlokasi disana, bahkan sekolah tempat saya bertugas sempat ditutup dan lapangan sebelah sekolah saya jadi tempat mengumpulkan mayat pada saat itu. Dari cerita orangtua asuh saya di desa pula, saya dengar bahwa dulu orang Jawa banyak diburu dan orang Aceh kurang terbuka dengan pendatang.
Tapi itu dulu, dulu sekali. Sekarang yang bilang kalau Aceh nggak aman itu adalah HOAKS. Saya berani bilang, SEKARANG ACEH AMAN, SEKARANG ACEH TERBUKA UNTUK SIAPA SAJA. Buktinya, di daerah yang jadi sarang konflik saja, saya diterima dengan baik oleh warganya, dianggap seperti anak sendiri, ditangisi ketika pulang, dan selalu diharapkan kembali. Jadi jangan takut ke Aceh, karena Aceh Aman 😊

@30haribercerita #pmsukamenulis #30hbc1824 #hutangnuliswajibdibayar

25.01.18
SELAMAT HARI GIZI NASIONAL ke-58 πŸ™‚

Jadi, di hari jadinya yang ke58 tahun ini kira-kira apa ya yang masih jadi tantangan gizi di Indonesia? Ternyata setelah saya baca-baca sedikit, ada data dari hasil Pemantauan Status Gizi 2016(data terupdate yang saya temukan) yang dilakukan Kemenkes, hasilnya masih ada 3,4% balita gizi buruk dan 14,4% balita gizi kurang. Kalau di indikatornya WHO, Indonesia masuk dalam kategori sedang. Terus yang bikin lebih khawatir lagi masih ada 19% balita pendek dan 8,5% balita sangat pendek (stunting/kerdil). Untuk indikator yang ini, di WHO masuk kategori kronis. Kelihatannya angkanya sedikit ya, tapi angka itu signifikan banget.
Kalau melihat di kota, memang sudah jarang anak/balita gizi kurang-gizi buruk-stunted, masih ada sih tapi sedikit jumlahnya. Tapi di daerah pinggiran atau pelosok (nggak cuma di luar jawa, di pelosok jawa juga) kasus kayak gini masih banyak. Saya jadi ingat murid-murid saya yang sudah SD kelas 5 tapi tingginya masih sama dengan adeknya yang TK. Memang nggak semua seperti itu, tapi banyak, banyak sekali. Itu yang sudah sekolah, yang masih bayi dan balita pun ada saja yang panjang badannya kurang dari usianya.
Kemenkes, instansi kesehatan, dan petugas kesehatan selalu punya program untuk mengatasi hal ini. Memang, walaupun coba ditangani, kasusnya tetap banyak. Untuk itu perlu tindakan juga dari orang non kesehatan. Kata siapa masalah kesehatan cuma bisa diselesaikan oleh tenaga kesehatan? Semua orang bisa kok walaupun kontribusinya kecil tapi kalau coba dilakukan inshaaAllah ada manfaatnya. Contohnya gini,
1. Mengedukasi sodara, tetangga, temannya yang lagi hamil/menyusui untuk mengonsumsi makanan sehat dan sesuai kebutuhannya (karena permasalahan gizi kurang-gizi buruk-stunted bisa diminimalisir sejak kehamilan).
2. Mendampingi dan mendukung sodara, tetangga, temannya yang lagi hamil untuk mencukupi kebutuhan asupannya (kalau ada bumil yang morning sickness dan nggak mau makan, dibantu supaya bisa makan, dihibur, dibuatin makanan).
3. Kasih tahu sodaranya, temennya, tetangganya yang punya bayi/balita untuk rajin ikut posyandu.

@30haribercerita #pmsukamenulis #30hbc1825

ARMAN

Namanya Arman (diucapkan dengan huruf R dibaca L). Kelas dua SD. Saya ketemu dia cuma sebentar tapi jadi ingin punya anak laki-laki.
Pada saat itu ada sebuah acara literasi yang mendatangkan mobil keliling perpustakaan daerah ke sebuah kecamatan yang agak jauh dari pusat kota. Arman datang kesana sendirian. Padahal rumahnya cukup jauh dari lokasi. Sampai di lokasi, Arman kelihatan bingung dan pas ditanya memang dia bingung karena nggak punya teman yang dia kenal. Semua anak yang ada disana datang bersama teman-teman satu sekolahnya, atau bersama gurunya, atau bersama orangtuanya. Arman yang bingung diarahkan oleh panitia untuk duduk di tempat yang kosong. Karena melihatnya sendirian, saya menawarkan diri menemaninya. Saya menawarkan diri menemani dia memilih dan meminjam buku di mobil perpusda. Ternyata si Arman mau.
Arman tidak banyak bicara, tapi kami sama sama nyaman berteman satu sama lain. Kami membaca bersisian. Dan saya mendengar dia membaca sambil bersuara. Rupanya dia memang sudah pandai membaca dan sepanjang acara dia sudah menghabiskan 3-4 buku bacaan.
Di tengah acara ada sesi dongeng yang ditampilkan anak-anak dari beberapa SD setempat. Arman terlihat masih asyik dengan bukunya, tapi ternyata dia menyimak dongeng dengan baik. Ketika di akhir dongeng, MC menawarkan siapa yang mau maju ke panggung untuk menceritakan pesan moral dari dongeng, si Arman angkat tangan lalu dengan PDnya maju ke depan. Ada beberapa anak yang maju ke depan dan Arman yang paling kecil. Ketika ditanya oleh MC, Arman bisa memberikan insight yang sangat berbeda dari anak-anak yang lain. Hari itu saya terkesan dengan Arman, anak kelas dua SD yang super cool, pemberani dan charming. ❀❀❀ @30haribercerita #pmsukamenulis #30hbc1822 #hutangnuliswajibdibayar

Minggu pagi ini aku bangun di antara tumpukan batang padi. Aku melek sedikit sambil melihat sekitar. Masih setengah sadar sambil mengumpulkan nyawa. Aku berpikir sejenak dan mengingat-ingat apa yang terjadi padaku sebelum tidur. Kok aku bisa tidur diatas tumpukan batang padi? Setelah sadar sedikit, aku mulai ingat. Kemarin aku melihat ondel-ondel di pinggir jalan. Melihatnya dari punggung si ondel-ondel. Aku senang karena belum pernah lihat ondel-ondel. Waktu ondel-ondelnya balik badan ternyata mukanya berdarah-darah. Langsung aku kaget dan tanpa aba-aba lari sekencang-kencangnya. Ku takut dikejar si ondel-ondel. Aku lari tak tahu arah yang penting lari. Aku capek lalu sandaran sambil memeluk tiang listrik. Sepertinya si ondel-ondel tidak mengejar aku lagi. Yasudah aku jalan lagi. Tapi aku tidak tahu ada dimana. Yang aku lihat hanya hamparan sawah hijau membentang luas sekali. Aku berpikir sepertinya enak berbaring diatas hamparan sawah yang seperti kasur empuk warna hijau. Aku pejamkan mata dan siap berbaring diatas kasur empuk berwarna hijau. Aku terlena dan sebelum jatuh terlelap semakin dalam ku pikir tidurku akan sempurna asalkan diiringi musik dangdut~~~ @30haribercerita #pmsukamenulis #30hbc1821 #30hbc18mengarang
#hutangnuliswajibdibayar

Most Popular Instagram Hashtags