majulah_indonesiakuu majulah_indonesiakuu

2602 posts   26814 followers   302 followings

NKRI 🇲🇨  Bhineka tunggal ika Pancasila dukung pemerintah yg bersih & kerja nyata☕

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. SBY bersalaman dan cipika-cipiki dengan Prabowo, diikuti dengan Agus Yudhoyono.
Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (27/7/2017), SBY mengenakan kemeja berwarna biru polos. Begitu tiba di pendopo, ia langsung bersalaman dengan Prabowo. SBY juga sempat memegang bahu Prabowo. Nuansa keakraban keduanya terlihat dalam pertemuan yang digelar malam ini.

Sama halnya dengan SBY, Agus juga bersalaman dan cipika-cipiki dengan Prabowo. Agus mengenakan kemeja batik berwarna biru. SBY, Agus dan Prabowo berjalan bersama menuju kursi yang telah disediakan.
Begitu duduk, SBY dan Prabowo yang mengenakan kemeja batik warna cokelat akrab berbincang bersama.
Sebelumnya, sejumlah elite PD telah hadir terlebih dahulu di kediaman SBY. Mereka adalag Sekjen PD Hinca Panjaitan, Waketum PD Syarief Hasan dan Waktetum PD Roy Suryo.
Ada juga Wasekjen PD Rico Rustombi, Wasekjen PD Rachland Nashidik dan Wabendum PD Djoko Udjianto. Rico menyebut SBY dan Prabowo akan membahas soal UU Pemilu. "Salah satunya itu," kata Rico.

Salah satu poin penting dalam UU Pemilu yang baru saja disahkan adalah presidential threshold 20%. Dengan demikian, parpol-parpol harus berkoalisi untuk Pilpres 2019. #MenteriSusi#Nahdlatululama#bubarkandpr#nkrihargamati#freeahok#tolakhakangket#tetapahok#terimakasihjokowi#indonesia#temanahokseindonesia#badja#savenkri#savekpk#bhinekatunggalika#pancasila#ridwankamil#jokowidodo#jakarta#bandung#kamiahok#jokowers#djarot#ahok#ahokers#pendukungahok#temanahok#jokowi#ahoklovers#indonesia#banser#jokowilovers

selingan..

Jakarta -
Rencana pertemuan SBY dan Prabowo Subianto nanti malam dilihat sebagai fenomena yang menarik. Jika benar terjadi, koalisi SBY dan Prabowo menuju Pilpres 2019 akan melahirkan kekuatan besar. "Saya melihat pertemuan SBY dan Prabowo ini satu pembukaan yang akan memunculkan perkubuan politik yang hanya bisa diimbangi kombinasi Megawati dan Jokowi, puncaknya adalah 2019. Jika Jokowi terpilih kembali tentu pemerintahan akan diteruskan, jika Prabowo bisa mengalahkan tentu yang di luar pemerintahan saat ini yang akan meneruskan," kata founder Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, kepada wartawan, Kamis (27/7/2017). Denny lantas mengungkap peta politik nasional saat ini. Ia menyebut ada empat pusaran kekuatan politik yang kuat. "Jadi memang kalau kita lihat dari sisi pusat kekuatan politik sebenarnya di Indonesia ada empat saja yang benar-benar punya pengaruh yang besar," kata Denny. "Pertama Jokowi karena dia adalah presiden jadi semua gerak-gerak dia itu kuat, kedua Megawati dia pemimpin partai terbesar saat ini, ketiga Pak SBY karena dia mantan presiden 10 tahun dan jaringannya masih kuat, dia juga ketua umum partai. Keempatnya Prabowo yang sekarang ini dari segi elektabilitas partainya kedua terbesar dan dia pun juga calon presiden terkuat kedua setelah Jokowi," ungkap Denny.

Nah jika keempat kekuatan besar ini bergerak dan bermanuver maka akan besar efeknya di Pemilu 2019 mendatang. "Nampak sekarang dua-dua, Mega-Jokowi satu kubu dan Prabowo-SBY ada di kubu lainnya. Jika ini terjadi maka Indonesia akan kembali terpolarisasi menjadi dua kubu. Kubu Mega-Jokowi yang akan mencapreskan Jokowi begitu juga Prabowo mungkin akan muncul kembali," pungkasnya. #MenteriSusi#Nahdlatululama#bubarkandpr#nkrihargamati#freeahok#tolakhakangket#tetapahok#terimakasihjokowi#indonesia#temanahokseindonesia#badja#savenkri#savekpk#bhinekatunggalika#pancasila#ridwankamil#jokowidodo#jakarta#bandung#kamiahok#jokowers#djarot#ahok#ahokers#pendukungahok#temanahok#jokowi#ahoklovers#indonesia#banser#jokowilovers

