kyfanfiction kyfanfiction

106 posts   2,368 followers   32 followings

  Masih bolehkah aku bermimpi? #haluberfaedah

99. "Knp? Rizky ya?" tanya Nichol sambil mengunyah kue dimulutnya.
Syifa mengangguk tp masih fokus ke hpnya.
"Dia marah?"
Syifa menggeleng
"Trus?"
Lagi2 Syifa ga jwb.
"Syif, km ga makan?" tanya Nindy yg tbtb menghampiri mereka lagi.
"Eh Iya Nin, makasih. Nanti aku makan"
"Mau aku ambilin?" sahut Nichol.
"Gak usah. Nanti aku ambil sendiri kok" "Yaudah gih, keburu abis loh"
"Iya Nin"
Syifa, Nichol dan Nindy makan dimeja yg sama. Sambil berbincang ttg masa lalu mereka semasa SMA. Mereka bertiga memang begitu dekat. Bahkan Nichol selalu curhat ke Nindy ttg Syifa waktu itu. Hanya saja, cintanya bertepuk sebelah tangan. Tapi Nichol sosok cowok yg kuat. Ga gampang nyerah dan sedikit cuek memang. Walaupun kini Syifa sudah bersama Rizky, dia tetap ingin berhubungan baik. Nindy pun pernah menyimpan rasa pada Nichol, tapi saat tau kalau dia suka dgn Syifa. Dia pendam perasaan itu dalam2. Dan sekarang, Nindy sudah punya calon tunangan.
"Eh iya Nin, km mau nikah?" tanya Syifa.
"Belum, tunangan dulu Syif. InsyaAllah pas udah lulus kuliah nanti,baru aku nikah"
"Waah, selamat ya. Semoga lancar sampai hari H. Aku doain biar cepet lulus jg ya"
"Aamiiin, makasih Syifa. Ohiya, km gmn? Udah ada calonnya belum?" ledek Nindy.
"Calon? Masih jauh Nin. Kuliah aja belum selesai"
"Tapi pacar punya kan?"
Syifa tersenyum malu.
"Kenalin dong sama aku"
"Iya nanti aku kenalin"
"Ketemu dmn? Aussie? Bule dong?"
"Iya, tapi dia org Indo jg. Bukan bule"
"Oohh kirain bule"
"Emang kita ga temenan ya di IG?"
"Enggak. Aku udh lama ga main sosmed"
"Ohh pantes"
Nichol yg mendengar kedua cewek ini ngobrol ttg pacar Syifa, dia hanya diam walau hatinya berantakan seperti puzzle yg belum selesai.
Syifa mengecek hpnya, setelah vcall tadi Rizky sama sekali gak ngechat/telpon. Dia khawatir Rizky marah. Dan ini udah jam stgh 10 malam. Nindy melihat Syifa yg gelisah akhirnya bertanya "Kenapa Syif?" "Nggak Nin. Gpp" Syifa masih saja dgn sifatnya yg tertutup. Gamau orang lain tau apa yg sedang ia rasakan skrg.
"Kenapa Syif?" kali ini Nichol.
"Nic, km masih lama ga disini? Aku balik duluan deh ya"
"Loh, knp? Yaudah aku anter yuk"
"Iya Syif, lagian udah malem. Bahaya km plg sendirian"
Syifa mengiyakan.
#kyfanfiction

98. Gak lama kemudian dia langsung videocall Syifa. Rizky berfikir pasti Syifa sedang bersama Nichol. Karena dia tau, Nichol adalah teman SMAnya.
"Loh, ngapain videocall?"
Diangkatlah vidcall Rizky. Walaupun suaranya tidak terdengar karena Syifa ga bawa headset. Dan situasi di cafe sangat ramai dengan suara music yg kencang.
"Kenapa videocall? Ga kedengeran suaranya" ucap Syifa.
"Aku ingin liat wajah kamu"
"Apa?"
"Aku kangen ingin lihat senyum kamu"
"Hah? Kamu ngomong apa?" Syifa sedikit meninggikan suaranya. Dan walaupun sudah coba mendengar tepat di depan telinganya, tetap samar.
"Hey Syif. Udah makan?" tanya Nichol yg menghampiri Syifa dengan sepiring kue kecil yg dia ambil sangat banyak.
"Eh hmm.. Iya nanti" jawab Syifa pada Nichol.
"Siapa?" Rizky bertanya. Namun tetap saja tak akan terdengar. Videocall terputus karena signal yg tak mendukung.
***
"Aduh, bad signal lagi. Sialan" gerutu Rizky. Padahal dia mau lihat Syifa lagi sama siapa. Ada Nichol atau tidak.
Pengumuman pintu pesawat tujuan jakarta sudah dibuka terdengar jelas di lobby bandara. Rizky, Ali, Arief dan Megan bergegas menuju pesawat yg akan mereka tumpangi. Awalnya Rizky senang bahwa ia akan pulang ke Jakarta. Tapi sekarang malah gelisah.
"Kenapa kak?" Megan yg duduk disebelahnya ngerasa aneh dengan sikap Rizky.
"Gapapa"
"Yakin gpp? Gelisah amat kyknya. Perasaan tadi seneng2 aja pas mau pulang. Habis videocall lgsg gegana gitu haha" ledek Megan.
"Apaaasih Megan? Nggak" helak Rizky.
"Gamau cerita? Jarang2 loh aku mau denger cerita kk"
Rizky melirik Megan.
"Aku tuh khawatir aja, Syifa lagi di acara reuni SMAnya"
"Khawatir sama Syifa atau pgn tau Syifa lagi sama siapa?"
"Tuhkan percuma aku cerita sama kamu juga. Diledekin mulu"
"Hahha pasti khawatir Syifa lagi sama Nichol?"
"Ya... Gitu"
"Ada yg cemburu nih ceritanya?"
"Cemburu?"
"Yaa abisnya, jarang2 gitu seorang Rizky yg pendiam, cool abis, ternyata sampe segitu protektifnya sama cewek. Kyknya sejak awal aku kenal ga gitu bgt deh haha"
Jadi, takut Syifa berpindah ke lain hati gitu?"
Rizky hanya mengangkat kedua bahunya.
"Syifa gaakan ngecewain kk kok. Tenang aja" ucap Megan. Dia berusaha nenangin Rizky untuk tetap percaya pada Syifa.
#kyfanfiction

98. "Nindy? Aaahh i miss you so much beb" Syifa langsung memeluknya erat. "I miss you too Syifa. Kapan balik ke Jakarta?"
"Baru semalam Nin"
"Ohh. Sorry nih gue ga ngabarin lo kalo ada acara reuni. Soalnya ga punya kontak lo setelah hp gue ilang" jelas Nindy yg merupakan salah satu panitia di acara malam ini.
"Iya gpp. Yg penting kan skrg gue dateng"
"Oiya.. Kok tumben kalian dateng berdua?"
"Yaialah. Kan gue yg ngajak, masa iya ngebiarin dia dtg sendiri" sahut Nichol.
Tatapan Nindy terlihat sedang meledek Nichol. "Hmm.. I know i know"
"Eh iya, silakan itu dicobain hidangannya" kata Nindy mempersilakan keduanya untuk makan yg disediakan seperti prasmanan.
"Pengantennya mana nih?" ledek Nichol.
"Ih apasih. Ngeledek lu ya?"
"Kamu mau nikah Nin?" tanya Syifa penasaran.
"Iya Syif, InshaAllah tahun ini"
"Waah.. Aamiin semoga lancar ya sampe hari H"
"Makasih Syif. Kamu gimana? Udah ada calonnya belum?"
Disaat Syifa dan Nindy sedang berbincang. Nichol melipir ke stand minuman.
"Bismillah. Doain aja ya Nin"
"Itu yg bareng sama lo?" ledek Nindy sambil menunjuk ke arah Nichol yg berjalan ke arah mereka membawa 2 gelas minuman.
"Apasih, enggak Nin. Jgn ngeledek deh" jwb Syifa santai.
"Nih Syif" Nichol memberi segelas minuman yg ada ditangannya.
"Thank you Nic"
"Btw, gue kesana dulu ya mau ngurus acara puncaknya"
"Ohh oke Nin"
"Have fun ya kalian berdua"
Nindy meninggalkan Syifa dan Nichol ke dekat panggung acara. Disitu Syifa saling bersilaturahmi dengan teman2 yg lain. Dan dia baru sadar kalo hari ini dia baru videocall sama Rizky cuma pagi tadi. Dia mengambil hp di tasnya, lalu melihat ada 15 panggilan tak terjawab.
"Ya ampun aku lupa"
Syifa buru2 tlp Rizky di area cafe yg tidak terlalu bising.
"Halo kak, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Maaf ya aku..."
"Iya gpp" Rizky memotong kalimat Syifa.
"Marah ya?"
"Nggak kok"
"Bener?"
"Iya. Yg penting kan skrg km kasih kabar"
"Alhamdulillah"
"Kenapa?"
"Aku pikir kk marah"
"Kamu lagi dimana? Rame banget kyknya"
"Lagi di cafe kak. Acara reuni SMA. Oiya maaf ya aku baru ngasih tau"
"Oh.. Gpp. Eh Syifa matiin dulu ya"
"Kenapa?"
Telepon terputus.
.
#kyfanfiction