😱😂 Jakarta - Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat kaget mendengar ada sebuah Bus TransJakarta dicuri dari pool bus PT Mayasari Bhakti, Jakarta Timur. Ia heran karena bus besar tersebut bisa dibawa kabur hingga ke Pekalongan. "Iya saya dapat informasi itu katanya punya Mayasari Bhakti katanya yang nyuri, hebat itu nekat banget itu nyuri. Nggak tanggung-tanggung itu nyuri-nya Bus Mayasari Bhakti loh bus TransJakarta ya," ujar Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017). Menurutnya, pencurian ini pasti ulah orang dalam TransJakarta. Dia juga mengatakan ada kemungkinan si pencuri memiliki tujuan tertentu.

Baca juga: Ini Penjelasan TransJakarta Terkait Bus Operator yang Dicuri "Oh itu pasti orang dalam kalau begitu itu, ini dicuri atau dipinjem, ini persoalannya," katanya. "Misal dipinjem untuk disewa kek apa begitu ya sehingga ketangkap di sana," imbuhnya.

Meski belum mendapat laporan terkini terkait kasus tersebut dari pihak TransJakarta, Djarot kembali mempertanyakan alasan pencurian bus TransJakarta ini. Mencuri bus, lanjutnya, sudah tentu pasti akan ketahuan.

Baca juga: Sopir Bus Transjakarta Ternyata Masih Jalani Skorsing "Saya belum dapat laporan ya tapi itu nekat banget ya nyuri bus itu kan pasti ketahuan dong gimana sih," tambahnya.

Bus TransJakarta sebelumnya diamankan di jalur Pantura. Ternyata bus tersebut dicuri dari pool bus PT Mayasari Bhakti, Jakarta Timur.
Bus tersebut dikemudikan seorang sopir berinisial SS, yang telah diamankan petugas. SS diamankan setelah tidak membayar pengisian bahan bakar di SPBU Bondansari, Pekalongan. #MenteriSusi#Nahdlatululama#bubarkandpr#nkrihargamati#freeahok#tolakhakangket#tetapahok#terimakasihjokowi#indonesia#temanahokseindonesia#badja#savenkri#savekpk#bhinekatunggalika#pancasila#ridwankamil#jokowidodo#jakarta#bandung#kamiahok#jokowers#djarot#ahok#ahokers#pendukungahok#temanahok#jokowi#ahoklovers#indonesia#banser#jokowilovers

VIVA.co.id – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) dan beberapa ormas di Indonesia berencana melakukan aksi gerakan massa pada Jumat 28 Juli 2017 atau disebut aksi 287. Aksi ini bertujuan menuntut pemerintah mencabut Perppu Nomor 2 Tahun 2017 terkait ormas.
Tim Kuasa Hukum GNPF MUI. Kapitra Ampera mengatakan, dalam aksi tersebut, peserta aksi akan melakukan longmarch dari Masjid Istiqlal hingga ke Istana Presiden.
"Aksi nanti dimulai dengan Salat Jumat berjamaah di Istiqlal. Setelah itu, usai ibadah Salat Jumat, peserta akan melakukan longmarch ke Istana," kata Kapitra saat dikonfirmasi VIVA.co.id, Minggu 23 Juli 2017.
Kapitra mengatakan, saat tiba di Istana Presiden, peserta aksi akan melakukan sejumlah orasi untuk menuntut pemerintah mencabut Perppu Ormas. Selain itu, terkait keputusan pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) juga akan diperjuangkan dalam aksi ini.
"Selain itu, nanti ada membuat petisi-petisi untuk pemerintah agar mencabut perppu terkait ormas," ujarnya
Menurut dia, penerbitan Perppu Ormas bukanlah hal yang tepat. Karena jika wewenang memutuskan suatu ormas melanggar atau tidak, itu berada di tangan pengadilan.
"Tetap harus ada pihak ketiga yang memutuskan, dalam hal ini yudikatif. Pengadilan yang berhak memutuskan. Kalau pemerintah bisa mengeksekusi sendiri, ini tidaklah fair. Karena akan ada faktor like or dislike," ujarnya.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa ada aksi 287 yang akan digelar pada Jumat, 28 Juli 2017. Dalam pesan bergambar yang beredar di kalangan wartawan, aksi tersebut mengatasnamakan Presidium Alumni Gerakan 212.
Di gambar tersebut tertulis "Jihad konstitusional, stop pembungkaman ormas, cabut Perppu pembubaran ormas".
"Salat Jumat di Istiqlal lalu longmarch Istiqlal-Istana. Aksi wajib tertib, damai, dan berakhlaqul karimah. Serta patuh komando ulama," demikian tulisan dalam pesan bergambar tersebut.

Most Popular Instagram Hashtags