97. Gak lama, Syifa keluar kamar dan bersama Mama menemui Nichol di ruang tamu. Dia sudah siap dengan pakaian simple dan sling bag untuk tambahannya.
"Yuk" katanya. Nichol mengangguk.
"Yaudah Tante, kita pamit dulu ya"
"Iya jangan malam2 ya pulangnya"
Syifa dan Nichol mencium tangan mama untuk pamitan.
"Hati2 dek" ucap Mama lagi sebelum Nichol melaju motornya.
**
Diperjalanan, Syifa menaruh handphonenya dalam posisi silent di tas. Dia ga tau sama sekali kalo Rizky sudah menelponnya beberapa kali. Keheningan terjadi selama mereka dalam perjalanan. Gatau apa yg dipikirkan Syifa, namun dia terlihat kosong walau matanya melihat kondisi jalan di sekitar.
"Syif" panggil Nichol. Syifa ga merespon sama sekali.
"Syifa" panggilnya lagi.
"Eh iya"
"Kenapa?"
"Eng.. Nggak. Gpp"
"Pacar km ga marah kan kalo aku ngajak reuni sama temen SMA?" tanya Nichol to the point.
"Oh Ka Rizky? Iya gpp kok" jwbnya. Padahal sama sekali dia belum bilang ke Rizky kalo dia mau jalan bareng Nichol ke reuni SMA. Karena dia pikir, pasti Rizky akan melarangnya.
"Ohh kirain"
"Nggak kok"
Syifa mengiyakan ajakan Nichol, karena dia merasa ga enak kalo menolak. Apalagi untuk bertemu teman2 SMA yg sudah lama tidak bertemu. Ditambah lagi, sikap Nichol yg sangat baik kepadanya. Dia tidak mau Nichol merasa kalo Syifa menjauh karena dia sudah punya pacar dan memutus silaturahminya.
Sesampainya di Cafe JumboQ, sudah banyak teman2nya yg datang. Penampilan mereka sungguh terlihat berbeda dengan style waktu SMA. Indra yg dulunya cupu, sekarang terlihat lebih gagah saat masuk di akademi kepolisian. Kalau Rosi, auranya makin Cantik dengan hijab yg membalut kepalanya dan menjadi lebih Islami. Lalu Raisa, cewek yang paling kece di kelas. Sekarang makin terkenal sebagai selebgram dan vlogger di dunia maya. Disini semua menyatu dengan profesi masing2 dan yg juga sedang meraih kesuksesan mereka. Nindy teman dekat Syifa senyum2 sendiri saat melihat Syifa datang dengan Nichol. Karena dia tau, Nichol sudah suka dengan Syifa sejak SMA. Tapi Syifa tak menggubrisnya. Karena dia fokus dengan sekolah. Dan sekarang, mereka berdua datang ke acara reuni berdua!
"Syifa?" sapa Nindy.
"Nindy? Ahh i miss you so much beb"
#kyfanfiction

96. "Jadi gini Syif, aku kan punya toko online namanya 8wood, usaha pakaian wanita. Baru awal sih, tapi udah lumayan banyak produk2nya. Jadi aku pengen cari inspirasi lagi gitu. Yang aku denger kamu bisa ngedesign juga kan? Aku juga pernah liat karya kamu dari mama. Kira2 mau ga kita kerja sama buat bikin produk 8wood makin banyak dan bagus2?"
"Hmm.. Boleh kak. Kapan?"
"Sebisanya kamu. Aku juga udh ijin sama mama dan beliau bilang boleh. Aku tunggu di kantor 8wood ya. Mama udah ada kontak aku kok"
"Okedeh kak. Nanti aku kabarin lagi"
"Bener ya? Aku berharap banget nih kamu bisa kerjasama sama team aku"
"Iya kak"
"Yaudah aku balik ke kantor dulu ya"
"Kok buru2 banget? Aku masih mau main tau sama.. Siapa namanya kak?" tanya Syifa seraya mengelus lembut pipi anak ka Alice sambil tersenyum gemas.
"Tuh kk Syifa tanya tuh. Nama aku Alita, kaka Syifa" ka Alice menggerak2an tangan mungil Alita, lalu melanjutkan "Oh iya, masih ada yg harus diurus lagi soalnya dikantor"
"Oh gitu, yaudah diminum dulu kak minumnya"
"Iya lupa. Hehe"
Ka Alice dan mas Darto meminum air sirup yg sudah disuguhkan mama. Lalu mereka pamit setelah berbincang soal kerjasamanya tadi.
***
Nichol sampai di depan pintu gerbang dengan motor merahnya yg besar. Dia turun dari motor dan memanggil Syifa dari depan pagar yg dikunci.
"Assalamualaikum, Syifa"
Belum ada respon dari dalam. Dia panggil lagi untuk yg kedua kalinya.
"Assalamualaikum"
Dia baru sadar kalo ada bel didekat pagar itu.
"Oh ada belnya ternyata" Nichol pencet bel itu sekali. Lalu keluarlah seorang wanita cantik berhijab, mama syifa. Mama berjalan ke arah pagar untuk membuka gemboknya. Lalu ia mempersilahkan Nichol masuk dan memarkirkan motornya didalam. "Assalamualaikum Tante" ucap Nichol sekaligus mencium tangan Mama Syifa.
"Waalaikumsalam. Cari Syifa?"
"Iya Tante"
"Oh.. Temen SMAnya ya?"
"Iya tan, mau ngajak Syifa reuni sama temen2 yg lain"
"Ohh.. Syifanya lagi siap2 sebentar. Duduk dulu sini di dalam" Mama menyambut Nichol dengan sangat ramah.
"Makasih Tante"
Nichol duduk di ruang tamu. Sedangkan Mama sepertinya memanggil Syifa karena Nichol sudah sampai untuk menjemputnya.
#kyfanfiction
#haluberdfaedah

95. Belum ada seorangpun yang pulang terkecuali mama dan syifa. Bang Randi masih bersama teman2nya di cafe A setelah dari museum.
Syifa terbaring di kasurnya sambil bermain handphone. Dia membuat boomerang di snapgram yg menunjukkan wajah 'bored' dengan tambahan location. Gak lama, ada balasan untuk snapgramnya. Ternyata dari Nichol!
"Dijakarta juga?" tanya Nichol.
"Iya" balas Syifa singkat.
"Dari kapan?"
"Baru semalam"
"Oh.. Malam ini ikut ke reuni SMA gak?"
"Hah? Reuni? Kok gaada yg kasih kabar?"
"Gaada yg punya kontak km mungkin. Aku juga baru dikasih tau"
"Dimana?"
"Cafe JumboQ"
DM Nichol terakhir hanya di read oleh Syifa. Dia bingung, mau ikut atau nggak. Karena gaada balesan, Nichol chat Syifa lagi.
"Gimana syif?"
"Yaudah oke" Akhirnya Syifa mengiyakan. Karena kapan lagi reuni sama temen SMA walaupun baru beberapa bulan pisah.
"Aku jemput ya, rumah km masih yg lama kan?"
"Iya masih"
"Oke, jam setengah 7 ya"
"Okay"
Syifa menaruh handphonenya di meja kecil dekat kasur. Lalu menarik gulingnya dan mendekapnya erat. Baru mau memejamkan matanya yg lelah, mama memanggil.
"Adek!"
"Iya ma?" Walaupun berat untuk mengangkat tubuhnya yg sudah dalam posisi enak. Dia paksakan untuk menghampiri mama.
"Knp ma?"
"Ada ka Alice tuh"
"Hah? Ka Alice? Serius?"
"Iya"
Syifa lgsg menuju ruang tamu. Dan dia mendapati ka Alice yg sedang duduk bersama seorang balita dan satu org cowok yg mengalungkan kamera di lehernya.
"Ka Alice!"
"Hi Syifa" Ka Alice bangun dari duduknya. Dia adalah seorang artis dan pengusaha muda. Syifa kenal dia waktu Syifa ditawarkan untuk ikut main dalam sebuah judul sinetron. Namun sayang Syifa menolak karena ingin fokus kuliah di Aussie.
"Halo Alita!" Syifa mencubit pelan pipi gembul anak dari ka Alice.
"Oiya kok kaka tau aku udh di jakarta?"
"Aku tau dari mama. Dia ngabarin dua hari sebelum kamu pulang"
"Oh emang ada perlu apa? Eh iya, duduk dulu silahkan"
Mereka semua duduk kembali di sofa coklat kesayangan mama.
"Um.. Kenalin dulu nih, ini Darto photographer di clothing line aku"
"Halo, Syifa" ucapnya seraya menjulurkan tangan dan menyunggingkan senyum manisnya.
"Darto" Mereka saling berjabat tangan.
#kyfanfiction
#haluberfaedah

94. Baik kak" Staff toko tsb mengambil sepatu itu dan membawanya ke area kasir. Syifa mengikuti langkahnya menuju kasir untuk membayar.
"Pake debit ya mba"
Syifa mengeluarkan kartu debit miliknya dari dompet.
Lalu matanya terfokus pada seorang cewek berambut pirang yg jg memilih sepatu yg sama dgnnya. Dia tertarik dgn wajahnya yg cantik. Terlihat seperti keturunan arab.
"Mba, ini barangnya" Staff toko mengagetkan Syifa yg masih memperhatikan cewek itu.
"Eh iya, makasih banyak mba"
***
"Dil, wallpaper lo gambar siapa tuh?"
"Eh, apaan sih kepo deeh"
"Pacar yaa?"
"Belom"
"Namanya siapa? Anak mana? Kenalin kali"
"Rizky namanya. Kuliah di aussie dia"
"Wih di aussie? Coba liat"
"Nih"
"Yoi.. Kayak blasteran arab gitu ya?"
Syifa mendengar percakapan dua orang cewek disebelahnya yg juga sedang duduk di halte. Dia sedikit melirik ke layar hp cewek disampingnya, namun tidak terlihat jelas.
"Halo mas, saya di halte depan mall ya. Pake kerudung hitam" kata mama pada seseorang di telpon.
"Oh iyaiya.." Mata mama seperti mencari sesuatu. Lalu menggandeng tangan Syifa saat menemukan pencariannya.
***
Rizky duduk termangu memandang laut yg tak berujung. Di atas bebatuan ditemani hembusan angin yg membuat rambutnya tak karuan. Namun karismanya masih tetap sama, tak pudar sedikitpun.
"Gila ya, baru kali ini gue ngerasa gabisa jauh sama sekali sama cewek. Ditinggal baru semalem aja rasanya sekarang mau ketemu lagi. Sumpah, ini gue knp ya? Bener2 jatuh cinta? Masa sih? Gak biasanya gitu gue segalau ini, baru ga ketemu sehari. Syifaa.. Syifa" Rizky menunduk.
Dia merasa ada yg tidak beres dengan dirinya saat ini. Galau, mau vidcall syifa lagi tapi takut ganggu. Karena baru aja beberapa jam dia vidcall.
"Woy! Ky! Ngapa lu?"
Tanya Ali yg tbtb menepuk bahu Rizky dari belakang.
"Eh li, udah selesai? Mau balik?"
"Etdah.. Buru2 banget balik. Baru nyampe cuy. Noh liat arief lagi asyik beduaan sama Megan. Biarin mereka pendekatan dulu lah"
Rizky melihat ke arah mereka.
"Kenapa sih?"
"Kangen gue."
"Ya samperin lah kerumahnya"
"Ga enak gue kalo ninggalin kalian"
"Nanti maksudnya pas pulang. Tar sore juga berangkat kok"
"Ya.. Iyasih"
"Sabar, tahan dulu kangennya" kata Ali.

93. "Belum pada pulang?"
"Gatau nih. Aku sih ikut yg lain aja gimana"
"Maaf ya ga bisa nemenin"
"Iyaaa gpp. Oiya Syif udah dulu ya. Gatau nih Arief ngajakin kemana"
"Oke kak. Hati-hati yaa disana"
"Iya sayaang"
Syifa tersenyum.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Videocall terputus.
***
Kali ini mama ngajak anak perempuan satu2nya buat ngemall. Udah lama mereka gak jalan berdua. Biasanya selalu bareng papa atau sama abang. Tapi mereka lagi sibuk masing2. Dan sekarang mereka milih untuk naik taksi online karena mobil dibawa papa sama bang Anwar. Mama ngajak Syifa ke sebuah mall yg gak jauh dari rumah. Mereka berniat makan siang disana. Syifa selalu memilih untuk makan di restaurant jepang.
"Dek, gimana kuliahnya?"
"Alhamdulillah lancar ma"
"Masih suka ketemu Ilham?"
Syifa lgsg berhenti ngunyah dan agak malas untuk jawab pertanyaan mama. Dia cuma geleng kepala.
"Ohh.. Makanya sekarang fokus kuliah aja. Biar cepet jadi sarjana"
"Amiiin"
Selesai makan, mama ngajak Syifa ke toko sepatu sport. Mama tau kalo anaknya paling suka pakai sneakers. Matanya menerawang setiap sepatu yg terpajang di dinding toko.
"Dek, suka ini gak?" tanya mama sambil memperlihatkan sepatu yg mama pegang. Syifa menggeleng. Dia kembali melihat-lihat. Matanya tertuju pada sepatu putih berlogo ceklis. Dipegangnya sepatu itu lalu bertanya pada staff toko untuk mengambil ukurannya.
"Mba! Yg itu ada lagi gak?" tanya salah seorang wanita cantik berambut pirang.
"Nanti aku liat dulu ya kak" kata pegawai toko.
Beberapa menit kemudian staff toko membawa sepatu yg Syifa minta dan cewek tsb.
"Ma bagus gak?" tanya Syifa sambil melihat kakinya ke arah kaca besar.
"Bagus dek"
Tanpa menunggu lama, syifa meminta staff toko untuk membungkus sepatunya.
"Mba, yang ini aja. Gausah pake dus ya" ucapnya sambil melepas sepatu yg dipilihnya.
.
.
#kyfanfiction
#haluberfaedah

92. Paginya, bang Randi menyiapkan sarapan untuk Syifa. Sepiring pisang, strawberry, apel yang dipotong dadu dan tambahan greek yoghurt. Tidak lupa segelas air putih. Ditaruhnya piring dan gelas itu di atas meja samping kasur. Ini kebiasaan bang Randi kalo Syifa lagi ada dirumah.
"Wih, thank you abang!" seru Syifa.
"Sama-sama" Dia duduk disamping adiknya yg masih muka bantal itu. Sedangkan bang Randi sudah siap untuk pergi.
"Weeeh mau kemana udah rapi gitu pakai batik? Kondangan?"
Bang Randi melihat bajunya.
"Emang pakai batik cuma ke kondangan aja?"
"Yaa nggak sih, hehe"
"Abang tuh mau ke museum sama temen2 abang. Mau ikut?" ajak Bang Randi.
"Dadakan banget ngajakinnya." jawab Syifa yg lagi ngunyah apel dimulutnya.
"Yaa abisnya..." abang belum sempat meneruskan kalimatnya karena Syifa beralih pada hapenya yg berdering. Videocall dari Rizky. Syifa berniat menerima panggilan Rizky, tapi ada bang Randi disana.
"Siapa dek?" tanya bang Randi yg bingung ngeliat Syifa cuma menatap layar hpnya. Sontak Syifa menghalau bang Randi yg mau melihat hpnya.
"Eh? Ini..."
"Kok nggak diangkat?"
"Eh..."
"Randi! Ada temennya tuh" terdengar saru suara mama dari luar kamar.
"Bang, tuh udah disamper. Aku ga ikut deh" kata syifa. Dia sedikit lega karena dia ga perlu jawab pertanyaan bang Randi soal siapa yg nelpon.
"Yaudah, abang jalan dulu ya. Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Sebelum keluar kamar, bang Randi sempat mengelus rambut Syifa terlebih dahulu.
Syifa melihat layar hpnya lagi. Missed videocall. Dia coba ngechat Rizky. Dan baru baca pesan Rizky semalam.
"Oh iya, semalam kan aku niat videocall sama ka Rizky"
.
Syifa
Kak maaf. Semalem aku ketiduran

Rizky
Iya gpp

Syifa
Ga marah kan?

Rizky
Nggak

Syifa
Kok jawabnya singkat2?

Rizky
Habis km dihubungin susah bgt

Syifa
Tadi ada abang. Malu mau angkat

Rizky
Oh yaudah. Videocall yuk

Syifa
Okay "Assalamualaikum" ucap Rizky dari layar hp Syifa.
"Wa'alaikumsalam"
"Baru bangun tidur ya?"
"Iyaa tadi abis sholat subuh tidur lagi sebentar. Semalem capek banget"
"Ohh pantes aku vc ga diangkat"
"Yha.. Maaf. Kaka lagi dimana?"
"Aku masih di resort, kenapa?"
"Belum pada pulang?"
.
.
#kyfanfiction
#haluberfaedah
#maapinupdatenyalama

91. Setelah itu, Syifa merebahkan tubuhnya di kasur yang sudah lama ia tinggalkan. Kondisi kamarnya pun masih sama. Kasur beralaskan seprai warna biru seperti waktu dia pergi ke Aussie. Letak barangnya pun gaada yg berubah namun tetap bersih.
Matanya menerawang langit-langit kamar. Dia memikirkan tentang Rizky. Apa mama akan menerima Rizky jika dia mengenalkannya sebagai pacar? Karena waktu dengan Ilham saja, butuh waktu lama.
"Dek, udah tidur?" panggil abang dari depan pintu, membuyarkan lamunannya.
"Masuk aja bang ga dikunci"
Abang membuka pintu dan masuk ke dalam kamar. Dia duduk dipinggir kasur.
"Ngelamunin apa sih?"
"Hmm? Nggak"
"Cerita bisa kali"
Syifa sempat berfikir.
"Bang"
"Hmm?"
"Kira2 mama ngebolehin gak ya kalo aku pacaran lagi?"
"Yaa tergantung. Emang udah ada?"
Syifa bangun dan duduk menghadap bang Randi yg selalu siap dengerin curhatannya.
"Randi, ngapain disitu? biarin adeknya istirahat" ucap Mama yg tanpa diketahui udah ada di depan pintu.
Syifa melirik ke arah Mama. Dia takut Mama mendengar percakapan mereka barusan. Untung dia belum jawab.
"Eh Mama" Syifa nyengir.
"Istirahat dek. Abang ayo balik ke kamar!" suruh Mama dengan nada lembutnya.
"Iya ma.." Abang bangun dan meninggalkan Syifa di kamarnya.
Mama menutup pintu kamar syifa dan dia kembali tidur dikasur. Perlahan dia memejamkan matanya yg emang udah ngantuk. Gak lama kemudian dia tertidur.

Rizky
Syif udah sampe rumah?

Chat Rizky ga sempet Syifa baca.

Rizky
Syifaa
P
P

Karena gada balesan sama sekali. Akhirnya dia langsung videocall Syifa. Walaupun ga tau kalo Syifa udah tertidur pulas.
"Udah tidur kali ya? Orang lagi kangen juga. Hmm" gerutu Rizky sambil melihat layar hpnya. Dia gabisa tidur malam itu. Makanya dia keluar kamar untuk melihat sekeliling resort. Gatau kenapa pokoknya dia lagi gabut. Ga peduli udaranya dingin atau nggak.

Rizky
Miss you

Terakhir dia chat Syifa, gak lama kemudian dia tertidur di bangku teras dengan selimut yg dibawanya.
.
.
.
Selamat Berpuasa:)
#kyfanfiction
#haluberfaedah
#ngabuburitsambilngehalu

90. Syifa sampai di bandara soetta. Disambut oleh orang tua dan kedua abangnya, Randi dan Anwar. Terlihat wajah mama begitu senang melihat kedatangan anak gadisnya yg sudah beberapa bulan tidak bertemu. Ini pertama kali Mama melepas Syifa untuk pergi sendiri, terutama keluar negeri. Karena biasanya dia selalu ditemani oleh Mama atau salah satu dari abangnya jika ingin bepergian jauh.
"Maaa. I miss you" ucap Syifa yg langsung memeluk Mama erat. Beberapa detik, Mama melepas pelukannya, diraihnya kedua pipi Syifa.
"Mama juga kangen kamu dek. Gimana kabar kamu? Sehat kan?"
"Alhamdulillah sehat Ma. Mama gimana kabarnya?"
"Mama juga sehat"
"Alhamdulillah"
Kini mata Syifa tertuju pada papa yg sedang tersenyum padanya.
"Papa, Syifa kangen" Syifa pun memeluk papa.
"Iya dek. Gimana kuliahnya? Lancar?"
"Alhamdulillah Pa"
"Jangan sering bolos ya kuliahnya" sahut bang Randi.
"Nggak lah, enak aja"
Bang Randi tertawa.
"Gamau peluk abang nih?"
Syifa tersenyum lalu memeluk bang Randi, dilanjutkan pada bang Anwar yang anteng bae.
"Yaudah yuk pulang, udah malem. Kamu pasti capek kan?" ajak Mama. Syifa mengangguk disertai senyuman tipis. Bang Randi membawa koper Syifa yg agak berat.
"Dek berat banget sih ini kopernya"
"Lebih berat mana? Koper apa Rindu?"
"Hmm.. Koper"
"Serius?"
"Korban Perasaan kan?"
Syifa memasang ekspresi datar. "Terserah bang"
.
Di mobil menuju rumah. Handphone Syifa ada chat masuk.

Rizky
Udah sampe?

Syifa
Udah kak. Alhamdulillah

Rizky
Alhamdulillah. Kangen nih

Syifa
Baru berapa jam aku pergi. Udah kangen aja

Rizky
Serius. Videocall yuk

Syifa
Nanti aja. Aku lagi dimobil

Rizky
Yaudah nanti kabarin ya kalo udah sampe

Syifa
Okay

Sesampainya dirumah. Syifa langsung membasuh dirinya tanpa sempat merapikan isi kopernya. Lalu makan yg sudah disediakan mama di meja makan. Masakan padang yg selalu Syifa rindukan saat berada di Aussie. Sambil menyantap masakan Mama, mereka berbincang dan Syifa bercerita tentang kuliahnya di Australia. Sungguh pemandangan yang mengharukan. Keluarga ini nampak begitu bahagia.
Setelah itu, Syifa merebahkan tubuhnya di kasur yang sudah lama ia tinggalkan.
.
.
#kyfanfiction
#haluberfaedah

89. "Yaa gpp sih" jwbnya. Tapi dia sedikit mikir
.
Megan, Rizky, Arief dan Ali mengantar Syifa ke bandara. Mereka berangkat 2 jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat. Sambil menunggu di lobby bandara. Syifa memberitahu pada Rizky kalau dia boleh saja datang ke rumahnya. Namun datang sebagai teman, bukan pacar.
"Emng kenapa?" tanya Rizky saat Syifa belum selesai menjelaskan.
"Aku takut mama marah kalo aku pacaran lagi saat tau aku putus dari Ilham"
Wajah Syifa terlihat khawatir kalau Rizky akan marah. Tapi malah terbalik dgn pemikirannya. Rizky malah bersikap biasa aja dan mengiyakan kata Syifa.
"Iya,, tenang aja Syif"
Dan baru saja mereka membahas soal itu. Ada pemberitahuan pintu pesawat menuju jakarta sudah dibuka dan penumpang boleh masuk.
"Syifaa hati2 yaa. See you next time" kata Ali sebelum Syifa pergi.
"See u bang Ali. Oiya sampein salamku ke Tante Liana yaa" Ali mengacungkan jempolnya.
"Iya hati2, Syif" sahut Arief.
"Aaahh My ESCHMEE. i'll miss you so much bby. Salam buat mama yaa" tambah Megan dgn pelukan eratnya pada Syifa.
"Iya esschme kuuh. I'm gonna miss you Meggy!"
Setelah Syifa melepas pelukannya. Dia menatap wajah sahabatnya itu penuh haru. Diapun hampir meneteskan air mata. Tapi untungnya dia dapat menahan karena ini bukan perpisahan.
"See you soon" ucapnya lagi. Lalu dia melirik Rizky yg ada dibelakang Megan. Rizky tersenyum kepadanya dan mendekatkan tubuhnya pada Syifa seraya memeluknya gak kalah erat. Dia menaruh dagunya tepat diatas kepala Syifa yg memang tingginya hanya sebahunya. Syifapun sepertinya bisa mendengar degup jantung Rizky saat itu.
"Hati2 ya sayang" ucapnya.
"Iyaa. Kk hati2 juga ya disini, jgn sampe kakinya sakit lagi"
"Iyaa sweetheart"
Syifa melepas pelukannya, melambaikan tangan pada Rizky dan yg lain. Lalu berbalik dan berjalan meninggalkan mereka. Walau sesekali dia menoleh ke arah belakang untuk memastikan teman2nya.
.
Dipesawat, Syifa kedapatan tempat duduk disamping jendela. As usual, dia memotret pemandangan lapangan terbang dari dalam. Tiba2 ada chat masuk dari Rizky.

Rizky
Pas aku lagi diving, aku bikin video ini biar km bisa liat gmn keindahan dilaut yg lebih dalam. Hope u like it bby
*send a video*
.
#kyfanfiction

Most Popular Instagram Hashtags